Category Archives: Kemoterapi

Kemoterapi Pada Anak

Dampak Kemoterapi Pada Anak-Anak, Seberapa Bahayakah?

Kanker bisa dibilang penyakit paling mematikan. Bukan hanya mengintai orang dewasa, kanker juga mengancam anak-anak. Tidak sedikit anak-anak yang terkena kanker darah atau kanker otak. Usia mereka bisa dibilang masih sangat muda, dan juga bisa menyebabkan kematian.

Jika pada orang dewasa kanker terjadi karena faktor keturunan, gaya hidup, dan lingkungan. Maka kanker pada anak disebabkan oleh adanya mutasi gen. Sangat mungkin adanya perubahan DNA tersebut terjadi sejak anak berada dalam kandungan.

Kanker anak di Indonesia paling banyak terjadi adalah kanker darah atau leukimia. Selain itu juga kanker pada syaraf pusat atau kanker otak. Penyebab lain kanker pada anak adalah paparan zat kimia, ketika anak dalam kandungan atau ketika masih bayi. Risiko kanker pada anak dapat diminimalisir dengan mendeteksi kehamilan dini, menjaga kesehatan organ reproduksi, menghindari radiasi, tidak merokok, dan menjaga asupan gizi selama hamil.

Gejala Kanker Pada Anak-Anak

Kanker pada anak bisa dibilang sulit dideteksi. Apalagi anak-anakbelum bisa mengungkapkan rasa sakit yang mereka alami. Kebanyakan dari mereka hanya bisa menangis atau rewel ketika rasa sakit itu datang. Sementara orang tua bisa jadi kebingungan dan mengira bahwa si anak mengalami sakit biasa seperti flu, diare, atau penyakit lain pada umumnya.

Kanker pada anak memang sulit dibedakan dengan penyakit lainnya. Itu sebabnya orang tua harus lebih waspada dan jeli melihat perubahan yang ada pada anak. Terutama jika si kecil mengalami beberapa tanda atau gejala yang rutin terjadi. Misal perubahan fisik seperti pembengkakan pada beberapa bagian tubuh yang berulang atau tanda-tanda lainnya.

Beberapa tanda yang kerap dialami anak penderita kanker antara lain: adanya pembengakakan pada bagian tubuh tertentu dan terjadi berulang atau sering. Kedua, demam tanpa sebab dan infeksi yang tak kunjung sembuh. Kemudian sering terjadi pusing yang disertai muntah, sering nyeri di bagian tubuh tertentu, sering mengalami luka yang sulit sembuh atau sembuh dalam jangka waktu yang lama.

Jika anak mengalami tanda-tanda demikian, sebaiknya orang tua tidak mengabaikan dan mengantisipasi dengan memeriksakan anak ke dokter. Pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan darah yang akurat dapat memastikan apakah si anak menderita kanker atau tidak. Kendati bukan kanker, gejala-gejala tersebut sebaiknya diantisipasi untuk kesehatan si kecil.

Sering terjadi dokter atau medis keliru memberikan diagnosa awal tentang penyakit tersebut. Biasanya salah diagnosa tersebut  juga disebabkan oleh terbatasnya peralatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tidak jarang dokter sudah mulai mendeteksi penyakit, akan tetapi karena keterbatasan alat pasien kemudian dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Di sinilah seringkali orangtua abai dan menganggap sepele tidak meneruskan rujukan dari dokter dan memilih pengobatan lain.

Padahal bisa jadi kanker yang diderita si anak masih dalam stadium awal sehingga bisa diantisipasi dengan pengobatan dan terapi rutin. Jika sudah berada pada stadium lanjut, sangat mungkin anak menjalani kemoterapi seperti halnya pasien kanker dewasa.

Kanker pada anak jika dideteksi dini berpeluang sembuh lebih besar dibandingkan kanker pada orang dewasa. Itu karena tingkat kekacauan sel pada anak masih lebih rendah ketimbang orang dewasa.  Aktivitas, gaya hidup, pencemaran lingkungan yang dialami orang dewasa menyebabkan sel kanker lebih cepat menyebar.  Itu sebabnya kanker pada anak dapat disembuhkan jika terdeteksi lebih awal.

