Category Archives: Pengobatan Medis

Rumah Sakit Kanker Terbaik di Singapura

Rumah Sakit Kanker Terbaik di Singapura Ini Banyak Dikunjungi Pasien Indonesia

Sebagai negara yang maju, Singapura memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara salah satunya dalam bidang kesehatan. Di Singapura ada banyak sekali rumah sakit yang banyak dikunjungi pasien dari berbagai negara yang sistem kesehatannya tidak sebaik negara ini, salah satunya Indonesia. Salah satu rumah sakit yang banyak dikunjungi oleh orang-orang Indonesia adalah rumah sakit kanker terbaik di Singapura. Oleh karena di sini belum ada rumah sakit khusus kanker yang perawatan dan segala halnya sebaik di Singapura sehingga banyak sekali orang-orang yang rela mengeluarkan uang banyak untuk menyembuhkan penyakitnya di rumah sakit negara ini.

Di antara banyaknya rumah sakit kanker di Singapura, nama rumah sakit Mount Elizabeth selalu menjadi yang teratas, disebut juga sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Singapura. Dari orang biasa, artis, sampai pejabat di Indonesia banyak yang berobat ke sana. Seperti apakah kelebihan dari rumah sakit ini? Artikel ini akan membahasnya.

Rumah Sakit Khusus Kanker Mount Elizabeth

Kanker adalah salah satu jenis penyakit di Indonesia bahkan dunia yang paling banyak menyerang orang-orang. Penyakit ini kebanyakan akan membuat penderitanya mengalami penderitaan yang sangat panjang karena lumayan sulit untuk disembuhkan. Bahkan dengan dirawat, dan dikemoterapi sampai berkali-kali penyakit ini tetap saja bertahan. Di Indonesia ada beberapa rumah sakit kanker yang bagus tapi memang terkadang tidak bisa mengobati penyakit kanker yang sudah terlanjur parah karena kurang peralatan yang ada.

Bahkan untuk obatnya pun banyak yang harus didatangkan dari luar negeri dengan biaya yang sangat mahal. Maka dari itu untuk orang-orang yang memiliki banyak uang lebih memilih langsung membawa penderita ke rumah sakit lain di luar negeri yang sudah terbukti terbaik dan memiliki peralatan yang sangat lengkap bagi penderita kanker.

Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura banyak diketahui oleh orang-orang Indonesia sebagai rumah sakit untuk penderita kanker yang terbaik sehingga banyak sekali yang datang ke sana. Meski sebenarnya ada rumah sakit di Singapura untuk kanker yang lainnya.

Rumah sakit di Singapura untuk kanker ini memang memberikan pelayanan yang sangat baik bagi para pasiennya apalagi dengan tenaga medis dan peralatan-peralatan canggihnya yang siap sedia untuk menyembuhkan banyak pasien. Beberapa alasan kenapa banyak pasien Indonesia yang memilih Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura antara lain, kamarnya sangat nyaman, pelayanannya baik cepat dan ramah, tenaga medis benar-benar mumpuni, dan teknologi yang digunakan canggih sekali.

Hal lain yang menjadi kelebihan dari rumah sakit ini adalah hasil pemeriksaan terhadap pasiennya akan dilakukan dengan akurat tetapi dalam waktu yang cepat tanpa perlu menunggu sampai berminggu-minggu. Inilah yang diinginkan banyak orang karena memang kanker itu harus segera diobati tanpa perlu bertele-tele seperti yang banyak terjadi di rumah sakit Indonesia. Dalam hal ini kita sebenarnya tidak bisa menyalahkan rumah sakit di Indonesia sepenuhnya karena memang keterbatasan alat salah satu alasannya.

Pada rumah sakit ini jenis-jenis kanker yang bisa diobati antara lain kanker serviks, kanker payudara, kanker paru, dan kanker kolorektal. Rumah sakit terbaik di Singapura ini akan mengobati kanker dengan tiga cara, yaitu dengan kemoterapi, operasi, dan terapi radiasi. Memang sama dengan cara yang dilakukan di rumah sakit mana pun begitu juga dengan yang di Indonesia tapi tentu saja berbagai teknologi canggih lebih banyak yang bisa disiapkan dan pasti bisa lebih menyembuhkan para pasiennya.

