Category Archives: Pola Makan

Jus Untuk Kanker Serviks

Jus Untuk Kanker Serviks Yang Paling Segar Dan Cara Membuatnya

Kanker serviks adalah jenis kanker yang paling mematikan, biasanya terjadi pada para wanita. Oleh karena merupakan kanker yang terdapat pada bagian leher rahim.

Jumlah penderita kanker serviks di Indonesia saja sudah ada sangat banyak apalagi jika ditambah jumlah penderita dari seluruh dunia. Penyebab kanker serviks itu bermacam-macam, tapi yang paling bisa menjadi penyebabnya adalah pola hidup tidak sehat.

Pengobatan untuk kanker serviks memang sudah ada hanya tidak ampuh untuk semua pasien. Maka dari itu supaya tidak terjadi para wanita harus lebih banyak mengonsumsi makanan-makanan yang sehat.

Jus untuk kanker serviks termasuk yang bisa menghindarkan wanita dari penyakit mematikan ini.

Ada banyak sekali buah-buahan yang bisa dikonsumsi untuk mencegah penyakit ini baik langsung dimakan atau telah dibuat menjadi jus. Selain itu ada juga sayuran dan tanaman-tanaman obat. Dapatkan informasi mengenai pembuatan jus untuk kanker serviks pada pembahasan di bawah ini.

Penyebab Kanker Serviks Ternyata Kebiasaan Sehari-hari!

Gejala awal dari kanker serviks memang sulit sekali untuk diketahui. Jadi biasanya para penderita akan mulai memeriksakan kondisinya atau divonis menderita penyakit ini ketika sudah ada dalam stadium tengah.

Ternyata, beberapa kegiatan sehari-hari termasuk yang bisa memicunya. Contohnya antara lain.

1. Penggunaan Pil KB

Ada banyak wanita yang menggunakan pil KB. Meski memang memiliki manfaat, tapi jika menggunakannya dalam jangka panjang maka bisa menjadi penyebab kanker serviks. Oleh karena bisa berpengaruh terhadap kesehatan dari leher rahim. Apabila penggunaannya dihentikan maka risiko terkena kanker serviks akan turun.

Namun jika Anda terpaksa harus menggunakannya maka harus banyak berkonsultasi dengan dokter kandungan.

2. Kurangnya Konsumsi Sayuran dan Buah-buahan Segar

Ini dia kebiasaan sepele yang justru semakin membuat risiko kanker serviks lebih tinggi. Wanita yang kurang mengkonsumsi 2 bahan alami ini punya risiko dua kali lipat lebih besar untuk terserang penyakit ini. Padahal di dalam kedua bahan makanan ini terdapat banyak sifat anti kanker.

Oleh karena menjadi salah satu penyebabnya maka untuk menyembuhkannya pun perlu menggunakan bantuan dari dua bahan ini. Salah satu caranya dengan membuat jus untuk kanker serviks.

Jus untuk Mencegah Penyakit Serviks

Jus yang dibuat untuk mencegah penyakit kanker serviks ini berasal dari sayur-sayuran, buah-buahan, dan berbagai tumbuhan obat. Ada beberapa bahan yang mungkin baru Anda dengar tapi kebanyakan sudah tidak asing lagi.

Apa saja bahan-bahan yang dimaksud? Langsung saja lihat pembahasannya sebagai berikut.

Jus Brokoli

Brokoli memang sudah dikenal akan khasiatnya sebagai sayuran anti kanker karena memiliki kandungan sulforaphane yang tinggi. Selain bisa mencegah kanker serviks juga bisa mencegah kanker payudara.

Kandungan lain yang terdapat di dalam brokoli adalah kalsium, kalium, vitamin A, dan bahan-bahan mineral lain.

Cara untuk membuat jus anti kanker serviks menggunakan brokoli adalah sebagai berikut.

