Category Archives: Kemoterapi

Berapa Lama Proses Kemoterapi

Mengetahui Lebih Dalam Berapa Lama Proses Kemoterapi

Mengenal Prosedur Kemoterapi dan Jenis Pemberian Obat

Pada saat melakukan kemoterapi tertentu ada prosedur yang harus di patuhi agar kemoterapi dapat berjalan dengan lancar. Prosedur pemberian obat tidak kalah penting dalam prosedur kemoterapi. Obat kemo inilah yang akan bekerja menghancurkan sel – sel kanker dalam tubuh. Tentunya jenis obat dan jenis pemberiannya sangat beragam, menyesuaikan kondisi pasien dan jenis kanker yang diderita. Berikut ini beberapa cara pemberian obat kemoterapi pada pasien.

  1. Secara oral (dari mulut).
  2. Dengan injeksi (suntikan) ke dalam otot (intramuskular) atau vena (intravena).
  3. Dengan tabung kateter yang menuju ke kandung kemih, perut, rongga dada, otak, sumsum tulang belakang atau hati.
  4. Penerapan/aplikasi langsung di kulit .

Pada saat pasien akan melakukan kemoterapi, biasanya dokter akan menganjurkan pasien untuk minum obat – obatan seperti Steroid, obat alergi, obat anti mual, obat penenang, dan Antibiotik. Tujuanya adalah agar pada saat pasien melakukan kemoterapi kondisi tubuh pasien dalam keadaan stabil, sehingga dapat menerima obat-obatan yang dimasukan kedalam tubuhnya secara baik.

Tahukan Anda Berapa Lama Proses Kemoterapi Berlangsung?

Untuk mecapai hasil yang baik, maka kemoterapi dilakukan sesuai dengan penyakit kanker yang diderita. Berapa lama proses kemoterapi dilakukan biasanya sesuai dengan tingkat keparahan kanker yang diderita pasien, biasanya sebelum kemoterapi dilakukan dokter akan membuat jadwal kemoterapi untuk pasienya.

Kemoterapi bisa saja dilakukan hanya dalam waktu satu hari atau bahkan lebih sesuai stadium kanker yang dialami penderita. Bahkan ada juga yang melakukan kemoterapi disertai obat jalan. Bagi penderita kanker yang sudah stadium lanjut, biasanya melakukan kemoterapi lanjutan atau diberi jeda istirahat untuk memeulihkan kondisi tubuhnya sebelum dia akan melakukan kemoterapi kembali. Pasien kanker lanjut biasanya akan diberikan obat ekstra, karena untuk menjaga kondisi daya tahan tubuhnya agar tetap stabil.

Apa Saja Efek Samping Kemoterapi Berlangsung?

Meskipun kemoterapi dianggap sebagai pengobatan kanker yang dianggap manjur, tapi tetap saja kemoterapi memiliki efek samping. Obat-obatan yang digunakan pada kemoterapi tidak hanya membunuh sel – sel kanker yang sedang berkembang namun juga membunuh sel sel sehat yang sedang berkembang. Selain kita harus tahu berapa lama proses kemoterapi dilakukan, kita juga harus tahu efek samping yang ditimbulkan apabila kita melakukan kemoterapi.

Beberapa sel  yang pertumbuhanya cepat dan diserang oleh obat – obatan kemoterapi seperti sel-sel dari sum – sum tulang belakang yang memproduksi sel – sel darah, dan sel-sel folikel pada  rambut sehingga mengakibatkan pasien kemoterapi biasnaya mengalami kerontokan rambut. Selain itu, biasanya pasien yang melakukan kemoterapi akan mengalami gangguan pada penglihatan dan pendengaranya, bagi pasien yang kekebalan tubuhnya rendah kemungkinan besar tidak dapat melanjutkan kemoterapi.

Berapa Lama Efek Samping Kemoterapi Berlangsung?

Efek samping dari kemoterapi biasanya akan berlangsung selama 2-4 bulan pada masa kemoterapi. Apabila setelah itu pasien sudah mencapai kondisi normal, maka efek samping dari kemoterapi perlahan lahan akan berkurang. Beda halnya dengan pasien kemoterapi yang sudah pada stadium akhir, efek samping yang dialami akan berlangsung lebih lama dan kemungkinan kecil akan mengalami penurunan.

Bagaimana Cara Memperpendek Efek Samping Kemoterapi?

