Category Archives: Obat Herbal

Pengobatan Herbal Kanker Rahim

Pengobatan Herbal Kanker Rahim Dengan Duet Maut Tapak Dara dan Buah Adas

Harus telaten meramu dan mengkonsumsinya. 

Kanker rahim adalah momok bagi kaum perempuan. Kanker rahim bisa terjadi pada setiap perempuan.  Bukan hanya perempuan dengan gaya hidup penuh risiko seperti merokok.  Perempuan yang bukan perokok pun sangat mungkin terkena kanker rahim. Setiap perempuan wajib waspada dan menghindari perilaku atau hal-hal yang bisa menjadi pemicu timbulnya kanker.

Kanker rahim bermula dari pertumbuhan tumor ganas yang terjadi pada endometrium atau tempat tumbuhnya janin.  Kanker rahim juga bisa tumbuh pada jaringan ikat rahim atau pada jaringan otot dan jaringan penyangga rahim. Perempuan usia lanjut atau yang telah mengalami menopouse lebih rentan terkena kanker rahim. Selain itu permpuan yang mengalami mensturasi pada usia dini atau sebelum 12 tahun juga rentan mengidap kanker rahim.

Faktor Pemicu Kanker Rahim

Belum ada penyebab pasti seseorang bisa terkena kanker rahim. Hanya saja ada beberapa hal yang menjadi pemicu terjadinya kanker rahim. Perempuan yang mengalami menstruasi awal atau di bawah usia rata-rata dan perempuan yang mengalami menopouse di atas rata-rata. Pada usia produktif hormon estrogen dan progesteron pada perempuan saling menyeimbangkan.  Keduanya bekerjasama untuk menyeimbangkan sistem reproduksi pada perempuan.

Pada saat perempuan mengalami menopouse hormon progesteron berhenti total, sedangkan hormon estrogen masih ada kendati mengalami penurunan. Hormon estrogen masih bisa meningkat, namun tidak ada hormon progesteron yang menjadi penyeimbang. Ini sebabnya, perempuan menopause dengan usia di atas rata-rata sangat rentang terkena atau terjangkit kanker rahim. Sedang perempuan yang mengalami menstruasi dini juga rentan, alasannya karena mereka memproduksi hormon estrogen lebih lama ketimbang kebanyakan perempuan.

Hati-hati pula dengan kondisi fisik perempuan.  Banyak orang berpikir, tidak masalah gemuk asal sehat. Hati-hati perempuan dengan kelebihan berat badan pun berisiko terjangkit kanker rahim. Perempuan dengan berat badan berlebih mampu memproduksi hormon estrogen lebih banyak. Sebagian estrogen diproduksi dalam jaringan lemak, tinggi kadar estrogen bisa memicu terjadinya kanker rahim.

Siklus menstruasi yang tidak teratur sepertinya juga tidak dapat diremehkan begitu saja.  Selain menganggu kesuburan, siklus yang tidak teratur juga dapat memicu terjadinya kanker rahim. Tidak sedikit perempuan yang mengalami menstruasi dua atau tiga bulan sekali. Ada juga perempuan yang ketika mengalami menstruasi dalam jumlah banyak, sehingga keseimbangan hormon dalam tubuhnya turut berpengaruh. Perempuan yang demikian lebih rentan terkena kanker rahim ketimbang rata-rata perempuan. Perbandingannya bisa tiga kali lipat.

Gejala dan Ciri-ciri Kanker Rahim

Ini penting untuk diperhatikan agar bisa mendeteksi sedini mungkin. Kanker rahim dapat dicirikan dari gejalanya seperti pendarahan berlebihan di luar masa haid, siklus menstruasi yang tidak normal atau berantakan, sering mengalami nyeri perut di bagian bawah atau kram panggul.  Gejala selanjutnya adalah keluar cairan putih encer pada perempuan yang telah mengalami menopause. Jika mengalami nyeri saat buang air kecil, dan mengalami nyeri ketika berhubungan seksual juga patut diwaspadai.

