Category Archives: Kemoterapi

Proses Kemoterapi

Pengalaman Menjalani Proses Kemoterapi Untuk Kanker Payudara

Proses KemoterapiKemoterapi menjadi pilihan pengobatan medis untuk kanker. Kali ini kami akan membagikan pengalaman saat menjalani proses kemoterapi dan beberapa cara kemoterapi yang dilakukan oleh dokter. Kasus yang kami alami adalah kanker payudara stadium 4 yang sudah menyebar ke getah bening, tulang dan kulit. Jadi kami menempuh jalan medis dengan melakukan kemoterapi. Berikut ini adalah proses kemoterapi yang pernah kami jalani.

Kenapa Harus Kemoterapi?

Dengan kasus kami yaitu kanker payudara stadium 4 yang sudah menyebar ke banyak organ pilihan kami antara medis atau herbal. Pada saat itu kami tidak menemukan herbal yang tepat jadi kami memilih pengobatan medis. Kenapa harus kemoterapi karena hanya itu satu-satunya pilihan medis yang tersedia saat ini. Operasi sudah tidak mungkin karena kondisi sudah menyebar ke berbagai organ sedangkan untuk radioterapi tidak mungkin juga karena kanker sudah menyebar ke kulit jadi dikhawatirkan akan memperparah kanker yang di kulit.

Kemoterapi menjadi jalan satu-satunya bagi kami untuk mencari jalan sembuh lewat medis. Kemoterapi yang kami jalankan bukan di Indonesia melain kami memilih di Singapura. Untuk mengenai dokter onkologi yang kami gunakan para pembaca bisa mengkontak secara terpisah dari posting ini. Kami menjalankan 1 cycle kemoterapi yaitu terdiri dari 8x kemoterapi dengan jeda 3 mingguan.

Berbagai Macam Cara Kemoterapi

Ada berbagai macam cara kemoterapi yang diberikan oleh medis yaitu:

  • Intravenous, kemoterapi yang diberikan ke pembulu darah vena
  • Intra-arteri, kemoterapi yang diberikan ke pembulu arteri yang menyalur ke kanker.
  • Intraperitoneal, kemoterapi yang diberikan ke dalam rongga perut.
  • Oral, kemoterapi yang diberikan dalam bentuk tablet.

Semua cara kemoterapi mempunyai spesial masing-masing tapi pengalaman cara kemoterapi yang kami alami menggunakan intravenous dan oral saja. Obat kemo yang diberikan tidak hanya 1 bisa dikombinasikan jadi sel kanker bisa lebih cepat mati. Tinggal bagaimana dokter onkologi memilihkan obat kemo yang paling tepat untuk kondisi pasien.

Intravenous menurut kami yang paling sering diberikan, yaitu dengan memberikan lewat infus. Biasanya kita tinggal menunggu obat kemo sampai habis kemudian pulang. Sedangkan kemoterapi oral sama halnya dengan minum obat biasa. Karena obat kemo berbentuk tablet sehingga di rumah kita tinggal minum saja sesuai dengan aturan yang diberikan oleh dokter.

Kenali Efek Samping Dari Obat Kemo Yang Digunakan

Proses kemoterapi sebenarnya mudah dan tidak sakit tapi yang menyakitkan itu adalah efek samping yang harus diderita setelah obat kemo masuk. Sebelum menjalani proses kemoterapi anda harus jelas mengenali efek samping kemoterapi yang akan anda jalani. Anda perlu menyebutkan punya riwayat penyakit apa saja sehingga dokter onkologi bisa mengatur obat kemo dengan tepat.

Beberapa contoh efek samping dari obat kemo adalah:

  • Mual dan muntah
  • Rambut rontok
  • Susah buang air besar
  • Tidak nafsu makan
  • Tidak bertenaga
  • Diare

Setiap obat kemo memiliki efek samping yang berbeda jadi anda harus kenali efek samping tanyakan kepada dokter bagaimana mengatasi efek samping kemoterapi tersebut.

Bagaimana Rasanya Menjalani Kemoterapi?

Pertanyaan ini yang paling sering ditanyakan kepada penderita kanker terutama yang baru terdeteksi dan akan menjalani pengobatan, itupun terjadi pada kami dan kami bertanya-tanya juga bagaimana sih rasanya proses kemoterapi itu. Bagian ini menjadi inti pembicaraan dari posting kita kali ini.

