Category Archives: Obat Herbal

Manfaat Kunyit Hitam

Manfaat Kunyit Hitam sebagai Obat Herbal yang Ditakuti Kanker

Kunyit hitam mungkin asing di telinga sebagian masyarakat. Sedangkan sebagian lagi barangkali tahu atau bahkan cukup sering menggunakannya untuk berbagai kebutuhan. Kunyit hitam memang tidak sepopuler kunyit kuning atau kunyit putih. Namun, dari segi kegunaan, manfaat kunyit hitam tidak terkalahkan.

Kunyit hitam termasuk dalam jajaran tanaman rempah langka. Sebab itulah tidak begitu banyak orang yang mengetahuinya. Padahal dalam pengobatan herbal, kunyit hitam sangat berarti. Dapat menyembuhkan beberapa macam penyakit, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit-penyakit berat yang ditakuti masyarakat. Satu di antaranya kanker.

Penyakit kanker disebabkan karena kerusakan DNA. Sel-sel jaringan tubuh yang semula normal berubah menjadi abnormal. Sifatnya ganas, namun laju keganasannya terjadi secara bertahap. Bisa lambat, bisa pula sangat cepat, ter gantung seberapa agresif sel-sel abnormal tersebut tumbuh dan membelah diri. Parahnya lagi, sel kanker tidak hanya terpusat di satu tempat saja. Melainkan dapat menjalar ke jaringan-jaringan terdekat (metastase), melalui darah dan getah bening. Semakin sel kanker bermigrasi, semakin sulit kanker disembuhkan.

Pengobatan Kanker dengan Kunyit Hitam

Pengobatan kanker dapat dilakukan dengan dua cara, yakni pengobatan berbasis medis maupun pengobatan herbal. Pada pengobatan medis, standar protokol pengobatan kanker yang umum diterapkan adalah berupa kemoterapi dan radioterapi. Kemoterapi merupakan upaya mematikan sel kanker dengan cara memasukkan racun (obat) antikanker melalui infuse intravena. Dosis pemberiannya disesuaikan dengan tingkat keparahan kanker itu sendiri. Rata-rata dalam 1 treatment, pasien kanker mendapat jatah 6x kemoterapi yang dilakukan secara berkala (per 21 hari).

Kemoterapi menggunakan obat-obat anti-kanker bertaraf premium. Artinya, berpotensi besar melumpuhkan sel kanker. Akan tetapi, memicu terjadinya kerusakan yang sangat besar terhadap tubuh penderita. Sebab, obat anti-kanker yang digunakan tidak dapat memilah antara sel normal dengan sel abnormal. Ia merusak semuanya, tanpa terkecuali. Sehingga, menyebabkan pertahanan tubuh penderita melemah drastis. Bahkan, banyak penderita yang kolaps bukan karena kanker itu sendiri, melainkan kedahsyatan efek dari racun obat itu sendiri.

Begitu pula dengan radioterapi yang turut disertakan dalam upaya penyembuhan kanker berbasis medis. Radioterapi merupakan terapi sinar x yang dipancarkan dari sebuah alat berenergi radioaktif. Sinar x ditembakkan pada titik kanker melalui permukaan tubuh. Diharapkan, radiasi panas sinar yang menembus hingga ke organ dalam dapat membakar dan mengeringkan sel kanker tersebut sampai mati. Sayangnya, efek samping yang ditimbulkan dari terapi sinar x ini tak kalah hebat dengan kemoterapi. Sama-sama menyebabkan ketidakseimbangan drastis pada tubuh penderita.

Sejumlah pengalaman buruk dari penderita kanker yang menjalani kemoterapi dan terapi sinar X, menimbulkan trauma tersendiri bagi penderita lainnya. Sehingga, tak sedikit orang yang memutuskan beralih ke pengobatan herbal. Melibatkan tanaman-tanaman herbal, seperti kunyit hitam, tentu lebih aman ketimbang reaksi obat kemoterapi ataupun radiasi sinar X.

