Category Archives: Tips

Pengobatan Ayurveda

Mengenal Pengobatan Ayurveda untuk Kesehatan daan Kanker

Mengenal Ayurveda

Pengobatan Ayurveda merupakan sistem pengobatan yang berasal dari India. Terapi Ayurveda menjadi bervariasi dan berkembang selama lebih dari dua milenia. Terapi yang digunakan biasanya berupa bahan-bahan herbal, mineral, dan metal. Ramuan terebut dipengaruhi oleh tradisi India atau dikenal dengan rasa shastra. Teks Ayurveda kuno juga mengajarkan tentang teknik operasi termasuk rhinoplasty, ektraksi batu ginjal, jahitan, dan lain-lain. Kita bisa lebih dalam mengetahui ayurveda melalui makalah pengobatan ayurveda.

Meskipun penelitian laboratorium menunjukkan bahwa bahan yang digunakan di Ayurveda efektif untuk pengobatan namun belum ada bukti bahwa efektif untuk dilakukan saat ini. Ayurveda sendiri dibedakan menjadi 8 komponen atau 8 jenis-jenis ayurveda, yaitu:

  • Kāyacikitsā: obat-obatan umum, pengobatan tubuh
  • Kaumāra-bhṛtya: pengobatan untuk anak-anak
  • Śalyatantra: teknik pembedahan dan ektraksi dari obyek luar
  • Śālākyatantra: pengobatan untuk telinga,mata, hidung, mulut, dan lainnya
  • Bhūtavidyā: penyembuhan untuk kerasukan
  • Agadatantra: toksikologi
  • Rasāyanatantra: peremajaan dan tonik untuk memperpanjang umur, intelektual, dan kekuatan
  • Vājīkaraṇatantra: pengobatan untuk meningkatkan seksualitas

Melalui 8 komponen tersebut, ayurveda dapat digunakan untuk beragam penyakit. Penyakit tersebut nantinya akan didiagnosis terlebih dahulu. Saat mendiagnosis penyakit pasien, Ayurveda menggunakan 8 cara antara lain Nadi, Mootra (urin), Mala (tinja), Jihva (lidah), Shabda (ucapan), Sparsha (sentuhan), Druk (penglihatan), dan Aakruti (penampilan). Praktisi Ayurveda akan menggunakan lima panca indera untuk melakukan diagnosis tersebut. Contohnya yaitu menggunakan pendengaran untuk memeriksa kondisi pernapasan dan pengucapan.

Bahan-bahan yang Digunakan Ayurveda

Bahan-bahan alami yang digunakan oleh Ayurveda biasa berasal dari akar, daun, buah, batang, atau biji dari cardamom dan cinnamon. Produk hewan yang digunakan antara lain susu, tulang, dan gallstones. Tambahannya lemak diresepkan baik untuk konsumsi dan untuk penggunaan luar. Konsumsi mineral seperti sulfur, arsenik, timah, tembaga sulfat, dan emas juga diresepkan. Ada juga tambahan mineral pada obat herbal yang disebut rasa shastra.

Ayurveda menggunakan minuman mengandung alkohol yang disebut Madya. Madya diklasifikasikan sebagai material mentah dan proses fermentasi. Dikategorikan berdasarkan bahan gula, buah-buahan, sereal, seral dan herbal, cuka, dan tonik anggur. Opium murni juga digunakan dalam persiapan Ayurveda. Ini diresepkan untuk penyakit diare dan disentri, serta untuk meningkatkan seksual dan kemampuan otot.

Ayurveda menyatakan bahwa minyak dan tar dapat digunakan untuk menghentikan pendarahan. Minyak juga digunakan dalam berbagai cara pengbatan misalnya konsumsi rutin, pengurapan. Olesan, pijatan kepala, dan lain-lain. Cairan kadang juga disiramkan pada dahi pasien, teknik ini dikenal sebagai shirodhara.

