Category Archives: Testimonial

Synovial Sarcoma

Perjuangan Melawan Kanker Synovial Sarcoma Selama 17 Tahun

Kali ini saya mendapatkan email dari survivor kanker yang berjuang melawan kanker selama 17 tahun dan berhasil bertahan hingga sekarang. Pertama kali melihat email ini saja saya sudah kaget apalagi saat membacanya, nama beliau adalah Bapak Margiyana. Pak Margiyana menderita kanker yang langka yaitu kanker Synovial Sarcoma.

Berikut ini tulisan kisah dari Pak Margiyana:

Saya (Margiyana, Lahir 14 April 1967) penderita Synovial Sarcoma, merasakan nyeri pada persendian pangkal paha kaki kanan mulai akhir tahun 1999, upaya pemeriksaan telah dilakukan berjalan beberapa bulan beberapa diognosa dokter disampaikan, diantara ada masalah pada tulang belakang lembal 5. Pengobatan yang telah berjalan beberapa bulan tidak mengatasi masalah yang dirasakan. Dilakukan cek-up/lab darah, USG dan rongsen dokter menyatakan tidak apa-apa atau mencurigai sesuatu yang terjadi pada pangkal paha kanan saya. Pengobatan dan pemeriksaan di lakukan di RS Panembahan Senopati Bantul, pada suatu ketika saya periksa ke RS PKU Muhamadiyah Yogyakarta, dilakukan lab darah dan melihat hasil rongsen dokter yang memeriksa juga menyatakan tidak apa-apa.

Baru rencana periksa ke RS Sardjito Yogyakarta, terjatuh di dalam rumah seketika itu badan rasanya sakit semua, disentuh aja merasakan sakit. Sehinga sewaktu saya mau dibawa ke RS, setiap ada orang menyentuh badan saya, saya merasa kesakitan. Sehingga untuk dapat masuk mobil perlu perjuangan, dengan saya hanya mengerakkan badan sedikit demi sedikit.

Setelah dirawat di RS Panembahan Senopati yang waktu itu yang merawat saya dokter Syaraf tidak ada perubahan dan tindakan yang membuat kami sekeluarga tenang, keluarga kami berinisitaip minta pulang atas permintaan sendiri (APS) dan kemudian oleh keluarga saya dibawa ke RS Sardjito Yogyakarta. Sesampai di RS Sardjito dokter bedah tulang yang merawat memberikan terapi penarikan/perenggangan/starsing atau apa namanya dengan menarik kaki kanan dengan beban 5 Kg yang tergantung disisi tempat tidur, sekitar seminggu kemudian diadakan rongsen. Dari hasil rongsen tidak ada tanda-tanda menyambung dan curiga terjadi sesuatu pada persendian pangkal paha kaki kanan saya. Dokter memberitahukan akan dilakukan operasi (biopsi) ambil sampel sebagian tulang. Operasi  pengambilan sampel tulang (biopsi) dilakukan dan pemasangan pen diatas lutut yang di boor untuk pemasangan pen dimaksud untuk mengaitkan tali untuk terapi stasing/perenggangan untuk mengurangi rasa nyeri/sakit pada persendian sambal menunggu hasil observasi terhadap biopsi tulang untuk diadakan penelitian.

Hasil PA pada tanggal 04 JUni 2000 oleh dokter Indrawati / Harijadi dengan kesimpulan : Trochontar mayor femur dextra : Siniviosarkoma (Synovial Sarcoma). Dari kesimpulan tersebut TIM dokter RS Sardjito menyatakan dan memfonis jenis penyakit dimaksud tidak ada obatnya dan salah satu jalan hanya dengan jalan amputasi dari tulang panggul kaki kanan. Sulit diungkapkan dengan kata kata perasaan kami dan keluarga dunia rasanya kiamat. Dalam,benak hati saya, kalau diamputasi bagaimana mau duduk dan beraktifitas apa tidak akan menyusahkan/jadi rawatan keluarga. Atau bahkan sudah diamputasi nyawa tetap tidak terselamatkan.

