Category Archives: Kemoterapi

Efek Kemoterapi Bagi Orang Lain

Efek Kemoterapi Bagi Orang Lain yang Perlu Diketahui, Bahaya Loh!

Jumlah penderita kanker di Indonesia dan seluruh dunia banyak sekali. Per tahunnya selalu ada peningkatan jumlah penderitanya. Kanker memang penyakit yang nakal sehingga susah untuk diobati terutama jika sudah parah. Kemoterapi adalah pengobatan paling ampuh dari semua jenis pengobatan kanker.

Kemoterapi dilakukan dengan memberikan cairan khusus yang bisa menyebar ke seluruh tubuh. Obat berupa cairan tersebut akan menghancurkan sel-sel kanker yang ada dalam tubuh. Dosis pemberiannya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kankernya. Jika dosisnya banyak maka bisa memberikan efek samping.

Selain bisa memberikan efek untuk pasien yang melakukan kemoterapi juga ada efek kemoterapi bagi orang lain. Banyak orang mungkin tidak tahu akan hal ini. Supaya Anda tahu apa efek kemoterapi yang bisa terjadi pada orang lain bisa membaca pembahasannya di bawah ini.

Mengenal Kemoterapi dan Efek Samping Bagi Pasien

Sebelum membahas tentang efek kemoterapi bagi orang lain, akan dibahas dulu mengenai kemoterapi dan efek samping untuk pasiennya sendiri.

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker biasanya menggunakan obat berbentuk cairan yang dimasukkan ke dalam tubuh penderita kanker. Obat tersebut akan mengalir ke seluruh aliran darah dan menghancurkan semua sel kanker yang ada di dalam tubuh. Semakin parah kankernya maka semakin besar pemberian dosis obatnya.

Berikut ini daftar cara pemberian obat kemoterapi kepada pasien kanker.

  • Suntik. Ini adalah kemoterapi yang paling umum dilakukan. Suntikan akan diberikan pada bagian tubuh yang memiliki lapisan lemak atau otot seperti perut, paha, dan lengan.
  • Oral. Pemberian obatnya dengan memberikan cairan, kapsul, atau pil sehingga langsung diminum.
  • Topikal. Obat kemoterapinya berbentuk krim, cara menggunakannya langsung dioleskan pada kulit.
  • Intraarteri (IA). Obat kemoterapi akan dimasukkan langsung ke dalam bagian arteri. Jika di dalam tubuh ada sel kanker, arteri juga akan menyalurkan darah menuju kanker.
  • Intraperitoneal (IP). Dilakukan lewat cara operasi tapi bisa juga menggunakan selang khusus yang akan dimasukkan ke dalam rongga perut di mana lambung, hati, dan usus berada.
  • Intravena (IV). Obat langsung diberikan ke bagian pembuluh darah vena.

Cara pemberian obat ini disesuaikan dengan jenis kanker yang diderita.

Semua pengobatan ini bisa saja memberikan efek samping bagi penderitanya, seperti:

  • Nafsu makan kehilangan.
  • Nyeri tubuh.
  • Kerontokan rambut.
  • Muntah dan mual.
  • Pendarahan seperti gusi berdarah, mudah memar atau mimisan.
  • Sesak napas.
  • Mengalami kelainan detak jantung.
  • Kulit jadi kering.
  • Sulit tidur.
  • Tubuh sering infeksi.
  • Sariawan.
  • Kesuburan wanita terganggu.
  • Gairah seksual mengalami penurunan.
  • Diare dan konstipasi.

Efek samping bisa terjadi jika kondisi tubuh pasien kurang kuat menerima efek obat kemoterapi yang diberikan.

Efek Kemoterapi untuk Orang Lain

Untuk efek kemoterapi bagi pasien sudah banyak yang tahu, tapi bagaimana dengan efek kemoterapi untuk orang lain? Mungkin banyak yang belum tahu bahwa orang lain tidak boleh dekat-dekat dengan pasien yang sudah menjalani kemoterapi dalam waktu beberapa jam. Oleh karena bisa terkena efeknya dan mungkin membahayakan orang sehat.

Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

Obat kemoterapi yang sudah masuk ke dalam tubuh penderita akan membuat semua cairan mereka mengandung obat kemo. Butuh waktu 2 sampai 7 hari untuk semua obat kemonya hilang dari tubuh. Anda jangan sampai terkena berbagai cairan yang keluar dari pasien, seperti:

  • Tinja.
  • Keringat.
  • Lendir atau cairan dari vafina.
  • Cairan sperma.
  • Air ludah.
  • Muntahan.
  • Air kencing.
  • Darah.

Apabila terkena orang sehat, walaupun sedikit tapi kandungan obat kemonya akan masuk ke tubuh orang lain yang menyentuhnya.

Menurut para dokter, kemoterapi juga justru bisa memberikan efek yang dapat menimbulkan penyakit kanker kepada orang lain. Jika terkena kontak dengan bahan kemoterapi. Bahkan bisa menyebabkan kanker lainnya kepada pasien. Kejadian paling sering adalah mengalami kanker darah atau leukimia.

Penderita penyakit kanker yang melakukan kemoterapi untuk kanker payudara juga harus berhati-hati selama 48 jam. Jika tidak maka risiko terkena kanker darah jadi lebih besar, begitu juga dengan orang lain yang ada di sekitarnya.

Supaya aman maka Anda harus lebih hati-hati dalam melakukan sesuatu, tapi bukan berarti Anda harus memisahkan diri atau menjauhi pasien. Jika akan menggunakan toilet yang sama maka semuanya harus sudah dibersihkan dan hilang seperti feses dan urinnya.

Jika pasien laki-laki akan buang air kecil juga harus berusaha menjaga urinnya supaya tidak muncrat ke bagian toilet yang bisa mengenai kulit orang lain. Lalu selalu cuci tangan dengan sabun dan air hangat ketika sudah menggunakan toilet.

Cara Menghindari Efek Kemoterapi untuk Orang Lain

Selain yang sudah disebutkan di atas, cara lain yang harus dilakukan untuk melindungi diri dari efek kemoterapi bagi orang lain ada banyak. Lihat infonya di bawah ini.

Jika Ada Tumpahan Cairan Tubuh Pasien Kemoterapi

Jika ada cairan dari pasien kemoterapi keluar dan mengenai berbagai benda atau tempat maka cara untuk membersihkannya seperti di bawah ini.

  • Segera bersihkan tumpahan cairan dari pasien kemoterapi menggunakan kain pembersih yang digunakan sekali pakai lalu buang, dan sarung tangan dari karet.
  • Lap yang sudah digunakan langsung buang dan masukkan dulu ke dalam kantong kresek. Sesudah itu ikat sampai benar-benar rapat. Masukkan kembali kresek tersebut ke kresek satu lagi kemudian baru bisa dibuang.
  • Jika cairannya tercecer di lantai atau meja bersihkan saja dengan sarung tangan karet. Kemudian bersihkan sarung tersebut menggunakan air deterjen.
  • Jika ada baju, sarung bantal, sprei, handuk, dan berbagai bahan dari kain yang terkena cairan maka cuci secara terpisah. Lalu cuci dalam waktu yang sangat lama dan keringkan di luar rumah.

Jika Melakukan Hubungan Sex

Jika Anda memang ingin melakukan hubungan suami istri meski pasangan Anda baru dikemoterapi maka bisa saja dilakukan. Namun harus menggunakan kondom supaya tidak terkena cairan yang keluar dari pasangan.

Namun, jika ingin lebih aman maka jangan dulu melakukan hal ini. Tunggu setidaknya sampai ingin lebih aman maka jangan dulu melakukan hal ini. Tunggu setidaknya sampai 7 hari setelah kemoterapi.

