Category Archives: Pola Makan

Nutrisi Setelah Kemoterapi

Nutrisi Setelah Kemoterapi Agar Stamina Cepat Pulih

Penyakit kanker memang menjadi penyakit yang berbahaya, sangat menakutkan, dan mematikan setelah penyakit jantung dan penyakit stroke. Penyakit yang disebut juga dengan neoplasma ganas ini menyerang hampir semua bagian tubuh. Maka tidak heran, penyakit ini banyak jenisnya, seperti kanker darah atau leukemia, kanker hati, kanker payudara, kanker kulit melanoma, kanker lambung, kanker lidah, kanker mulut, kanker mata, kanker otak, kanker tenggorok, kanker tulang, kanker tiroid, limfoma, multiple myeloma, kanker serviks, kanker paru, kanker prostat, kanker sel basal, kanker testis, kanker usus besar dan dubur atau kanker colorectal, kanker kandung kemih, kanker ginjal, kanker pankreas, kanker rahim, kanker vagina, kanker kelenjar getah bening, dan kanker ovarium.

Pencegahan Kanker

Penyebab kanker memang belom diketahui secara pasti. Tapi setidaknya, setiap orang dapat mencegah timbulnya sel-sel kanker dengan cara menjalani pola hidup sehat dan menghindari faktor-faktor pemicu penyakit kanker, seperti rajin mengonsumsi sayur dan buah yang segar, rajin mengonsumsi makanan berserat, menghindari makanan yang diawetkan, mengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi, menghindari minuman beralkohol dan kebiasaan merokok, menjalankan hidup yang seimbang, menghindari seks bebas, menjauhi stress, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Setiap orang memang dapat terkena kanker. Bagi orang-orang yang memang memiliki faktor risiko kanker karena faktor genetik. Oleh karena itu perlu pemeriksaan dini, misalnya dengan skrining atau papsmear, sebagai upaya pencegahan terjadinya kanker.

Pengobatan Kanker dengan Kemoterapi

Pengobatan penyakit kanker yang paling umum dilakukan adalah dengan kemoterapi yang menggunakan obat-obatan khusus untuk memperlambat, menghentikan, dan menghancurkan pertumbuhan sel-sel kanker. Bagi penderita kanker yang membutuhkan terapi kombinasi, dapat menggunakan kemoterapi neo-ajuvan untuk mengecilkan tumor sebelum dilakukan bedah pengangkatan tumor atau kemoterapi ajuvan hanya sebagai terapi lanjutan untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tersisa.

Tenaga medis akan memberikan kemoterapi pada penderita kanker dengan berbagai cara. Ada yang diminum (oral), ada yang dioleskan (topikal), ada yang disuntikkan ke pembuluh darah arteri (intra-arteri/IA), ada yang disuntikkan ke pembuluh darah vena (intra-vena-IV), ada pula yang disuntikkan ke rongga perut (intra-peritonial/IP)

Penderita kanker akan diberikan obat kemoterapi secara teratur. Jika dirasa perlu, dokter spesialis kanker atau onkolog akan memberikan kombinasi obat yang disebut dengan rejimen kemoterapi dengan memperhatikan jenis kanker, lokasi kanker, riwayat kesehatan (termasuk pengobatan yang pernah dilakukan), serta masalah kesehatan lainnya yang tidak berhubungan dengan kanker.

Jika selama menjalani kemoterapi menggunakan vitamin, suplemen, dan obat-obatan lain, penderita kanker wajib memberitahukannya pada dokter yang menangani. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya komplikasi antara obat yang dikonsumsi oleh Si Penderita dan obat yang digunakan pada kemoterapi. Tidak menutup kemungkinan jika komplikasi yang terjadi akan memperparah kondisi penderita kanker tersebut.