Saya dan keluarga memutuskan untuk pulang dari RS Sardjitu dengan sejuta perasaan dan sakit yang saya rasakan. Berbulan bulan saya jadi rawatan keluarga dan semua aktifitas ada diranjang pembaringan dengan menahan rasa sakit yang tidak berkesudahan. Hampir 2 tahun tergeletak dipembaringan, pada suatu ketika ada keluarga yang menyampaikan saran untuk mencoba KEMOTERAPI, serangkaian pemeriksaan dan persiapan dilakukan. Kemoterapi tahap PERTAMA dilakukan dari hasil lab darah HB hanya menunjukkan angka 8 yang syarat minimal harus 10, dokter yang merawat memutuskan untuk tranfusi darah dengan 2 kantong/ampul. Dokter yang merawat terkejut ketika setelah tranfusi darah 2 kantor HB menjadi kurang dari 8 (7.xx), kemudian dokter memutuskan tranfusi darah 3 kantong. Setelah tranfusi jumlah keseluruhan 5 kantong HB 10 memenhi syarat untuk kemoterapi. Singkat cerita setelah menjalani kemoterapi kondisi mulai membaik, selama menjalani kemoterapi 6 kali menjalani tranfusi darah sebanyak 25 kantong/ampul darah. Setelah selesai kemoterapi selama 6 kali, setelah dokter mengevaluasi oleh dokter disarankan untuk kemoterapi lagi dengan dosis obat yang tinggi dan mahal.  Kami keberatan soal pembiayaan. Atas berkat mukjizat dari Tuhan Yang Esa masih bisa bertahan hidup, tahun 2005 sy periksa di Poli Onkologi RS Sardjito, perawat ada yang bilang ….wah ini pemecah rekor sudah lima tahaun berjalan masih bisa bertahan hidup, setelah masuk ruang dokter, dokter yang memeriksa menyarankan untuk KEMOTTERAPI lagi, kembali kami menolak kerkaitan dengan pembiayaan. Kalau kemoterapi yang enam kali tahap pertama masuk ASKES/BPJS kalau kemoterapi yang disarankan semua tidak masuk jaminan ASKES/BPJS.

Akhirnya walaupun dalam kondisi cacat dan berjalan menggunakan dua kruk bisa beraktifitas kembali dengan ketergantungan antar jemput. Sekitar tahun 2007 atau 2008 saya tidak ingat persisnya kambuh sampai dilarikan ke RS Sardjito untuk pemeriksaan dan perawatan.

Sekitar tahun 2008, saya memutuskan untuk modifikasi motor roda dua menjadi motor roda 3 agar tidak ketergantungan orang lain untuk kemana-mana.

Dari tahun 2000 difonis Tim Dokter RS Sardjito  berkat mukjizat dan hidayah dari Tuhan Yang Maha Esa masih bisa bertahan sampai tahun 2017, yang berarti dari difonis sudah berjalan 17 tahun walaupun dengan keterbatasan fisik dan kesehatan. Kita manusia hanya menjalani takdir, pasrah dan berusaha. Sebagai penderita kanker berusaha pasrah berserah diri, berdoa mohon diberi kekuatan dan dijauhkan dari rasa sakit, harus mempunyai semangat hidup yang tinggi dan diberi umur lebih banyak untuk berdampingan dengan suami/istri dan anak. Dalam hal ini tak kalah pentingnya dukungan dan perhatian dari keluarga dekat, jangan sampai justru yang mendampingi ikut depresi. Sebagai manusia tidak mungkin ada keluarga sakit menahun tanpa ada beban perasaan, ada beban boleh tetapi tetap terkendali emosinya. Sebagai pendamping keluraga yang sakit tentu saja kalau dijalani dengan sabar dan ikhlas akan menjadi ladang beramal.

Tanggal 13 Juni 2017 dini hari diawali saya merasakan demam dikuti kaki merasa panas dan nyeri. Dua hari hanya untuk istirahatdan tiduran karena kaki kanan bengkak dan rasa kaku nyeri dan kalau disentuh juga merasakan nyeri/sakit dengan meminum obat pereda nyeri dan parasetamol, tepatnya tanggal 15 Juni 2017 saya periksa pada poli Penyakit Dalam RS Panembahan Senopati, dari hasil lab darah dokter neyatakan adanya terjadi infeksi, mulai tanggal 15 Juni 2017 saya menjalani opname/perawatan di RS Panembahan Senopati sampai tanggal 24 Juni 2017 (malem lebaran). Yang sebelum pulang diadakan periksaan di Radiologi RS Hardjolukito Yogyakarta. Setelah lembaran control/periksa dengan membawa hasil MRI dari RS Hardjolukito, dokter penyakit dalam yang merawat merujuk/mengkonsul ke dokter Onkologi, berdasarkan hasil MRI dokter Onkologi menyarankan untuk kemoterapi ulang sebanyak 6(enam) Kali. Persiapan kemoterapi dengan  cekup/lab darah hasilnya baik dan memenuhi syarat untuk dilakukan kemoterapi.