Rumah sakit kanker terbaik di Singapura ini setelah 35 tahun mengabdi dan menjadi tempat pusat medis terkemuka, bukan hanya di Singapura tapi juga di seluruh Asia Tenggara. Rumah Sakit Mount Elizabeth selalu menekankan pengobatan yang efektif dan diagnosa dini supaya kanker benar-benar bisa disembuhkan. Inilah salah satu alasan kenapa mereka selalu memberikan pelayanan kesehatan dengan kualitas terbaik.

Selain dalam hal melakukan operasi atau kemoterapi, Rumah Sakit Mount Elizabeth ini juga selalu menjaga penggunaan alat medisnya dengan cara tidak menggunakan kembali alat-alat yang telah digunakan jadi sudah dapat dipastikan bahwa hasilnya akan lebih maksimal.

Spesialis-spesialis kanker yang bekerja di rumah sakit ini sudah terbukti berkualitas karena memiliki keahlian mengobati kanker dengan berbagai macam cara apakah dengan cara radiasi, operasi, medis, dan lain sebagainya. Jika ingin tahu apa saja cara yang dilakukan untuk mengobati kanker di rumah sakit ini berikut ini informasinya.

Untuk onkologi radiasi ada 7 cara yang bisa dilakukan antara lain dengan menggunakan terapi radiasi stereotactik, operasi menggunakan radiasi, IMRT atau terapi radiasi intensitas termodulasi, IGRT atau terapi radiasi yang dipandu pencitraan, terapi radiasi konvensional, implan dan brakiterapi, serta terapi radiasi konformal 3D.

Sedangkan untuk ongkologi medisnya dengan dua cara, yaitu kemoterapi ketika masih dalam tahap induksi (awal), dan kemoradiasi (melakukan radiasi dan kemoterapi) yang pengerjaannya dilakukan bersama-sama. Dari banyaknya jenis pengobatan ini tentu saja apapun itu jenis kankernya atau separah apapun itu tetap ada penanganannya masing-masing. Inilah yang diperlukan untuk setiap rumah sakit yang ada.

Selain untuk mengobati, rumah sakit ini juga memiliki pelayanan rehabilitasi untuk lebih membantu pasien agar bisa melalui proses penyembuhan dengan lebih cepat yang dilakukan oleh Parkway Cancer Center.

Mereka memiliki tim pendukung bernama CanHOPE yang akan memberikan perawatan dan dukungan pribadi kepada pasien dengan tetap melakukan kerjasama dengan para profesional dalam dunia kesehatan dan medis agar pasien maupun orang yang merawatnya di rumah bisa mengetahui bagaimana cara pengobatan yang tepat untuk mereka atau bisa memberikan keputusan yang efektif.

Menurut Rumah Sakit Mount Elizabeth, menangani kesehatan psikis dari pasien juga penting bukan hanya dengan mengobati secara fisik. Ini adalah langkah yang baik karena dengan begini para pasien kanker akan diberikan Harapan yang lebih besar untuk sembuh dan orang-orang terdekat mereka bisa ikut mengatasi kanker. Di sini aktivitas utama yang akan diberikan adalah memberikan saran tentang gizi, konseling kanker, koordinasi perawatan, edukasi, dan rehabilitasi.

Banyaknya fasilitas ini memang menjadi salah satu bentuk komitmen dari Mount Elizabeth yang ingin memberi perawatan secara jangka panjang dan komprehensif kepada para pasien.

