Category Archives: Pengobatan Medis

Obat Kanker Masa Depan

Begini Perkembangan Obat Kanker Masa Depan

Fakta Keganasan Penyakit Kanker di Dunia

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, kanker merupakan penyakit nomor satu yang paling diwaspadai karena paling banyak menyebabkan kematian. Meskipun sebenarnya, menurut catatan medis, penyakit kanker mempunyai urutan dibawah serangan jantung dengan istilah silent killer-nya.

Dalam satu tahun, para dokter mendiagnosis setidaknya 10 juta kasus kanker dengan penderita yang baru. Dengan statistik yang selalu naik, tren ini tentunya akan semakin berlipat ganda pada tahun 2020 nantinya. Faktanya, serangam penyakit kanker akan menyerang 1 di antara tiga orang dinegara maju.

Pro Kontra Kemoterapi Masa Kini

Kemoterapi merupakan jenis perawatan penyakit kanker yang paling banyak digunakan. Cara kerja kemoterapi yakni dengan memasukan obat – obatan tertentu ke dalam tubuh sehingga nantinya bisa membunuh sel kanker secara bertahap. Masalah lain muncul dari kemoterapi itu sendiri. Tidak jarang, sel atau jaringan sehat dalam tubuh juga ikut terkena imbasnya. Selain itu, efek samping kemoterapi yang dinilai sangat menyiksa juga menjadi pertimbangan utama para peneliti menemukan perawatan kanker dengan metode lain.

Selain kemoterapi, saat ini kemajuan teknologi juga menemukan perawatan kombinasi yang menggabungkan kemoterapi dengan perawatan lainnya. Penggabungan kemo bisa dikombinasi dengan imunoterapi hingga radiasi. Penggabungan ini bertujuan untuk mendapatkan dampak yang lebih maksimal.

Teknologi Molekuler Lengkapi Kinerja Kemoterapi

Riset atau penelitian terhadap kanker terus dilakukan untuk menemukan metode perawatan yang lebih efektif serta efisien. Penyakit kanker yang dapat di deteksi lebih awal tentu akan lebih mudah mendapatkan perawatan serta pengobatan yang sesuai. Dengan begitu, kelangsungan hidupnya juga lebih bisa bertahan lama. Molekuler ini nantinya akan sangat membantu perawatan penderita kanker. Sehingga terapi, baik itu kemo maupun imuno bisa mencapai target yang dituju secara lebih tepat.

Molekuler merupakan salah satu bentuk dari perkembangan teknologi dalam proses kemoterapi pasien kanker. Hal ini karena adanya perancangan antibodi monoklonal untuk membasmi kanker di tingkat molekuler. Penambahan antibodi ini ketika kemoterapi dipercaya dapat membuahkan hasil yang lebih masif. Cara kerjanya yakni obat kemoterapi melemahkan sel kanker sedangkan antibodi berfungsi sebagai penyerang terakhir untuk memastikan sel kanker benar – benar bersih.

Rekayasa Genenika untuk Membasmi Kanker Tanpa Merusak Sel Sehat

Pengobatan kanker dengan membunuh sel sesuai sasaran terus diteliti oleh para ilmuan. Terlebih kelemahan kemoterapi saat ini yakni dampak atau efek samping pasca menjalani terapi dianggap sebagai momok yang mengerikan. Tidak hanya itu, setelah berhasil lolos dari kanker pun pasien tetap mempunyai resiko terjangkit penyakit kanker kedua kalinya.

Penanganan kanker melalui kemoterapi didasarkan pada anatomi tubuh manusia. sedangkan teknologi mendatang akan memecahkan kanker melalui gen. Dengan begitu, sel atau jaringan dalam tubuh tidak akan terkena dampak dari proses penyembuhan kanker itu sendiri. Menanggapi hal ini, Paul Workman, Direktur The Institute of Cancer Research di Sutton mengatakan bahwa perawatan kanker di masa mendatang akan dipecahkan secara genetik. Sehingga setiap pasien kanker mempunyai struktur gen yang dilengkapi juga dengan profil ekspresi dari biopsi.

