Category Archives: Testimonial

Kemoterapi atau Herbal

Kemoterapi atau Herbal? Mana Yang Tepat Untuk Kanker Payudara

Kemoterapi atau HerbalPembahasan kali ini kami akan membagikan pengalaman kami dalam mengambil keputusan apakah menjalani pengobatan dengan kemoterapi atau herbal. Sering kali penderita kanker bingung apakah harus kemo atau tidak, karena melihat efek samping yang berat dan apakah jika dengan herbal bisa sembuh. Sering kali pertanyaan itu muncul ketika masih awal ingin melakukan pengobatan. Untuk itu kami ingin share pengalaman kami berjuang melawan kanker payudara.

Apakah Saya Harus Kemoterapi?

Kita akan bahas dahulu apakah saya harus kemoterapi? Itu yang menjadi pertanyaan jika kita menempuh jalan medis. Kasus yang kita bicarakan adalah kanker stadium 4 yang sudah menyebar jadi tidak bisa dilakukan operasi. Untuk memutuskan harus kemoterapi atau tidak, berikut ini adalah beberapa faktor yang perlu anda pikirkan dulu:

  1. Biaya. Faktor biaya menjadi yang utama karena kemoterapi tidak murah apalagi jika anda melakukannya diluar negeri.
  2. Apakah penderita kanker mau? Ini menjadi pertanyaan yang kedua karena kemauan dari penderita kanker sangat penting untuk menunjang kesembuhannya. Jadi keputusan kemoterapi harus keluar dari penderita kanker.
  3. Biasanya muncul pertanyaan apakah fisik saya kuat. Pertanyaan ini juga muncul jika penderita kanker kurang percaya diri. Itulah tugas keluarga/teman untuk memberikan support.

Menurut pengalaman kami itulah 3 pertanyaan penting yang harus dijawab sebelum anda memutuskan untuk melakukan kemoterapi atau tidak. Itupun terjadi pada kami antara saya dan mama saya apakah kami memutuskan kemoterapi. Waktu itu yang muncul adalah pertanyaan ke-2 dan ke-3 jadi mama saya sudah mau untuk kemoterapi tetapi tidak yakin (poin 3) jadi tugas saya yang memberikan support.

Apakah Saya Harus Menggunakan Herbal?

Bagian kedua adalah mengenai herbal, apakah lebih baik mengambil keputusan menggunakan herbal saja dari pada kemoterapi yang menakutkan? Sering muncul pertanyaan seperti ini karena rumor mengatakan bahwa herbal tidak berefek samping meskipun minum sebanyak mungkin. Pengalaman kami berkata lain karena herbal yang kami konsumsi ternyata juga berefek samping misalnya saja daun sirsak mempunyai efek (linu dan sakit pada persendian karena sifatnya yang dingin) dan kulit manggis memberi efek samping sulit buang air besar karena sifatnya yang panas.

Untuk mengambil keputusan apakah harus menggunakan herbal atau tidak berikut ini faktor yang perlu anda pikirkan:

  1. Apakah ada yang ahli/herbalis untuk memantau penggunaannya. Sering kali penderita kanker diberikan berbagai macam masukkan bisa dari teman atau keluarga untuk minum ini dan itu. Padahal menurut saya sebaiknya harus ada tenaga ahli untuk memantau perkembangan apakah bekerja atau tidak.
  2. Sumber obat herbal. Obat herbal entah sudah diolah atau belum anda harus bisa terus mendapatkannya agar proses pengobatan bisa terus berlangsung.

Menurut kami 2 hal itulah yang penting untuk memutuskan apakah anda harus menggunakan herbal atau tidak. Pengalaman kami adlalah kami tidak menemukan tenaga ahli untuk herbal (sirsak atau manggis) jadi kami hanya menggunakan berdasarkan informasi yang tersebar di internet atau pendapat teman/keluarga. Hal ini menjadi kurang efektif karena tidak bisa terpantau dengan baik.

Bagaimana Bila Melakukan Kombinasi Kemoterapi dengan Herbal?