Di rumah sakit ini terdapat 10 jenis kamar dari yang biasa sampai sangat lengkap. Kamar biasanya berjenis single dengan tarif harian sebesar 678 dolar Singapura, sedangkan yang paling mahal adalah Royal Suite dengan biaya 9638 dolar Singapura. Selain itu untuk biaya ICU per harinya adalah sekitar 838 dolar Singapura. Ini adalah untuk Mount Elizabeth Orchard sedangkan untuk Mount Elizabeth Novena empat jenis kamar yang paling murah adalah kamar kelas dengan harga sekitar 428 dolar Singapura.

Sementara itu, yang paling mahal adalah Junior suite dengan harga 1350 dolar Singapura. Jadi bisa dibilang memang biayanya sangat mahal tapi tentu saja sebanding dengan pelayanan dan pengobatan yang diberikan.

Sekarang Anda jadi tahu bukan kenapa rumah sakit kanker terbaik Singapura jatuh kepada Mount Elizabeth. Namun sebagus-bagusnya rumah sakit ini, lebih baik tidak pernah mengunjunginya bukan?

Selain RS kanker ini, rumah sakit kanker terbaik lainnya di Singapura adalah Raffles Hospital karena menjadi tempat para dokter onkologi di Singapura yang terbaik. Di rumah sakit ini juga ada banyak teknologi canggih untuk menyembuhkan kanker, ada juga tim analisis yang bisa mengetahui pengobatan kanker apa yanh terbaik untuk pasiennya.

Demikianlah pembahasan mengenai rumah sakit kanker terbaik di Singapura. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Tenggorokan

Operasi Kanker Ovarium

Bersihkan Tumor di Indung Telur, Operasi Kanker Ovarium Jadi Solusinya

Kanker ovarium merupakan silent killer bagi kebanyakan perempuan. Seperti halnya kanker serviks, prosedur operasi kanker ovarium bertujuan mengangkat jaringan tumor pada organ reproduksi perempuan. Bila kanker serviks adalah posisi leher rahim, kanker ovarium lebih merujuk pada bagian indung telur.

Ovarium adalah salah satu dari organ sistem reproduksi wanita bersama  dengan saluran telur (tuba fallopi), rahim (uterus), dan vagina. Kanker akan berkembang dari sel di bagian tubuh yang berubah abnormal, dan terus tumbuh menciptakan sel-sel pembentuk tumor. Adanya tumor dapat menyebabkan tekanan pada organ lain di dekat ovarium.

Kanker ovarium masih sangat mungkin disembuhkan bila terdeteksi pada stadium yang masih awal. Sebagai langkah pemeriksaan biasanya pasien akan dirujuk ke dokter onkologi ginekolog agar pertumbuhan tumor dapat diketahui melalui hasil CT Scan atau USG.

Apabila kanker terindikasi belum menyebar, kemungkinan ovarium akan diangkat bersama tuba falopi (saluran indung telur). Lain halnya saat penyebaran sel-sel kanker semakin memburuk. Operasi kanker ovarium pun akan menimbang pengangkatan rahim, kelenjar getah bening, serta struktur di sekitarnya.

Kenali Gejala Spesifik Kanker Ovarium

Deteksi dini dan pengobatan sesegera mungkin adalah solusi terbaik untuk setiap perempuan. Karena umumnya kanker indung telur baru menimbulkan gejala spesifik ketika sudah mencapai stadium lanjut. Terlambatnya deteksi dikarenakan seseorang terlambat mencurigai tanda kanker ovarium dalam tubuhnya.

Sepintas gejala kanker ovarium nyaris serupa kanker serviks atau kanker leher rahim. Termasuk ada rasa nyeri ketika berhubungan intim. Bilamana pada kanker serviks penderita mengalami keputihan berbau, kebanyakan gejala kanker ovarium tidak ditandai oleh warna dan bau keputihan menyengat. Namun tetap terdapat flek perdarahan di luar siklus menstruasi bahkan saat usia menopause antara 50-70 tahun.

Selain itu, pada ciri spesifiknya kanker ovarium kerap merilis masalah gangguan cerna. Perut sangat sering kembung dan terasa penuh bahkan ketika tidak makan atau minum terlalu banyak. Akibat mual kerapkali selera makan berkurang drastis dimana penderita juga mudah merasa cepat kenyang. Kemudian munculnya sensasi nyeri perut bawah dapat merambat sampai ke panggul dan pinggang. Penumpukan cairan di dinding perut pun membuat penderita kanker ingin kencing lebih sering.