Sama sepertinya jenis kanker lainnya, sel kanker rahim juga dapat menyebar ke organtubuh lainnya.  Persebaran sel kanker ini juga bergantung pada tingkatannya. Misal pada kanker stadium III, sel kanker sudah menyebar sampai ke bagian bawah vagina. Pada kondisi tertentu bisa menyebar sampai ke dinding panggul dan menutupi saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih. Jika demikian fungsi ginjal fapat terganggu bahkan tidak dapat berfungsi.

Deteksi dini sebaiknya dilakukan oleh perempuan. Salah satu cara yang paling mudah dilakukan adalah menjaga pola hidup sehat.  Kanker rahim dapat dicegah dengan cara menjaga tubuh tetap ramping dan aktif bergerak. Selain itu rutin berolahraga sedikitnya 15-30 menit setiap hari sangat berguna untuk menjaga berat badan ideal.

Pengobatan Herbal Kanker Rahim

Mencegah memang lebih baik ketimbang mengobati. Tindakan medis seperti operasi, radioterapi, bahkan kemoterapi lazim dilakukan untuk penderita kanker.  Namun demikian, pengobatan medis tersebut rupanya juga berdampak bagi organ tubuh lainnya. Misal kemoterapi yang mampu membunuh atau merusak sel kanker. Bukan hanya sel kanker yang terbunuh kemoterapi pada jangka panjang sangat mungkin mematikan sel lain yang masih normal.  Selain itu pengobatan melalui kemoterapi juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Itu sebabnya banyak pasien lebih memilih pengobatan herbal yang cederung lebih murah ketimbang pengobatan medis. Sifatnya yang alami, membuat tanaman herbal menjadi alternatif bagi penderita karena tidak memiliki efek samping bagi tubuh. Namun perlu diperhatikan penggunaan herbal dan obat-obatan kimia tidak bisa dikonsumsi bersamaan. Harus ada jarak atau penggunaan yang terpisah agar dapat mengetahui dampak dari penggunaan obat herbal.

Salah satu penggunaan obat herbal adalah tanaman tapak dara atau Catharanthus roseus.  Tanaman yang mudah didapatkan ini telah teruji sebagai bahan pencegah dan penumpas sel kanker termasuk kanker rahim. Tapak dara masuk ke golongan kamboja-kambojaan.  Ia mengandung dua senyawa golongan alkoid vinka, yakni vinkristin dan vinblastin yang mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.

Tapak dara mengandung dua senyawa golongan alkaloid vinka yakni vinkristin dan vinblastin yang berkhasiat menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Tanaman  yang mampu tumbuh di mana saja ini juga mengandung alkaloid cabtharanthin yang mampu mendesak dan melarutkan inti sel kanker.

Paduan lainnya adalah buah adas, tanaman herbal ini juga dikenal ampuh untuk mencegah perkembangan dan penyebaran sel kanker. Tanaman adas cukup mudah ditemukan. Ada banyak keluarga atau rumah yang memiliki tanaman adas karena masuk ke jenis tanaman obat keluarga.  Ada banyak zat yang terkandung pada tanaman herbal ini. Otomatis tanaman ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, termasuk untuk mencegah kanker.

Adas mengandung zat flavonoid, alkaloid, dan fenol. Ketiga zat tersebut sangat bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan sel kanker. Ekstra bijinya diyakini mampu mencegah tumbuhnya sel kanker, termasuk kanker rahim.

Tanaman herbal tentu tak dapat dikonsumsi begitu saja selayaknya obat kimia.  Ada ramuan dan takaran yang harus disesuaikan agar dapat dikonsumsi dan kemudian berfungsi dengan baik. Penderita juga harus telaten meramu dan mengkonsumsi obat herbal, karena pengobatan baik herbal maupun kimia tidak bisa sim salabim  hilang penyakit. Apalagi jika penyakit yang diderita sudah kronis atau tergolong berat.