Sejak lama kunyit hitam diakui dapat bekerja sangat baik memberantas sel kanker. Bangsa Indialah yang diketahui pertama kali memanfaatkan kunyit hitam pada pengobatan herbal mereka. Seiring berjalan waktu, kunyit hitam semakin dikenal luas dan menjadi perbincangan di kalangan para ilmuan. Dalam berbagai penelitian, ditemukan bukti bahwa kunyit hitam mengandung senyawa-senyawa anti-tumor dan anti-bakterial yang lebih besar dibandingkan dengan kunyit putih dan kunyit kuning. Satu di antaranya adalah minyak atsiri.

Minyak atsiri merupakan minyak esensial yang bersifat antioksidan. Di dalam minyak atsiri, tergabung beberapa komponen senyawa yakni turmeron, tumeon 60%, feladren, zingiberen 25%, ketos sesquiterpen, borneol, sineil, dan sabinen. Selain unggul karena kadar minyak atsirinya melampaui sirih putih dan kuning, khasiat kunyit hitam juga diperkuat dengan protein, pati, mineral, vitamin C, dan karbohidrat.

Semua kandungan tersebut bekerja sama menghancurkan bakteri jahat, segala macam virus, dan menetralkan toxin dalam tubuh. Adapun tubuh yang memuat racun, bakteri, dan virus, akan lebih rentan terkena kanker dan infeksi. Selain itu, zat dan kandungan yang terdapat dalam kunyit hitam telah teruji efektif mempercepat pembaruan sel,serta mensterilkan darah dari zat-zat yang bersifat karsinogen seperti radiasi sinar ultraviolet, sinar X, pewarna makanan, MSG, racun obat, kolesterol, lemak, dan segala macam bahan-bahan kimia lainnya.

Kunyit Hitam dan Kanker Payudara

Meski diklaim ampuh menangkal dan memberantas sel kanker sampai ke akar-akarnya, akan tetapi kunyit ini menunjukkan reaksi yang berbeda-beda antara satu jenis kanker dengan jenis lainnya. Dari berbagai hasil uji coba, ternyata kunyit hitam adalah obat terbaik untuk kanker payudara. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk jenis-jenis kanker lainnya. Hanya saja, waktu yang dibutuhkan kunyit hitam untuk menyembuhkan, sedikit lebih lama.

Perihal kanker payudara, seperti yang kita ketahui bersama, sebagian besar pengidapnya adalah perempuan. Merujuk pada data klinis, hanya 1% menimpa laki-laki. Kanker payudara termasuk jenis kanker dengan tingkat keganasan yang serius. Tercatat, sekitar 8,2 juta orang meninggal dunia setiap tahun akibat kanker payudara. Bahkan diprediksi angka penderita meningkat hingga 11,5 juta pada tahun 2025 mendatang.

Dari sekian banyak kasus kanker payudara, sedikit yang bisa mempertahankan payudarannya. Selebihnya harus menjalani masektomi dan itu artinya mereka hidup tanpa salah satu payudara atau bahkan keduanya. Di satu sisi, langkah tersebut bisa jadi menguntungkan untuk menyelamatkan nyawa.  Tetapi, di sisi lain merenggut kepercayaan diri perempuan. Karena itu, cukup banyak perempuan yang menolak pengobatan medis dan beralih ke pengobatan herbal kunyit hitam.

Kunyit hitam diketahui bisa membasmi sel kanker tanpa mengorbankan payudara itu sendiri. Ia bekerja langsung di pusat sasaran, tanpa menimbulkan kekacauan pada sistem sel dan jaringan tubuh normal. Sehingga, penderita tidak terlalu merasakan efek samping seburuk yang ditimbulkan dari masektomi, kemoterapi, radioterapi, dan penggunaan obat-obat oral anti-kanker lainnya.

Selain bertugas mematikan sel kanker dan menghambat penyebaran, kunyit hitam juga berperan sebagai anti-inflamasi. Sehingga dapat mencegah peradangan agar tidak semakin parah. Dan, yang tak kalah hebat, kunyit hitam mampu membentengi tubuh dari virus dan bakteri penyabab timbulnya infeksi dan gangguan imunitas.