Berbagai gejala tadi disebabkan sel-sel kanker yang menyebar secara langsung ke daerah di sekitarnya. Kanker dapat menjalar ke bagian organ lain seperti daerah pinggul dan perut, hati, dan paru-paru, mengganti jaringan normal di sekitar organ tersebut. Proses ini disebut metastasis dimana sel kanker berpindah ke seluruh tubuh mealui aliran darah atau pembuluh limfa.

Operasi Kanker Ovarium Menurut Stadium Kanker

Stadium kanker ovarium ini dapat terbagi atas empat tingkat keganasan berikut ini.

  • Stadium kesatu: Kanker ini hanya dapat menyerang salah satu atau kedua sisi ovarium, tapi belum dapat sampai menyebar ke bagian organ yang lain.
  • Stadium kedua: Kanker ini sudah menyebar dari ovarium ke tingkat jaringan yang ada di sekitar panggul atau rahim.
  • Stadium ketiga: Kanker yang sudah menyebar ke selaput perut, permukaan usus, dan kelenjar getah bening di area panggul dan juga perut.
  • Stadium keempat: Kanker ini sudah menyebar sampai ke bagian ginjal, hati, dan paru-paru.

Tindakan operasi akan ditentukan menurut jenjang stadium yang sudah dialami oleh pasien. Setelah pembedahan, dapat dilakukan terapi penyinaran (radiasi) dan juga kemoterapi untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker.

Operasi Histerektomi Total Abdominal (Stadium I) mengangkat seluruh rahim dan serviks. Pada wanita muda yang kankernya hanya di satu ovarium kemungkinan operasi kanker ovarium hanya membersihkan ovarium dan tuba falopii yang terkena sel kanker, dilanjut kemoterapi.

Proses operasi kanker ovarium telah meningkat risikonya mulai stadium II sampai IIIC. Selama operasi berjalan dokter dapat melihat adanya tumor pada satu atau dua ovarium, dan ditemukannya sel kanker yang menyebar ke kelenjar getah bening, ukuran sel kanker di lapisan abdomen atau perut juga telah melebihi 2 cm.

Stadium IV merupakan tahap paling akhir sehingga proses operasi kanker ovarium akan melibatkan prosedur Histerektomi Total dan Bilateral Salpingo-Ooophorectomy. Hal ini karena seluruh ovarium sudah terserang tumor ganas yang menyebar ke organ lain termasuk rahim, sehingga seluruhnya harus diangkat melalui proses operasi kanker ovarium. Dengan dilakukannya proses pengangkatan pada kedua ovarium dan juga rahim, penderita hampir dipastikan tidak lagi bisa memiliki keturunan.

Faktor Risiko Kanker Rahim

  • Wanita berusia dewasa dan lebih tua berisiko terkena kanker ovarium.
  • Sekitar 90 persen wanita yang didiagnosis kanker rahim berusia 40 sampai 60 tahun.
  • Mempunyai keluarga dekat yang pernah menderita kanker.
  • Belum pernah melahirkan atau sulit hamil.
  • Terlambat menopause.
  • Memiliki gangguan endometriosis (kondisi dimana jaringan endometrium tumbuh pada bagian tubuh lain).

Perawatan Pasca Operasi Kanker Ovarium

Pasca operasi dibutuhkan pengawasan dan konsultasi rutin di rumah sakit. Pasien kanker stadium dini dan khususnya yang tahap lanjut akan memerlukan kemoterapi untuk menghapus kemungkinan sel kanker yang masih tersisa. Selama dilakukannya proses kemoterapi, dokter selalu melihat dan juga memastikan sejauh mana efektivitas obat dalam tubuh pasien termasuk dengan efek sampingnya. Selain operasi dan kemoterapi juga, perawatan dengan cara radioterapi bisa menjadi tindakan yang dapat menjadi alternatif. Saat radioterapi, sel-sel kanker dimatikan oleh radiasi yang dihasilkan dari sinar X. Efek samping kemoterapi maupun radioterapi umumnya mencakup kerontokan rambut, diare, gangguan pencernaan, sariawan, dan mulut kering.

