Category Archives: Pola Makan

Menu Diet Vegetarian

Menu Diet Vegetarian Bagi Penderita Kanker yang Benar dan Paling Baik

Menjadi seorang vegetarian adalah hal yang baik sekali karena bisa membuat Anda memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Banyak penyakit yang bisa dicegah maupun diatasi dengan mengonsumsi berbagai makanan organik.

Untuk mengatasi penyakit kanker dan mengobatinya juga bisa dilakukan dengan menu diet vegetarian. Sudah banyak orang yang membuktikan bahwa dengan menjadi seorang vegetarian penyakit kanker bisa disembuhkan.

Menyembuhkan Kanker dengan Menjadi Vegetarian

Banyak orang yang akan takut apabila mendengar nama penyakit kanker. Oleh karena menjadi penyebab kematian yang paling besar. Hampir separuh dari penderita kanker meninggal dunia karena ada keganasan sel kanker bisa melemahkan kondisi tubuh.

Pada tahun 2017 saja ada sekitar 9 juta penderita kanker dari seluruh dunia yang meninggal. Diperkirakan sampai tahun 2030 nanti jumlah penderita kanker bisa mencapai 13 juta orang. Sebuah angka yang sangat fantastis.

Gejala kanker pada awalnya tidak langsung terdeteksi sehingga kebanyakan orang akan mulai memeriksakan kondisinya ke dokter apabila sudah merasa ada perubahan signifikan dalam hal kesehatan tubuh. Makanya kanker disebut juga sebagai silent killer.

Meski sudah dikatakan sembuh tapi sel-sel kanker bisa saja datang kembali kepada mantan penderitanya. Terutama jika dia masih belum bisa menjaga pola hidup sehat termasuk dari makanan-makanan yang dikonsumsi.

Untuk terhindar dari penyakit kanker maka harus memiliki pola hidup yang sehat, contohnya mengkonsumsi menu diet vegetarian.

Diet yang dimaksud disini bukan untuk menurunkan berat badan tapi membatasi asupan makanan. Hanya makanan-makanan sehat yang boleh dikonsumsi. Oleh karena khasiatnya sangat besar maka membuat jumlah vegetarian menjadi bertambah lumayan banyak.

Menjadi vegetarian akan membuat Anda lebih mudah terhindar dari zat-zat berbahaya dalam makanan tidak sehat. Banyak zat-zat berbahaya pada makanan tidak sehat yang menjadi “makanan utama” dari sel kanker.

Sel kanker yang ada di dalam tubuh akan semakin subur jika beberapa makanan tidak baik sering dikonsumsi. Beberapa jenis makanan tersebut antara lain:

  • Gula.
  • Daging merah.
  • Makanan dengan kandungan lipid atau minyak dan lemak.

Meski pada umumnya jenis-jenis makanan ini bisa dimanfaatkan oleh tubuh untuk dijadikan bahan bakar metabolik sehingga dapat menyehatkan sel yang normal. Namun jika dilihat dari sisi lain justru bisa membantu sel kanker menjadi lebih ganas dalam merusak tubuh.

Oleh karena alasan ini banyak dokter menganjurkan penderita kanker untuk mulai melakukan diet vegetarian. Maksud sebenarnya dari diet vegetarian adalah Anda harus lebih banyak makan makanan organik sehingga kebutuhan protein tetap ada, bahkan cukup.

Meski terdengar sama, tapi sebenarnya diet vegetarian dan diet vegan murni itu berbeda. Untuk diet vegetarian ini sifatnya lebih fleksibel karena Anda masih boleh untuk mengonsumsi protein non nabati.

Menu-menu diet vegetarian bukan hanya buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan. Namun juga boleh mengkonsumsi produk hewani tapi ikan saja. Diet vegetarian ini lebih simple karena menu yang bisa dikonsumsi tidak terlalu terbatas.

Misalnya masih boleh mengonsumsi keju, margarin, mayones, dan lain-lainnya. Namun hanya sebagai pelengkap dari makanan- makanan organik yang dikonsumsi.