Pengobatan Ayurveda untuk Kanker

Pengobatan kanker dengan Ayurveda terbilang sangat dalam dan holistik dalam pendekatannya. Ayurveda mengobati penyakit tersebut berdasarkan dari spesifik alamiah pasien, energi tubuh yang terlibat, serta bagian tubuh yang terkena. Pengobatan tidak hanya fokus pada area yang diserang sel kanker tapi keseluruhan sistem. Seluruh organ harus kembali harmonis agar penyakit dapat diobati secara permanen dan tidak kembali lagi.

Tubuh penderita perlu dibersihkan dari toksin yang menyebabkan sel menyerang tubuh. Pengobatan tersebut termasuk pembersihan darah melalui diet detoks. Bahan herbal juga diresepkan untuk meningkatkan sirkulasi pada darah dan meningkatkan efisiensi  dari toksin serta membantu penyembuhan jaringan. Herbal dan mineral diberikan untuk meningkatkan kekuatan pasien.

Bagian terpenting dari pengobatan ini yaitu relaksasi pada pikiran. Penekanan emosi atau emosional stagnasi merupakan faktor penyebab signifikan dan hambatan untuk efektivitas dari pengobatan. Para pasien perlu menyembuhkan dirinya sendiri pada level paling dalam dari diri mereka. Meditasi, konseling, yoga, serta belajar filosofi spiritual direkomendasikan untuk mendukung proses penyembuhan personal.

Ayurveda menggunakan beberapa metode untuk mengatasi kanker, antara lain:

  • Pantangan dari makanan dan gaya hidup yang menyebabkan tridosha(vata, pitta, kapha) yang tidak seimbang

Penderita kanker memang perlu menjaga makanan serta gaya hidup mereka agar penyakitnya tidak bertambah parah dan dapat diobati. Makanan yang tidak sehat seperti junk food, gorengan, dan sejenisnya pantang untuk dimakan. Gaya hidup seperti merokok dan minum-minuman juga tak boleh dilakukan.

  • Mengeliminasi toksin menggunakan Panchakarma

Panchakarma merupakan teknik mengeliminasi racun dari dalam tubuh. Ada lima prosedur yang dapat mengeliminasi racun tersbut, antara lain Vamana, Virechana, Niroohavasti, Nasya, dan Anuvasanavasti. Hal terpenting adalah menyiapkan tubuh sebelum melakukan Panchakarma.

  • Merestorasi kesehatan jatharagni

Kesehatan penderita kanker khususnya pada asam hidroklorik pada perut perlu dipulihkan. Ini berhubungan dengan proses pencernaan pada manusia. Jika proses pencernaannya lemah maka akan sulit tubuh melakukan metabolisme makanan yang bisa menghasilkan energi bagi tubuh.

  • Peremajaan melalui rasayanas

Rasayanas merupakan metode peremajaan pada Ayurveda. Terapi ini mengunakan nutrisi yang membantu proses peremajaan baik untuk memori, intelijensia, kesehatan, dan lain-lain. Terdapat resep herbal yang digunakan sperti haritaki, amla, shilajit, holy basil, ashwaganda, guduchi, dan shatavari.

  • Ayurveda dapat menjadi terapi tambahan yang dilakukan bersama kemoterapi atau radioterapi, dan membantu dalam kasus setelah operasi

Jadi ayurveda bisa dilakukan bersamaan dengan pengobatan kanker secara medis seperti kemoterapi ataupun radioterapi. Meskipun terbilang sebaga pengobatan alternatif namun tidak bertentangan dengan medis.

  • Ayurveda membantu meminimalkan efek samping dari terapi kanker

Saat melakukan pengobatan medis, penderita kanker biasanya akan merasakan efek samping. Ayurveda dapat menjadi solusi untuk meminimalkan efek samping tersebut.