Taklukan Kanker dengan Memecahkan DNA Sel Kanker

Para ahli medis berusaha dengan keras melibatkan genetika untuk mengatasi penyakit kanker. Harapannya, melalui genetika inilah pasien dapat memperoleh perawatan paling personal. Para penderita kanker harus mengirimkan sample biopsi untuk di analisa terlebih dahulu. Setelah itu, tim medis akan melakukan ekstraksi DNA sel kanker dalam tubuh pasien guna memecahkan kode genetik sel kanker tersebut.

Berdasarkan kode genetik tersebut, peneliti akan mencari mutasi yang sesuai uji klinis sehingga dapat menemukan jenis perawatan paling tepat untuk pasien. Untuk mendeteksi sejak awal penyakit kanker, para beberapa peneliti juga berfokus pada upaya biopsi cair. Cara kerjanya yakni dengan mendeteksi segala macam kanker sedini mungkin melalui tes darah. Beberapa perusahaan di negara maju bahkan telah melakukan eksperimen terkait dengan tes darah ini.

Nanoteknologi, Serang Sel Kanker Tanpa Efek Samping Kemoterapi

Selain melalui genetika, pada masa mendatang pengobatan kanker juga akan menggunakan teknologi nano. Jika sekarang ini kemoterapi dilakukan dengan beragam efek samping hingga bahaya, teknologi nano ini nantinya akan membasmi kanker secara lebih smoot. Jadi sel atau jaringan lain dalam tubuh tidak akan mengalami kerusakan selama proses penyembuhan kanker.

Para peneliti di negara Swedia telah melaakukan pengembangan teknik penyembuhan kanker dengan menggunakan nanoteknologi. Cara kerjanya yakni dengan memanfaatkan pengontrolan nanoteknologi secara magnetis yang akan membuat sel – sel kanker menghancurkan dirinya sendiri tanpa berpengaruh pada jaringan disekitarnya. Penelitian lanjutan bahkan menunjukan bahwa pemanfaatan teknologi nano ini tidak hanya bisa digunakan untuk mengatasi kanker. Namun dapat juga digunakan untuk mengatasi penyakit diabetes tipe 1.

Terapi Kombinasi untuk Perawatan Kanker

Upaya penanganan kanker semakin gencar dilakukan oleh pemerintah. Mengingat penyakit ini tergolong penyakit kronis yang mematikan. Di negara maju seperti Amerika, bahkan presiden mencanangkan upaya nasonal untuk mengatasi kanker. Setidaknya membuat penyakit kronis ini dapat dikendalikan dengan bantuan obat maupun teknologi mutakhir.

Penanganan kanker melalui kemoterapi terus ditelaah. Para peneliti terus melakukan inovasi perawatan yang paling tepat dan efektif. Salah satunya yakni dengan menggabungkan kemoterapi dengan imunoterapi atau radiasi. Hal ini dimaksudkan peningkatan sistem imun setidaknya akan membuat tubuh mudah mengenali sel kanker lagi.

Nantinya sistem kekebalan tubuh inilah yang akan melawan sel kanker yang tersisa pasca kemoterapi. Penggunaan terapi kombinasi saat ini memang mulai dilakukan. Meskipun masih perlu pengembangan lebih dalam untuk memastikan jenis perawatan sesuai dengan jenis kanker yang diderita pasien.

Uji Coba Manusia Virtual Sebagai Bahan Prediksi Hasil Kemoterapi

Percobaan klinis selalu dilakukan oleh para peneliti penyakit kanker guna menemukan perawatan terbaik bagi pasien. Kemoterapi membutuhkan obat – obatan yang secara legal disetujui oleh medis dan pemerintah. Proses persetujuan penggunaan obat kemoterapi inilah yang membutuhkan waktu lama. Padahal kemungkinan obat tersebut tidak lolos uji juga besar. Untuk itu, penggunaan manusia virtual yang dilengkapi dengan jaringan biologis canggih ini bisa dijadikan bahan pengujian obat.

Cara kerja manusia virtual ini yakni dengan menggunakan organ on a chip yang mampu menganalisis banyak jenis obat dalam waktu singkat. Tentunya ilmuan bisa menelaah obat mana yang paling berdampak baik jika digunakan untuk kemoterapi pasien kanker.