Menu Diet Vegetarian yang Tepat Bagi Penderita Kanker

Menu diet vegetarian terbaik untuk penderita kanker adalah berbagai jenis sayuran. Oleh karena mereka bisa mengeliminasi semua sel kanker yang bersarang dalam tubuh.

Kenapa bisa?

Oleh karena sel kanker sangat butuh terhadap protein tinggi sehingga bisa menyebar dengan lebih cepat dan luas. Jika menjalani diet vegetarian tentu saja kadar protein yang akan masuk ke dalam tubuh tidak terlalu banyak. Jadi sel kanker bisa hilang bahkan mati dengan sendirinya.

Menu diet ini harus memperhatikan kombinasi dari makanan-makanan yang dikonsumsi. Dengan kombinasi yang tepat maka risiko kanker akan jauh lebih tinggi untuk dihilangkan, dibandingkan mengonsumsi satu jenis makanan saja.

Selain itu, juga harus memperhatikan warna di dalam menu. Maksudnya adalah warna asli dari sayur-sayuran dan buah-buahan yang dikonsumsi. Bukan dari pewarna makanan.

Jika warna makanan semakin beragam maka vitamin dan nutrisi yang diserap tubuh akan semakin banyak. Apalagi jika makanan tersebut memiliki warna hijau, merah, dan oranye gelap. Oleh karena biasanya nutrisi nabati mereka jauh lebih tinggi dibanding sayuran dan buah dengan warna lain.

Cara mengonsumsi menu diet vegetarian yang benar adalah mengonsumsi sayur dan buah ketika sarapan. Akan lebih baik jika memiliki kandungan asam folat. Oleh karena bisa membantu tubuh agar tidak memiliki risiko kanker rektum kanker payudara, dan kanker usus besar.

Meski kandungan asam folat sangat baik tapi harus langsung didapatkan dari bahan-bahan alami bukan berbentuk suplemen. Makanan-makanan yang memiliki kandungan asam folat antara lain, jeruk, melon, telur, strawberry, biji bunga matahari, kacang-kacangan, asparagus, dan sayuran dengan daun hijau seprti bayam dan selada.

Selain itu, berikut ini berbagai jenis sayuran lain yang paling baik untuk menurunkan risiko penyakit kanker.

  • Sayuran Yang Punya Daun Berwarna Gelap

Contoh sayuran dengan daun berwarnna gelap adalah kangkung, dan bayam. Di dalam dua sayuran ini terdapat kandungan karotenoid, asam folat, dan serat.

Fungsi dari tiga senyawa tersebut adalah membuat tubuh terlindungi dari kanker yang menyerang saluran pernapasan, misalnya pada daerah di sekitar mulut dan tenggorokan. Lalu kanker pankreas paru-paru, dan lambung.

  • Paprika

Semua warna paprika sangat bagus untuk menekan pertumbuhan sel kanker. Kandungan penting yang terdapat di dalamnya adalah zat antioksidan alami yang bisa mencegah masuknya radikal bebas ke dalam tubuh. Radikal bebas ini  termasuk penyebab terjadinya kanker.

  • Tomat

Jenis kanker yang bisa dihindari dengan mengkonsumsi tomat adalah kanker prostat. Oleh karena di dalam tomat ada senyawa likopen.  Cara mengkonsumsi tomat yang baik bisa dengan membuat jus, saus, pasta, dimakan langsung, atau ditumis dengan sayuran lain.

  • Sayuran Dengan Jenis Kubis-Kubisan

Sayuran yang termasuk dalam jenis ini antara lain pakcoy, sawi, brokoli, kubis, selada, kembang kol, dan kale. Jenis kanker yang bisa dicegah dengan sayuran ini, antara lain kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker serviks.

Selain dengan sayur-sayuran, rempah-rempah juga bisa dikonsumsi untuk mencegah kanker, antara lain:

  • Kunyit. Oleh karena memiliki kandungan Kandungan ini bisa membantu menekan terjadinya transformasi proliferasi, dan invasi dari sel kanker.
  • Kayu manis yang memiliki banyak kandungan antioksidan.
  • Oregano.
  • Jahe.
  • Cengkeh.

