Category Archives: Tips

Olahraga Pasca Kemoterapi

Olahraga Pasca Kemoterapi Untuk Meredakan Efek Samping

Kanker bisa dibilang penyakit yang paling mematikan.  Jumlah penderitanya bisa dibilang cukup tinggi di Indonesia. Misal kanker serviks adalah pembunuh nomor satu bagi perempuan.  Sampai saat ini untuk pengobatan kanker, yaitu kemoterapi atau pengobatan alternatif seperti obat-obatan herbal.

Sampai sekarang kemoterapi adalah pengobatan kanker yang hampir dijalani oleh semua penderita kanker. Ada pengobatan lain dengan efek samping minimal, tentu saja membutuhkan biaya mahal dan biasanya dilakukan di luar negeri. Lain halnya dengan kemoterapi, kendati mahal, tetapi masih terjangkau dan bisa dilakukan di dalam negeri.

Pengobatan kemoterapi bukan berarti tanpa efek samping. Ada akibat yang dirasakan oleh tubuh penderita pasca menjalani kemoterapi.  Misal badan terasa lemas, mual dan muntah, sakit pada persendian, rambut rontok, pusing, mulut terasa kering, dan lain-lain.

Dampak tersebut timbul karena sinar kemoterapi bukan hanya mematikan sel kanker akan tetapi juga mematikan sel-sel yang masih sehat.  Itu sebabnya daya tahan tubuh seseorang mulai menurun setelah menjalani kemoterapi.

Itu sebabnya penderita kanker yang menjalani kemoterapi harus dalam kondisi tubuh yang fit dan sehat. Untuk mengkondisikan tubuh fit diperlukan pola hidup yang sehat. Misalnya saja menjaga pola makan, asupan makanan dan gizi, serta olahraga teratur. Paduan ketiga hal ini akan meminimalisir efek samping dari kemoterapi.

Pola Hidup Sehat Untuk Pasien Kanker

Sel kanker tubuh subur pada kondisi tubuh yang kurang oksigen.  Demikian juga pada tubuh yang tidak memiliki asupan gizi yang cukup. Itu sebabnya pasien kanker disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat. Apalagi jika kanker yang diderita masih pada stadium awal. Belum terlambat untuk menerapkan pola hidup sehat agar sel-sel kanker di dalam tubuh melemah dan pada akhirnya mati.

Paling utama adalah menjaga tubuh agar tetap fit melalui asupan makanan memperbanyak buah dan sayur yang mengandung asam folat serta memperbanyak konsumsi air putih agar kecukupan cairan dalam tubuh tetap terjaga.  Pasien kanker sebaiknya juga menghindari makanan berpengawet, makanan berlemak, dan makanan instan. Pasalnya makanan tersebut ibarat ‘gizi’ bagi sel kanker untuk tumbuh bebas dalam tubuh.

Tubuh pasien yang kaya oksgen akan mampu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Kecukupan oksigen tersebut bisa diperoleh dari asupan makanan bergizi, pola istirahatcukup, dan olahraga untuk mengimbangi semuanya.

Tidak perlu olahraga berat, cukup melakukan olahraga ringan, namun rutin bisa membantu tubuh menjadi lebih sehat dan kuat. Misal dengan berjalan kaki setiap pagi, atau menggerak-gerakkan badan sebentar.  Namun perlu diingat aktivitas fisik berlebih juga tidak disarankan untuk pasien kanker.

Jenis Olahraga Untuk Penderita Kanker

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang paling banyak digunakan oleh pasien. Kendati demikian, kemoterapi memiliki efek samping pada tubuh. Misalnya nafsu makan menurun, bibir atau mulut terasa kering, badan terasa nyeri, pembengkakan di beberapa bagian, mual dan muntah, dn lain-lain.