Cara Mengolah Kunyit Hitam

Saat ini, ektrak kunyit hitam telah banyak diolah menjadi pil atau kapsul siap minum. Namun, untuk manfaat optimal, dianjurkan mengolahnya dalam bentuk jamu tradisional. Ikuti cara pembuatannya berikut ini.

  • Siapkan 20 gram kunyit hitam kering. Cuci bersih, kemudian Rajang kecil-kecil.
  • Rebus rajangan kunyit hitam tadi dengan 600 ml air. Tunggu hingga mendidih dan air menyusut sampai tersisa 1 gelas lagi saja.
  • Saring ramuan kunyit hitam tersebut, lalu bagi menjadi 2 gelas. Minum 1 gelas pada pagi hari dan 1 gelas lagi sore hari. Untuk mengetahui perkembangannya, tetap lakukan pemeriksaan secara berkala.

Efek Samping Kunyit Hitam

Kunyit hitam termasuk bahan herbal yang termasuk aman dikonsumsi jangka panjang. Dengan catatan, dosis per hari tidak melebihi 500 mg ekstrak kunyit hitam. Sebab, 500 mg merupakan batas toleransi tubuh terhadap muatan kunyit hitam. Apabila melebihi dari itu, maka berisiko menimbulkan gangguan empedu dan alergi.

Demikian ulasan lengkap mengenai kegunaan kunyit hitam untuk kanker. Semoga artikel yang ini sarat akan informasi yang bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Makanan Penyebab Kanker Usus

Manfaat Daun Sisik Naga

Manfaat Daun Sisik Naga dalam Pengobatan Kanker Terbukti 100% Nyata

Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya dan bersifat mematikan. Dalam daftar penyakit-penyakit yang harus diwaspadai, kanker masuk ke dalam peringkat 5 besar bersama dengan penyakit jantung iskemik, stroke, Infeksi saluran pernapasan bawah, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Bahkan, tingkat darurat kanker berada di atas penyakit AIDS. Sekurang-kurangnya 25% dari kasus kematian yang terjadi di seluruh dunia disebabkan oleh kanker. Dan, sekitar 0,5% dari populasi penduduk bumi, setiap tahunnya diketahui terkena kanker.

Pada dasarnya, kanker adalah penyakit yang berhubungan dengan keabnormalan gen. Pada penderita kanker, sel tubuhnya tumbuh dengan sangat cepat dan sukar terkendali. Ilmu kedokterany mengistilahkannya dengan alternaratin genetic (kekeliruan gen). Dalam banyak kasus, kanker baru terdeteksi pada stadium lanjut, atau tingkat keparahan yang sudah terlalu. Sehingga, mengakibatkan harapan hidup penderita tipis.

Hal tersebut bukan semata-mata kegagalan seorang dokter atau keterlambatan pasien memeriksakan diri. Melainkan, pada tahap awal pembentukan kanker, tubuh dengan segala mekanisme yang dimilikinya berusaha sedemikian rupa menghalanginya. Namun, lambat laun mekanisme tubuh menjadi kacau akibat keganasan kanker itu sendiri. Ketahanan tubuh penderita kian melemah, sehingga membuat sel jahat semakin merajarela dan bermigrasi ke jaringan-jaringan terdekat dari titik pusat pertumbuhannya.

Pada kondisi normal, struktur sel di dalam tubuh bersusun rapi. Sebaliknya, pada kondisi abnormal, formasi sel yang rapi tadi bergeser, memisahkan diri, dan mulai membentuk sekumpulan jaringan padat atau biasa disebut tumor (solid tumor). Tumor dapat melekat pada seluruh organ tubuh manusia, kecuali rambut dan kuku. Tingkat keganasannya ditentukan dari agresifitas tumor itu sendiri. Semakin agresif, tentu akan semakin membahayakan. Namun, ada juga kanker yang tidak dimulai dari pembentukan jaringan padat (non-solid tumor). Sebagai contoh, kanker  darah (leukemia).

