Category Archives: Obat Herbal

Biji Anggur

Sering Dibuang, Biji Anggur Ternyata Obat Ampuh Penyakit Kanker

Siapa yang tak suka buah anggur. Rasa manis bercampur sedikit asam membuat banyak orang menyukainya. Jika memakan anggur, seringkali kita memakan dagingnya, dan membuang bijinya karena dianggap menganggu. Ada pula yang memakan anggur dengan cara mengupas kulitnya terlebih dahulu. Ternyata bagian yang terbuang itu adalah obat ampuh penyakit yang mematikan, kanker.

Ada beberapa cara mengobati penyakit kanker. Mulai dari pengobatan tradisional sampai ke pengobatan dengan teknologi canggih di luar negeri. Lazimnya kanker diobati dengan kemoterapi. Pengobatan tersebut banyak dilakukan di Indonesia dan banyak negara lainnya. Namun pengobatan tersebut memiliki risiko, antara lain rusaknya sel-sel sehat akibat radiasi sinar kemoterapi dan menurunnya fungsi organ tubuh lainnya.

Itu sebabnya pengobatan kanker haruslah diimbangi dengan konsumsi buah-buahan dan sayuran. Zat-zat yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu buah dan sayur juga dapat mencegah matinya sel-sel yang masih sehat.  Fisik penderita kanker harus kuat  dan tercukupi nutrisinya. Bukan hanya makanan, pola hidup sehat juga harus diterapkan pada penderita kanker.

Selain mengkonsumsi sayur dan buah, penderita kanker juga harus menghindari makanan tertentu. Antara lain menghindari makanan yang berlemak, berpengawet, makanan olahan seperti kornet dan sosis, tidak mengkonsumsi alkohol. Pasien kanker juga sebisa mungkin membatasi konsumsi gula, karena sama saja dengan memberi makan pada sel kanker.

Selain makanan, pola hidup yang harus diperbaiki adalah istirahat yang cukup dan olahraga.  Sel kanker tidak akan betah pada tubuh yang memiliki asupan oksigen yang cukup. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh, cara yang bisa dilakukan adalah dengan olahraga. Pasien bisa berolahraga tiga puluh menit sampai satu jam. Itu bisa dilakukan dua atau tiga kali dalam sepekan.

Gaya hidup sehat ini dilakukan untuk mengimbangi pengobatan kanker yang berisiko. Selain itu juga untuk mengobati penyakit kanker secara alami. Selain itu penderita kanker juga harus menghindari stress baik dari pekerjaan atau hal-hal lain yang menganggu pikiran.  Stress juga sangat berpengaruh pada kesembuhan penderita kanker. Itu sebabnya pikiran fresh dan hati yang lapang selama proses pengobatan sangat berpengaruh pada kondisi pasien kanker.

Pengobatan dengan tanaman herbal jadi pilihan karena cenderung murah dan mudah didapat. Pengobatan herbal bisa didapat dari  bagian tertentu dari sebuah tanaman seperti daun, buah, atau bijinya. Cara mengkonsumsinya pun cukup mudah. Ada dengan cara direbus dan dicampur dengan jenis tanaman lain atau bisa juga mengkonsumsi obat herbal yang sudah diolah dan dikemas dalam kapsul atau bubuk. Namun perlu diperhatikan, apakan obat herbal tersebut menyebabkan penyakit atau dapat menyebabkan munculnya penyakit lain.

Buah dan Sayur untuk Halau Kanker

Buah dan sayur adalah salah satu makanan yang wajib dikonsumsi oleh penderita kanker.  Sayuran hijau misalnya mengandung beberapa zat dan antioksidan yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh.  Kandungan yang ada dalam buah dan sayuran tertentu diyakini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun perlu dicermati, tidak semua buah dan sayur bisa menjadi obat kanker. Buah dan sayur yang mengandung alkanoid, polifenol, flavonoid bisa menjadi obat kanker.

Sayuran berwarna hijau seperti brokoli sangar efektif untuk penderita kanker. Brokoli mengandung nutrisi, vitamin, dan antioksidan yang bisa membunuh sel kanker. Selain itu, nutrisi yang terkandung dalam brokoli sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah risiko penyakit lainnya.