  • Selain menyiapkan satu tangkai brokoli yang besar, siapkan juga setangkai seledri, dan tiga buah wortel.
  • Sesudah itu bersihkan semua bahan-bahannya dan potong sampai kecil-kecil.
  • Selanjutnya langsung saja blender semuanya sampai tercampur rata dan lembut.

Sesudah itu Anda bisa langsung mengkonsumsinya. Akan lebih baik diminum 2 kali seminggu untuk mencegahnya dan 1 kali sehari apabila untuk menyembuhkan.

Wortel yang ditambahkan di sini memiliki zat karatenoid yang benar-benar berkhasiat untuk mencegah penyakit kanker serviks.

Jus Sirsak

Baik dimakan secara langsung atau dijadikan jus untuk kanker serviks buah sirsak sama-sama bermanfaat. Namun dibandingkan dengan buahnya daun sirsak justru lebih berkhasiat untuk mencegah penyakit ini.

Daun sirsak sudah dikenal bisa menjadi bahan untuk menyembuhkan berbagai penyakit termasuk kanker serviks. Cara untuk membuat jus dengan daun sirsak adalah sebagai berikut.

  • Siapkan 2 sampai 3 lembar daun sirsak lalu cuci sampai bersih.
  • Sesudah itu tambahkan air dan direbus sampai mendidih. Akan lebih baik jika jumlah airnya telah menyusut beberapa persen. Kemudian saring.

Sudah itu Anda langsung bisa mengkonsumsinya. Untuk mencegah kanker serviks maka bisa dikonsumsi satu kali seminggu saja tapi untuk menyembuhkan nya maka harus diminum setiap hari sebanyak 1 kali saja.

Jus Tapak Dara

Mungkin ada diantara Anda yang belum tahu tanaman apa ini, saya akan menjelaskannya sedikit.

Tapak dara merupakan tanaman herbal yang sangat ampuh sekali dalam memberantas kanker serviks atau kanker mulut rahim. Hal ini karena di dalamnya terdapat kandungan vinkristin dan viblastin. Tanaman ini sudah terbukti secara ilmiah dapat menyembuhkan penyakit kanker serviks.

Cara untuk membuat jus atau ramuan dari bahan ini mudah sekali. Anda hanya perlu menyiapkan segenggam daun tapak dara kemudian cuci sampai bersih. Sesudah itu rebus menggunakan air sebanyak 2 gelas dan didihkan sampai tersisa satu gelas aja.

Sesudah itu, minum 2 kali sehari untuk mencegah dan 1 kali sehari untuk menyembuhkan.

Jus Buah Bit

Untuk membuat jus ini Anda perlu menambahkan banyak bahan seperti wortel, seledri, kentang, dan lobak. Untuk buah bitnya disiapkan sekitar 240 gram lalu wortel dan seledri 100 gram, lobak 30 gram, dan kentang 50 gram.

Cuci semua bahan-bahan tersebut sampai bersih kemudian masukkan ke dalam blender tanpa dikupas. Blender dalam beberapa lama sehingga terbentuk seperti bubur dengan dominasi warna merah.

Konsumsi jus atau bubur ini tanpa gula sebanyak 6 sampai 7 kali sehari. Meski memang terasa tidak enak tapi sangat bermanfaat sekali untuk menyembuhkan penyakit kanker serviks.

Jus Jeruk

Cara untuk membuat jus jeruk sangat mudah. Anda hanya perlu memeras buah jeruk yang segar kemudian diblender atau tambahkan saja dengan air. Namun jangan ditambahkan dengan gula.

Di dalam jeruk terdapat kandungan asam folat yang bisa memberikan atau positif terhadap kanker serviks.

Jus Pepaya

Di dalam buah ini terdapat kandungan vitamin C yang sangat banyak kemudian menjadi sumber antioksidan yang baik. Khasiat pepaya adalah mampu mengurangi salah satu dari penyebab kanker yang bernama absorsi nitrosamines.

