Category Archives: Obat Herbal

Daun Tapak Dara Untuk Kanker

Daun Tapak Dara Untuk Kanker, Fakta atau Mitos?

Sampai saat ini, masih banyak yang meragukan manfaat daun tapak dara dalam mengobati berbagai macam penyakit, termasuk kanker. Malah, sebagian orang menganggapnya mitos belaka. Betapa tidak? Keindahan tanaman dara memberi kesan kuat bahwa ia adalah tanaman hias, bukan tanaman obat atau herbal. Padahal, pada daun, akar, dan bunganya terkandung senyawa dan zat-zat karsinogenik dosis tinggi. Dan, hal itu bukan sebatas buah bibir, melainkan pernah dibuktikan melalui uji laboratorium di bawah pengawasan pakar obat-obatan.

Mengenal TanamanTapak Dara Lebih Dekat

Dalam bahasa Latin, tanaman tapak dara disebut dengan Catharanthus Roseus. Di Indonesia sendiri, selain dinamakan tapak dara, tanaman ini punya nama lokal yang berbeda-beda. Tergantung di daerah atau pulau mana ia tumbuh. Di Jawa Barat, tapak dara lebih populer dengan nama tapak tembaga. Sedangkan di Sulawesi, tapak darah biasa disebut sindapor. Selain itu, ada juga yang menyebut tanaman tapak dara sebagai tapak doro, kembang serdadu, rutu-rutu, rumput jalang, dan paku rune.

Di luar Indonesia sebutannya lain lagi. Orang Malaysia mengenal tanaman ini sebagai kembang sari cina atau kemuning cina. Di inggris, orang-orang menamakannya rose periwinkle.  Di Belanda, tapak dara punya nama bagus Soldaten Bloem. Dan, di Cina disebut dengan Chang Chun Hua.

Berdasarkan sejarah penemuannya, tanaman tapak dara pertama kali tumbuh di Madagaskar. Lalu proses alam serta peranan manusia menjadikan tanaman ini menyebar luas ke negara-negara lain, terutama daratan Asia. Termasuk di Indonesia. Satu yang pasti, tanaman tapak dara cocok di kawasan-kawasan beriklim tropis.

Tanaman tapak dara termasuk jenis perdu yang dapat tumbuh liar dengan ketinggian mencapai 1 meter. Sangat menyukai tempat-tempat terbuka dengan pancaran sinar matahari dan curah hujan yang memadai. Namun tidak menutup kemungkinan ia juga dapat tumbuh subur di tempat-tempat yang terlindung, asal mendapatkan perawatan cukup. Akarnya berupa akar serabut yang berwarna kecokelatan.

Tanaman ini memiliki daun berbentuk oval dan berwarna hijau pekat. Susunan daunnya membentuk sirip yang bersilangan dengan tangkai daun yang sangat pendek dan lembut. Jika kondisi tanaman subur, panjang daun tapak dara bisa mencapai 2-6 cm dan lebar 1-3 cm. Selain itu, kesuburan tapak dara juga ditandai dengan banyaknya bunga yang keluar dari ketiak daun. Bunga yang dimilinya merupakan bunga jamak, artinya dapat mekar bersamaan. Tampilannya semakin indah karena bunga tapak dara beragam, mulai dari ungu, putih, biru, dan merah muda. Tiap bunga memiliki lima kelopak yang melebar pada bagian ujungnya dan cukup rapuh. Sementara, mahkota bunga berbentuk terompet.

Tapak dara menghasilkan getah atau lateks pada bagian batang dan daun. Getah akan keluar ketika batang dipatahkan atau daun dipetik.

Daun Tapak Dara yang Menyembuhkan Kanker

Perihal kemampuan daun tapak dara dalam menyembuhkan kanker sesungguhnya bukanlah mitos. Di balik keindahan yang ditampilkanya, perlu diketahui bahwa tanaman tapak dara bersifat racun (toxic), terutama pada bagian daun. Sifat racun tersebut yang kemudian diandalkan untuk membunuh sel-sel kanker, sebagaimana racun dalam obat kemoterapi dan obat-obat kimia khusus kanker lainnya. Meski punya kemampuan yang sama, namun efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan daun tapak dara tidak sebesar obat kimia.