Perbedaan Multivitamin dan Suplemen

Banyak orang yang beranggapan bahwa mengonsumsi multivitamin sama saja dengan mengonsumsi suplemen karena dirasa dapat mengembalikan stamina tubuh, terlebih bagi penderita kanker setelah menjalani kemoterapi. Meskipun sama-sama untuk mengembalikan stamina tubuh, ternyata multivitamin dan suplemen memiliki perbedaan yang signifikan. Lalu, apa perbedaan keduanya?

Multivitamin adalah nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh melalui pola makan yang sehat dan seimbang agar dapat bekerja dengan baik. Semua vitamin, kecuali vitamin A, vitamin B12, vitamin D, dan vitamin K, tidak dapat bercampur secara alami karena tubuh tidak memiliki enzim untuk mencampurkan vitamin-vitamin tersebut. Jika asupan vitamin tidakmencukupi, penderita kanker dapat mengonsumsi suplemen makanan.

Suplemen menjadi pelengkap makanan yang mengandung unsur-unsur gizi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menunjang kesehatan, salah satunya adalah vitamin. Tidak semua suplemen dianggap sebagai vitamin karena ada yang mengandung asam amino, mineral, atau fitokimia lainnya. Tetapi, semua vitamin dapat dianggap sebagai suplemen karena menjadi salah satu bentuk suplemen yang mengandung berbagai vitamin dan mineral.

Multivitamin bagi Penderita Kanker

Untuk mengatasi efek samping dari kemoterapi, penderita kanker mengonsumsi multivitamin untuk memulihkan kondisinya. Penderita kanker berpikir bahwa mengonsumsi multivitamin dengan dosis tinggi sangatlah aman sehingga tidak akan memberikan efek samping yang membahayakan. Ternyata, tidak selamanya mengonsumsi multivitamin dengan dosis tinggi akan memberikan efek aman dan para dokter sudah membuktikannya.

Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, para onkolog memberikan beberapa anjuran bagi penderita kanker dalam mengonsumsi multivitamin saat sedang menjalani kemoterapi.

  1. Jika onkolog yang bersangkutan tidak memberikan resep vitamin, penderita kanker tidak perlu mengonsumsinya.
  2. Jika tetap ingin mengonsumsi vitamin, alangkah baiknya konsultasikan terlebih dahulu pada onkolog yang bersangkutan.
  3. Hindari penggunaan vitamin dalam dosis yang tinggi selama kemoterapi untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Penderita kanker tidak perlu khawatir memikirkan multivitamin apa saja yang harus dikonsumsi untuk memulihkan kondisi tubuh selama menjalani kemoterapi. Multivitamin tersebut didapatkan dari nutrisi makanan yang dikonsumsi.

Nutrisi untuk Penderita Kanker saat Menjalani Kemoterapi

Menjalani kemoterapi tentu akan memberikan efek samping bagi tubuh penderita kanker. Merasa lemas, mudah lelah, mual, muntah, diare, hingga mengalami kerontokan rambut adalah beberapa efek kemoterapi yang dirasakan. Untuk memulihkan kondisi tubuh, penderita kanker dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi, seperti berikut ini.

1. Buah-buahan

Buah-buahan memang kaya akan vitamin dan serat. Mengonsumsi buah-buahan dapat membantu penderita kanker terhindar dari konstipasi selama menjalani kemoterapi.

2. Jahe

Mual dan muntah adalah efek samping dari kemoterapi yang akan dialami oleh penderita kanker. Untuk mengatasinya, penderita kanker disarankan untuk mengonsumsi jahe karena bersifat anti-inflamasi. Cobalah konsumsi teh jahe selama menjalani kemoterapi agar mual dan muntahnya berkurang.

3. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan kaya akan vitamin B dan protein. Penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi kacang-kacangan karena dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat memperbaiki sel-sel yang rusak akibat radiasi kemoterapi.

4. Produk susu

Produk susu kaya akan vitamin D dan kalsium sehingga dapat mengembalikan kondisi tubuh dengan cepat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, kandungan vitamin D dan kalsium dalam produk susu dapat menurunkan risiko seseorang menderita kanker kolorektal dan kanker usus.