Pengobatan Kanker dengan Daun Sisik Naga

Sejauh ini, sebagian besar masyarakat yang mengidap kanker lebih memilih pengobatan medis ketimbang pengobatan klasik (tradisional). Apalagi, dunia kedokteran seolah tak pernah berhenti berinovasi dalam menangani berbagai penyakit berat, termasuk halnya kanker.

Penggunaan alat-alat berteknologi tinggi serta pemberian obat-obat paten, diyakini dapat memberantas sel kanker pada tubuh penderita. Semisal pembedahan, kemoterapi, ablasi, dan radiasi. Namun, semua itu justru mendatangkan masalah baru. Tak jarang pasien kolaps setelah menjalani kemoterapi yang kesekian. Sehingga, mereka menderita bukan karena penyakit itu sendiri, melainkan karena metode pengobatan medis yang berefek negatif sangat besar.

Beda hal dalam pengobatan berbasis herbal. Saat ini, dunia pengobatan herbal sudah mengalami kemajuan yang signifikan. Terlebih, semakin banyak ragam tumbuhan di negeri ini yang ternyata berpotensi besar menyembuhkan kanker. Salah satunya daun sisik naga.

Kegunaan daun sisik naga untuk kanker memang tengah hangat diperbincangkan. Sama seperti daun sirsak yang namanya melejit ketika diketahui manjur memerangi kanker sampai tuntas. Para herbalis professional mengerahkan waktu sebanyak-banyaknya untuk meneliti lebih dalam keistimewaan daun ini. Berdasarkan hasil uji laboratorium, daun sisik naga sarat akan zat dan senyawa-senyawa karsogenik yang sangat ditakuti sel kanker. Beberapa di antaranya meliputi minyak atsiri, fenol, flavonoid, terpenoid, tanin dan gula.

Minyak atsiri merupakan minyak esensial yang diproduksi dari batang, daun, kulit, akar, juga bunga tumbuhan tertentu. Pada daun sisik naga, minyak atsiri paling banyak dihasilkan pada daunnya. Minyak atsiri mengandung antioksidan yang sangat kuat melawan radikal bebas. Otomatis, minyak atsiri juga bekerja mencegah terjadinya mutasi, oksidasi dalam sel, serta pertumbuhan jamur.

Selain itu, minyak atsiri memperkuat kemampuan daun sisik naga melawan kanker karena bersifat antiseptik. Dengan sifat tersebut, minyak atsiri berupaya semaksimal mungkin menyapu bersih bakteri dan virus-virus yang membahayakan tubuh. Serta , mendetoksifikasi racun-racun lingkungan yang terbawa masuk.

Manfaat daun sisik naga juga diperkuat oleh senyawa flavonoid. Senyawa ini tak kalah penting dalam upaya menumpas kanker. Sama seperti minyak atsiri, flavonoid juga bersifat antioksidan yang sangat efektif melindungi struktur sel. Di samping itu, flavanoid bertindak sebagai anti-inflamasi yang berguna mencegah terjadinya radang atau pembengkakan. Sedangkan fungsi-fungsi flavanoid lainnya dapat berupa antibiotik yang mensterilkan tubuh dari bahaya bakteri atau virus jahat.

Begitu pula dengan senyawa sterol yang dimiliki daun sisik naga. Selama ini, yang kerap diketahui publik tentang manfaat sterol hanya sebatas cikal bakal terbentuknya hormon steroid serta vitamin yang larut dalam lemak. Padahal lebih daripada itu, senyawa sterol turut mengemban tugas sebagai antioksidan yang tak kalah tangguh. Dalam pencegahan dan pengobatan kanker, senyawa sterol paling ditakuti oleh kanker payudara, kanker prostat, serta kanker kolorektal.

Sumber antioksidan lain yang mendukung khasiat daun sisik naga terletak pada senyawa tanin. Tanin merupakan senyawa yang berasal dari senyawa polifenol kompleks. Secara garis besar, senyawa ini memberi fungsi yang sama seperti sterol, flavoniud, dan minyak atsiri. Ketika komponen-komponen aktif tersebut beraksi, maka bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa terhadap pencegahan dan penyembuhan kanker.