Biasanya penyebab penyakit kanker ini berasal dari makanan makanan yang diolah. Selain itu pada pepaya juga ada kandungan asam folat yang mampu mencegah berbagai jenis kanker termasuk kanker serviks.

Selain dengan berbagai jus ini Anda harus mengonsumsi makanan lain yang benar.

Seperti untuk sarapan bisa mengkonsumsi buah melon, yoghurt, jus jeruk dan granola. Kemudian ketika makan siang konsumsi roti lapis dengan isi keju dan sayuran seperti jamur, paprika, dan zuchinni.

Untuk makan malam buat salad dengan campuran pasta gandum utuh, grapefruit, tomat, ayam kacang hitam, dan bayam.

Sementara itu, untuk mencegah kanker serviks dan jenis kanker lainnya, Anda bisa mengonsumsi buah-buahan lain secara langsung. Beberapa diantaranya adalah alpukat, melon, semangka, apel, mahkota dewa, delima, nanas, sirsak, anggur, tomat, dan berbagai jenis berry.

Anda bisa mengonsumsi buah-buahan ini secara langsung maupun dibuat jus. Akan lebih baik lagi apabila mencampurkan semuanya jadi satu tapi jangan tambahkan dengan gula atau madu. Oleh karena dua bahan pemanis ini lebih baik dihindari atau dikurangi konsumsinya.

Demikianlah informasi mengenai jus untuk kanker serviks dan cara pembuatannya. Semoga bermanfaat!

Baca artikel lain mengenai Pemeriksaan PET Scan

Manfaat Diet Vegetarian

Manfaat Diet Vegetarian dan Pengaruhnya Pada Kemoterapi

Pengobatan kanker yang lazim dilakukan adalah kemoterapi. Namun sayangnya kemoterapi membawa efek samping bagi penderita kanker. Efek tersebut bisa berdampak langsung dan tidak langsung pada penderita. Selain kemoterapi ada pula pengobatan kanker yang diyakini ampuh untuk mengatasi penyakit paling mematikan tersebut. Namun tentu saja butuh kocek lebih mahal untuk menjalani pengobatan tersebut.

Kemoterapi adalah pengobatan yang lazim dan bisa dilakukan di dalam negeri. Perlu diketahui efek dari kemoterapi memang sangat banyak. Bahkan bisa membunuh sel-sel yang masih sehat. Itu sebabnya penderita atau survivor kanker sebaiknya menjaga pola makan selama menjalani kemoterapi atau pengobatan lainnya.

Diet adalah salah satu hal yang bisa dijalani oleh penderita kanker. Terutama diet vegetarian atau diet yang hanya mengkonsumsi sayuran dan buah. Selama menjalani proses diet, sebaiknya survivor tidak mengkonsumsi makana yang mengandung unsur hewani dan olahannya seperti ayam, daging, keju, susu, dan lain-lain.

Manfaat Diet Vegetarian

Penyakit kanker tergolong penyakit yang cepat sekali menyebar. Sel-sel kanker dapat tumbuh dengan cepat dan menyebar ke seluruh organ tubuh. Kendati sel kanker ini cepat menyebar namun belum tentu tidak dapat dicegah. Penderita yang sudah didiagnosa terkena kanker stadium awal dan mulai menjalani kemoterapi sebaiknya juga mulai menerapkan pola hidup yang sehat.

Caranya dengan melakukan diet vegetarian, jika diperlukan dan olahraga yang cukup. Tubuh yang seimbang dengan asupan gizi dan oksigen yang terpenuhi akan membuat sel kanker enggan berkembang biak. Akibatnya mereka perlahan lemah dan akhirnya mati. Cara ini diyakini paling ampuh untuk mengatasi penyakit kanker dan mengimbangi pengobatan kanker yang memiliki efek samping.

Diet vegetarian membuat tubuh seimbang dan tidak menimbun banyak lemak. Sebaiknya selama menjalani pengobatan kanker juga menghindari makanan yang menyebabkan kanker atau makanan yang memberi ruang kepada sel kanker untuk berkembang biak.