Wortel juga sangat dianjurkan untuk pasien kanker. Terutama mereka yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi. Nutrisi dan vitamin yang terkandung dalam wortel bukan hanya baik untuk kesehatan namun diyakini mampu membunuh sel kanker secara perlahan. Banyak ahli menyarankan wortel sangat baik dikonsumsi untuk penderita kanker yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi.

Buah yang dianjurkan dikonsumsi penderita kanker adalah pepaya. Kandungan antioksidan dan likopen dalam buah pepaya diyakini mampu membunuh sel kanker, terutama kanker serviks, prostat, paru-paru, dan pankreas. Buah lain yang disarankan untuk penderita kanker adalah alpukat. Daging buahnya yang berwarna kuning kehijauan itu mengandung karetonoid yang dapat mencegah pembentukan sel kanker.

Bukan hanya daunnya, sirsak rupanya juga efektif untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan kanker. Zat yang terkandung di dalamnya bisa menghambat perkembangan sel kanker dan mencegah masuknya asupan makanan atau nutrisi yang diserap oleh sel kanker sehingga perlahan akan mati karena tidak ada nutrisi yang masuk.

Buah lainnya yang bisa menjadi obat kanker adalah anggur. Buah ini mengandung flavonoid yang mengandung antioksidan dan antiinflamasi. Efeknya sangat kuat dalam menghambat pertumbuhan sel kanker dan kerusakan sel-sel yang masih sehat. Buah dengan rasa manis dan sedikit asam ini diyakini mampu mengurangi pertumbuhan sel kanker di usus, lever, payudara, dan perut. Buah anggur akan lebih efektif jika bijinya juga dikonsumsi. Sebagian orang sering menyisihkan biji anggur ketika memakannya.

Khasiat Biji Anggur

Buah anggur ternyata semakin efektif sebagai obat kanker jika dikonsumsi lengkap dengan bijinya. Jadi, jangan buah biji buah anggur ketika mengkonsumsinya. Biji anggur mengandung antioksidan fitokimia yang memiliki sifat anti-kanker. Ekstrak biji anggur mampu bekerja kuat untuk mengaktifkan proten yang sangat efektif mengatur proses penghancuran sel kanker.

Ekstrak biji anggur mengandung antioksidan aktif yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan efek samping radikal bebas sehingga mampu menekan dan mengurangi risiko kanker kulit. Pada penderita kanker payudara, ekstrak biji anggur diyakini mampu menekan pertumbuhan sel dengan mencegah sintesis hormon esterogen yang berperan aktif dalam perkembangan kanker payudara. Jus anggur, termasuk bijinya, efektif  menghentikan produksi hormon esterogen dalam sel.

Cara Konsumsi Anggur untuk Penderita Kanker

Penderita kanker bisa mengkonsumsi buah anggur secara rutin sebagai obat alami kanker. Selain bisa menjadi obat, anggur juga sangat baik untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh. Pasien bisa mengkonsumsi anggur sebagai obat dengan cara mengkonsumsinya langsug atau dengan jus anggur. Hanya saja jika dibikin jus tidak perlu dicampur dengan gula, karena dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan zat antikanker yang terdapat dalam anggur.

Pasien juga bisa mengkonsumsinya secara langsung. Tentu cara ini akan lebih mudah, karena tidak repot untuk membuat ekstrak atau jus. Beberapa ahli obat herbal juga menggabungkan anggur dengan tanaman herbal lain sebagai obat alternatif kanker. Jika digabungkan dengan tanaman lain bisa diperlukan kira-kira enam atau tujuh buah anggur.  Anggur yang berwarna gelap sangat dianjurkan karena biasanya terdapat lebih banyak biji.

Hal lain yang perlu diketahui adalah anggur kurang baik bagi penderita gangguan lambung.  Konsumsi anggur beserta kulit dan biji bisa menyebabkan iritasi lambung. Jika pasien memiliki lambung yang sensitif atau memiliki riwayat penyakit lambung sebaiknya tidak mengkonsumsi buah anggur dalam keadaan perut kosong.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Susu Kolostrum

Manfaat Benalu

Manfaat Benalu ‘Tanaman Penumpang’ untuk Atasi Kanker

Penyakit kanker sebagian besar disebabkan oleh faktor genetika. Faktor lain penyebab kanker adalah lingkungan dan gaya hidup.  Jika  ada anggota keluarga mengindap kankers, maka akan ada kemungkinan anak keturunannya berpotensi terkena kanker. Penting bagi setiap orang untuk menjaga dan memperbaiki gaya hidup agar terhindar dari spenyakit kanker.

