Category Archives: Pola Makan

Makanan Setelah Kemoterapi

Cara Memilih Makanan Setelah Kemoterapi

Salah satu cara yang umum dilakukan untuk proses pengobatan pasien yang terserang kanker adalah dengan melakukan kemoterapi. Kemoterapi sendiri merupakan sebuah usaha yang bisa mengganggu reproduksi dari sel kanker dan akhirnya membantu membunuh sel-sel kanker itu sendiri. Akan tetapi, upaya kemoterapi sendiri bukan tanpa efek samping. Salah satu efek yang timbul setelah kemoterapi adalah rasa mual. Oleh karena itu, baik pasien maupun keluarga pasien harus bisa memilih dan mengolah makanan setelah kemoterapi yang cocok dan sehat.

Menu Makanan yang Baik Selama Masa Kemoterapi

Menu makanan yang sehat tidak hanya diperlukan pascakemoterapi saja, tetapi juga harus diberikan kepada pasien selama proses kemoterapi. Memilih makanan yang sehat dan mendukung proses penyembuhan dari kanker selama kemoterapi adalah pilihan yang bijak. Berikut jenis-jenis makanan yang baik dikonsumsi oleh pasien yang sedang menjalani kemoterapi.

Sayur-sayuran

Tidak bisa dipungkiri, sayuran memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Sayuran juga ternyata merupakan salah satu jenis makanan yang baik dikonsumsi oleh mereka yang sedang menjalani kemoterapi. Beberapa kandungan dalam sayuran hijau seperti Vitamin E, Vitamin K, Vitamin A, dan zat besi sangat bermanfaat untuk membantu dalam melancarkan peredaran oksigen dan sel darah merah ke seluruh tubuh. Lancarnya peredaran oksigen dan sel darah merah ini sangat baik untuk para pasien penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi.

Telur dan Jahe

Telur merupakan salah satu jenis makanan yang kaya akan protein sehat, Vitamin B, Vitamin D, Vitamin E, dan selenium. Semua kandungan nutrisi tersebut memiliki banyak manfaat seperti membantu menjaga tubuh dari efek samping obat kanker yang keras dan membantu dalam mengurangi efek setelah melakukan kemoterapi.

Sedangkan jahe kaya akan sifat anti-inflamasi. Fungsinya dalam hal ini bisa membantu dalam mengurangi rasa mual dan muntah selama pasien menjalani kemoterapi. Jahe ini bisa dibuat dalam bentuk teh hangat yang lezat.

Kacang-kacangan

Salah satu jenis makanan yang juga baik untuk pasien yang sedang menjalani kemoterapi adalah kacang-kacangan. Kacang-kacangan mengandung Vitamin B dan protein yang tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan perbaikan sel dan kekebalan tubuh dari pasien yang sedang kemoterapi.

Yogurt

Selain jenis makanan yang sehat, minuman yang baik untuk pasien yang sedang menjalani kemoterapi adalah yogurt. Olahan dari susu yang memiliki rasa agak asam ini memiliki manfaat untuk mencegah turunnya berat badan pasien dan mencegah diare.

Puding

Untuk jenis makanan ringannya yang ditujukan sebagai camilan, puding merupakan pilihan yang tepat. Pastikan membuat puding sendiri agar bisa menentukan bahan apa saja yang baik untuk puding bagi pasien kemoterapi. Keluarga pasien juga bisa menambahkan bahan lain seperti susu yang bisa meningkatkan nutrisi dan kandungan di dalam puding itu sendiri dan tentunya bermanfaat untuk pasien.

Kentang yang Ditumbuk

Jenis makanan lain yang baik untuk pasien kemoterapi adalah kentang tumbuk. Pasien yang sedang menjalani kemoterapi sebaiknya mengonsumsi makanan yang lembut dan tentunya mudah untukdicerna. Kentang tumbuk yang dicampur dengan mentega dan susu bisa membantu untuk mencegah terjadinya penurunan berat badan pada pasien kemoterapi.

Tips Makan ketika Mual saat Kemoterapi

Mual dan muntah merupakan salah satu efek samping dari kemoterapi. Bisa dikatakan ini adalah hal yang memang terjadi pada setiap pasien kemoterapi. Kondisi ini tentunya membuat pasien merasa sangat tidak nyaman. Untuk mengatasi hal tersebut pemilihan jenis makanan dan cara makan harus diperhatikan dengan baik agar pasien tidak mudah mual dan muntah. Berikut beberapa tips untuk makan di saat terasa mual ketika sedang menjalan kemoterapi.

