Category Archives: Obat Herbal

Manfaat Jengkol untuk Kanker

Ayo Cari Tahu Manfaat Jengkol untuk Kanker di Sini!

manfaat-jengkol-untuk-kankerJengkol, mendengar namanya teringat akan sejenis sayuran yang berbau menusuk. Jengkol atau disebut juga jering memiliki nama latin Pithecollobium jiringa. Buah yang bentuknya bulat pipih dan berwarna mirip warna terong ungu ini bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan lezat, seperti rendang, lalapan, ataupun dengan cara disemur.

Tidak semua orang suka makan jengkol. Sebagian besar orang menganggap jengkol adalah makanan rakyat jelata, padahal harganya cukup mahal bahkan jika dihitung-hitung lebih mahal dari harga ayam. Sebagian lagi enggan makan jengkol karena aromanya menyengat luar biasa. Seperti halnya petai yang menyebabkan aroma atau bau mulut dan juga bau tak sedap pada air seni. Namun sebenarnya sayur yang bercita rasa agak pahit ini memiliki berbagai khasiat yang tersembunyi. Manfaat jengkol bagi kesehatan manusia itu banyak sekali.

Menurut penelitian di laboratorium, jengkol mengandung karbohidrat dan protein. Karbohidrat adalah sumber energi bagi tubuh sedangkan protein berfungsi membangun sel organ-organ vital tubuh manusia. Jengkol yang merupakan tumbuhkan khas Asia Tenggara dan digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia terutama di dataran Sunda dan Betawi. Selain itu, jengkol pun memiliki berbagai vitamin dan mineral, seperti Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, fosfor, Tanin, Saponin, Kalsium, Alkaloid, glikosida, steroid, dan minyak atsiri.

Ternyata di balik bau tak sedapnya Jengkol bermanfaat bagi tubuh manusia. Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang sangat diperlukan bagi sistem imunitas tubuh manusia. Setidaknya terkandung 80 miligram Vitamin C pada 100 gram biji jengkol, sedangkan angka kecukupan gizi bagi manusia dewasa adalah 75 miligram untuk wanita dan 90 gram untuk pria.

Protein pada jengkol kadarnya melebihi kadar protein pada tempe. Sehingga jengkol dapat disebut sebagai sumber protein nabati terbaik. Pada jengkol terdapat 23,3 gram protein per 100 gram bahan. Protein merupakan senyawa yang sangat memegan peran penting dalam tubuh manusia. Protein berfungsi membentuk enzim, hormon, dan berperan dalam sistem imunitas tubuh.

Kandungan zat besi dalam jengkol tidak dapat diabaikan. Setiap 100 gram jengkol mengandung 4,7 gram zat besi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan lemas, sakit kepala, kurang bergairah, dan mudah marah. Anemia bisa menjadi berbahya karena penderitanya kurang berkonsentrasi serta lebih rawan menderita infeksi. Jengkol juga mengandung Kalsium, zat yang diperlukan untuk menunjang kesehatan gigi, tulang dan gusi.

Efek Samping yang Ditimbulkan

Selain aroma tak sedap yang tercium dari mulut karena mengonsumsi jengkol, makan terlalu banyak juga berefek samping buang air kecil agak susah dan disertai nyeri. Hal ini disebabkan oleh adanya asam jengkolat di dalam jengkol yang bisa membentuk kristal dan menyebabkan tersumbatnya saluran air seni. Jika dalam istilah Sunda, penyakit tersebut disebut dengan jejengkoleun.

Benarkah Jengkol Juga Bermanfaat Sebagai Obat Kanker?

Berbagai khasiat jengkol dan kandungan zat yang terdapat di dalamnya mengundang perhatian beberapa ilmuwan untuk melakukan penelitian apakah sayuran tersebut dapat berfungsi sebagai obat terutama obat kanker. Kanker merupakan salah satu penyakit yang sulit disembuhkan apalagi jika telah memasuki stadium akhir.