Jika Pasien Merasa Mual dan Muntah

  • Anda harus menyiapkan mangkok atau kantong plastik yang selalu tersedia untuk menadah muntahannya. Jika menggunakan mangkok plastik maka meski sudah dicuci jangan gunakan lagi. Oleh karena biasanya kotoran akan sulit dihilangkan dari benda dari plastik.
  • Buang mangkok plastiknya jika tidak dibutuhkan lagi untuk menadah muntahan karena kemoterapinya sudah selesai dilakukan.

Jika Anda ingin membantu menangani obat kemo dari pasien kanker maka harus selalu menggunakan sarung tangan agar tidak terkena cairannya. Kemudian ketika akan melepaskannya jangan langsung menggunakan tangan tanpa pelindung. Jika sarung tangan ini akan dipakai lagi maka simpan dalam kantong plastik dan pisahkan dari benda lainnya.

Selalu cuci tangan dengan sabun jika sudah merawat pasien yang selesai melakukan kemoterapi.

Selain keluarga, orang lain yang bisa terkena efek kemoterapi adalah perawat yang membantu proses kemoterapi. Jika mereka tidak pakai sarung tangan ketika menangani pasien maka 15 sampai 20 tahun kemudian bisa mengalami kanker. Jadi semua orang harus hati-hati!

Demikianlah pembahasan mengenai efek kemoterapi bagi orang lain yang harus diketahui. Jadi tidak hanya pasien yang harus diberikan pengertian ketika akan melakukan kemoterapi, tapi juga keluarga yang akan merawat dan memberi dukungan kepada pasien setelah ada di rumah.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Nasofaring

Biaya Kemoterapi Kanker

Kisaran Biaya Kemoterapi Kanker Sesuai Jenis Kanker dan Rumah Sakit

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang paling sering dilakukan. Proses kemoterapi dilakukan dengan memberikan obat kemoterapi pada bagian yang terkena kanker. Bentuk obatnya bisa berupa cairan, pil, kapsul, atau krim. Kemoterapi dilakukan sampai beberapa kali dan dalam jangka waktu tertentu.

Oleh karena penggunaan obatnya dan banyaknya kemoterapi yang harus dilakukan untuk menyembuhkan sebuah penyakit kanker, biaya kemoterapi kanker lumayan mahal. Ketahui informasi lebih lengkap mengenai kisaran biaya kemoterapi kanker di bawah ini. Mungkin bisa Anda jadikan referensi untuk mempersiapkan keuangan sebelum melakukannya.

Proses Kemoterapi

Kemoterapi sudah ada sejak tahun 1950 dan menjadi salah satu standar untuk mengobati penyakit kanker. Saat ini proses kemoterapi dianggap sebagai cara mengobati kanker paling efektif. Sampai saat ini ada 50 obat-obatan lebih yang bisa digunakan.

Sebelum melakukannya, biasanya dokter akan memberikan pertimbangan lewat beberapa faktor. Antara lain, stadium kanker, jenis kanker, kesehatan dari organ tubuh, status dari hormon reseptor, dan lain sebagainya.

Dokter akan memilih apakah kemoterapi akan dijadikan terapi utama atau terapi tambahan. Apabila tujuannya untuk membunuh sel kanker maka kemoterapi dilakukan sebagai terapi primer. Sementara terapi tambahan hanya dilakukan supaya pertumbuhan tumor bisa dikendalikan.

Dosis pemberian obat kemoterapi disesuaikan dengan seberapa parah kanker yang diderita. Apabila masih dalam tahap awal biasanya hanya diberikan dosis kecil dan hanya dilakukan pada organ yang terkena kanker. Jika sudah parah maka obat dosis besarnya diberikan supaya menyebar ke seluruh tubuh.

Setiap satu sesi kemoterapi, waktu yang dibutuhkan bisa selama dua atau tiga jam. Namun ada juga yang lebih lama.

Meski dianggap paling ampuh untuk mengobati kanker tapi terkadang kemoterapi bisa menimbulkan efek samping. Contoh paling sering adalah kerontokan rambut. Hal ini terjadi karena obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh penderita tidak bisa membedakan sel normal dan yang sudah terjangkit sel-sel kanker.