Seorang penderita kanker yang melakukan pengobatan dengan cara kemoterapi biasanya akan mengalami efek samping. Dibawah ini kita kan pelajari beberapa efek samping dari kemoterapi dan cara memperpendek efek samping kemoterapi yang umum dialami pasien kanker yang melakukan kemoterapi, antara lain:

1. Atasi Rambut Rontok Pasca Kemo

Hampir semua penderita kanker yang melakukan pengobatan dengan cara kemoterapi akan mengalami rambut rontok. Penyebab utama rambut rotok karena folikel rambut sangat mudah rusak sehingga membuat pasien kemoterapi akan mudah mengalami kerontokan pada rambutnya.

Untuk mengatasi rambut rontok bisa dengan menggunakan air hangat saat mandi dan menggunakan sampo bayi yang ringan di kulit. Selain itu hindari pula pemakaian minyak  rambut atau krim rambut karena itu akan mempercepat perontokan rambut.

2. Atasi Rasa Mual dan Muntah Pasca Kemo

Efek samping yang kedua dari pengobatan kemoterapi adalah mual dan muntah pada pasien saat melakukan kemoterapi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mual dan muntah, antara lain:

  • Rasa mual biasanya muncul saat perut anda kosong. Jadi makan dengan porsi sedikit, tapi sering bisa jadi salah satu solusinya.
  • Kunyah makanan dengan perlahan saat makan agar dapat diproses dengan merata.
  • Saat anda merasa mual maka makan makanan yang memiliki suhu dingin jangan hangat karena makanan hangat akan lebih cepat membuat anda meras mual dan muntah.
  • Minum 6 – 8 gelas air putih dalam sehari.

3. Tips Ringankan Gejala Anemia dan Kelelahan Pasca Kemo

Efek samping dari kemoterapi juga dapat menyebabkan jumah sel darah merah turun. Sehingga pasien akan mengalami anemia hal ini disebabkan pada saat pasien melakukan kemoterapi, obat obatan yang masuk ke dalam tubuh juga akan menyerang sel darah merah pasien. Apabila kemoterapi dilakukan secara berkelanjutan maka pasien akan mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan gejala anemia adalah:

  • Istirahat yang cukup, rutin tidur siang meski hanya 15 menit saja.
  • Olahraga ringan, olahraga ini bisa dikonsultasikan dengan dokter apakah kondisi badn pasien mampu untuk melakukan olahraga/tidak.
  • Hindari stres berlebih, biasanya dengan melakukan hobbi dan meluangkan waktu untuk hal – hal yang menyenangkan bisa menghilangkan stres.
  • Konsumsi sayuran hijau, seperti bayam yang dapat meningkatkan sel darah merah pada pasien.

4. Atasi Sariawan pada Mulut

Pada saat anda melakukan kemoterapi maka sistem kekebalan tubuh anda akan menurun. Sehingga akan sangat muah terkena virus dan inveksi. Bagi pasien kanker, infeksi yang sering terjadi adalah infeksi mulut dengan ciri – ciri adanya sariawan pada mulut. Luka sariawan biasanya tidak hanya satu, namun ada beberapa luka ini dikarenakan virus pada luka sariawan penderita kanker akan lebih mudah menyebar, ditambah lagi denga kondisi tubuh pasien yang lemah. Itu dapat memicu pertumbuhan virus pada luka pasien.

Untuk itu, perlu kita ketahui beberapa langkah untuk mengurangsi efek samping dari kemoterapi, Di bawah ini kita akan pelajari beberapa langkah untuk mengurangi efek smping sariawan pada pasien kemoterapi, antara lain:

  • Rutin sikat gigi , paling tidak 2 kali dalam sehari.
  • Hindari mengonsumsi alkohol, makanan pedas, serta makanan asam. Oleh karena itu, akan memicu infeksi pada luka.
  • Rutin menggunakan obat kumur untuk menghilangkan bakteri yang masih tertinggal di dalam mulut.

Di atas telah kita bahas mulai dari prosedur kemoterpi, berapa lama proses kemoterapi, bahkan sampai dengan efek samping yang ditimbulkan oleh kemoterapi. Tentunya bagi para penderita kanker lebih baik menggunakan pengobatan yang dirasa lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping.

Salah satu cara agar kita tidak terkena penyakit kanker adalah dengan cara menjaga pola hidup kita, dari menjaga pola makan sampai dengan membiasakan diri olahraga.