  1. Pasien sebaiknya makan terlebih dahulu sebelum memulai proses kemoterapi.
  2. Pasien sebaiknya memakan makanan yang lembut, mudah dicerna, dan lunak daripada memakan makanan yang sifatnya kerasa sehingga membuat sistem pencernaannya tidak bekerja terlalu keras.
  3. Menghindari jenis makanan yang pedas dan panas.
  4. Usahakan agar pasien selalu berkumur sebelum dan sesudah makan.
  5. Sebaiknya pasien berbaring setelah ia makan.
  6. Jangan sampai pasien minum dan makan terlalu cepat.
  7. Tidak dianjurkan makanan yang banyak mengandung gula sehingga menjadi terlalu manis.
  8. Tidak mengonsumsi makanan yang memiliki aroma terlalu kuat.
  9. Makanan yang sifatnya terlalu berat, kaya akan santan dan minyak, sebaiknya tidak diberikan kepada pasien.
  10. Memberikan pengalih perhatian kepada pasien saat sedang makan misalnya membaca buku atau menonton TV. Hal tersebut bisa membantu pasien untuk terhindar dari rasa mual yang mungkin muncul saat sedang makan.

Tips Cara Membuat/Menyusun Menu Makanan Setelah Kemoterapi

Masa-masa kurang nyaman tidak hanya berlangsung pada saat kemoterapi saja, tetapi juga setelahnya. Beberapa efek kemoterapi bisa saja masih terasa bahkan setelah selesai kemoterapi, termasuk masalah makanan. Pasien yang sudah selesai proses kemoterapi harus mendapatkan asupan makanan setelah kemoterapi yang sehat dan mampu memulihkan kondisinya. Akan tetapi, tidak semua jenis makanan baik untuk pasien yang baru saja selesai melakukan kemoterapi. Keluarga pasien harus bisa mengatur, membuat, dan menyusun menu makanan sehat yang tepat untuk pasien yang sudah dikemoterapi. Berikut cara membuat/menyusun menu makanan setelah kemoterapi.

Menu Salad Sayur dengan Minyak Zaitun

Salah satu jenis makanan yang sehat dan lezat untuk pasien yang sudah menjalan kemoterapi adalah salad sayur. Ada baiknya, untuk pasien yang baru saja melakukan kemoterapi, jenis sayuran yang dipilih adalah yang memiliki warna mencolok yang berbeda. Usahakan juga tidak mengonsumsi jenis sayur yang sama setiap hari. Usahakan untuk memilih jenis sayuran kombinasi yang berbeda. Untuk menambah cita rasa dari salad, gunakan minyak zaitun sebagai dressingnya, jangan menggunakan bahan lain yang kandungan lemaknya tinggi.

Menu Telur Rebus

Seperti sudah dibahas dalam poin sebelumnya, telur memiliki banyak kandungan yang baik untuk pasien yang sudah menjalani kemoterapi. Akan tetapi, pengolahan menu telu untuk pasien harus sangat diperhatikan. Hindari cara memasak dengan digoreng karena kurang baik untuk pasien. Telur sebaiknya direbus saja sehingga aman untuk pasien. Menu telur rebus ini bisa digabung dengan makanan lainnya sebagai lauk untuk makan berat.

Menu Camilan Sehat

Pasien yang sudah menjalani kemoterapi juga membutuhkan menu makanan sampingan seperti camilan agar selera makannya meningkat. Hanya saja, camilan untuk pasien harus dijaga dan tentunya sehat. Salah satu menu camilan sehat untuk pasien adalah sayuran dan kacang yang direbus. Keluarga pasien bisa menggabungkan aneka makanan rebusan seperti kacang rebus, jagung rebus, buncis rebus, edamame rebus dalam sebuah piring saji sebagai camilan untuk pasien.

Menjaga jenis makanan setelah kemoterapi untuk pasien sangat penting untuk diperhatikan. Jika pasien masih harus menjalani kemoterapi beberapa waktu ke depan, maka perhatikan juga asupa nutrisi yang baik sebelum kemoterapi selanjutnya. Contohnya seperti jus untuk pasien kemoterapi, suplemen pasca kemoterapi, dan makanan bernutrisi lainnya yang baik dikonsumsi sebelum menghadapi kemoterapi selanjutnya.

Selain makanan setelah kemoterapi, kesehatan mental pasien juga penting untuk dijaga. Pastikan pasien selalu merasa tenang dan berpikiran positif, agar harapannya untuk sembuh bisa terus terjaga.