Ramuan tapak dara dan buah adas untuk mengobati kanker rahim dapat dilakukan sebagai berikut.

  • 22 lembar daun tapak dara
  • Buah adas (Foeniculum vulgare) secukupnya
  • Kulit kayu pulasari (Alyxia reinwardti) secukupnya
  • Tiga gelas air
  • Gula merah secukupnya

Cuci bersih semua bahan dan rebus hingga mendidih dan hanya tersisa kurang lebih separuh dari air rebusan. Lalu, saring air rebusan tersebut. Ramuan tersebut sebaiknya dikonsumsi tiga kali sehari. Sekali minum setengah gelas. Ramuan ini dapat dikonsumsi setiap hari selama satu bulan.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Yoga untuk Kanker

Manfaat Daun Mangkokan

Manfaat Daun Mangkokan Yang Luar Biasa untuk Mengatasi Kanker

Berdasarkan data dari WHO, di dunia ini ada 21 ribu jenis flora yang mengandung khasiat herbal. Sifat farmakologinya berbeda-beda, ada yang ringan ada pula yang sangat kuat sehingga pemanfaatannya pun harus dalam pengawasan ahli herbal. Salah satu tanaman herbal yang akan kita kupas pada artikel ini adalah daun mangkokan.

Daun mangkokan atau dengan nama latin Nothopanax Scutellaium Merr merupakan tumbuhan liar tak ubahnya gulma. Sering ditemukan di ladang-ladang atau di pinggiran sungai. Sebagai tumbuhan liar, daun mangkokan cukup tangguh untuk mempertahankan hidupnya sendiri. Sehingga tidak membututuhkan perawatan lebih. Namun jika ingin dibudidayakan, cukup dengan melakukan cara stek batang saja.

Daun mangkokan sangat menyukai tempat-tempat terbuka dengan ketingian 1-200 mdpl. Namun, tumbuhan ini akan lebih subur dan hijau jika terlalu banyak terkena sorot matahari. Karena itu daun mangkokan suka sekali tumbuh di antara tanaman-tanaman lain yang berukuran lebih besar dan tinggi. Dari namanya, mudah bagi kita membayangkan bagaimana ciri khasnya. Yang paling utama, jelas daun mangkokan berbentuk seperti mangkok bulat karena permukaan daun berlekuk ke dalam. Daun mangkokan merupakan daun tunggal dengan diameter sekitar 6-12 cm. Bertepi gerigi dan bertulang sirip. Permukaan daunnya licin dan agak mengkilap.

Sebenarnya, daun mangkokan dilengkapi dengan bunga majemuk. Hanya saja, jarang sekali tanaman ini menampakkan bunganya sehingga patut sebagian besar orang tak mengetahuinya. Bunga daun mangkokan berbentuk seperti payung dan berwarna hijau, hampir-hampir mendekati warna hijau daunnya sendiri. Selain itu, daun mangkokan juga dilengkapi dengan buah yang berbentuk pipih dan lagi-lagi berwarna hijau. Sedangkan bijinya berukuran sangat kecil, keras, dan berwarna cokelat.

Masing-masing daerah di Indonesia menyebut daun mangkokan ini dengan nama yang berbeda-beda, seperti Mamanukan (Sunda), Ndalido (Pulau Roti), Mangko-mangko (Makassar), Pohon Mangkok (Sumatera), Papeda (Ambon), Godong Mangkokan (Jawa)

Berbagai Manfaat Daun Mangkokan dalam Pengobatan Herbal

Dahulu, khasiat herbal daun mangkokan hanya diketahui oleh segelintir orang saja, seperti kalangan terapis herbal, sinshe, dan ilmuan. Selebihnya, memanfaatkan daun ini sebagai tanaman pagar, tempat makan pengganti piring atau mangkok, lalapan, pelengkap sayuran dalam bubur dan gulai ikan, bahkan untuk makanan ternak juga.