Rasanya saat menjalani kemoterapi itu tidak sakit sama sekali. Proses kemoterapi dengan infus (intravenous) yaitu anda akan dimasuki jarum infus pada bagian tangan kemudian obat kemo secara perlahan akan masuk ke dalam tubuh anda. Setiap obat kemo tidak sama ada yang 1 jam bahkan hingga 6 jam. Dan itupun tidak perlu dilakukan di rumah sakit. Biasanya dokter onkologi akan menjalankan kemoterapi dikliniknya sendiri.

Anda tinggal duduk atau tiduran kemudian anda tinggal tunggu obat kemo hingga selesai masuk ke dalam tubuh anda. Setelah itu anda langsng pulang, efek samping dari kemoterapi akan muncul biasanya pada hari ke-3 hingga hari ke-7 jadi jika anda seperti kami menjalankan proses kemoterapi di Singapura pilihan anda adalah tetap tinggal sampai 7 hari atau anda langsung pulang saja jadi saat efek samping muncul anda sudah di rumah.

Bagi anda yang baru ingin menjalankan kemoterapi jangan takut dengan prosesnya karena prosesnya sangat sederhana sekali. Hanya seperti diinfus saja, yang perlu diperhatikan adalah pasca kemoterapinya. Anda harus bisa bertahan dengan berbagai macam efek samping yang akan muncul.

Pengalaman Proses Kemoterapi Untuk Kanker Payudara Stadium 4

Bagian ini juga menjadi inti dari posting kal ini, pada bagian ini kami ingin share bagaimana proses kemoterapi yang kami jalani untuk berjuang melawan kanker payudara stadium 4. Sudah kami sebutkan kami menjalankan 8x kemoterapi dengan obat kemo namanya “taxotere” dan dengan obat kemo oral “xeloda”.

Sebelum menjalani kemoterapi kami diberikan obat anti mual dulu untuk diminum pada H-1 sebelum kemoterapi. Proses kemoterapi yang kami jalani sederhana dan tidak lama hanya 1 jam saja taxotere sudah masuk ke dalam tubuh dan kami boleh pulang. Setelah melihat hasil kemoterapi cukup bagus dokter memberikan saran untuk mengkombinasi obat kemo agar kanker bisa lebih cepat mati. Saat itu obat kemo ke-2 yang diberikan adalah “cyclophosphamide”.

Reaksi Alergi Saat Proses Kemoterapi

Pengalaman ini sangat berharga bagi kami jadi kami ingin share kepada semua pembaca pentingnya mengamati proses kemoterapi. Pada saat konsultasi kami sudah diperingatkan mengenai efek alergi yang mungkin bisa terjadi saat proses kemoterapi. Selama ini semua berjalan lancar tetapi begitu obat kemo dikombinasikan yaitu dengan “cyclophosphamide” tiba-tiba setelah 15 menit terasa efek panas di dada dan sesak nafas kemudian dokter dipanggil dan kami ditanya apa yang dirasakan. Kemudian kami coba 1x lagi dan ternyata efek itu muncul lagi jadi obat kedua di stop dan disimpulkan alergi dengan obat “cyclophosphamide”.

Berganti Ke Kemoterapi Oral

Setelah itu dokter onkologi merubah strategi dengan mengubah kombinasi obat kemo dengan kemoterapi oral yaitu dengan “Xeloda”. Proses kemoterapi dengan Xeloda lebih mudah lagi karena seperti minum obat biasa dan waktu itu cara minumnya adalah 1 hari 2x. Sangat mudah oral kemo yang kami jalani dan tidak ada efek alergi.

Proses kamoterapi berlangsung dengan jeda 3 mingguan. 1 minggu pertama tubuh akan berperang dengan kanker dan menerima efek sampingnya kemudian 2 minggu sisanya adalah waktu recovery atau pemulihan. Kemudian siap untuk menjalani proses kemoterapi berikutnya. Begitu dan seterusnya hingga 8x kami menjalaninya.