Baca artikel lain mengenai Terapi Stem Cell

Makanan Sehat Setelah Operasi Kanker Payudara

Asupan Makanan Sehat Setelah Operasi Kanker Payudara

Operasi pengangkatan payudara, kemoterapi, radiasi, dan konsumsi obat oral jangka panjang, merupakan rangkaian pengobatan bagi penderita kanker payudara. Meski tidak semua penderita menjalani rangkaian pengobatan komplit, namun pada kenyataannya mereka akan menjalani lebih dari satu jenis pengobatan.

Misalnya, operasi pengangkatan payudara yang diteruskan dengan kemoterapi dan obat oral, tanpa harus menjalani radiasi. Atau, pada stadium lanjut, penderita tidak dianjurkan menjalani pembedahan, tapi harus melakukan kemoterapi dan radiasi.

Begitu panjangnya perjuangan penderita kanker payudara untuk bisa segera sembuh, tak jarang menimbulkan stres dan penurunan kondisi tubuh. Apalagi, efek samping dari kemoterapi dan radiasi yang begitu besar, acap membuat penderita kanker drop hingga kenyataan terburuk meninggal dunia sebelum rangkaian pengobatan tuntas di lakukan.

Salah satu upaya untuk mempercepat penyembuhan dan meningkatkan ketahanan tubuh adalah mengonsumsi makanan sehat. Ada beberapa makanan pasca operasi kanker payudara yang sangat dianjurkan, yakni:

  • Buah-buahan. Vitamin yang terkandung dalam buah-buahan, berkhasiat menambah energi, memperbaiki struktur kulit pada bekas operasi, dan menyegarkan tubuh. Selain itu, kemampuan buah-buahan dalam menangkal radikal bebas tidak perlu diragukan. Beberapa buah-buahan seperti kiwi, apel, buah naga, sirsak, dan jeruk terbukti dapat menghambat terbentuknya sel kanker.
  • Gandum. Selain nasi, gandum dapat dijadikan alternatif makanan sehat setelah operasi kanker payudara. Pasca operasi dan selama proses pengobatan berjalan, penderita kanker akan mengalami kelesuan. Dalam hal ini, gandum memberi fungsi yang sama seperti halnya nasi, yakni untuk menjaga kestabilan energi. Namun kandungan gula dalam gandum lebih rendah dan seratnya lebih tinggi daripada nasi. Sehingga, cocok dijadikan menu diet sehat serta menjadikan tubuh lebih kuat.
  • Kentang. Kentang turut memberi kebaikan yang sama seperti gandum. Kentang memiliki kandungan tepung yang beruna sebagai sumber karbohidrat. Di dalam tubuh, karbohidrat bekerja untuk menghasilkan energi bagi manusia. Oleh karena itu, kentang menjadi salah satu makanan sehat setelah kanker payudara yang cukup banyak direkomendasikan oleh para ahli gizi. Untuk penyajian terbaik, lebih disarankan kentang yang direbus atau dikukus daripada kentang goreng atau panggang.
  • Pasta. Selama ini, pasta identik dengan makanan junk food yang membahayakan kesehatan. Padahal, faktanya tidaklah seburuk itu. Yang menjadikan image pasta buruk adalah penggunaan bumbu instant yang biasa disertakan dalam pasta-pasta siap saji. Mengolah pasta dengan meracik bumbu-bumbu alami sendiri sama sekali tidak membahayakan kesehatan. Jadikan pasta sebagai salah satu variasi makanan pasca operasi kanker payudara.
  • Daging. Pasca operasi dan selama prose kemoterapi berjalan, sangat bagus bila dibantu dengan mengonsumsi daging merah. Namun, yang perlu diingat, daging yang dianjurkan adalah daging merah tanpa lemak. Pemilihan daging merah tanpa lemak ditujukan untuk menekan risiko terjadinya kolesterol. Jadi, pilihlah secara cermat bagian-bagian yang memang tidak mengandung lemak sama sekali.
  • Susu. Sebagian besar wanita menghindari susu karena takut gemuk. Padahal mengonsumsi susu bukan hanya baik dilakukan pasca operasi kanker, melainkan kapan saja. Susu dapat menjaga kepadatan tulang, meningkatkan energi, dan menimbulkan rasa nyaman/rileks setelah meminumnya. Bersyukurlah bahwa saat ini telah banyak produk susu yang diproduksi khusus untuk penderita kanker. Fungsinya bukan untuk menyembuhkan, tetapi memberi kekuatan saat proses penyembuhan melalui nutrisi yang lebih padu daripada susu biasa.
  • Kacang-kacangan. Makanan pasca operasi kanker payudara yang juga baik dikonsumsi adalah kacang-kacangan seperti seperti kacang hijau, kacang merah, kacang panjang, dan kacang kedelai. Kacang-kacangan mengandung antioksidan yang baik untuk melawan pembentukan sel-sel kanker baru dan membantu memperbaiki kerusakan sel. Kepadatan kalori yang terdapat di dalamnya mampu menghilangkan rasa lapar seketika, namun tidak membuat tubuh menjadi gemuk. Silakan mengonsumsi kacang-kacangan sebagai makanan utama maupun camilan.
  • Telur. Protein yang terdapat pada putih telur sangat bermanfaat untuk melawan sel kanker di dalam tubuh. Makanan ini baik dikonsumsi pada pagi dan malam hari.
  • Ikan. Selain protein pada putih telur, ikan juga memiliki kandungan protein yang sangat dibutuhkan tubuh untuk melawan kanker. Namun, tidak semua ikan. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan tuna mengandung protein yang lebih besar dibandingkan ikan-ikan lainnya.