Kemudian umbi-umbian yang masih tergolong ke dalam jenis bumbu atau rempah misalnya bawang bombay, dan bawang putih. Di dalam dua jenis bawang ini ada senyawa yang bisa mencegah penyakit kanker yang terjadi di saluran pencernaan seperti usus besar, lambung, kerongkongan lalu kanker payudara, kanker prostat, dan kanker paru-paru.

Makanan-makanan vegetarian lainnya yang bagus antara lain seperti:

  • Lauk pauk misalnya tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
  • Aneka jamur.

Meski terlihat simple, tapi ternyata ada banyak contoh orang yang berhasil sembuh dari kanker karena menu-menu vegetarian seperti ini. Misalnya, artis Ria Irawan yang pernah menderita kanker getah bening, dan Liong Pit Lin yang menderita tiga jenis kanker sekaligus.

Demikianlah informasi mengenai menu diet vegetarian yang paling baik untuk penderita kanker. Namun, akan lebih baik jika diet vegetarian ini dijadikan gaya hidup bukan hanya untuk penderita atau mantan penderitanya, tapi juga Anda yang masih sehat.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring

Cara Menaikan Berat Badan

Cara Menaikan Berat Badan Setelah Kemoterapi dengan Tepat dan Mudah

Penyakit kanker sangat kuat dan sel-selnya mudah sekali menyebar ke seluruh tubuh. Jika tidak dideteksi sejak awal maka bisa membuat lebih banyak dampak negatif bagi tubuh penderita. Jika sudah demikian maka harus dilakukan kemoterapi untuk membantu mengobati.

Meski kemoterapi merupakan pengobatan paling ampuh untuk penyakit kanker tapi bisa membuat kondisi tubuh penderitanya menjadi kurang baik. Salah satunya adalah berat badan jadi menurun. Penurunan berat badan ini harus ditangani dengan baik agar pasien bisa merasa lebih sehat.

Ketahui informasi mengenai cara menaikan berat badan setelah kemoterapi pada artikel ini. Langsung saja lihat pembahasannya sebagai berikut.

Cara Kerja Kemoterapi

Sebelum sampai ke pembahasan cara untuk menaikan berat badan penderita kanker sesudah kemoterapi, ketahui dulu bagaimana cara kerja kemoterapi. Jadi Anda bisa mendapatkan gambaran kenapa berat badan pasien bisa turun drastis.

Pada umumnya, kemoterapi memiliki tujuan untuk menyembuhkan kanker, mengendalikan penyebaran kanker, mencegah penyebaran kanker, dan meringankan gejala dari kanker.

Dalam proses kemoterapi, dokter akan memberikan zat kimia ke dalam tubuh pasien. Zat kimia tersebut bisa masuk ke aliran darah kemudian menghancurkan sel-sel kanker yang ada. Zat ini akan menyerang semua sel kanker yang berkembang cepat.

Selain itu, bisa berdampak kepada sel yang sehat juga karena namanya juga cairan, pastinya akan mengalir ke seluruh tubuh. Inilah yang menyebabkan adanya efek samping pada pasien yang sudah kemoterapi, salah satunya berat badan yang turun.

Zat kimia dengan bentuk cairan ini akan disuntikkan ke tubuh pasien. Jika sudah terlalu parah penyakit kankernya maka dosis yang diberikan bisa sangat tinggi. Kemoterapi akan dilakukan beberapa kali sampai sel kanker benar-benar hilang. Biasanya sampai 6 kali, sejak kemoterapi pertama jarak ke kemoterapi selanjutnya adalah tiga minggu. Begitu juga seterusnya.