Kemoterapi pertama berjalan lancer, kemoterapi ke-Dua dijadwalka tanggal 01 Agustus 2017.

Itu adalah tulisan dari Pak Margiyana yang bercerita kisahnya mulai awal sakit sampai saat ini masih berjuang terus melawan kanker. Untuk kontak langsung dengan pak Margiyana silahkan mengkontak kami melalui email transferfactorformula@gmail.com untuk mendapatkan nomor HP/WA pak Margiyana.

Saya sempat chating via WA dengan beliau dan beberapa hal yang bisa menjadi inspirasi kita bersama

Apa motivasi utama bapak kok bisa bertahan hingga 17 tahun?

Dukungan dan perhatian dari keluarga terdekat, banyak berdoa minta panjang umur untuk bisa berdampingan dengan anak dan istri. Banyak pasrah jadi hidup lebih tenang, kadang orang melihat/bertanya gimana rasanya? Saya asal bisa makan dan tidur enak dan bisa beraktifitas berarti saya sehat, tidak terlalu memikirkan sakitnya.

Bagaimana aktivitas bapak dalam kesehariannya?

Dalam kondisi sehat saya mengepel lantai rumah dengan duduk diatas kursi kayu yang saya beri roda.

Punya kata-kata atau kalimat motivasi pak buat penderita kanker lainnya?

Saya tidak pandai menyusun kata-kata, setiap orang oleh YME diberi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Saya beranggapan bahwa saya sekarang diberi kekurangan fisik tapi saya merasa diberi keterampilan jadi tetap bisa eksis dilingkungan kerja. Bisa memanfaatkan kelebihan akan menjadikan nilai plus dimata orang lain. Sebaik-baiknya orang adalah orang bisa bermanfaat bagi orang lain dan semua hal tidak bisa diukur dengan rupiah.

Itulah kisah perjuangan dari Pak Margiyana yang terus berjuang selama 17 tahun dan saat ini beliau masih terus berjuang melawan kanker Synovial Sarcoma. Pak Margiyana tidak hanya diam saja karena kaki kanannya yang cacat melainkan belaiu mengisi waktu dengan membuat berbagai macam kerajinan hingga sound sistem. Jadi seakan-akan pak Margiyana tidak merasakan sakit yang dideritanya. Semoga kisah perjuangan pak Margiyana bisa memotivasi dan menginspirasi kita semuanya.

Baca artikel lain mengenai Persiapan Sebelum Kemoterapi

Biopsi Kanker Payudara

Pengalaman Menjalani Biopsi Kanker Payudara

biopsi kanker payudaraKali ini kita akan membahas mengenai biopsi, biopsi sering kali dilakukan oleh dokter untuk meneliti jenis sel kanker. Biasanya biopsi ini dilakukan pada awal pengobatan untuk mengetahui jenis sel kanker dan menentukan pengobatan yang akan dilakukan. Kami ingin membagikan pengalaman kami melakukan biopsi pada kanker payudara stadium 4.

Apa itu Biopsi?

Bagi yang belum mengetahui biopsi, biopsi adalah tindakan medis yang dilakukan untuk mengambil sampel sel kanker. Biasanya biopsi dilakukan ketika anda pertama kali ke dokter. Ada berbagai macam cara biopsi anda bisa membaca melalui berbagai macam web yang sudah tersedia.

Tindakan biopsi dilakukan oleh dokter yang ahli biasanya dokter bedah atau jika kanker sudah menjalar ke kulit bisa dilakukan oleh dokter spesialis kulit. Proses biopsi tidak sakit atau paling tidak sakitnya bisa ditolerir jika diharuskan melakukan irisan kecil biasanya dokter akan memberikan bius lokal saja.

Kenapa Perlu Dilakukan Biopsi?

Dokter tidak tahu apakah benjolan itu sel kanker atau bukan jadi untuk memastikan dokter perlu mengambil sampel dari benjolan itu dan menelitinya. Tujuan dari biopsi untuk mengetahui jenis sel kanker, khusus untuk kanker payudara menurut pengalaman kami akan dicek apakah kanker payudara ini bersifat PR+ atau PR- (akan kami jelaskan pada bagian berikutnya).