Sensor Implan Mampu Memantau Kondisi Tubuh Pasca Kemoterapi

Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa kemoterapi tidak hanya merusak sel kanker saja, namun nyatanya juga merusak jaringan disekitarnya juga. Hal inilah yang umumnya memicu timbulnya masalah baru seperti gangguan ginjal. Efek samping dari kemoterapi pun bisa terlihat secara fisik seperti kerontokan total pada rambut, mual dan lemas. Kondisi fisik pasien harus dalam keadaan prima sebelum melakukan kemoterapi. Hal ini supaya efek samping yang timbul nantinya juga dapat diatasi.

Perkembangan teknologi kemoterapi terus bermunculan. Salah satunya penanaman sensor implan pada jaringan tubuh manusia untuk memantau kondisi pasien pasca kemoterapi. Umumnya impan sensor ini akan ditanam pada kulit pasien, otomatis mulai dari suhu tubuh hingga tanda vital lainnya dapat terus terpantau. Sehingga nantinya dapat menjadi alarm penting bagi pasien atau perawat melakukan tindakan medis untuk menangani gejala yang timbul.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker di Penang

Kemoterapi dan Imunoterapi

Penyembuhan Kanker dengan Perpaduan Kemoterapi dan Imunoterapi

Mengenal Kemoterapi dan Cara Kerjanya

Kemoterapi merupakan upaya perawatan bagi penderita kanker yang paling populer. Obat kemoterapi ini bisa berupa pil atau suntikan melalui infus. Umumnya pasien akan mendatangi klinik atau rumah sakit ketika akan menjalani kemoterapi. Obat kemo untuk kanker sangatlah beragam. Obat ditentukan dari jenis kanker dan kondisi tubuh pasien. Hal ini karena cara kerja obat juga sangat beragam. Ada yang benar – benar membunuh sel kanker atau sekedar menghentikan pertumbuhan kanker.

Dokter biasanya akan membuat resep obat kemo bahkan merekomendasikan jenis terapi lain. Salah satu terapi modern untuk mengatasi kanker yakni kombinasi kemo dan terapi radiasi. Selain itu, ada juga jenis kombinasi terapi kanker yang memadukan kemo dengan imunoterapi. Perpaduan jenis terapi ini dipercaya mempunyai hasil yang lebih maksimal.

Mengenal Imunoterapi dan Cara Kerjanya

Imunoterapi merupakan cabang ilmu biomedis yang secara luas mencangkup segala hal mengenai sistem imun. Penerapan dari imunoterapi ini sangatlah luas, mulai dari cara kerja, malfungsi, karakter serta peranan fisiologis sistem imun itu sendiri. Imunoterapi kini juga mengerucut pada metode penyembuhan penyakit tertentu dalam tubuh.

Imunoterapi merupakan terapan dari ilmu biomedis yang menggunakan imun sebagai upaya penyembuhan penyakit kanker. Cara kerja imunoterapi ini tentunya mempunyai perbedaan dibandingkan penanganan kanker menggunakan kemoterapi ataupun terapi radiasi. Imunoterapi tidak hanya fokus menghancurkan sel kanker dalam tubuh saja, tapi lebih fokus pada upaya menambah sistem kekebalan tubuh itu sendiri.

Penerapan Kemoterapi dan Imunoterapi untuk Atasi Kanker

Jika sebelumnya kita telah membahas bahwa kemoterapi adalah upaya menghancurkan atau menahan laju pertumbuhan sel kanker. Sedangkan imunoterapi adalah upaya penanganan kanker dengan menguatkan sistem kekebalan tubuh itu sendiri sehingga sel kanker bisa dibersihkan secara perlahan. Dua upaya penanganan kanker ini tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Ada jenis penyakit kanker yang lebih sesuai menggunakan penanganan kemoterapi. Namun ada pula yang lebih susuai menggunakan imunoterapi karena beragam alasan. Tentunya keputusan mengenai cara mana yang akan dipilih merupakan hasil rekomendasi dokter ahli. Umumnya dokter akan lebih mengetahui mana proses yang paling sesuai untuk pasien kanker. Selain jenis penyakit kanker yang diderita, pertimbangan lain seperti kondisi fisik maupun riwayat penyakit juga menjadi pertimbangan sebelum memilih penanganan penyembuhan kanker.

