Category Archives: Obat Herbal

Apa Itu Penyakit Kista

Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Penyakit Kista

Apa Itu Penyakit Kista?

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar pertanyaan apa itu penyakit kista, perlu kita pahami bahwa kista adalah penyakit dengan ciri kantong – kantong jaringan yang terbentuk dibawah permukaan kulit, pada umumnya kantong – kantong ini berisi cairan, nanah bahkan udara. Bentuk dari kista itu sendiri berbeda – beda, kista tersebut ada yang bisa membesar dan ada juga yang ukuranya menetap. Apabila kista tersebut membesar, maka dapat pecah, dan menimbulkan rasa sakit pada penderita.

Pada umumnya kista digolongkan sebagai jenis tumor jinak yang sering ditemui pada organ reproduksi wanita. Namun begitu apabila kista tidak mendapat penanganan dengan baik, maka bisa menjadi kanker.

Jenis – Jenis Kista Yang Paling Umum

Pada umumnya, ada beberapa jenis kista yang sangat umum dan sering kita jumpai, antara lain:

  1. Kista Epidermoid

Jenis kista ini muncul pada lapisan kulit atau lebih dikenal sebagai daging tumbuh. Kista ini terihat seperti benjolan dengan permukaan yang halus.

  1. Kista Sebaceaous

Kista ini juga timbul pada permukaan kulit. Kista jenis ini muncul karena kelenjar sebum yang mengeluarkan minyak lalu terjebak didalam benjolan tersebut. Semakin lama benjolan itu ada maka akan semakin besar dan tebal.

  1. Kista Ganglion

Kalau kita pernah melihat pergelangan tangan atau bahkan jari kaki, jari tangan yang membengkak dan lunak ketika dipegang, maka kemungkinan besar itu adalah jenis kista ganglion.

  1. Kista Baker’s

Ciri dari kista ini adalah terdapat kantong cairan pada bagian sendi dibawah tekukan lutut. Kista ini juga bisa mengurangi pergerakan sendi, seperti ketat dan sulit bergerak.

  1. Kista Ovarium

Bagi kaum wanita, kita perlu berhati – hati dan lebih ekstra dalam menjaga kesehatan. Karea kista ovarium terjadi pada wanita, tepatnya pada bagian ovarium wanita.

  1. Kista Payudara

Pada wanita kista payudara ini kemungkinan besar dapat terjadi, biasanya jenis kista ini termasuk kista jinak dan tidak menjadi kanker. Ukuran kista payudara ini bisa berubah menjelang dan sesudah menstruasi.

  1. Kista Vagina (kista Bartholin’s)

Masih seputar wanita, kista vagina dapat terjadi pada bagian vagina wanita. Biasanya kista vagina muncul pada kelenjar batholin atau yag sering kita kenal sebagai kelenjar pelumas yang berfungsi memberikan cairan pada vagina.

  1. Kista Serviks (Kista Nabothian)

Saluran reproduksi wanita memang sangat berisiko terjadi kista, kista serviks juga terjadi pada leher rahim wanita. Ukuranya memnag kecil, namun tanpa penanganan yang baik akan terus berkembang dan memperbanyak diri.

  1. Kista Ginjal (Kista Solitary)

Bagi para lansia, kista ginjal seringkali mengampiri kista ginjal ini tidak berbahaya bagi tubuh, namun bisa memicu penyakit ginjal lainya.

Kenali Gejala Jenis Kista Sedini Mungkin

Kista memiliki beberapa gejala yang berbeda sesuai jenisnya, dibawah ini kita akan pelajari gejala masing – masing kista dan apa itu penyakit kista, antara lain:

1. Gejala Kista Epidermoid

Penyakit kista epidermoid bisa dibilang tidak menunjukan gejala apapun pada penderita. Hanya terlihat bintik merah dan menjadi tumpul yang tumbuh dari bawah kulit secara perlahan.

2. Gejala Kista Sebaceaous

Gejala yang ditimbulkan oleh kista sebaceaous ini adalah timbulnya bintik seperti jerawat kecil yang tidak berbahaya bagi tubuh. Biasanya ukuran kista ini sangat kecil, dan dapat tumbuh lebih dari 5 cm apabila tidak di lakukan pengobatan yang baik.