Diet vegetarian juga bertujuan menyeimbangkan tubuh selama menjalani kemoterapi. Karena selama menjalani pengobatan tersebut nutrisi tubuh banyak hilang. Itu sebabnya harus diimbangi dengan makan sayur secara teratur, olahraga, dan istirahat yang cukup.

Namun perlu dipahami diet untuk penderita kanker di sini bukan berarti mengurangi jumlah makanan. Akan tetapi mengatur porsi makanan yang dikonsumsi. Misal tidak mengkonsumsi daging merah yang menjadi tempat yang paling nyaman bagi sel kanker untuk berkembang biak. Ivaratnya daging atau makanan yang mengandung lemak seolah menjadi makanan atau gizi bagi sel kanker. Nah, jika makanan tersebut diminimalisir atau bahkan tidak dikonsumsi sama sekali maka sel kanker tidak mendapat asupan makanan.

Nah, berikut ini adalah gaya hidup yang disarankan untuk penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi. Dan tentu saja untuk mengurangi risiko penyebaran kanker ke organ tubuh lainnya.

1. Berat badan yang ideal

Seringkali penyebab kanker selain karena keturunan atau faktor genetik adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Itu sebabnya untuk menurunkan risiko kanker dan kemoterapi disarankan untuk mengurangi berat badan dengan cara tidak lagi mengkonsumsi makanan ya ng berlemak, produk hewani serta turunannya. Ini diyakini bisa mengurangi berat badan dan meminimalisir risiko kanker serta dampak dari kemoterapi.

2. Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari

Untuk melawan penyakit,jangan biarkan tubuh Anda terdiam tanpa aktvitas apapun. Salah satunya adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin setiap hari. Aktivitas rutin ini akan membantu pembakaran lemak dan memberikan asupan oksigen yang cukup pada tubuh.  Aktivitas ringan saja tidak perlu olahraga fisik yang berat seperti berlari, bersepeda, atau berenang.

3. Mengurangi konsumsi daging dan memperbanyak konsumsi sayuran

Ini adalah poin penting bagi Anda yang menjalani diet vegetarian. Salah satunya dengan cara mengurangi konsumsi makanan berlemak, manis, dan berpengawet. Dan memperbanyak sayuran dan buah-buahan. Selain itu juga mengurangi asupan garam ataupun makanan yang diolah dengan garam berlebih. Anda juga harus memperhatikan makanan atau camilan asin seperti keripik. Ini dapat memicu pertumbuhan sel kanker dengan cepat. Sebagai gantinya Anda dapat menjadikan buah-buahan sebagai camilan rutin.

Selain itu Anda juga bisa memaduadankan jenis sayuran dalam menu harian Anda. Misal sayuran berwarna hijau, merah atau orange, kuning, dan putih. Sayuran diyakini paling ampun untuk menghambat laju pertumbuhan sel kanker. Sayuran dan buah ini dikonsumsi bisa dengan cara dimasak menjadi sayur atau direbus bahkan bisa dengan dikukus saja. Namun pengolahannya juga harus tepat. Mulai dari memilih sayuran segar, tidak membiarkan sayuran terlalu lama disimpan di kulkas.

Sayuran yang sudah dipetik, kemudian dicuci bersih menggunakan air mengalir dan diolah dalam kondisi yang pas. Artinya jangan sampai belum matang atau matang. Di khawatirkan jika belum terlalu matang akan masih terdapat zat berbahaya, sementara jika dimasak terlalu matang nutrisi dalam sayuran akan hilang.

Sangat disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat. Kandungan asam folat sebaiknya didapat secara alami, tidak melalui suplemen atau makanan lain yang diklaim mengandung asam folat.

