Category Archives: Pengobatan Medis

Bedah Onkologi

Serba-Serbi Pengetahuan Penting Tentang Bedah Onkologi

Penyakit kanker dan tumor tak pernah bisa dilepaskan dengan yang namanya bedah onkologi sebab bidang kedokteran inilah yang memegang peran utama dalam proses penyembuhannya. Kanker dan tumor sendiri adalah sebuah serangan penyakit yang dianggap paling mematikan nomor dua di seluruh dunia setelah jantung dan stroke. Jadi sangatlah wajar jika penyakit ini selalu mendapat perhatian tinggi dari para praktisi kesehatan.

Apa Sih Onkologi Itu?

Onkologi sendiri merupakan suatu istilah kedokteran yang mengandung arti bidang kesehatan yang secara khusus menangani serta mengobati serangan penyakit tumor dan kanker. Adapun dokter yang juga secara khusus menekuni bidang ini dan bedah onkologi dinamakan sebagai ahli onkolog.

Selain itu, tidak jarang pula ada penderita kanker dan tumor perlu ditangani oleh beberapa ahli onkolog sekaligus. Para onkolog ini bertugas memberi pengobatan dan saran atas segala jenis unsur pemeriksaan dan penanganan penyakit kanker atau tumor. Termasuk juga menjalankan tugas untuk melakukan radioterapi, pembedahan dan kemoterapi.

Menurut segi klinis, onkologi terdiri dari tiga macam bidang utama. Pertama adalah onkologi bedah, memiliki tugas mempelajari ilmu-ilmu pembedahan kepada penderita kanker misalnya biopsi, stadium, dan reseksi bedah tumor.

Kemudian yang kedua dinamakan onkologi medis, dengan fokus utama terhadap penanganan serangan penyakit kanker melalui sistem pengobatan khususnya kemoterapi. Lalu yang ketiga disebut sebagai onkologi radiasi dengan tugas utama menangani kanker dengan sistem radiasi terapeutik.

Biasanya orang yang menderita kanker akan lebih sering melakukan hubungan dengan dokter onkologi medis. Peran dari onkolog medis ini antara lain adalah melakukan diagnosis kanker dan diskusi pada pasien atas tindakan medis yang harus dilakukan, termasuk bedah onkologi yang juga perlu dilaksanakan.

Selain itu juga akan mengatur serta mengawasi proses pengobatan, terapi sekaligus juga akan menangani resiko komplikasi yang kemungkinan bisa terjadi. Peran berikutnya ialah merawat pasien agar pulih kembali kesehatannya setelah penanganan kanker dilaksanakan.

Beberapa jenis penyakit kanker yang selalu ditangani oleh ahli onkologi atau onkolog antara lain adalah kanker paru-paru, kanker payudara, kanker saluran pencernaan, kanker kolokteral dan kanker ovarium. Jenis kanker lainnya seperti leukimia atau kanker darah, melanoma atau kanker kulit dan tumor ginjal juga selalu ditangani oleh onkolog medis.

Lalu Kapan Harus Ke Ahli Bedah Onkologi?

Kanker dan tumor merupakan penyakit berat dan bersifat mematikan. Untuk itu, setiap orang perlu mengetahui kapan ke ahli bedah onkologi. Sehingga saat serangan penyakit ini muncul, dapat segera ditangani secepatnya dan efek-efek negatifnya bisa dihilangkan atau paling tidak diminimalkan.

Cara paling baik untuk mencegah kanker dan tumor memang dengan cara melakukan deteksi lebih dini. Meski sebagian besar gejalanya bersifat umun, tetapi apabila pemeriksaannya bisa dilakukan lebih awal, penanganannya juga akan berjalan lebih cepat dan efektif.

Salah satu contohnya adalah kanker kulit. Gejala penyakit ini biasanya muncul dengan tanda berupa perubahan warna permukaan kulit, pigmentasi, pertumbuhan rambut yang tidak wajar, dan kulit berwarna kekuningan atau kemerahan. Gatal-gatal atau memar yang tidak diketahui secara jelas penyebabnya juga sering menjadi gejala awal dari serangan kanker kulit.