Yang ketiga adalah bagaimana jika kita melakukan kemoterapi bersamaan dengan herbal, apakah mungkin? Pendapat saya adalah bisa mungkin bisa tidak. Bisa mungkin, jika anda menggunakan herbal yang sudah dipatenkan sudah berbentuk kapsul misalnya transfer factor. Bisa tidak, jika yang anda gunakan adalah obat herbal olahan sendiri misalnya rebusan daun sirsak, dll kenapa tidak bisa? Karena rasanya yang tidak enak dan efek samping kemoterapi yaitu mual akan membuat semuanya kacau balau. Kacau balaunya adalah karena mual jadi penderita kanker malas untuk minum obat herbal tersebut.

Jika anda menjalankannya bersamaan anda tidak bisa tahu mana yang membawa efek positif atau kesembuhan jadi anda akan bingung. Pengalaman kami yaitu kami menggunakan transfer factor sebagai supplemen herbal pada saat masa kemoterapi dan setelah selesai 8x kemo kami melanjutkan dengan obat herbal daun waru. Jadi efek samping sudah hilang dan tidak mual maka olahan daun waru bisa masuk tanpa ada gangguan dari efek kemoterapi.

Membandingkan Antara Kemoterapi atau Herbal

Setelah 2 bagian diatas kami berharap tips diatas dapat membantu anda memutuskan antara kemoterapi atau herbal. Untuk lebih mematangkan pikiran anda kami membandingkan kedua pengobatan itu sebagai berikut ini:

Kemoterapi

Kelebihan

Kekurangan

Sudah teruji klinisButuh biaya mahal
Dipantau oleh tenaga ahli (dokter onkologi)Perlu melakukan banyak test (tes darah, pet scan, CT scan, dll)
Obat kemo cenderung bekerja cepatEfek samping tinggi

Herbal

Kelebihan

Kekurangan

Tetap ada efek samping tetapi lebih ringan dibandingkan kemoterapiTidak dipantau oleh tenaga yang ahli
Biayanya murahJika supply herbal terganggu maka konsumsi obat herbal jadi kacau.
Cara konsumsinya mudah karena hanya diminum saja tanpa harus prosedur seperti suntikan.Tidak teruji klinis (untuk obat herbal yang belum dipatentkan)

Dari kedua tabel itu anda dapat melihat setiap pengobatan mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Alangkah baiknya jika anda bisa menemukan dokter dan herbalis yang mau kerja sama jadi anda bisa menggambungkan kedua pengobatan tersebut.

Kesimpulan

Itu adalah pengalaman kami dalam mengambil keputusan yang dilema antara kemoterapi atau herbal. Saya yakin masalah ini akan terjadi pada semua penderita kanker yang akan menjalani pengobatan untuk itu semoga posting ini bisa membantu anda. Jika anda ingin berbagi atau menanyakan sesuatu kepada kami silahkan jangan sungkan langsung saja menuliskan lewat komentar dibawah posting ini. Semoga share pengalaman kami berguna bagi semua penderita kanker.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Dengan Radioterapi

Perawatan Pasca Kemoterapi

Tips Melakukan Perawatan Pasca Kemoterapi Untuk Kanker Payudara

Perawatan Pasca KemoterapiSaat kemoterapi berlangsung memang tidak sakit tetapi pasca kemoterapi adalah moment yang sangat tidak enak. Untuk itulah perlu perawatan pasca kemoterapi yang perlu anda lakukan. Ada banyak hal yang oleh setiap penderita kanker dilakukan dan itupun berdasarkan obat kemo yang digunakan. Posting kali ini kami ingin membagikan pengalaman kami pasca kemoterapi untuk kanker payudara.

Konsultasi dan Kenali Obat Kemo Yang Dipakai

Pertama kali yang penting adalah saat konsultasi perdana dengan dokter onkologi anda. Jadi sebelum proses kemoterapi berjalan anda sudah dijelaskan mengenai segala sesuatu mengenai kemoterapi yang akan dijalani oleh penderita kanker. Ini sangat penting jadi bagi anda yang tidak mengerti istilah dokter anda perlu catat dan pelajari semua hal itu.

Sikap banyak bertanya sangat penting dalam konsultasi jadi bukan berarti banyak bertanya tandanya anda bodoh, salah jika anda berpikir begitu. Dunia kemoterapi pasti hal baru bagi anda yang masih baru akan menjalani kemoterapi jadi banyak bertanya itu baik untuk perawatan pasca kemoterapi. Jadi anda akan lebih siap mengahadapi apapun yang akan dihadapi oleh penderita kanker. Anda bisa membaca mengenai tips konsultasi dengan dokter spesialis kanker pada blog ini.