5. Sayuran daun hijau

Sayuran memang banyak macamnya, ada sayuran daun hijau, sayuran daun merah, dan sayuran daun kuning. Tetapi, sayuran yang sangat baik dikonsumsi oleh penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi adalah sayuran daun hijau karena kandungan vitamin A, vitamin E, vitamin K, dan zat besinya sangat tinggi. Semua nutrisi tersebut dapat melancarkan peredaran darah dan oksigen ke seluruh tubuh yang dapat meningkatkan kesehatan penderita kanker.

6. Telur

Hampir semua orang gemar mengonsumsi telur. Di balik rasanya yang lezat dan gurih, ternyata mengonsumsi telur dapat membantu penderita kanker mengurangi efek samping akibat obat-obatan yang digunakan selama kemoterapi. Kandungan vitamin B, vitamin D, vitamin E, protein, dan selenium dalam telur sangat baik untuk memulihkan kondisi tubuh setelah menjalani kemoterapi.

7. Yogurt

Dalam dunia kedokteran, bakteri terbagi menjadi dua, yaitu bakteri jahat penyebab penyakit dan bakteri baik yang bagus untuk tubuh. Salah satu makanan bernutrisi yang mengandung bakteri baik untuk menjaga kesehatan usus adalah yogurt. Setelah menjalani kemoterapi, penderita kanker membutuhkan yogurt untuk mencegah penurunan berat badan dan mencegah terjadinya diare.

Mengonsumsi multivitamin saat menjalani kemoterapi haruslah dikonsultasikan dengan onkolog yang menangani penderita kanker. Konsultasi ini dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, yang dapat memperparah kondisi Si Penderita.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Binahong untuk Kanker

Pantangan Makanan Penderita Kanker

Perhatikan Pantangan Makanan Penderita Kanker Agar Cepat Sembuh

Suka tidak suka, mau tidak mau harus dipatuhi.  

Pengidap kanker memang harus benar-benar menjaga kondisinya. Produksi sel darah putih yang abnormal membuat daya tahan tubuhnya melemah. Nutrisi dan asupan gizi yang cukup bisa menghambat pertumbuhan sel kanker. Salah satu yang harus dicukupi adalah makanan bergizi dan menghindari makanan yang dapat menyebabkan kanker. Makanan yang dikonsumsi oleh penderita kanker sangat berpengaruh pada proses kesembuhannya.

Pola hidup sehat bisa membantu kesembuhan penderita kanker.  Pola hidup sehat meliputi makanan yang bergizi, pola makan teratur, istirahat cukup, dan olahraga teratur. Sel kanker tidak akan bertahan lama dalam tubuh yang memiliki kadar oksigen yang cukup.  Zat yang terkandung dalam buah dan sayur juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Kandungan zat buah dan sayur bisa menyeimbangkan tubuh penderita kanker, apalagi bagi mereka yang menjalani pengonatan kemoterapi. Pengobatan baik herbal maupun medis sebaiknya diimbangi dengan perubahan pola hidup. Termasuk menjaga betul pola makan.

Hubungan Kanker dengan Menu Makanan Sehari-hari

Makanan yang dikonsumsi sangat berpengaruh bagi perkembangan kesehatan bagi penderita kanker.  Makanan berlemak misalnya, sangat berpengaruh untuk perkembangan sel kanker. Makanan yang mengandung gula, juga sebaiknya dihindari karena gula adalah makanan bagi perkembangan sel kanker.  Selain untuk menjaga kestabilan tubuh, mengurangi asupan gula juga bisa untuk menghindarkan pasien dari risiko kegemukan.

Untuk menghindari atau meminimalisir risiko kanker ada baiknya mereka yang masih sehat juga memperbaiki pola hidup. Keluarga penderita kanker, berpeluang mengidap peyakits yang sama. Itu sebabnya pola hidup penderita kanker bisa juga diikuti oleh anggota keluarga lainnya agar terhindar dari risiko kanker.