Buah dan sayur yang disarankan untuk diet vegetarian

1. Sayuran berwarna hijau gelap

Sayuran berdaun hijau gelap diyakini sangat cocok dikonsumsi untuk diet penderita kanker. Sayuran berdaun hijau gelap diyakini mampu melndungi organ tubuh dari persebaran sel kanker.

2. Tomat

Kadar likopen dalam tomat diyakini mampu untuk menghalau pertumbuhan sel kanker. Bukan hanya dibikin sayur, tomaat juga dapat dikonsumi sebagai jus atau bisa juga dikonsumsi langsung.

3. Brokoli

Sayuran ini mengandung senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Khasiatnya cukup banyak. Anda bisa mengolah brokoli menjadi sayuran atau mengkonsumsinya dengan cara merebus atau mengukus. Hanya saja lamanya memasak juga perlu jadi perhatian. Jangan sampai memasak terlalu matang karena dapat menghilangkan nutrisi yang terkandung dalam sayuran.  Selain brokoli kembang kol, kobis juga dipercaya menjadi menu diet vegetarian yang ampuh untuk penderita kanker selama menjalani kemoterapi.

4. Rempah-rempah

Rempah-rempah atau bumbu dapur ini bukan hanya melezatkan masakan akan tetapi juga menjadi penghalau ampuh pertumbuhan sel kanker. Jadi jangan sepelekan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan kencur. Cara mengkonsumsinya Anda bisa meramunya menjadi minuman.

Selain sayuran dan buah-buahan, yang paling penting diperhatikan adalah cara memasak dan mengkonsumsinya. Selain dicuci di bawah air mengalir cara memotongnya juga berpengaruh pada turunnya kadar nutrisi. Apalagi cara memasaknya. Untuk kubis dan brokoli misalnya, sebaiknya dimasak tidak terlalu lama agar senyawa yang dapat menghambat laju pertumbuhan kanker tidakn hilang begitu saja.

Hal yang paling penting untuk penderita kanker yang menjalani diet vegetarian adalah disiplin. Jangan sampai telat makan atau mengkonsumsi makanan yang dilarang. Anda bisa membawa air putih atau bekal potongan buah. Ketika perut terasa lapar Anda langsung dapat melahap potongan buah sebagai camilan sehat.

Baca artikel lain mengenai Berobat ke Singapura atau Malaysia

Nutrisi Setelah Kemoterapi

Nutrisi Setelah Kemoterapi Agar Stamina Cepat Pulih

Penyakit kanker memang menjadi penyakit yang berbahaya, sangat menakutkan, dan mematikan setelah penyakit jantung dan penyakit stroke. Penyakit yang disebut juga dengan neoplasma ganas ini menyerang hampir semua bagian tubuh. Maka tidak heran, penyakit ini banyak jenisnya, seperti kanker darah atau leukemia, kanker hati, kanker payudara, kanker kulit melanoma, kanker lambung, kanker lidah, kanker mulut, kanker mata, kanker otak, kanker tenggorok, kanker tulang, kanker tiroid, limfoma, multiple myeloma, kanker serviks, kanker paru, kanker prostat, kanker sel basal, kanker testis, kanker usus besar dan dubur atau kanker colorectal, kanker kandung kemih, kanker ginjal, kanker pankreas, kanker rahim, kanker vagina, kanker kelenjar getah bening, dan kanker ovarium.

Pencegahan Kanker

Penyebab kanker memang belom diketahui secara pasti. Tapi setidaknya, setiap orang dapat mencegah timbulnya sel-sel kanker dengan cara menjalani pola hidup sehat dan menghindari faktor-faktor pemicu penyakit kanker, seperti rajin mengonsumsi sayur dan buah yang segar, rajin mengonsumsi makanan berserat, menghindari makanan yang diawetkan, mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi, menghindari minuman beralkohol dan kebiasaan merokok, menjalankan hidup yang seimbang, menghindari seks bebas, menjauhi stress, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Setiap orang memang dapat terkena kanker. Bagi orang-orang yang memang memiliki faktor risiko kanker karena faktor genetik. Oleh karena itu perlu pemeriksaan dini, misalnya dengan skrining atau papsmear, sebagai upaya pencegahan terjadinya kanker.