Efek samping ini bukan berarti tidak dapat ditanggulangi. Bisa saja dicegah atau diminimalisir dengan cara menjaga tubuh tetap fit dengan asupan gizi yang cukup dan pola hidup yang seimbang. Salah satunya adalah olahraga yang disinyalir mampu cukup efektif untuk meredakan efek samping dari kemoterapi.

Jenis olahraga ringan yang cocok diterapkan untuk penderita kanker  yang sedang menjalani kemoterapi antara lain:

1. Joging

 Berjalan kaki atau joging rutin. Tidak perlu lama cukup 45 menit  tiga kali seminggu atau 30 menit setiap hari. Olahraga ringan tersebut mampu meredakan efek samping dari kemoterapi. Olahraga rutin berjalan kaki ini termasuk jenis olahraga yang melatih kardio. Efeknya kalori banyak terbakar dan timbunan lemak jahat yang menjadi lahan subur tempat tumbuhnya sel kanker luruh.

Selain itu latihan kardio rutin juga mampu mencegah kanker muncul kembali. Efek lainnya adalah membuat fisik semakin kuat dan sehat setelah menjalani kemoterapi.

2. Yoga

Pasca menjalani kemoterapi seringkali pasien merasakan nyeri dan sakit di sekujur tubuh atau di bagian tubuh tertentu. Untuk mengatasi hal tersebut, pasien bisa berlatih yoga secara rutin. Banyak klub yoga di buka atau jika tidak bisa mengikuti tutorial di Youtube atau dengan CD khusus Yoga. Latihan Yoga diyakini mampu mengembalikan kelenturan tubuh saat usai menjalani kemoterapi atau operasi.

Selain itu Yoga juga bisa melatih pernapasan dan mencukupi kadar oksigen dalam tubuh. Sebagaimana diketahui, tubuh dengan kecukupan oksigen akan melumpuhkan sel-sel kanker. Selain itu juga menjaga agar sel-sel yang sehat tidak ikut terbasmi ketika menjalani kemoterapi.

3. Latihan Beban

Salah satu efek samping dari kemoterapi adalah persendian yang sakit dan tulang yang terasa linu. Untuk mengatasi hal tersebut, pasien bisa rutin berlatih beban. Tak perlu terlalu berat, cukup 15 -30 menit sehari bisa mampu meredakan rasa sakit yang diderita pasca kemoterapi. Rasa sakit pasca kemoterapi tidak bisa hanya didiamkan begitu saja. Sakit tersebut harus dilawan, agar tidak menjalar ke bagian tubuh lain.

4. Senam

Olahraga ringan lain yang bisa meringankan rasa sakit pasca kemoterapi adalah senam. Senam ringan selama 60 menit mampu meredakan rasa sakit pasca menjalani kemoterapi. Itu sebabnya pasien kanker juga  diasarankan mengikuti senam ringan agar otot-otot tubuh tidak kaku dan menglami sakit pasca menjalani kemoterapi.

Mengapa Olahraga Baik Untuk Pasien Kanker?

Olahraga ringan seperti di atas mampu meningkatkan massa otot serta melatih keseimbangan. Berjalan kaki atau lari-lari kecil juga dapat menguatkan otot kaki dan membantu mengurangi toksisitas akibat dari kemoterapi.

Pasien yang mengalami efek samping dari kemoterapi sering kali merasa tidak kuat bahkan tidak melanjutkan pengobatan tersebut. Bahkan dokter harus mengurangi dosis obat kemoterapi yang diberikan.  Olahraga mampu mengatasi berbagai keluhan tersebut dan pasien tetap mampu menjalani kemoterapi dengan efek samping yang sedikit atau tidak merasakanefek samping sama sekali.

Olahraga juga mampu memperlancar aliran darah sehingga obat kanker dapat menyebar dan bekerja efektif. Olahraga juga memberikan pasoka oksigen yang menjadi musuh utama sel kanker. Tubuh yang cukup pasokan oksigen akan membuat sel kanker tidak dapat tubuh.

