Category Archives: Tips

Kacang Tanah untuk Penderita Kanker

Tidak Hanya Enak, Ini Manfaat Kacang Tanah untuk Penderita Kanker

Benarkah kacang tanah untuk penderita kanker itu baik dikonsumsi? Dalam kehidupan sehari-hari kita tentunya tidak asing dengan kacang tanah. Selain mudah didapatkan, kacang tanah juga enak dikonsumsi. Kacang tanah juga mengandung banyak protein dan mineral. Banyak sekali jenis kacang-kacangan di Indonesia, dan sering dijadikan olahan seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang merah dan banyak lagi. Kali ini akan dibahas lebih jauh lagi manfaat kacang tanah untuk penderita kanker.

Kacang tanah memiliki kandungan yang beragam. Seperti vitamin E yang bagus untuk kesehatan kulit. Selain itu masih banyak kandungan yang dimiliki oleh kacang tanah. Kandungan vitamin E dalam kacang tanah baik untuk kulit karenan dapat melindungi kulit dari bahaya radikal bebas.

Kandungan lainnya dalam kacang tanah adalah mengandung zat anti kanker yang dapat membantu mencegah pertumbuhan kanker. Kacang tanah mengandung Beta-Sitosterol  dan Pitoserol yang dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Kanker merupakan penyakit akiba pembelahan sel-sel abnormal yang tidak terkendali dan merusak jaringan tubuh. Ada berbagai macam jenis kanker, di antaranya kanker hati, kanker paru-paru, kanker rahim dan masih banyak lainnya. Lalu apa saja penyebab kanker?

Ada beberapa penyebab kanker di antaranya faktor makanan, lingkungan dan juga faktor lainnya. Untuk mencegah pertumbuhan kanker banyak upaya yang bisa dilakukan. Seperti makan-makanan bergizi, mengurangi makanan berlemak, olahraga yang teratur.

Salah satu makanan yang baik dikonsumsi untuk penderita kanker adalah kacang tanah. Kacang tanah untuk penderita kanker sangat baik dikonsumsi, bahkan dianjurkan oleh tenaga medis untuk dikonsumsi tiap hari, demi asupan nutrisi yang tercukupi.

Nutrisi kacang tanah untuk penderita kanker misalnya:

  • Vitamin B
  • Thiamin
  • Volates (dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh)

Bahkan menurut penelitian kandungan gizi kacang tanah lebih tinggi dari kacang lainnya.

Konsumsi Kacang Tanah untuk Mencegah Kanker

Kacang tanah mengandung anti oksidan yang mampu mencegah penyakit kanker perut. Selain dapat menjaga daya tahan tubuh, kandungan ini juga dapat meningkatkan pertahanan tubuh terhadap penyakit. Juga mengandung zat yang dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung, kanker, dan penyakit bebahaya lainnya.

Kanker sendiri merupakan penyakit nomor satu yang menyebabkan kematian. Pengobatan penyakit ini dapat dialukan dengan operasi, radiasi atau kemoterapi. Sedikit tentang kemoterapi, merupakan salah satu pengobatan kanker untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker yang berkembang.

Manfaat kemoerapi adalah meringankan gejala kanker, dan memperkecil tumor. Selain itu juga mencegah penyebaran sel kanker lebih banyak. Pengobatan ini pun memiliki risiko dan efek samping setelah kemoterapi. Di antaranya nafsu makan turun, rambut rontok, dan lain-lain.

Kacang tanah adalah salah satu makanan sehat yang dianjurkan untuk memenuhi nutrisi pasien paska kemoterapi. Terlebih kacang tanah merupakan bahan yang sangat mudah kita jumpai sehari-hari. Kacang tanah yang juga mampu menurunkan kolesterol ini juga tak sulit diolah untuk menjadi camilan yang lezat dan tak membosankan walau disantap tiap hari.

Cara Mengolah Kacang Tanah Supaya Nutrisinya Terjaga

Banyak orang yang menganggap cara paling praktis dan paling mudah untuk mengolah kacang tanah adalah menggorengnya, padahal sudah jelas jika makanan yang digoreng tidak dianjurkan untuk yang mengidap kanker, jadi kita harus lebih pandai memilih dan memilah bahan serta cara memasak santapan harian untuk pasien kanker—bahkan untuk kita mencegah kanker juga.