Gaya hidup seseorang juga berpengaruh pada perkembangan penyakit kanker. Misal mereka yang biasa mengkonsumsi alkohol, kandungan yang ada dalam alkohol menyebabkan sel kanker berkembang. Contoh lain adalah kerapnya seseorang mengkonsumsi makanan cepat saji.  Daging ayam potong yang digunakan dan bumbu penyedap rupanya juga memicu perkembang biakan sel kanker.

Selain itu, sebagian orang saat ini juga leih memilih makanan berpengawet dalam kaleng untuk dikonsumsi. Tanpa disadari kepraktiisan dengan mengolah dan mengkonsumsi makanan berpengawet tersebut rupanya berbahaya bagi tubuh. Itu sebabnya mengatur kembali pola hidup, termasuk menjaga makanan, menghindari makanan berpengawet,  berolahraga teratur menjadi kunci kessembuhan penderita kanker. Selain pengobatan baik herbal ataupun medis yang dijalani oleh penderita kanker.

Kebiasaan yang selama ini dianggap remeh seperti konsumsi makanan berpengawt, minuman bersoda, gorengan, makanan seperti keju  dan mentega, konsumsi susu, rupanya  bisa memicu kanker bila dikonsumsi secara berlebihan dan tidak diatur secara seimbang dengan sayur dan buah. Bagi penderita kanker, suka tidak suka harus patuh menghindari makanan yang berpotensi memperparah penyakit tersebut.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Kanker

Buah dan sayur adalah makanan yang dianjurkan dikonsumsi oleh penderita kanker. Selain itu ada pula makanan yang sebaiknya dihindari. Berikut ini beberapa makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita kanker.

1. Makanan Berlemak

Lemak yang terdapat pada daging-dagingan seperti daging sapi, kambing, kerbau, atau babi rupanya bisa menjadi tempat yang nyaman bagi sel kanker untuk berkembang.  Makanan yang mengandung lemak jenuh sangat berbahaya bagi penderita kanker. Bisa menyebabkan kanker kambuh atau sebaliknya bisa memincu munculnya kanker. Namun tidak semua makanan berlemak harus dihindari.

Selain daging, makanan berlemak lainnya yang sebaiknya dihindari antara lain mentega,  keju, krim susu, susu, jeroan, makanan cepat saji, kue, biskuit, gorengan, kuning telur, dan lain-lain.

2. Ikan Asin

Ikan asin yang diolah tidak secara alami sebaiknya juga dihindari oleh penderita kanker.  Ikan asin menyebabkan gangguan penyerapan air dalam tubuh. Belum lagi jika ikan asin tersebut diawetkan menggunakan formalin yang bersifat racun bagi organ hati yang dapat menganggu sistem kerja sel pemicu kanker. Efek yang akan dirasakan oleh penderita kanker jika mengkonsumsi ikan asin adalah rasa bedenyut atau rasa nyeri pada bagian tubuh yang terkena kanker.

3. Sayuran Mentah

Sayuran memang sangat dianjurkan untuk penderita kanker.  Namun lain halnya dengan sayuran mentah. Pengidap kanker wajib menghindari sayuran yang belum dimasak. Apalagi bagi mereka yang menjalani pengobatan kemoterapi yang dapat menurunkan kekebalan tubuh. Sayuran mentah sangat mungkin terkontaminasi bakteri yang justru dapat berbahaya ketika kekebalan tubuh seseorang lemah.

Untuk penderita kanker sebaiknya rebus dulu sayuran sebelum disantap.  Tentu saja sebelum diolah pastika sayuran sudah dicuci bersih. Lebih baik lagi jika sayuran yang dikonsumsi adalah sayuran organik.