Jika daya tahan tubuh penderita tidak kuat maka bisa terjadi beberapa efek samping, antara lain:

  • Rambut rontok.
  • Mual dan muntah.
  • Sel darah putih jumlahnya sedikit jadi bisa infeksi.
  • Masalah pendengaran.
  • Badan lemas karena kelelahan.
  • Terjadinya pendarahan dan trombosit jumlahnya rendah.
  • Sel darah merah kurang.
  • Masalah usus.
  • Masalah kesuburan dan kehamilan.
  • Kesehatan mental.

Penyebab Berat Badan Turun Selama dan Setelah Kemoterapi

Setelah mendapatkan obat kemo, penderita akan mengalami perubahaan keadaan tubuh. Ada yang mengalami kenaikan berat badan, ada juga yang justru mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Beberapa alasan adanya pertambahan berat badan, antara lain:

  • Jumlah makanan atau porsi makan menjadi lebih banyak karena ada juga obat kemo yang membuat pasien punya nafsu makan lebih besar.
  • Kurang melakukan aktifitas fisik terutama setelah kemoterapi.
  • Jaringan lemak meningkat.
  • Terjadi pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan.

Sementara itu, penurunan berat badan biasanya penyebabnya, antara lain:

  • Makan jadi lebih sedikit karena nafsu makan buruk atau menurun
  • Muntah
  • Diare
  • Dehidrasi
  • Mual
  • Kelelahan

Apabila Anda mengukur berat badan dan ternyata ada penurunan 2 kg dalam seminggu maka segera beritahu dokter. Jadi dokter bisa membantu Anda untuk mencarikan solusinya. Apalagi jika disertai dengan gejala-gejala seperti linglung, detak jantung tidak teratur atau cepat sekali, bibir jadi warna biru, sering mengantuk bahkan sulit bangun, pusing, mengalami tanda-tanda dehidrasi, kulit dan mulut kering, urin jadi memiliki warna gelap, dan pernapasan lebih cepat.

Berat badan pada pasien kanker akan tergantung sekali dengan kebiasaan yang dilakukan dan seberapa besar upaya mereka untuk tetap hidup. Meski terlihat sederhana, tapi penurunan berat badan pasien kanker setelah kemoterapi, sedikitnya 5 persen, bisa mengurangi kemungkinan bertahan hidup si pasien. Bahkan masalah ini dan kekurangan gizi menjadi penyumbang 20 persen angka kematian penderita kanker di seluruh dunia.

Tips Menaikan Berat Badan Ketika Selesai Kemoterapi

Langsung saja lihat bagaimana cara menaikkan berat badan bagi penderita kanker yang telah melakukan kemoterapi.

Memiliki Asupan Nutrisi dan Makanan yang Tepat

Orang yang tidak memiliki penyakit apapun saja bisa turun berat badannya apabila asupan makanan dan nutrisi tidak tepat. Apalagi pada penderita penyakit parah seperti kanker. Makanan yang paling bagus dikonsumsi untuk menaikkan berat badan setelah kemoterapi, antara lain:

  • Kentang yang ditumbuk kemudian dicampur dengan susu atau mentega, lalu dimasak. Kentang tumbuk juga memiliki sifat yang lunak jadi mudah dicerna dan dikunyah. Rasanya akan lembut dan ringan di perut jadi tidak membuat adanya rasa mual.
  • Keju dengan kandungan rendah lemak tapi tinggi protein. Jenis makanan ini bisa membuat proses penyembuhan lebih cepat dan tenaga juga bisa pulih.
  • Telur karena mempunyai kandungan protein yang lumayan tinggi kemudian bisa dikonsumsi dengan cara apapun. Contohnya jika ditambahkan dengan salad bisa membuat asupan kalori menjadi bertambah. Kalori adalah bahan yang paling dibutuhkan penderita sesudah kemoterapi.
  • Kacang-kacangan. Namun jangan dikonsumsi dengan cara ditambahkan rempah-rempah karena bisa membuat perut terganggu.
  • Sup karena memiliki kandungan mineral vitamin dan kalori. Akan lebih baik jika bahannya terbuat dari brokoli.
  • Jahe yang dijadikan minuman.
  • Puding agar bisa membuang rasa lelah dan mual.