Cara mengolah kacang tanah untuk penderita kanker maupun untuk yang masih sehat dimulai dari pemilihan biji kacangnya. Kacang tanah yang baik adalah yang bijinya gemuk, dan tidak ada noda di permukaannya. Hindari biji kacang tanah yang sudah keriput karena sudah layu dan tidak segar. Apalagi yang warnanya cokelat atau kehitaman, sudah jelas kualitasnya buruk, rasanya sudah tak enak dan nutrisinya juga sudah hilang sama sekali.

Untuk menjaga kualitas nutrisinya, biasakan mengolah kacang tanah dengan cara disangrai terlebih dahulu. Sangrai adalah proses mematangkan makanan tanpa menggunakan minyak, atau air sekalipun. Cukup siapkan wajan yang memuat semua kacang yang akan kita sangrai, nyalakan api sedang dan bolak balik kacang sampai kering dan renyah. Kacang yang sudah siap santap mengeluarkan aroma sedap, terdengar garing dan warnanya kecokelatan berkilau.

Supaya lebih awet, masukkan kacang tanah sangrai ke dalam toples kedap udara dan bersih. Sebelum dimasukkan dan ditutup rapat, pastikan kita sudah mendinginkan kacangnya di suhu ruang, supaya tidak lembap dan melempem. Dengan penyimpanan yang tepat, maka kacang tanah bisa disimpan lebih lama dan bisa disantap kapanpun ingin.

Upaya Pencegahan Kanker

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Alangkah baiknya jika kita dapat menjaga kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makan-makanan yang bergizi, olahraga yang teratur dan juga tidur yang cukup. Jangan biasakan diri begadang, apalagi jika dibarengi dengan konsumsi makanan cepat saji, atau makanan dengan kalori yang berlebihan. Jauh lebih baik jika memperbanyak konsumsi sayuran seperti bit dan wortel, yang memiliki khasiat luar biasa untuk pemulihan sel tubuh.

Munculnya penyakit dalam tubuh bisa juga disebabkan karena pola hidup tak sehat. Sepeti mengonsumsi makanan yang tidak higienes, mengonsumsi alkohol, merokok hingga kebiasaan buruk lainnya. Terkadang kita melupakan hal-hal kecil yang ternyata dapat menyebabkan berbagai penyakit. Untuk mencegah kanker, kita dapat mengonsumsi kacang tanah untuk penderita kanker  dan juga bahan-bahan lainnya yang telah disebutkan di atas. Selain itu biasakan juga untuk berolahraga.

Tak perlu melakukan olahraga yang sulit, cukup melakukan olahraga ringan seperti bersepeda keliling kompleks, jogging ataupun sekadar peregangan otot supaya otot tubuh tidak kaku. Selain itu, menjaga pola tidur juga sangat diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar dan sehat. Tidur yang cukup akan membuat badan beristirahat dengan baik dan lebih segar keesokan harinya. Biasakan memiliki jam tidur yang teratur, jangan banyak begadang, karena dapat mempengaruhi kesehatan tubuh.

Sekali lagi mencegah lebih baik daripada mengobati, termasuk mencegah penyakit kanker. Jangan lupa untuk mengonsumsi kacang tanah untuk penderita kanker, usahakan untuk diolah sedemikian rupa supaya tak bosan, sebab kacang tanah dianjurkan dikonsumsi setiap hari. Kita bisa menyajikan kacang tanah bersama dengan salad buah, atau salad sayur. Mengonsumsi kacang tanah bersama wortel juga baik untuk pemulihan paska kemoterapi. Memperbaiki sel tubuh yang rusak akibat kemoterapi, dan juga menambah stamina supaya tidak loyo serta tetap kuat untuk menghadapi sesi kemoterapi berikutnya.

Selain menyajikan kacang tanah dalam bentuk utuh untuk camilan renyah, pasien kanker dan kemoterapi bisa mengonsumsi kacang tanah yang dilembutkan dan diberi bumbu ringan seperti bawang merah dan bawang putih, kemudian disiram ke atas sayuran kukus (misal kacang panjang, buncis, brokoli, wortel dan kentang) dan disantap sebagai pengganti nasi.

Baca artikel lain mengenai Bengkak Setelah Operasi Kanker Payudara

Jus Untuk Kanker Serviks

Jus Untuk Kanker Serviks Yang Paling Segar Dan Cara Membuatnya

Kanker serviks adalah jenis kanker yang paling mematikan, biasanya terjadi pada para wanita. Oleh karena merupakan kanker yang terdapat pada bagian leher rahim.