Cara Mengolah Daun Sisik Naga

Selain kandungan zat dan senyawa ampuh, khasiat daun sisik naga untuk kanker juga ditentukan dari cara pengolahan serta dosis yang dianjurkan. Pengobatan di luar ketentuan yang berlaku sudah pasti akan berujung pada kegagalan.

Daun sisik naga sendiri paling mujarab jika diterapkan pada penderita kanker payudara. Namun di luar jenis kanker tersebut, daun sisik naga tetap berpeluang menyembuhkan. Hanya saja, untuk hasil yang maksimal membutuhkan waktu lebih lama.

Berikut resep mengolah daun sisik naga menjadi ramuan obat untuk kanker payudara.

  • Siapkan daun sisi naga 1 lembar, satu serabut akar benalu, 2 serabut akar tembakau kedu, satu serabut akan pinang kuning, dan air 4 gelas.
  • Cuci bersih bahan-bahan organik tersebut lebih. Lalu, masukkan ke dalam wadah untuk merebus. Sebaiknya tidak menggunakan wadah yang terbuat dari aluminium atau stainless steel. Sebab, dapat merusak senyawa-senyawa di dalam bahan organik yang digunakan. Sebagai gantinya, gunakan wadah berbahan tanah liat atau kaca tahan panas.
  • Tuang 4 gelas air ke dalam bahan-bahan organik tadi, lalu rebus hingga mendidih dan air menyusut menjadi 3 gelas. Saring terlebih dahulu, kemudian bagi ke dalam 2 gelas. 1 gelas diminum pada pagi hari, 1 gelas pada sore hari. Pada minggu kedua, tingkatkan dosis menjadi 3 kali sehari dengan takaran bahan yang sama. Perubahan dapat dirasakan setelah pengonsumsian rutin selama 6 bulan.

Efek Samping Daun Sisik Naga

Sampai saat ini, belum ada laporan mengenai penderita kanker yang mengalami keluhan pasca mengonsumsi daun sisik naga. Ketiadaan tersebut menegaskan bahwa daun sisik naga tidak memiliki efek samping buruk terhadap orang yang mengonsumsinya. Tapi meski demikian, para herbalis masih terus melakukan penelitian mendalam terhadap daun sisik naga ini. Harapan kita bersama, semakin banyak penderita kanker yang terselamatkan dengan ramuan herbal daun sisik naga, tanpa disertai keluhan sampingan lainnya.

Demikian ulasan mengenai manfaat dari daun sisik naga yang 100% terbukti nyata. Semoga artikel ini dapat menjadi refensi yang bermanfaat untuk para pembaca.

Baca artikel lain mengenai Makanan Penyebab Kanker Usus

Daun Tapak Dara Untuk Kanker

Daun Tapak Dara Untuk Kanker, Fakta atau Mitos?

Sampai saat ini, masih banyak yang meragukan manfaat daun tapak dara dalam mengobati berbagai macam penyakit, termasuk kanker. Malah, sebagian orang menganggapnya mitos belaka. Betapa tidak? Keindahan tanaman dara memberi kesan kuat bahwa ia adalah tanaman hias, bukan tanaman obat atau herbal. Padahal, pada daun, akar, dan bunganya terkandung senyawa dan zat-zat karsinogenik dosis tinggi. Dan, hal itu bukan sebatas buah bibir, melainkan pernah dibuktikan melalui uji laboratorium di bawah pengawasan pakar obat-obatan.

Mengenal TanamanTapak Dara Lebih Dekat

Dalam bahasa Latin, tanaman tapak dara disebut dengan Catharanthus Roseus. Di Indonesia sendiri, selain dinamakan tapak dara, tanaman ini punya nama lokal yang berbeda-beda. Tergantung di daerah atau pulau mana ia tumbuh. Di Jawa Barat, tapak dara lebih populer dengan nama tapak tembaga. Sedangkan di Sulawesi, tapak darah biasa disebut sindapor. Selain itu, ada juga yang menyebut tanaman tapak dara sebagai tapak doro, kembang serdadu, rutu-rutu, rumput jalang, dan paku rune.