Jika efek samping terjadi biasanya dokter akan memberikan obat tambahan penghilangnya. Jika demikian maka biaya kemoterapi kanker bisa saja lebih mahal.

Namun jangan khawatir karena selama menjalani kemoterapi dokter akan memberikan anjuran kepada pasiennya supaya melakukan beberapa hal yang berguna untuk mengurangi risiko terjadinya efek samping.

Mahalkah Biaya Kemoterapi?

Biaya kemoterapi untuk mengobati kanker berbeda-beda untuk setiap orangnya. Oleh karena tergantung dengan jenis kanker, jenis obat, dan yang melayani kesehatannya. Semua ini akan dibicarakan oleh dokter kepada pasiennya ketika berkonsultasi. Atau Anda bisa menanyakannya lebih dulu.

Biaya dalam sekali sesi kemoterapi biasanya dimulai dari tiga juta sampai dengan puluhan juta rupiah. Semakin besar rumah sakitnya pastinya lebih banyak biaya lain yang harus dibayarkan, misalkan biaya untuk fasilitasnya dan tenaga medis berpengalamannya.

Biaya kemoterapi juga bisa sampai 100 juta rupiah per bulannya. Menurut Wakil Sekretaris Umum dari Yayasan Kanker Indonesia, Dr Ulfana Said Umar, rata-rata biaya per bulannya adalah 102 sampai 106 juta rupiah.

Banyaknya jumlah biaya tersebut karena terbagi menjadi beberapa hal. Seperti, diagnosis awal kanker biasanya biayanya saja sudah sampai ke angka 10 juta rupiah. Jika harus dioperasi maka bisa 25 sampai 29 juta rupiah untuk biaya minimalnya. Meski sudah dioperasi juga ada yang perlu dilakukan kemoterapi atau radiasi sekitar 2 sampai 6 juta rupiah per terapi.

Biasanya kemoterapi harus dilakukan sampai dengan 6 kali sehingga biaya untuk kemoterapi keseluruhan saja harus mengeluarkan uang sekitar 12 juta sampai 36 juta rupiah.

Jika ingin menggunakan BPJS bisa saja tapi tidak semuanya bisa mendapatkan santunan. Seperti contoh data dari YKI yang mengatakan bahwa dari 1.200 pasien kanker darah atau leukimia, yang bisa disantuni lewat BPJS atau Askes hanya 20 persen, disantuni yayasan hanya 10 sampai 15 persen, sementara sampai 75 persennya harus bayar sendiri.

Dengan mahalnya biaya ini banyak pasien yang justru beralih ke pengobatan menggunakan bahan herbal. Memang ada yang berhasil tapi waktunya lebih lama. Ada beberapa jenis buah-buahan yang bisa digunakan untuk menghilangkan sel kanker. Buah-buahan tersebut biasanya dicampurkan dengan bahan herbal lain dan sudah ada dalam bentuk obat seperti kapsul, cair, dan lain sebagainya.

Meski demikian, tapi banyak juga bahan herbal lainnya yang diklaim bisa menyembuhkan kanker. Padahal khasiatnya belum benar-benar terbukti. Biasanya mereka yang mengambil jalan ini adalah orang-orang tidak mampu.

Perkiraan Biaya Kemoterapi di Rumah Sakit Indonesia

Contoh biaya lain untuk kemoterapi adalah biaya kemoterapi kanker rahim. Diperkirakan biaya untuk menyembuhkannya tanpa operasi kanker rahim adalah 94 juta rupiah dengan rincian sebagai berikut.

  • Biaya dengan non taxan sekitar 16,7 juta rupiah.
  • Biaya dengan taxan sekitar 8,7 juta rupiah.
  • Biaya terapi saja sekitar 26,8 juta rupiah.
  • Biaya kombinasi sekitar 41,2 juta rupiah.

Kemudian untuk biaya di beberapa rumah sakit yang ada di Indonesia, di bawah ini ada sedikit informasinya.