Pengalaman Melakukan Perawatan Pasca Kemoterapi

Pengalmaan kami yaitu kemoterapi untuk kanker payudara menggunakan obat kemo taxotere dan xeloda. Cerita pengalaman proses kemoterapi ada pada posting kami sebelumnya. Untuk kasus kami yang kami pelajari sebelum kemoterapi adalah efek samping dan apa yang harus dilakukan pasca kemoterapi. Semua masukkan kami terima termasuk dari dokter, keluarga, teman dll. Kami rangkum menjadi beberapa poin di bawah ini:

Banyak Makan Makanan Bergizi

Ini adalah hal pertama yang sangat penting karena dengan banyak makan makanan bergizi sama dengan hal-nya badan anda diberi bahan bakar yang cukup untuk perang dengan kanker. Ada berbagai macam efek samping yang akan muncul terutama mual. Kebanyakan obat kemo berefek samping mual, jadi meskipun anda mual anda harus tetap makan makanan bergizi.

Ubah Pola Makan Anda

Bagi kita biasanya makan 1 hari 3x (pagi, siang dan malam), sedangkan untuk penderita kanker karena menjalani kemoterapi pasti akan merasa mual dan kehilangan nafsu makan. Untuk itu tips yang kami lakukan untuk menghadapi itu adalah mengubah pola makan. Yang biasanya makan sehari 3x kita ubah menjadi sehari 6x atau berapapun yang anda inginkan.

Porsi makan 3x anda bagi jadi lebih banyak dengan porsi sedikit. Untuk menghadapi mual anda bisa menyiasati seperti ini, makan sedikit tapi dibuat sering. Dengan menerapkan pola makan seperti ini anda tidak kehilangan porsi makan dan tubuh anda juga akan tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Minum Obat Dari Dokter Pasca Kemoterapi

Biasanya pada pasca kemoterapi akan diberikan obat untuk menghadapi efek samping. Pengalaman kami yaitu kami diberikan obat mual, diare, susah buang air besar, antibiotik dan anti nyeri. Anda harus menggunakan obat-obat itu agar masa pasca kemoterapi bisa terlewati dengan nyaman. Pengalaman kami misalnya saat ingin makan ternyata masih mual dan ingin muntah, cara kami mengatasinya adalah konsumsi obat mual dulu sebelum makan paling tidak 30 menit sebelum makan jadi saat makan rasa mual sudah hilang dan makanan bisa masuk dengan enak.

Jangan Takut Makan Daging Saat Masih Kemoterapi

Ini yang menjadi momok bagi penderita kanker. Katanya jangan makan daging agar kanker tidak menyebar, hal ini mungkin banyak pihak setuju. Tetapi pengalaman kami berkata lain, saat pasca kemoterapi tubuh kami menjadi lemas dan tidak ada tenaganya kalau kita tidak makan daging malah tidak ada tenaga untuk menghadapi kemoterapi berikutnya. Jadi kesimpulan kami adalah harus makan daging untuk masa perawatan pasca kemoterapi agar badan segera pulih dari efek samping obat kemo.

Setelah proses kemoterapi selesai jika anda stop makan daging itu bisa menjadi diet agar sel kanker tidak muncul kembali. Tetapi pada saat masih dalam pengobatan kemoterapi menurut pengalaman kami semakin tidak makan daging tubuh tidak kuat menjalani kemoterapi.

Banyak Makan Makanan Yang Mengandung Antioksidan

Antioksidan berperan penting dalam membunuh sel kanker, antioksidan membantu membunuh radikal bebas yang ada di dalam tubuh jadi semakin banyak antioksidan yang anda konsumsi akan semakin bagus. Perawatan pasca kemoterapi kami menggunakan berbagai macam antioksidan misalnya green tea (teh hijau), buah-buahan dan sayur-sayuran (sayuran hijau pertanda banyak antioksidan). Antioksidan akan membantu anda lebih cepat sembuh.

Banyak Makan Buah-Buahan

Buah-buahan adalah salah satu sumber antioksidan alami, selain itu buah-buahan juga akan membantu anda buang air besar karena pengalaman kami berkata bahwa pasca kemoterapi pasien akan susah buang air besar. Jadi dengan banyak makan buah-buahan akan semakin membantu proses pencernaan anda.