Apalagi ketika menjalani kemoterapi seringkali sel sehat juga ikut terbunuh. Jika dengan olahraga, maka kecukupan oksigen terpenuhi sehingga pengobatan bisa lebih efektif. Namun demikian pasien juga harus menjaga diri sendiri dengan tidak berolahraga berat seperti badminton, bola basket atau lari jarak jauh.  Pasien juga bisa berkonsultasi dengan dokter tentang olahraga yang sesuai dengan mereka.

Tentu saja olahraga ini juga diimbangi dengan pola hidup sehat lainnya seperti pola makan dan istirahat yang cukup. Olahraga rutin juga mampu mengurangi rasa sakit pasien ketika menjalani kemoterapii.Kuncinya selama menjalani kemoterapi pasien kanker harus konsisten menjalankan pola hidup sehat termasuk berolahraga ringan secara rutin.

Baca artikel lain mengenai Pemeriksaan PET Scan

Manfaat Alkaline Water

Benarkah Manfaat Alkaline Water dapat Meminimalisir Efek Kemoterapi?

Kanker adalah penyakit yang menjadi momok bagi siapa saja. Bagaimana tidak, kanker ditengarai sebagai penyakit paling mematikan, setelah jantung.  Salah satu pengobatan kanker yang lazim dilakukan adalah kemoterapi atau pengobatan kanker melalui jalan penyinaran.

Sayangnya pengobatan tersebut menyebabkan banyak efek samping. Bahkan bisa mematikan sel-sel kanker yang masih sehat. Secara medis, ada pengobatan lain yang bisa dilakukan namun cukup menguras kantong dan dilakukan di luar negeri. Kendati mahal, kemoterapi menjadi pengobatan yang paling banyak dijalani oleh pasien kanker.

Banyaknya pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan merasakan efek sampingnya mengharuskan mereka menjaga kondisi.  Cara mereka menjaga kondisi adalah dengan mengubah pola hidup mereka menjadi lebih baik, olahraga rutin, mengonsumsi makanan sehat.

Pengobatan alternatifpun dilakukan untuk mengobati kanker atau mengatasi efek samping kemoterapi. Misal mengonsumsi herbal, minuman kesehatan tertentu, sampai suplemen tambahan. Salah satu pengobatan yang disarankan untuk mengobati kanker ataupun mengurangi dampak dari kemoterapi adalah rutin mengkonsumsi air alkali atau air dengan pH tinggi.

Ada beberapa jenis air alkali dengan pH tinggi yang dipasarkan dan mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Harganya bisa dibilang tidak murah, kendati masih terjangkau. Banyak yang sudah merasakan manfaatnya akan tetapi ada juga yang belum merasakan manfaat meski sudah mengkonsumsi.

Air Alkali Bekerja Untuk Tubuh

Air alkali dengan pH tinggi diyakini bisa menetralisir tingkat keasaman berlebih dalam tubuh. Makanan yang sering kita konsumsi lebih banyak mengandung asam yang kurang baik bagi tubuh. Air alkali diyakini mampu mentralisir keasaman berlebih dalam tubuh yang disebabkan oleh makanan.

Makanan seperti gorengan, bakaran, atau makanan berlemak lainnya banyak mengandung asam. Tentu saja makanan tersebut berbahaya bagi tubuh kita. Bahkan akibat fatalnya bisa menimbulkan penyakit. Itu sebabnya sebelum menjadi penyakit serius harus dicegah, salah satu caranya dengan rutin mengkonsumsi air alkali.

Air alkali juga mengandung antioksidan yang bisa melawan radikal bebas dalam tubuh.  Pada pasien kanker, sel kanker adalah radikal bebas yang menyebar luas pada tubuh penderita. Pasien kanker membutuhkan antioksidan untuk melawan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan bisa didapat dari makanan dan aktivitas pasien sehari-hari.