Dalam dunia herbal sendiri, daun mangkokan punya peran besar. Beragam manfaat untuk kesehatan bisa didapat dari daun mangkokan. Sekurang-kurangnya seperti yang tertera di bawah ini:

1. Mengatasi Rabun Dini

Rabun atau penurunan kemampuan mata dalam melihat umumnya dialami oleh orang-orang berusia lanjut. Tetapi, kini anak-anak usia sekolah pun banyak yang mengalaminya. Lihat saja, cukup banyak anak-anak yang sudah berkacamata tebal padahal usia mereka masih sangat belia.

Salah satu cara untuk mencegah rabun adalah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A. Vitamin A bukan hanya banyak terdapat pada wortel saja, tapi juga daun mangkokan. Membiasakan diri mengonsumsi sayur mangkokan dapat memperkuat syaraf-syaraf mata sehingga terhindar dari risiko rabun dini.

2. Menjaga Kesehatan Tulang

Selain mengandung vitamin A, daun mangkokan juga dilengkapi dengan vitamin B. Mengonsumsi daun mangkokan sedari muda dapat membantu menjaga kesehatan dan kekuatan tulang hingga masa tua tiba.

3. Melancarkan Peredaran Darah

Peredaran darah yang kurang lancar dapat mendatangkan berbagai macam penyakit, contohnya penyakit jantung. Darah berperan mengedarkan nutrisi dari segala yang kita makan ke seluruh tubuh. Apabila peredaran darah tersumbat, maka nutrisi tersebut tidak tersampaikan dengan baik. Sehingga lambat laun fungsi organ menjadi lemah.

Banyak penyebab aliran darah di dalam tubuh terhambat. Bisa karena obesitas, bisa pula karena kurangnya zat besi. Cobalah atasi  masalah ini dengan rajin mengonsumsi daun mangkokan. Banyak orang yang sudah membuktikan sendiri hasilnya.

4. Sariawan

Jangan anggap sepele soal sariawan, terutama pada anak kecil. Rasa perih yang ditimbulkannya, sering membuat anak-anak rewel dan susah makan. Apalagi bila sariawan tumbuh di bagian-bagian yang mudah mengalami gesekan, seperti lidah.

Sariawan sebetulnya mudah dicegah dan diatasi asal asupan vitamin C tercukupi dengan baik. Salah satu tanaman yang mengandung vitamin C dan ampuh mempercepat penyembuhan sariawan ya daun mangkokan ini.

5. Mencegah Kebotakan

Kebotakan erat kaitannya dengan kerontokan rambut yang terjadi terus menerus. Kerontokan sendiri bisa disebabkan karena perlakuan buruk pada rambut (menyisir terlalu sering dan kuat, terlalu sering terpapar panas matahari dan alat-alat hair stylist, dll), kurang nutrisi, stress, penyakit, atau pengonsumsian obat-obat yang terlalu keras.

Untuk mengatasi masalah kebotakan, Anda bisa menggunakan masker yang terbuat dari daun mangkokan dan minyak kelapa.

Fakta Daun Mangkokan untuk Atasi Kanker

Fakta lain yang lebih mengejutkan, ternyata daun mangkokan juga efektif mengatasi penyakit kanker! Siapa yang tidak tahu penyakit kanker. Kanker merupakan penyakit berbahaya yang sangat mengancam nyawa. Sedikit penderita kanker yang dapat bertahan hidup lama. Namun, harapan hidup sesungguhnya bisa ditingkatkan jika penderita melakukan perawatan serta pengobatan secara tepat dan benar.

