Daun Sintrong Obat Kanker

Beragam Manfaat Daun Sintrong Obat Kanker di Sekitar Kita

Lalapan daun sintrong biasanya jadi santapan lezat di sejumlah warung makan tradisional Sunda. Selain punya kenikmatan tersendiri, daun sintrong obat kanker juga, lho. Jadi tak ada ruginya mengenal manfaat daun sintrong lebih jauh lagi. Tumbuhan semak belukar atau perdu liar ini tersebar di wilayah tropos dan sub-tropis, namun kerap dianggap gulma diantara tanaman hortikultura lainnya.

Sintrong termasuk dalam klasifikasi Erechtites hieracifolia yaitu semacam herba berbatang tinggi mencapai 30 -150 cm. Batangnya berdaging tebal serta rusuknya kuat. Tanaman Sintrong juga memiliki tepian daun bergerigi. Untuk daunnya sendiri tersusun berseling, berbentuk bulat telur menyirip, serta memiliki lekukan yang dalam.

Corak warna mahkota bunga tanaman sintrong itu terlihat menarik. Corong bunga berdiameter 6-7 mm paling menandai uniknya tanaman sintrong. Serabut bunga akan mengumpul di ujung batang dengan tangkai pendek. Warna mahkota bunga sintrong tersebut ialah paduan antara kuning bersemu violet dengan serabut pink-kemerahan pada ujungnya.

Jika diperhatikan, bagian bawah mahkota memiliki banyak serabut sepanjang 2 cm. Saat mulai merekah, tabung bunga mudah lepas ketika angin bertiup. Oleh karena itulah, tanaman sintrong bisa ada dimana saja, bahkan di lahan kosong yang rimbun oleh rumput. Biasanya Sintrong tidak tumbuh sendirian, melainkan bersama beberapa tanaman eksotis, seperti ciplukan, krokot, sawei, dan semacamnya.

Jenis tumbuhan semak ini memang cukup mudah kita jumpai. Umumnya di sekitar ladang kering, pinggiran jalan berumput, dan sepanjang tepi sawah. Selain akrab dengan nama Sintrong di daerah Sunda, daun lalap ini juga disebut Balastrong, Jambrong, Mandrung, Puyung, Tespong, Sawi Rusa, dan Jebung.

Di Indonesia sendiri, daun sintrong pertama kali dijumpai di dekat Medan sekitar tahun 1926. Dari Medan kemudian menyebar ke seluruh penjuru nusantara. Pertumbuhan tanaman sintrong makin subur di daerah lembab hingga ketinggian 2.500 m dpl. Tidak sedikit yang memanfaatkan daun sintrong untuk pakan ternak. Namun Anda tak perlu ragu menyantapnya sebab daun sintrong obat kanker yang sudah populer di belahan dunia lain.

Bagian bunga maupun daun sintrong biasanya terhidang mentah atau direbus bersama sayur-sayuran lain seperti daun singkong dan daun pepaya. Aroma mint akan tercium kuat saat daunnya diremas. Tak heran kalau daun yang konon berasal dari Afrika Tropis ini juga disukai sampai ke Malaysia dan negara lain di Asia. Yang pasti olahan lalap maupun juga salad dari sayuran tradisional ini akan menyumbang manfaat serat sehingga sangat baik untuk menjaga pencernaan kita.

Tentu saja selain diolah jadi menu masakan yang sangat sehat, bagian-bagian tanaman sintrong juga berkhasiat untuk obat tradisional. Khasiat daun sintrong antara lain mengatasi masalah sakit perut, sakit kepala, pengobatan luka, namun khususnya beberapa jenis kanker. Maka di bawah ini penjelasan ringkas tentang manfaat dan khasiat daun sintrong obat kanker.

Mengenal Manfaat Alami Daun Sintrong 

Banyak penelitian membuktikan manfaat daun sintrong yang dapat menyembuhkan penyakit tanpa efek samping. Antioksidan merupakan senyawa yang ampuh melawan radikal berbahaya pemicu kerusakan sel tubuh. Khasiat antioksidan dan antibakteri-nya terbilang luar biasa untuk pengobatan kanker, malaria, dan prostat. Daun sintrong obat kanker tak lepas dari kandungan minyak atsiri, saponin, flavanoid, dan polifenol.

Bila Anda menemukan daun sintrong di lahan terbuka dan bermaksud mengolahnya, cucilah sampai bersih kemudian keringkan. Kalau bisa jangan terkena sinar matahari secara langsung.  Setelah kering Anda dapat menumbuknya sampai setengah kasar. Sintrong bisa dimakan mentah untuk tambahan lalap ataupun direbus setengah matang saja.