Daun tapak dara bekerja secara selektif mematikan sel  kanker pada tempat yang sulit dijangkau sekalipun, mengempiskan benjolan kanker di luar tubuh, menghambat invasi sel ke bagian lain (metastasis), membangun pertahanan tubuh semakin kuat, bahkan mencegah pembentukan sel kanker baru. Semua keunggulan tersebut tak terlepas dari kandungan 70 jenis alkaloid yang terdapat pada daun, akar, batang, bahkan biji tapak dara. Secara garis besar, alkaloid inilah yang berperan sebagai zat anti-kanker. Di dalam alkaloid sendiri tergabung sejumlah senyawa meliputi vinblastine (VLB), leurosine (VLR), vincristine (VCR), leurosine (VLR), vincadioline, lochnerine, leurosidine, catharanthine, vinblastine, tetrahydroalstonine, ajmalicine, serpentine, reserpine, akuammine, norharman, vinleurosin, vincamine, dan vinrosidin.

Dari hasil uji coba terhadap berbagai jenis kanker, daun tapak dara paling efektif dalam menyembuhkan kanker payudara, kanker rahim, kanker darah, dan kanker kulit. Pada jenis kanker lainnya daun tapak dara turut menunjukkan hasil positif, namun memerlukan proses pengobatan yang lebih lama ketimbang keempat jenis kanker yang disebutkan sebelumnya.

Penyakit-penyakit Lain yang dapat Diobati dengan Daun Tapak Dara

Selain penyakit kanker, daun tapak dara dara juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam penyakit lainnya. Bahkan pengobatan herbal dengan daun tapak dara telah dimulai sejak ratusan tahun silam. Beberapa jenis penyakit yang dimaksud antara lain:

  • Hipertensi
  • Diabetes Melitus
  • Pendarahan akibat kadar trombosit menurun
  • Batu ginjal
  • Luka bakar
  • Bisul
  • Borok dan eksim
  • Gondongan
  • Demam tinggi
  • Tumor ringan
  • Insomnia
  • Stress ringan
  • Batuk
  • Asma
  • Malaria, dsb

Cara Mengolah Daun Tapak Dara

Khasiat obat herbal baru dapat dirasakan jika cara pengolahan benar dan dosis penggunaannya tepat.  Ada beberapa cara pengolahan daun tapak dara yang biasa disarankan para herbalis. Jika dimaksudkan untuk komersil, maka ektrak daun tapak dara dikemas dalam bentuk pil siap minum. Tentu saja langkah pembuatannya melibatkan mesin-mesin berteknologi tinggi. Pun, haru dikemas sedemikian rupa agar tetap steril dan tidak mengurangi khasiat obat itu sendiri.

Selain itu, ada cara pengolahan yang lebih sederhana, yakni dengan cara merebus  atau menyeduh daun tapak dara menggunakan air panas. Diamkan setelah itu agar senyawanya keluar lalu minum dalam keadaan hangat. Namun, perlu juga diketahui bahwa komposisi bahan yang dibutuhkan antara satu penyakit dengan penyakit lainnya tidak selalu sama. Ikuti beberapa resep ramuan tapak dara berikut ini:

Khusus untuk Kanker

Siapkan 22 lembar daun tapak dara, buah adas, dan kulit kayu pulasari. Cuci bersih ketiga bahan tersebut, lalu rebus bersama 3 gelas air. Tunggu hingga air menyusut, menyisakan 1 gelas saja. Saring terlebih dahulu sebelum diminum. Lakukan pada pagi, siang, dan malam hari, rutin sampai satu bulan. Niscaya ada perubahan positif terhadap penyakit kanker yang sedang diderita.

Khusus untuk Penyakit Ginjal

Sediakan 15 lembar daun tapak dara dan 10 lembar daun biji beling. Pastikan kedua bahan tersebut telah dicuci bersih sebelumnya. Lalu, rebus dengan 3 gelas air. Tunggu hingga air rebusan menyusut setengahnya. Konsumsi 2x sehari, selama lebih kurang 3 minggu.