Suplemen Tambahan

Dengan mengonsumsi suplemen tambahan maka proses penyembuhan setelah kemoterapi akan lebih cepat. Pilih suplemen yang punya sifat antioksidan. Suplemen yang dikonsumsi setelah kemoterapi bisa membuat dampak positif dari kemoterapi lebih meningkat.

Meski berkhasiat tetapi harus memilih suplemen yang sudah diperbolehkan oleh dokter agar tidak ada masalah kesehatan. Apalagi menyebabkan gangguan proses oksidatif yang terjadi pada DNA seluler. Meskipun suplemen tambahan juga berupa obat herbal tetap harus berdasarkan persetujuan dokter.

Jika kurang nafsu makan dan tidak mau mengkonsumsi suplemen maka harus ada inisiatif untuk mengatasinya, antara lain:

  • Membuat waktu makan jadi lebih menyenangkan, misalnya makan dengan anggota keluarga.
  • Olahraga supaya nafsu makan dapat meningkat.
  • Menjadikan makanan dengan tampilan yang unik dan cantik.
  • Mengkonsumsi makanan dalam porsi yang sedikit tetapi sering.

Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup sangat penting setelah pasien selesai kemoterapi dan dalam masa pemulihan. Kemudian harus istirahat yang cukup supaya tetap kuat dan tidak mudah lelah. Untuk hal ini sepertinya tidak akan sulit karena biasanya memang pasien yang sudah menjalani kemoterapi akan mudah tidur.

Mudahnya pasien tidur setelah kemoterapi adalah dampak dari obat anti nyeri yang selalu diberikan dokter. Di dalam obat ini ada kandungan yang membuat pasien jadi bisa mengantuk lebih mudah. Jika tidak mempan Anda bisa minum 1 gelas susu hangat sebelum istirahat.

Cara lain untuk membuat Anda mudah tidur adalah pikiran harus tenang dan menciptakan suasa nyaman. Perasaan stres dan kekhawatiran akan kanker harus dihilangkan.

Makan dalam Porsi Kecil

Jika Anda masih malas makan harus tetap dipaksakan. Tidak apa-apa jika jumlahnya sedikit-sedikit asal kebutuhan makannya cukup. Jika biasanya harus makan 3 kali sehari dan Anda terlalu malas, bisa makan 6 kali tapi dalam porsi makanan yang kecil.

Dengan cara makan seperti ini juga tetap bisa membuat berat badan naik. Agar semakin baik, konsumsi yoghurt, manisan buah, dan minuman protein bubuk untuk pemenuhan kalori yang penting bagi penderita kanker.

Itulah dia informasi mengenai cara menaikan berat badan untuk pasien yang telah melakukan kemoterapi. Semoga yang disampaikan sini bermanfaat dan membantu anda untuk memiliki berat badan yang ideal kembali.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring

Makanan Penghilang Mual

Makanan Penghilang Mual Paling Tepat Setelah Kemoterapi

Kemoterapi adalah salah satu cara paling efektif untuk menyembuhkan penyakit kanker. Meski memang tidak semua pasien bisa disembuhkan karena sudah terlalu parahnya kanker yang diderita. Kemoterapi adalah serangkaian terapi dengan memberikan obat anti kanker yang akan bereaksi ke seluruh tubuh.

Oleh karena reaksinya sangat dahsyat, ketika selesai kemoterapi pasien bisa mengalami berbagai efek samping. Contohnya adalah mual, bahkan rasa ini bisa berkelanjutan. Untuk mengatasinya maka pasien harus menyantap makanan penghilang mual.

Ketika mual maka akan ada banyak nutrisi dan air yang terbuang dari tubuh Anda. Jika demikian, kondisi badan akan semakin lemas apalagi setelah melakukan kemoterapi. Tidak ada efek sampingnya saja kemoterapi bisa membuat penderitanya merasa lemas sekali.

Namun, rasa mual sebenarnya bisa diatasi dengan berbagai cara. Jika tetap tidak berhasil maka bisa langsung mengonsumsi makanan penghilang mual. Ingin tahu apa saja yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya? Pembahasan di bawah ini akan menjadi jawabannya.