Perawatan pasca operasi kanker ovarium sehari-hari di rumah sebisanya dapat mengembalikan daya tahan tubuh. Selama waktu pemulihan hingga berbulan-bulan, seorang survivor  dari kanker ovarium tidak boleh terlalu lelah dan hanya boleh menyantap makanan sehat.

Hal yang lain selama proses pemulihan yaitu tentang kehidupan seksual dalam pernikahan. Sebab, pasca pulang dari operasi tidak dianjurkan melakukan seks hingga kondisi benar-benar pulih. Namun seorang survivor kanker stadium lanjut sebisa mungkin menghindari hubungan intim.

Menjalani hari-hari bersama kanker memang sangat berat bagi penderitanya. Terlebih lagi kanker ovarium pada wanita yang sudah berumah tangga. Namun kondisi psikis punya pengaruh cukup besar terhadap perkembangan sel-sel kanker. Oleh karena itu, kepanikan dan stres tidak akan membantu proses penyembuhan kanker, dan memberburuknya.

Bangkitkan semangat hidup dengan tetap berpikir positif serta menghibur diri dengan lebih banyak menyantap makanan sehat. Makanan pasca operasi kanker rahim yang harus diperbanyak ialah sumber estrogen alami dan juga sumber antioksidan. Konsumsi tempe, tahu, buncis, sayuran hijau, labu, kacang-kacangan, biji-bijian, kentang, wortel, dan juga buah-buahan segar.

Mahalkah Kisaran Biaya Operasi Kanker Rahim (Ovarium)?

Biaya yang diperlukan untuk menjalani operasi kanker ovarium akan tergantung dari prosedur dan fasilitas di setiap rumah sakit. Jika tanpa menggunakan jaminan sosial seperti BPJS atau sejenisnya, kisaran biaya operasi di sejumlah rumah sakit berkisar mulai belasan hingga ratusan juta rupiah. Jika Anda atau sanak keluarga membutuhkan perawatan yang segera, maka mulailah berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit terdekat. Dengan demikian prosedur operasi dapat segera dilakukan sesuai biaya yang dapat ditanggung oleh keluarga dari pasien kanker ovarium.

Baca artikel lain mengenai Tips Hidup Sehat

Operasi Kanker Serviks

Prosedur Operasi Kanker Serviks Stadium Awal

Setiap tahun ada ribuan wanita yang melakukan operasi kanker serviks. Badan kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization) menyebut Indonesia di peringkat kedua terbanyak dalam jumlah penderita kanker serviks dunia.

Dari puluhan ribu lebih kasus kanker serviks, kebanyakan pasien mendatangi rumah sakit dalam keadaan kronis. Kerapkali operasi kanker serviks baru ingin diupayakan pasien ketika fase kanker sudah masuk ke stadium lanjut.

Sementara menurut dokter spesialis onkologi ginekologi, Prof. dr. Dr. Andrijono SpOG (K), penderita kanker serviks di stadium lanjut hanya dapat disinar atau kemoterapi. Tetapi bagi pasien yang masih dapat menjalani operasi kanker serviks, keberadaan tumor dalam organ reproduksi masih mungkin dihilangkan.

Semua wanita berisiko terserang virus HPV, usia muda hingga yang sudah menopause. Faktor risikonya mulai menguat ketika seseorang aktif berhubungan seks, berganti-ganti pasangan, pemakaian kontrasepsi oral jangka panjang, dan infeksi menular seksual.

Pertanda atau gejala kerap dianggap sebagai masalah kewanitaan biasa. Sebab, tanpa disadari virus HPV atau Human Papillomavirus menembus serviks atau leher rahim. Apabila imunitas tubuh kurang baik, maka HPV tak butuh waktu lama untuk membentuk sel-sel kanker serviks.