Munculnya benjolan pada permukaan kulit yang tidak dapat hilang juga perlu diwaspadai dan harus secepatnya diperiksakan ke ahli bedah onkologi atau onkolog. Leukimia atau limforma dan kanker getah bening, awal pertumbuhannya biasanya ditandai dengan benjolan semacam ini.

Kemudian untuk kanker payudara, juga ditandai dengan kondisi yang sama, yaitu pemunculan benjolan di sekitar area payudara. Selain itu tak jarang pula muncul beberapa tanda yang lain, seperti bentuk puting payudara yang menjadi melesak dan kulit payudara berubah jadi seperti mengkerut atau berwarna kemerahan. Gejala berikutnya, puting sering mengeluarkan cairan.

Selanjutnya perut kembung yang terjadi secara terus menerus dan disertai dengan pendarahan di organ vagina serta berat badan yang turun dratis menjadi gejala awal dari kanker ovarium. Penurunan berat badan ini sering pula menjadi pertanda dari pemunculan serangkan penyakit kanker perut, kanker paru-paru dan kanker pankreas.

Jenis-Jenis Bedah Onkologi

Operasi onkologi atau bedah onkologi merupakan wujud dari tindakan medis yang dilakukan dengan tujuan utama untuk menangani dan mengatasi pertumbuhan kanker. Atas dasar tujuan inilah, operasi onkologi dibagi menjadi beberapa jenis.

1. Operasi Pencegahan

Bagi Anda yang memiliki resiko tinggi kena penyakit kanker karena faktor riwayat keluarga atau keturunan dan genetik, bisa melakukan teknik pencegahan tanpa perlu menunggu adanya serangan penyakit tersebut.

Tindakan ini dilaksanakan melalui operasi dengan cara mengangkat organ atau jaringan yang dinilai lebih rentan terhadap kanker. Misalnya wanita yang anggota keluarganya pernah kena kanker payudara, dapat melakukan mastektomi meski diagnosis yang dilakukan tidak (belum) menunjukan adanya gejala kanker tersebut.

2. Operasi Pemeriksaan

Tidak jarang ada operasi onkologi yang dilaksanakan dengan maksud untuk mengetahui serta memastikan tidak ada bibit dan benih tumor yang diyakini sebagai sel kanker. Pada umumnya operasi ini dilakukan dengan cara mengambil sebagian kecil tumor di organ tubuh kemudian diteliti menggunakan mikroskop. Tindakan ini dinamakan biopsi dan melalui teknik ini dapat diketahui apakah tumor di organ tersebut tergolong sebagai tumor jinak atau ganas.

3. Operasi Penentuan Stadium Kanker

Klarifikasi atas satu serangan kanker kadangkala memerlukan beberapa kali tindakan operasi onkologi. Tujuannya adalah untuk menentukan dan mengetahui stadium kanker, yang tak lain menjadi faktor terpenting guna menentukan teknik pengobatan pada pasien. Operasi onkologi ini bertujuan pula untuk memeriksa dan mengevaluasi ukuran pertumbuhan tumor.

4. Operasi Pengobatan Awal

Dalam berbagai kasus penyakit kanker, operasi onkologi sering dilihat sebagai suatu langkah awal terbaik dari sistem pengobatan. Alasannya, karena melalui tindakan tersebut, tumor atau kanker dapat diangkat dari organ tubuh. Kemudian apabila infeksinya tidak parah, operasi ini cukup ditujukan untuk mengobati serangan penyakitnya saja. Namun tidak jarang ada pasien yang membutuhkan terapi atau operasi lain jika infeksinya sudah terlanjur parah.

5. Operasi Penghilangan Gejala

Selain yang telah disebutkan di atas, ada operasi atau bedah onkologi yang dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan beberapa jenis gejala pemunculan tumor dan kanker. Contohnya adalah operasi untuk mengurangi rasa sakit akibat adanya tumor atau sel kanker yang tumbuh dan menekan syaraf atau tumor yang pertumbuhannnya membuat saluran usus jadi sempit.