  • Kisaran biaya kemoterapi di rumah sakit besar yang ada di Surabaya RSUD Dr. Soetomo adalah sekitar 21,5 juta rupiah untuk tiga kali kemoterapi. Sementara untuk empat kali pengobatan menjadi sekitar 28,1 juta rupiah. Harga ini khusus untuk kanker paru yang melakukan kemoterapi gemcitabine kombinasi cisplatin.
  • Sedangkan untuk biaya medik dengan jenis operasi yang sama di rumah sakit ini adalah sekitar 44,9 juta rupiah. Harga untuk khusus untuk perawatan pasien di kelas I.
  • Contoh lainnya adalah biaya di MRCCC Siloam Hospitals Semangi dan Siloam Hospitals Lippo Village Jakarta yang biaya kemoterapinya dimulai dari 2 juta rupiah.

Jika Anda ingin menggunakan BPJS maka bisa datang ke rumah sakit kanker rujukan pemerintah. Yaitu di Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Bukan hanya yang tinggal di Jakarta, dari seluruh Indonesia juga bisa karena sifatnya nasional.

Namun besarnya biaya yang bisa ditanggung ada batasnya, biayanya juga sesuai jenis kanker yang akan disembuhkan. Biaya kemoterapi yang bisa ditanggung BPJS paling murah adalah sekitar 734 ribuan untuk menyembuhkan kanker darah (leukimia) akut. Sementara itu, biaya yang paling tinggi adalah sekitar 5,5 juta rupiah untuk mengobati kanker kulit.

Untungnya, BPJS menglaim bahwa biaya yang bisa ditanggung adalah 100 persen. Jika biayanya keseluruhan kemoterapinya sekitar 4 sampai 15 juta rupiah. Jadi tidak ada tambahan lainnya, kecuali transportasi dari kota asal, makanan selama ada di Jakarta, dan biaya tidak terduga lainnya yang tidak bisa ditanggung BPJS. Tanggungan ini berlaku untuk semua kelas BPJS.

Perkiraan Biaya Kemoterapi di Rumah Sakit Singapura

Jika ada pasien kanker yang ingin berobat ke luar negeri, Singapura sering menjadi pilihan utama. Oleh karena dekat dengan Indonesia dan memiliki kualitas internasional terbaik. Contoh rumah sakit kanker terbaik di Singapura adalah Mount Elizabeth.

Perkiraan biaya ini semuanya termasuk jika Anda melakukan perawatan bedah rawat jalan dan rawat inap, berbagai tes seperti histologi, radiologi, laboratorium sampai biaya prosesur ahli anestesi.

  • Untuk biaya rumah sakit dan dokter masing-masing memiliki harga yang sama. Untuk harga rendah sekitar S$2.500, harga SEDANG S$4.000, harga tinggi S$5.000. Jadi total biaya semuanya untuk harga rendah adalah S$5.000, harga sedang S$8.000, dan harga tinggi S$10.000.
  • Untuk harga rendah maka 1 dari 4 pasien bisa membayar biaya yang kurang dari kisaran tersebut. Sementara untuk harga sedang maka sebanyak 50 persen pasien bisa membayar lebih dan 50 persen lagi bisa membayar kurang. Sedangkan untuk harga tinggi 1 dari 4 pasien bisa saja harus membayar biaya yang lebih dari kisaran tersebut.

Demikianlah informasi mengenai perkiraan biaya kemoterapi kanker yang bisa diberikan. Dengan mengetahuinya maka Anda bisa lebih mempersiapkan semuanya.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Nasofaring

Olahraga Pasca Kemoterapi

Olahraga Pasca Kemoterapi Untuk Meredakan Efek Samping

Kanker bisa dibilang penyakit yang paling mematikan.  Jumlah penderitanya bisa dibilang cukup tinggi di Indonesia. Misal kanker serviks adalah pembunuh nomor satu bagi perempuan.  Sampai saat ini untuk pengobatan kanker, yaitu kemoterapi atau pengobatan alternatif seperti obat-obatan herbal.