Rupanya selain dari makanan dan sayuran, antioksidan juga bisa didapat dari air alkali. Biasanya jika menderita penyakit tertentu air alkali dapat diatur tingkat pH-nya. Agar sesuai dan tidak memberikan efek samping bagi pasien. Misal baru pertama kali mengkonsumsi air alkali, akan diberikan air dengan pH yang tidak terlalu tinggi agar tidak terjadi mual atau pusing. Untuk konsumen dengan penyakit atau kondisi tertentu disarankan mengkonsumsi air alkali dengan pH tertentu.

Apa Saja Yang Diperlukan Ketika Kemoterapi?

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang lazim dijalani oleh pasien kanker. Selama kemoterapi ada efek samping yang timbul pada tubuh, seperti pusing, mual dan muntah, sembelit, bibir kering, nfasu makan menurun, dan lain-lain. Itu sebabnya pasien kanker yang akan menjalani pengobatan kemoterapi harus benar-benar dalam kondisi fit. Agar  meminimalisir rentetan efek samping akibat kemoterapi.

Makanan yang dianjurkan saat  kemoterapi antara lain sayur dan buah-buahan yang mengandung antioksidan. Cara memasaknya pun harus sesuai dan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dalam keadaan mentah. Salah satu efek samping adalah bibir kering. Itu sebabnya pasien kanker dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi air putih sebelum dan sesudah menjalani kemoterapi untuk menghindari efek bibir kering.

Efek samping dari kemoterapi itu disebabkan oleh sel-sel yang masih sehat juga ikut terbasmi oleh obat kemoterapi. Efek yang paling sering dialami oleh survivor kanker antara lain rambut rontok, diare berkepanjangan, asam lambung meningkat, gigi sakit, dan lain-lain.

Itu sebabnya banyak pasien kanker yanng memilih pengobatan alternatif untuk mengobati kanker. Salah satu pengobatan alternatif adalah dengan mengonsumsi air alkali secara rutin. Bisa juga kemoterapi tetap dilakukan sembari mengonsumsi air alkali. Tujuannya agar sel-sel yang masih sehat tidak ikut terbasmi oleh obat kemoterapi.

Jika tubuh seimbang, antara gizi, antioksidan, dan pasokan oksigen maka efek kemoterapi akan mampu diminimalisir.  Akan tetapi, perlu digarisbawahi bukan berarti air alkali dapat menjadi pengobatan kanker alternatif yang bisa digunakan.

Benarkah Air Alkali Dapat Sembuhkan Kanker Dan Meminimalisir Efek Kemoterapi?

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang sudah sangat lazim dilakukan. Alasannya karena ada di hampir semua rumah sakit di Indonesia. Bahkan beberapa klinik dokter yang juga memiliki alat untuk kemoterapi.  Ada pengobatan kanker di luar negeri seperti di Amerika Serikat, China, Jepang, atau Jerman. Namun tentu saja membutuhkan biaya yang lebih besar.

Air alkali ada banyak jenisnya ada yang mengandung pH tinggi sehingga dapat menetralisirtubuh. Sel kanker tubuh dengan cepat pada tubuh dengan kondisi asam yang tinggi. Salah satu yang mempengaruhi tingginya asam dalam tubuh adalah konsumsi makanan seperti makanan berlemak,  gula, sabtan, makanan yang digoreng, makanan yang dibakar, daging merah, dan lain-lain. Sementara air alkali diyakini mampu menetralisir kondisi asam yang menjadi tempat tumbuh sel kanker.

Tentu saja air alkali tersebut diimbangi dengan makanan dan sayuran sehat yang mengandung antioksidan dan senyawa lain yang berkhasiat menghentikan laju pertumbuhan sel kanker.

Secara medis memang belum ada penelitian terkait air alkali dapat menyembuhkan penyakit kanker. Akan tetapi paling tidak kandungan yang terdapat dalam air alkali mampu menetralisir sel kanker yang tumbuh dalam kondisi tubuh.