Jumlah penderita kanker serviks di Indonesia saja sudah ada sangat banyak apalagi jika ditambah jumlah penderita dari seluruh dunia. Penyebab kanker serviks itu bermacam-macam, tapi yang paling bisa menjadi penyebabnya adalah pola hidup tidak sehat.

Pengobatan untuk kanker serviks memang sudah ada hanya tidak ampuh untuk semua pasien. Maka dari itu supaya tidak terjadi para wanita harus lebih banyak mengonsumsi makanan-makanan yang sehat.

Jus untuk kanker serviks termasuk yang bisa menghindarkan wanita dari penyakit mematikan ini.

Ada banyak sekali buah-buahan yang bisa dikonsumsi untuk mencegah penyakit ini baik langsung dimakan atau telah dibuat menjadi jus. Selain itu ada juga sayuran dan tanaman-tanaman obat. Dapatkan informasi mengenai pembuatan jus untuk kanker serviks pada pembahasan di bawah ini.

Penyebab Kanker Serviks Ternyata Kebiasaan Sehari-hari!

Gejala awal dari kanker serviks memang sulit sekali untuk diketahui. Jadi biasanya para penderita akan mulai memeriksakan kondisinya atau divonis menderita penyakit ini ketika sudah ada dalam stadium tengah.

Ternyata, beberapa kegiatan sehari-hari termasuk yang bisa memicunya. Contohnya antara lain.

1. Penggunaan Pil KB

Ada banyak wanita yang menggunakan pil KB. Meski memang memiliki manfaat, tapi jika menggunakannya dalam jangka panjang maka bisa menjadi penyebab kanker serviks. Oleh karena bisa berpengaruh terhadap kesehatan dari leher rahim. Apabila penggunaannya dihentikan maka risiko terkena kanker serviks akan turun.

Namun jika Anda terpaksa harus menggunakannya maka harus banyak berkonsultasi dengan dokter kandungan.

2. Kurangnya Konsumsi Sayuran dan Buah-buahan Segar

Ini dia kebiasaan sepele yang justru semakin membuat risiko kanker serviks lebih tinggi. Wanita yang kurang mengkonsumsi 2 bahan alami ini punya risiko dua kali lipat lebih besar untuk terserang penyakit ini. Padahal di dalam kedua bahan makanan ini terdapat banyak sifat anti kanker.

Oleh karena menjadi salah satu penyebabnya maka untuk menyembuhkannya pun perlu menggunakan bantuan dari dua bahan ini. Salah satu caranya dengan membuat jus untuk kanker serviks.

Jus untuk Mencegah Penyakit Serviks

Jus yang dibuat untuk mencegah penyakit kanker serviks ini berasal dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan berbagai tumbuhan obat. Ada beberapa bahan yang mungkin baru Anda dengar tapi kebanyakan sudah tidak asing lagi.

Apa saja bahan-bahan yang dimaksud? Langsung saja lihat pembahasannya sebagai berikut.

Jus Brokoli

Brokoli memang sudah dikenal akan khasiatnya sebagai sayuran anti kanker karena memiliki kandungan sulforaphane yang tinggi. Selain bisa mencegah kanker serviks juga bisa mencegah kanker payudara.

Kandungan lain yang terdapat di dalam brokoli adalah kalsium, kalium, vitamin A, dan bahan-bahan mineral lain.

Cara untuk membuat jus anti kanker serviks menggunakan brokoli adalah sebagai berikut.

  • Selain menyiapkan satu tangkai brokoli yang besar, siapkan juga setangkai seledri, dan tiga buah wortel.
  • Sesudah itu bersihkan semua bahan-bahannya dan potong sampai kecil-kecil.
  • Selanjutnya langsung saja blender semuanya sampai tercampur rata dan lembut.

Sesudah itu Anda bisa langsung mengkonsumsinya. Akan lebih baik diminum 2 kali seminggu untuk mencegahnya dan 1 kali sehari apabila untuk menyembuhkan.

Wortel yang ditambahkan di sini memiliki zat karatenoid yang benar-benar berkhasiat untuk mencegah penyakit kanker serviks.

Jus Sirsak

Baik dimakan secara langsung atau dijadikan jus untuk kanker serviks buah sirsak sama-sama bermanfaat. Namun dibandingkan dengan buahnya daun sirsak justru lebih berkhasiat untuk mencegah penyakit ini.