Sampai sekarang kemoterapi adalah pengobatan kanker yang hampir dijalani oleh semua penderita kanker. Ada pengobatan lain dengan efek samping minimal, tentu saja membutuhkan biaya mahal dan biasanya dilakukan di luar negeri. Lain halnya dengan kemoterapi, kendati mahal, tetapi masih terjangkau dan bisa dilakukan di dalam negeri.

Pengobatan kemoterapi bukan berarti tanpa efek samping. Ada akibat yang dirasakan oleh tubuh penderita pasca menjalani kemoterapi.  Misal badan terasa lemas, mual dan muntah, sakit pada persendian, rambut rontok, pusing, mulut terasa kering, dan lain-lain.

Dampak tersebut timbul karena sinar kemoterapi bukan hanya mematikan sel kanker akan tetapi juga mematikan sel-sel yang masih sehat.  Itu sebabnya daya tahan tubuh seseorang mulai menurun setelah menjalani kemoterapi.

Itu sebabnya penderita kanker yang menjalani kemoterapi harus dalam kondisi tubuh yang fit dan sehat. Untuk mengkondisikan tubuh fit diperlukan pola hidup yang sehat. Misalnya saja menjaga pola makan, asupan makanan dan gizi, serta olahraga teratur. Paduan ketiga hal ini akan meminimalisir efek samping dari kemoterapi.

Pola Hidup Sehat Untuk Pasien Kanker

Sel kanker tubuh subur pada kondisi tubuh yang kurang oksigen.  Demikian juga pada tubuh yang tidak memiliki asupan gizi yang cukup. Itu sebabnya pasien kanker disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat. Apalagi jika kanker yang diderita masih pada stadium awal. Belum terlambat untuk menerapkan pola hidup sehat agar sel-sel kanker di dalam tubuh melemah dan pada akhirnya mati.

Paling utama adalah menjaga tubuh agar tetap fit melalui asupan makanan memperbanyak buah dan sayur yang mengandung asam folat serta memperbanyak konsumsi air putih agar kecukupan cairan dalam tubuh tetap terjaga.  Pasien kanker sebaiknya juga menghindari makanan berpengawet, makanan berlemak, dan makanan instan. Pasalnya makanan tersebut ibarat ‘gizi’ bagi sel kanker untuk tumbuh bebas dalam tubuh.

Tubuh pasien yang kaya oksgen akan mampu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Kecukupan oksigen tersebut bisa diperoleh dari asupan makanan bergizi, pola istirahatcukup, dan olahraga untuk mengimbangi semuanya.

Tidak perlu olahraga berat, cukup melakukan olahraga ringan, namun rutin bisa membantu tubuh menjadi lebih sehat dan kuat. Misal dengan berjalan kaki setiap pagi, atau menggerak-gerakkan badan sebentar.  Namun perlu diingat aktivitas fisik berlebih juga tidak disarankan untuk pasien kanker.

Jenis Olahraga Untuk Penderita Kanker

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang paling banyak digunakan oleh pasien. Kendati demikian, kemoterapi memiliki efek samping pada tubuh. Misalnya nafsu makan menurun, bibir atau mulut terasa kering, badan terasa nyeri, pembengkakan di beberapa bagian, mual dan muntah, dn lain-lain.

Efek samping ini bukan berarti tidak dapat ditanggulangi. Bisa saja dicegah atau diminimalisir dengan cara menjaga tubuh tetap fit dengan asupan gizi yang cukup dan pola hidup yang seimbang. Salah satunya adalah olahraga yang disinyalir mampu cukup efektif untuk meredakan efek samping dari kemoterapi.

Jenis olahraga ringan yang cocok diterapkan untuk penderita kanker  yang sedang menjalani kemoterapi antara lain:

1. Joging

 Berjalan kaki atau joging rutin. Tidak perlu lama cukup 45 menit  tiga kali seminggu atau 30 menit setiap hari. Olahraga ringan tersebut mampu meredakan efek samping dari kemoterapi. Olahraga rutin berjalan kaki ini termasuk jenis olahraga yang melatih kardio. Efeknya kalori banyak terbakar dan timbunan lemak jahat yang menjadi lahan subur tempat tumbuhnya sel kanker luruh.

