Category Archives: Obat Herbal

Kedelai Dapat Mengobati Kanker

Informasi Baru Tentang Produk Kedelai Dapat Mengobati Kanker

kedelai-dapat-mengobati-kankerTidak dapat dipungkiri, kedelai adalah bahan makanan yang harganya tidak saja murah, tetapi juga sangat menyehatkan. Bukan itu saja, banyak penelitian yang membuktikan jika kedelai dapat mengobati kanker yang selama ini dianggap sebagai penyakit mematikan.

Kelebihan Kedelai Fermentasi

Bukan hanya kanker saja, kedelai yang sudah difermentasi juga sangat bagus untuk memberi penyembuhan beberapa jenis penyakit kronis lainnya seperti jantung, darah tinggi, stroke dan sebagainya. Kadar kolesterol dalam tubuh juga bisa dikurangi dengan mengonsumsi kedelai.

Kedelai yang diolah secara fermentasi memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi sehingga dapat mengurangi resiko atas beberapa jenis serangan penyakit kanker. Selain itu saat proses fermentasi berlangsung, enzim dari hasil produksi bakteri menjadi lebih lunak dan hal ini bisa membuat tubuh makin mudah mencernanya.

Selama ini telah banyak yang tahu baik secara pembuktian sendiri maupun melalui penelitian jika kedelai dapat mengobati kanker dan penyakit berat yang lain. Sebagian besar orang yang hidupnya selalu sehat selalu mengonsumsi makanan sehat dan salah satu dari makanan sehat tersebut adalah kedelai.

Kedelai Fermentasi Haelan

Bebeberapa jenis makanan atau hasil olahan kedelai fermentasi antara lain tempe, miso, soy sauce atau kecap dan sebagainya. Hampir semua jenis produk tersebut sangat terkenal di Asia tapi kurang begitu populer di Amerika.

Meski demikian, belum lama ini di Amerika telah ada kedelai fermentasi khusus dengan nama kacang kedelai haelan 951 yang merupakan hasil penemuan seorang ahli kesehatan bernama Walter Wainright. PhD dan bekerja sama dengan Halean Research Foundation.

Dibanding kedelai lainnya, produk ini memiliki sebuah kelebihan istimewa karena diciptakan secara khusus guna menghalangi pertumbuhan sel kanker dan membantu menyembuhkannya. Karena itu ada sebagian dokter di Amerika yang menyediakan produk ini di kliniknya untuk menyembuhkan para pasien mereka dari penyakit tersebut.

Latar Belakang Kedelai

Sebagaimana diketahui, meski banyak orang yang mengonsumsi kedelai fermentasi namun jumlah kandungan zat penangkal kanker yang masuk ke dalam tubuh jumlahnya tidak begitu banyak. Hal inilah yang melatarbelakangi penciptaan produk kacang kedelai haelan 951 yang berbentuk suplemen dan dikemas dalam botol berwarna putih.

Alasan lainnya, bagi sebagian masyarakat Amerika dan mungkin warga dunia lainnya tempe maupun produk kedelai fermentasi lainnya memiliki cita rasa yang tidak cocok dengan lidah mereka.

Kelebihan berikutnya, sebagai obat herbal penyembuh kanker biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk kedelai haelan 951 tergolong jauh lebih murah dibanding sistem pengobatan lain misalnya kemoterapi. Apalagi mengingat kemoterapi memunculkan dampak negatif yang kadangkala tidak kalah membayakan.

Penciptaan dan Proses Produksi Halean 951

Penciptaan haelan 951 sebagai obat herbal kanker dimulai pada tahun 1989. Pada era tersebut seorang ahli gizi dan makanan asal Amerika, Lesly Todesco mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan produk-produk kedelai fermentasi di Tiongkok.