Pengobatan Kanker dengan Kemoterapi

Pengobatan penyakit kanker yang paling umum dilakukan adalah dengan kemoterapi yang menggunakan obat-obatan khusus untuk memperlambat, menghentikan, dan menghancurkan pertumbuhan sel-sel kanker. Bagi penderita kanker yang membutuhkan terapi kombinasi, dapat menggunakan kemoterapi neo-ajuvan untuk mengecilkan tumor sebelum dilakukan bedah pengangkatan tumor atau kemoterapi ajuvan hanya sebagai terapi lanjutan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa.

Tenaga medis akan memberikan kemoterapi pada penderita kanker dengan berbagai cara. Ada yang diminum (oral), ada yang dioleskan (topikal), ada yang disuntikkan ke pembuluh darah arteri (intra-arteri/IA), ada yang disuntikkan ke pembuluh darah vena (intra-vena-IV), ada pula yang disuntikkan ke rongga perut (intra-peritonial/IP)

Penderita kanker akan diberikan obat kemoterapi secara teratur. Jika dirasa perlu, dokter spesialis kanker atau onkolog akan memberikan kombinasi obat yang disebut dengan rejimen kemoterapi dengan memperhatikan jenis kanker, lokasi kanker, riwayat kesehatan (termasuk pengobatan yang pernah dilakukan), serta masalah kesehatan lainnya yang tidak berhubungan dengan kanker.

Jika selama menjalani kemoterapi menggunakan vitamin, suplemen, dan obat-obatan lain, penderita kanker wajib memberitahukannya pada dokter yang menangani. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya komplikasi antara obat yang dikonsumsi oleh Si Penderita dan obat yang digunakan pada kemoterapi. Tidak menutup kemungkinan jika komplikasi yang terjadi akan memperparah kondisi penderita kanker tersebut.

Perbedaan Multivitamin dan Suplemen

Banyak orang yang beranggapan bahwa mengonsumsi multivitamin sama saja dengan mengonsumsi suplemen karena dirasa dapat mengembalikan stamina tubuh, terlebih bagi penderita kanker setelah menjalani kemoterapi. Meskipun sama-sama untuk mengembalikan stamina tubuh, ternyata multivitamin dan suplemen memiliki perbedaan yang signifikan. Lalu, apa perbedaan keduanya?

Multivitamin adalah nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh melalui pola makan yang sehat dan seimbang agar dapat bekerja dengan baik. Semua vitamin, kecuali vitamin A, vitamin B12, vitamin D, dan vitamin K, tidak dapat bercampur secara alami karena tubuh tidak memiliki enzim untuk mencampurkan vitamin-vitamin tersebut. Jika asupan vitamin tidakmencukupi, penderita kanker dapat mengonsumsi suplemen makanan.

Suplemen menjadi pelengkap makanan yang mengandung unsur-unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menunjang kesehatan, salah satunya adalah vitamin. Tidak semua suplemen dianggap sebagai vitamin karena ada yang mengandung asam amino, mineral, atau fitokimia lainnya. Tetapi, semua vitamin dapat dianggap sebagai suplemen karena menjadi salah satu bentuk suplemen yang mengandung berbagai vitamin dan mineral.

Multivitamin bagi Penderita Kanker

Untuk mengatasi efek samping dari kemoterapi, penderita kanker mengonsumsi multivitamin untuk memulihkan kondisinya. Penderita kanker berpikir bahwa mengonsumsi multivitamin dengan dosis tinggi sangatlah aman sehingga tidak akan memberikan efek samping yang membahayakan. Ternyata, tidak selamanya mengonsumsi multivitamin dengan dosis tinggi akan memberikan efek aman dan para dokter sudah membuktikannya.

Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, para onkolog memberikan beberapa anjuran bagi penderita kanker dalam mengonsumsi multivitamin saat sedang menjalani kemoterapi.

  1. Jika onkolog yang bersangkutan tidak memberikan resep vitamin, penderita kanker tidak perlu mengonsumsinya.
  2. Jika tetap ingin mengonsumsi vitamin, alangkah baiknya konsultasikan terlebih dahulu pada onkolog yang bersangkutan.
  3. Hindari penggunaan vitamin dalam dosis yang tinggi selama kemoterapi untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Penderita kanker tidak perlu khawatir memikirkan multivitamin apa saja yang harus dikonsumsi untuk memulihkan kondisi tubuh selama menjalani kemoterapi. Multivitamin tersebut didapatkan dari nutrisi makanan yang dikonsumsi.

Nutrisi untuk Penderita Kanker saat Menjalani Kemoterapi

Menjalani kemoterapi tentu akan memberikan efek samping bagi tubuh penderita kanker. Merasa lemas, mudah lelah, mual, muntah, diare, hingga mengalami kerontokan rambut adalah beberapa efek kemoterapi yang dirasakan. Untuk memulihkan kondisi tubuh, penderita kanker dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi, seperti berikut ini.

1. Buah-buahan

Buah-buahan memang kaya akan vitamin dan serat. Mengonsumsi buah-buahan dapat membantu penderita kanker terhindar dari konstipasi selama menjalani kemoterapi.

2. Jahe

Mual dan muntah adalah efek samping dari kemoterapi yang akan dialami oleh penderita kanker. Untuk mengatasinya, penderita kanker disarankan untuk mengonsumsi jahe karena bersifat anti-inflamasi. Cobalah konsumsi teh jahe selama menjalani kemoterapi agar mual dan muntahnya berkurang.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan kaya akan vitamin B dan protein. Penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi kacang-kacangan karena dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat memperbaiki sel-sel yang rusak akibat radiasi kemoterapi.

4. Produk susu

Produk susu kaya akan vitamin D dan kalsium sehingga dapat mengembalikan kondisi tubuh dengan cepat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, kandungan vitamin D dan kalsium dalam produk susu dapat menurunkan risiko seseorang menderita kanker kolorektal dan kanker usus.

5. Sayuran daun hijau

Sayuran memang banyak macamnya, ada sayuran daun hijau, sayuran daun merah, dan sayuran daun kuning. Tetapi, sayuran yang sangat baik dikonsumsi oleh penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi adalah sayuran daun hijau karena kandungan vitamin A, vitamin E, vitamin K, dan zat besinya sangat tinggi. Semua nutrisi tersebut dapat melancarkan peredaran darah dan oksigen ke seluruh tubuh yang dapat meningkatkan kesehatan penderita kanker.

6. Telur

Hampir semua orang gemar mengonsumsi telur. Di balik rasanya yang lezat dan gurih, ternyata mengonsumsi telur dapat membantu penderita kanker mengurangi efek samping akibat obat-obatan yang digunakan selama kemoterapi. Kandungan vitamin B, vitamin D, vitamin E, protein, dan selenium dalam telur sangat baik untuk memulihkan kondisi tubuh setelah menjalani kemoterapi.

7. Yogurt

Dalam dunia kedokteran, bakteri terbagi menjadi dua, yaitu bakteri jahat penyebab penyakit dan bakteri baik yang bagus untuk tubuh. Salah satu makanan bernutrisi yang mengandung bakteri baik untuk menjaga kesehatan usus adalah yogurt. Setelah menjalani kemoterapi, penderita kanker membutuhkan yogurt untuk mencegah penurunan berat badan dan mencegah terjadinya diare.

Mengonsumsi multivitamin saat menjalani kemoterapi haruslah dikonsultasikan dengan onkolog yang menangani penderita kanker. Konsultasi ini dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, yang dapat memperparah kondisi Si Penderita.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Binahong untuk Kanker