Pantangan Makanan Setelah Operasi Payudara

Meski telah menjalani operasi pengangkatan tumor/kanker payudara, bukan berarti pasien bisa bebas dari ancaman kanker untuk selanjutnya. Kekhawatiran terbesar adalah sel-sel kanker sekunder yang bisa jadi tertinggal membelah diri dan kembali mengganas. Untuk mengatasinya, dibutuhkan kedisipilinan yang kuat dalam menjalani pengobatan dan menjauhi pantangan.

Ada beberapa pantangan makanan setelah operasi tumor payudara yang perlu diketahui, antara lain:

  • Kangkung dan sawi putih. Sayur-sayuran memang bagus untuk tubuh. Tetapi, kedua jenis sayur ini diklaim dapat menurunkan efektivitas/keampuhan kerja dari obat yang dikonsumsi.
  • Cabai. Mengonsumsi cabai dapat membangkitkan selera makan. Namun cabai juga dapat menurunkan kadar oksigen di dalam tubuh. Sebaiknya, kurangi mengonsumsi cabai pasca operasi payudara.
  • Makanan yang diawetkan, terutama makanan kalengan.
  • Buah-buahan yang memiliki kadar alkohol tinggi seperti durian, nenas, dan lengkeng disinyalir dapat mendorong perkembangbiakan sel kanker primer maupun sekunder.
  • Ikan asin. Ikan asin mengandung bahan allergen yang menghambat proses penyembuhan luka pasca operasi, menimbulkan rasa gatal, dan mengganggu proses penyerapan air di dalam tubuh.

Nah itulah beberapa jenis makanan sehat setelah operasi kanker payudara, juga pantangan yang harus dihindari. Semangat dan disiplin dalam menjalani pengobatan adalah mukjizat yang mendekatkan seseorang pada kesembuhan. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Daun Belalai Gajah

Kedelai Fermentasi dan Non Fermentasi

Perbedaan Kedelai Fermentasi dan Non Fermentasi

kedelai-fermentasi-dan-non-fermentasiSecara garis besar, produk kedelai dapat digolongkan dalam 2 jenis, yaitu kedelai fermentasi dan non fermentasi dimana masing-masing jenis ini memiliki karakter yang tidak sama. Jenis produk fermentasi kedelai antara lain yaitu tempe, kecambah kedelai atau tauge, miso, kecap dan natto. Sedangkan yang non fermentasi misalnya susu kedelai, tahu dan sebagainya.

Kedelai yang Difermentasikan

Sejak dulu kedelai terkenal sebagai bahan makanan sehat dan memiliki manfaat yang sangat besar untuk mencegah serangan beberapa jenis penyakit seperti kanker rahim, kanker prostat dan kanker payudara.

Dari sekian banyak penelitian yang pernah dilaksanakan sebagian besar hasilnya menunjukan adanya perbedaan yang cukup besar antara kedelai fermentasi dan nonfermentasi. Jika terjadi kesalahan dalam mengonsumsinya, usaha untuk menyembuhkan kanker tidak akan berhasil. Yang terjadi justru sebaliknya, risiko terhadap kanker ensphagus, perut, tiroid, pankreas dan hati justru akan meningkat.

Selain itu, hampir semua produk fermentasi kedelai lebih mudah dan cepat dicerna oleh tubuh. Kandungan proteinnya mampu berperan sebagai pengganti protein hewani dengan kandungan asam jenuh yang rendah sekaligus bebas dari kolesterol jahat.

Hasil produksi fermentasi kacang kedelai juga bisa membuat jantung dan tulang makin sehat. Kemudian khusus kaum wanita dewasa, jika rajin mengonsumsi kedelai yang difermentasi maka risiko gejala menopause bisa dikurangi.