Penelitian menemukan metode baru, yakni menggabungkan kemoterapi dan imunoterapi. Di Providence Cancer Center bahkan telah melakukan riset. Hasilnya cukup memuaskan ketika menggabungkan kemoterapi dan imunoterapi. Pasien penderita kanker memperoleh hasil yang lebih maksimal dibandingkan jika melakukan salah satu terapi saja.

Perpaduan Perawatan Kanker dengan Inovasi Terbaru (Radiasi, Kemoterapi, dan Imunoterapi)

Untuk menangani kanker, anda tidak hanya bisa memilih satu satu dari jenis penanganan. Tidak hanya kemoterapi, imunoterapi dan penggabungan keduanya saja. Jenis terapi radiasi juga lumayan menjanjikan untuk membersihkan sel kanker. Yang perlu anda perhatikan yakni ketepatan terapi dengan hasil yang didapatkan nantinya. Berikut ini perpaduan perawatan kanker dengan beragam inovasi terbaru.

1. Perpaduan Imunoterapi dengan Radiasi

Seorang ilmuwan, Dr. Kristina Young melakukan riset terhadap penerapan dari perpaduan imunoterapi dengan terapi radiasi membuahkan hasil yang lebih maksimal. Penggabungan imunoterapi yang disebut sebagai inhibitor TGF-beta ini apabila disatukan dengan terapi radiasi dapat membuat perawatan semakin membaik. Cara kerja perpaduan imunoterapi dan radiasi yakni dengan hilangnya sel yang dapat mencegah radiasi aktif sehingga nantinya akan membuat sel kekebalan anti kanker semakin menguat. Pada riset ini, Dr Kritina Young melibatkan penderita kanker rektum stadium II hingga III yang memang membutuhkan terapi radiasi dan kemoterapi.

2. Perpaduan Kemoterapi dengan Imunoterapi

Dalam istilah imunoterapi, protein yang bertugas menghambat jaringan meradang ataupun sel kanker dikenali oleh sel T disebut sebagai PD-1. Dalam penerapan imunoterapi untuk penderita kanker, para ilmuwan menggunakan antibodi yang menghambat PD-1. Antibodi ini disebut sebagai anti PD-1.

Uji klinis yang dilakukan oleh pakar onkologi melakukan perpaduan kemoterapi dengan imunoterapi pada kanker payudara. Proses penyembuhan kanker dengan kemoterapi akan membunuh dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Sedangkan imunoterapi akan mengenali sisa peradangannya, sehingga sel – sel kanker yang masih tersisa bisa dibersihkan secara tuntas.

3. Perpaduan Imunoterapi dan Radiasi

Memadukan imunoterapi dengan radiasi sebagai upaya penanganan penyakit kanker diteliti tidak hanya berhadil mengecilkan tumor, namun berguna juga untuk memaksimalkan penanganan kanker. Terapi radiasi atau SBRT berfungsi membersihkan sel kanker, sedangkan imunoterapi berfungsi sebagai pemicu meningkatnya reaksi sistem imun tubuh dalam menghadapi sel – sel kanker dalam tubuh itu sendiri.

Cara Kerja Kemoterapi dan imunoterapi dalam Membasmi Sel Kanker

Kemoterapi menggunakan racikan obat – obatan tertentu yang mempunyai cara kerjanya masing – masing. Terdapat obat kemo yang membunuh sel kanker maupun sel sehat atau hanya membunuh sel kanker. Ada pula jenis obat kemo yang menghambat laju pertumbuhan sel kanker dengan cara menjauhkannya dari pembuluh darah yang tumbuh. Sedangkan imunoterapi lebih berfokus pada upaya peningkatan sistem imun dalam tubuh. Sehingga sel – sel kanker dapat terkikis perlahan. Tentu saja jenis perawatan ini membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan kemoterapi.