Khusus Hipertensi

Cukup rebus 15 gram daun tapak dara dengan ½ liter air bersih. Tunggu hingga mendidih dan air menyusut setengahnya. Saring, lalu minum dalam keadaan hangat sebelum tidur malam. Langgengkan selama minimal 7 hari dan rasakan perubahannya.

Efek Samping Daun Tapak Dara

Karena daun tapak dara bersifat racun, maka tidak menutup kemungkinan ada efek samping yang dirasakan selepas mengonsumsi ramuan herbal di atas, terutama pada 3-4 kali pengonsumsian pertama. Namun, tingkat keluhan biasanya jauh di bawah obat kemoterapi. Kecuali, bila dinyatakan over dosis.

Beberapa efek samping yang ditimbulkannya, antara lain:

  • Demam
  • Lemas
  • Mual dan muntah-muntah
  • Halusinasi

Itulah manfaat yang dapat diberikan daun tapak dara untuk penyakit kanker dan penyakit-penyakit lainnya. Mari upayakan hidup sehat sedini mungkin, guna mempertahankan kualitas hidup tetap baik.

Baca artikel lain mengenai Makanan Penyebab Kanker Usus

Manfaat Daun Sambung Nyawa

Mangungkap Fakta Manfaat Daun Sambung Nyawa

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tidak terbantahkan. Sebagian besar berupa tanaman herbal yang berkhasiat menyembuhkan. Menurut data dari survey yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, 1.500 formula obat-obatan yang digunakan dalam metode pengobatan medis dan nonmedis berasal dari 24.927 jenis tanaman herbal di Indonesia. Dari sekian banyak jenis tanaman herbal yang ada, beberapa di antaranya menduduki peringkat teratas karena kemujarabannya. Beberapa contoh di antaranya seperti sirih, kunyit, mahkota dewa, mengkudu, dan sirsak. Tetapi, ada satu tanaman yang tak kalah berkhasiat dan kerap digunakan dalam obat-obat herbal, yakni daun sambung nyawa.

Nama daun ini memang unik. Seolah-olah ingin menumbuhkan harapan pada siapa saja yang sedang sakit dan menggunakannya sebagai obat. Namun, secara ilmiah daun sambung nyawa dikenal dengan nama Gynura Procumbens.Khusus di beberapa daerah daun sambung nyawa punya sebutan khas. Misalnya saja, di Jawa sebutan lainnya adalah daun ngokilo. Di kalangan masyarakat Melayu dinamakan Daun Dewa. Serta, di beberapa daerah lain disebut akar sebiak dan beluntas cina.

Ciri-ciri Daun Sambung Nyawa dan Persebarannya

 Daun sambung nyawa merupakan jenis tanaman perdu. Ketika usianya masih muda, batang tumbuh tegak lurus. Akan tetapi setelah cukup tua, tanaman ini akan merambat. Bentuk batangnya segi empat dengan ruas-ruas hijau dan bercak ungu. Panjang tangkai daun bisa mencapai ½-3 ½ cm, sedangkan panjang daun sekitar 3 ½-12 ½ (tergantung usia dan tingkat kesuburan) dan lebarnya berkisar 1-5 ½ cm.

Daun sambung nyawa berbentuk elips, atau sering diumpamakan seperti telur terbalik. Berwarna hijau mengkilap, hingga hijau pekat dengan aksen keunguan di bagian ujung. Sebagian daun sambung nyawa mempunyai tepi yang lurus biasa, ada juga yang berlekuk-lekuk. Begitu pula pada bagian permukaan daun, ada yang mulus, ada pula yang berbulu-bulu halus. Tulang daun berbentuk menyirip dan terasa sangat menonjol jika diraba pada bagian bawah daun. Daun sambung nyawa dilengkapi dengan sel kelenjar minyak yang cukup banyak. Sehingga, daun ini menghasilkan aroma yang khas ketika diremas atau dihancurkan. Bisa dibilang, sama seperti sifat daun sirih.