Baca artikel lain mengenai Jus Wortel untuk Kanker

Efek Kemoterapi Pertama

Efek Kemoterapi Pertama yang Pasti Dirasakan Pasien

Anda tentu sudah sering mengetahui tentang istilah kemoterapi. Salah satu jenis metode pengobatan kanker yang berfungsi untuk membunuh sel kanker pada tubuh penderita. Namun apakah informasi mengenai kemoterapi hanya sebatas itu? Jawabannya tentu tidak. Sebab kemoterapi memiliki cakupan yang luas, seperti pengertian kemoterapi, efek kemoterapi, dan pembahasan-pembahasan lainnya. Lebih jelasnya, di bawah ini penjelasan mengenai kemoterapi lebih lanjut.

Apa Itu Kemoterapi?

Kemoterapi merupakan salah satu metode pengobatan penyakit kanker dengan menggunakan obat-obatan khusus yang bertujuan untuk membunuh sel kanker di dalam tubuh penderita. Umumnya kemoterapi atau yang bisa juga disebut sebagai kemo ini bisa dilakukan di rumah sakit atau pusat perawatan paliatif. Biasanya kemoterapi akan diberikan kepada pasien dengan cara menyuntikkan obat kemoterapi pada infus pasien.

Teknis Pemberian Obat Kemo

Para ahli sendiri terus berusaha mengembangkan obat-obatan kemoterapi. Sehingga kini obat kemoterapi tersebut telah tersedia dalam bentuk minum, dan tidak perlu dimasukkan dengan cara suntikan. Umumnya, pengobatan kemoterapi akan disesuaikan dengan jenis, lokasi, serta penyebaran kanker itu sendiri. Tidak hanya itu, pengobatan kanker biasanya juga tergantung pada faktor kesehatan pasien. Meskipun memiliki efek samping yang cukup banyak. Namun sampai saat ini metode pengobatan dengan cara kemoterapi ini masih memiliki peran penting dalam melawan sel kanker dalam tubuh pasien.

Efek Kemoterapi Pertama yang Dirasakan Pasien

Biasanya kemoterapi akan memunculkan efek yang berbeda-beda disetiap penderita. Secara umum, berat ringannya  efek kemoterapi akan dipengaruhi dari jenis, faktor individual pasien dan juga tingkat perawatan itu sendiri. Adapun efek kemoterapi tersebut, yaitu:

  1. Mual dan muntah
  2. Rontoknya rambut pasien atau alopecia
  3. Mengalami masalah pendengaran
  4. Badan terasa lelah dan lemas parah
  5. Risiko terkena infeksi semakin tinggi karena jumlah sel darah putih yang rendah
  6. Terjadi pendarahan karena jumlah trombosit rendah
  7. Anemia
  8. Mucositis
  9. Pasien akan kehilangan nafsu makan
  10. Mengalami masalah kehamilan dan kesuburan
  11. Mengalami masalah usus
  12. Mengalami masalah kognitif dan kesehatan mental

Efek Positif Kemoterapi Untuk Pasien

Meskipun kemoterapi memiliki efek yang sangat banyak. Namun efek tersebut cenderung seimbang dengan hasil yang akan didapatkan pasien. Adapun beberapa efek positif kemoterapi adalah sebagai berikut.

1. Akan Meringankan Gejala

Umunya, kemoterapi akan membuat tumor yang biasanya menimbulkan rasa sakit di dalam tubuh pasien mengecil.

2. Kemoterapi akan Mengendalikan

Selain akan membuat tumor mengecil. Salah satu efek positif kemoterapi yaitu kemo dapat mencegah penyebaran sel kanker, memperlambat perkembangannya, sekaligus membunuh dan menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh penderita.

3. Kemoterapi akan Menyembuhkan

Efek positif utama yang membuat metode kemo sampai saat ini masih unggul ialah efeknya yang bisa menghancurkan sel kanker secara keseluruhan. Kemoterapi cenderung bisa lebih mencegah sel kanker kambuh dan berkembang kembali di dalam tubuh penderita.

Efek Negatif Kemoterapi Dan Cara Mengatasinya

Meskipun memiliki efek positif namun kemoterapi juga memiliki efek negatif yang sangat banyak bagi tubuh pasien. Hal itulah yang terkadang menjadi pertimbangan pengidam kanker ketika akan melakukan kemo. Untuk mempersiapkan diri, anda tentu harus mengetahi cara menghadapi efek dan cara menangani efek negatif kemoterapi itu sendiri. Dan berikut efek negatif kemoterapi dan cara mengatasinya.