Tanpa biopsi dokter tidak akan mengetahui jenis dari sel kanker sehingga anda tidak bisa mendapatkan pengobatan kanker yang tepat. Misalnya jika diketahui kanker payudara ini bersifat hormonal maka anda bisa diberikan terapi homornal sebagai salah satu cara pengobatan kanker payudara.

Pentingnya Biopsi Pada Kanker Payudara

Hasil biopsiKenapa biopsi penting untuk penderita kanker payudara? Biopsi dapat digunakan untuk menentukan apakah sel kanker bersifat hormonal atau tidak. Jika ternyata bersifat hormonal seperti yang sudah kami jelaskan diatas anda bisa menggunakan terapi hormonal untuk mengobati kanker anda.

Kami akan memberikan contoh hasil biopsi pada kanker payudara sehingga anda bisa lebih jelas mengerti kenapa penting bagi dokter untuk melakukan biopsi. Ketika anda melakukan biopsi maka akan mengeluarkan hasil seperti ini:

  • Esterogen Reseptor (ER), jika hasilnya ER+ maka bersifat hormonal sehingga anda bisa menggunakan terapi hormon. Selain diketahui positif anda bisa mengetahui seberapa efektifnya terhadap hormon misal 90% maka kanker akan efektif ketika menggunakan terapi hormon.
  • Progesteron Reseptor (PR), jika hasilnya PR+ maka bersifat hormonal sehingga anda bisa menggunakan terapi hormon. Selain diketahui positif anda bisa mengetahui seberapa efektifnya terhadap hormon misal 90% maka kanker akan efektif ketika menggunakan terapi hormon.
  • HER2 adalah salah satu hasil yang akan muncul pada hasil biopsi. Ada 2 macam hasil yaitu HER2+ dan HER2-. Untuk mengetahui lebih detail biasanya dokter akan menyarankan melakukan FISH test.

Ketika hasil biopsi ER+ dan PR+ artinya sel kanker hanya makan hormon saja jadi terapi hormon bisa digunakan untuk mencegah aliran hormon agar tidak masuk ke sel kanker sehingga sel kanker akan kelaparan dan mati. Sebaliknya jika hasilnya ER- dan PR- maka sel kanker memakan segalanya bukan hanya hormon saja jadi terapi hormon tidak bisa digunakan untuk hal ini.

Sedangkan untuk HER2 ada 2 yaitu postif dan negatif, ketika hasilnya negatif menurut pengalaman kami pertumbuhan sel kanker tidak begitu ganas sedangkan jika positif sel kanker selalu aktif dan terus membelah diri jadi lebih ganas untuk itu perlu obat tambahan yang lebih efektif. Ada 3 obat yang bisa digunakan untuk HER2 Positif yaitu:

Pada bagian ini anda sudah mengerti pentignya biopsi untuk kanker payudara. Penjelasan yang kami berikan ini agak teknis sesuai dengan pengalaman yang kami alami ketika menjelani biopsi pada kanker payudara. Penjelasan teknis ini akan berguna bagi anda yang masih belum pengalaman menjalani biopsi.

Apakah Biopsi Membuat Sel Kanker Lebih Cepat Menyebar?

Nah pertanyaan ini yang paling sering ditanyakan oleh penderita kanker, apakah biopsi akan memperparah kanker? Menurut dokter bedah kanker payudara yang kami kunjungi di Singapura menjelaskan bahwa biopsi itu tidak membuat sel kanker menjadi lebih parah atau lebih cepat menyebar. Banyak rumor menjelaskan bahwa ketika sel kanker itu diam dan ketika diganggu tentu saja merespon gangguan itu dengan berkembang lebih cepat. Mana yang harus kita percaya? Pendapat kami adalah penjelasan dokter bedah yang harus kita jadikan patokan karena dokter sudah ahli di dalam bidangnya sedangkan itu hanya rumor yang sampai saat ini kami sendiri tidak bisa membuktikannya.

Pengalaman Melakukan Biopsi di Singapura

Bagian ini kami akan menceritakan singkat pengalaman kami menjalani biopsi di Singapura. Kami menjalani biopsi pada awal ketemu dokter. Biopsi dilakukan oleh ahli bedah kanker payudara kemudian dilakukan test dan hasilnya adalah ER+ dan PR+ sedangkan untuk HER2 masih belum jelas jadi perlu dilakukan FISH test. Hasil FISH test adalah HER2-, ini membuat kami bersyukur sekali karena kami tidak memerlukan obat sejenis herceptin. Obat herceptin tidak murah dulu kami mengecek harganya sekitar SGD 5000 untuk 1x injeksi saja.