Daun sirsak sudah dikenal bisa menjadi bahan untuk menyembuhkan berbagai penyakit termasuk kanker serviks. Cara untuk membuat jus dengan daun sirsak adalah sebagai berikut.

  • Siapkan 2 sampai 3 lembar daun sirsak lalu cuci sampai bersih.
  • Sesudah itu tambahkan air dan direbus sampai mendidih. Akan lebih baik jika jumlah airnya telah menyusut beberapa persen. Kemudian saring.

Sudah itu Anda langsung bisa mengkonsumsinya. Untuk mencegah kanker serviks maka bisa dikonsumsi satu kali seminggu saja tapi untuk menyembuhkan nya maka harus diminum setiap hari sebanyak 1 kali saja.

Jus Tapak Dara

Mungkin ada diantara Anda yang belum tahu tanaman apa ini, saya akan menjelaskannya sedikit.

Tapak dara merupakan tanaman herbal yang sangat ampuh sekali dalam memberantas kanker serviks atau kanker mulut rahim. Hal ini karena di dalamnya terdapat kandungan vinkristin dan viblastin. Tanaman ini sudah terbukti secara ilmiah dapat menyembuhkan penyakit kanker serviks.

Cara untuk membuat jus atau ramuan dari bahan ini mudah sekali. Anda hanya perlu menyiapkan segenggam daun tapak dara kemudian cuci sampai bersih. Sesudah itu rebus menggunakan air sebanyak 2 gelas dan didihkan sampai tersisa satu gelas aja.

Sesudah itu, minum 2 kali sehari untuk mencegah dan 1 kali sehari untuk menyembuhkan.

Jus Buah Bit

Untuk membuat jus ini Anda perlu menambahkan banyak bahan seperti wortel, seledri, kentang, dan lobak. Untuk buah bitnya disiapkan sekitar 240 gram lalu wortel dan seledri 100 gram, lobak 30 gram, dan kentang 50 gram.

Cuci semua bahan-bahan tersebut sampai bersih kemudian masukkan ke dalam blender tanpa dikupas. Blender dalam beberapa lama sehingga terbentuk seperti bubur dengan dominasi warna merah.

Konsumsi jus atau bubur ini tanpa gula sebanyak 6 sampai 7 kali sehari. Meski memang terasa tidak enak tapi sangat bermanfaat sekali untuk menyembuhkan penyakit kanker serviks.

Jus Jeruk

Cara untuk membuat jus jeruk sangat mudah. Anda hanya perlu memeras buah jeruk yang segar kemudian diblender atau tambahkan saja dengan air. Namun jangan ditambahkan dengan gula.

Di dalam jeruk terdapat kandungan asam folat yang bisa memberikan atau positif terhadap kanker serviks.

Jus Pepaya

Di dalam buah ini terdapat kandungan vitamin C yang sangat banyak kemudian menjadi sumber antioksidan yang baik. Khasiat pepaya adalah mampu mengurangi salah satu dari penyebab kanker yang bernama absorsi nitrosamines.

Biasanya penyebab penyakit kanker ini berasal dari makanan makanan yang diolah. Selain itu pada pepaya juga ada kandungan asam folat yang mampu mencegah berbagai jenis kanker termasuk kanker serviks.

Selain dengan berbagai jus ini Anda harus mengonsumsi makanan lain yang benar.

Seperti untuk sarapan bisa mengkonsumsi buah melon, yoghurt, jus jeruk dan granola. Kemudian ketika makan siang konsumsi roti lapis dengan isi keju dan sayuran seperti jamur, paprika, dan zuchinni.

Untuk makan malam buat salad dengan campuran pasta gandum utuh, grapefruit, tomat, ayam kacang hitam, dan bayam.

Sementara itu, untuk mencegah kanker serviks dan jenis kanker lainnya, Anda bisa mengonsumsi buah-buahan lain secara langsung. Beberapa diantaranya adalah alpukat, melon, semangka, apel, mahkota dewa, delima, nanas, sirsak, anggur, tomat, dan berbagai jenis berry.

Anda bisa mengonsumsi buah-buahan ini secara langsung maupun dibuat jus. Akan lebih baik lagi apabila mencampurkan semuanya jadi satu tapi jangan tambahkan dengan gula atau madu. Oleh karena dua bahan pemanis ini lebih baik dihindari atau dikurangi konsumsinya.