Meskipun kemoterapi bisa membersihkan sel kanker dalam tubuh, namun tidak bisa dipungkiri kesempatan sel kanker tumbuh kembali dikemudian hari tetap ada. Untuk mengatasi masalah ini, ilmuwan mulai menerapkan terapi kombinasi yang terdiri dari penggabungan kemoterapi dan imunoterapi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil perawatan yang lebih maksimal. Setelah sel – sel kanker dibersihkan melalui kemoterapi, pasien juga menjalani imonuterapi supaya sisa – sisa sel kanker tidak bisa tumbuh kembali dikemudian hari.

Kemoterapi dan imunoterapi Efektif Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker

Penggabungan kemoterapi dan imunoterapi sangat tepat dijalani oleh penderita kanker paru – paru. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pusat Kanker Perlmutter New York. Dalam uji klinis tersebut ditelaah mana jenis perawatan yang paling tepat untuk penderita kanker paru – paru. Hasilnya ialah kombinasi kemoterapi dan radiasi untuk membunuh sel – sel kanker.

Perawatan tambahan lainnya yakni dengan imunoterapi yang mampu meningkatkan harapan hidup pasien. Risiko kematian dapat berkurang sebanyak 51% jika pasien penderita kanker paru – paru menjalani pengobatan pembrolizumab, platinum dan pemetrexed. Dengan menurunnya kemungkinan perkembangan sel kanker, maka harapan hidup pasien dapat meningkat.

Mengapa Perpaduan Kemoterapi dan imunoterapi Bisa Dapatkan Hasil Lebih Maksimal?

Penyembuhan kanker dengan menggabungkan kemoterapi dan imunoterapi dinilai mempunyai dampak yang lebih maksimal. Melakukan pendekatan dengan keduanya secara tidak langsung akan membuahkan efek yang berlipat ganda. Terlebih setelah kemoterapi dinyatakan berhasil, tidak sedikit sel – sel yang ikut mati dan meninggalkan protein. Dalam kondisi ini, apabila pasien juga menjalani imunoterapi maka sistem imun tubuh akan kembali aktif.

Sistem kekebalan tubuh inilah yang akan membunuh sisa – sisa sel kanker pasca kemoterapi. Dengan begitu, kemungkinan sel kanker akan tumbuh kembali dikemudian hari bisa diminimalisasi. Meskipun kemoterapi dan imunoterapi sangat masif membunuh sel kanker, namun tidak semua pasien bisa menggunakan gabungan perawatan jenis ini karena beragam alasan medis. Penanganan penyakit kanker mempunyai perbedaan antar satu pasien dengan pasien lainnya.

Efek Samping Proses Penyembuhan Kanker dengan Kemoterapi dan imunoterapi

Jenis perawatan paling mutakhir pun pastinya akan memunculkan efek samping bukan? terlebih untuk penyakit yang tergolong berat seperti kanker. Umumnya pasien yang menjalani terapi kombinasi ini akan mengalami rasa mual, kurang darah atau anemia, tubuh lemah, hingga yang paling parah yakni berisiko mengalami cidera ginjal yang akut. Sedangkan ciri – ciri fisik yang nampak yakni rontoknya rambut pasien.

Sedangkan efek samping menjalani imunoterapi untuk meningkatkan sistem imun tubuh biasanya akan mengalami gejala yang mirip dengan flu yakni demam, lemas dan menggigil. Dampak yang lebih parah yakni pembengkakan tubuh akibat cairan ekstra, jantung berdebar, hingga diare.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker di Penang

Dokter Onkologi di Malaysia

Tips Mencari Dokter Onkologi di Malaysia di Rumah Sakit Khusus Kanker

Dokter onkologi adalah dokter yang menangani masalah penyakit kanker. Berbicara mengenai negara yang punya banyak dokter onkologi terbaik di Asia, Singapura dan Malaysia jawabannya. Maka dari itu banyak yang mengobati kankernya di sana.

Baik di Singapura maupun Malaysia sama-sama memiliki rumah sakit khusus kanker terbaik. Di sana ada banyak dokter onkologi Andal. Ingin tahu caranya mencari dokter onkologi di Malaysia? Ikuti informasi mengenai tips mencari dokter onkologi di Malaysia pada pembahasan di bawah ini.