Di luar Indonesia sebutannya lain lagi. Orang Malaysia mengenal tanaman ini sebagai kembang sari cina atau kemuning cina. Di inggris, orang-orang menamakannya rose periwinkle.  Di Belanda, tapak dara punya nama bagus Soldaten Bloem. Dan, di Cina disebut dengan Chang Chun Hua.

Berdasarkan sejarah penemuannya, tanaman tapak dara pertama kali tumbuh di Madagaskar. Lalu proses alam serta peranan manusia menjadikan tanaman ini menyebar luas ke negara-negara lain, terutama daratan Asia. Termasuk di Indonesia. Satu yang pasti, tanaman tapak dara cocok di kawasan-kawasan beriklim tropis.

Tanaman tapak dara termasuk jenis perdu yang dapat tumbuh liar dengan ketinggian mencapai 1 meter. Sangat menyukai tempat-tempat terbuka dengan pancaran sinar matahari dan curah hujan yang memadai. Namun tidak menutup kemungkinan ia juga dapat tumbuh subur di tempat-tempat yang terlindung, asal mendapatkan perawatan cukup. Akarnya berupa akar serabut yang berwarna kecokelatan.

Tanaman ini memiliki daun berbentuk oval dan berwarna hijau pekat. Susunan daunnya membentuk sirip yang bersilangan dengan tangkai daun yang sangat pendek dan lembut. Jika kondisi tanaman subur, panjang daun tapak dara bisa mencapai 2-6 cm dan lebar 1-3 cm. Selain itu, kesuburan tapak dara juga ditandai dengan banyaknya bunga yang keluar dari ketiak daun. Bunga yang dimilinya merupakan bunga jamak, artinya dapat mekar bersamaan. Tampilannya semakin indah karena bunga tapak dara beragam, mulai dari ungu, putih, biru, dan merah muda. Tiap bunga memiliki lima kelopak yang melebar pada bagian ujungnya dan cukup rapuh. Sementara, mahkota bunga berbentuk terompet.

Tapak dara menghasilkan getah atau lateks pada bagian batang dan daun. Getah akan keluar ketika batang dipatahkan atau daun dipetik.

Daun Tapak Dara yang Menyembuhkan Kanker

Perihal kemampuan daun tapak dara dalam menyembuhkan kanker sesungguhnya bukanlah mitos. Di balik keindahan yang ditampilkanya, perlu diketahui bahwa tanaman tapak dara bersifat racun (toxic), terutama pada bagian daun. Sifat racun tersebut yang kemudian diandalkan untuk membunuh sel-sel kanker, sebagaimana racun dalam obat kemoterapi dan obat-obat kimia khusus kanker lainnya. Meski punya kemampuan yang sama, namun efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan daun tapak dara tidak sebesar obat kimia.

Daun tapak dara bekerja secara selektif mematikan sel  kanker pada tempat yang sulit dijangkau sekalipun, mengempiskan benjolan kanker di luar tubuh, menghambat invasi sel ke bagian lain (metastasis), membangun pertahanan tubuh semakin kuat, bahkan mencegah pembentukan sel kanker baru. Semua keunggulan tersebut tak terlepas dari kandungan 70 jenis alkaloid yang terdapat pada daun, akar, batang, bahkan biji tapak dara. Secara garis besar, alkaloid inilah yang berperan sebagai zat anti-kanker. Di dalam alkaloid sendiri tergabung sejumlah senyawa meliputi vinblastine (VLB), leurosine (VLR), vincristine (VCR), leurosine (VLR), vincadioline, lochnerine, leurosidine, catharanthine, vinblastine, tetrahydroalstonine, ajmalicine, serpentine, reserpine, akuammine, norharman, vinleurosin, vincamine, dan vinrosidin.