Kesimpulan

Proses kemoterapi tidak sulit melainkan sangat mudah sedangkan yang digosipkan kemoterapi itu menakutkan adalah efek sampingnya bukan prosesnya. Dan kemoterapi tidak perlu sampai menginap di rumah sakit ditambah lagi saat proses berlangsung tidak sakit sama sekali.

Semoga pengalaman kami mengenai proses kemoterapi ini berguna bagi pembaca semuanya yang mungkin sedang mencari bagaimana sih proses kemoterapi itu. Posting ini bisa menjadi jawaban bagi anda. Jika anda ingin share bisa menuliskan komentar di bawah posting ini. Atau jika ingin memberikan testimonial sebagai survivor cancer bisa langsung kontak kami ke transferfactorformula@gmail.com kami akan menayangkan testimonial anda agar bisa menjadi inspirasi pejuang kanker lainnya.

Baca artikel lain mengenai Meningkatkan Albumin

Persiapan Sebelum Kemoterapi

Persiapan Sebelum Kemoterapi Untuk Sembuh Dari Kanker

persiapan sebelum kemoterapiKemoterapi menjadi salah satu pengobatan medis yang saat ini menjadi pilihan utama bagi dokter untuk mengobat kanker yang sudah menyebar. Untuk itu kami menghadirkan posting ini berkaitan dengan persiapan sebelum kemoterapi. Saat kita mendengar kemoterapi pasti langsung berpikiran negatif karena semua efek samping yang harus dilalui dan lain sebagainya. Berikut ini pengalaman kami mengenai persiapan sebelum kemoterapi.

Lakukan Konsultasi Sedetail Mungkin

Mengambil keputusan untuk menjalani kemoterapi adalah suatu keputusan yang sulit karena anda sudah pasti tahu apa yang akan dialami oleh pasien kanker. Kami sendiri saat mengambil keputusan untuk kemoterapi saja masih mempertimbangkan banyak hal. Untuk itu pengalaman kami yang pertama adalah mengenai konsultasi dengan dokter onkologi.

Anda harus sedetail mungkin melakukan konsultasi dengan dokter anda, baik pengobatan di Indonesia, Singapura atau negara lain. Anda dari pihak pasien harus dengan kritis terus bertanya kepada dokter dan jika dokter itu tidak bisa memuaskan anda dengan jawaban yang tepat maka dokter itu tidak layak melakukan kemoterapi kepada pasien kanker.

Mengenai cara konsultasi dengan dokter spesial kanker bisa anda temukan pada posting kami yang lainnya. Tapi pada bagian ini kami ingin mengutarakan bahwa konsultasi sedetail mungkin adalah salah satu persiapan sebelum kemoterapi. Anda harus jelas menggunakan obat kemo apa, efek samping yang akan dirasakan dan obat untuk meringankan efek samping tersebut. Semua harus jelas sehingga ketika anda menjalani kemoterapi tidak kebingungan apalagi jika anda berobat diluar negeri.

Apa Saja Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Kemoterapi

Kami membagi persiapan kemoterapi menjadi 2 yaitu sebelum kemoterapi dan sesudah kemoterapi. Karena keduanya memerlukan persiapan tersediri menurut pengalaman kami pribadi. Pada bagian ini akan kami bahas dulu mengenai persiapan sebelum kemoterapi.

Beberapa hal yang menurut kami yang perlu anda siapkan sebelum menjalani kemoterapi adalah berikut ini:

  • Konsultasi yang detail kepada dokter onkologi seperti yang sudah dijelaskan di atas.
  • Biaya kemoterapi. Perhitungan biaya kemo sangat penting karena biaya kemo tidak murah juga apalagi jika anda berobat ke luar negeri.
  • Persiapkan mental anda dengan banyak berdoa sehingga anda lebih tabah menjalani kondisi anda.
  • Jadwal perjalanan anda. Anda perlu memastikan jadwal perjalanan anda dengan baik karena pengalaman kami menjalani kemoterapi bahwa efek samping akan muncul selama 7 hari setelah obat kemo dimasukkan. Oleh karena itu persiapan jadwal sangat penting, apakah anda akan tinggal lebih lama untuk pemantauan dokter atau anda langsung pulang sehingga saat efek samping muncul anda sudah berada di rumah.
  • Persiapkan makanan penunjang fisik. Mengingat efek samping kemoterapi yang brutal anda perlu menyiapkan makanan pendukung sehingga pasien kanker bisa menjalani pengobatan dengan baik. Misalnya putih telur untuk menunjang sel darah putih, buah-buah untuk membantu buang air besar, dll.
  • Tas aluminium foil. Tas ini berguna untuk membawa obat-obatan yang harus dijaga suhunya, misalnya neupogen. Neupogen adalah suntikan untuk menaikkan sel darah putih.
  • Hasil test dari laboratorium. Jangan lupa anda harus membawa hasil lab ketika bertemu dokter sebelum kemo, biasanya hasil test darah.
  • Persiapkan makanan yang dapat mengurangi efek samping kemoterapi. Ketika anda dijelaskan dengan dokter onkologi mengenai efek samping kemoterapi yang akan dijalani, anda bisa bertanya makanan apa saja yang perlu dikonsumsi agar kondisi fisik tetap bisa bagus/memenuhi syarat kemoterapi.
  • Wig kepala atau topi. Mayoritas efek samping dari kemoterapi adalah rambut rontok jadi anda perlu mempersiapkan wig (rambut palsu) atau topi sehingga penampilan anda bisa tetap seperti dulu.
  • Persiapkan obat-obat untuk meringankan efek samping. Mintalah kepada dokter obat-obat untuk mengurangi efek samping dari kemoterapi. Misalnya obat mual, obat penambah nafsu makan, suntikan darah putih, dll.

Itu adalah beberapa hal yang perlu anda persiapkan ketika anda akan menjalani kemoterapi versi kami. Untuk setiap obat kemoterapi mempunyai efek samping yang berbeda sehingga kami memberikan secara umum apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum kemoterapi.

Apa Saja Yang Perlu Dipersiapkan Setelah Kemoterapi

Selain persiapan sebelum kemoterapi anda juga perlu menyiapkan diri setelah kemoterapi. Anda akan bersiap-siap menghadapi efek samping yang brutal dari kemoterapi. Untuk menghadapi efek samping kemoterapi anda sudah dijelaskan pada persiapan sebelum kemoterapi. Bagian ini akan memberikan tips agar kondisi fisik tetap prima ketika harus menjalani kemoterapi berikutnya.

Pengalaman kami kemoterapi dijalankan 3 minggu sekali jadi minggu ke-1 adalah minggu berjuang dengan efek samping kemoterapi dimana sudah dijelaskan pada persiapan sebelum kemoterapi. Untuk minggu ke-2 dan ke-3 adalah persiapan dimana kondisi fisik anda harus bisa pulih setelah menjalani kemoterapi dan melewati efek sampingnya. Sebenarnya tips-nya sederhana, poin pentingnya adalah anda harus makan yang banyak agar tubuh anda mendapatkan asupan gizi yang banyak sehingga proses recovery/penyembuhan dari efek samping kemoterapi lebih cepat.

Beberapa tips dari kami untuk cepat pulih dari efek samping kemoterapi adalah:

  • Anda harus makan makanan bergizi. Banyak orang bilang jangan makan daging agar kanker tidak makin menyebar, pendapat kami itu hanya bisa dijalankan ketika anda tidak menggunakan kemoterapi. Tetapi jika menggunakan kemoterapi anda harus makan daging karena kondisi badan anda tidak akan mampu menjalani kemoterapi hingga selesai.
  • Banyak makan buah-buahan. Karena sifat obat kemoterapi adalah panas sehingga anda pasti akan susah buang air besar, jadi banyak makan buah-buahan akan membantu anda untuk BAB. Banyak makan buah-buah seperti pisang, semangka, pepaya, dll.
  • Makan putih telor mentah setelah bangun tidur pagi. Putih telor dapat membantu anda meningkatkan albumin dan menjaga sel darah putih tetap tinggi.
  • Makan makanan yang berfungsi untuk mengurangi efek samping kemoterapi. Misalnya anda memakai obat kemoterapi yang menyebabkan trombosit anda turun jadi anda harus sering makan makanan yang dapat menambah trombosit (jus jambu merah atau rebusan daun singkong) jadi ketika 2 minggu ini berlalu tubuh anda sudah siap untuk kemoterapi berikutnya.
  • Banyak makan sarang burung/protein sejenisnya. Makan sarang burung mitosnya dapat meningkatkan kondisi badan.
  • Kontak dokter pada kondisi darurat. Anda harus mengetahui siapa yang harus anda hubungi ketika kondisi darurat terjadi misalnya saja saat sabtu, minggu atau malam hari. Jadi anda tidak bingung harus menghubungi siapa pada kondisi itu.