Mengatasi Rasa Mual Setelah Kemoterapi dengan Makanan

Mual dan muntah setelah kemoterapi termasuk yang paling sering terjadi. Bahkan menurut dokter hal tersebut wajar terjadi. Efek samping ini memang tidak berbahaya, hanya saja membuat ketahanan tubuh pasien menjadi lebih buruk. Dengan hadirnya rasa ini maka pasien juga bisa mengalami penurunan nafsu makan.

Ada beberapa orang yang risiko mengalaminya lebih besar seperti sering melakukan kemoterapi, kemoterapinya dilakukan menggunakan jalur intravena, dosis obatnya yang tinggi, berusia kurang dari 50 tahun, wanita, dan memang rentan mengalami muntah ketika ada dalam perjalanan atau sakit.

Akan tetapi, sebelum menyimpulkan apakah rasa mual ini berasal dari kemoterapi. Pasien harus memeriksakan diri dulu kepada dokter supaya bisa diketahui penyebab pastinya. Oleh karena mual juga bisa terjadi karena efek obat-obatan, efek pengobatan, atau kankernya.

Kemungkinan mual karena kankernya terjadi apabila sel kanker telah bermetastasis ke organ cerna dan otak. Apabila hal ini yang menjadi penyebabnya maka harus ada pengobatan lebih lanjut. Tidak bisa hanya dihilangkan oleh makanan penghilang rasa mual.

Namun jika memang karena efek kemoterapi perasaan mual ini tidak akan berlangsung lama, paling maksimal hanya sampai lima hari. Efek tersebut bisa hilang sendiri. Namun jika Anda tidak tahan dan ingin segera mengakhirinya maka bisa mengonsumsi makanan penghilang mual yang sudah terbukti ampuh.

Kadang mual juga terjadi beberapa hari setelah kemoterapi, supaya tidak terjadi bisa dicegah juga dengan makanan-makanan yang akan disebutkan di bawah ini.

Jahe

Selain bisa untuk menghilangkan mual ketika di perjalanan dan kehamilan, jahe juga bisa digunakan sebagai makanan penghilang mual setelah kemoterapi. Hal ini sudah diteliti lebih jauh oleh para peneliti di Bond University dalam penelitian yang disebut sebagai Supplemental Prophylactic Intervention for Chemotherapy-induced Nausea and Emisis (SPICE).

Dalam penelitian tersebut mereka mencoba memberikan jahe untuk dikonsumsi pasien sebanyak 4 kali sehari sebelum melakukan kemoterapi. Jahe yang diberikan ada dalam bentuk kapsul dan sudah diekstrak. Ternyata terbukti bahwa mereka jadi tidak mengalami mual sama sekali. Bisa juga dalam bentuk permen jahe.

Di dalam jahe terdapat banyak sekali senyawa aktif yang berkhasiat, sebut saja karbohidrat, gingerol, zingerone, 1-dehydrogingerodine, palmetic acid, shogaol, 6-gingesulfonic acid, oleic acid, linoleic acid, caproc acid,caprylic acid, lauric acid, myristic acid, dan masih banyak lagi.

Meski memang bermanfaat tapi Anda harus tetap mengonsultasikannya kepada dokter karena jika dikonsumsi sembarangan bisa menyebabkan efek samping yang buruk. Apalagi jika Anda juga mengonsumsi obat-obatan yang tidak bisa berdampingan dengan jahe.

Makanan Berwarna Putih

Anda bisa mengonsumsi berbagai makanan berwarna putih seperti roti panggang, nasi putih, kentang rebus, yogurt dan puding rendah lemak rasa plain, dan makanan-makanan yang punya serat rendah.

Makanan Ringan dari Tepung

Makanan ringan tidak selamanya tidak menyehatkan, justru ada juga yang bagus untuk dikonsumsi. Beberapa diantaranya roti panggang, kue cracker, dan pretzel. Makanan-makanan ini bisa membuat asam lambung pembuat mual terserap sehingga tidak akan merasakan enek dan ingin muntah.