Untuk hasil ER+ dan PR+ berarti kami bisa menjalani terapi hormon. Terapi hormon sangat mudah dan ringan bagi tubuh. Tujuannya adalah membendung kanker tidak mendapatkan hormon sebagai makanan jadi sel kanker akan mati. Setelah kami menjalani kemoterapi 8x kami bisa menggunakan terapi hormon untuk membuat sel kanker mati.

Untuk proses biopsi yang kami jalani tidak sakit, kami melakukan 2x di Singapura yaitu di awal sebelum pengobatan dan beberapa bulan setelahnya. Dan itu dilakukan oleh 2 dokter yang berbeda tetapi prosesnya tidak berat seperti operasi. Jadi anda jangan membayangkan bahwa biopsi itu seperti operasi besar.

Kesimpulan

Posting kali ini kami menceritakan mengenai pengalaman kami menjalani biopsi untuk kanker payudara dan hasil dari biopsi untuk kanker payudara. Kami juga menjelaskan sedikit mengenai hasil biopsinya. Semoga penjelasan singkat kami bisa membantu anda menjawab semua pertanyaan mengenai biopsi khususnya bagi anda penderita kanker payudara yang masih baru saja terdiagnosa. Semoga pengalaman yang kami ceritakan ini bisa membantu semua penderita kanker payudara yang ada di dunia khususnya di Indonesia.

Jika anda ingin bertanya atau berdiskusi silahkan bisa menuliskan pada bagian komentar di bawah posting ini. Kami dengan senang hati akan menjawabnya sebisa kami.

Baca artikel lain mengenai Efek Samping Radioterapi

Manfaat Daun Sirsak dan Kulit Manggis

Gunakan Manfaat Daun Sirsak dan Kulit Manggis Untuk Membunuh Kanker

Posting kali ini kita akan membahas mengenai manfaat daun sirsak dan kulit manggis. Anda semua sudah mendengar bahwa rebusan daun sirsak dosisnya seperti 10.000x obat kemo begitu pula dengan kulit manggis. Apakah itu benar? Apakah ada buktinya? Kami sendiri sampai saat ini belum menemukan bagaimana bisa dikatakan 10.000x lebih hebat dari kemoterapi.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas berdasarkan apa yang sudah kami alami dalam menggunakan daun sirsak, buah sirsak dan kulit manggis untuk obat herbal kanker payudara. Berikut ini adalah testimonial dari kami semoga bisa berguna bagi penderita kanker di dunia.

Manfaat Daun Sirsak Dan Efek Sampingnya

daun-sirsakSingkat kata kami sendiri masih belum percaya kalau daun sirsak bisa menyembuhkan kanker karena kami sendiri belum menjumpai survivor kanker yang berhasil sembuh hanya dengan rebusan daun sirsak. Jika ada bisa mengontak kami pada email kami akan kami interview dan menjadikan interview anda sebagai inspirasi untuk penderita kanker lainnya.

Untuk manfaat secara detailnya manfaat daun sirsak anda pasti sudah memperolehnya dari website lain, sedangkan yang kami tekankan disini adalah pengalaman kami dalam menggunakannya untuk berperang dengan kanker payudara. Pengalaman kami adalah merebus 7 lembar daun sirsak dan meminumnya, hasil yang terjadi adalah pinggang menjadi linu-linu dan sakit begitu pula dengan lutut. Itu masih baru pertama kali minum. Ini mungkin hanya terjadi pada kasus kami saja, jadi ini membuktikan bahwa rebusan daun sirkak tidak teruji klinis.

Analisa yang kami peroleh akibat itu adalah bahwa obat herbal tetap berefek samping tidak hanya kemoterapi saja herbal pun tetap ada efek sampingnya. Kenapa bisa linu dan sakit pada persendian pendapat kami adalah sifat rebusan daun sirsak itu “dingin” jadi membuat badan kita terlalu dingin sehingga persendian jadi sakit.