Gaya Hidup dan Diet untuk Penderita Kanker

Seperti yang telah dijelaskan bahwa salah satu metode penyembuhan kanker melalui ayurveda yaitu dengan melakukan pantangan pada makanan dan gaya hidup yang tidak sehat. Secara lebih rinci berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan oleh penderita berkaitan dengan pola makan dan gaya hidup:

  • Memakan makanan yang kaya akan bahan alami yang dapat melawan kanker serta membantu meningkatkan imunitas
  • Makan makanan yang mudah dicerna untuk mencegah racun terakumulasi dalam tubuh
  • Mengurangi konsumsi gula
  • Tidak merokok dan minum alkohol
  • Memakan banyak buah, sayuran, dan gandum utuh
  • Menghindari makanan dengan lemak tinggi dari hewan
  • Melakukan terapi Panchakarma

Secara umum pola makan yang sehat memang perlu diterapkan oleh penderita kanker ataupun orang yang ingin mencegah penyakit kanker. Makanan yang enak memang kebanyakan mengandung bahan-bahan yang kurang sehat atau berlebihan. Menjaga pola makan ini sangat penting karena asupan makanan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh. Dari makanan, tubuh bisa menjadi sehat dan dari makanan pula tubuh bisa menjadi sakit.

Ada beberapa jenis makanan yang dapat melawan kanker karena mengandung antioksidan yang tinggi. Makanan tersebut misalnya brokoli, berry, tomat, walnuts, bawang putih, kacang hitam, dan lain-lain. Perbanyak makan makanan yang mengandung antioksidan serta hindari makanan yang kurang sehat seperti lemak hewan, daging yang diproses, alkohol, dan lain-lain.

Ayurveda sebagai metode pengobatan juga memperhatikan tentang masalah gaya hidup dari penderita. Gaya hidup seseorang memang bisa menyebabkan ia terkena penyakit, salah satunya adalah kanker. Mengubah gaya hidup yang kurang sehat menjadi gaya hidup yang sehat sangat berarti untuk proses penyembuhan serta pencegahan penyakit kanker.

Baca artikel lain mengenai Kanker Kulit Melanoma

Manfaat Minyak Zaitun

Mau Tahu Tipe dan Manfaat Minyak Zaitun?

Secara umum kita tahu bahwa minyak zaitun memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Minyak zaitun sendiri merupakan cairan lemak yang berasal dari buah zaitun. Minyak tersebut biasanya digunakan untuk memasak ataupun kegunaan lain. Lebih rincinya mari kita simak ulasan berikut ini.

Tipe Minyak Zaitun

Minyak zaitun dapat dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung dari kandungannya dan proses pembuatannya. Tipe minyak zaitun ini juga berkaitan dengan manfaatnya pada tubuh karena kandungan yang berbeda-beda. Minyak zaitun yang bisa diminum langsung umumnya adalah extra virgin olive oil. Untuk lebih jelasnya berikut ini 4 tipe minyak zaitun:

1. Extra Virgin Olive Oil

Ini merupakan tipe minyak zaitun yang paling mahal sekaligus paling berkualitas. Extra virgin olive oil merupakan minyak zaitun dengan tingkat keasaman paling rendah dibandingkan dengan tipe lainnya. Minyak ini juga kaya antioksidan dan memiliki jumlah mineral dan vitamin paling banyak. Jenis minyak zaitun ini biasanya digunakan hanya untuk dressing salad tidak cocok untuk dipanaskan. Ini bisa dibilang sebagai minyak zaitun yang bisa diminum atau dimakan langsung.

2. Virgin Olive Oil

Virgin olive oil merupakan minyak zaitun yang juga cukup berkualitas. Virgin berarti minyak zaitun jenis ini tidak tercampur bahan kimia atau panas saat proses ektrasi minyak. Minyak zaitun virgin dapat digunakan untuk memasak sayuran atau pembuatan kue. Namun sebaiknya hindari menggunakan minyak ini untuk menggoreng makanan. Menggunakan minyak zaitun untuk proses penggorengan dengan banyak minyak tidak direkomendasikan karena memiliki titik panas yang rendah.