Daun ini tumbuh subur di wilayah-wilayah beriklim tropis. Lahan-lahan terbuka seperti Ladang, pekarangan, dan hutan, menjadi tempat perkembangbiakannya yang sangat baik. Meski daun sambung nyawa banyak terdapat di Indonesia (terutama di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali), namun berdasarkan sejarah penemuannya, daun sambung nyawa pertama kali ditemukan justru di Afrika. Lalu, menyebar ke Sri Lanka, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, dan Indonesia. Bahkan, beberapa negara lain kini sedang berusaha membudidayakan tanaman ini karena tertarik pada khasiatnya. Sayangnya, meski berupa tanaman liar, daun sambung nyawa tidak selalu bisa bertahan hidup di semua negara. Tetap, faktor iklim dan kesuburan tanah menjadi penentunya.

Kandungan dan Manfaat Daun Sambung Nyawa

Diklaim sebagai tanaman herbal, daun sambung nyawa tentu mengandung sejumlah senyawa atau zat yang ampuh melawan berbagai penyakit. Beberapa senyawa penting yang dimilikinya antara lain seperti flavanoid, triterpen, minyak atsiri, polifenol, tanin, steroid, asam klorogenat, triterpenoid, saponin, asam vanilat, asam para kumarat, asam kafeat, asam p-hidroksi benzoate, fenolik, quarcetin, glikosida sterol, asparaginase, kaempeferol-3-O-neohesperidosida, kaempeferol -3-glukosida, dan sebagainya.

Seluruh kandungan tersebut punya kekuatan masing-masing dalam menumpas berbagai penyakit. Beberapa jenis penyakit yang dapat diobati dengan daun sambung nyawa, meliputi:

  • Hipertensi

Penyakit hipertensi tidak bisa dipandang sebelah mata. Penyakit ini bersifat mematikan dan memicu datangnya penyakit lain seperti stroke dan kerusakan pembuluh darah. Banyak penderita yang terpaksa mengonsumsi obat seumur hidup agar tekanan darahnya tetap stabil. Namun, efek samping dari penggunaan obat-obat kimia jangka panjang tentu sangat berbahaya. Maka, alternatif terbaik adalah mengonsumsi daun sambung nyawa.

  • Diabetes Melitus

Diabetes Melitus memang tidak bisa disembuhkan. Namun, bisa dikelola dengan baik agar kadar gula penderita tetap dalam batas normal. Rutin mengonsumsi 7 lembar daun sambung nyawa sebagai lalapan setiap makan pagi dan siang, terbukti ampuh menetralkan dan memelihara kadar gula penderita diabetes.

  • Ambeien

Ambeien merupakan peradangan pembuluh darah besar di liang anus. Sehingga lubang anus terganjal benjolan berupa daging. Benjolan dapat membesar apabila penderita tidak berusaha menghindari faktor risiko seperti terlalu banyak duduk, kurang serat, banyak mengonsumsi makanan pedas dan berpenyedap, dan obesitas. Pada stadium lanjut, hanya tindakan operasi yang dapat menyingkirkan benjolan tersebut. Namun, rasa sakit pasca operasi pengangkatan amebein seringkali menimbulkan frustrasi pada diri penderita. Oleh karena itu, lakukan pencegahan dini sangat diperlukan. Atau, bila sudah terlanjur mengalami sakit ini, lakukan pengobatan herbal menggunakan daun sambung nyawa agar ambeien segera mengempis.

  • Sinusitis

Sinusitis merupakan penyakit yang terjadi akibat peradangan dinding sinus. Gejala yang paling khas berupa hidung berair terus menerus tanpa diiringi flu, sakit kepala, batuk, perubahan pada suara, serta rasa sakit di sekitar wajah. Penyakit ini tidak harus berakhir di meja operasi. Untuk kondisi menengah, masih bisa disembuhkan melalui cara tradisional, yakni mengonsumsi 7 lembar daun sambung nyawa yang diolah menjadi jus.