Dokter Onkologi di Malaysia

Oleh karena kanker adalah penyakit yang serius dan berbahaya maka perlu ditangani oleh dokter ahli. Dokter yang menangani berbagai masalah penyakit kanker disebut sebagai dokter onkologi. Di Indonesia juga ada banyak dokter onkologi yang mampu membantu penderita kanker di Indonesia. Namun kemampuan dokter kanker tidak dibarengi dengan lengkapnya fasilitas.

Meski ada rumah sakit khusus kanker tapi peralatannya banyak yang belum ada. Oleh karena itu para penderita kanker yang sudah ada dalam keadaan parah biasanya akan dirujuk ke rumah sakit di luar negeri baik di Singapura atau Malaysia.

Tips mencari dokter onkologi di Malaysia sebenarnya mudah karena Anda hanya perlu mengetahui rumah sakit khusus kanker terbaik di Malaysia. Di sana pastinya ada banyak sekali ahli kanker yang bekerja. Mereka kebanyakan telah memiliki pengalaman bertahun-tahun dan pengalaman internasional. Jadi bisa mengobati pasien dengan sangat baik.

Dokter onkologi maupun rumah sakit khusus kanker di Malaysia punya banyak sekali kelebihan, antara lain:

  • Layanan medisnya profesional yang merupakan dambaan bagi setiap orang yang akan berobat ke rumah sakit.
  • Rumah sakitnya punya kualitas internasional, sesuai dengan para dokternya.
  • Dokter punya kualifikasi internasional yang didapatkan berdasarkan dengan pendidikan atau pelatihan selama bertahun-tahun. Banyak dokter di sini yang punya sertifikat internasional dari India, Inggris, Australia, Amerika Serikat, Singapura, dan lain sebagainya.
  • Pemerintah Malaysia dan rumah sakit sangat memanjakan pasien dari Indonesia. Mereka sama-sama memberikan pelayanan paling baik seperti memiliki fasilitas penjemputan gratis bahkan dibantu dalam masalah pengurusan visa, apabila pasien harus berobat selama 30 hari. Bahkan jika harus menginap di hotel maka akan ada harga khusus tapi untuk hotel yang punya kerja sama dengan pihak rumah sakitnya.

Tidak salah bukan jika banyak orang Indonesia yang ingin mencoba berobat ke di rumah sakit kanker yang ada di Malaysia?

Rumah Sakit Kanker di Malaysia Terbaik

Seperti yang sudah disinggung di atas, cara untuk mencari dokter onkologi di Malaysia adalah dengan mengetahui rumah sakit khusus kanker terbaik yang ada di sana.

Langsung saja berikut ini beberapa rumah sakit yang banyak direkomendasikan untuk mengobati berbagai jenis penyakit kanker di Malaysia.

Glendeagles Penang Medical Center

Apabila Anda akan mencari dokter onkologi atau keperluan lainnya mengenai kanker di rumah sakit ini, bisa mendaftar dengan sangat mudah. Oleh karena sudah ada perwakilan resminya di Indonesia. Coba hubungi nomor telepon 021-58351522.

Ada banyak sekali pilihan dokter onkolog terbaik di sini. Untuk dokter spesialis keseluruhannya saja ada sekitar 71 orang.

Mount Mariam Cancer Hospital

Rumah sakit yang memiliki banyak dokter onkolog terbaik di Malaysia ini termasuk rumah sakit kanker yang paling terkenal. Tentu saja karena banyak kelebihan yang dimiliki. Banyak sekali negara yang merekomendasikan rumah sakit khusus kanker ini.

Sunway Medical Center

Rumah sakit ini didirikan pada tahun 1999 dan merupakan rumah sakit swasta terakreditasi dari Australian Council On Healthcare Standard. Sudah pasti memiliki reputasi yang sangat baik.

Di Sunway Medical Center ada banyak sekali para ahli onkologi yang bukan hanya memberikan dedikasi untuk mengobati kanker. Namun juga memberikan pendekatan yang sangat baik kepada para pasien sehingga fokus kepada perawatan yang efektif. Dengan demikian kualitas hidup pasien bisa lebih meningkat.

Di rumah sakit Sunway Medical Center ini memiliki banyak sekali tenaga ahli. Setidaknya ada sekitar 190 dokter spesialis.