Setelah itu, Lesly dan Joe suaminya punya pemikiran bahwa di negaranya Amerika harus ada produk penyembuhan kanker bagi masyarakat yang terkena serangan penyakit tersebut. Dari sini kemudian Lesly mendirikan perusahaan yang dikasih nama Halean Inc. Sejak saat itulah kacang kedelai haelan 951 mulai diproduksi dan mulai dikenal oleh para ahli gizi.

Biji kedelai yang dipakai untuk memproduksi haelan 951 sebagai obat herbal kanker tersebut merupakan biji kedelai pilihan kualitas utama yang telah teruji secara klinis. Selain itu proses fermentasinya dilakukan secara khusus. Bahkan sistem fermentasi tersebut sudah dipatenkan oleh penemunya.

Melalui situs resminya disebutkan bahwa penderita kanker bisa meminum ¼ hingga ½ botol kemasan haelan 951 setiap hari. Tetapi jika kankernya sudah berada dalam kondisi yang akut dosis tersebut bisa ditambah lagi.

Dari situs tersebut juga ditegaskan jika haelan 951 tidak bisa secara langsung menyembuhkan kanker. Tapi setidaknya dapat diandalkan sebagai media pembantu proses penyembuhannya. Selain itu, dinyatakan pula haelan 951 sebagai obat herbal kanker memiliki kemampuan untuk membunuh sel kanker tanpa mematikan sel-sel sehat dan sistem kekebalan tubuh.

Dampak Konsumsi Haelan 951

Mungkin banyak yang bertanya-tanya apakah setelah mengonsumsi haelan 951 akan muncul dampak-dampak negatif pada tubuh. Dapat dikatakan di sini, hampir tidak ada efek samping haelan meski dikonsumsi setiap hari. Karena sebagaimana yang dijelaskan, produk ini hanya merupakan herbal saja dan tidak bersifat menyerang sistem kekebalan tubuh atau sel sehat.

Haelan 951 merupakan kedelai fermentasi yang sifatnya alami namun mempunyai berbagai kelebihan yang tidak dapat ditemukan pada bahan makanan yang lain. Lebih dari itu, kacang kedelai fermentasi ini justru bisa memperpanjang harapan hidup seseorang yang telah terkena serangan kanker akut.

Jadi tidak perlu takut memikirkan efek samping haelan dan semua orang bisa mengonsumsi herbal ini setiap hari dengan harga yang jauh lebih murah dibanding sistem pengobatan yang lain.

Demikian ulasan sekilas tentang kacang kedelai dapat mengobati kanker yang sekarang sudah diproduksi dalam kemasan yang lebih modern dan higenis. Semoga info ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Air Alkali

Manfaat Petai untuk Kanker

Benarkah Ada Manfaat Petai untuk Kanker?

manfaat-petai-untuk-kankerPetai disebut sebagai salah satu tanaman yang berfungsi sebagai obat herbal melawan kanker. Petai dalam bahasa latin Parkia speciosa merupakan pohon dari suku polong-polongan yang tersebar di nusantara bagian barat. Bijinya dikonsumsi ketika masih muda, bisa dalam keadaan mentah maupun direbus terlebih dahulu.

Pohon petai dapat tumbuh hingga 20 meter dan tidak bercabang terlalu banyak. Daunnya majemuk tersusun sejajar dalam bongkol. Bunga ini biasa muncul di dekat ujung ranting. Ketika tiba saatnya berbuah terbentuklah buah bertipe buah polong yang besar dan memanjang. Di setiap bongkol bisa terbentuk dari belasan buah yang masing-masing berisi 20 biji.

Biji petai saat masih muda berwarna hijau dan dibalut selaput tebal berwarna cokelat terang. Ketika sudah tua dan masak, petai akan mengering dan melepaskan biji-bijinya. Bagian dari tumbuhan petai yang paling banyak dimanfaatkan adalah bijinya. Berdasarkan ukuran dan jumlah biji di setiap polongnya secara garis besar petai terbagi menjadi dua, yaitu petai gajah yang memiliki polong 25-30 berbiji lima belas atau lebih dan petai kacang yang ukuran bijinya lebih kecil dan jumlah bijinya 10 hingga 12 setiap polong.