Daun Sambung Nyawa untuk Kanker

Nah, ini dia keunggulan terhebat dari daun sambung nyawa. Penyakit yang memperburuk kualitas hidup orang sekaligus amat mengancam nyawa, ternyata bisa dibasmi dengan daun sambung nyawa. Terutama kanker darah, kanker payudara, kanker paru dan kanker rahim.

Berdasarkan pembuktian ilmiah, kandungan daun sambung nyawa seperti yang ditulis sebelumnya, sebagian besar berpotensi sebagai karsinogenik alias anti-kanker. Muatan flavanoid pada daun sambung nyawa terdeteksi mampu menghambat kelangsungan hidup sel kanker. Oleh falvonoid, sel kanker diatasi dengan cara menekan suplai nutrisi dan oksigen sehingga sel kanker kelaparan lalu mati.

Selain flavanoid, senyawa terpenoid juga menunjukkan keunggulan yang tak kalah hebat. Bedanya, Terenodi bekerja sebagai anti-metastasis atau anti-invasi. Senyawa ini memblokade jalur persebaran terdekat sel kanker. Sehingga pergerakan sel kanker terbatas dan memudahkan senyawa-senyawa lainnya menggempur habis sel-sel kanker di satu titik.

Cara Mengonsumsi Daun Sambung Nyawa untuk Penderita Kanker

Cara yang paling sederhana memanfaatkan daun sambung nyawa sebagai obat kanker adalah dengan melalap 3 lembar daun sambung nyawa, rutin 2x sehari, selama 7 hari berturut-turut. Dan, dapat dilanjutkan sesuai dengan derajat keparahan kanker yang diderita.

Selain dilalap, daun sambung nyawa juga bisa diolah menjadi jus. Caranya, rebus  20 gram daun sambung nyawa segar bersama 3 gelas air. Tunggu hingga air menyusut setengahnya. Saring, lalu minum dalam keadaan hangat. Untuk hasil yang maksimal, langgengkan terapi ini 2x sehari, selama 14 hari. Selanjutkan lakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi sel kanker terkini pasca terapi daun sambung nyawa.

Efek Samping Daun Sambung Nyawa

Sebagaimana halnya bahan herbal, efek samping yang ditimbulkan tentu tidak sebesar penggunaan obat-obatan kimia. Hanya saja, tetap perlu diantisipasi agar tidak merugikan di kemudian hari.

Pada ibu hamil, tidak dianjurkan mengonsumsi daun sambung nyawa karena berisiko menyebabkan kematian pada bayi. Selain itu, mengonsumsi daun sambung nyawa menimbulkan kantuk, keliyengan, dan sensasi rasa panas di tubuh seperti orang demam. Namun, efek tersebut umumnya hanya terjadi pada awal-awal pengonsumsian saja.

Demikian artikel mengenai kehebatan daun sambung nyawa dalam mengobati penyakit kanker dan penyakit-penyakit lainnya. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Teh Hijau untuk Kanker

Sirih Merah untuk Kanker

Di Balik Keutamaan Sirih Merah untuk Kanker

Daun sirih (Piper Betle) sangat familiar di kalangan masyarakat, baik itu sirih merah maupun sirih hijau. Namun, dalam bidang pengobatan herbal, sirih merah lebih sering jadi primadona. Hal tersebut dikarenakan manfaat sirih merah terbukti lebih mumpuni. Termasuk, untuk melawan sel-sel kanker.

Secara umum, daun sirih berbentuk seperti organ jantung, yakni melebar di bagian pangkal dan meruncing pada bagian ujungnya. Memiliki aroma yang cukup kuat dan sangat khas, apalagi jika diremas atau direbus.

Tanaman sirih berjodoh dengan kawasan-kawasan beriklim tropis dan subtropis. Sirih bukanlah tanaman yang terlalu menyukai air, tapi juga tidak tahan pada suhu yang terlalu tinggi. Tempat rambatan idealnya baginya adalah di batang-batang pohon yang teduh, tapi masih bisa mendapat sinar matahari cukup.