3. Gejala Kista Ganglion

Kista ganglion ini akan menunjukan gejala yang tidak begitu bisa di ketahui oleh penderita. Namun, setelah selang beberapa waktu kista ini akan menyebabkan kesemutan bahkan mati rasa pada sendi penderitanya.

4. Gejala Kista Baker’s

Kista baker’s ini menunjukan gejala pada penderitanya berupa keterbatasan gerak lutut dan apabila dibiarkan terlalu lama maka penderita kan mengalami memar dan bengkok pada lutut dan betis.

5. Gejala Kista Ovarium

Beberapa gejala kista ovarium yang bisa kita kenali pada wanita yang menderita kista ini seperti nyeri pinggul sampai paha, biasanya nyeri ini dialami sebelum sampai dengan menstruasi berlangsung. Kista ini bisa menimbulkan rasa sakit yang berat saat penderita buang air kecil atau air besar. Seringkali gejala mual, pusing dan muntah juga dialami penderita.

6. Gejala Kista Payudara

Beberapa gejala kista payudara yang mudah kita kenali antara lain:

  • Terdapat benjolan pada payudara.
  • Benjolan biasanya berbetuk bulat atau lonjong serta mudah bergerak.
  • Puting mengeluarkan cairan berwarna cokelat atau kuning degan bau yang tidak enak.
  • Payudara terasa sakit dan tidak nyaman.
  • Ukuran payudara menjadi lebh besar atau bengkak.
  • Ukuran payudara menjadi lebih kecil setelah mesntruasi.

7. Gejala Kista Vagina (Kista Bartholin’s)

Kista jenis ini biasanya tidak menunjukan gejala yang mudah dikenali, biasanya hanya muncul benjolan pada vagina dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual.

8. Gejala Kista Serviks (Kista Nabothian)

Bagi kaum wanita mengalami pendarahan dan keputihan yang panjang itu sangat mengganggu kenyamanan. Keputihan dan pendarahan ini juga merupakan salah satu tanda bahwa anda mengalami kista servks.

9. Gejala Kista ginjal (Kista Solitary)

Kista ginjal ada dua macam, yaitu kista kecil dan bsear. Pada kista kecil biasanya tidak emnunjukan gejala apapun pada penderita, namun pada kista besar biasanya menunjukan gejala seperti nyeri pada salah satu punggung, merasa mual dan muntah, sakit perut, dan demam.

Bahaya Penyakit Kista yang Wajib Diketahui

Setelah kita mengetahui apa itu penyakit kista, tentu kita juga harus tahu bahaya yang bisa ditimbulkan penyakit kista. Berikut ini beberapa bahaya dari penyakit kista.

  • Mandul atau tidak dapat memiliki keturunan.
  • Bisa terkena kanker endometrial.
  • Berisiko terkena darah tinggi.
  • Obesitas.
  • Berisiko tinggi terkena diabetes.

Pengobatan Medis Kista dengan Operasi

Dalam mengobati penyakit kista dengan cara medis seringkali dilakukan dengan cara operasi, biasanya operasi yang dilakukan untuk mengobati kista, antara lain:

1. Operasi Laparoscopi

Operasi ini dilakukan dengan sayatan kecil derah pusar dan memasukan instrumen ke dalam perut untuk mengobati kista.

2. Operasi Laparotomy

Operasi jenis ini biasanya dilakukan dengan sayatan besar untuk menghilangkan kista.

3. Operasi untuk Menekan Tumbuhnya Kista

Kemungkinan tumbuhnya kista memang bisa saja terjadi maka untuk meminimalisasi pertumbuhanya bisa dengan melakukan operasi.

Pengobatan Herbal Kista yang Recomended

Penanganan kista secara herbal memang tidak dapat dilihat hasilnya secepat penanganan secara medis, karena pengobatan yang diberikan serba herbal dan tidak menimbulkan efek samping. Beberapa tanaman dan hewan yang dapat digunakan antara lain:

1. Mahkota Dewa

Buah mahkota dewa mempunyai kandungan zat aktif yang mampu meningkatkan sistem imun tubuh manusia. Tidak hanya itu, buah mahkota dewa yang kaya akan kandungan zat aktif seperti polifenol, saponim dan flavonoid ini juga berfungsi sebagai anti bakteri. Kandungan zat lainnya seperti flavonoid pada buah mahkota juga berkhasiat sebagai anti radang ketika terjadi pembengkakan.