Demikianlah informasi mengenai jus untuk kanker serviks dan cara pembuatannya. Semoga bermanfaat!

Baca artikel lain mengenai Pemeriksaan PET Scan

Olahraga Pasca Kemoterapi

Olahraga Pasca Kemoterapi Untuk Meredakan Efek Samping

Kanker bisa dibilang penyakit yang paling mematikan.  Jumlah penderitanya bisa dibilang cukup tinggi di Indonesia. Misal kanker serviks adalah pembunuh nomor satu bagi perempuan.  Sampai saat ini untuk pengobatan kanker, yaitu kemoterapi atau pengobatan alternatif seperti obat-obatan herbal.

Sampai sekarang kemoterapi adalah pengobatan kanker yang hampir dijalani oleh semua penderita kanker. Ada pengobatan lain dengan efek samping minimal, tentu saja membutuhkan biaya mahal dan biasanya dilakukan di luar negeri. Lain halnya dengan kemoterapi, kendati mahal, tetapi masih terjangkau dan bisa dilakukan di dalam negeri.

Pengobatan kemoterapi bukan berarti tanpa efek samping. Ada akibat yang dirasakan oleh tubuh penderita pasca menjalani kemoterapi.  Misal badan terasa lemas, mual dan muntah, sakit pada persendian, rambut rontok, pusing, mulut terasa kering, dan lain-lain.

Dampak tersebut timbul karena sinar kemoterapi bukan hanya mematikan sel kanker akan tetapi juga mematikan sel-sel yang masih sehat.  Itu sebabnya daya tahan tubuh seseorang mulai menurun setelah menjalani kemoterapi.

Itu sebabnya penderita kanker yang menjalani kemoterapi harus dalam kondisi tubuh yang fit dan sehat. Untuk mengkondisikan tubuh fit diperlukan pola hidup yang sehat. Misalnya saja menjaga pola makan, asupan makanan dan gizi, serta olahraga teratur. Paduan ketiga hal ini akan meminimalisir efek samping dari kemoterapi.

Pola Hidup Sehat Untuk Pasien Kanker

Sel kanker tubuh subur pada kondisi tubuh yang kurang oksigen.  Demikian juga pada tubuh yang tidak memiliki asupan gizi yang cukup. Itu sebabnya pasien kanker disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat. Apalagi jika kanker yang diderita masih pada stadium awal. Belum terlambat untuk menerapkan pola hidup sehat agar sel-sel kanker di dalam tubuh melemah dan pada akhirnya mati.

Paling utama adalah menjaga tubuh agar tetap fit melalui asupan makanan memperbanyak buah dan sayur yang mengandung asam folat serta memperbanyak konsumsi air putih agar kecukupan cairan dalam tubuh tetap terjaga.  Pasien kanker sebaiknya juga menghindari makanan berpengawet, makanan berlemak, dan makanan instan. Pasalnya makanan tersebut ibarat ‘gizi’ bagi sel kanker untuk tumbuh bebas dalam tubuh.

Tubuh pasien yang kaya oksgen akan mampu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Kecukupan oksigen tersebut bisa diperoleh dari asupan makanan bergizi, pola istirahatcukup, dan olahraga untuk mengimbangi semuanya.

Tidak perlu olahraga berat, cukup melakukan olahraga ringan, namun rutin bisa membantu tubuh menjadi lebih sehat dan kuat. Misal dengan berjalan kaki setiap pagi, atau menggerak-gerakkan badan sebentar.  Namun perlu diingat aktivitas fisik berlebih juga tidak disarankan untuk pasien kanker.

Jenis Olahraga Untuk Penderita Kanker

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang paling banyak digunakan oleh pasien. Kendati demikian, kemoterapi memiliki efek samping pada tubuh. Misalnya nafsu makan menurun, bibir atau mulut terasa kering, badan terasa nyeri, pembengkakan di beberapa bagian, mual dan muntah, dn lain-lain.

Efek samping ini bukan berarti tidak dapat ditanggulangi. Bisa saja dicegah atau diminimalisir dengan cara menjaga tubuh tetap fit dengan asupan gizi yang cukup dan pola hidup yang seimbang. Salah satunya adalah olahraga yang disinyalir mampu cukup efektif untuk meredakan efek samping dari kemoterapi.