Daun sirih tersebar luas di bagian timur pantai Afrika, meliputi pulau Madagaskar, Zanzibar, dan India. Lalu ada juga di daratan Cina, kepulauan Fiji, dan Kepulauan Bonim. Serta, di beberapa negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan sebagainya.

Di Indonesia sendiri, tanaman sirih meluas hampir seluruh pulau. Namun, yang terbanyak ada di Kepulauan Riau. Untuk penyebutan, duan sirih punya nama lokal yang berbeda-beda. Misalnya, di Jawa kerap disebut dengan Sedah atau Suruh. Sementara oleh masyarakat Sunda dinamakan Seuruh.

Perbedaan Daun Sirih Merah dengan Daun Sirih Hijau

Perbedaan paling mencolok yang terlihat antara daun sirih merah dengan sirih hijau tentu ada pada warna daun. Sesuai namanya, daun sirih merah berwarna hijau pekat dengan semburat kemerah-merahan. Sedangkan daun sirih hijau, berwarna hijau hijau terang (tak ubah warna daun muda pada umumnya) hingga hijau pekat, tapi tak sampai sepekat pada daun sirih merah.

Perbedaan yang kerap luput kita ketahui antara keduanya adalah bentuk batang. Sirih merah mempunyai batang berwarna hijau keungu-unguan. Berbeda dengan batang sirih hijau yang cenderung berwarna cokelat kehijauan hingga cokelat kehitaman. Selain itu sirih tidak dilengkapi dengan bunga, sementara sirih hijau memilikinya.

Manfaat Penggunaan Daun Sirih Merah untuk Kanker

Salah satu penyakit serius yang dapat diatasi dengan sirih merah adalah kanker. Penyakit kanker termasuk penyakit yang sulit sekali ditangani. Metode pengobatannya harus tepat dan intensif. Jika tidak, maka nyawa menjadi taruhannya. Lebih mengerikan lagi, kanker bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Bahkan, mereka yang telah mengupayakan hidup sehat pun tetap berpotensi terkena kanker.

Pada umumnya, kanker baru terdeteksi ketika sudah mencapai stadium lanjut. Hal tersebut dikarenakan pada tahap-tahap awal kanker tidak menunjukan gejala yang berarti, sehingga membuat penderitanya tidak merasakan sesuatu yang buruk pada tubuhnya dan pada akhirnya terlambat memeriksakan diri.

Saat ini, banyak sekali metode pengobatan kanker yang ditawarkan rumah sakit-rumah sakit ternama. Apalagi obat-obat kanker produksi pabrik farmasi sudah semakin beragam dan diklaim ampun membunuh sel-sel kanker. Sayangnya, efek samping dari pengobatan modren terlalu buruk untuk tubuh. Jenis obat yang digunakan sudah pasti berkadar racun tinggi. Apabila obat tersebut dikonsumsi, maka otomatis organ di seluruh tubuh ikut terkontaminasi dan rusak. Maka dari itu, tidak semua orang bersedia memilih pengobatan kanker berdasarkan protokol medis. Masih sebagian orang yang lebih bergantung pada bahan-bahan herbal seperti sirih merah.

Manfaat besar sirih merah untuk kanker, terutama kanker payudara dan kanker servik, sebetulnya bukan kabar baru. Melainkan, telah diuji sejak puluhan tahun silam oleh para ilmuwan di seluruh benua.Berdasarkan hasil laboratorium, di dalam sirih merah ternyata terkandung sejumlah zat atau senyawa yang bersifat antioksidan. Beberapa zat atau senyawa pada sirih merah yang paling menonjol perannya, antara lain:

  • Minyak atsiri, merupakan garda terdepan dari sirih merah dalam hal menumpas bibit-bibit kanker, sekaligus bertindak sebagai antiseptik.
  • Flavanoid, merupakan senyawa yang bertugas mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh dan memangkas lemak jahat di dalam tubuh. Perlu diketahui bahwa sel kanker paling tidak tahan hidup pada tubuh yang asupan oksigennya tercukupi.
  • Polifenol, merupakan senyawa yang berperan aktif menangkal radikal bebas.
  • Eugenol, merupakan senyawa peredam nyeri.
  • Saponin, merupakan senyawa memperkuat fungsi minyak atsiri. Bertindak sebagai antiseptik yang melawan bakteri, virus, serta kuman yang merugikan tubuh.