Seperti Apa Gejala-gejala Kanker Serviks?

Pada mulanya sejumlah tanda seperti halnya keputihan hanya dianggap problem biasa sehingga dibiarkan begitu saja. Beberapa gejala yang dapat muncul mulai dari stadium awal sampai tahap kronis.

Gejala pertama adalah keputihan berbau kurang sedap. Warna keputihan tidak bening, tapi cenderung kemerahan atau kuning kehijauan. Vagina lebih sering terasa gatal.

Kanker serviks ditandai perdarahan yang cukup banyak di luar masa menstruasi.  Perdarahan berupa menstruasi keluar berlebihan dan berkepanjangan. Bagi wanita pasca menopause, umumnya cairan darah keluar dalam jumlah lebih sedikit.

Nyeri adalah pertanda berikutnya dari gejala kanker serviks. Sensasi nyeri juga terasa saat berhubungan seksual, bahkan keluar sedikit darah dari vagina.

Nyeri kanker serviks membuat perut bawah tiba-tiba kram, juga terasa sakit pada bagian panggul atau punggung bagian bawah (pelvis). Pada saat buang air kecil, rasa nyeri kembali terasa. Konsptipasi untuk buang air besar juga terasa sulit.

Jika mulai terlihat pembengkakan pada satu atau kedua kaki, bisa jadi stadium kanker semakin kritis, seperti yang dirasakan oleh almarhumah Julia Peres sebelum wafatnya.

Deteksi Dini Kanker Serviks

Selama masih stadium dini, masih terbuka kesempatan besar untuk sembuh sepenuhnya. Makin dini kanker ditemukan, makin baik hasil dari operasi kanker serviks.

Skrining atau pemeriksaan kanker serviks penting dilakukan jika keputihan berbau tak sedap. Sangat disarankan bagi wanita yang telah menikah atau aktif secara seksual untuk teratur melakukan pap smear minimal setiap 6 bulan sekali.

Ketika dokter mencurigai beberapa kelainan yang berhubungan dengan kanker leher rahim, tentu akan dilakukan tindakan medis yang tepat. Indikasi positif kanker serviks dapat diperkuat ol;eh tes DNA HPV dan pemeriksaan kolposkopi. Banyak penderita kanker serviks stadium dini mampu terbebas dari penyakitnya setelah operasi berjalan lancar.

Metode Operasi Kanker Serviks (Kanker Leher Rahim)

Berbagai kemajuan yang dicapai dalam cara pengobatan baik operasi, penyinaran, dan obat anti kanker memberikan harapan sangat besar terhadap kesembuhan kanker leher rahim.

Pengobatan berupa proses operasi kanker serviks atau leher rahim bisa meliputi operasi pengangkatan, radioterapi, dan kemoterapi. Operasi kanker serviks akan mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya ukuran tumor, usia penderita, tingkat stadium kanker, komplikasi penyakit atau masalah kesehatan lain, dan sebagainya.

Operasi pra-kanker serviks hanya mengangkat sel-sel tumor abnormal dari lapisan serviks untuk mencegah kanker muncul kembali. Untuk pasien di tahap positif kanker serviks, prosedur operasi mulai cukup berat yaitu pengangkatan rahim (histerektomi).

Pengangkatan rahim histerektomi diikuti terapi radiasi dan dikombinasi dengan kemoterapi. Namun bagi yang belum memiliki keturunan, tentunya histerektomi sangat dilematis.

Keputusan operasi dengan pengangkatan rahim memang menimbulkan konsekuensi cukup berat bagi pasien wanita, terkecuali jika sudah pernah melahirkan. Hal ini mengingat setelah rahim diangkat melalui operasi, seorang wanita takkan lagi bisa mengandung.