Jenis olahraga ringan yang cocok diterapkan untuk penderita kanker  yang sedang menjalani kemoterapi antara lain:

1. Joging

 Berjalan kaki atau joging rutin. Tidak perlu lama cukup 45 menit  tiga kali seminggu atau 30 menit setiap hari. Olahraga ringan tersebut mampu meredakan efek samping dari kemoterapi. Olahraga rutin berjalan kaki ini termasuk jenis olahraga yang melatih kardio. Efeknya kalori banyak terbakar dan timbunan lemak jahat yang menjadi lahan subur tempat tumbuhnya sel kanker luruh.

Selain itu latihan kardio rutin juga mampu mencegah kanker muncul kembali. Efek lainnya adalah membuat fisik semakin kuat dan sehat setelah menjalani kemoterapi.

2. Yoga

Pasca menjalani kemoterapi seringkali pasien merasakan nyeri dan sakit di sekujur tubuh atau di bagian tubuh tertentu. Untuk mengatasi hal tersebut, pasien bisa berlatih yoga secara rutin. Banyak klub yoga di buka atau jika tidak bisa mengikuti tutorial di Youtube atau dengan CD khusus Yoga. Latihan Yoga diyakini mampu mengembalikan kelenturan tubuh saat usai menjalani kemoterapi atau operasi.

Selain itu Yoga juga bisa melatih pernapasan dan mencukupi kadar oksigen dalam tubuh. Sebagaimana diketahui, tubuh dengan kecukupan oksigen akan melumpuhkan sel-sel kanker. Selain itu juga menjaga agar sel-sel yang sehat tidak ikut terbasmi ketika menjalani kemoterapi.

3. Latihan Beban

Salah satu efek samping dari kemoterapi adalah persendian yang sakit dan tulang yang terasa linu. Untuk mengatasi hal tersebut, pasien bisa rutin berlatih beban. Tak perlu terlalu berat, cukup 15 -30 menit sehari bisa mampu meredakan rasa sakit yang diderita pasca kemoterapi. Rasa sakit pasca kemoterapi tidak bisa hanya didiamkan begitu saja. Sakit tersebut harus dilawan, agar tidak menjalar ke bagian tubuh lain.

4. Senam

Olahraga ringan lain yang bisa meringankan rasa sakit pasca kemoterapi adalah senam. Senam ringan selama 60 menit mampu meredakan rasa sakit pasca menjalani kemoterapi. Itu sebabnya pasien kanker juga  diasarankan mengikuti senam ringan agar otot-otot tubuh tidak kaku dan menglami sakit pasca menjalani kemoterapi.

Mengapa Olahraga Baik Untuk Pasien Kanker?

Olahraga ringan seperti di atas mampu meningkatkan massa otot serta melatih keseimbangan. Berjalan kaki atau lari-lari kecil juga dapat menguatkan otot kaki dan membantu mengurangi toksisitas akibat dari kemoterapi.

Pasien yang mengalami efek samping dari kemoterapi sering kali merasa tidak kuat bahkan tidak melanjutkan pengobatan tersebut. Bahkan dokter harus mengurangi dosis obat kemoterapi yang diberikan.  Olahraga mampu mengatasi berbagai keluhan tersebut dan pasien tetap mampu menjalani kemoterapi dengan efek samping yang sedikit atau tidak merasakanefek samping sama sekali.

Olahraga juga mampu memperlancar aliran darah sehingga obat kanker dapat menyebar dan bekerja efektif. Olahraga juga memberikan pasoka oksigen yang menjadi musuh utama sel kanker. Tubuh yang cukup pasokan oksigen akan membuat sel kanker tidak dapat tubuh.

Apalagi ketika menjalani kemoterapi seringkali sel sehat juga ikut terbunuh. Jika dengan olahraga, maka kecukupan oksigen terpenuhi sehingga pengobatan bisa lebih efektif. Namun demikian pasien juga harus menjaga diri sendiri dengan tidak berolahraga berat seperti badminton, bola basket atau lari jarak jauh.  Pasien juga bisa berkonsultasi dengan dokter tentang olahraga yang sesuai dengan mereka.

Tentu saja olahraga ini juga diimbangi dengan pola hidup sehat lainnya seperti pola makan dan istirahat yang cukup. Olahraga rutin juga mampu mengurangi rasa sakit pasien ketika menjalani kemoterapii.Kuncinya selama menjalani kemoterapi pasien kanker harus konsisten menjalankan pola hidup sehat termasuk berolahraga ringan secara rutin.

Baca artikel lain mengenai Pemeriksaan PET Scan