Ada beberapa alternatif pengobatan untuk kanker. Mulai dari operasi, kemoterapi, radioterapi, transplantasi, dan pengobatan alternatif. Pengobatan tersebut tentu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Pengobatan alternatif menggunakan bahan-bahan herbal kerap jadi pilihan karena lebih murah dan mudah didapatkan.

Tanaman yang sering digunakan untuk obat herbal kanker antara lain daun tapak dara, daun sirsak, sarang semut papua, mahkota dewa, daun hia, daun kenikir, dan lain-lain. Perlu diingat bahwa penggunaan obat-obatan herbal juga ada takaran dan dosis yang harus dipenuhi. Meski minim risiko bukan berarti aman. Tidak semua obat-obatan herbal sesuai digunakan di setiap orang dengan takaran yang sama.

Tanaman Herbal untuk Kanker

Ada banyak tanaman herbal yang sering digunakan sebagai alternatif pengobatan. Mulai penyakit ringan sampai dengan penyakit berat. Obat herbal banyak jadi pilihan karena relatif aman dan murah. Penderita bisa mengkonsumsi obat herbal dengan dua cara pertama mengkonsumsi obat herbal yang sudah diolah dan dikemas dalam kapsul atau bubuk.

Kedua, pasien bisa mengolah sendiri obat-obatan herbal dengan cara merebusnya. Namun perlu diingat apakah adapenyakit lain yang resisten terhadap tanaman herbal yang dikonsumsi. Jika ada, sebaiknya mencari alternatif tanaman lain yang juga bisa menyembuhkan.  Ada pula tanaman herbal yang sudah diracik dalam satu paket. Pasien hanya cukup merebus dan mengkonsumsinya secara rutin.

Tanaman herbal bisa digunakan sebagai obat utama atau sebagai penyeimbang dari kemoterapi yang bisa menyebabkan kerusakan sel-sel lain. Efek samping dari kemoteraoi inilah yang harus diseimbangkan dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal dan memperbaiki gaya hidup. Pasien kanker juga harus mengimbangi pengobatan dengan gaya hidup sehat dan pola makan yang sehat pula. Semasa pengobatan akan banyak sel-sel yang rusak dan fungsi organ yang terganggu.

Benalu Si Penumpang yang Jadi Obat Kanker

Benalu selama ini dikenal sebagai tanaman yang hidupnya menumpang pada tanaman lain.  Sering ada ungkapan ‘jangan hidup seperti benalu’ yang bisa diartikan ‘jangan hidup yang selalu menumpang atau mengandalkan orang lain’. Ternyata tanaman yang hidup menumpang ini memiliki manfaat untuk mengobati berbagai jenis kanker.

Benalu telah lama disebut-sebut sebagai obat penyeimbang ketika pasien kanker sedang menjalani kemoterapi. Benalu mampu menghambat perkembangan sel kanker yang menyebar dengan cepat. Rebusan benalu digunakan sebagai obat pendukung selama pasien menjalani kemoterapi.Lalu, zat apa saja yang terkandung dalam benalu sehingga mampu mencegah ertumuhan sel kanker?

Flavonoid  adalah salah satu zat yang terkandung dalam benalu adalah flavonoid. Senyawa ini mampu menghambat aktivitas enzim DNA kanker yang bekerja dalam pembelahan dans penyebaran sel kanker. Flavonoid juga bisa berfungsi sebagai antiokisdan yang mampu memperbaiki sel untuk radikal bebas.  Jenis flavonoid yang bisa mencegah pertumbuhan sel kanker adalah fenol dan quersitrin. Flavonoid juga berfungsi untuk mengurangi rasa sakit pada penderita kanker. Organ yang digerogoti sel kanker akan terasa sakit . Flavoinoid dalam tanaman akan membantu mengurangi rasa sakit tersebut.

Kandungan lain dalam benalu adalah olgisakharia, petida, alkanoid, polifenol, dan petida. Senyawa-senyawa tersebut saling bekerja sama  Senyawa bioaktif  tersebut berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh dan membantu memperbaiki sel-sel yang rusak.