Tips Mencari Dokter Bedah Onkologi

Informasi tentang dokter bedah onkologi menjadi hal yang sangat penting bagi setiap orang yang sedang menderita penyakit kanker. Untuk mencari ahli onkologi terpercaya dan terbaik, harus dipastikan bahwa dokter tersebut sudah memiliki pengalaman tinggi di bidang onkolog yang ditekuninya.

Selain itu, pilihlah dokter yang sudah dikenal secara luas oleh masyarakat karena reputasi dan keahlian yang dimilikinya. Salah satu pembuktiannya adalah sering menerbitkan dan menulis jurnal ilmiah khususnya tentang hal-hal yang berhubungan dengan penyakit dan pengobatan penyakit kanker.

Satu hal yang tidak kalah penting adalah, dokter onkologi ini harus mampu memberikan rasa nyaman pada Anda selaku pasien. Terutama ketika menjalani sesi konsultasi hingga operasi dan tindakan-tindakan lain paska operasi. Perlu diketahui, proses penyembuhan kanker dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan lamanya.

Jangan lupa pula mengutamakan dokter ahli bedah onlokogi yang mempunyai keahlian lebih spesifik lagi. Seperti dokter onkologi khusus kanker payudara, dokter onkologi khusus kanker pankreas, dan seterusnya.

Baca artikel lain mengenai Synovial Sarcoma

Makanan Untuk Pasien Radioterapi

Makanan Untuk Pasien Radioterapi Agar Lebih Cepat Sembuh Dan Sehat Kembali

Ada beberapa jenis makanan untuk pasien radioterapi yang sangat dibutuhkan agar proses penyembuhan dapat berjalan lebih cepat dan lancar. Radioterapi adalah salah satu bentuk dari sistem pengobatan yang ditujukan kepada penderita kanker dengan tujuan untuk membunuh pertumbuhan sel-sel kanker.

Meski bersifat menyembuhan, tetapi pada sisi lain sistem pengobatan ini sering menimbulkan dampak tidak menyenangkan. Untuk mengurangi efek negatif ini, maka diperlukan makanan-makanan khusus dengan kandungan gizi serta nutrisi sesuai dengan kondisi pasien yang pada umumnya akan mengalami penurunan kekuatan dan stamina tubuh.

Konsultasi Sebelum Menjalani Radioterapi

Sebelum menghadapi proses radioterapi, ada beberapa jenis persiapan yang perlu dilakukan dan salah satunya adalah konsultasi. Oleh karena itu, lakukan konsultasi sesuai dengan jadwal yang telah diberikan oleh dokter.

Biasanya pada konsultasi pertama, Anda dan keluarga akan diberi penjelasan lengkap tentang hal-hal yang berkaitan dengan radiologi. Melalui konsultasi ini pula dokter dapat mengetahui secara lebih pasti kondisi fisik dan mental Anda untuk menghadapi dan menjalani radioterapi sekaligus menyiapkan diri atas dampak-dampak yang muncul sesudah radioterapi.

Setiap konsultasi, sebaiknya selalu melibatkan keluarga karena mereka memiliki peran sangat penting dalam proses penyembuhan. Sebelum dan setelah proses radioterapi dilakukan Anda selalu pasien penderita kanker akan selalu membutuhkan bantuan keluarga baik secara mental maupun fisik.

Asupan Makanan Yang Harus Rajin Dikonsumsi Sebelum Radioterapi

Dalam sesi konsultasi, dokter juga akan selalu mengasih penjelasan lain seputar jenis asupan makanan untuk pasien radioterapi sebelum langkah penyembuhan ini dilaksanakan. Untuk langkah permulaan, biasanya Anda diharuskan menghindari makanan yang terlalu dingin atau sebaliknya terlalu panas.