3. Refined Olive Oil

Refined olive oil umumnya lebih murah dari minyak zaitun virgin. Kandungan vitamin serta nutrisi pada minyak jenis ini memang lebih rendah. Namun masih cukup baik dan cocok digunakan dalam proses memasak.

4. Pure Olive Oil

Pure olive oil merupakan campuran dari extra virgin dan refined olive oil. Minyak jenis ini memiliki nutrisi yang lebih rendah dari virgin olive oil. Direkomendasikan untuk menggunakan pure olive oil untuk kecantikan misalnya untuk kesehatan rambut dan kulit. Tidak disarankan untuk menggunakannya pada masakan karena jika dipanaskan maka akan muncul bau yang kurang sedap. Namun minyak ini sangat baik untuk kulit kepala dan kulit tubuh.

Manfaat Minyak Zaitun

Minyak zaitun umumnya merupakan minyak untuk memasak di beberapa negara. Selain itu ada yang menggunakannya untuk salad dressing. Secara umum cara mengkonsumsi minyak zaitun, yaitu dengan menambahkannya pada makanan atau dalam proses memasak. Memilih minyak zaitun yang baik sama seperti memilih minuman anggur. Rasa dari minyak ini bervariasi tergantung proses produksinya. Minyak yang telah tersimpan lebih dari satu tahun harus digunakan untuk memasak tidak untuk dimakan dingin seperti ditambahkan pada makanan salad. Minyak zaitun segar memang memiliki rasa yang berbeda  dari minyak yang sudah tua.

Minyak zaitun ternyata juga digunakan dalam acara keagamaan untuk agama Yahudi dan Kristen. Di agama Yahudi, minyak zaitun digunakaan di Menorah saat eksodus suku Israel dari Mesir. Pernah juga digunakan untuk pengurapan raja-raja dari Kerajaan Israel mulai dari Raja David sampai Tzidkiyahu.

Pada agama Roman Katholik, Orthodox, dan Anglican, minyak zaitun digunakan untuk memberi pemberkatan dan kekuatan saat pembabtisan serta minyak untuk memberi Sacrament pada orang sakit.

Minyak zaitun berguna juga pada bidang perawatan kulit. Orang Mesir menggunakannya bersama beeswax sebagai pembersih, pelembab, dan antibakteri sejak zaman Firaun. Di Yunani kuno, minyak zaitun digunakan untuk pemijatan, mencegah cidera, meredakan sakit otot, dan lain-lain. Jepang pada tahun 2000 menjadi importir terbesar minyak zaitun di Asia.

Secara umum minyak zaitun lebih baik digunakan untuk memasak daripada minyak biasa karena memiliki kandungan yang lebih baik bagi kesehatan. Namun untuk hal menggoreng dengan banyak minyak, maka tak cocok untuk menggunakan minyak zaitun.

Minyak Zaitun untuk Kesehatan

Baik digunakan untuk proses memasak, minyak zaitun juga terbukti baik untuk kesehatan. Ada beberapa penyakit yang dapat dibantu penyembuhannya dengan menggunakan minyak zaitun. Beberapa manfaat kesehatan minyak zaitun yaitu:

  • Untuk Penderita Kolesterol. Bagi penderita kolesterol tinggi, manfaat konsumsi minyak zaitun untuk mengurangi risiko berkembangnya penyakit ini serta dapat juga untuk pencegahan.
  • Untuk Antioksidan. Kandungan fenolik pada minyak zaitun bervariasi tergantung dari iklim area produknya. Kandungan antioksidan ini ditemukan pada buah zaitun serta minyak zaitun sehingga baik untuk dikonsumsi.
  • Untuk Ibu Hamil dan Menyusui. Minyak zaitun menyediakan asam lemak untuk pengembangan bayi yang baru lahir. Rasio dari asam linoleic dan asam linolenic yang terkandung di dalamnya serupa dengan air susu ibu.
  • Untuk Penderita Diabetes. Minyak zaitun merupakan alternatif pengobatan diabetes. Ini membantu untuk mencegah atau menunda penyakit diabetes. Minyak ini mencegah resistansi insulin dan mengendalikan tingkat gula darah dan tekanan darah.
  • Untuk Mencegah Penuaan. minyak zaitu kaya akan antioksidan seperti vitamin E dan polyphenols. Kandungan tersebut dapat membantu mencegah penuaan seperti osteoporosis dan mencegah pikun pada orang tua.
  • Untuk Mencegah Penyakit Jantung. Minyak zaitun dapat menurunkan peradangan, melindungi kolesterol LDL dari oksidasi, meningkatkan fungsi pembuluh darah, dan membantu mencegah pembekuan darah yang tak diinginkan. Fungsinya tersebut secara umum dapat mencegah munculnya penyakit jantung.
  • Untuk Menghindari Obesitas. Konsumsi minyak zaitun yang tinggi ternyata tidak menyebabkan bertambahnya berat badan atau obesitas. Memakan makanan yang mengandung minyak zaitun nyatanya meningkatkan kesehatan tubuh.

Minyak Zaitun untuk Kanker

Gaya hidup seperti pola makan disebutkan memiliki hubungan dengan pengembangan tumor atau kanker. Oksidasi sel yang merupakan risiko terbesar dari pembentukan kanker. Tipe kanker yang berkaitan dengan pola makan misalnya kanker payudara, kanker prostat, dan kanker usus besar. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa jenis dari lemak terlihat lebih berimplikasi pada kasus kanker daripada jumlah lemak pada tubuh.

Penelitian epidemiological menyebutkan bahwa minyak zaitun dapat memilik efek melawan beberapa tumor seperti tumor payudara, prostat, endometrium, pencernaan, dan lain-lain. Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa minyak zaitun dapat mengurangi risiko kanker payudara.

Memakan makanan sehat dengan minyak zaitun sebagai kandungan utama dari lemak dapat menurunkan risiko kanker. Alasannya adalah mutasi sel yang menyebabkan kanker karena toksin saat mengonsumsi makanan menyerang DNA. Toksin tersebut memproduksi radikal bebas yang berbahaya bagi DNA. Untuk melawan radikal bebas tersebut, tubuh memerlukan vitamin dan antioksidan seperti yang terkandung dalam minyak zaitun.

Penelitan terbaru juga menyebutkan bahwa minyak zaitun dapat melawan leukimia pada anak dan beragam kanker lainnya seperti oesophageal squamous sel kanker. Ada juga penelitian yang menyebutkan minyak zaitun dapat melawan kanker usus besar. Minyak zaitun terbukti dapat mengurangi jumlah pengembangan tumor dan tumor menjadi kurang agresif.

Meskipun masih membutuhkan data dan penelitian lebih lanjut, minyak zaitun sudah terbukti sebagai sumber makanan yang baik bagi tubuh manusia. Konsumsi minyak zaitun bisa dilakukan dengan mengganti minyak biasa untuk menggoreng makanan yang biasa digunakan di Indonesia.

Baca artikel lain mengenai Kanker Kulit Melanoma

Kanker pada Anak

Jenis dan Penyebab Kanker pada Anak

Penyakit kanker dapat menyerang siapa saja dari berbagai rentang usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada anak-anak, kanker yang diderita memiliki jenis yang sedikit berbeda dengan orang dewasa. Berikut ini kita akan membahas tentang seluk beluk kanker yang diderita oleh anak-anak.