Alkanoid adalah zat yang terkandung pada sejumlah tanaman yang memiliki manfaat antikanker. Dalam alkanoid terdapat  leurosine (VLR), vinblastine (VLB), vincristine (VCR), catharanthine, vincadioline, leurosidine, dan lochnerine. Selain itu alkanoid juga berfungsi hipoglikemik atau mampu menurunkan kadar gula darah. Jika tanaman mengandung zat alkanoid, maka tanaman tersebut bisa menjadi obat herbal, salah satunya untuk menumpas sel kanker.

Tanaman benalu juga mengandung polifenol yang mengandung antioksidan dan berkhasiat untuk meningkatkan kemampuan antiinflamasi dan kekebalan tubuh. Polifenol mampu menetralkan radikal bebas yang berefek merusak sel-sel dan jaringan tubuh. Sel kanker merupakan sel yang tumbuh abnormal dalam jumlah yang sangat banyak. Penyebaran sel kanker tersebut juga dipicu oleh adanya radikal bebas di tubuh atau di luar tubuh pasien.

Selain itu, polifenol juga berfungsi untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Pasien kanker sebaiknya harus menjaga kekebalan tubuh mereka. Salah satu untuk melawan sel kanker adalah dengan memiliki kekebalan tubuh yang kuat. Kekebalan tubuh yang kuat mampu untuk menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit. Beberapa tumbuhan yang mengandung polifenol memiliki sifat antitumor dan berpotensi menghambat pertumbuhan kanker.  Itu sebabnya tanaman yang mengandung polifenol bisa dikonsumsi untuk penderita kanker.

Jenis Benalu Pohon yang Bisa Jadi Obat

Dari beberapa penelitian yang dilakukan,  benalu pada tanaman teh dapat mengobati risiko kanker rahim.  Selain itu benalu yang ada pada pohon sawo diyakini bisa mengobati risiko kanker payudara. Sementara benalu pada pohon mangga dipercaya bisa mengobati kanker usus.

Benalu juga bisa dipadukan dengan tanaman herbal lain seperti tapak dara. Rebusan benalu dan tapak dara diyakini bisa mengurangi rasa sakit akibat kanker dan meredam efek dari kemoterapi.

Beberapa daerah juga memanfaatkan tanaman benalu sebagai obat kanker. Salah satunya di Morowali, Sulawesi Utara yang memanfaatkan tanaman langka benalu batu sebagai obat kanker. Benalu batu dikonsumsi oleh pasien kanker dengan cara merebusnya terlebih dahulu. Sel-sel kanker akan hilang jika si pasien rutin mengkonsumsinya dengan teratur. Sel kanker akan luruh dan dibuang melalui kotoran atau ketika pasien buang air besar.

Benalu pada tanaman teh bermanfaat untuk menjaga stamina tubuh selama menjalani kemotrapi. Seperti yang diketahui, kemoterapi menimbulkan banyak efek bagi tubuh penderita kanker. Salah satu untuk menyeimbangkan tubuh dan mengurangi efek kemoterapi adalah mengkonsumsi air rebusan benalu teh.

Benalu pada pohon belimbing juga bisa digunakan untuk pengobatan kanker. Ekstrak dari benalu belimbing diyakini mampu mencegah pernyebaran kanker payudara. Kandungan alkaloid, saponin, flavonoid, tanin pada benalu secara efektif dapat menghambat laju pertumbuhan sel-sel kanker.

Selain itu, benalu pada pohon jeruk nipis juga bisa menjadi obat kanker. Sama seperti pohon benalu lainnya, benalu pada pohon jeruk nipis juga mengandung sejumlah zat seperti alkalid, saponin, tannin, dan flavonoid yang berfungsi untuk mencegah pertumbuhan sel-sel kanker.

Secara umum kandungan benalu terkait erat dengan tanaman atau pohon yang menjadi inangnya. Kandungan benalu pada teh misalnya juga mengandung zat yang terkandung pada teh. Demikian pula benalu pada jeruk nipis yang juga mengandung zat-zat yang terkandung pada pohon atau tanaman yang ditumpanginya.

Cara mengkonsumsinya dengan cara merebus benalu pada ukuran tertentu. Untuk obat kanker bisa dicampur dengan tanaman herbal lain. Air rebusan tersebut sebaiknya didinginkan lebih dulu baru dikonsumsi. Takarannya setengah gelas sekali minum. Penderita disarankan mengkonsumsi rebusan benalu dua kali dalam sehari.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Susu Kolostrum

Manfaat Mahoni

Bahan Baku Mebel Ini Ternyata Bisa Jadi Obat Kanker Usus Besar

Kanker menjadi penyakit mematikan bukan saja di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia.   Berbagai pengobatan menjadi alternatif penderitanya agar terbebas dari penyakit mematikan itu.  Mulai dari pengobatan tradisional sampai modern. Bahkan ada pasien yang mengeluarkan kocek ratusan juta rupiah untuk kesembuhannya.