Selain itu latihan kardio rutin juga mampu mencegah kanker muncul kembali. Efek lainnya adalah membuat fisik semakin kuat dan sehat setelah menjalani kemoterapi.

2. Yoga

Pasca menjalani kemoterapi seringkali pasien merasakan nyeri dan sakit di sekujur tubuh atau di bagian tubuh tertentu. Untuk mengatasi hal tersebut, pasien bisa berlatih yoga secara rutin. Banyak klub yoga di buka atau jika tidak bisa mengikuti tutorial di Youtube atau dengan CD khusus Yoga. Latihan Yoga diyakini mampu mengembalikan kelenturan tubuh saat usai menjalani kemoterapi atau operasi.

Selain itu Yoga juga bisa melatih pernapasan dan mencukupi kadar oksigen dalam tubuh. Sebagaimana diketahui, tubuh dengan kecukupan oksigen akan melumpuhkan sel-sel kanker. Selain itu juga menjaga agar sel-sel yang sehat tidak ikut terbasmi ketika menjalani kemoterapi.

3. Latihan Beban

Salah satu efek samping dari kemoterapi adalah persendian yang sakit dan tulang yang terasa linu. Untuk mengatasi hal tersebut, pasien bisa rutin berlatih beban. Tak perlu terlalu berat, cukup 15 -30 menit sehari bisa mampu meredakan rasa sakit yang diderita pasca kemoterapi. Rasa sakit pasca kemoterapi tidak bisa hanya didiamkan begitu saja. Sakit tersebut harus dilawan, agar tidak menjalar ke bagian tubuh lain.

4. Senam

Olahraga ringan lain yang bisa meringankan rasa sakit pasca kemoterapi adalah senam. Senam ringan selama 60 menit mampu meredakan rasa sakit pasca menjalani kemoterapi. Itu sebabnya pasien kanker juga  diasarankan mengikuti senam ringan agar otot-otot tubuh tidak kaku dan menglami sakit pasca menjalani kemoterapi.

Mengapa Olahraga Baik Untuk Pasien Kanker?

Olahraga ringan seperti di atas mampu meningkatkan massa otot serta melatih keseimbangan. Berjalan kaki atau lari-lari kecil juga dapat menguatkan otot kaki dan membantu mengurangi toksisitas akibat dari kemoterapi.

Pasien yang mengalami efek samping dari kemoterapi sering kali merasa tidak kuat bahkan tidak melanjutkan pengobatan tersebut. Bahkan dokter harus mengurangi dosis obat kemoterapi yang diberikan.  Olahraga mampu mengatasi berbagai keluhan tersebut dan pasien tetap mampu menjalani kemoterapi dengan efek samping yang sedikit atau tidak merasakanefek samping sama sekali.

Olahraga juga mampu memperlancar aliran darah sehingga obat kanker dapat menyebar dan bekerja efektif. Olahraga juga memberikan pasoka oksigen yang menjadi musuh utama sel kanker. Tubuh yang cukup pasokan oksigen akan membuat sel kanker tidak dapat tubuh.

Apalagi ketika menjalani kemoterapi seringkali sel sehat juga ikut terbunuh. Jika dengan olahraga, maka kecukupan oksigen terpenuhi sehingga pengobatan bisa lebih efektif. Namun demikian pasien juga harus menjaga diri sendiri dengan tidak berolahraga berat seperti badminton, bola basket atau lari jarak jauh.  Pasien juga bisa berkonsultasi dengan dokter tentang olahraga yang sesuai dengan mereka.

Tentu saja olahraga ini juga diimbangi dengan pola hidup sehat lainnya seperti pola makan dan istirahat yang cukup. Olahraga rutin juga mampu mengurangi rasa sakit pasien ketika menjalani kemoterapii.Kuncinya selama menjalani kemoterapi pasien kanker harus konsisten menjalankan pola hidup sehat termasuk berolahraga ringan secara rutin.

Baca artikel lain mengenai Pemeriksaan PET Scan