Hilangnya Nafsu Makan atau Anoreksia

  • Makan 6 makanan kecil dan reguler sepanjang hari.
  • Usahakan untuk membuat rencana menu sehari-hari.
  • Dapatkan bantuan dalam hal penyiapan makanan.
  • Pilihlah makanan yang memiliki kandungan protein dan energi tinggi.
  • Usahakan untuk melakukan sarapan yang setidaknya memiliki kandungan 1/3 dari kebutuhan kalori tubuh.
  • Makanlah makanan dengan rasa dan aroma yang bisa menarik nafsu makan anda.

Mual dan Muntah

  • Cobalah untuk makan sebelum melakukan kemoterapi dilakukan.
  • Makanlah makanan yang mudah dicerna.
  • Sesaplah minuman dengan cara perlahan.
  • Setelah makan duduk dengan tegak atau berbaring dengan tubuh bagian atas dinaikkan selama satu jam.
  • Untuk menjaga kesegaran mulut, anda bisa mengisap es batu, atau permen.

Diare

  • Usahakan untuk menghindari sayuran krusifera seperti kubis, kembang kol, dan brokoli.
  • Perbanyaklah minum sepanjang hari.
  • Batasi mengkonsumsi produk susu.
  • Makanlah makanan seperti sup, pisang, atau minuman elektrolit untuk membantu menggantikan garam dan kalium yang hilang.
  • Minumlah 1 cangkir minuman setelah selesai buang air besar.

Mulut Kering (Xerostomia)

  • Usahakan selalu sediakan air untuk melembabkan mulut.
  • Sebagai perawatan, cobalah larutan pencuci mulut dari campuran ½-1 sendok teh garam dengan segelas air putih.
  • Hindari pencuci mulut yang mengandung alkohol.

Sariawan

  • Hindari makanan pedas, asam, atau asin untuk dikonsumsi
  • Usahakan untuk memaksimalkan makanan dengan kandungan kalori dan protein dengan memperbanyak suplemen nutrisi
  • Usahakan untuk mengkonsumsi makanan lunak seperti bubuk atau makanan cair yang bisa mengurangi proses terlalu mengunyah

Perubahan Rasa

  • Sebelum makan usahakan untuk berkumur dengan air.
  • Konsumsi buah-buahan sitrus seperti jeruk.
  • Anda bisa mengganti alat makan menjadi berbahan plastik saat merasakan makanan anda seperti logam.
  • Anda bisa segera makan saat merasa lapar dan tak perlu menunggu jam makan.

Makanan Pembantu Untuk Mengatasi Efek Samping Kemoterapi

Bisa dibilang, kemoterapi merupakan sesi melelahkan bagi pasien kanker. Betapa tidak, difase inilah tubuh akan mengalami efekseperti mual dan mudah lelah. Oleh karena itulah, anda bisa menyediakan makanan pembantu untuk membuat pasien tetap kuat dan sehat. Makanan pembantu untuk mengatasi efek samping kemoterapi untuk penderita kanker antara lain sebagai berikut.

1. Telur

Telur merupakan salah satu makanan pembantu yang wajib ada pada masa kemo. Kandungan telur yang kaya dengan vitamin B, protein, dan selenium dapat membantu pasien mengurangi efek samping setelah menjalani kemoterapi. Tidak hanya itu, kandungan vitamin D dan E yang terdapat di dalam telur juga dapat membantu melindungi tubuh dari efek obat keras kanker.

2. Sayuran

Sayuran memang merupakan sesuatu yang sangat penting bagi tubuh. Tidak hanya bisa membuat tubuh menjadi sehat, ternyata sayuran juga sangat cocok menjadi makanan pembantu yang harus tersedia setelah proses kemoterapi. Hal tersebut disebabkan sayuran hijau seperti bayam, selada, dan sayuran hijau lainnya merupakan sumber zat besi dan sumber vitamin A, E, serta vitamin K yang bisa membantu melancarkan peredaran sel darah merad dan oksigen ke seluruh tubuh. Hal ini akan membuat kesehatan pasien kanker meningkat karena sirkulasi darah dan oksigen berjalan lancar.

3. Jahe

Kandungan jahe yang memiliki sifat anti-inflamasi dapat membantu mengatasi rasa mual dan muntah karena efek kemoterapi yang pasien jalani. Oleh karenanya, pada masa kemoterapi tidak ada salahnya untuk menyediakan minuman jahe sebagai minuman sehat.