Meski bisa dikonsumsi dan khasiatnya bagus tapi tetap harus pilih camilan yang tepat. Jangan yang terlalu banyak menggunakan pengawet, Anda bisa mencari camilan-camilan enak, tapi sehat dengan mudah.

Oatmeal

Makanan yang terbuat dari gandum ini termasuk makanan sehat yang juga bisa dikonsumsi untuk menghilangkan mual setelah atau mencegah mual sebelum kemoterapi. Namun jenis oatmeal yang baik adalah baunya tidak terlalu kuat dan bisa dengan mudah dicerna.

Anda bisa mengonsumsinya bukan hanya untuk sarapan tapi makan malam juga. Tentunya mudah mendapatkan produk oatmeal sehat yang dijual di pasaran.

Apel

Jika mencari buah yang kaya manfaat maka apel salah satu jawabannya. Apel memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga bisa membersihkan zat-zat dalam tubuh yang membuat mual. Selain mengonsumsinya secara langsung Anda bisa meminum jus apel yang bisa “menenangkan” perut dan mencegah mual.

Jika tidak suka apel, pir juga punya khasiat yang sama.

Pisang

Buah kesukaan banyak orang ini menjadi salah satu makanan penghilang mual karena bisa merangsang lendir yang berada pada lapisan lambung.

Makanan yang Dingin

Tidak selamanya makanan atau minuman dingin kurang baik bagi kesehatan. Buktinya bisa menjadi salah satu makanan yang menghilangkan mual. Contohnya adalah es Italia, sherbet bahkan es batu. Perut Anda jadi bisa lebih baik.

Pengonsumsian makanan dingin ini bisa jadi alternatif jika Anda tidak kuat atau merasa mual juga ketika meminum segelas air. Mengonsumai makanan yang hangat atau panas justru bisa membuat rasa mual kian muncul, bahkan jika hanya menghirup baunya.

Itulah dia beberapa makanan dan beberapa minuman yang bisa dikonsumsi untuk menghilangkan mual. Meski menurut Anda ketika makan justru akan lebih terasa mualnya tapi justru Anda harus tetap makan. Paksakan diri Anda untuk menyantap makanan-makanan yang sudah disebutkan tadi.

Temulawak

Temulawak biasa dijadikan minuman kesehatan yang khasiatnya terbukti ampuh. Anda bisa meminum temulawak yang sudah dijadikan minuman ketika selesai kemoterapi. Namun pastikan tanyakan dulu pada dokter apa boleh dikonsumsi tepat setelah kemo atau justru baru bisa dikonsumsi nanti.

Selain dengan mengonsumsi makanan Anda bisa mengatasi mual dengan cara lainnya. antara lain:

  • Konsumsi obat mual sekitar setengah sampai satu jam sebelum makan. Cara ini efektif untuk menghilangkan rasa tidak enak tersebut.
  • Makan makanan yang Anda suka.
  • Meski harus makan, tapi jangan banyak-banyak. Makan sedikit saja tapi sering.
  • Setiap hari minum air putih sebanyak 6 sampai 8 gelas.
  • Jangan makan makanan yang sulit dicerna seperti makanan yang berlemak dan pedas.
  • Makan perlahan-lahan dan harus mengunyah makanan dengan baik.
  • Minum obat untuk mencegah mual sesuai dengan waktunya.

Jika muntah-muntah dan mual terus berlanjut maka harus segera hubungi dokter. Takutnya membuat Anda dehidrasi. Beberapa tanda-tanda mual yang merupakan gejala kurang baik adalah jantung berdenyut dengan cepat, air kemih jumlahnya sedikit dan berwarna gelap, pusing ketika berdiri, nyeri kepala, kulit terasa kering dan wajah kemerahan, mudah merasa tersinggung dan marah, dan lidah bagian pinggirnya berwarna kemerahan.

Demikianlah informasi mengenai makanan penghilang mual setelah kemoterapi.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Nasofaring