Diet Vegetarian yang Benar

Bagaimana Diet Vegetarian yang Benar?

Di zaman  modern dan canggih ini teknologi medis pun tumbuh pesat. Namun tidak berarti semua penyakit bisa disembuhkan dengan mudah. Penyakit kanker misalnya masih tetap duduk sebagai penyakit paling mematikan nomor dua setelah jantung. Betapapun canggihnya teknologi zaman sekarang namun penyakit kanker tergolong penyakit yang sulit disembuhkan, meski bukan berarti tidak mungkin disembuhkan sama sekali. Penyembuhan secara medis melalui pengobatan, kemoterapi dan mengkonsumsi obat adalah salah satu upaya mengeliminir pertumbuhan sel kanker tetapi diperlukan cara lebih alami agar diperoleh kesehatan paripurna.

Manfaat Diet Vegetarian

Salah satu cara meminimalisir atau menekan pertumbuhan sel kanker adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Tidak mengherankan jika orang-orang yang peduli dengan gaya hidup sehat memilih menerapkan pola makan vegetarian. Vegetarian menghindari konsumsi bahan makanan hewani, terutama daging merah yang menjadi pemicu sel kanker tumbuh lebih subur. Tak perlu diragukan bahwa bahwa pola makan vegetarian yang seimbang dan direncanakan dengan baik bisa menyehatkan dan membantu menekan pertumbuhan sel kanker. Dari poin inilah tujuan dan niat diet vegetarian ditetapkan yaitu demi kesehatan.

Pola makan vegetarian diterapkan bukan tanpa alasan. Pakar nutrisi menyatakan bahwa pola makan vegetarian layak untuk diterapkan. Vandana Sheth, juru bicara The Academy of Nutrition and Dietetics sempat mengeluarkan pernyataan bahwa pelaku dietvegetarian memiliki berat badan lebih ringan. Selain berat badan terkendali, risiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan kanker juga berkurang. Sekali lagi niat dan tujuan diet vegetarian yang benar adalah demi kesehatan. Hal yang kurang tepat adalah ketika niat berdiet vegetarian hanya demi menurunkan berat badan dan mencapai berat badan ideal.

Jumlah penganut diet vegetarian di Indonesia tergolong rendah. Padahal Indonesia adalah negara agraris yang produk buah dan sayur cukup berlimpah. Menurut data dari Balitbangkes asupan sayur di Indonesia rata-rata adalah 57,1 gram. Angka yang jauh lebih rendah dari Singapura yang mencapai 290.2 gram. Maka diet vegetarian secara tidak langsung juga membantu petani buah dan sayur dalam negeri agar mendapatkan pemasaran yang lebih baik. Tentunya niat agar sehat dengan vegetarian secara tidak langsung membantu membuka pintu rezeki bagi para petani dan penjual buah dan sayur.

Hindari menerapkan diet vegetarian hanya karena iseng atau ikut-ikutan trend. Sekedar coba-coba menjadi vegetarian akan menyiksa tubuh secara lahiriah maupun psikis. Jika memutuskan untuk berdiet vegetarian maka tekad untuk sehat harus diyakini secara konsisten.

Selain konsistensi niat ada satu hal yang sering merisaukan pelaksana diet vegetarian pemula yaitu kekhawatiran akan mengalami kekurangan nutrisi dan zat gizi. Padahal jika ditinjau secara ilmu nutrisi zat-zat yang tidak diperoleh dari protein hewani sebenarnya bisa disubstitusi dengan protein nabati. Perlu ditekankan pada pelaku diet vegetarian bahwa menentukan menu makanan yang berbasis nabati yaitu sayuran buah-buahan tidak sekedar asal makan sayur dan buah.

Setiap buah dan sayur memiliki ciri khas dan kandungan senyawa yang berbeda di setiap jenisnya. Perhatikan pula cita rasanya jika ingin mengkombinasikan buah dan sayur dalam satu jenis menu. Cita rasa buah atau sayur yang pahit ada baiknya dikombinasikan dengan buah atau sayur yang berasa manis segar tujuannya agar tercipta cita rasa yang lebih ramah di lidah dan di perut. Sehingga niat untuk menjalani diet vegetarian lebih mudah terjaga terutama bagi pelaku diet vegetarian pemula. Merasakan hambarnya menu vegetarian bisa meluruhkan tekad di awal-awal menjalani diets.