Pengobatan luar negeri banyak dipilih, namun membutuhkan biaya yang tidak sedikit.  Ada juga pasien yang lebih memilih pengobatan tradisional dengan mengkonsumsi tanaman herbal. Pengobatan herbal diyakini minim risiko dan tentu saja lebih murah dari sisi biaya.  Tanaman herbal relatif mudah didapat bahkan bisa ditanam di halaman rumah.

Penyakit Kanker Usus Besar

Kanker usus besar dalam dunia medis disebut kanker kolon. Penyakit ini menyerang usus besar yang merupakan terminal terakhir pada sistem pencernaan manusia. Siapa saja bisa terkena penyakit ini. Namun sebagian besar penderitanya adalah mereka yang berusia lanjut atau di atas 60 tahuns.

Penyakit ini bermula dari pembentukan gumpalan-gumpalan sel berukuran kecil. Gumpalan kecil itu disebut polip adenoma. Gumpalan itu menyebar dengan cepat bahkan tidak terkendali dalam kurun waktu tertentu.

Sama dengan penyakit lainnya pada stadium awal penyakit ini hanya menyerang usus besar saja, belum menyebar ke bagian lain karena masih terhalang dinding usus. Lalu pada stadium dua, kanker mulai menyebar ke dinding usus bahkan bisa menembusnya. Setelah itu kanker menyebar ke kelenjar getah bening organ tubuh yang paling dekat dengan usus besar. Pada stadium empat kanker sudah menyebar bahkan menganggu fungsi paru-paru dan hati.

Gejala Kanker Usus Besar

Gejala kanker usus besar dapat dikenali melalui beberapa hal antara lain adanya darah ketika buang air besar bahkan terjadi pendarahan pada anus. Tekstur kepadatan kotoran pun berubah bisa menjadi lebih keras atau terjadi konstipasi atau diare. Penderita kanker usus besar ini juga mengalami turunnya berat badan dengan drastis dan tubuh lebih lelah dari biasanya. Penderita juga mengalami nyeri atau kram di bagian perut.

Penderita juga mengalami perut kembung dan sering buang air besar dan diare. Pada beberapa kasus penderita juga mengalami penurunan nafsu makan. Ada penderita yang buang air besar disertai darah ada pula yang tidak.

Jika mengalami tanda-tanda ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Perlu waspada jika mengalami diare lebih dari tiga minggu. Apalagi ketika penderita berusia 50s tahun ke atas dan mengalami gejala tersebut.

Kanker usus besar terjadi pertumbuhan sel abnormal pada lapisan usus bagian dalam.  Sel tersebut kemudian menyebar dan merusak sel yang ada di dekatnya. Sel kanker juga merusak organ tubuh lainnya. Sama dengan kanker lainnya kanker usus besar ini bersifat menurun.

Ada dua jenis kanker yang merupakan ‘keturunan’. Pertama Hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC) atau disebut juga sindrom Lynch. Penyakit ini menyerang orang sebelum berusia 50 tahun. Kedua Familial adenomatous polyposis (FAP). Kanker ini tergolong langka. Ada ribuan benjolan kecil pada dinding usus besar dan rektum. Seseorang yang mengidap penyakit ini adalah mereka yang berada di rentang usia 40 tahun.

Gaya hidup juga bisa menjadi pemicu penyakit kanker ini. Makanan yang dikonsumsi seperti dagung merah, kurang serat, minuman beralkohol, merokok sangat rentan mengidap penyakit ini. Selain itu, obesitas atau seseorang dengan berat badan berlebih juga rentan terkena kanker usus besar. Selain itu, kanker usus besar juga bisa dipicu oleh penyakit lainnya seperti radang kronis di usus besar dan diabetes. Kurangnya olahraga juga bisa menjadi penyebab.