Kandungan dalam Petai

Tidak semua orang suka petai. Aromanya khas menusuk hidung sehingga menimbulkan rasa enggan untuk mengkonsumsinya. Bau tak sedap dari petai disebabkan oleh kandungan asam amino yang terdapat di dalam bijinya. Asam-asam amino tersebut didominasi oleh sunsur sulfur (S). Saat senyawa Sulfur tersebut membentuk atau terurai menjadi zat yang lebih sederhana maka ia menghasilkan bau yang tak sedap, salah satunya adalah gas Hidrogen Sulfida yang sangat berbau.

Di balik baunya yang kurang sedap petai menyimpan khasiat yang besar. Khasiat petai dan kandungan gizinya lebih besar daripada apel. Dalam petai terkandung protein empat kali lebih banyak, karbohidrat dua kali lebih banyak, fosfor tiga kali lipat lebih banyak, Vitamin A lima kali lipat lebih banyak, dan zat besi dua kali lipat lebih banyak daripada yang terdapat di dalam buah apel.

Petai juga berkhasiat untuk menangkal berbagai macam penyakit, membantu fokus dalam berpikir dan membantu menangkal depresi. Berbagai khasiat ini berkaitan dengan zat antioksidan yang terkandung di dalamnya.

Benarkah Petai Berfungsi Sebagai Obat Kanker?

Petai merupakan sumber energi yang cukup memadai. Di setiap seratus gramnya terdapat 142 kkal yang terkandung dalam tiga macam gula alami sukrosa, fruktosa dan glukosa. Selain ketiga senyawa tersebut petai juga memiliki kandungan serat alaami yang cukup besar. Kombinasi serat dan gula alami mampu memberikan suplai energi yang memadai untuk aktivitas berat selama satu setengah jam.

Benarkah petai bermanfaat sebagai obat penyembuh kanker? Sempat beredar pesan berantai melalui media sosial bahwa petai bisa berfungsi sebagai penyembuh kanker. Jika ditinjau lebih lanjut belum ada penelitian ilmiah yang menunjukkan fakta tertentu yang merujuk pada keberhasilan petai menghambat sel kanker secara efektif.

Pesan berantai tersebut lebih mengacu pada penelitian ilmiah yang dilakukan terhadap jengkol. Namun tidak menutup kemungkinan petai bisa dimanfaatkan sebagai obat penyembuh kanker. Hal ini tak lain disebabkan oleh adanya zat antioksidan yang terkandung di dalamnya. Setiap senyawa yang mengandung antioksidan bermanfaat membantu menyerap radikal bebas sehingga menurunkan risiko terkena penyakit kanker. Antioksidannnya juga berfungsi ganda sebagai sarana perawat kecantikan karena mampu menekan terjadinya penuaan dini.

Meski manfaat petai untuk kanker masih diperdebatkan, namun manfaat petai bagi kesehatan secara keseluruhan sangatlah besar. Kandungan Vitamin C pada petai cukup tinggi. Setiap 100 gramnya mengandung Vitamin C 46 miligram. Maka dari itu, petai bermanfaat sebagai bahan makanan yang membantu menjaga stamina dan imunitas tubuh. Kandungan Vitamin A yang dikandungnya mencapai 200 itu per seratus gramnya membantu menjaga kesehatan mata dan kulit. Senyawa Cycli polsulphida dan thiozoline-4-carbocyclic memberikan sumbangsih dalam proses penyembuhan dari penyakit.

Petai mengandung senyawa tryptophan. Senyawa ini diketahui sebagai senyawa protein yang dalam tubuh diubah menjadi serotonin sehingga memberikan efek menenangkan. Penggemar petai akan mudah merasa moodnya lebih baik dan pikiran rileks. Kandungan zat besi yang tinggi pada petai membantu mencegah terjadinya anemia. Petai juga mengandung Kalium yang tinggi, tetapi rendah garam sehingga membantu menurunkan tekanan darah dan baik dikonsumsi para penderita hipertensi.