2. Benalu Teh

Benalu tidak selamanya mengganggu dan tidak memiliki nilai manfaat. Tumbuhan yang mengandung flavonoid, chalcones, dan glycoflavonols ini sangat bermanfaat untuk menguatkan sistem imun dalam tubuh. Tidak hanya meningkatkan kekebalan tubuh, benalu teh ini nyatanya juga bisa mengatasi penggumpalan darah, zat anti kanker dan anti alergi.

3. Kunyit Putih

Mungkin anda mengira bahwa kunyit hanya bisa digunakan untuk bumbu masakan saja. Nyatanya jenis kunyit putih atau tanaman yang mempunyai nama latin Curcuma Mangga ini juga ampuh dijadikan obat herbal. Kandungan antioksidan dan anti inflamasi dalam kunyit putih inilah yang membuatnya tepat guna dijadikan obat kista.

4. Rumput Mutiara

Tumbuhan yang mempunyai nama latin Hedyotis Corymbosa ini sejenis tanaman perdu yang umum dijadikan sebagai obat kista. Meskipun tergolong tanaman liar, rumput mutiara ini juga bisa dijadikan sebagai obat radang panggul.

5. Teripang

Ramuan untuk mengobati penyakit kista tidak selalu berasal dari tumbuhan, teripang ini salah satunya. Anda bisa menggunakan teripang atau gamat yang mempunyai habitat di dasar laut sebagai obat kista. Kandungan Frondoside A pada teripang mampu mematikan sel – sel kanker. Penggunaan teripang sebagai obat kanker ini berlaku untuk beragam jenis kanker seperti kanker kulit, kanker payudara, kanker hati, dan kanker prostat. Teripang sebagai obat kanker juga dipercaya bisa bekerja layaknya kemoterapi. Untuk cara konsumsinya kini kian mudah, anda bisa menjumpai ekstra teripang dalam bentuk obat cair maupun kapsul.

Semoga ulasan ini berguna dan menambah referensi anda.

Baca artikel lain mengenai Jus Wortel untuk Kanker

Khasiat Kenikir

Khasiat Kenikir dalam Dunia Medis dan Perannya Menyembuhkan Kanker

Mengenal Kenikir yang Kaya Manfaat

Kenikir atau biasa disebut dengan Cosmos Caudatus merupakan tanaman perdu berdaun majemuk bersilang dan berhadapan yang termasuk dalam anggota bunga aster. Bunga kenikir masuk kedalam suku Asteraceae atau keluarga bunga matahari yang merupakan kelompok terbesar tanaman berbunga. Kenikir sendiri memiliki nama yang berbeda di setiap daerah. Seperti disebut daun ulam raja di daerah Melayu. Daun kenikir di Jawa Tengah, dan disebut daun yellow ray flower di Inggris.

Khasiat kenikir memang sudah tidak diragukan lagi. Selain bisa dimanfaatkan sebagai masakan sehari-hari seperti urap, pecel, atau lalapan. Daun yang memiliki aroma khas ini juga memiliki khasiat bagi kesehatan yang sangat banyak. Salah satu khasiat kenikir yang paling populer yaitu daun kenikir bisa meningkatkan nafsu makan bahkan bisa mengatasi penyakit serius seperti kanker atau Leukimia.

Mulai Dari Menangkal Radikal Bebas Hingga Leukimia

Meskipun belum banyak yang mengetahui mengenai fakta penting ini. Namun khasiat kenikir sebagai pengobatan kanker cukup ampuh mengatasi leukimia. Terlebih jika dilakukan bersamaan dengan pengobatan secara medis seperti kemoterapi atau radioterapi. Dalam berbagai penelitian medis, telah ditemukan bunga kenikir mepunyai sifat farmakologis yang efektif. Sedangkan daun kenikir mengandung karbohidrat, kaya dengan kalsium, mengandung 3% protein, 0,4% lemak, mengandung vitamin A, serta mengandung zat antioksidan yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas.

Habitat Tanaman Kenikir

Umumnya, kenikir bisa ditemukan secara liar disegala tempat. Di kebun, pekarangan, atau bisa juga tumbuh di tepi jalan. Dan cenderung menyukai iklim panas dengan lahan yang tak begitu lembab. Menyukai tanah berpasir, subur, dan juga suka berada di tempat terbuka dengan penyinaran matahari penuh. Selain itu, kenikir dapat ditemukan didataran rendah dan juga pegunungan diketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut.