Kanker pada dasarnya adalah tumor jinak yang berkembang menjadi tumor ganas. Tumor adalah pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel tubuh. Ketika sel yang tumbuh abnormal melewati batas jaringan, tumbuh cepat, tidak bersimpai dan tumbuhnya menyusup ke bagian lain melalui pembuluh getah bening maka kondisi ini disebut sebagai penyakit kanker.

Sebuah sumber menyebutkan bahwa penelitian yang dilakukan Institue of Health Sciences, 819 Sweden Riset Biosains LLC Cause Street dipaparkan bahwa jengkol obat kanker mampu menghancurkan setidaknya dua belas sel kanker ganas termasuk kanker payudara, prostat dan pankreas. Para ilmuwan Institute of Health Sciences mengklaim bahwa senyawa jengkol menunjukkan hasil 10.000 kali lebih baik daripada pengobatan kemoterapi menggunakan produk adriamyacin yang biasanya digunakan untuk memperlambat tumbuhan sel kanker tanpa memengaruhi sel-sel sehat.

Penelitian lain yang dilakukan peneliti dari School of Pharmaceutical Sciences USM, Malaysia. Pithecollobium jiringaalias jengkol digunakan dalam pestisida organik dan mampu menghambat pertumbuhan hama. Dalam penelitian lanjutan hasil esktrak metanol dari Pithecollobium jiringadapat menghambat aktivasi EBV (Epstein-Barr virus) hingga 30% dan menjadi landasan penelitian berikutnya untuk kemungkinan berfungsinya ekstrak Pithecollobium jiringasebagai senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan School of Pharmaceutical Sciences USM, Malaysia buah jengkol discreening untuk aktivitas penghambatan antitumor in vitro menggunakan test inhibisi EBV yang diaktifkan di sel Raji dan telah diinduksi 12-O-heksadecanoilphorbol-12-asetat. Hasilnya ekstrak metanol jengkol menghambat aktivasi EBV higga 30% dalam konsentrasi 200 mg/Liter. Hasil ini menunjukkan bahwa jengkol sangat berpotensi menghambat sel kanker dan berfungsi sebagai obat herbal seperti beberapa sayur dan buah-buahan lainnya.

Salah satu zat yang efektif membunuh kanker adalah saponin. Pada penelitian sebelumnya tanaman yang termasuk dalam Pithecellobium spp, antara lain P.racemosum menunjukkan kemampuan menghambat sel kanker. Saponin yang terdapat pada P.racemosum ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker ovarium A2780 dan sel M109 pada kanker paru-paru. Maka dari itu, para ilmuwan pun yakin bahwa saponin pada jengkol akan memberikan efek yang tidak jauh berbeda pada sel-sel kanker.

Untuk cara penyajiannya pun cukup mudah. Penderita kanker bisa mengonsumsinya dengan berbagai cara, seperti dimakan sebagai lalapan, dijus, atau dengan cara lainnya. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah jumlahnya. Jangan terlalu berlebihan karena sesuatu yang berlebihan akan membawa dampak tidak bagus untuk kesehatan. Nah mulai sekarang apa sudah berniat mencicipi jengkol?

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Kenikir

Manfaat Lemon untuk Kanker

Manfaat Lemon untuk Kanker dengan Cara Unik

manfaat-lemon-untuk-kankerTahukah Anda bahwa lemon, si buah yang sangat asam ini memiliki manfaat sebagai menangkal kanker dan dapat dijadikan obat herbal untuk kanker? Jika belum tahu, simaklah informasinya berikut. Dalam artikel ini penulis akan berbagi informasi seputar kandungan dan manfaat lemon untuk kanker.