Jenis Kanker pada Anak

Tipe kanker yang banyak menyerang anak-anak berbeda dari orang  dewasa. Beberapa jenis kanker yang sering menyerang anak-anak antara lain:

1. Leukimia

Leukimia yang merupakan kanker pada tulang dan darah menjadi kanker yang paling banyak menyerang anak-anak. Jumlahnya mencapai sekitar 30% dari semua kanker yang diderita anak-anak. Tipe leukimia pada anak kebanyakan lymphocytic leukemia(ALL) dan acute myelogenous leukemia(AML). Jenis leukimia ini dapat menyebabkan rasa sakit pada tulang dan sendi, pusing, lemah, kulit pucat, pendarahan, demam, berat badan turun, dan lain-lain.

2. Kanker Otak dan Saraf Tulang Belakang

Kanker otak merupakan jenis kanker terbanyak kedua yang menyerang anak-anak. Setidaknya 26% kanker yang diderita anak merupakan kanker jenis ini. Kebanyakan tumor otak yang menyerang anak dimulai pada bagian terendah dari otak seperti cerebellum atau brain stem. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala sakit kepala, muntah-muntah, mata kabur, pusing, dan lain-lain. Sedangkan tumor saraf tulang belakang lebih sedikit terjadi daripada kanker otak baik pada anak-anak dan orang dewasa.

3. Neuroblastoma

Neuroblastoma dimulai pada saat pembentukan sel saraf pada pengembangan embrio atau janin. Sekitar 6% kanker yang diderita anak adalah neuroblastoma. Kanker jenis ini berkembang pada bayi dan anak kecil. Sangat jarang kanker ini ditemukan pada anak-anak yang berusia di atas 10 tahun. Tumor ini dapat dimulai di mana saja namun biasanya dimulai pada bagian perut yang dapat dienali dengan adanya pembengkakan. Neuroblastoma dapat menyebabkan rasa sakit pada tulang dan demam.

4. Wilms Tumor

Wilms tumor atau disebut juga nephrobastoma dimulai pada satu atau kedua ginjal. Ini seringnya ditemukan pada anak-anak dengan usia sektiar 3 sampai 4 tahun, dan tidak biasa terjadi pada anak-anak yang lebih tua dari usia 6 tahun. Gejalanya biasanya berupa pembengkakan atau benjolan pada perut. Kadang-kadang anak memiliki gejala lainnya seperti demam, rasa sakit, mual, atau nafsu makan yang berkurang.

5. Lymphoma

Lymphoma dimulai pada sel sistem imun yang disebut dengan lymphocytes. Kanker ini juga dapat berdampak pada sumsum tulang dan oran lainnya. Gejala yang diderita tergantung pada letak kanker dan bisa berupa berkurangnya berat badan, demam, kelelahan, dan pembengkakan pada kelenjar tubuh.

6. Rhabdomyosarcoma

Rhabdimyosarcoma dimulai pada sel yang normalnya berkembang di otot skeletal, yaitu otot yang mengendalikan pergerakan bagian tubuh. Kanker tipe ini biasanya dimulai pada berbagai tempat dalam tubuh, misalnya di kepala dan leher, perut, tangan, atau kaki. Gejalanya bisa berupa rasa sakit, pembengkakan, atau keduanya.

7. Retinoblastoma

Retinoblastoma merupakan kanker pada mata. Kanker ini biasanya terjadi pada anak usia sekitar 2 tahun dan jarang ditemukan pada anak lebih dari 6 tahun. Biasanya jika cahaya mengenai mata anak, maka pupilnya akan terlihat merah, namun pada penderita retinoblastoma maka pupil akan terlihat putih atau pink.

8. Kanker Tulang

Kanker tulang merupakan kanker yang menyerang tulang terjadi pada anak yang sedikit besar dan remaja. Ada dua tipe kanker tulang yang terjadi pada anak yaitu osteosarcoma dan ewing sarcoma.

 Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Anak

Faktor risiko merupakan segala sesuatu yang dapat berdampak pada penyakit seperti kanker. Kanker yang berbeda memiliki faktor risiko yang berbeda pula. Pada orang dewasa, gaya hidup berhubungan dengan faktor risiko seperti kelebihan berat badan, makan makanan yang tak sehat, kurang berolah raga, atau kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol. Tapi faktor gaya hidup biasanya butuh waktu bertahun-tahun sehingga mempengaruhi risiko kanker dan ini tidak berperan banyak pada kanker yang diderita anak-anak.