Sedangkan cara membuat herbalnya juga tak sulit. Anda cukup merebus lima helai daun sintrong ke dalam 3 gelas air, dan tunggu sampai tersisa satu gelas saja. Tambahkan madu atau beberapa herbal lain supaya lebih berkhasiat, misalnya sereh dan jahe. Beragam manfaat ramuan ini sering dianjurkan untuk menjaga bagi kesehatan, tetapi dalam jumlah yang sewajarnya.

Nah berikut ini sepuluh contoh manfaat daun sintrong bila kita mengkonsumsinya:

  1. Mencegah Kanker. Daun Sintrong dapat mengurangi resiko kanker payudara, kanker hati, dan kanker lambung yang mungkin bertambah parah.
  2. Memperbaiki Fungsi Lambung. Daun sintrong juga bermanfaat untuk menetralkan asam lambung serta memperkuat otot-otot di sekitar lambung.
  3. Menurunkan Darah Tinggi. Sayuran ini sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang menderita hipertensi agar tekanan darah berada pada batas normal.
  4. Menguatkan Tulang. Kandungan mineral dan magnesium daun sintrong dikenal sangat tinggi sehingga mampu memperkuat tulang dan persendian.
  5. Memperbaiki Sirkulasi Darah. Khasiat daun sintrong dikenal ampuh mencegah gangguan pembuluh darah arteri yang kerap memicu gangguan jantung.
  6. Melancarkan Pencernaan dan Sistem Metabolisme. Sayuran ini dikenal sebagai pembersih usus yang handal sehingga. Takkan ada lagi masalah sembelit atau diare. Tubuh akan sehat karena metabolisme zat makanan berjalan lancar.
  7. Membunuh Kuman dan Bakteri yang sebabkan radang terutama pada terluka. Ini karena khasiat sintrong yakni zat anti-inflamasi.
  8. Menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).
  9. Mencegah penyakit kulit atau eksim.
  10. Sebagai pencahar alami dimana lemak yang mengendap akan terkuras setelah meminum air rebusan daun sintrong.

Berbagai khasiat daun sintrong memang tak perlu diragukan lagi. Selain sayuran ini enak dimakan manfaatnya juga sangat baik sebagai obat atau herbal tradisional. Salah satu yang patut kita lihat adalah keampuhan daun sintrong untuk kanker. Bagi warga Sunda tanaman Sintrong disebut salintrong. Dengan sayuran ini tubuh memiliki imun yang baik oleh karena vitamin B kompleks di dalamnya cukup banyak. Jika antibodi bekerja dengan baik, dibantu oleh antioksidan alami, maka tentunya pertumbuhan sel-sel kanker dapat dicegah.

Bagaimana cara menggunakan daun sintrong untuk pengobatan? Caranya mudah saja, kita hanya perlu menyiapkan beberapa lembar daun sintrong. Cici bersih dan remas-remas kemudian rebus dengan air secukupnya. Minum selagi hangat dengan tambahan madu agar lebih manis.

Namun ingat jangan berlebihan mengkonsumsi herbal dari tanaman ini untuk mencegah efek samping, sebab kondisi tubuh masing-masing orang dapat berbeda. Selain itu bagi sebagian orang konsumsi daun sintrong baik adanya namun harus dibatasi. Meskipun daun sintrong obat kanker namun dicurigai juga mengandung alkaoida pirolizidina yang memicu pertumbuhan tumor.

Sebagai antisipasi atas efek komplikasi, memang akan lebih baik untuk berkonsultasi dulu dengan dokter penyakit dalam, seorang ahli gizi dan nutrisi, ataupun herbalis berpengalaman. Hal ini terutama untuk ibu hami dan menyusui. Baik cara pengolahan hingga takaran minumnya jauh lebih bijaksana kalau sudah dikonsultasikan pada dokter maupun ahli tanaman herbal.

Itulah tadi berbagai manfaat dan khasiat daun sintrong hingga pemanfaatannya sehari-hari. Sewajarnya kita patut bersyukur karena Indonesia ini kaya akan tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat, baik yang sengaja ditanam, maupun yang hidup secara liar di alam terbuka. Sangat mudah bagi masyarakat untuk menemukan daun herbal seperti sintrong dan menikmatinya sebagai santap lalapan, hingga dijadikan ramuan obat.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi atau Herbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + two =