Lemon merupakan buah sejenis jeruk dan menjadi salah satu buah favorit di dunia. Banyak manfaat dari buah lemon ini. Dalam bidang kecantikan, lemon sering digunakan untuk menghilangkan flek hitam, mencerahkan kulit wajah, dan sebagai antipenuaan. Sementara itu, dalam bidang kesehatan, lemon sering dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit seperti antibiotik, membersihkan liver, meningkatkan sistem imun, dan sebagainya. Bukan hanya itu saja, masih banyak manfaat lemon lainnya yang akan dibahas lebih lanjut pada subjudul di bawah.

Kandungan dalam Lemon

Lemon memiliki banyak kandungan nutrisi seperti Vitamin C, magnesium, kalsium, fosfor, protein, zat besi, dan karbohidrat. Tak hanya itu, lemon juga mengandung flavonoid yang dapat melawan sel kanker. Selain itu, buah lemon ini juga mengandung riboflavin, limonene, Vitamin B1, Vitamin B2, karotenoid, zat besi, niasin, serta zat-zat lainnya yang mampu menangkal sel kanker.

Kandungan limonin ini memiliki sifat antitumor, analgesik, antivirus, efek hypnosis, dan antiinflamasi. Zat-zat ini akan sangat baik dalam meawan sel-sel kanker leher rahim, kanker payudara, kanker hati, kanker prostat, serta kanker lainnya. Bahkan dalam sebuah studi yang dilakukan pada marmot ditemukan senyawa limonoid bisa membuat mukosa usus serta hati glutathione S-transferase aktivitas ditingkatkan hingga 4 kali. Secara umum, senyawa ini dapat meningatkan aktivitas glutation transferase yang dapat menghambat peran kima dari karsinogen.

Dengan kandungan-kandungan di atas, lemon dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, detoksifikasi, mengontrol hipertensi, mencegah pilek dan flu, mencegah penuaan dini, meningkatkan ketenangan, serta untuk perawatan kulit.

Tidak hanya dikonsumsi langsung, lemon juga dapat dimanfaatkan air perasannya sebagai pelengkap masakan. Selain itu, kulit lemon pun dapat dimakan dan dimanfaatkan karena banyak mengandung vitamin dalam kulit lemon tersebut. Setelah diteliti, ternyata kulit lemon memiliki vitamin lima kali hingga sepuluh tinggi dibanding daging buahnya. Kulit lemon ini banyak dimanfaatkan untuk menghilangkan racun di dalam tubuh yang disebut sebagai detoksifikasi.

Lemon Sangat Ampuh untuk Pengobatan Kanker

Berdasarkan sebuah penelitian klinis, diketahui bahwa manfaat lemon cukup efektif dalam membantu membunuh sel-sel kanker. Bahkan, lemon ini lebih kuat dalam melawan sel kanker 10.000 kali dibanding dengan kemoterapi. Kemoterapi terkenal dengan efek sampingnya yang menyeramkan. Dengan terapi lemon ini, Anda akan terhindar dari efek samping kemoterapi, seperti rambut rontok, sakit yang sangat, dan mual. Ekstrak lemon ini diyakini dapat menghancurkan sel-sel kanker tanpa meusak sel-sel yang sehat dalam tubuh

Lantas, mengapa lemon ini dapat dikatakan lebih baik dari kemoterapi? Berdasarkan beberapa temuan, diketahui bahwa pohon lemon menghasilkan fakta 10.000 kali lebih baik dibanding dengan adriamycin (obat kemoterapi).

Mengolah Lemon yang Berkhasiat untuk Kanker

Setelah mengetahui tentang kandungan dan khasiat lemon untuk kanker, kini sebaiknya Anda mengetahui bagaimana cara terbaik untuk mengolah lemon untuk melawan kanker. Jika umumnya lemon dikonsumsi dengan mengambil air perasannya, kemudian dicampur dengan air hangat, kini ditemukan cara yang lain, yaitu dengan membekukannya.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih buah lemon. Pilihlah buah lemon organik, asli, dan alami. Cuci buah lemon tersebut dengan air mengalir dan menggunakan cairan khusus pembersih buah-buahan. Masukkan buah lemon yang sudah dicuci bersih ke dalam kulkas atau freezer. Sesuaikan waktu membekukan dengan kekuatan kulkas. Jika freezer atau kulkas Anda cepat membuat beku, keluaran lemon segera setelah lemon membeku.

