Deteksi Dini Kanker Serviks

Deteksi Dini Kanker Serviks yang Akurat

deteksi-dini-kanker-serviksKanker serviks merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal, tidak terkendali dan merusak jaringan sel di leher rahim. Salah satu jenis kanker yang menyebabkan kematian tingkat teratas pada wanita dibandingkan jenis kanker lainnya. Deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan berkala secara medis. Sebagian besar kanker serviks atau kanker leher rahim disebabkan oleh penularan Human Papilloma Virus tipe 16 dan 18. Wanita yang memiliki aktifitas seksual tinggi seperti sering berganti pasangan lebih rentan menderita kanker serviks.

Umumnya penderita kanker serviks tidak menimbulkan gejala awal yang terlihat dan akan berkembang setelah 2-3 tahun setelah terinfeksi. Dari deteksi dini kanker serviks dapat diketahui jika telah terjadi gejala awal dan memudahkan pengobatan sehingga keberhasilan pengobatannya lebih tinggi. Cara deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan dengan melakukan skrining atau penapisan. Sangat dianjurkan untuk melakukan tes minimal 3 tahun sekali terutama bagi wanita yang masih produktif, yaitu berusia 25-50 tahun.

Tes untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Ada beberapa tes skrining untuk mendeteksi kanker serviks atau kanker leher rahim sejak dini.

  1. Tes Pap Smear. Tes pap smear merupakan pemeriksaan secara sitologis berdasarkan hasil apusan sel yang diambil dari lendir di leher rahim. Hasilnya akan diperiksa oleh ahli patologi untuk melihat adanya perubahan sel yang mengindikasi kanker. Deteksi dini kanker rahim dengan tes pap smear dapat dilakukan di rumah sakit dan layanan       kesehatan lain seperti di puskesmas.
  2. Tes IVA. Deteksi dini kanker serviks dengan IVA caranya adalah membasuh seluruh permukaan leher rahim menggunakan asam acetat yang diencerkan. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat secara mata telanjang. Tes IVA dapat dilakukan jika wanita tidak sedang menstruasi dan tidak dalam keadaan hamil.
  3. Tes HPV. Tes HPV dilakukan dengan mengambil sel dari leher rahim. Kemudian DNA sel akan diperiksa secara molekular yang berhubungan dengan HPV.
  4. Tes Kolposkopi. Tes Kolposkopi merupakan pemeriksaan secara visual dengan menggunakan pembesaran untuk melihat bagian luar dan dalam dari leher rahim. Pemeriksaan ini disertai dengan biopsi jaringan ikat yang abnormal untuk mendiagnosa.
  5. Tes Servikografi. Tes Servikografi merupakan metode penapisan primer dan dilakukan sebagai tambahan dari pendeteksian melalui tes IVA. Pada tes Servikografi menggunakan kamera khusus yang dimasukkan ke leher rahim dan memfotonya. Kemudian hasil foto akan dicetak dan diinterpretasikan oleh ahlinya.

Pemeriksaan Pap Smear

Deteksi dini kanker serviks dengan pap smear sering disarankan pada masyarakat awam untuk menjaga kesehatan organ saluran reproduksi. Melalui pemeriksaan pap smear merupakan deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan di rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya. Sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara berkala paling tidak 2-3 tahun sekali agar jika terdapat sel abnormal dapat terdeteksi sejak awal.

Saat dilakukan tes pap smear sebaiknya tidak melakukan hubungan badan 1-2 hari sebelum dilakukan pemeriksaan, memakai krim vagina 2 hari sebelumnya dan membersihkan vagina. Persiapan sebelum pemeriksaan pap smear tersebut dapat membuat hasil uji pap smear lebih akurat.Tidak perlu khawatir dan tegang saat dilakukan tes pap smear karena tidak akan terasa sakit. Pemeriksaan ini hanya berlangsung selama 5 menit.

Pasien disuruh untuk berbaring rileks dan paha ditekuk ke atas. Dokter akan memasukkan alat spekulum ke mulut vagina agar area vagina dan serviks dapat dipandang lebih luas sehingga pemeriksaan lebih teliti. Dokter akan mengambil sampel sel pada serviks menggunakan spatula plastik dan sikat kecil. Bentuk spatula seperti sendok dengan tangkai yang panjang. Sel hasil apusan kemudian dikirimkan ke laboratorium untuk dilakukan pengujian ada tidaknya sel kanker.

Hasil dari pengujian tes pap smear sudah dapat dikatakan akurat meskipun terdapat juga kemungkinan kesalahan. Terjadinya kesalahan biasanya disebabkan sel yang abnormal masih tertutup dengan darah dan jumlah sel abnormal sedikit. Sel abnormal akan terdeteksi pada pemeriksaan pap smear yang berikutnya. Agar hasil pemeriksaan pap smear lebih akurat maka biasanya dokter akan mengkombinasikan dengan tes HPV terutama bagi yang berusia 30 tahun ke atas.

Biaya untuk melakukan pemeriksaan pap smear bervariasi. Jika pemeriksaan pap smear dilakukan di puskesmas harganya cukup terjangkau karena memperoleh subsidi dari pemerintah yaitu Rp. 50.000,00. Jika pemeriksaan pap smear dilakukan di rumah sakit harganya berkisar dari Rp. 300.000,00 hingga Rp. 800.000,00. Biasanya sudah termasuk dengan konsultasi.

Kesehatan organ intim dan saluran reproduksi harus benar-benar dijaga kesehatan serta kebersihannya. Saluran reproduksi seorang wanita sangat penting karena merupakan tempat tumbuh kembang janin. Kesehatan saluran reproduksi akan mempengaruhi kesehatan janin yang tumbuh optimal.

Deteksi dini kanker serviks sebaiknya dilakukan secara berkala dan rutin. Wanita yang telah berusia produktif dan telah menikah wajib melakukan pemeriksaan ini untuk mengetahui jika terjadi kemungkinan pertumbuhan sel abnormal. Gejala awal yang diketahui sejak dini dapat meningkatkan kemungkinan penyembuhan secara total.

Baca artikel lain mengenai Singkong Obat Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.