Memilih Dokter Onkologi yang Tepat

Dokter onkologi yang memeriksa dan mengobati Anda biasanya hanya satu orang. Kecuali ada hal-hal tertentu maka bisa ada kerja sama antara dua sampai tiga dokter onkologi. Bahkan bisa bekerja sama juga dengan dokter dari luar negeri.

Cara mencari dokter onkologi yang tepat bagi Anda adalah dokter yang mampu menjawab semua keraguan dalam diri Anda.

Hal ini dapat Anda ketahui ketika konsultasi.

Anda harus menanyakan semua kekhawatiran Anda kepada dokter ketika berkonsultasi. Sehingga Anda akan mendapatkan jawaban yang paling tepat dan mungkin bisa menyakinkan Anda. Ciri dokter onkologi yang tepat adalah dapat meyakinkan Anda untuk mau melakukan kemoterapi. Kemudian yang bisa memberikan semua jawaban yang ditanyakan oleh Anda.

Untuk lebih mudah menemukan dokter yang seperti itu maka alangkah lebih baiknya Anda memilih dokter spesialis penyakit kanker yang sudah berpengalaman. Kalau ada yang punya sertifikat internasional dan sering menangani banyak pasien. Dokter yang seperti itu tante saja memiliki pemahaman lebih banyak akan kemoterapi bandingkan dengan dokter lain yang masih baru.

Selain itu pastikan Anda mendapatkan dokter onkologi yang bisa mengerti bahasa Indonesia.

Untuk di Malaysia sepertinya tidak sulit untuk mendapatkan dokter yang mengerti akan bahasa kita. Oleh karena bahasa yang hampir mirip. Jika tidak ada, pilih saja dokter yang bisa berbahasa Inggris.

Kenapa harus mencari dokter yang bisa berbicara bahasa Indonesia? Tentunya supaya komunikasi bisa berjalan lancar.

Komunikasi adalah hal yang harus paling diperhatikan ketika memilih dokter untuk menangani penyakit Anda, bukan hanya dokter onkologi di Malaysia. Oleh karena pasien harus mendapatkan banyak informasi mengenai kesehatannya. Terutama bagi para penderita kanker, semua informasi harus mereka ketahui.

Mulai dari sudah seberapa parah kanker yang diderita, pengobatan apa yang tepat, gaya hidup seperti apa yang harus dijalani, persiapan apa yang harus dilakukan sebelum kemoterapi, seberapa sering harus check up, dan lain sebagainya.

Jika dokter bisa mengerti apa yang Anda tanyakan, begitu juga sebaliknya maka pengobatan akan menjadi jauh lebih efektif.  Setelah menemukan dokter onkologi seperti ini Anda harus banyak bertanya supaya bisa tahu segalanya.

Memiliki reputasi yang baik

Tentunya harus memilih dokter dengan reputasi yang baik. Biasanya dokter seperti ini memiliki kinerja yang sangat baik dan mampu membuat pasiennya merasa nyaman untuk berobat dengan mereka. Cara untuk mendapatkan dokter onkologi dengan reputasi baik adalah dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya.

Akan lebih baik apabila Anda mendapatkan informasinya langsung dari dokter yang menangani Anda di Indonesia. Anda bisa bilang pada dokter di Indonesia bahwa ingin berobat ke Malaysia kemudian coba minta rekomendasinya. Pastinya kebanyakan dokter akan tahu dokter mana saja yang bagus.

Sepertinya Anda tidak akan kesulitan menemukan dokter onkologi seperti ini. Oleh karena hampir semua dokter di rumah sakit khusus kanker di Malaysia sudah punya reputasi yang baik. Kemudian punya pengalaman yang sudah banyak sekali.

Setelah menemukan dokter onkologi seperti ini maka selanjutnya Anda harus memilih rumah sakit yang paling sesuai dengan keadaan Anda. Misalnya rumah sakit yang punya fasilitas penjemputan dari bandara agar lebih mudah sampai ke rumah sakit. Atau rumah sakit yang dekat dengan hotel atau tempat tinggal sementara, dan lain sebagainya.

Demikianlah informasi mengenai tips mencari dokter onkologi di Malaysia. Semoga informasinya bermanfaat!

Baca artikel lain mengenai Deteksi Dini Kanker Serviks