Secara garis besar, kanker pada anak terbagi menjadu dua yaitu kanker cair dan kanker padat. Kanker cair adalah leukimia, yang diderita sebagian besar anak yang terkena kanker.Kedua kanker padat, misalnya retinoblastoma, limfoma, dan kanker tulang. Orang tua harus waspada dan berhati-hati jika menemukan benjolan tak wajar pada bagian tubuh anak, karena sangat mungkin itu adalah tanda-tanda kanker.

Dampak Kemoterapi Pada Anak

Jika anak menderita kanker pada stadium lanjut, salah satu pengobatan dilakukan adalah kemoterapi. Tentu saja si anak harus merasakan dampak dari kemoterapi yang hampir sama dengan orang dewasa. Namun tentu saja dosis yang diberikan pada anak akan lebih rendah ketimbang dosis yang diberikan untuk orang dewasa.

Bukan hanya perubahan fisik yang bakal dirasakan. Kemoterapi pada anak bisa juga menganggu atau berpengaruh pada perkembangan kognitifnya.  Sebuah penelitian dari Universitas Leuven Belgia menunjukkan pengobatan kemoterapi sangat peka terhadap fungsi kognitif anak. Pengobatan tersebut dapat menyebabkan kemampuan kogniitf berkembang lambat, terutama untuk ingatan jangka pendek.  Kendati demikian fungsi memori jangka panjang dan kemampuan konsentrasi tidak terpengaruh. Anak-anak pengidap kanker hanya mengalami kesulitan mengingat informasi yang baru mereka dapat dalam waktu singkat.

Selain itu pasca kemoterapi biasanya anak akan mengalami rasa cemas dan khawatir berlebihan.  Bahkan bisa jadi muncul rasa tidak percaya diri karena perubahan fisik yang dialami.

Apalagi jika pasien kanker masih anak-anak di bawah usia lima tahun tentu akan lebih sulit mengungkapkan rasa sakit atau masalah yang dia rasakan ke dokter atau perawat. Apalagi jika mereka merasakan nyeri pada otot dan pegal-pegal di badan. Bisa jadi mereka hanya bisa mengungkapkan rasa sakit tersebut dengan menangis.

Itu sebabnya orang tua, dokter, dan perawat harus mampu berkomunikasi secara intensif dengan anak penderita kanker. Misal tim medis harus pintar merayu pasien kanker anak-anak ketika akan mengonsumsi obat. Tim medis harus berusaha agar si anak tidak merasakan sakit yang luar biasa.

Pengobatan Kanker Pada Anak Butuh Pendekatan Khusus

Pasien kanker anak bisa dibilang cukup banyak. Tentu saja pengobatannya pun berbeda dengan pasien kanker dewasa. Anak-anak seringkali tidak mengerti bahwa mereka sakit dan harus diobati. Bahkan mereka yang masih berusia balita, akan merasa tidak nyaman dan rewel apabila merasa sakit, termasuk juga dalam proses pengobatan.

Misal ketika mereka akan dipasang infus atau disuntik. Jika mereka merasa tidak nyaman pasti akan berontak dan bisa jadi menimbulkan trauma kecil. Misal, merasa takut jika ada orang berseragam putih, karena yang ada dalam benak mereka orang yang berpakaian putih akan menyakiti mereka yaitu akan menyuntik atau memberi obat.

Itu sebabnya butuh pendekatan khusus pada anak. Misal dengan mengatakan, “ Kita berobat dulu ya untuk membunuh sel jahat dalam tubuh kamu,” atau “ Ayoo diminum dulu obatnya biar perutnya nggak sakit lagi,” Perawat atau dokter juga bisa mengkreasikan cara pengobatan dan tidak membuat anak-anak merasa takut.Misal dengan memberikan permainan atau dengan cerita-cerita menarik sehingga pasien merasa terhibur dan tidak merasa sakit.

Orang tua yang memiliki anak penderita kanker juga harus memperhatikan asupan gizi yang diberikan kepada anak. Termasuk tidak memberikan makanan yang mengandung pengawet dan menjauhkan anak dari lingkungan yang kurang sehat. Orang tua juga bisa membawa anak penderita kanker liburan ke tempat-tempat yang masih segar udaranya dan tidak banyak polusi.