Dalam pengobatan kanker berbasis herbal, daun mangkokan sering diunggulkan sebagaimana daun sirsak. Daun mangkokan memiliki sifat antioksidan yang kuat, sehingga ampuh menangkal dampak radikal bebas. Sifat antioksidan itu sendiri tak terlepas dari senyawa-senyawa antikanker yang tersimpan di dalam daun mangkokan. Sebut saja di antaranya seperti senyawa Alkaloida, Flavonoid, Polifenol, dan Saponin. Keempatnya diketahui tangguh mematikan sel-sel kanker, memblok penyebarannya agar tidak meluas dan merusak organ-organ terdekat, mempercepat penyembuhan luka, serta menghentikan peradangan. Selain keempat senyawa tersebut, kandungan nutrisi dari daun mangkokan juga turut memelihara kekuatan antibodi sehingga tubuh tidak mudah sakit.

Dari berbagai kasus kanker, metode penyembuhan kanker menggunakan daun mangkokan sering ditujukan untuk penderita kanker payudara, mulai dari stadium awal hingga stadium lanjut. Dengan perawatan yang benar dan tepat, benjolan tumor ganas serta luka yang ditimbulkannya berangsur menyusut dan sembuh.

Cara Mengolah Daun Mangkokan Sebagai Obat Kanker

Untuk mengobati penyakit kanker, terutama kanker payudara, daun mangkok dapat diolah mengikuti dua resep berikut ini.

Resep I

  • Sediakan 5-7 lembar daun mangkokan yang sudah cukup tua. Cuci bersih terlebih dahulu agar debu yang melekat di permukaannya luruh.
  • Siapkan kunyit kira-kira seukuran dua ruas jari. Kupas lalu parut.
  • Tuang minyak kelapa (VCO) ke dalam mangkok berbahan kaca. Kemudian masukkan daun mangkokan yang sudah dicuci bersih tadi beserta parutan kunyit.
  • Remas-remas daun mangkokan tersebut di dalam minyak agar ekstraknya keluar.
  • Terakhir, panaskan mangkok berisi minyak dan ekstrak daun mengkokan tadi di atas api. Jika sudah sudah terasa hangat, oleskan perasan daun mangkokan tersebut ke payudara yang terkena tumor.

Resep II

  • Sediakan kira-kira 9- 13 lembar daun mangkokan (tergantung seberapa luas luka atau besarnya benjolan tumor yang tampak dari luar). Cuci bersih terlebih dahulu.
  • Tumbuk daun mangkokan yang telah bersih hingga halus. Lalu, letakan pada benjolan tumor dan balut dengan perban. Biarkan hingga seharian penuh. Ulangi cara yang sama pada hari-hari berikutnya.

Selama menjalani pengobatan herbal ini, jauhi hal-hal yang dapat memperburuk kondisi kesehatan seperti mengonsumsi makanan berpengawet, minuman beralkohol, bergadang, dan merokok. Lakukan pengecekan medis untuk mengetahui perkembangan sel kanker.

Demikian artikel seputar manfaat luar biasa dari daun mangkokan. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Yoga untuk Kanker

Daun Kemiri

Menguak Rahasia Besar Daun Kemiri Untuk Pengobatan Kanker

Di Indonesia, tanaman kemiri bukan sesuatu yang asing di telinga. Sebagian besar masyarakat mengenalnya sebagai bumbu masakan. Tetapi tahukah Anda bahwa tanaman kemiri juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit? Seluruh bagian yang terdapat dalam tanaman ini, baik itu biji, kulit, batang, daun, hingga batang mengandung  senyawa-senyawa penting yang berkhasiat sebagai obat, bahkan efektif untuk mengatasi masalah kanker.

Sebelum membahas lebih jauh tentang kehebatan kemiri, mari kita berkenalan lebih dekat dulu dengan tanaman ini.

Mengenal Tanaman Daun Kemiri

Dalam istilah latin tanaman kemiri disebut dengan nama Aleurites Molucana Wild. Sampai saat ini, asal usulnya belum pasti. Namun, banyak pendapat yang mengatakan bahwa tanaman kemiri berasal Kepulauan Polynesia, seperti Fiji, Samoa, Cook Island, Tongo, dan Salomon. Lalu, menyebar ke daerah-darah tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Karena negara Indonesia terdiri atas banyak suku bangsa, maka nama tanaman ini pun berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Contoh, di Kalimantan disebut Keminting, di Sumatera Utara disebut buah kareh, gambiri, atau kembiri, di Jawa Barat disebut muncang, di Jawa Tengah disebut miri, di Bali disebut derekan atau kameri, dan sebagainya.