Faktor lingkungan seperti paparan radiasi dihubungan dengan beberapa tipe kankerpada anak. Beberapa studi menjelaskan bahwa paparan dari orang tua seperti asap rokok dapat menyebabkan meningkatnya risiko kanker pada keturunan mereka. Tapi perlu lebih banyak studi untuk menjelaskan hubungan tersebut. Sejauh ini kebanyakan kanker anak tidak menunjukkan hubungan dengan faktor lingkungan.

Peneliti kemudian mulai mengerti bagaimana perubahan pada DNA sel dapat menjadi sel kanker. DNA sendiri merupakan senyawa kimia yang membentuk gen. Gen ini mengontrol hampir segala sesuatu pada sel. Kita biasanya menyerupai orang tua kita karena mereka merupakan sumber dari DNA yang kita miliki. Efek DNA ternyata tidak hanya pada tampilan fisik seseorang. Ini juga dapat mempengaruhi risiko berkembangkan beberapa penyakit, termasuk pada beberapa jenis kanker.

Beberapa DNA warisan dari orang tua pada anak bisa meningkatkan risiko munculnya beberapa tipe kanker. Tapi kebanyakan kanker yang diderita anak-anak tidak disebabkan oleh perubahan DNA warisan. Ini biasanya merupakan hasil dari perubahan DNA yang terjadi pada masa awal kelahiran atau kadang sebelum lahir. Setiap sel akan terbagi menjadi dua sel baru yang harus meng-kopi DNA. Proses tersebut bisa tidak sempurna dan kadang terjadi kerusakan, terutama saat sel berkembang dengan cepat.

Mendeteksi Kanker yang Diderita Anak

Kanker bisa menimbulkan beberapa gejala seperti rasa sakit, benjolan, atau pembengkakan. Orang tua memang perlu terus memberikan perhatian dan pengawasan tentang kondisi kesehatan anak. Banyak kanker anak yang bisa ditemukan lebih awal baik oleh orang tua atau dokter anak yang menanganinya. Tapi gejala kanker pada anak bisa sulit untuk dideteksi langsung karena gejala awal kadang terlihat serupa dengan gejala penyakit umum lainnya. Kanker anak-anak sebenarnya tidak umum terjadi tapi penting untuk melakukan pengecekan pada dokter jika terjadi beberapa gejala tak biasa yang sering terjadi, misalnya:

  • Pembengkakan yang tak baisa
  • Mudah lelah
  • Mudah memar
  • Merasakan rasa sakit hanya pada satu area
  • Demam atau sakit yang tak kunjung sembuh
  • Sering sakit kepala ditambah dengan mual
  • Perubahan pada mata/pengelihatan
  • Penurunan berat badan yang tiba-tiba

Jika menemukan gejala-gejala tersebut pada anak maka sebaiknya memeriksakan langsung pada dokter. Gejala tersebut memang bisa jadi gejala dari penyakit lainnya selain kanker namun perlu memastikan dengan berkonsultasi pada dokter. Dokter nantinya akan bertanya tentang riwayat kesehatan dari sang anak. Jika setelah pemeriksaan dokter menemukan kemungkinan terjadinya penyakit berat seperti kanker maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti menggunakan x-rays atau tes lain. Jika memang sudah ditemukan tumor, dokter biasanya akan menghilangkan sebagian atau semuanya untuk proses biopsi.

Jadi sudah sepatutnya orang tua peduli pada kesehatan anak dengan memeriksakan ke dokter jika ada gejala yang mencurigakan. Penanganan lebih awal bisa memudahkan penyakit dapat disembuhkan sebelum terlambat.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Minum Kopi