Baca artikel lain mengenai Pemeriksaan PET Scan

Manfaat Diet Vegetarian

Manfaat Diet Vegetarian dan Pengaruhnya Pada Kemoterapi

Pengobatan kanker yang lazim dilakukan adalah kemoterapi. Namun sayangnya kemoterapi membawa efek samping bagi penderita kanker. Efek tersebut bisa berdampak langsung dan tidak langsung pada penderita. Selain kemoterapi ada pula pengobatan kanker yang diyakini ampuh untuk mengatasi penyakit paling mematikan tersebut. Namun tentu saja butuh kocek lebih mahal untuk menjalani pengobatan tersebut.

Kemoterapi adalah pengobatan yang lazim dan bisa dilakukan di dalam negeri. Perlu diketahui efek dari kemoterapi memang sangat banyak. Bahkan bisa membunuh sel-sel yang masih sehat. Itu sebabnya penderita atau survivor kanker sebaiknya menjaga pola makan selama menjalani kemoterapi atau pengobatan lainnya.

Diet adalah salah satu hal yang bisa dijalani oleh penderita kanker. Terutama diet vegetarian atau diet yang hanya mengkonsumsi sayuran dan buah. Selama menjalani proses diet, sebaiknya survivor tidak mengkonsumsi makana yang mengandung unsur hewani dan olahannya seperti ayam, daging, keju, susu, dan lain-lain.

Manfaat Diet Vegetarian

Penyakit kanker tergolong penyakit yang cepat sekali menyebar. Sel-sel kanker dapat tumbuh dengan cepat dan menyebar ke seluruh organ tubuh. Kendati sel kanker ini cepat menyebar namun belum tentu tidak dapat dicegah. Penderita yang sudah didiagnosa terkena kanker stadium awal dan mulai menjalani kemoterapi sebaiknya juga mulai menerapkan pola hidup yang sehat.

Caranya dengan melakukan diet vegetarian, jika diperlukan dan olahraga yang cukup. Tubuh yang seimbang dengan asupan gizi dan oksigen yang terpenuhi akan membuat sel kanker enggan berkembang biak. Akibatnya mereka perlahan lemah dan akhirnya mati. Cara ini diyakini paling ampuh untuk mengatasi penyakit kanker dan mengimbangi pengobatan kanker yang memiliki efek samping.

Diet vegetarian membuat tubuh seimbang dan tidak menimbun banyak lemak. Sebaiknya selama menjalani pengobatan kanker juga menghindari makanan yang menyebabkan kanker atau makanan yang memberi ruang kepada sel kanker untuk berkembang biak.

Diet vegetarian juga bertujuan menyeimbangkan tubuh selama menjalani kemoterapi. Karena selama menjalani pengobatan tersebut nutrisi tubuh banyak hilang. Itu sebabnya harus diimbangi dengan makan sayur secara teratur, olahraga, dan istirahat yang cukup.

Namun perlu dipahami diet untuk penderita kanker di sini bukan berarti mengurangi jumlah makanan. Akan tetapi mengatur porsi makanan yang dikonsumsi. Misal tidak mengkonsumsi daging merah yang menjadi tempat yang paling nyaman bagi sel kanker untuk berkembang biak. Ivaratnya daging atau makanan yang mengandung lemak seolah menjadi makanan atau gizi bagi sel kanker. Nah, jika makanan tersebut diminimalisir atau bahkan tidak dikonsumsi sama sekali maka sel kanker tidak mendapat asupan makanan.

Nah, berikut ini adalah gaya hidup yang disarankan untuk penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi. Dan tentu saja untuk mengurangi risiko penyebaran kanker ke organ tubuh lainnya.

1. Berat badan yang ideal

Seringkali penyebab kanker selain karena keturunan atau faktor genetik adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Itu sebabnya untuk menurunkan risiko kanker dan kemoterapi disarankan untuk mengurangi berat badan dengan cara tidak lagi mengkonsumsi makanan ya ng berlemak, produk hewani serta turunannya. Ini diyakini bisa mengurangi berat badan dan meminimalisir risiko kanker serta dampak dari kemoterapi.

2. Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari

Untuk melawan penyakit,jangan biarkan tubuh Anda terdiam tanpa aktvitas apapun. Salah satunya adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara rutin setiap hari. Aktivitas rutin ini akan membantu pembakaran lemak dan memberikan asupan oksigen yang cukup pada tubuh.  Aktivitas ringan saja tidak perlu olahraga fisik yang berat seperti berlari, bersepeda, atau berenang.