Dari hasil uji coba terhadap berbagai jenis kanker, daun tapak dara paling efektif dalam menyembuhkan kanker payudara, kanker rahim, kanker darah, dan kanker kulit. Pada jenis kanker lainnya daun tapak dara turut menunjukkan hasil positif, namun memerlukan proses pengobatan yang lebih lama ketimbang keempat jenis kanker yang disebutkan sebelumnya.

Penyakit-penyakit Lain yang dapat Diobati dengan Daun Tapak Dara

Selain penyakit kanker, daun tapak dara dara juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai macam penyakit lainnya. Bahkan pengobatan herbal dengan daun tapak dara telah dimulai sejak ratusan tahun silam. Beberapa jenis penyakit yang dimaksud antara lain:

  • Hipertensi
  • Diabetes Melitus
  • Pendarahan akibat kadar trombosit menurun
  • Batu ginjal
  • Luka bakar
  • Bisul
  • Borok dan eksim
  • Gondongan
  • Demam tinggi
  • Tumor ringan
  • Insomnia
  • Stress ringan
  • Batuk
  • Asma
  • Malaria, dsb

Cara Mengolah Daun Tapak Dara

Khasiat obat herbal baru dapat dirasakan jika cara pengolahan benar dan dosis penggunaannya tepat.  Ada beberapa cara pengolahan daun tapak dara yang biasa disarankan para herbalis. Jika dimaksudkan untuk komersil, maka ektrak daun tapak dara dikemas dalam bentuk pil siap minum. Tentu saja langkah pembuatannya melibatkan mesin-mesin berteknologi tinggi. Pun, haru dikemas sedemikian rupa agar tetap steril dan tidak mengurangi khasiat obat itu sendiri.

Selain itu, ada cara pengolahan yang lebih sederhana, yakni dengan cara merebus  atau menyeduh daun tapak dara menggunakan air panas. Diamkan setelah itu agar senyawanya keluar lalu minum dalam keadaan hangat. Namun, perlu juga diketahui bahwa komposisi bahan yang dibutuhkan antara satu penyakit dengan penyakit lainnya tidak selalu sama. Ikuti beberapa resep ramuan tapak dara berikut ini:

Khusus untuk Kanker

Siapkan 22 lembar daun tapak dara, buah adas, dan kulit kayu pulasari. Cuci bersih ketiga bahan tersebut, lalu rebus bersama 3 gelas air. Tunggu hingga air menyusut, menyisakan 1 gelas saja. Saring terlebih dahulu sebelum diminum. Lakukan pada pagi, siang, dan malam hari, rutin sampai satu bulan. Niscaya ada perubahan positif terhadap penyakit kanker yang sedang diderita.

Khusus untuk Penyakit Ginjal

Sediakan 15 lembar daun tapak dara dan 10 lembar daun biji beling. Pastikan kedua bahan tersebut telah dicuci bersih sebelumnya. Lalu, rebus dengan 3 gelas air. Tunggu hingga air rebusan menyusut setengahnya. Konsumsi 2x sehari, selama lebih kurang 3 minggu.

Khusus Hipertensi

Cukup rebus 15 gram daun tapak dara dengan ½ liter air bersih. Tunggu hingga mendidih dan air menyusut setengahnya. Saring, lalu minum dalam keadaan hangat sebelum tidur malam. Langgengkan selama minimal 7 hari dan rasakan perubahannya.

Efek Samping Daun Tapak Dara

Karena daun tapak dara bersifat racun, maka tidak menutup kemungkinan ada efek samping yang dirasakan selepas mengonsumsi ramuan herbal di atas, terutama pada 3-4 kali pengonsumsian pertama. Namun, tingkat keluhan biasanya jauh di bawah obat kemoterapi. Kecuali, bila dinyatakan over dosis.

Beberapa efek samping yang ditimbulkannya, antara lain:

  • Demam
  • Lemas
  • Mual dan muntah-muntah
  • Halusinasi

Itulah manfaat yang dapat diberikan daun tapak dara untuk penyakit kanker dan penyakit-penyakit lainnya. Mari upayakan hidup sehat sedini mungkin, guna mempertahankan kualitas hidup tetap baik.

Baca artikel lain mengenai Makanan Penyebab Kanker Usus