Petai merupakan salah satu sayur kacang-kacangan yang kaya serat. Struktur seratnya yang halus membantu menetralkan asam lambung, mengurangi iritasi pada selaput pelindung lambung dan bagus bagi oragan pencernaan secara keseluruhan. Uniknya aroma petai yang kurang sedap mungkin membuat orang mual. Padahal petai sendiri sebenarnya mengandung zat alami yang dapat menekan rasa mual dan kontraksi lambung. Dengan demikian, petai akan bagus sebagai makanan untuk mencegah mual dan muntah.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Kenikir

Manfaat Jengkol untuk Kanker

Ayo Cari Tahu Manfaat Jengkol untuk Kanker di Sini!

manfaat-jengkol-untuk-kankerJengkol, mendengar namanya teringat akan sejenis sayuran yang berbau menusuk. Jengkol atau disebut juga jering memiliki nama latin Pithecollobium jiringa. Buah yang bentuknya bulat pipih dan berwarna mirip warna terong ungu ini bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan lezat, seperti rendang, lalapan, ataupun dengan cara disemur.

Tidak semua orang suka makan jengkol. Sebagian besar orang menganggap jengkol adalah makanan rakyat jelata, padahal harganya cukup mahal bahkan jika dihitung-hitung lebih mahal dari harga ayam. Sebagian lagi enggan makan jengkol karena aromanya menyengat luar biasa. Seperti halnya petai yang menyebabkan aroma atau bau mulut dan juga bau tak sedap pada air seni. Namun sebenarnya sayur yang bercita rasa agak pahit ini memiliki berbagai khasiat yang tersembunyi. Manfaat jengkol bagi kesehatan manusia itu banyak sekali.

Menurut penelitian di laboratorium, jengkol mengandung karbohidrat dan protein. Karbohidrat adalah sumber energi bagi tubuh sedangkan protein berfungsi membangun sel organ-organ vital tubuh manusia. Jengkol yang merupakan tumbuhkan khas Asia Tenggara dan digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia terutama di dataran Sunda dan Betawi. Selain itu, jengkol pun memiliki berbagai vitamin dan mineral, seperti Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, fosfor, Tanin, Saponin, Kalsium, Alkaloid, glikosida, steroid, dan minyak atsiri.

Ternyata di balik bau tak sedapnya Jengkol bermanfaat bagi tubuh manusia. Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang sangat diperlukan bagi sistem imunitas tubuh manusia. Setidaknya terkandung 80 miligram Vitamin C pada 100 gram biji jengkol, sedangkan angka kecukupan gizi bagi manusia dewasa adalah 75 miligram untuk wanita dan 90 gram untuk pria.

Protein pada jengkol kadarnya melebihi kadar protein pada tempe. Sehingga jengkol dapat disebut sebagai sumber protein nabati terbaik. Pada jengkol terdapat 23,3 gram protein per 100 gram bahan. Protein merupakan senyawa yang sangat memegan peran penting dalam tubuh manusia. Protein berfungsi membentuk enzim, hormon, dan berperan dalam sistem imunitas tubuh.

Kandungan zat besi dalam jengkol tidak dapat diabaikan. Setiap 100 gram jengkol mengandung 4,7 gram zat besi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan lemas, sakit kepala, kurang bergairah, dan mudah marah. Anemia bisa menjadi berbahya karena penderitanya kurang berkonsentrasi serta lebih rawan menderita infeksi. Jengkol juga mengandung Kalsium, zat yang diperlukan untuk menunjang kesehatan gigi, tulang dan gusi.