Kanker memang penyakit yang mematikan. Namun bukan berarti kanker tidak dapat dicegah. Memperbaiki pola hidup sehat adalah salah satu cara untuk mengurangi risiko kanker. Beberapa cara yang diyakini bisa menyembuhkan kanker antara lain berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu. Kemudian mengkonsumsi makanan sehat yang kaya serat seperti sayuran hijau dan buah-buahan. Pasien juga harus berhenti merokok dan menghindari konsumsii alkohol setiap hari.

Jika memiliki keluarga dekat yang memiliki riwayat penyakit ini dianjurkan melakukan skrining atau pemeriksaan. Karena kanker ini sangat mungkin dipengaruhi oleh faktor genetika. Apalagi jika mengalami tanda-tanda seperti yang dialami di atas.

Kanker usus besar biasanya didiagnosa dengan beberapa acara antara lain pemeriksaan rektum secara digital. Dokter akan memeriksa adanya polop atau pertumbuhan sesuatu yang tidak normal di usus besar. Kedua denga cara menyuntikkan cairan ke dalam rektum pasien untuk memperjelas gambar usus besar jika dilakukan foto rontgen.

Tes darah melalui feses. Dokter akan mengambil sample feses dan memeriksanya apakah ditemukan adanya feses. Biasanya pasien akan diminta puasa dan mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk pemeriksaan lebih efektif.

Tes selanjutnya adalah kolonoskopi dengan memasukkan selang ke dalam rektum untuk memeriksa kondisi usus besar secara keseluruhan.

Tes terbaru yang dilakukan adalah kolonoskopi virtual. Yaitu dengan menggunakan CT Scan untuk membuat model usus besar pasien di layar kompiter. Jika terdapat polip atau kelainan lainnya dokter akan melakukan kolonsopi manual untk pemeriksaan lebih rinci.

Pengobatan yang dilakukan bisa dengan kemoterapi, radioterapi,operasi, dan pengobatan  herbal.  Ada banyak tanaman di sekitar kita yang sering dimanfaatkan menjadi obat herbal. Antara lain daun sirsak, daun hia, daun kenikir, mahkota dewa, buah adas, dan lain-lain.   Salah satu tanaman herbal untuk mengobati kanker adalah  biji buah mahoni. Pohon mahoni biasa digunakan untuk bahan baku pembuatan mebel seperti meja, kursi, dan lemari.

Mengenal Khasiat Tanaman Mahoni

Pohon mahoni relatif mudah di dapat. Bahkan di kota besar seperti Jakarta. Mahoni memiliki fungsi mengurangi polusi udara sampai 70 persen sehingga cocok digunakan untuk peneduh jalan sekaligus sebagai filter udara. Seperti halnya sifat pohon yang menyerap karbon dioksida, dedaunan akan melepaskan oksigen sehingga udara di sekitar menjadi lebih segar.

Bukan hanya untuk menyerap polusi udara, tanaman ini rupanya juga bisa untuk mencegah kanker. Pada 2006, peneliti University of South Carolina, Dr Michael Wargovich, meneliti tentang kandungan kulit pohon mahoni yang bisa mengobati kanker usus besar.  Pengobatan ini sudah dimulai sejak lama dan ada dalam buku pengobatan tradisional Republik Guinea.

Pohon Mahoni mengandung senyawa antiinflamasi yang dapat mencegah dan mengobati kanker usus besar. Tanaman yang berasal dari Afrika Barat tersebut digunakan dan diramu secara tradisional untuk mengurangi rasa sakit, demam, dan antiradang. Sekaligus bekerja menghambat pertumbuhan kanker. Namun perlu menjadi catatan bahwa kondisi manusia setiap negara tidak sama. Itu sebabnya jenis dan dosis obat yang diberikan berbeda-beda.

Selain itu, mahoni juga mengandung flavonoid dan saponin. Kandungan tersebut dapat melancarkan peredaran darah, mengurangi kolesterol, penimbunan lemak pada saluran darah, mengurangi rasa sakit,  mencegah pembengkakan, dan berfungsi sebagai antioksidan untuk menyingkirkan radikal bebas.

Penyakit kanker seringkali disebabkan oleh adanya timbunan lemak, dan adanya radikal bebas di sekitar penderita. Gaya hidup yang menyebabkan tingginya kolesterol dan timbunan lemak juga bisa dikurangi dengan mengkonsumsi tanaman herbal mahoni ini.

Baca artikel lain mengenai Menaikkan Berat Badan Pasca Kemoterapi