Tanaman kemiri tumbuh subur di lahan liat, berbatu, berpasir, ataupun berkapur. Rata-rata tinggi batang mencapai 15-25 meter. Daunnya berwarna hijau pucat dengan sisi bergelombang. Sedangkan buahnya berwarna cokelat, berbentuk lonjong dan keras. Di Indonesia, tanaman kemiri termasuk komoditi penting karena selalu dibutuhkan masyarakat, terutama untuk memasak. Untungnya, tanaman kemiri sangat cocok dengan kondisi tanah dan iklim di Indonesia, sehingga hasil panen kita dapat diekspor ke  negara lain seperti Arab Saudi, Singapura, Hongkong, Australia, dan Amerika Serikat.

Khasiat Daun Kemiri yang Menakjubkan

Dalam dunia kuliner nusantara, kemiri merupakan bagian jantung bumbu bersama bawang merah dan bawang putih. Artinya, kemiri mengambil peranan besar dalam menciptakan rasa lezat pada masakan. Di dunia pengobatan herbal pun, kemiri tidak kalah unggul. Buah, batang, dan daun kemiri paling sering digunakan sebagai bahan peramu obat tradisional.

Dari sekian banyak penyakit, berikut beberapa penyakit yang dapat ditolong dengan obat herbal berbahan utama daun kemiri.

Mengobati memar akibat pukulan atau benturan keras. Memar tak hanya terjadi pada organ luar tubuh saja. Beberapa kasus kecelakaan atau tindak kekerasan mengakibatkan korban mengalami memar hingga ke organ dalam. Selain lebih menyakitkan, memar yang terjadi pada bagian organ dalam tubuh lebih susah dipulihkan ketimbang pada organ luar. Akan tetapi dengan menggunakan daun kemiri besar harapan masalah tersebut dapat teratasi.

1. Sakit Kepala

Sakit kepala derajat ringan hingga menengah  semestinya tak membutuhkan obat-obatan kimia keluaran pabrik. Sebab, jika derajat sakitnya tidak terlalu parah dan mengkhawatirkan, penyakit ini dapat ditanggulangi dengan bahan-bahan herbal di sekitar kita. Daun kemiri salah satunya. Mengonsumsi air rebusan daun kemiri telah terbukti mampu meredakan sakit kepala dalam waktu relatif cepat.

2. Stress

Stress merupakan bagian dari penyakit mental. Ketegangan pikiran membuat seluruh tubuh menjadi tidak nyaman: kehilangan gairah, sulit tidur, dan mudah cemas. Banyak obat-obat penenang beredar bebas di pasaran. Tetapi penggunaannya cenderung menimbulkan candu. Sehingga penderita rawan mengalami ketergantungan. Cobalah menjalani terapi dengan air rebusan daun kemiri. Tak ubahnya teh hijau, kandungan asam amino dari rebusan daun kemiri dapat menimbulkan efek santai dan perasaan yang lebih nyaman.

3. Sakit Gigi

Jarang orang bisa menahan sakit gigi tanpa bantuan obat. Sebab, ketika sakit gigi menyerang, kepala pun ikut terasa sakit. Banyak cara alami untuk mengatasi sakit gigi. Contohnya menggunakan getah daun kemiri. Teteskan getah daun kemiri di jari, lalu oleskan pada bagian gigi yang sakit. Lakukan 2x sehari untuk meredakan sakitnya. Jika ingin sakit gigi tidak kambuh kembali, lakukan cara tersebut selama 1 minggu.