Efek Samping yang Ditimbulkan

Selain aroma tak sedap yang tercium dari mulut karena mengonsumsi jengkol, makan terlalu banyak juga berefek samping buang air kecil agak susah dan disertai nyeri. Hal ini disebabkan oleh adanya asam jengkolat di dalam jengkol yang bisa membentuk kristal dan menyebabkan tersumbatnya saluran air seni. Jika dalam istilah Sunda, penyakit tersebut disebut dengan jejengkoleun.

Benarkah Jengkol Juga Bermanfaat Sebagai Obat Kanker?

Berbagai khasiat jengkol dan kandungan zat yang terdapat di dalamnya mengundang perhatian beberapa ilmuwan untuk melakukan penelitian apakah sayuran tersebut dapat berfungsi sebagai obat terutama obat kanker. Kanker merupakan salah satu penyakit yang sulit disembuhkan apalagi jika telah memasuki stadium akhir.

Kanker pada dasarnya adalah tumor jinak yang berkembang menjadi tumor ganas. Tumor adalah pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel tubuh. Ketika sel yang tumbuh abnormal melewati batas jaringan, tumbuh cepat, tidak bersimpai dan tumbuhnya menyusup ke bagian lain melalui pembuluh getah bening maka kondisi ini disebut sebagai penyakit kanker.

Sebuah sumber menyebutkan bahwa penelitian yang dilakukan Institue of Health Sciences, 819 Sweden Riset Biosains LLC Cause Street dipaparkan bahwa jengkol obat kanker mampu menghancurkan setidaknya dua belas sel kanker ganas termasuk kanker payudara, prostat dan pankreas. Para ilmuwan Institute of Health Sciences mengklaim bahwa senyawa jengkol menunjukkan hasil 10.000 kali lebih baik daripada pengobatan kemoterapi menggunakan produk adriamyacin yang biasanya digunakan untuk memperlambat tumbuhan sel kanker tanpa memengaruhi sel-sel sehat.

Penelitian lain yang dilakukan peneliti dari School of Pharmaceutical Sciences USM, Malaysia. Pithecollobium jiringaalias jengkol digunakan dalam pestisida organik dan mampu menghambat pertumbuhan hama. Dalam penelitian lanjutan hasil esktrak metanol dari Pithecollobium jiringadapat menghambat aktivasi EBV (Epstein-Barr virus) hingga 30% dan menjadi landasan penelitian berikutnya untuk kemungkinan berfungsinya ekstrak Pithecollobium jiringasebagai senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan School of Pharmaceutical Sciences USM, Malaysia buah jengkol discreening untuk aktivitas penghambatan antitumor in vitro menggunakan test inhibisi EBV yang diaktifkan di sel Raji dan telah diinduksi 12-O-heksadecanoilphorbol-12-asetat. Hasilnya ekstrak metanol jengkol menghambat aktivasi EBV higga 30% dalam konsentrasi 200 mg/Liter. Hasil ini menunjukkan bahwa jengkol sangat berpotensi menghambat sel kanker dan berfungsi sebagai obat herbal seperti beberapa sayur dan buah-buahan lainnya.

Salah satu zat yang efektif membunuh kanker adalah saponin. Pada penelitian sebelumnya tanaman yang termasuk dalam Pithecellobium spp, antara lain P.racemosum menunjukkan kemampuan menghambat sel kanker. Saponin yang terdapat pada P.racemosum ini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker ovarium A2780 dan sel M109 pada kanker paru-paru. Maka dari itu, para ilmuwan pun yakin bahwa saponin pada jengkol akan memberikan efek yang tidak jauh berbeda pada sel-sel kanker.

Untuk cara penyajiannya pun cukup mudah. Penderita kanker bisa mengonsumsinya dengan berbagai cara, seperti dimakan sebagai lalapan, dijus, atau dengan cara lainnya. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah jumlahnya. Jangan terlalu berlebihan karena sesuatu yang berlebihan akan membawa dampak tidak bagus untuk kesehatan. Nah mulai sekarang apa sudah berniat mencicipi jengkol?

Baca artikel lain mengenai Manfaat Daun Kenikir