4. Seafood

Ikan-ikanan memang dianjurkan untuk penderita kanker. Namun tidak semua seafood dapat dikonsumsi oleh penderita kanker. Makanan laut seperti udang, cumi, kerang, kepiting mengandung lemak tinggi. Makanan yang mengandung lemak sangat tidak dianjurkan untuk penderita kanker karena dapat merangsang pertumbuhan sel kanker.

5. Alkohol

Tidak  semua pasien kanker mengkonsumsi alkohol. Namun perlu diketahui minuman beralkohol sangat berbahaya bagi tubuh, termasuk juga untuk pasien yang terdiagnosa kanker.  Alkohol meningkatkan risiko penyakit kanker seperti kanker mulut, laring, hati, dan payudara.

Alkohol mampu meningkatkan kadar estrogen dalam darah. Ketika alkohol bercampur dengan darah menghasilkan karsinogen yang kemudian bisa memicu perkembangan sel kanker yang berkembang tak terkendali.

6. Makanan yang Berpengawet dan Dibakasr

Siapa tak menyukai sate. Bagian gosong pada sate bagi sebagian orang menjadi incaran. Namun ternyata bagian inilah yang justru dapat memicu munculnya kanker.  Bagian yang gosong tersebut mengandung zat karsinogen yang dapat memicu pertumbuhan kanker. Itu sebabnya pasien kanker disarankan untuk menghindari makanan yang dibakar. Makanan tersebut dikhawatirkan dapat memicu pertumbuhan sel kanker lainnya.

Makanan berpengawet juga tidak disarankan, karena mengandung zat  nitrit yang bisa merangsang pertumbuhan sel kanker.   Bukan hanya kanker, makanan berpengawet juga bisa menganggu sistem organ tubuh lainnya terutama hati.

7. Buah-buahan

Selain sayuran, buah-buahan juga disarankan dikonsumsi penderita kanker. Namun demikian perlu diketahui tidak semua buah-buahan bisa dikonsumsi oleh penderita kanker. Ada buah-buahan tertentu yang tidak dapat dikonsumsi penderita kanker karena adanya kandungan alkohol seperti anggur. Buah lain yang sebaiknya tidak dikonsumsi adalah nanas, duku, dan durian karena mengandung zat yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.

8. Minuman Ringan

Beda dengan alkohol minuman ringan lebih sering dikonsumsi oleh kebanyakan orang. Namun minuman yang menyegarkan ini justru berbahaya bagi tubuh, terutama mereka yang terdiagnosa kanker. Minuman ringat atau berkarbonasi cukup berbahaya bagi tubuh karena dapat menganggu kelancaran peredaran darah.

Penderita kanker membutuhkan kondisi peredaran darah yang bersih dan terbebas dari racun. Sebaiknya untuk mempercepat kesembuhan penderita kanker, minuman ini dihindari.  Ini perlu diperhatikan juga bagi mereka yang menyukai minuman ini agar dapat mengurangi kebiasaan tersebut. Tujuannya agar terhindar dari penyakit kanker yang bisa menyebabkan kematian.

Baca artikel lain mengenai Susu Penyebab Kanker

Diet Untuk Penderita Kanker

Diet Untuk Penderita Kanker, Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan?

Pikiran juga ikut berpengaruh.

Jumlah pengidap kanker terus bertambah setiap tahunnya. Kanker disebabkan oleh beberapa hal, antara lain faktor genetika, lingkungan, dan makanan. Faktor genetika bisa karena keturunan dari orangtua, lingkungan mereka yang kerap terpapar radiasi di lingkungan kerja, serta faktor makanan juga bisa menjadi pemicu kanker.

Kondisi fisik seseorang seperti kegemukan juga bisa menjadi pemicu kanker.  Seseorang yang mengidap kanker harus benar-benar menjaga kondisi fisiknya. Baik dari asupan makanan ataupun olahraga dan istirahat yang cukup.