Peraturan ini akan diberlakukan secara lebih ketat lagi bagi pasien yang proses radioterapinya berada di area leher dan kepala. Makanan dan minuman yang terlalu panas dan terlalu dingin memiliki pengaruh besar di area sekitar selaput rongga mulut. Kondisi ini akan menimbulkan resiko lebih besar terhadap pemunculan luka saat radioterapi dilaksanakan.

Kemudian yang lebih spesifik lagi Anda akan diharuskan lebih rajin mengkonsumsi makanan yang mempunyai kandungan antioksidan tinggi. Tujuannya yaitu untuk meningkatkan kinerja organ tubuh agar lebih kebal melawan radikal bebas berbahaya di aliran darah. Radikal bebas ini, jika tidak dilawan dengan antioksidan dapat menimbulkan kerusakan pada DNA maupun sistem kekebalan pada tubuh itu sendiri.

Makanan yang kaya dengan kandungan antioksidan tinggi ini antara lain adalah buah-buahan dan sayuran yang memiliki warna mencolok seperti kuning, hijau, merah dan jingga. Jenisnya antara lain adalah wortel, bayam, anggur merah, berry, cranberery, brokoli, kacang tanah dan apel.

Sehubungan dengan asupan makanan untuk pasien radioterapi ini, Anda juga disarankan lebih sering menyantap makanan yang kandungan proteinnya tinggi. Protein punya peranan sangat penting untuk melancarkan proses penyembuhan jika radioterapi sudah dijalankan.

Contoh dari makanan yang mempunyai kandungan protein tinggi, antara lain kacang almond, telur, ikan tuna, yogurt, kenari, kalkun, ayam dan keju cottage. Sedangkan untuk pasien yang menganut faham vegetarian, sebagai gantinya dapat mengkonsumsi tempe, tahu, susu kedelai dan produk makanan lain dari bahan kacang-kacangan.

Asupan lainnya yang juga sangat diperlukan oleh tubuh sebelum menjalani radioterapi adalah vitamin C. Asupan ini sangat berguna untuk melancarkan proses perbaikan dan pertumbuhan sel-sel dan jaringan baru dalam tubuh. Asupan vitamin C ini dapat diperoleh dari semua jenis sayur dan buah. Konsumsi asupan vitamin C harus mulai dijalankan paling tidak sekitar satu minggu sebelum radioterapi dilaksanakan.

Apa Saja Makanan Yang Harus Dikonsumsi Setelah Radioterapi?

Tidak hanya sebelum menjalani prosesnya saja. Usai proses pengobatan ini dijalankan masih ada asupan makanan lain yang juga sangat dibutuhkan oleh tubuh. Adapun jenis-jenis asupan makanan tersebut antara lain yang kandungan seratnya sangat tinggi.

Contoh dari makanan ini adalah gandum yang sangat bagus dijadikan sebagai sumber proses pencernaan. Selain itu juga buah serta sayuran. Khususnya yang kaya kandungan mineral dan vitamin, berguna untuk mengatasi salah satu efek dari radioterapi berupa sembelit. Sayur dan buah juga sangat membantu tubuh dalam menjalankan proses pemulihan kesehatan.

Jenis makanan untuk pasien radioterapi lainnya adalah yang mengandung protein, seperti daging ayam dan kacang-kacangan. Protein mempunyai peran tinggi dalam meregenerasi dan membentuk jaringan baru seperti terutama di bagian kulit bekas operasi. Selain itu, protein ini juga akan memberi tenaga atau energi lebih besar pada tubuh.

Makanan yang kaya dengan lemak sehat juga menjadi komponen terpenting sebab diperlukan oleh tubuh sebagai sarana peningkatan sistem kekebalan setelah menjalani radioterapi. Tidak itu saja, lemak juga bisa memberi energi baru bagi tubuh. Sumber terbaik untuk mendapatkan lemak sehat ini adalah minyak zaitun dan kacang-kacangan.