Penggunaan daun sirih merah dalam metode penyembuhanan herbal terhadap penyakit kanker, akan membawa dampak positif berupa:

1. Mencegah Persebaran dan Mematikan Sel Kanker

Langkah medis paling umum untuk mencegah persebaran (metastase) dan  mematikan sel-sel kanker ialah melalui jalur kemoterapi. Kemoterapi bisa dilakukan setelah tindakan operasi maupun belum. Rata-rata pasien kanker membutuhkan 6x kemoterapi yang dilakukan dalam hitungan per 21 hari. Sebagian pasien berhasil menyelesaikan jatah kemoterapinya dalam keadaan hidup, sedangkan sisanya putus di tengah jalan akibat kondisi tubuh yang tidak lagi memungkinkan. Kemoterapi memang membawa dampak buruk terhadap sel-sel yang tidak terjangkit kanker. Sehingga kekebalan tubuh pasien menurun drastis.

Dalam pengobatan herbal, daun sirih mempunyai kekuatan yang mengimbangi racun pada obat kemoterapi. Bedanya, sirih merah bekerja tepat di sasaran. Jadi, sel-sel yang tidak terjangkit kanker tetap aman.

2. Mempertahankan Kekebalan Tubuh

Penderita kanker rawan mengalami penurunan kekebalan tubuh. Apalagi jika penderita sedang menjalani kemoterapi. Tubuh senantiasa tampak lemas dan rentan terhadap serangan virus atau bakteri berbahaya. Dengan mengonsumsi ramuan sirih merah, imunitas tubuh penderita dibangun sebanyak-banyaknya. Sehingga meski divonis kanker, mereka tetap kuat beraktivitas seperti biasa.

3. Meredam rasa sakit

Kanker menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan terjadi berulang-ulang. Terkadang, rasa sakit tak tertahankan itu dapat membuat penderita depresi, sekaligus memperburuk kondisi kesehatan penderita itu sendiri. Nah, salah satu kebaikan dari sirih merah ialah meredam rasa sakit yang dialami penderita. Juga, memberikan efek rasa nyaman yang lebih lama.

Cara Mengolah Sirih Merah

Mengolah sirih merah untuk obat kanker bisa dilakukan dengan cara merebus 6 lembar daun sirih merah beserta batangnya sepanjang kira-kira 15 cm. Campur bahan tersebut dengan 4 gelas air, lalu didihkan hingga air menyusut setengahnya. Saring air rebusan sirih merah dan minum dalam keadaan hangat. Lakukan cara ini 2x sehari. Info tambahan, sebaiknya gunakan alat perebus yang berbahan tanah liat atau kaca tahan panas.

Selain diminum, sirih merah juga bisa digunakan untuk mengompres payudara yang terkena kanker. Caranya, siapkan 15 lembar daun sirih, 7 lembar daun iler, serta 1 genggam sambiloto. Campur semuanya ke dalam 3 gelas air. Didihkan hingga menyusut setengahnya. Gunakan air rebus ini untuk mengompres payudara sekurang-kurangnya 3x sehari.

Efek Samping Sirih Merah

Meski sirih merah teruji efektif mengobati kanker, namun tanaman ini tetap tidak luput dari efek samping negatif. Terkhusus, jika mengonsumsinya di luar pengawasan ahli herbal dan tidak memenuhi anjuran yang ditetapkan. Beberapa efek samping negatif dari sirih merah, antara lain:

  • Kulit kering (jika digunakan untuk bahan kompresan melebih batas dosis yang dianjurkan).
  • Berisiko mempercepat detak jantung.
  • Mematikan bakteri baik.

Demikian manfaat sirih merah untuk kanker ini ya. Semoga ulasan bernilai manfaat bagi para pembaca.

Baca artikel lain mengenai Teh Hijau untuk Kanker