Itu adalah tips dari kami agar kondisi badan cepat pulih dari kemoterapi dan siap untuk kemoterapi berikutnya. Kemoterapi berikutnya anda menggunakan panduan kami sebelum kemoterapi begitu dan seterusnya perputaran/cycle kemoterapi ini berjalan.

Dokter onkologi anda akan melakukan tes darah sebelum kemoterapi jadi ketika hasil tes darah bagus maka kemoterapi bisa dilanjutkan ketika hasilnya jelek maka anda harus minum supplement atau kemoterapi harus ditunda untuk beberapa hari hingga kondisi anda bisa bagus.

Pengalaman Persiapan Untuk Kemoterapi

Selain dari 2 bagian diatas kami juga ingin membagikan pengalaman kami pribadi bagaimana mempersiapkan sebelum kemoterapi dan menjalaninya. Kasus kami adalah kanker payudara stadium 4 yang sudah mnyebar ke getah bening, tulang dan kulit. Jadi persiapan kami sangat banyak selain yang sudah dijelaskan pada bagian di atas kami harus mempersiapkan perban-perban untuk menggantinya setiap hari. Perban-perban ini adalah perban khusus karena kanker yang dikulit menyebabkan tidak bisa kering jadi perlu perban khusus agar tidak infeksi dan bau.

Selain itu kami juga melakukan persiapan sebelum kemoterapi berupa obat-obatan untuk menjaga efek samping dari kemoterapi. Yang pasti kami siapkan adalah:

  • Obat mual.
  • Obat antibiotik untuk berjaga-jaga jika ada infeksi.
  • Obat demam.
  • Obat diare.
  • Obat pelancar BAB (buang air besar).
  • Obat untuk mengatasi perih di lambung.

Selain itu kami juga mempersiapkan berbagai jenis makan misalnya minum susu kolustrum. Sejak dulu kami mengkonsumsi susu kolustrum agar kondisi badan lebih prima. Jadi terus dikonsumsi sebelum dan sesudah kemoterapi agar fisik cepat pulih. Selain itu kami juga banyak mengkonsumsi putih telur begitu bagun pagi sebanyak mungkin dan harus mentah. Karena dengan kondisi mentah tingkat efektifitas putih telur jadi lebih baik.

Selain persiapan medis dan makanan kami perlu mempersiapkan dari segi keuangan karena kemoterapi bukan pengobatan yang murah. Kami menjalankan kemoterapi di Singapura jadi kami harus membawa singapura dolar secara cash. Jadi sebelum berangkat kami membawa cash yang cukup sesuai dengan biaya kemoterapi dan biaya hidup beberapa hari disana.

Ini adalah persiapan sebelum kemoterapi yang kami jalankan semoga share pengalaman ini bisa berguna bagi anda yang membaca artikel ini sehingga anda bisa lebih siap menghadapi kemoterapi.

Kesimpulan

Secara singakat persiapan sebelum kemoterapi harus anda lakukan dengan seksama agar anda bisa lebih siap ketika anda menghadapi efek dari obat kemo. Matangkan konsultasi dengan dokter, lakukan persiapan sebelum kemoterapi dan siapkan diri anda setelah obat kemo masuk agar anda siap untuk kemoterapi berikutnya.

Jika anda ingin share pengalaman anda kepada kami anda bisa menuliskan pada bagian komentar di bawah posting ini. Pengalaman anda sangat berharga bagi semua pasien kanker di dunia. Jika anda ingin membagi cerita anda kepada dunia anda bisa kontak email kami transferfactorformula@gmail.com dan kami akan mempublish pada blog kami cerita anda. Pengalaman anda sangat berarti untuk support penderita kanker.