Pertimbangan Asupan Gizi Untuk Vegetarian

Sebagaimana proses diet lain sebaiknya menerapkan diet vegetarian juga mempertimbangkan advis medis. Baik itu dari ahli medis maupun pakar nutrisi dan gizi. Ditinjau dari sisi medis perlu diperhatikan bahwa pada pasien penderita penyakit tertentu ada  makanan yang sebaiknya benar-benar dihindari dan porsi makanan pun harus diperhitungkan. Dokter juga akan mempertimbangkan apakah kondisi tubuh si pasien cukup kuat untuk menjalani diet vegetarian. Apakah sang pasien yang dalam masa penyembuhan perlu mendapatkan sedikit asupan protein hewani atau aman melakukan diet vegan.

Nasihat ahli nutrisi membantu pelaku diet vegetarian menyusun menu seimbang dalam porsi makan yang dikonsumsinya. Ahli nutrisi membantu menghitung berapa kalori yang dibutuhkan dan perbandingan porsi yang diperlukan agar nutrisi yang dibutuhkan tercukupi. Mendengarkan dan mematuhi nasihat ahli nutrisi membantu pelaku diet vegetarian terhindar dari kekurangan gizi. Ahli gizi membantu menyusun menu yang memenuhi syarat keseimbangan. Jika diet vegetarian dilakukan asal-asalan dan sekedar meninggalkan konsumsi daging, susu dan produk turunannya, mengurangi porsi makan semaksimal mungkin tanpa memikirkan mengganti zat makanan yang dibutuhkan maka akan terjadi kekurangan gizi dan nutrisi. Namun dengan bantuan ahli nutrisi hal tersebut dapat dihindari.

Ahli nutrisi juga membantu mengingatkan agar pelaku diet vegetarian tetap memastikan untuk mengkonsumsi makanan sehat. Stella Volpe, seorang profesor dan ketua Departemen Ilmu Nutrisi dari Drexel University di Philadelphia Amerika Serikat pernah mengemukakan pendapat berdasarkan pengamatannya bahwa sebagian orang yang menjadi vegan tetapi malah lebih banyak makan junk food. Maksud Stella Volpe adalah ketika makanan yang dikonsumsi pelaku diet vegan dan vegetarian diolah dengan cara kurang tepat. Volpe menyoroti restoran-restoran khusus vegetarian yang menyajikan makanan “imitasi” mirip makanan hewani tetapi diolah melalui proses kurang sehat dan diduga mengandung zat aditif sebagai perasa yang seharusnya dikurangi untuk dikonsumsi terutama bagi penderita kanker.

Pendapat dokter dan ahli nutrisi ini juga membantu pelaku diet vegetarian untuk menemukan pola diet yang tepat. Dari anjuran ahli nutrisi bisa diperoleh pengetahuan bahwa setiap buah dan sayur dengan warna yang berbeda memiliki kandungan nutrisi. Misalnya likopen yang diyakini membantu pemulihan kesehatan bagi penderita kanker dapat ditemui di buah dan sayuran berwarna merah seperti delima dan tomat serta yang terbanyak terdapat pada semangka. Namun ahli nutrisi dari Academy of Nutrition and Dietetics, Jennifer McDaniel menyatakan bahwa Semangka kurang populer sebab dianggap tidak memiliki banyak serat.

Meski hal tersebut tidak salah namun semangka memiliki manfaat lain untuk menutupi kekurangannya ini. Semangka, meski tidak populer karena kurang serat memiliki kelebihan yaitu mengandung banyak air dan sangat rendah kalori, kandungan gulanya lebih rendah dibandingkan buah-buahan lain. Mengkonsumsi semangka membantu pencernaan dan metabolisme tubuh lebih lancar sebab kandungan air yang berlimpah di dalam buahnya.

Mentaati advis dan nasihat dokter serta ahli nutrisi mengarahkan program diet vegetarian agar tepat sasaran. Kekurangan nutrisi yang dikhawatirkan tidak akan terjadi. Biasanya pada diet vegetarian dikhawatirkan akan terjadi defisiensi gizi dan kekurangan protein, kalsium, vitamin B12 dan zat besi. Ahli nutrisi membantu menyarankan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran atau biji-bijian yang banyak mengandung zat-zat tersebut sehingga metabolisme tubuh tidak terganggu karena kekurangan gizi.

Baca artikel lain mengenai Makanan Penyebab Kanker Otak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + nine =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.