Morfologi Tanaman Kenikir

  1.  Tumbuhan ini memiliki tinggi 75 sampai 100 cm dan memiliki bau yang khas.
  2. Memiliki batang yang tegak, beralur membujur, segi empat, dan beruas berwarna hijau keunguan.
  3. Biasanya memiliki cabang yang banyak.
  4. Memiliki daun majemuk, yang berbentuk bersilang berhadapan, berbagi menyirip, ujung runcing dan tepi rata dengan panjang 15-25 cm.
  5. Mempunyai bunga majemuk dengan bentuk bongkol. Biasanya bunga tumbuh di ujung batang tangkai yang memiliki panjang kurang lebih 25 cm.
  6. Memiliki berbagai warna bunga, seperti kuning sedikit ranye, jingga, kuning dan merah.
  7. Mahkota bunga terdiri dari 8 daun mahkota dengan panjang kurang lebih 1 cm.
  8. Memiliki benang sari berbentuk tabung.
  9. Kepala sari biasanya berwarna cokelat kehitaman, dengan putik berambut berwarna hijau kekuningan, merah.
  10. Memiliki buah keras berbentuk seperti jarum dengan ujung berambut. Biasanya akan berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi cokelat setelah tua.
  11. Memiliki biji kecil berbentuk jarum dengan panjang kurang lebih 1 cm.
  12. Tumbuh dengan akar tunggang dan berwarna putih.

Manfaat Kenikir Secara Umum

Secara umum, khasiat kenikir bisa terbilang sangat banyak. Tidak hanya bisa mengatasi penyakit mematikan seperti kanker. Nyatanya kenikir juga bermanfaat untuk mengobati penyakit yang terbilang lebih umum, seperti:

  1. Obat maag dan mengobati lemah lambung.
  2. Meningkatkan nafsu makan pada anak maupun orang dewasa.
  3. Obat jantung lemah.
  4. Obat penyakit gondongan.
  5. Obat cuci darah.
  6. Sebagai obat payudara bengkak yang biasanya disebabkan karena terus-menerus mengeluarkan ASI.
  7. Bermanfaat untuk meningkatkan sistem imun tubuh.
  8. Menguatkan tulang.
  9. Obat kanker.
  10. Mengatasi bau mulut.

Manfaat Kenikir Untuk Melawan Kanker

Secara umum, seseorang yang mengidap kanker memang akan memilih menempuh pengobatan secara medis. Hal tersebut disebabkan karena pengobatan secara medis memang terbilang lebih efektif dibandingkan pengobatan secara herbal.

Namun meskipun begitu, tentu menyelingi pengobatan medis dengan mengkonsumsi bahan alami herbal seperti kenikir bisa pasien lakukan untuk membuat pengobatan kanker menjadi lebih maksimal. Salah satu fakta ini tentu merupakan hal yang wajib anda pertimbangkan mengingat kandungan kenikir yang telah dipercaya mampu mengobati kanker. Hal ini memang belum bisa dijadikan rujukan ilmiah. Namun bukan berarti mencoba kenikir sebagai pengobatan secara herbal tidak perlu dilakukan.

Cara Kerja Kenikir Kikis Sel Kanker dalam Tubuh

Hal tersebut didasarkan karena nyatanya kenikir memiliki kandungan yang ampuh mencegah dan mengatasi penyakit kanker dalam tubuh. Kandungan kenikir seperti terpenoid, saponin, dan flavonoid bisa membantu tubuh menghalau senyawa radikal bebas sehingga risiko tubuh mengalami kerusakan sel akan berkurang. Selain itu, kandungan kenikir akan membuat daya tubuh meningkat. Tidak hanya itu, kenikir juga mengandung artemisinin yang merupakan senyawa utama membunuh sel kanker.

Kandungan Artemisin akan membuat sel kanker di dalam tubuh mengalami apoptosis atau menghancurkan diri sel kanker sendiri. Sehingga secara bertahap, sel kanker dalam tubuh pasien akan berkurang. Selain membuat sel kanker mengalami apoptosis, kandungan artemisin pada kenikir juga akan mengikat iron sehingga sel kanker perlahan akan diluruhkan dan dibuang. Oleh karena itu, untuk hasil yang maksimal, biasanya penderita harus mengkonsumsi kenikir setiap hari secara rutin sebagai pendambing pengobatan secara medis.