Jauhi Makanan Yang Membuat Mual

Makanan yang membuat mual harus anda jauhi karena anda sudah mual dan ingin muntah tentu saja anda tidak ingin makan makanan yang malah memperparah rasa mual itu. Pengalaman kami adalah kami mengurangi makan makanan bersantan, banyak minyak, gorengan dan makanan pedas.

Makan Makanan Favorit Anda Asalkan Terkontrol

Bagi anda yang hanya menjalani kemoterapi 1 putaran saja (biasanya 6x) tentu masih enak tetapi bagaimana jika anda harus menjalani kemoterapi sepanjang hidup anda agar anda bisa bertahan hidup? Jika anda tidak bisa makan tubuh akan anda akan lemas dan bisa-bisa malah kemoterapi yang membunuh anda bukan kanker.

Pengalaman kami mengatasi hal ini (kami hanya menjalani 8x kemo) kami menyediakan makanan favorit penderita kanker jadi penderita kanker yang mual tidak nafsu makan akan tergerak dan ingin makan. Ingin makan apa belikan itu prinsip kami saat itu. Tetapi harus tetap terkontrol misalnya makan pedas, gorengan tetap harus dikurangi karena pasca kemoterapi akan susah buang air besar jadi perlu mengurangi makanan tersebut.

Banyak Istirahat

Lelah dan capek itu yang akan anda rasakan pasca kemoterapi. Jadi perawatannya sangat sederhana banyak-banyaklah tidur. Biasanya karena pengaruh dari obat anti nyeri anda akan merasa ngantuk dengan sendirinya. Pengalaman kami juga seperti itu jadi kami menyarankan banyak tidur agar kondisi tubuh cepat pulih dan siap untuk kemo berikutnya.

Tenangkan Pikiran, Jangan Mengeluh Dan Terapkan Pola Pikir Bersyukur

Bersyukur adalah kunci pikiran anda lebih tenang dan tidak stress. Banyak bersyukur bukan berarti anda berpikir “ya sudah apa adanya saja”, pikiran itu lebih condong saya sebut menyerah. Anda tetap harus berjuang dengan motivasi yang anda miliki (motivasi bisa dari berbagai macam sumber, anda sendiri, teman atau keluarga).

Pola pikirnya adalah: makin banyak bersyukur maka anda makin tidak stress dan makin tidak stress maka anda semakin cepat pulih.

Gunakan Multivitamin Yang Mungkin Bisa Membantu Pemulihan Tubuh

Anda pasti banyak mendengar vitamin ini dan itu agar membantu pemulihan tubuh pasca kemoterapi, pengalaman kami adalah kami saring semua saran-saran itu dan kami terapkan mana yang bisa pada penderita kanker. Kami menggunakan berbagai macam multivitamin misalnya obat-obat herbal (kami konsumsi berjauhan dengan obat dokter), obat dari MLM (misalnya transfer factor untuk menaikan daya tahan tubuh).

Kesimpulan

Itu adalah berbagai macam tips yang kami rangkum berdasarkan pengalaman kami dalam melakukan perawatan pasca kemoterapi untuk kanker payudara. Mayoritas tips ini bisa anda pakai untuk semua kasus kanker, tetapi ada beberapa hal yang mungkin tidak ada karena anda menggunakan obat kemo yang spesial. Untuk itu kami berharap anda bisa share dengan kami dengan meninggalkan komentar pada bagian bawah posting ini.

Bagi anda yang ingin kontak dan share pengalaman anda melakukan perawatan pasca kemoterapi anda bisa email kami di trasnferfactorformula@gmail.com. Kami akan dengan senang hati berbagi cerita dengan anda dan share pengalaman anda akan berguna bagi penderita kanker yang lainnya.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Dengan Radioterapi

Proses Kemoterapi

Pengalaman Menjalani Proses Kemoterapi Untuk Kanker Payudara

Proses KemoterapiKemoterapi menjadi pilihan pengobatan medis untuk kanker. Kali ini kami akan membagikan pengalaman saat menjalani proses kemoterapi dan beberapa cara kemoterapi yang dilakukan oleh dokter. Kasus yang kami alami adalah kanker payudara stadium 4 yang sudah menyebar ke getah bening, tulang dan kulit. Jadi kami menempuh jalan medis dengan melakukan kemoterapi. Berikut ini adalah proses kemoterapi yang pernah kami jalani.