Kandungan air alkali juga dipercaya mampu mengurangi efek dari kemoterapi. Salah satu efek yang ditimbulkan adalah asam lambung tinggi yang dapat menyebabkan mual dan muntah. Kandungan air alkali yang dapat menetralisir asam dapat meredakan asam lambung yang diderita pasien kanker pasca kemoterapi.

Air alkali mengandung antioksidan tinggi dapat menambah jumlah asupan atau pasokan oksigen dalam tubuh. Sel kanker tidak akan tumbuh dan dapat mati dalam keadaaan tubuh yang basa. Itu sebabnya selain dari makanan, pasokan oksigen juga bisa didapat dari air alkali.  Selain itu air alkali juga dapat meredakan sakit yang diakibatkan oleh penyakit kanker atau efek dari kemoterapi.

Memang belum ada penelitian secara medis. Akan tetapi melihat dari kandungannya dapat meredakan dan meminimalisir efek kemoterapi, konsumsi air alkali sepertinya bisa menjadi alternatif bagi survivor kanker yang menjalani kemoterapi. Akan tetapi perlu diketahui air alkali bukanlah obat. Akan tetapi membantu meredakan rasa sakit yang diakibatkan dari kemoterapi.

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa air alkali dapat menjadi obat pengganti penyakit kanker. Rutin mengonsumsi air alkali bisa jadi meminimalisir efek kemoterapi dan mengurangi rasa sakit. Akan tetapi bukan berarti serta merta mengobati kanker atau menggantikan kemoterapi sebagai pengobatan kanker.  Pasien kanker harus tetap menjaga makan dan menerapkan pola hidup sehat.

Baca artikel lain mengenai Berobat ke Singapura atau Malaysia

Biaya Pengobatan Kanker

Tips Mengatasi Biaya Pengobatan Kanker untuk Pasien Kurang Mampu

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit mahal karena besarnya biaya perawatan hingga penyembuhannya. Menurut YKI (Yayasan Kanker Indonesia), biaya yang dibutuhkan untuk perawatan kanker jauh lebih besar dibandingkan dengan biaya perawatan penyakit stroke. Mahalnya biaya pengobatan kanker tentunya menjadi momok mengerikan bagi pasien kurang mampu. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, di negara lain pun mengalami masalah yang sama terkait mahalnya biaya pengobatan kanker.

Hal yang Dilakukan Pasien Kurang Mampu Ketika Tak Mampu Berobat

Seperti yang kita ketahui, kanker mempunyai cara pengobatan yang sangat bervariatif. Mulai dari kemoterapi, radiologi, hingga operasi bedah. Para peneliti bahkan mulai menerapkan temuan terbaru terkait terapi imun bagi penderita kanker. Hal ini guna menemukan teknik pengobatan yang lebih efektif serta efisien. Meskipun pada akhirnya, biaya yang dibutuhkan tetaplah besar.

Pasien dari keluarga kurang mampu biasanya tidak lagi bisa mengupayakan kesembuhan dengan berobat ke rumah sakit. Beberapa pasien bahkan hanya melakukan pengobatan alternatif yang lebih terjangkau. Tentunya kenyataan ini sangatlah memilukan, karena setiap orang berhak untuk mempertahankan kehidupannya. Tidak terkecuali bagi mereka yang mampu secara ekonomi maupun lemah dari segi finansial.

Tips Sembuh dari Kanker untuk Pasien Kurang Mampu

Penyakit kanker selain mahal pengobatannya, tentunya juga tergolong sulit penyembuhannya. Terlebih apabila kanker tidak terdeteksi sejak awal. tentunya butuh waktu dan biaya yang lebih untuk bertahan melawan kanker. Bagi pasien yang kurang mampu atau lemah dari segi finansial, cara ini bisa dicoba untuk bisa sembuh dari kanker:

1. Mencoba Pengobatan Alternatif

Meskipun tidak mampu melakukan perawatan sebagai upaya penyembuhan kanker, jangan pernah menyerah untuk memperjuangkan kehidupan anda. Mencoba pengoban alternatif tanpa sentuhan teknologi maupun obat kimia dirasa bisa membuat pasien bertahan lebih lama. Berbeda dari kemoterapi yang berbiaya tinggi, pengobatan alternatif ini cukup terjangkau dari segi biaya. Jika kemoterapi menggunakan obat – obatan kimia, maka pengobatan alternatif untuk kanker ini hanya menggunakan olahan rempah, tumbuhan dan bahan alami lainnya.