3. Mengurangi konsumsi daging dan memperbanyak konsumsi sayuran

Ini adalah poin penting bagi Anda yang menjalani diet vegetarian. Salah satunya dengan cara mengurangi konsumsi makanan berlemak, manis, dan berpengawet. Dan memperbanyak sayuran dan buah-buahan. Selain itu juga mengurangi asupan garam ataupun makanan yang diolah dengan garam berlebih. Anda juga harus memperhatikan makanan atau camilan asin seperti keripik. Ini dapat memicu pertumbuhan sel kanker dengan cepat. Sebagai gantinya Anda dapat menjadikan buah-buahan sebagai camilan rutin.

Selain itu Anda juga bisa memaduadankan jenis sayuran dalam menu harian Anda. Misal sayuran berwarna hijau, merah atau orange, kuning, dan putih. Sayuran diyakini paling ampun untuk menghambat laju pertumbuhan sel kanker. Sayuran dan buah ini dikonsumsi bisa dengan cara dimasak menjadi sayur atau direbus bahkan bisa dengan dikukus saja. Namun pengolahannya juga harus tepat. Mulai dari memilih sayuran segar, tidak membiarkan sayuran terlalu lama disimpan di kulkas.

Sayuran yang sudah dipetik, kemudian dicuci bersih menggunakan air mengalir dan diolah dalam kondisi yang pas. Artinya jangan sampai belum matang atau matang. Di khawatirkan jika belum terlalu matang akan masih terdapat zat berbahaya, sementara jika dimasak terlalu matang nutrisi dalam sayuran akan hilang.

Sangat disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat. Kandungan asam folat sebaiknya didapat secara alami, tidak melalui suplemen atau makanan lain yang diklaim mengandung asam folat.

Buah dan sayur yang disarankan untuk diet vegetarian

1. Sayuran berwarna hijau gelap

Sayuran berdaun hijau gelap diyakini sangat cocok dikonsumsi untuk diet penderita kanker. Sayuran berdaun hijau gelap diyakini mampu melndungi organ tubuh dari persebaran sel kanker.

2. Tomat

Kadar likopen dalam tomat diyakini mampu untuk menghalau pertumbuhan sel kanker. Bukan hanya dibikin sayur, tomaat juga dapat dikonsumi sebagai jus atau bisa juga dikonsumsi langsung.

3. Brokoli

Sayuran ini mengandung senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Khasiatnya cukup banyak. Anda bisa mengolah brokoli menjadi sayuran atau mengkonsumsinya dengan cara merebus atau mengukus. Hanya saja lamanya memasak juga perlu jadi perhatian. Jangan sampai memasak terlalu matang karena dapat menghilangkan nutrisi yang terkandung dalam sayuran.  Selain brokoli kembang kol, kobis juga dipercaya menjadi menu diet vegetarian yang ampuh untuk penderita kanker selama menjalani kemoterapi.

4. Rempah-rempah

Rempah-rempah atau bumbu dapur ini bukan hanya melezatkan masakan akan tetapi juga menjadi penghalau ampuh pertumbuhan sel kanker. Jadi jangan sepelekan rempah-rempah seperti jahe, kunyit, dan kencur. Cara mengkonsumsinya Anda bisa meramunya menjadi minuman.

Selain sayuran dan buah-buahan, yang paling penting diperhatikan adalah cara memasak dan mengkonsumsinya. Selain dicuci di bawah air mengalir cara memotongnya juga berpengaruh pada turunnya kadar nutrisi. Apalagi cara memasaknya. Untuk kubis dan brokoli misalnya, sebaiknya dimasak tidak terlalu lama agar senyawa yang dapat menghambat laju pertumbuhan kanker tidakn hilang begitu saja.

Hal yang paling penting untuk penderita kanker yang menjalani diet vegetarian adalah disiplin. Jangan sampai telat makan atau mengkonsumsi makanan yang dilarang. Anda bisa membawa air putih atau bekal potongan buah. Ketika perut terasa lapar Anda langsung dapat melahap potongan buah sebagai camilan sehat.