Baca artikel lain mengenai Meningkatkan Albumin

Efek Samping Kemoterapi

Mengatasi Efek Samping Kemoterapi Pada Kanker Payudara

efek samping kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang paling umum saat ini yang menjadi solusi dokter kepada pasien kanker. Posting kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya mengenai kemoterapi pada kanker payudara. Singkat cerita mama saya menderita kanker payudara dan menjalani kemoterapi sebanyak 8x saya ingin men-share pengalaman saya mengenai efek samping kemoterapi dan bagaimana cara kami mengatasi efek samping itu.

Memahami Obat Kemoterapi Yang Digunakan

Pertama kali saat konsultasi dengan dokter onkologi anda harus benar-benar mencermati obat kemoterapi apa yang digunakan. Kami menjalani kemoterapi di Singapura dan kebetulan dokter onkologi kami menjelaskan dengan detail sehingga saya bisa langsung memahami obat kemoterapi-nya seperti apa dan apa saja efek positif dan efek negatif.

Tetapi saat kami mengubah pengobatan di dalam negeri ternyata berbeda kami hanya dijelaskan secara singkat nama obat yang dipakai tetapi tidak dijelaskan secara mendetail apa saja yang bakal terjadi saat obat itu masuk ke dalam tubuh. Jadi tugas kita yang paling utama adalah memahami bagaimana obat kemoterapi itu akan berefek pada tubuh pasien.

Beberapa contoh pertanyaan yang perlu diajukan pada dokter adalah:

  • Apa nama obat kemoterapi yang dipakai?
  • Berapa kali harus menjalani kemoterapi dengan obat itu?
  • Tenggang waktu berapa minggu antara kemo yang pertama dan kemo berikutnya?
  • Efek samping seperti apa yang bakal dirasakan? Rambut rontok? Darah putih turun? Dan lain-lain
  • Pantangan makan apa yang tidak boleh saat menjalani kemoterapi?
  • Makanan apa yang paling bagus agar efek samping kemoterapi bisa diminimalkan?
  • Berapa lama efek samping kemoterapi ini berlangsung?

Selain itu anda juga perlu menyebutkan history kesehatan dari pasien karena jika ada komplikasi bisa gawat, jadi anda harus memberitahukan pada dokter penyakit sebelumnya yang di derita. Sehingga akan ada dokter lain yang mungkin bisa bekerja sama untuk mengatasi penyakit yang sudah diderita.

Pelajari Apa Yang Akan Terjadi Saat Kemoterapi Diberikan

Setelah memahami obat kemoterapi yang akan digunakan, anda sebagai pendamping pasien harus benar-benar jeli mengamati apa saja yang akan terjadi setelah obat kemoterapi masuk. Anda harus benar-benar memperhatikan obat yang harus diminum termasuk suntik darah putih yang mungkin diperlukan saat kemoterapi dijalankan.

Beberapa pengalaman yang pernah saya alami:

  • Area kanker terasa panas seperti terbakar = ini efek obat kemo perang dengan kanker
  • Rambut rontoh = efek samping obat kemo
  • Susah BAB = efek samping obat kemo, karena obat kemo membuat panas dalam yang super sekali.
  • Nafsu makan turun = efek samping obat kemo karena terasa mual terus.

Tidak semua mengalami hal yang sama dengan kami tetapi mayoritas efek samping obat kemo sama. Tetapi pastikan anda mendapatkan nama obat kemoterapi sehingga jika dokter lupa tidak menjelaskan anda bisa membacanya dari internet.

Ketika anda jeli mempelajari apa yang terjadi saat kemo diberikan maka pada periode berikutnya saat konsultasi anda akan bisa lebih jelas menceritakan efek seperti apa yang dialami oleh pasien. Dengan informasi dari anda maka dokter onkologi bisa mengetahui lebih jelas kondisi pasien.

Dokter onkologi saat pertama bertemu pasti akan bertanya, bagaimana setelah kemo apakah membaik? Pertanyaan ini sederhana tetapi anda harus bisa menjelaskan dengan detail sehingal dokter onkologi bisa mengambil tindakan lebih lanjut.