Bukti Medis Bahwa Kenikir Ampuh Kikis Sel Kanker

Di luar negeri sendiri, penelitian mengenai ampuhnya khasiat kenikir telah dilakukan. Salah satunya, penelitian yang telah diterbitkan oleh life science. Menurutnya, hanya dengan waktu kurang dari l6 jam, kenikir mampu membunuh 98% sel kanker payudara pada tubuh. Tidak hanya itu, pengobatan ini juga telah dipakai di China.

Sebenarnya, di masa lalu kenikir telah banyak dimanfaatkan sebagai obat anti malaria yang cukup kuat. Dan kini, khasiat kenikir kembali ditemukan terbukti efektif melawan sel kanker di dalam tubuh. Apalagi jika kenikir dikombinasikan dengan tanaman apasintus. Dipercaya akan memusnahkan hampir semua sel kanker di dalam tubuh.

Salah satu ilmuan yang pertama kali menemukan khasiat kenikir yaitu The bioengineers Henry Lai dan Narendra Singh dari university of Washington, seattle. Mereka telah melakukan penelitian dan membuktikan bahwa kenikir akan membuat sel kanker mengalami Apoptosis.

Karena banyaknya khasiat kenikir tidak heran, produsen farmasi perancis “Sanofi” berusaha memproduksi kira-kira 50-60 ton Artemisinin. Dan di indonesia sendiri, kandungan artemisinin tersebut bisa didapatkan dengan mudah melalui Kenikir.

Cara Pengolahan Kenikir Untuk Mengobati Kanker

Bisa dibilang, dibandingkan dengan bahan alami lainnya, pengolahan kenikir sebagai pengobatan cenderung lebih mudah dan praktis karena bisa diolah dengan berbagai variasi. Variasi pengolahan kenikir sebagai pengobatan antara lain, yaitu:

  1. Dikonsumsi sebagai lalapan.
  2. Diolah sebagai jus.
  3. Direbus daunnya, untuk mengambil sari dari daun kenikir.
  4. Dikonsumsi setelah kenikir diekstrak.
  5. Diolah menjadi masakan sehari-hari.

Jenis-Jenis Kenikir untuk Pengobatan Kanker

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kenikir merupakan tumbuhan liar yang dengan mudah ditemukan di Indonesia. Tumbuhan yang termasuk tanaman tropis ini memiliki bermacam-macam jenis. Mulai dari yang daunnya bisa dikonsumsi sebagai obat bahkan masakan. Bahkan kenikir yang digunakan sebagai bagian dari upacara agama hindu. Anda juga mesti mengenali mana kenikir yang bisa dikonsumsi dan mana kenikir hias. Ada satu jenis lagi kenikir yang berfungsi sebagai tanaman refugia atau tanaman yang bermanfaat untuk membasmi jenis hama.

Adapun menurut warna bunganya, kenikir memiliki variasi warna yang cukup banyak. Mulai dari kuning pucat, kuning kemerahan, kuning cerah, jingga dan juga merah. Berikut ini cara mengenali kenikir yang bisa dikonsumsi untuk masakan maupun obat kanker.

  1. Daun kenikir tidak bergetah serta daunnya tidak berbulu.
  2. Meskipun berbau menyengat, kenikir mempunyai aroma yang harum dan tetap bisa diterima oleh indra penciuman manusia.
  3. Warna yang mencolok pada tumbuhan kenikir hanya terdapat pada bagian bunga, cabang, daun hingga batang tumbuhan.
  4. Warna bunga kenikir umumnya kuning cenderung oranye.

Nah itulah ulasan mengenai khasiat kenikir yang masih belum banyak diketahui, khususnya untuk atasi kanker.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Jahe untuk Kanker

Cara Mengatasi Leukimia

Cara Mengatasi Leukimia Secara Medis dan Herbal

Leukimia, Penyakit Mahal yang Mematikan

Selama ini penyakit leukimia memang masih menjadi momok yang menyeramkan bagi sebagian orang. Bagaimana tidak, bisa dibilang leukimia merupakan penyakit yang dapat menggerogoti daya tahan tubuh dengan sangat cepat. Tidak hanya mematikan, biaya pengobatan leukimia terbilang sangat mahal.