Banyak ahli kesehatan yang menyebutkan apabila protein yang terkandung dalam fermentasi kacang kedelai bisa mengurangi kadar kolesterol jahat LDL dan sekaligus bisa meningkatkan kolesterol yang dibutuhkan yaitu HDL.

Isoflavon dalam kedelai juga memiliki zat yang mampu menaikan tingkat fleksibilitas dalam pembuluh darah. Hal ini dapat dibuktikan dengan rendahnya angka serangan penyakit kanker dan jantung di negara-negara Asia yang sebagian besar penduduknya punya tingkat konsumsi tinggi terhadap kacang kedelai khususnya di negara Tiongkok.

Kedelai non Fermentasi

Meski berasal dari sumber yang sama dalam produksinya, tetapi dapat dikatakan jika kedelai fermentasi dan nonfermentasi memiliki sifat yang saling berlawanan. Kedelai non fermentasi harus dihindari atau minimal dibatasi tingkat konsumsinya karena memiliki beberapa macam kandungan zat berbahaya.

Salah satu dari zat berbahaya tersebut adalah goitrogen, berupa komponen yang bisa memicu terjadinya gangguan pada fungsi tiroid. Jika gangguan ini muncul pada seseorang, akibatnya orang tersebut punya risiko lebih tinggi kena serangan kanker tiroid.

Kandungan merugikan berikutnya yang ada dalam kedelai non fermentasi, yaitu asam phytic, berupa asam yang bisa membuat proses penyerapan mineral dalam tubuh jadi terhalang. Jenis mineral tersebut antara lain zat besi, tembaga dan tembaga. Adapun dampak dari halangan ini adalah risiko terjadinya diabetes dan terganggunya sistem kerja kekebalan tubuh.

Selanjutnya adalah penghambat trypsin yang dapat membuat tubuh kurang mampu mencerna asupan protein. Sedangkan untuk bayi dan anak-anak, proses pertumbuhannya tidak berjalan dengan lancar.

Nitrat juga sering terkandung dalam kedelai non fermentasi. Zat ini memiliki sifat karsinogen yang jadi salah satu penyebab adanya serangan kanker. Kemudian ada phyto oestrogen yang selama ini dianggap sebagai faktor munculnya penyakit leukimia terutama pada anak-anak.

Alumunium merupakan salah satu jenis zat yang diperlukan oleh tubuh. Tapi jika jumlahnya melebihi ambang batas bisa menimbulkan penyakit alzeheimer. Perlu diketahui, susu kedelai yang merupakan produk non fermentasi mempunyai kandungan alumunium sebanyak 11 kali lipat dibanding susu formula.

Hal yang sama terjadi pada manganese yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Jika asupannya pas, zat ini berfungsi sebagai pembantu sel tubuh untuk memproduksi energi atau tenaga. Namun sayangnya kandungan manganese dalam kedelai non fermentasi terlalu tinggi. Jumlah asupan manganese yang terlalu berlebihan bisa membuat saraf otak jadi rusak yang selanjutnya akan berdampak pada munculnya penyakit parkinson.

Perbedaan lain antara kedelai fermentasi dan non fermentasi yaitu terletak dalam kandungan omeganya. Jika kedelai fermentasi memiliki kandungan omega 3 yang lebih besar, sedangkan kedelai non fermentasi justru punya kandungan omega 6 yang lumayan tinggi. Jika masuk ke dalam tubuh, ketidakseimbangan ini akan menimbulkan penyakit kanker, arthritis, diebetes, jantung, asma hingga depresi dan hiperaktif.

Risiko Lain dari Kedelai Non-Fermentasi

Organisasi Cancer Council NSW sudah berapakali memberi peringatan bagi penderita kanker agar mengurangi konsumsi kedelai yang diproses secara non fermentasi karena bisa membuat pertumbuhan sel kanker terus meningkat.

Pada uraian atas memang disebutkan bahwa produk fermentasi kacang kedelai memiliki nilai guna yang sangat tinggi untuk menyembuhkan kanker. Tapi apabila yang dikonsumsi adalah kedelai non fermentasi, yang terjadi justru sebaliknya.

Perlu diperhatikan pula, tubuh orang dewasa mempunyai perlengkapan yang lebih sempurna ketika harus menghadapi efek negatif dari kedelai non fermentasi. Tapi sangat berbeda sekali dengan bayi yang sistem pertahanannya masih rendah. Mereka lebih rentan terkena penyakit seperti yang telah dijelaskan di atas.

Kita memang punya hak untuk mengonsumsi kedelai fermentasi dan non fermentasi. Namun sebaiknya semua orang harus mampu bertindak bijaksana dalam menentukan pilihan tersebut. Jangan sampai menyesal setelah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Air Alkali