Parutlah lemon yang telah beku tersebut tanpa mengupas kulitnya. Ingat, dalam kulitnya terkandung juga banyak zat antikanker. Membekukan jeruk lemon ini bertujuan untuk memudahkan Anda dalam memarut lemon sehingga kulitnya pun tidak terbuang.

Anda bisa mengonsumsi lemon beku tersebut dengan menaburkannya dengan sup ayam, mi, sereal, spagheti, atau salad. Sebaiknya makanan yang dicampur dengan ekstrak lemon beku ini adalah makanan organik yang terbebas dari bahan kimia. Awalnya, Anda akan merasa tidak biasa. Namun lama-kelamaan akan merasa terbiasa dan akan menambah nafsu makan Anda.

Demikianlah kiranya informasi tentang manfaat jeruk lemon terutama untuk kanker. Manfaat jeruk lemon ternyata tidak hanya untuk detoksifkasi, mengobati batuk, membrsihkan liver, dan antibiotik saja. Ternyata setelah membacanya, lemon pun dapat diandalkan sebagai obat alternatif dalam melawan sel-sel kanker. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Kini, Anda tak perlu lagi ragu untuk mencobanya. Semoga bisa hidup tetap sehat untuk atasi kanker.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Kenikir

Manfaat Jeruk Nipis untuk Kanker

Manfaat Jeruk Nipis untuk Kanker yang Sering Terabaikan

manfaat jeruk nipis untuk kankerAnda tentu tahu bahwa jeruk memiliki banyak manfaat. Sejak zaman dulu, jeruk nipis sering digunakan untuk kesehatan maupun kecantikan. Dalam bidang kesehatan, jeruk nipis sering dijadikan sebagai salah satu bahan ramuan untuk mengobati batuk, mencegah pembentukan ginjal, menangkal radikal bebas, menurunkan panas, dan sebagainya. Sementara itu, dalam bidan kecantikan, jeruk nipis sering digunakan untuk masker mencerahkan wajah, menghilangkan flek hitam, antipenuaan, dan sebagainya.

Nah, kali ini kami akan membahas tentang manfaat jeruk nipis untuk kanker. Berdasarkan hasil penelitian, jeruk nipis diketahui mengandung senyawa yang dapat menangkal sel-sel kanker. Inilah yang kemudian membuat jeruk nipis dipercaya dapat mencegah dan melawan sel-sel kanker. Untuk lebih jelasnya, simak informasinya berikut.

Kandungan dan Manfaat Jeruk Nipis

Jeruk nipis mengandung banyak nutrisi dan senyawa aktif yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kandungan nutrisi dalam jeruk nipis ini diantaranya lemak, protein, serta, karohidrat, fosfor, dan kalsium. Dengan kandungan inilah tak heran jika jeruk nipis sering digunakan dalam beragam produk obat. Misanya saja kandungan limonene yang dapat mencegah kanker, Vitamin C yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, serta flavonoid yang dapat mengancurkan asam lemak jahat.

Jeruk nipis juga mengandung Asam Sitrat yang memiliki sifat meluruhkan batu ginjal, serta serat yang dapat menekan munculnya penyakit jantung. Tak hanya itu, buah jeruk nipis ini juga dapat melancarkan pencernaan, mengurangi bau badan, mencega timbulnya berbagai penyakit dalam pembuluh darah, membersihkan usus besar, mengatasi iritasi pada lambung, dan sebagainya.