4. Yogurt

Yogurt merupakan salah satu makanan pembantu tepat untuk mengatasi dan mencegah efek kemoterapi seperti diare dan efek penurunan berat badan. Hal tersebut disebabkan karena yogurt mengandung bakteri baik yang sangat bermanfaat sebagai kesehatan usus.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Jahe untuk Kanker

Jus Untuk Pasien Kemoterapi

Jus Untuk Pasien Kemoterapi Yang Bisa Dikonsumsi Tiap Hari

Setelah mengikuti sesi kemoterapi, biasanya kondisi keehatan pasien akan ngedrop sampai titik terendah dan mereka membutuhkan asupan makanan dengan nutrisi yang lebih banyak untuk mengembalikan kondisi tubuh mereka seperti semula. Penting sekali untuk menjaga jenis makanan yang akan disantap setelah kemoterapi bagi para pasien, apalagi jika masih ada sesi kemoterapi ke depannya, maka nutrisi untuk paska kemoterapi  berikutnya juga harus diperhatikan sejak jauh hari. Kita harus menyiapkan daftar menu dengan nutrisi yang sesuai, siapkan varian jus untuk pasien kemoterapi, cemilan yang penuh nutrisi dan berbagai tambahan makanan lain.

Tak hanya harus memperhatikan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi setelah sesi kemoterapi, keluarga dan sahabat juga harus memperhatikan kesehatan mental pasien. Sebab kondisi mental bisa turun ke titik yang terendah dan dukungan serta semangat dari orang terdekat akan menjadi kekuatan tambahan supaya si pasien selalu berpikiran positif dan bisa pulih lebih cepat.

Variasi Jus untuk Pasien Kemoterapi

Selain mengonsumsi makanan-makanan padat nutrisi, meminum jus menjadi cara termudah untuk memasukkan berbagai macam nutrisi ke dalam tubuh. Hanya saja jika membuat jus dengan komposisi itu-itu saja tentu akan bosan, apalagi mengingat selera makan pasien kemoterapi bisa turun drastis, maka perlu menyiapkan berbagai variasi jus untuk dikonsumsi oleh pasien kemoterapi. Berikut adalah beberapa rekomendasi resep jus kemoterapi yang bisa dicoba.

  • Jus Bit

Umbi yang memiliki warna merah keunguan ini menjadi sayuran pertama yang direkomendasikan untuk pasien kemoterapi. Mengingat betakaroten yang ada di dalam bit mampu memperlambat pertumbuhan sel kanker, tentunya akan memberikan manfaat yang sangat besar dalam proses kemoterapi. Cara membuatnya adalah dengan memproses setengah buah bit dengan sebutir tomat merah ukuran besar menggunakan juicer, campur dengan madu dua sendok dan aduk rata lalu segera minum. Setidaknya minum sebanyak dua kali dalam satu hari atau sesuai kebutuhan.

  • Jus Kale

Jus berikutnya yang dianjurkan adalah jus kale, sayuran kaya manfaat ini mengandung serat yang baik untuk pencernaan, vitamin B, K, C, A dan asam folat yang baik untuk otak, juga mengandung zat aktif bernama sulforaphane yang mampu mencegah pertumbuhan pada kanker payudara dan sel kanker lainnya. Sudah tentu mengonsumsi daun sejenis selada ini bisa memberikan manfaat yang baik untuk pasien kemoterapi. Cara untuk mengolahnya adalah dengan menyiapkan 25 gram kale segar, 200 gram nanas manis lalu diblender sampai halus dan langsung dikonsumsi. Bisa diminum dua kali sehari, atau sesuai kebutuhan pasien.

  • Jus Jeruk

Siapapun tahu jika jeruk memiliki kandungan vitamin C yang melimpah dan dianjurkan untuk dikonsumsi setiap hari. Jeruk juga bisa menjadi jus untuk pasien kemoterapi untuk meningkatkan daya tahan tubuh mereka dan menyegarkan tubuh. Cara membuatnya juga sangat mudah, bahkan bisa dibilang paling simpel jika dibandingkan dengan yang lainnya. Cara membuatnya cukup dengan memeras dua butir jeruk manis, campurkan dengan air dingin segelas dan minum sampai habis. Boleh ditambah madu jika dirasa kurang manis.