Baca artikel lain mengenai Berobat ke Singapura atau Malaysia

Makanan Saat Kemoterapi

Ini Dia Makanan Saat Kemoterapi Agar Asupan Gizi Tercukupi

Bagi penderita kanker, salah satu pengobatan yang lazim dijalani adalah kemoterapi. Sayangnya ketika menjalani kemoterapi, ada banyak akibat yang harus dirasakan oleh pengidap kanker. Mulai dari badan yang semakin kurus, pusing, mual dan muntah, anemia, terjadi luka dan memar pada beberapa anggota tubuh.

Risiko tersebut tidak dapat dihindari. Akan tetapi dapat diminimalisir.Kemtoerapi memang menghilangkan atau membasmi sel-sel penyebab kanker. Akan tetapi sel-sel yang masih sehat juga ikut mati. Itu sebabnya harus diimbangi dengan makanan sehat dan gizi seimbang. Tujuannya agar terhindar dari akibat-akibat tersebut.

Perlukah Diet Saat Kemoterapi?

Selain menyiapkan kondisi fisik yang prima, survivor kanker juga harus menjaga pola makan. Bukan hanya saat akan menjalani kemoterapi akan tetapi setiap hari. Keluarga penderita kanker juga harus menerapkanpola hidup sehat, karena penyakit kanker ini tidak menular namun bersifat genetik. Artinya dapat menurun. Namun hal tersebut tentu bisa diantisipasi dengan kecukupan gizi dan pola hidup yang seimbang.

Survivor kanker jelas membutuhkan diet ketat untuk melawan penyakitnya. Terlebih lagi ketika menjalani kemoterapi. Sel-sel tubuh yang sehat terancam ikut mati. Bahkan rentan menyebabkan kanker baru. Itu sebabnya diet ketat dan seimbang serta pola hidup sehat mutlak diperlukan oleh penderita kanker.

Selain itu alasan dari perlunya seorang survivor kanker untuk diet adalah dampak langsung dari kemoterapi. Seperti mual dan muntah, pusing, lemas. Jika kecukupan gizi terpenuhi maka dampak langsung tersebut tentu saja dapat diminimalisir.

Perlu diperhatikan oleh survivor kanker adalah makanan yang dikonsumsi setiap hari. Mereka harus konsekuen dan patuh untuk tidak menyentuh makanan yang dilarang. Sementara mereka juga harus memperbanyak makanan yang dianjurkan.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari untuk Penderita Kanker

Bagi penderita kanker baik yang sedang menjalani atau tidak menjalani kemoterapi, beberapa makanan yang sebaiknya dihindari antara lain:

1. Makanan yang dipanaskan berulangkali

KIta sering memanaskan makanan berulangkali. Alasannya cukup simple,”Masih enak dimakan” namun tanpa kita ketahui justru di situlah asal muasal penyakit kanker.  Nutrisi dalam makanan akan menghilang jika terlalu sering dipanaskan. Tentu saja tidak baik untuk tubuh apalagi untuk mereka yang sedang berjuang melawan kanker.

2. Makanan berpengawet

Makanan berpengawet seperti sosis, kentang frozen, nugget, kornet sering jadi pilihan karena praktis. Padahal di balik kepraktisan tersebut bisa menyebabkan penyakit dan menurunkan daya tahan tubuh. Padahal untuk penderita kanker membutuhkan stamina yang kuat untuk menjalani serangkaian pengobatan. Kandungan senyawa dalam makanan berpengawet ini disebut juga menjadi pemicu penyakit, salah satunya kanker. Jadi sebaiknya untuk penderita kanker menghindari sama sekali makanan berpengawet ini. Sebagai gantinya bisa mengkonsumsi makanan segar.

3. Minuman ringan atau bersoda

Ini jelas wajb dihindari oleh penderita kanker. Sama dengan makanan berpengawet minuman bersoda atau minuman ringan mengandung senyawa yang dapat menyuburkan sel-sel kanker. Tentu tidak seimbang jika di satu sisi sel kanker dimatikan atau dihentikan pertumbuhan sel-sel kanker namun di sisi lain masih ‘disuburkan’ dengan minuman bersoda. Sebagai gantinya sangat disarankan untuk penderita kanker mengkonsumsi jus buah secara rutin. Tentu saja jus buah murni ya, tanpa tambahan pemanis atau susu.