Supplemen Untuk Membantu Meringankan Efek Samping Kemoterapi

Karena efek samping kemoterapi sangat kejam jadi anda harus menggunakan supplemen sebagai tambahan agar fisik lebih kuat. Kami menggunakan beberapa produk, tetapi produk yang kami gunakan ini bekerja baik pada kami tetapi belum tentu bekerja baik pada anda jadi anda perlu pelajari dulu sebelum menggunakan. Beberapa produk itu antara lain:

  • Transfer Factor Advance
  • Transfer Factor Plus
  • Susu kolostrum
  • Vitamin D
  • Niwana SOD
  • Kalsium/Kalium jika pasien kekurangan

Selain itu anda bisa juga menggunakan supplemen alami yaitu dengan makan makanan secara natural. Itu akan lebih baik tapi memang lebih susah karena pasien kanker akan kehilangan nafsu makan saat kemoterapi berlangsung. Ada berbagai macam efek samping yang dialami oleh pasien tergantung dari obat kemo yang diberikan. Beberapa makanan alami yang dapat digunakan:

  • Putih telur = sangat efektif jika dimakan mentah, bisa untuk menaikan darah putih, albumin, dll
  • Ikan Gabus/Kutuk = baik untuk meningkatkan albumin.
  • Sarang Burung

Masih banyak lagi resep-resep natural yang dapat dipakai untuk meringankan efek samping kemoterapi. Pengalaman saya menggunakan TFA dan TF plus adalah untuk sistem imun tubuh agar tetap kuat karena kemoterapi akan membunuh sel baik dan sel jahat tanpa pandang bulu. Jadi sistem imun tubuh harus diperbaiki dengan maksimal agar pasien cepat pulih. Produk ini sudah banyak dipakai dan anda bisa cari di Google informasinya lebih detail.

Cermati Apa Yang Dirasakan Setelah Kemoterapi Diberikan

Setelah lengkap mengetahui obat, mengamati apa yang terjadi saat kemoterapi berjalan, memberikan supplemen agar efek samping bisa diminimalkan dan sekarang yang terakhir adalah evaluasi. Apakah dengan menjalankan penderitaan sekian kali (efek samping kemoterapi) pasien bisa membaik? Pertanyaan ini akan dijawab setelah kemoterapi selesai.

Anda yang menemani pasien secara langsung anda akan mengamati hari per hari apakah pasien lebih membaik atau tidak? Sebenarnya caranya mudah anda tinggal menggunakan PET Scan maka kanker bisa diketahui apakah mengecil atau tidak. Tetapi sayangnya di Indonesia hanya ada di Jakarta. Itulah mengapa kebanyakan orang Indonesia akan lari ke Singapura atau Malaysia, karena disana semua lengkap dan pelayanan bagus.

Tips untuk mengetahui apa yang dirasakan pasien setelah kemoterapi diberikan:

  • Banyak bertanya kepada pasien apa yang dirasakan jadi anda bisa mengambil kesimpulan
  • Mencatat setiap reaksi yang terjadi jadi saat ditanya dokter anda bisa menjawab
  • Sering mengamati apa yang terjadi saat bangun di pagi hari.
  • Perhatikan bagian-bagian yang terkena kanker apakah membaik atau tidak, jika tidak bisa dilihat anda harus menanyakan pada pasien tingkat kesakitan yang dirasakan.
  • Amati penggunaan obat anti nyeri jika makin berkurang berarti rasa sakit berkurang.

Kesimpulan

Secara singkat ada beberapa tips untuk mengatasi efek samping kemoterapi yaitu memahami obat kemoterapi yang dipakai, mencermati apa yang terjadi saat kemoterapi diberikan, memberikan supplmen pendukung dan mengevaluasi apakah ada perkembangan setelah kemoterapi. Dari keempat bagian ini anda jalankan dengan baik, anda sudah bisa menjadi analis yang baik bagi pasien. Terutama saat anda konsultasi dengan dokter onkologi anda bisa menyajikan laporan yang akurat sehingga tindakan lebih lanjut bisa cepat.

Semoga pengalaman saya ini berguna bagi semua pembaca yang sedang berjuang menemani pasien kanker atau pasien kanker sendiri yang sedang berjuang melawan kanker. Jika ada yang ingin berdiskusi langsung saja menuliskan komentar pada bagian bawah posting ini.

Baca artikel lain mengenai Lymphedema Kanker Payudara