Tidak hanya itu, leukimia juga termasuk salah satu penyakit yang menyerang pada segala usia. Bukan hanya orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Terbukti baru-baru ini, penyakit ini telah menyerang Shakira, putri semata wayang dari penyanyi Denada yang masih berusia 5 tahun. Yang pada pertengahan 2017 lalu, juga menjadi salah satu sebab meninggalnya suami Ririn Ekawati, Ferry Wijaya.

Meskipun leukimia termasuk salah satu penyakit yang sudah banyak dibahas diberbagai sumber. Namun, tetap saja, sebagian orang masih belum begitu paham mengenai penyakit leukimia, penyebab, gejala, dan juga cara mengatasi leukimia. Oleh karena itu berikut pembahasan mengenai leukimia secara rinci.

Apa Itu Leukimia?

Leukimia atau kanker darah merupakan penyakit mengerikan yang menyerang sel-sel darah putih dan sum-sum tulang belakang pada tubuh manusia. Pada kondisi normal, sel darah putih memiliki fungsi melindungi tubuh mansia terhadap benda asing ataupun penyakit. Biasanya, sel-sel darah putih ini secara teratur akan berkembang saat tubuh membutuhkan untuk membasmi infeksi atau benda asing yang muncul di dalam tubuh.

Cara Kerja Penyebaran Sel Kanker dalam Tubuh

Pada seorang penderita leukimia, sum-sum tulang belakang yang merupakan tempat penghasil sel darah putih ini memproduksi sel darah putih yang berlebihan. Akibatnya, sel sel darah putih tersebut mengalami penumpukan di dalam sum-sum tulang sehingga sel-sel darah sehat yang dihasilkan menjadi berkurang.

Selain mengakibatkan penumpukan sel pada sum-sum tulang. Sel abnormal yang dihasilkan bisa menyebar ke organ lain, seperti hati, paru-paru, limfa, ginjal. Bahkan menyebar hingga ke otak dan tulang belakang.

Oleh karena itulah, tidak heran saat seseorang telah didiagnosa mengidap leukimia. Orang tersebut akan langsung mencari solusi mengenai cara mengatasi leukimia agar tidak semakin menyebar di dalam tubuh.

Gejala Leukimia yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, gejala leukimia memang tidak begitu terlihat. Hal tersebut disebabkan karena pada tahap awal leukimia memiliki indikasi-indikasi yang cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti kondisi saat tubuh terserang flu. Meskipun begitu, gejala-gejala leukimia tetap ada. Salah satu gejala-gejala leukimia yang dapat anda waspadai yaitu sebagai berikut.

  1. Tubuh merasa lemas dan lelah berkelanjutan.
  2. Tubuh cenderung mudah memar dan berdarah, seperti pendarahan dari hidung, urine, tinja, atau pendarahan pada gusi.
  3. Lebih rentan terhadap infeksi, seperti pneumonia bronkial (sakit tenggorokan) yang diikuti dengan sakit kepala, sariawan, demam, atau ruam pada kulit.
  4. Mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Biasanya terjadi di tenggorokan, selangkangan, atau pada ketiak.
  5. Hilangnya selera makan dan berat badan yang semakin menurun.
  6. Merasakan tidaknyamanan pada tulang rusuk kiri bawah.
  7. Tingginya jumlah sel darah putih, yang menimbulkan masalah penglihatan karena retina mengalami pendarahan.
  8. Telinga mendengung (tinnitus), ereksi berkepanjangan (priapismus), ataupun tubuh mengalami kejang karena pendarahan di otak.
  9. Tubuh menghasilkan keringat yang berlebihan, terutama pada malam hari.
  10. Merasakan nyeri pada tulang atau sendi.

Biasanya, leukimia memang cenderung memiliki indikasi yang berbeda tergantung pada jenis kanker yang diderita. Namun jika anda atau keluarga anda mengalami gejala-gejala di atas, dan cenderung berkelanjutan. Segera melakukan pemeriksaan diri ke dokter.