Nutrisi, asupan gizi, dan oksigen yang cukup dalam tubuh bisa menghambat pertumbuhan sel kanker. Apalagi mereka yang menjalani pengobatan kemoterapi. Seperti yang diketahui, kemoterapi selain dapat membunuh sel kanker, sangat mungkin juga dapat membunuh sel yang masih hidup. Itu sebabnya makanan sehat sangat diperlukan untuk penderita kanker.  Tujuannya untuk dapat menyeimbangkan tubuh dari efek kemoterapi dan tentu saja untuk memberikan pengobatan secara alami.

Makanan yang sehat bukan saja untuk mengobati penderita kanker. Makanan dan gaya hidup sehat dapat pula menjauhkan seseorang dari bahaya kanker. Buah dan sayur adalah makanan wajib bagi penderita kanker. Kandungan antioksidan dan nutrisi dalam buah dan sayur tersebut mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Kondisi fisik penderita kanker harus benar-benar terjaga dengan baik. Selain itu, penderita kanker dianjurkan untuk menjalankan diet sehat dan aktivitas fisik. Faktor-faktor tersebut penting dalam pencegahan dan penanganan penyakit kanker. Untuk menurunkan risiko kanker penderita harus menjalankan gaya hidup sehat.

Mereka yang terbiasa hidup sekenanya dan mengkonsumsi makanan yang tidak sehat harus mau berubah.  Agar dapat terhidar dari penyakit kanker yang membahayakan.  Berat badan yang ideal sangat dianjurkan , mereka yang memiliki berat badan berlebih harus mengubah pola hidup mereka. Timbunan lemak sangat berbahaya  bagi perkembangan sel kanker.

Makanan yang Disarankan untuk Penderita Kanker

Penderita kanker wajib hukumnya untuk menjaga pola makan. Buah dan sayuran sangat dianjurkan bagi penderitakanker untuk mencukupi nutrisi dalam tubuhnya. Pengobatan baik secara medis dan herbal saja akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan asupan gizi yang cukup. Berikut ini adalah makanan yang disarankan untuk penderita kanker.

1. Makanan Organik

Kandungan pestisida dan zat kimia sangat berbahaya bagi tubuh. Untuk tubuh yang sehat saja berbahaya, apalagi untuk mereka yang mengidap kanker. Zat kimia dapat merusak sel-sel tubuh bahkan dapat merangsang pertumbuhan sel kanker.  Makanan organik memang lebih mahal, namun akan memberikan manfaat lebih pada tubuh.  Itu sebabnya penderita kanker sebisa mungkin menghindari makanan olahan dan makanan berpengawet.

2. Mengkonsumsi Sayuran dan Buah

Sayuran dan buah yang dikonsumsi tentu saja yang organik. Kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang ada pada buah dan sayur bermanfaat untuk menjaga sel –sel yang ada dalam tubuh agar tetap sehat. Untuk lebih optimal sebaiknya konsumsi sayur dan buah ini sehari antara 5-8 kali. Misal sarapan dengan konsumsi sayur, dan diselingi camilan buah-buahan. Ketika perut merasa lapar ada baiknya langsung mengkonsumsi buah-buahan.

3. Menghindari Makanan Berlemak

Salah satu pantangan untuk mereka penderita kanker adalah makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi. Terutama makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans seperti yang terdapat pada mentega, susu full cream, daging merah, dan gorengan.

4. Menghindari Alkohol

Gaya hidup seseorang rupanya juga bisa menjadi pemicu kanker. Salah satunya adalah kebiasaan mengkonsumsi alkoho. Tak dipungkiri masih banyak orang yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol. Minuman ini jelas berbahaya bagi kesehatan dan menjadi pemicu banyak penyakit, termasuk kanker.

5. Mengurangi Asupan Gula

Sel kanker adalah penyuka gula. Oleh karena itu untuk membunuh sel kanker dalam tubuh bisa dengan cara membuat mereka kehilangan sumber makanannya. Salah satu sumber makanan yang mereka suka adalah gula. Mengurangi asupan gula artinya juga mengurangi atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Gula diet seperti yang beredar di pasaran juga tak selamanya aman. Sebagai alternatif bisa menggunakan madu itu saja dalam jumlah yang sedikit.

