Daun Tapak Dara Untuk Kanker

Daun Tapak Dara Untuk Kanker, Fakta atau Mitos?

Sampai saat ini, masih banyak yang meragukan manfaat daun tapak dara dalam mengobati berbagai macam penyakit, termasuk kanker. Malah, sebagian orang menganggapnya mitos belaka. Betapa tidak? Keindahan tanaman dara memberi kesan kuat bahwa ia adalah tanaman hias, bukan tanaman obat atau herbal. Padahal, pada daun, akar, dan bunganya terkandung senyawa dan zat-zat karsinogenik dosis tinggi. Dan, hal itu bukan sebatas buah bibir, melainkan pernah dibuktikan melalui uji laboratorium di bawah pengawasan pakar obat-obatan.

Mengenal TanamanTapak Dara Lebih Dekat

Dalam bahasa Latin, tanaman tapak dara disebut dengan Catharanthus Roseus. Di Indonesia sendiri, selain dinamakan tapak dara, tanaman ini punya nama lokal yang berbeda-beda. Tergantung di daerah atau pulau mana ia tumbuh. Di Jawa Barat, tapak dara lebih populer dengan nama tapak tembaga. Sedangkan di Sulawesi, tapak darah biasa disebut sindapor. Selain itu, ada juga yang menyebut tanaman tapak dara sebagai tapak doro, kembang serdadu, rutu-rutu, rumput jalang, dan paku rune.

Di luar Indonesia sebutannya lain lagi. Orang Malaysia mengenal tanaman ini sebagai kembang sari cina atau kemuning cina. Di inggris, orang-orang menamakannya rose periwinkle.  Di Belanda, tapak dara punya nama bagus Soldaten Bloem. Dan, di Cina disebut dengan Chang Chun Hua.

Berdasarkan sejarah penemuannya, tanaman tapak dara pertama kali tumbuh di Madagaskar. Lalu proses alam serta peranan manusia menjadikan tanaman ini menyebar luas ke negara-negara lain, terutama daratan Asia. Termasuk di Indonesia. Satu yang pasti, tanaman tapak dara cocok di kawasan-kawasan beriklim tropis.

Tanaman tapak dara termasuk jenis perdu yang dapat tumbuh liar dengan ketinggian mencapai 1 meter. Sangat menyukai tempat-tempat terbuka dengan pancaran sinar matahari dan curah hujan yang memadai. Namun tidak menutup kemungkinan ia juga dapat tumbuh subur di tempat-tempat yang terlindung, asal mendapatkan perawatan cukup. Akarnya berupa akar serabut yang berwarna kecokelatan.

Tanaman ini memiliki daun berbentuk oval dan berwarna hijau pekat. Susunan daunnya membentuk sirip yang bersilangan dengan tangkai daun yang sangat pendek dan lembut. Jika kondisi tanaman subur, panjang daun tapak dara bisa mencapai 2-6 cm dan lebar 1-3 cm. Selain itu, kesuburan tapak dara juga ditandai dengan banyaknya bunga yang keluar dari ketiak daun. Bunga yang dimilinya merupakan bunga jamak, artinya dapat mekar bersamaan. Tampilannya semakin indah karena bunga tapak dara beragam, mulai dari ungu, putih, biru, dan merah muda. Tiap bunga memiliki lima kelopak yang melebar pada bagian ujungnya dan cukup rapuh. Sementara, mahkota bunga berbentuk terompet.

Tapak dara menghasilkan getah atau lateks pada bagian batang dan daun. Getah akan keluar ketika batang dipatahkan atau daun dipetik.

Daun Tapak Dara yang Menyembuhkan Kanker

Perihal kemampuan daun tapak dara dalam menyembuhkan kanker sesungguhnya bukanlah mitos. Di balik keindahan yang ditampilkanya, perlu diketahui bahwa tanaman tapak dara bersifat racun (toxic), terutama pada bagian daun. Sifat racun tersebut yang kemudian diandalkan untuk membunuh sel-sel kanker, sebagaimana racun dalam obat kemoterapi dan obat-obat kimia khusus kanker lainnya. Meski punya kemampuan yang sama, namun efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan daun tapak dara tidak sebesar obat kimia.

Daun tapak dara bekerja secara selektif mematikan sel  kanker pada tempat yang sulit dijangkau sekalipun, mengempiskan benjolan kanker di luar tubuh, menghambat invasi sel ke bagian lain (metastasis), membangun pertahanan tubuh semakin kuat, bahkan mencegah pembentukan sel kanker baru. Semua keunggulan tersebut tak terlepas dari kandungan 70 jenis alkaloid yang terdapat pada daun, akar, batang, bahkan biji tapak dara. Secara garis besar, alkaloid inilah yang berperan sebagai zat anti-kanker. Di dalam alkaloid sendiri tergabung sejumlah senyawa meliputi vinblastine (VLB), leurosine (VLR), vincristine (VCR), leurosine (VLR), vincadioline, lochnerine, leurosidine, catharanthine, vinblastine, tetrahydroalstonine, ajmalicine, serpentine, reserpine, akuammine, norharman, vinleurosin, vincamine, dan vinrosidin.