Meskipun sekilas terlihat menguntungkan, namun pengobatan alternatif ini tidak bisa dibuktikan secara medis benar – benar bisa menyembuhkan kanker. Dalam beberapa kasus, pasien yang mengkonsumsi obat alami juga tetap melakukan kemoterapi. Hal ini dimaksudkan supaya hasil yang didapatkan lebih maksimal.

2. Pengajuan Bantuan Kepada Pihak Terkait

Masyarakat Indonesia agaknya perlu bernafas lebih lega. Yayasan Kanker Indonesia atau lebih dikenal dengan sebutan YKI ini sebenarnya sudah beroperasi sejak tahun 1998. Meskipun begitu, tidak semua orang mengetahui eksistensi yayasan ini. Program yang diusung oleh YKI salah satunya yakni Patients Asistance Program (PAP).

Program ini berupa santunan keringanan biaya pasien kanker selama melakukan perawatan kemoterapi. Jadi masyarakat yang tidak tercover dalam jaminan kesehatan nasional dapat mengajukan program bantuan kepada YKI. Berikut ini tahapan pengajuan bantuan pengobatan pasien kanker kurang mampu :

  1. Pasien kanker harus dilengkapi dengan rujukan dokter onkologi beserta resepnya
  2. Melengkapi berkas pengajuan seperti surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan oleh tempat tinggal pasien
  3. Mengisi formulir
  4. Proses varifikasi dan seleksi

3. Galang Dana Sosial

Meskipun pasien kurang mampu bisa mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan nasional (JKN), namun realitanya beberapa kendala membuat pasien kurang mampu tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya. Kasus terbanyak yakni tidak tersedianya obat tertentu yang ditanggung oleh JKN. Jika anda benar – benar tidak lagi sanggup membayar biaya perawatan medis, anda bisa melakukan proses galang dana sosial melalui bantuan LSM maupun organisasi semacamnya.

4. Terdaftar Sebagai Peserta Asuransi Kesehatan

Kesehatan anda telah terjamin dimasa mendatang. Untuk kali ini hanya bisa berlaku bagi anda yang terdaftar dalam asuransi kesehatan. Umumnya masyarakat telah mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS karena beragam pertimbangan. Salah satunya yakni BPJS mempunyai tanggungan biaya yang bisa terjangkau oleh orang berpenghasilan menengah.

Seberapa Membantu Asuransi Kesehatan bagi Pasien Kanker?

Asuransi kesehatan setidaknya bisa menanggung besarnya biaya pengobatan kanker. Namun untuk dapat mendapatkan klaim asuransi kesehatan ini tentunya anda harus mendaftarkan diri bahkan sebelum anda sakit. Kesehatan tentunya tidak bisa diprediksi secara pasti, ada baiknya anda mempersiapkan segalanya apabila ada hal yang kurang baik terjadi dikemudian hari.

Dengan mempunyai asuransi kesehatan, pasien kanker setidaknya akan sangat terbantu memulai perawatan hingga penyembuhan dari penyakit kanker. Sisihkan pendapatan anda untuk menjamin kesehatan anda dikemudian hari. Salah satu cara yang tepat yakni dengan mengangsuransikannya. Meskipun asuransi kesehatan begitu penting, anda tetap harus selektif menggunakan jasa yang tepat. Berikut ini tips mudah menetapkan asuransi yang paling tepat untuk jaminan kesehatan anda dikemudian hari:

1. Ikut Asuransi Kesehatan Tidak Harus Menunggu Sakit

Bagi penderita kanker tentu tidak bisa mengikuti asuransi kesehatan setelah ia terdiagnosa menderita kanker. Asuransi ini hanya bisa anda ikuti ketika anda sehat, sedangkan penggunaannya bisa dimulai ketika anda sakit. Meskipun tidak ada satupun orang yang berencana untuk sakit dikemudian hari, setidaknya asuransi kesehatan adalah upaya antisipasi jika terjadi hal – hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

Anda bisa menganggap asuransi kesehatan ini sebagai investasi kehidupan anda. Tidak ada yang lebih penting dari kesehatan anda, karena tanpa kesehatan, banyak hal terlihat tak bermakna lagi. Uang yang anda sisihkan saat ini masih bisa dicari, namun kesehatan anda dikemudian hari tidak ada yang bisa menjamin pasti.

2. Pilih Jangka Waktu yang Paling Pendek

Dalam tahap ini anda harus memahami apa itu Pre Exiting Condition dan masa tunggu dari asuransi kesehatan yang anda pilih. Tidak jarang seseorang mengikuti asuransi tanpa memastikan detail kapan pre exitng condition dan masa tunggu berlakunya asuransi tersebut. Pada umumnya, perusahaan jasa asuransi akan menetapkan kapan waktu tunggu perlindungan asuransi kesehatan bisa berlaku.

Hal terpenting dalam tahap ini yakni proses klaim biasanya diberikah kepada nasabah setelah waktu tunggu tersebut berakhir. Antar satu perusahaan dan lainnya tentu saja mempunyai tawaran yang berbeda. Pertimbangkan betul fasilitas yang paling tepat untuk anda. Salah satu pertimbangannya yakni jangka waktu yang paling pendek.

3. Pelajari Betul Sistem Klaim dan Syaratnya

Ketika anda akan menggunakan jasa asuransi, salah satu hal yang tidak boleh luput yakni memahami sistem klaim hingga syarat nantinya. Hal ini sangatlah penting karena akan sangat merugi jika anda bertahun – tahun menyisihkan uang untuk membayar asuransi namun nyatanya ketika anda sakit justru tidak dapat memudahkan anda mendapatkan pelayanan kesehatan secara layak. Beberapa keunggulan yang sering menjadi pertimbangan menggunakan asuransi diperusahaan tertentu yakni karena adanya fasilitas double claim.

Anda juga harus menanyakan apa saja kriteria kondisi gawat darurat yang ditetapkan oleh pihak perusahaan. Setelah itu, lihat kembali daftar rumah sakit mana saja yang menerima anda nantinya. Beberapa perusahaan ada yang menetapkan sebelum pasien mendapatkan perawatan darurat, mestinya melewati perawatan primer terlebih dahulu. Hal ini perlu anda tanyakan terlebih dahulu kepada pihak perusahaan. Terkait proses klaim nantinya anda akan menemui sistem reimburse, cash plan hingga sesuai nominal dari tagihan yang anda dapatkan nantinya. Sangat disarankan anda memilih sistem klaim sesuai nominal tagihan bukan sesuai reimburse.

4. Hindari Jenis Asuransi Plus Investasi

Pernahkah anda tergoda untuk memilih asuransi yang dilengkapi dengan fasilitas investasi? Jika anda sudah terjamin sehat selamanya, mungkin jenis asuransi ini cukup menguntungkan. Namun apabila melihat dari fungsi asuransi tersebut, rasanya anda perlu mempertimbangkan kembali untuk memilih asuransi plus investasi.

Umumnya, kebanyakan orang akan memilih asuransi murni, terlebih apabila didalamnya terdapat layanan tambahan seperti rehabilitasi alkohol, konseling, perawatan rumah tangga hingga perawatan kesehatan mental keluarga. Penyakit kanker bisa datang tanpa terduga, dengan mengkuti asuransi itu sudah menjadi bentuk investasi bagi kehidupan dan kesehatan anda.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Bawang Putih untuk Kanker