4. Wasir

Wasir atau ambeien tak selalu berakhir di meja operasi jika diobati secara dini. Salah satu cara alami mengatasi masalah wasir adalah mengonsumsi rebusan daun dan kulit batang kemiri setiap hari selama satu minggu. Hasilnya, benjolan wasir akan menyusut hingga sembuh total.

Kanker Sembuh Dengan Kemiri: Fakta atau Hoax?

Karena kemiri identik sebagai  bumbu dapur, khasiat kanker sebagai obat kanker sempat diperdebatkan dan dianggap hoax. Namun, para pakar pengobatan herbal berkeyakinan teguh bahwa kemiri dapat diandalkan dalam upaya penyembuhan kanker. Keyakinan tersebut tentu diperkuat oleh adanya uji klinis terhadap komponen yang terkandung dalam kemiri.

Berdasarkan banyak penelitian, ternyata benar bahwa kemiri berpotensi besar menyembuhkan berbagai jenis kanker, terutama kanker payudara. Terdapat banyak sekali zat-zat non gizi yang bersifat antivirus dan antibakteri seperti polifenol, saponon, dan flavanoid pada biji dan daun kemiri. Zat-zat non gizi itulah yang berperan melawan dampak radikal bebas serta menggempur sel abnormal di dalam tubuh. Sementara sejumlah kandungan zat lainnya, berguna untuk menguatkan imunitas tubuh, mencegah infeksi, dan memperbaiki kerusakan sel yang diakibatkan oleh sel abnormal.

Kandungan Tanaman Kemiri

Secara keseluruhan tanaman kemiri memuat  berbagai zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam upaya mencegah dan mengobati berbagai penyakit yang datang. Kandungan zat tersebut antara lain protein, asam amino, lemak, dan karbohidrat. Keempat kandungan tersebut berperan sebagai pembentuk sekaligus penyokong imunitas tubuh agar tetap stabil. Sehingga tubuh tidak mudah diserang penyakit.

Selain itu, kemiri juga mengandung sejumlah mineral penting yang baik untuk kepadatang tulang kalsium, kalium, fosfor, juga magnesium. Dan, yang teristimewa kemiri sarat akan polifenol juga flavonoid. Kedua kandungan ini tak selalu ada pada tanaman-tanaman lain. Fungsinya bukan hanya sebagai penangkal kanker saja, melainkan untuk menekan risiko penyakit jantung dan alzheimer pula.  Pada seluruh bagian tanaman kemiri juga terkandung saponin yang bertugas sebagai antimikroba, serta folat dan fitostrelo yang baik untuk mengontrol kadar kolesterol

Cara Mengonsumsi Daun Kemiri Untuk Penderita Kanker

Serangan kanker kerap kali melumpuhkan pertahanan tubuh penderita, sehingga semakin lama kondisi tubuhnya akan semakin menurun. Saat imunitas melemah, sel kanker akan semakin merajarela dan menyebar ke organ-organ terdekatnya. Oleh karena itu, salah satu cara yang paling utama untuk melawan kanker adalah membangun imunitas tubuh itu sendiri.

Minumlah air rebusan daun kemiri sebanyak 9-11 lembar setiap hari. Air rebusan daun kemiri akan menjaga imunitas tubuh menderita agar tidak merosot. Khusus untuk kanker payudara, parut 1 butir kemiri dan seruas kunyit, lalu seduh dengan air hangat. Minum air seduhan tersebut setiap hari. Atas izin Tuhan, niscaya benjolan kanker akan menyusut secara bertahap. Resep lain yang dapat dicoba adalah menyediakan 1 ons kemiri, 1,5 ons kunyit, dan 3 lembar daun benalu. Cuci seluruhnya hingga bersih, lalu tumbuk ketiganya hingga halus dan oleskan pada benjolan kanker payudara.

Itulah rahasia besar daun kemiri sebagai penangkal kanker. Jika Anda tertarik menempuh pengobatan herbal untuk kanker, jangan lupa untuk mengonsultasikannya lebih dulu dengan pakar herbal berpengalaman di kota Anda.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Yoga untuk Kanker