Dari hasil uji coba terhadap berbagai jenis kanker, daun tapak dara paling efektif dalam menyembuhkan kanker payudara, kanker rahim, kanker darah, dan kanker kulit. Pada jenis kanker lainnya daun tapak dara turut menunjukkan hasil positif, namun memerlukan proses pengobatan yang lebih lama ketimbang keempat jenis kanker yang disebutkan sebelumnya.

Penyakit-penyakit Lain yang dapat Diobati dengan Daun Tapak Dara

Selain penyakit kanker, daun tapak dara dara juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam penyakit lainnya. Bahkan pengobatan herbal dengan daun tapak dara telah dimulai sejak ratusan tahun silam. Beberapa jenis penyakit yang dimaksud antara lain:

  • Hipertensi
  • Diabetes Melitus
  • Pendarahan akibat kadar trombosit menurun
  • Batu ginjal
  • Luka bakar
  • Bisul
  • Borok dan eksim
  • Gondongan
  • Demam tinggi
  • Tumor ringan
  • Insomnia
  • Stress ringan
  • Batuk
  • Asma
  • Malaria, dsb

Cara Mengolah Daun Tapak Dara

Khasiat obat herbal baru dapat dirasakan jika cara pengolahan benar dan dosis penggunaannya tepat.  Ada beberapa cara pengolahan daun tapak dara yang biasa disarankan para herbalis. Jika dimaksudkan untuk komersil, maka ektrak daun tapak dara dikemas dalam bentuk pil siap minum. Tentu saja langkah pembuatannya melibatkan mesin-mesin berteknologi tinggi. Pun, haru dikemas sedemikian rupa agar tetap steril dan tidak mengurangi khasiat obat itu sendiri.

Selain itu, ada cara pengolahan yang lebih sederhana, yakni dengan cara merebus  atau menyeduh daun tapak dara menggunakan air panas. Diamkan setelah itu agar senyawanya keluar lalu minum dalam keadaan hangat. Namun, perlu juga diketahui bahwa komposisi bahan yang dibutuhkan antara satu penyakit dengan penyakit lainnya tidak selalu sama. Ikuti beberapa resep ramuan tapak dara berikut ini:

Khusus untuk Kanker

Siapkan 22 lembar daun tapak dara, buah adas, dan kulit kayu pulasari. Cuci bersih ketiga bahan tersebut, lalu rebus bersama 3 gelas air. Tunggu hingga air menyusut, menyisakan 1 gelas saja. Saring terlebih dahulu sebelum diminum. Lakukan pada pagi, siang, dan malam hari, rutin sampai satu bulan. Niscaya ada perubahan positif terhadap penyakit kanker yang sedang diderita.

Khusus untuk Penyakit Ginjal

Sediakan 15 lembar daun tapak dara dan 10 lembar daun biji beling. Pastikan kedua bahan tersebut telah dicuci bersih sebelumnya. Lalu, rebus dengan 3 gelas air. Tunggu hingga air rebusan menyusut setengahnya. Konsumsi 2x sehari, selama lebih kurang 3 minggu.

Khusus Hipertensi

Cukup rebus 15 gram daun tapak dara dengan ½ liter air bersih. Tunggu hingga mendidih dan air menyusut setengahnya. Saring, lalu minum dalam keadaan hangat sebelum tidur malam. Langgengkan selama minimal 7 hari dan rasakan perubahannya.

Efek Samping Daun Tapak Dara

Karena daun tapak dara bersifat racun, maka tidak menutup kemungkinan ada efek samping yang dirasakan selepas mengonsumsi ramuan herbal di atas, terutama pada 3-4 kali pengonsumsian pertama. Namun, tingkat keluhan biasanya jauh di bawah obat kemoterapi. Kecuali, bila dinyatakan over dosis.

Beberapa efek samping yang ditimbulkannya, antara lain:

  • Demam
  • Lemas
  • Mual dan muntah-muntah
  • Halusinasi

Itulah manfaat yang dapat diberikan daun tapak dara untuk penyakit kanker dan penyakit-penyakit lainnya. Mari upayakan hidup sehat sedini mungkin, guna mempertahankan kualitas hidup tetap baik.

Baca artikel lain mengenai Makanan Penyebab Kanker Usus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − nine =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.