Jenis-jenis Leukimia dan Cara Kerjanya

1. Berdasarkan Kecepatan Perkembangannya

Leukimia atau kanker darah dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  • Leukimia akut

Leukimia akut biasanya cenderung memiliki perkembangan lebih cepat. Hal tersebut diakibatkan karena jumlah sel darah putih mengalami penambahan yang tidak normal sehingga sel tidak bisa berfungsi secara normal. Tidak hanya itu, pada leukimia akut proses penyebaran di dalam aliran darah juga terjadi sangat pesat. Oleh karena itu, pada leukimia jenis ini seseorang harus segera ditangani. Sebab jika dibiarkan, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen dan kekebalan tubuh akan menurun.

  • Leukimia Kronis

Jika dibandingkan dengan leukimia akut, penyakit leukimia kronis cenderung memiliki perkembangan yang perlahan-lahan dalam jangkan yang panjang. Oleh karena itulah, tidak heran jika biasanya seseorang yang mengidap leukimia kronis baru menyadari setelah bertahun-tahun.

Hal tersebut disebabkan karena sel darah putih masih tetap hidup dan menumpuk di dalam aliran darah, sumsum tulang, dan juga organ lain yang terkait. Untuk beberapa saat, sel darah putih ini masih bisa berfungsi dengan baik karena sel darah menjadi lebih matang. Meskipun sekali lagi, sel tersebut hanya bisa berfungsi beberapa saat.

2. Berdasarkan Jenis Sel Darah yang Diserang

Berdasarkan jenis sel darah yang diserang, kanker darah atau leukimia dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Leukimia Limfotik. Leukimia limfotik merupakan kanker yang menyerang sel-sel limfa
  • Leukimia Mielogen. Leukimia mielogen merupakan kanker darah yang menyerang sel-sel mieloid.

Berdasarkan dua pengelompokan kanker darah atau leukimia di atas, terdapat empat jenis leukimia yang cenderung lebih sering dialami. Adapun empat jenis leukimia tersebut, yaitu sebagai berikut.

1. Acute Lymphocytic Lekimia (ALL) atau Leukimia Limfotik akut

Seperti yang telah dijelaskan di atas. leukimia limfotik atau ALL merupakan kanker yang menyerang sel-sel pada limfa. All biasanya akan menghambat fungsi limfosit sehingga penderita leukimia limfotik ini akan mengalami infeksi yang serius. Meskipun bisa menyerang orang dewasa. Namun umumnya, leukimia ini diidap oleh anak-anak.

2. Chronic Lymphocytic Leukimia (CLL) atau Leukimia Limfotik Kronis

Untuk waktu yang lama, leukimia limfotik kronis umumnya cenderung tidak menunjukkan gejala-gejala. Oleh karena itulah, biasanya seseorang yang mengidap leukimia limfotik kronis ini baru akan mengetahui saat leukimia pada stadium lanjut. Dan leukimia limfotik kronis hanya diidap oleh orang dewasa.

3. Acute Myelogenous Leukimia (AML) atau Leukimia Mielogen Akut

Jika leukimia kimfotik akut cenderung diderita oleh anak-anak. jenis leukimia ini umumnya banyak menyerang orang dewasa. Meskipun terkadang AML juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja. Penderita leukimia mielogen akut biasanya akan mengalami  penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan karena pembentukan sel mieloid yang tidak sempurna.

4. Chronic Myelogenous Leukemia (CML) atau Leukimia Mielogen Kronis

Kebanyakan jenis leukimia kronis ini diidap oleh orang-orang yang berusia di atas 20 tahun. Untuk perkembangan CML sendiri, terjadi dua tahap. Pada tahap pertama, sel-sel yang dihasilkan secara berlebihan atau abnormal tersebut akan mengalami perkembangan yang perlahan-lahan. Dan pada tahap kedua, jumlah sel abnormal yang dihasilkan akan semakin bertambah sehingga kekebalan tubuh akan menurun secara drastis.