  • Jus Lemon

Kulit lemon memiliki kandungan kalsium, asam sitrat, vitamin C, magnesium, pektin, bioflavonoid, serta limonene yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh juga mampu mencegah terjadinya infeksi. Mengonsumsi air lemon tentu saja mampu memberikan manfaat yang luar biasa untuk pasien kemoterapi. Untuk mendapatkan manfaat air lemon, dibutuhkan cara yang tepat untuk membuat rendamannya. Lemon digosok menggunakan garam, bilas pakai air keran lalu diiris-iris dan dalam satu butir lemon usahakan menjadi 15 irisan. Setiap iris lemon diolesi madu murni dan masukkan ke dalam toples dengan tutup yang rapat, masukkan kulkas selama seminggu penuh. Setelah itu ambillah dua iris lemon dan rendam gunakan air suhu ruang, lalu minum. Ulangi sampai stok habis.

  • Jus Wortel

Jus untuk pasien kemoterapi lainnya adalah wortel, mengandung betakaroten yang mampu mencegah pertumbuhan kanker, serta vitamin A yang bisa memperbaiki sel tubuh yang rusak, sangat tepat untuk memperbaiki sel tubuh pasien kemo yang rusak karena proses kemoterapi. Cara membuat jusnya juga tidak sulit, cukup menggunakan juicer saja. Siapkan tiga batang wortel ukuran sedang, sebutir tomat dan 6 butir stroberi, proses gunakan juicer dan boleh dicampur madu. Minum sampai habis, rasanya segar, manis, serta memiliki manfaat yang luar biasa.

Variasi Menu Pelengkap Jus untuk Pasien Kemoterapi

Selain mengonsumsi berbagai jenis jus untuk pasien kemoterapi, disarankan untuk membuat menu makanan khusus yang disediakan untuk pasien kemo. Beberapa variasi menu pelengkapnya adalah sebagai berikut.

  • Salad Sayuran dengan Zaitun. Salad sayuran menjadi pilihan menu untuk pasien kemoterapi, dan jenis sayuran yang digunakan adalah sayuran yang memiliki warna-warna cerah seperti wortel, tomat, bit, paprika dan aneka sayuran lainnya. Jangan konsumsi jenis sayur yang sama di setiap hari, apalagi dalam waktu yang lama karena bisa menimbulkan rasa bosan. Selalu kombinasikan sayuran supaya menambah citarasa dan meningkatkan semangat untuk makan. Gunakan dressing minyak zaitun untuk menghindari kandungan lemak tinggi dari dresing lainnya.
  • Telur Rebus. Telur dianjurkan untuk dikonsumsi oleh pasien kemoterapi, karena bisa meningkatkan stamina dan mengembalikan tenaga. Jangan digoreng untuk menghindari lemak jahat dari minyak, lebih baik direbus dan dikonsumsi begitu saja untuk dijadikan cemilan. Telur adalah makanan yang sangat kaya akan protein sehat, ada juga Vitamin B, Vitamin E, Vitamin D, serta kandungan selenium. Kandungan yang telah disebutkan itu memiliki begitu banyak manfaat yang akan membantu kita untuk menjaga tubuh bertahan dari kerasnya efek samping obat kemoterapi yang keras, serta mampu mengurangi efek yang menyakitkan setelah kemo. Telur untuk dijadikan menu makanan per hari juga boleh, diolah dengan bumbu supaya makin lezat pun tak apa, asal jangan digoreng. Kalaupun ingin menumis, lebih baik gunakan minyak zaitun.
  • Cemilan Super Sehat. Tak hanya mengonsumsi jus untuk pasien kemoterapi, namun juga mengonsumsi makanan lain seperti cemilan sehat. Memang tak bisa sembarangan cemilan yang boleh disantap oleh pasien kemoterapi, sebab ada beberapa makanan pantangan seperti makanan dan minuman berpengawet atau pemanis buatan. Lebih baik mengonsumsi sayuran rebus seperti kacang rebus, edamame rebus, buncis rebus, wortel rebus dan jagung rebus.

Demikian adalah variasi jus untuk pasien kemoterapi dan variasi menu makanan untuk pendamping makan harian. Jangan lupa untuk diusahakan selalu berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk dapatkan manfaatnya dan selalu bergerak walau hanya berjalan-jalan di depan rumah. Selalu berpikiran positif dan mengobrol dengan orang terdekat untuk menambah semangat. Jangan sendirian karena sendirian hanya akan membunuh semangat dari dalam sedikit demi sedikit, padahal semangat adalah modal yang paling penting bagi kesembuhan pasien kemoterapi.

Baca artikel lain mengenai Kanker Sarkoma