Memang kandungan dari daun sirsak dapat membunuh sel kanker tetapi apakah penderita kanker bisa menerima efek sampingnya? Untuk kasus kami, kami tidak bisa menerima efek samping itu karena baru minum 1x saja sudah linu dan sakit. Untuk itu terapi herbal daun sirsak kami STOP.

Manfaat Kulit Manggis dan Efek Sampingnya

kulit manggis

Untuk kulit manggis anda juga sudah mengetahuinya bahwa manfaat dari kulit manggis dapat membunuh sel kanker. Kami juga menggunakan obat herbal ini untuk mengobati kanker payudara. Yang kami lakukan adalah:

  • Menjemur kulit manggis hingga kering
  • Memblender kulit manggis hingga halus
  • Memasukkannya ke dalam kapsul
  • Meminumnya rutin sehari 3x.

Efek yang kami rasakan waktu itu adalah pada area kanker terasa panas (analisa kami adalah kanker mungkin berperang dengan obat herbal jadi timbul rasa panas itu), hal ini sama dengan kemoterapi yang sudah kami jalani sebelumnya.

Kemudian selang beberapa hari ternyata herbal kulit manggis juga mempunyai efek samping yaitu susah buang air besar. Jadi analisa kami adalah kulit manggis sifatnya panas sehingga membuat susah buang air besar tapi paling tidak ketika meminumnya ada efek panas yang bisa diartikan bereaksi dengan kanker. Tetapi kami juga tidak berhasil sembuh dengan kulit manggis, bagi anda survivor kanker yang membaca blog kami ini, kami berharap kesediaannya untuk mengontak kami dan membagi pengalaman anda bagaimana bisa sembuh dengan kulit manggis.

Kombinasi Manfaat Buah Sirsak dan Kulit Manggis

Setelah 2 bagian diatas ini kami sudah membuktikan tidak bekerja dengan baik pada kasus kami jadi kami mulai mencari informasi lagi mengenai sirsak dan manggis. Kami membaca dari internet memang kadungan dari daun sirsak dan kulit manggis dapat membunuh sel kanker tetapi kenapa tidak bekerja pada kasus kami, ini yang menjadi pertanyaan yang tidak bisa terjawab. Oleh karena itu kami menggunakan cara lain menggabungkan keduanya, berikut ini pengalaman kami.

Pengalaman Kami

Tetap menggunakan kulit manggis tetapi sirsaknya kami menggunakan buahnya yang masih setengah matang. Berikut ini cara mengolah kami:

  • Buah manggis kami ambi kulitnya dan dijemur sampai kering.
  • Blender hingga halus.
  • Sirsak kami ambil buahnya yang masih mentah terus kami potong-potong tipis-tipis dan dijemur sampai kering.
  • Setelah terus di blender sampai halus.
  • Kedua hasil blender antara kulit manggis dan buah sirsak kami campur dan kami masukkan ke dalam kapsul.

Hasilnya kami berhasil menekan efek samping dari keduanya. Sirsak yang sifatnya dingin dan kulit manggis yang sifatnya panas ketika dipaduan menjadi balance (seimbang). Jadi persedian tidak linu/sakit dan buang air besar bisa tetap lancar. Tetapi sayangnya dari terapi obat herbal ini masih belum mampu menyembuhkan kasus kami yaitu kanker payudara stadium 4.

Apakah Ada Survivor Yang Berhasil Sembuh Dari Daun Sirsak atau Kulit Manggis

Pada bagian ini kami khususkan bagi survivor kanker yang berhasil sembuh dari daun sirsak atau kulit manggis untuk share kepada kami. Kami mohon untuk menghubungi kami melalui email transferfactorformula@gmail.com cerita anda bisa sembuh dari kanker dengan menggunakan daun sirsak atau kulit manggis.

Jika diperkenankan kami ingin melakukan interview atau paling tidak via chatting atau email sehingga anda bisa bercerita kisah perang anda dengan kanker dan bisa menginspirasi semua penderita kanker di dunia.

Kesimpulan

Dari semua bagian kami sudah menceritakan pengalaman kami menggunakan daun sirsak, buah sirsak dan kulit manggis sebagai senjata kami berperang dengan kanker payudara dan kami kalah karena semuanya tidak bekerja sesuai apa yang kami harapkan. Semoga pengalaman kam ini bisa membantu anda semuanya yang sekarang sedang berjuang melawan kanker. Bila anda ingin share atau berkomentar silahkan langsung menuliskan di bawah posting ini.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Dengan Radioterapi