Selanjutnya adalah makanan yang mengandung antioksidan, dengan tujuan untuk mengatasi kehadiran radikal bebas yang sebelumnya banyak sekali terlepas ketika operasi. Buah-buahan seperti apel dan jeruk adalah makanan yang kandungan vitamin C-nya sangat tinggi. Vitamin C ini merupakan sumber terbaik untuk mendapatkan asupan antioksidan dan sangat baik jika dikonsumsi baik sebelum maupun sesudah radioterapi.

Perlu diketahui pula, biasanya antibiotik akan diberikan dokter ketika operasi radioterapi usai dijalankan dengan maksud untuk mengurangi efek negatif atas proses penyembuhan tersebut. Hanya saja, pemberian antibiotik ini dapat membunuh bakteri yang sifatnya baik dalam tubuh sehingga berpengaruh pada sistem kekebalan.

Berdasarkan hal ini diperlukan pula asupan makanan yang sifatnya fermentasi seperti kacang-kacangan sebagai media untuk menguatkan organ usus. Demikian pula dengan makanan yang mengandung banyak air, sangat berguna untuk melancarkan sistem metabolisme. Dari asupan air juga, racun dan radikal bebas menjadi lebih cepat dikeluarkan dari tubuh melalui keringat dan air kencing atau urine.

Karena itu, bagi Anda yang baru saja menjalani proses radioterapi sebaiknya rajin minum air paling sedikit tidak 6 hingga 8 gelas per hari. Selain itu juga disarankan mengkonsumsi buah segar seperti semangka, karena bisa mengurangi resiko dehidrasi atau kekurangan cairan pada tubuh.

Kemudian yang terakhir, sumber makanan untuk pasien radioterapi lain yang juga sangat baik untuk dikonsumsi adalah yang kaya kandungan mineral. Contohnya yaitu telur, kacang-kacangan dan makanan laut. Satu hal lagi yang tak boleh dilupakan, pilih makanan yang lebih mudah dicerna oleh tubuh, karena organ pada sistem metabolismenya masih lemah.

Tips Kesehatan Lainnya Untuk Pasien Radioterapi

Selain memperhatikan pola dan pemilihan asupan makanan, terdapat beberapa tips kesehatan yang juga harus selalu dijalankan setelah menjalani radioterapi. Diantaranya yaitu tidak boleh kena pancaran sinar matahari secara langsung, khususnya di bagian kulit bekas operasi. Oleh karena itu, gunakan pelindung misalnya payung dan jangan lupa selalu memakai krim khusus anti sinar ultraviolet sesuai saran dari dokter. Terutama sekali ketika berada di ruang terbuka pada siang hari.

Tips berikutnya, mulut dan gigi harus selalu dijaga kebersihannya terutama jika Anda adalah pasien yang baru saja menjalani operasi radioterapi di area leher dan kepala. Hal ini sangatlah penting karena mulut dan gigi sering mengalami masalah kekeringan baik ketika radioterapi dilaksanakan maupun sesudahnya.

Demikianlah penjelasan lengkap tentang jenis-jenis makanan untuk pasien radioterapi dan tips-tips kesehatan lainnya bagi Anda yang sedang menderita kanker atau tumor. Semoga bisa bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Synovial Sarcoma

Cara Mengatasi Efek Samping Radioterapi

Bagaimana Cara Mengatasi Efek Samping Radioterapi? Jawabannya Ada Di Sini!

Radioterapi salah satu metode pengobatan untuk penderita kanker. Anggapan umum pasien yang akan memperoleh pengobatan radioterapi adalah takut akan sakit efek radioterapi. Tidak semua pasien mengetahui bahwa efek samping radioterapi dapat diminimalisasi dan di atasi. Cara mengatasi efek samping radioterapi akan dibahas di sini.

Efek Samping Radioterapi

Pada dasarnya, efek samping radioterapi tergantung dari lokasi radiasi, luas lapangan radiasi, dan tergantung pada jumlah dosis. Jadi, terjadinya dampak tidak nyaman pada pasien sebenarnya juga tergantung oleh faktor eksternal seperti kelembaban dan temperatur. Hal ini dibenarkan oleh dr. Defrizal, salah satu dokter dibidang spesialis radiasi onkologi dari RS Dharmais Jakarta. Cara mengatasi efek samping radioterapi ternyata dapat menimbulkan efek samping lanjutan dan efek samping akut.