Kenapa Harus Kemoterapi?

Dengan kasus kami yaitu kanker payudara stadium 4 yang sudah menyebar ke banyak organ pilihan kami antara medis atau herbal. Pada saat itu kami tidak menemukan herbal yang tepat jadi kami memilih pengobatan medis. Kenapa harus kemoterapi karena hanya itu satu-satunya pilihan medis yang tersedia saat ini. Operasi sudah tidak mungkin karena kondisi sudah menyebar ke berbagai organ sedangkan untuk radioterapi tidak mungkin juga karena kanker sudah menyebar ke kulit jadi dikhawatirkan akan memperparah kanker yang di kulit.

Kemoterapi menjadi jalan satu-satunya bagi kami untuk mencari jalan sembuh lewat medis. Kemoterapi yang kami jalankan bukan di Indonesia melain kami memilih di Singapura. Untuk mengenai dokter onkologi yang kami gunakan para pembaca bisa mengkontak secara terpisah dari posting ini. Kami menjalankan 1 cycle kemoterapi yaitu terdiri dari 8x kemoterapi dengan jeda 3 mingguan.

Berbagai Macam Cara Kemoterapi

Ada berbagai macam cara kemoterapi yang diberikan oleh medis yaitu:

  • Intravenous, kemoterapi yang diberikan ke pembulu darah vena
  • Intra-arteri, kemoterapi yang diberikan ke pembulu arteri yang menyalur ke kanker.
  • Intraperitoneal, kemoterapi yang diberikan ke dalam rongga perut.
  • Oral, kemoterapi yang diberikan dalam bentuk tablet.

Semua cara kemoterapi mempunyai spesial masing-masing tapi pengalaman cara kemoterapi yang kami alami menggunakan intravenous dan oral saja. Obat kemo yang diberikan tidak hanya 1 bisa dikombinasikan jadi sel kanker bisa lebih cepat mati. Tinggal bagaimana dokter onkologi memilihkan obat kemo yang paling tepat untuk kondisi pasien.

Intravenous menurut kami yang paling sering diberikan, yaitu dengan memberikan lewat infus. Biasanya kita tinggal menunggu obat kemo sampai habis kemudian pulang. Sedangkan kemoterapi oral sama halnya dengan minum obat biasa. Karena obat kemo berbentuk tablet sehingga di rumah kita tinggal minum saja sesuai dengan aturan yang diberikan oleh dokter.

Kenali Efek Samping Dari Obat Kemo Yang Digunakan

Proses kemoterapi sebenarnya mudah dan tidak sakit tapi yang menyakitkan itu adalah efek samping yang harus diderita setelah obat kemo masuk. Sebelum menjalani proses kemoterapi anda harus jelas mengenali efek samping kemoterapi yang akan anda jalani. Anda perlu menyebutkan punya riwayat penyakit apa saja sehingga dokter onkologi bisa mengatur obat kemo dengan tepat.

Beberapa contoh efek samping dari obat kemo adalah:

  • Mual dan muntah
  • Rambut rontok
  • Susah buang air besar
  • Tidak nafsu makan
  • Tidak bertenaga
  • Diare

Setiap obat kemo memiliki efek samping yang berbeda jadi anda harus kenali efek samping tanyakan kepada dokter bagaimana mengatasi efek samping kemoterapi tersebut.

Bagaimana Rasanya Menjalani Kemoterapi?

Pertanyaan ini yang paling sering ditanyakan kepada penderita kanker terutama yang baru terdeteksi dan akan menjalani pengobatan, itupun terjadi pada kami dan kami bertanya-tanya juga bagaimana sih rasanya proses kemoterapi itu. Bagian ini menjadi inti pembicaraan dari posting kita kali ini.

Rasanya saat menjalani kemoterapi itu tidak sakit sama sekali. Proses kemoterapi dengan infus (intravenous) yaitu anda akan dimasuki jarum infus pada bagian tangan kemudian obat kemo secara perlahan akan masuk ke dalam tubuh anda. Setiap obat kemo tidak sama ada yang 1 jam bahkan hingga 6 jam. Dan itupun tidak perlu dilakukan di rumah sakit. Biasanya dokter onkologi akan menjalankan kemoterapi dikliniknya sendiri.