6. Mengkonsumsi Kacang-kacangan

Kacang-kacangan juga sangat bermanfaat  dikonsumsi oleh penderita kaker. Termasuk olahan kacang-kacangan seperti tempe atau tahu. Susu kedelai juga bisa disarankan untuk penderita kanker. Susu kedelai juga bisa menjadi pengganti susu sapi yang biasa dikonsumsi. Rendahnya kandungan lemak susu kedelai lebih aman dibanding susu sapi rendah lemak sekalipun.

7. Hindari Minuman Berkafein

Banyak orang sangat suka mengkonsumsi kopi, teh, atau cokelat. Biasanya konsumsi ini akan dilengkapi dengan gorengan atau camilan lainnya. Ada baiknya mereka yang terdiagnosa kanker menghidari minuman berkafein. Sebagai alternatif teh hijau murni lebih aman dikonsumsi oleh penderita kanker karena memiliki sifat antikanker.

Mengapa harus Diet?

Diet sangat dianjurkan untuk penderita kanker agar dapat mencapai asupan gizi secara optimal.  Selain itu diet juga bisa berfungsi untuk memberikan asupan makanan yang seimbang yang bermanfaat bagi daya tahan tubuh pasien. Pasien kanker cenderung mengalami penurunan berat badan drastis, karena asupan nutrisi dalam tubuh dimakan oleh sel kanker. Diet juga berfungsi untuk mencegah atau menghambat penurunan berat badan secara drastis. Berat badan yang terjaga dan stabil akan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Salah satu tanda penyakit kanker adalah rasa mual dan muntah. Tanda ini tidak hanya berlangsung sekali waktu saja, tetapi bisa terjadi berulang kali. Diet  debga mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan diyakini dapat mengurangi muntah, rasa mual, dan diare.

Pasien yang terdiagnosa kanker mau tidak mau harus memperbaiki gaya hidupnya. Secara otomatis orang-orang yang ada di sekitarnya juga akan mengikuti gaya hidup yang sama.  Jika hal tersebut terjadi maka risiko kanker pada keluarga pasien akan menurun, dengan kondisi tubuh yang sehat.

Sama halnya dengan konsumsi obat, diet untuk penderita kanker juga harus memperhatikan kondisi pasien. Keadaan pasien satu dan yang lainnya tidaklah sama, termasuk makanan yang dapat diterima oleh tubuhnya. Diet harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Apakah ada makanan atau sayuran yang membuatnya alergi. Kondisi lain apakan si pasien juga memiliki penyakit lain dan tidak dapat mengkonsumsi makanan tertentu.

Tips Hidup Sehat untuk Pasien Kanker

Selain memperhatikan menu makanan hal lain yang perlu diperhatikan adalah gaya hidup. Salah satunya adalah dengan berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang cukup. Aktivitas sehari-hari sangat membantu tubuh memiliki asupan oksigen yang cukup.

Aktivitas sehari-hari misalnya adalah memilih menggunakan tangga biasa ketimbang lift atau eskalator, rutin berjalan kaki ke tempat-tempat yang bisa dijangkau, olahraga teratur baik setiap hari atau minimal tiga kali seminggu.

Porsi makan juga perlu diatur untuk pasien terdiagnosa kanker. Makan dalam porsi sedikit namun sering bisa dilakukan oleh penderita kanker. Selain itu juga menjadikan buah sebagai camilan rutin juga menjadikan tubuh lebih sehat.

Poin terpenting adalah menjaga pikiran agar tetap santai dan jauh dan stress. Tekanan pikiran bisa merangsang perkembangan sel kanker. Itu sebabnya pengidap kanker sebaiknya harus lebih santai dan menjauhi stress.

Baca artikel lain mengenai Akupuntur untuk Kanker