1. Efek Samping Akut

Jadi, setelah dilakukan pemeriksaan radioterapi, beberapa pasien langsung memberikan reaksi melalui tubuhnya. Misalnya mengalami kemerah-merahan, di kulit muncul gelembung, dan terjadi jaringan nekrotik (mati) sehingga menyebabkan kerusakan kulit. Reaksi yang langsung ditimbulkan setelah pemeriksaan inilah yang disebut dengan reaksi akut.

2. Efek Samping Lanjutan

Efek samping lanjuta dalam hal ini terjadinya pendarahan dan pengerutan jaringan akibat radioterapi. Memang setiap pasien akan merespons radioterapi dengan efek samping yang berbeda-beda. respons yang ditunjukan tubuh pasien setelah radioterapi tergantung pada sistem imun pasien. Jika sistem imun kuat, pasien tersebut jelas merespons berbeda.

Dilihat dari tingkatannya, efek samping radioterapi dibagi menjadi dua tingkatan, yaitu tingkat jangka pendek dan jangka panjang. Berikut ulasannya.

1. Jangka Pendek

Pasien yang tidak memiliki daya tahan yang kuat, efek samping jangka pendek akan memperlihatkan beberapa gejala. Gejala yang sering dialami oleh pasien radioterapi adalah mual, kulit berubah warna menjadi kehitaman, muntah dan mengalami kerontokan rambut. Karena cara radioterapi bisa dilakukan dibagian di bagian tertentu sepertikepala, muka, leher bahkan kerongkongan, kemungkinan efek samping yang ditimbulkan juga lebih. Gejala umumnya adalah mudah lelah, perubahan hormon yang menyebabkan perubahan siklus menstrulasi pada perempuan, dan mengalami gangguan terhadap kualitas sperma.

Seperti yang kita tahu bahwa sakit itu tidak ada rasa enaknya. Wajar jika penderita kanker yang tengah menjalani radioterapi akan mengalami penurunan nafsu makan. Dampak dari sulit makan inilah yang seringkali ditemui pasien yang akan mengalami gangguan sistem pencernaan. Oleh sebab itu, pihak keluarga dituntut untuk memberikan nutrisi dan asupan gizi yang cukup.

Lantas, bagaimana cara mengatasi efek samping radioterapi jangka pendek? Sebagai berikut.

  • Makan sedikit-sedikit, namun berkelanjutan.
  • Memilih makanan yang kaya vitamin dan serat.
  • Hindari makan makanan asam dan pedas.
  • Jaga kesehatan dan rajin gosok gigi.
  • Hindari merokok.

2. Jangka Panjang

Efek samping radioterapi jangka panjang ternyata dapat merusak sel dan jaringan DNA. Tidak hanya itu, sel-sel normal di dalam tubuh juga akan rusak. Wajar jika sel di dalam tubuh mengalami kerusakan, maka akan tubuh pun akan merespons berbagai macam. Apa saja respons tubuh yang akan diperlihatkan? Sebagai berikut.

    • Apabila perut di radioterapi, menimbulkan kandung kemih tidak elastis dan menimbulkan sering buang air kecil.
    • Payudara akan mengeras dan kencang.
    • Apabila radioterapi dibagian pinggul, dampak yang ditimbulkan akan menyebabkan terjadi penyempitan vagina dan menyebabkan vagina tidak lentur.
    • Terjadi pembengkakan di bagian pundak.
    • Apabila radioterapi dilakukan di dada, paru-aru akan mengalami gangguan fungsi dan berisiko mengalami penyempitan saluran nafas yang ditandai dengan sesak nafas, sakit saat menelan.

Dari beberapa gejala yang ditimbulkan di atas, bisa jadi itu hanya sementara namun dalam jangka panjang. Asal selalu kontrol rutin dengan dokter, semua keluhan dapat diberi perlakuan oleh dokter terkait, agar kembali normal.