Jeruk Nipis untuk Kanker

Senyawa yang cukup mencolok dari jeruk nipis adalah limonene. Kandungan limonene yang tinggi pada jeruk nipis ini mampu menurunkan risiko kanker. Dengan mengonsumsi jeruk nipis secara teratur, diyakini dapat meminimalisasi terserang kanker yang sangat berbahaya, terutama kanker payudara pada kaum wanita. Kandungan limonene ini juga memiliki fungsi mengurangi risiko kanker sel squamosa.

Limonene juga dapat mengikat kolesterol dalam tubuh serta menghilangkan rasa mulas yang disebabkan oleh Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD). Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD) ini adalah gangguan yang terjadi pada proses masuknya makanan ke lambung.

Dalam terapi jeruk nipis, ada aturan yang harus dilakukan. Terapi jeruk nipis ini dilakukan dalam 3 siklus secara beruntun. Setiap siklus diberlakukan waktu istirahat 1 minggu. Satu siklus terapi selama 20 hari.

Dari hari ke-1 hingga ke-10, konsumsi jeruk nipis sesuai dengan jumlah hari (hari ke-1 satu butir, hari ke-2 dua butir, dan seterusnya hingga hari ke-10 sepuluh butir). Pada hari ke-11 hingga ke-20, kebalikan dari sebelumnya. Jumlahnya menurun. Jadi, pada hari ke-11 konsumsi 10 butir, hari ke-12 konsumsi 11, hingga hari ke-20 konsumsi 1 butir.

Jeruk nipis yang dikonsumsi adalah air perasannya saja. Pada hari ke-21 hingga hari ke-27, tidak minum air jeruk nipis. Hari ke-28 minum lagi seperti siklus pertama. Selama terapi, minumlah air hangat secukupnya. Lakukan terapi ini 3 siklus secara berturut-turut.

Bagaimana Cara Mengolah Jeruk Nipis untuk Atasi Kanker?

Hampir semua bagian dari jeruk nipis bisa digunakan sebagai obat herbal. Mulai dari daging buahnya hingga kulitnya. Dalam hal pengolahan, jeruk nipis tergolong buah yang dapat dimakan dalam berbagai variasi. Biasanya jeruk nipis ini digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan. Padahal sebenarnya jeruk nipis juga dapat dibuat sebagai olahan minuman misalnya saja es jeruk. Namun sebaiknya hindari penggunaan gula dalam ramuan pengobatan ini.

Untuk pengobatan tertentu, jeruk nipis dikonsumsi dengan mencampurkan perasan jeruk nipis dengan bahan lain. Untuk Anda yang memiliki masalah dengan lambung, dapat mencampurkannya dengan teh dan sedikit saja gula batu.

Tujuannya adalah agar iritasi pada lambung bisa terhindari. Hal yang harus diperhatikan adalah jeruk nipis ini termasuk buah yang bisa rusak jika penyimpanannya salah. Buah ini sebaiknya disimpan di tempat yang dingin. Oleh karenanya, simpanlah jeruk nipis ini di tempat dengan suhu minimum 7° C.

Manfaat Lain dari Jeruk Nipis

Bagi Anda yang tidak memiliki penyakit apapun, jeruk nipis juga dapat digunakan untuk menjaga stamina atau kesehatan. Jeruk nipis ini mengandung senyawa alkali yang sangat baik untuk menggantikan cairan tubuh. Pada pagi hari, minumlah air perasan jeruk nipis dari satu butir jeruk nipis dan tambahkan dengan setengah gelas air hangat. Minumlah air tersebut sebelum Anda minum dan makan sesuatu atau saat bangun pagi.

Nah, demikianlah kiranya informasi tentang manfaat jeruk nipis untuk kesehatan, terutama untuk menangkal kanker. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda, terutama yang tengah mencari informasi tentang pengobatan alternatif atau pengobatan komplementer (pelengkap) saat menjalankan pengobatan kanker. Selamat mencoba.

Baca artikel lain mengenai Pola Hidup Sehat