Metode Operasi dan Perawatan Kanker Serviks

1. Cone Biopsi

Pada tahap awal dokter mengambil sampel dari jaringan abnornal atau disebut metode Cone Biopsi.  Jaringan yang telah dibiopsi tadi akan menunjukkan seganas apa sel-sel tumor kanker serviks.

2. Radical Thachelectomy

Operasi Radical Thachelectosmy dapat dilaksakan untuk kanker serviks yang sudah terdeteksi pada stadium yang masih awal, dan bagi yang berencana memiliki anak. Prosedur operasi yang satu ini memiliki tujuan utnuk mengangkat leher rahim, jaringan di sekitarnya, dan juga bagian atas vagina, namun tanpa ada pengangkatan rahim secara keseluruhan.

Pasca operasi kanker serviks dengan radical thachelectomy, rahim dan vagina memerlukan waktu cukup lama untuk pulih. Pasien disarankan untuk dapat menunggu selama enam bulan sampai satu tahun pasca operasi sebelum memutuskan untuk hamil.

3. Operasi Histerectomi

Prosedur operasi histerektomi sering ditentukan atas harapan untuk membersihkan lesi kanker secara total dan cepat. Histerektomi dapat dilakukan untuk kanker serviks yang memiliki stadium masih tingkat awal atau ketika sel-sel kanker masih berada di leher rahim.

Ada dua macam operasi histerektomi. Yang pertama adalah prosedur dengan leher rahim dan rahim yang akan diangkat. Untuk beberapa kasus juga termasuk ovarium dan tuba falopi.

Operasi yang kedua, yaitu radikal histerectomi pada kanker serviks stadium satu lanjutan dan stadium dua pada tahap awal. Operasi akan mengangkat seluruh bagian rahim akan diangkat, mulai dari leher rahim, rahim, kelenjar getah bening, jaringan panggul, nodus limfa, ovarium, dan tuba falopi.

Pada tahap lain radikal histerectomy juga dilanjutkan radioterapi guna merusak atau menghambat perkembangan sel-sel kanker. Histerektomi dapat menyembuhkan stadium awal kanker serviks dan mencegahnya berjangkit kembali. Namun konsekuensinya adalah wanita harus kehilangan rahim sehingga tak memungkinkan lagi untuk mengandung.

Pengobatan dan Terapi Pasca Operasi Kanker Serviks

Terapi dengan radiasi menggunakan sinar x bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Sedangkan kemoterapi lebih pada cara pengobatan melalui sejumlah obat-obatan yang disuntikkan ke pembuluh darah. Dosis tinggi pada obat kemoterapi dimaksudkan untuk mengendalikan kanker stadium lanjut yang sulit disembuhkan.

Indikasi Efek Samping Pasca Operasi

Berbagai efek samping pasca operasi kanker serviks dan lanjutannya tidak mudah dihindari. Seringkali masih terjadi perdarahan di vagina, luka, cedera kandung keming dan rektum, penggumpalan pada darah, tidak mampunya dalam menahan kencing, vagina kering dan pada saat berhubungan seksual akan terasa sakit.

Meski risiko komplikasi ini terbilang kecil, namun akan sangat menyulitkan jika sampai terjadi. Dengan proses histerektomi, kehamilan tidak mungkin dapat terjadi dan jika ovarium sudah diangkat, hal ini juga bisa memicu untuk terjadinya menopause pada pasien belum pernah mengalaminya. Sementara problem lain adalah pencernaan yang terganggu, hingga pembengkakan pada kaki dan tangan. Bila komplikasi seperti ini terjadi pasca operasi, pasien harus segera melakukan komplikasi pada dokter spesialis onkologi dan bedah yang menanganinya.

Berapa Prediksi Biaya Pengobatan Kanker Serviks?

Besaran biaya pengobatan kanker serviks amat bergantung dari rumah sakit yang dirujuk dan pengobatan di dalamnya. Namun tanpa menggunakan jaminan sosial seperti halnya BPJS, maka pasien harus mengeluarkan biaya lebih besar lagi, bahkan mencapai puluhan juta rupiah.

Baca artikel lain mengenai Penyakit Kanker Serviks