Pengobatan Leukimia Secara Medis Berdasarkan Jenis Leukimia yang Diidap

Setelah positif didiagnosa mengalami leukimia, biasanya dokter akan membantu mengambil langkah pengobatan serta merekomendasikan mengenai cara mengatasi leukimia dengan tepat. Umumnya, jenis penanganan yang akan diberikan dokter tergantung pada usia, kondisi kesehatan, jenis leukimia yang diderita, dan juga stadium kanker yang diidap. Adapun cara mengatasi leukimia yang umumnya direkomendasikan sebagai penanganan leukimia, antara lain:

  1. Kemoterapi
  2. Radioterapi
  3. Transplatasi sel induk atau stem cell
  4. Terapi terfokus sebagai langkah untuk menyerang bagian yang rentan pada sel kanker
  5. Terapi biologis
  6. Penantian dengan pengawasan, biasanya akan ditunjukkan pada penderita leukimia limfatik kronis

Seperti yang anda ketahui, leukimia merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan yang seksama. Hal tersebut dikarenakan agar sel-sel kanker dapat hancur dan sel darah normal bisa kembali dibentuk di dalam sumsum tulang. Oleh karena itulah, selain dengan cara di atas. biasanya dokter akan menganjurkan cara mengatasi leukimia ini berdasarkan pada usia, kondisi kesehatan, serta jenis dan stadium leukimia yang diderita pasien. Adapun cara tersebut meliputi:

Cara Mengatasi Leukimia Limfoblastik Akut

  • Induksi.
  • Konsolidasi.
  • Pemeliharaan.

Cara Mengatasi Leukimia Mieloblastik Akut (AML)

Pengobatan AML bisa didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid normal yang biasanya meiliki 4 langkah, yakni:

  • Induksi remisi.
  • Terapi pasca-remisi.
  • Melalui obat-obatan, seperti arsenik trioksida dan obat all-trans retinoic acid (ATRA).
  • Transplatasi sel induk dan kemoterapi saat leukimia kambuh atau tidak lagi merespon terhadap pengobatan.

Cara Mengatasi Leukimia Limfositik Kronis (CLL)

  • Terapi radiasi.
  • Kemoterapi lebih atau transplantasi sumsum tulang, jika mengalami kambuh atau CLL tidak lagi merespon obat.
  • Pengobatan dini saat pasien ccl tidak mampu melawan infeksi dengan baik.

Cara mengatasi Leukimia Mieloblastik Kronis (CML)

  • Tyrosine kinase inhibator dapat dilakukan pada tahap awal.
  • Melakukan transplantasi sumsum tulang jika pasien mengalami kambuh setelah melakukan tyrosine kinase inhibator jika tidak transplatasi tidak wajib dilakukan.
  • Untuk CML tahap selanjutnya pengobatan bisa dilakukan dengan kemoterapi sebelum melakukan transplantasi sumsum tulang untuk meningkatkan keberhasilan operasi.

Pengobatan Leukimia Secara Herbal

Selain dengan cara medis. Sebenarnya pengobatan leukimia secara herbal juga bisa dilakukan dengan cara-cara memanfaatkan bahan alami seperti tumbuh-tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang lumayan populer untuk mengobati kanker yaitu kenikir. Selain itu, daun tumbuhan seperti daun sirsak juga dipercaya bisa mengobati kanker secara tradisional.

Seberapa Efektif Daun Sirsak Atasi Kanker?

Daun sirsak memiliki kandungan acetogenic. Saponin, serta tanin yang memiliki sifat sebagai anti kanker. Daun sirsak juga memiliki kandungan anti inflamasi dan antibodi yang akan membantu sel darah putih berfungsi dengan normal. Cara pembuatannya pun cukup mudah, anda tinggal merebus kurang lebih 15-20 lembar daun sirsak yang diambil dengan cara memetiknya dari pucuk hingga daun yang keempat dibawah pucuk dengan sekitar 600 cc air. Tunggu hingga mendidih dan air rebusan hanya tersisa 1 gelas saja. Jika memungkinkan menggunakan alat rebus berbahan tanah liat lebih disarankan untuk menjaga kemurniannya.

Tidak hanya daun sirsak dan kenikir saja. Bahan alami lain seperti tapak dara, silymarin (milk thistle), ginseng merah korea, kunyit, dan juga daun zaitun bisa anda coba. Namun salah satu hal yang perlu anda perhatikan jika ingin mencoba pengobatan herbal yakni takaran obat harus jelas. Kelemahan pengobatan herbal menggunakan tanaman atau hewan, seringkali masih sebatas pada ukuran kira – kira. Meksipun begitu, kelebihan pengobatan leukimia secara herbal juga patut anda pertimbangkan. Mulai dari jumlah biaya pengobatan yang lebih terjangkau hingga efek samping pengobatan yang terbilang lebih ringan dibandingkan kemoterapi.

Baca artikel lain mengenai Kanker Sarkoma