Benarkan Radioterapi Menimbulkan Efek?

Memang radioterapi memiliki efek samping. Bukan berarti efek samping tersebut mutlat. Efek samping tersebut dapat ditekan dan diminimalisasi. Pencegahan munculnya efek samping dari terapi tidak akan berdampak terlalu parah dan menyakitkan bagi pasien. Kemungkinan rasa sakit dapat ditekan jika kita mengikuti anjuran dan perintah dokter. Berikut adalah cara mengatasi efek samping radioterapi yang dapat dicoba.

  1. Bagi pasien yang mengalami kanker nasofaring maka sering dan jaga kebersihan mulut. Menjaga kebersihan nasofaring bagi pendera kanker penting, jika tidak menjaga kebersihan mulut, akan memperparah menjadi infeksi.
  2. Pasien yang memiliki kanker di leher dan kepala, hindari mengonsumsi dan makan makanan terlalu panas dan terlalu dingin. Efek dari makanan/minuman terlalu dingin dan terlalu panas saat masuk ke dalam mulut justru akan merusak selaput ronggo mulut, dan riskan memperburuk luka efek radiasi.
  3. Sebelum dilakukan radioterapi, cara mengatasi efek samping radioterapi dari koreng adalah mengkontrol keringat. Pastikan saat di radioterapi tubuh tidak mengeluarkan keringat. Meskipun hanya keringat, ternyata dapat menimbulkan efek samping berupa koreng.
  4. Pasien yang memperoleh pemeriksaan radioterapi sangat sensitif terhadap sinar matahari.

Pada dasarnya, dampak yang ditimbulkan radioterapi tergantung dari daya tahan tubuh pasien. Jika pasien memiliki daya tahan tubuh yang baik, efek samping ini tidak begitu dirasakan begitu berarti.

Makanan Sehat Mengatasi Efek Samping

Selain menunjang performa tubuh pasien dengan istirahat yang cukup, ternyata mengonsumsi makanan dan obat herbal juga sangat penting. Pentingnya mengembalikan daya tahan tubuh sedia kala. Berikut cara mengatasi efek samping radioterapi dengan makanan sehat sekaligus herbal yang dapat dikonsumsi oleh penderita kanker.

  1. Telur

Telur salah satu makanan yang kaya protein, baik untuk penderita kanker. Telur terbukti baik mengembalikan energi yang hilang, serta mengembalikan kekuranga protein di dalam tubuh.

  1. Jahe

Jahe juga baik dikonsumsi oleh pasien yang habis radioterapi. Jahe memiliki sifat anti inflamasi yang berfungsi untuk mengurangi rasa mual dan muntah. Cara konsumsi bisa dengan dibuat teh jahe agar tetap nikmat saat dikonsumsi.

  1. Sayuran

Jangan sepelekan dedaunan berwarna hijau ini. Sayuran yang baik dikonsumsi adalah sayuran yang memiliki sumber zat besi dan vitamin K, A, dan E. Ketiga vitamin inilah yang dianggap mampu melancarkan peredaran darah dan menyuplai oksigen di dalam tubuh.

  1. Kacangan-Kacangan

Ternyata kacang-kacangan juga baik untuk meningkatkan vitalitas tubuh pasien. Kacang memiliki vitamin B sekaligus sebagai sumber protein yang berfungsi meningkatkan kesehatan dan memperbaiki sel. Baik untuk pasien kemo karena gizi pada kacang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  1. Yogurt

Makanan terlezat dari daftar makanan di atas adalah yogurt. Yogurt mengandung bakteri baik yang baik untuk kesehatan usus dan membantu mencegah terjadinya diare sekaligus mencegah terjadinya penurunan berat badan.

Itulah ulasan mengenai bagaimana cara mengatasi efek samping radioterapi  yang bisa disampaikan. Diharapkan dengan ulasan ini memberikan gambaran. Satu hal yang perlu diperhatikan, tetap berfikir positif selama menjalani pengobatan.

Baca artikel lain mengenai Cryosurgery Adalah