Anda tinggal duduk atau tiduran kemudian anda tinggal tunggu obat kemo hingga selesai masuk ke dalam tubuh anda. Setelah itu anda langsng pulang, efek samping dari kemoterapi akan muncul biasanya pada hari ke-3 hingga hari ke-7 jadi jika anda seperti kami menjalankan proses kemoterapi di Singapura pilihan anda adalah tetap tinggal sampai 7 hari atau anda langsung pulang saja jadi saat efek samping muncul anda sudah di rumah.

Bagi anda yang baru ingin menjalankan kemoterapi jangan takut dengan prosesnya karena prosesnya sangat sederhana sekali. Hanya seperti diinfus saja, yang perlu diperhatikan adalah pasca kemoterapinya. Anda harus bisa bertahan dengan berbagai macam efek samping yang akan muncul.

Pengalaman Proses Kemoterapi Untuk Kanker Payudara Stadium 4

Bagian ini juga menjadi inti dari posting kal ini, pada bagian ini kami ingin share bagaimana proses kemoterapi yang kami jalani untuk berjuang melawan kanker payudara stadium 4. Sudah kami sebutkan kami menjalankan 8x kemoterapi dengan obat kemo namanya “taxotere” dan dengan obat kemo oral “xeloda”.

Sebelum menjalani kemoterapi kami diberikan obat anti mual dulu untuk diminum pada H-1 sebelum kemoterapi. Proses kemoterapi yang kami jalani sederhana dan tidak lama hanya 1 jam saja taxotere sudah masuk ke dalam tubuh dan kami boleh pulang. Setelah melihat hasil kemoterapi cukup bagus dokter memberikan saran untuk mengkombinasi obat kemo agar kanker bisa lebih cepat mati. Saat itu obat kemo ke-2 yang diberikan adalah “cyclophosphamide”.

Reaksi Alergi Saat Proses Kemoterapi

Pengalaman ini sangat berharga bagi kami jadi kami ingin share kepada semua pembaca pentingnya mengamati proses kemoterapi. Pada saat konsultasi kami sudah diperingatkan mengenai efek alergi yang mungkin bisa terjadi saat proses kemoterapi. Selama ini semua berjalan lancar tetapi begitu obat kemo dikombinasikan yaitu dengan “cyclophosphamide” tiba-tiba setelah 15 menit terasa efek panas di dada dan sesak nafas kemudian dokter dipanggil dan kami ditanya apa yang dirasakan. Kemudian kami coba 1x lagi dan ternyata efek itu muncul lagi jadi obat kedua di stop dan disimpulkan alergi dengan obat “cyclophosphamide”.

Berganti Ke Kemoterapi Oral

Setelah itu dokter onkologi merubah strategi dengan mengubah kombinasi obat kemo dengan kemoterapi oral yaitu dengan “Xeloda”. Proses kemoterapi dengan Xeloda lebih mudah lagi karena seperti minum obat biasa dan waktu itu cara minumnya adalah 1 hari 2x. Sangat mudah oral kemo yang kami jalani dan tidak ada efek alergi.

Proses kamoterapi berlangsung dengan jeda 3 mingguan. 1 minggu pertama tubuh akan berperang dengan kanker dan menerima efek sampingnya kemudian 2 minggu sisanya adalah waktu recovery atau pemulihan. Kemudian siap untuk menjalani proses kemoterapi berikutnya. Begitu dan seterusnya hingga 8x kami menjalaninya.

Kesimpulan

Proses kemoterapi tidak sulit melainkan sangat mudah sedangkan yang digosipkan kemoterapi itu menakutkan adalah efek sampingnya bukan prosesnya. Dan kemoterapi tidak perlu sampai menginap di rumah sakit ditambah lagi saat proses berlangsung tidak sakit sama sekali.

Semoga pengalaman kami mengenai proses kemoterapi ini berguna bagi pembaca semuanya yang mungkin sedang mencari bagaimana sih proses kemoterapi itu. Posting ini bisa menjadi jawaban bagi anda. Jika anda ingin share bisa menuliskan komentar di bawah posting ini. Atau jika ingin memberikan testimonial sebagai survivor cancer bisa langsung kontak kami ke transferfactorformula@gmail.com kami akan menayangkan testimonial anda agar bisa menjadi inspirasi pejuang kanker lainnya.

Baca artikel lain mengenai Meningkatkan Albumin