Cara Menjaga Asupan Gizi Selama Menjalani Kemoterapi

Selama menjalani kemoterapi, survivor kanker seringkali merasakan banyak efek samping. Itu sebabnya asupan gizi selama kemoterapi harus dijaga. Selain itu survivor atau penderita juga harus menjaga stamina fisik, dengan cara istirahat yang cukup dan olahraga secara rutin.

Gizi yang tercukupi juga akan meminimalisir efek samping dari kemoterapi. Baik selama menjalani kemoterapi ataupun sesudah menjalani kemoterapi. Berikut ini cara menjaga asupan gizi selama menjalani kemoterapi.

1. Rutin minum air putih

Akan ada banyak cairan yang hilang selama menjalani kemoterapi. Itu sebabnya cukupilah kebutuhan cairan Anda dengan rutin mengkonsumsi air putih. Anda tidak disarankan untukmengkonsumsi air soda. Namun Anda tetap boleh mengkonsumsi teh panas dalam batas yang wajar, semisal maksimal dua cangkir teh setiap hari. Sisanya, akrabkanlah diri Anda dengan air putih.

2. Cukup serat

Salah satu efek samping dari kemoterapi adalah sembelit. Untuk menghindari hal tersebut, cukupilah kebutuhan serat Anda. Caranya dengan banyak mengkonsumsi sayuran hijau, buah-buahan secara rutin. Usahakan sayuran selalu ada dalam menu makan pagi, siang, dan malam. Anda juga bisa menjadikan buah-buahan sebagai camilan ketika lapar. Jika berpergian, Anda bisa membawa potongan buah dalam kotak bekal sehingga mudah untuk mengkonsumsinya.

3. Makan teratur

Selain menjaga menu makanan, Anda juga perlu menjaga pola makan dan makan secara teratur. Misal makan pagi rutin pukul 07.00 artinya setiap hari wajib makan di waktu tersebut. Tujuannya agar stamina tubuh tetap terjaga dan menghindari perubahan rasa atau selera makan. Salah satu efek dari kemoterapi adalah perubahan selera makan. Jam makan yang teratur akan meminimalisir dampak tersebut.

4. Masak makanan dengan matang sempurna

Selain sayuran hijau, kebutuhan gizi pasien penderita kanker adalah asupan protein hewani yang cukup. Ini bisa didapat dari unggas dan ikan. Namun dalam proses memasaknya harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai dikonsumsi dalam kondisi belum terlalu matang, atau terlalu matang. Makanan yang dimasak harus dalam keadaan matang yang pas.  Jangan lupa jangan terlalu sering memanaskan makanan. Karena akan kehilangan banyak nutrisi.Maksimal makanan dihidangkan 24 jam setelah dimasak. Namun sebisa mungkin untuk penderita kanker harus sering berganti menu makan yang segar atau baru dimasak.

5. Konsumsi makanan berkuah

Salah satu efek dari kemoterapi adalah mulut kering. Untuk menghindari hal tersebut selain cukup mengkonsumsi air putih, sebaiknya juga mengkonsumsi makanan berkuah. Agar tetap terjaga kondisi tubuh dan terhindar dari efek samping mulut kering. Selain itu juga membatasi bahkan sebisa mungkin menghindari makanan atau minuman yang mengandung gula. Minuman yang mengandung gula hanya membantu menghilangkan rasa haus sejenak.

Melakukan Olahraga untuk Pasien Kanker

Selain menjaga pola makan, mengatur gizi hal lain yang harus diperhatikan adalah melakukan kegiatan fisik. Ini bisa berupa olahraga ringan atau kegiatan fisik ringan lainnya. Jangan sampai memanjakan diri dengan bermalas-malasan karena akan menyebabkan tunuh terasa semakin sakit.

Olahraga ringan bisa dengan berjalan kaki di pagi hari secara rutin. Durasinya pun bisa ditambah, misal hari ini 15 menit, besok 20 menit, lalu semakin hari terus bertambah. Latihan fisik rutin akan membuat tubuh terasa bugar dan meminimalisir dampak dari kemoterapi.

Olahraga atau kegiatan fisik akan membuat kebutuhan oksigen dalam tubuh terpenuhi. Tubuh yang memiliki oksigen cukup dan gizi yang seimbang akan membuat sel kanker enggan bertahan lama atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Jika ini rutin dilakukan maka bibit sel kanker yang belum tumbuh perlahan akan mati.

Baca artikel lain mengenai Berobat ke Singapura atau Malaysia