Category Archives: Kemoterapi

Cara Menaikan Berat Badan

Cara Menaikan Berat Badan Setelah Kemoterapi dengan Tepat dan Mudah

Penyakit kanker sangat kuat dan sel-selnya mudah sekali menyebar ke seluruh tubuh. Jika tidak dideteksi sejak awal maka bisa membuat lebih banyak dampak negatif bagi tubuh penderita. Jika sudah demikian maka harus dilakukan kemoterapi untuk membantu mengobati.

Meski kemoterapi merupakan pengobatan paling ampuh untuk penyakit kanker tapi bisa membuat kondisi tubuh penderitanya menjadi kurang baik. Salah satunya adalah berat badan jadi menurun. Penurunan berat badan ini harus ditangani dengan baik agar pasien bisa merasa lebih sehat.

Ketahui informasi mengenai cara menaikan berat badan setelah kemoterapi pada artikel ini. Langsung saja lihat pembahasannya sebagai berikut.

Cara Kerja Kemoterapi

Sebelum sampai ke pembahasan cara untuk menaikan berat badan penderita kanker sesudah kemoterapi, ketahui dulu bagaimana cara kerja kemoterapi. Jadi Anda bisa mendapatkan gambaran kenapa berat badan pasien bisa turun drastis.

Pada umumnya, kemoterapi memiliki tujuan untuk menyembuhkan kanker, mengendalikan penyebaran kanker, mencegah penyebaran kanker, dan meringankan gejala dari kanker.

Dalam proses kemoterapi, dokter akan memberikan zat kimia ke dalam tubuh pasien. Zat kimia tersebut bisa masuk ke aliran darah kemudian menghancurkan sel-sel kanker yang ada. Zat ini akan menyerang semua sel kanker yang berkembang cepat.

Selain itu, bisa berdampak kepada sel yang sehat juga karena namanya juga cairan, pastinya akan mengalir ke seluruh tubuh. Inilah yang menyebabkan adanya efek samping pada pasien yang sudah kemoterapi, salah satunya berat badan yang turun.

Zat kimia dengan bentuk cairan ini akan disuntikkan ke tubuh pasien. Jika sudah terlalu parah penyakit kankernya maka dosis yang diberikan bisa sangat tinggi. Kemoterapi akan dilakukan beberapa kali sampai sel kanker benar-benar hilang. Biasanya sampai 6 kali, sejak kemoterapi pertama jarak ke kemoterapi selanjutnya adalah tiga minggu. Begitu juga seterusnya.

Jika daya tahan tubuh penderita tidak kuat maka bisa terjadi beberapa efek samping, antara lain:

  • Rambut rontok.
  • Mual dan muntah.
  • Sel darah putih jumlahnya sedikit jadi bisa infeksi.
  • Masalah pendengaran.
  • Badan lemas karena kelelahan.
  • Terjadinya pendarahan dan trombosit jumlahnya rendah.
  • Sel darah merah kurang.
  • Masalah usus.
  • Masalah kesuburan dan kehamilan.
  • Kesehatan mental.

Penyebab Berat Badan Turun Selama dan Setelah Kemoterapi

Setelah mendapatkan obat kemo, penderita akan mengalami perubahaan keadaan tubuh. Ada yang mengalami kenaikan berat badan, ada juga yang justru mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Beberapa alasan adanya pertambahan berat badan, antara lain:

  • Jumlah makanan atau porsi makan menjadi lebih banyak karena ada juga obat kemo yang membuat pasien punya nafsu makan lebih besar.
  • Kurang melakukan aktifitas fisik terutama setelah kemoterapi.
  • Jaringan lemak meningkat.
  • Terjadi pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan.

Sementara itu, penurunan berat badan biasanya penyebabnya, antara lain:

  • Makan jadi lebih sedikit karena nafsu makan buruk atau menurun
  • Muntah
  • Diare
  • Dehidrasi
  • Mual
  • Kelelahan

Apabila Anda mengukur berat badan dan ternyata ada penurunan 2 kg dalam seminggu maka segera beritahu dokter. Jadi dokter bisa membantu Anda untuk mencarikan solusinya. Apalagi jika disertai dengan gejala-gejala seperti linglung, detak jantung tidak teratur atau cepat sekali, bibir jadi warna biru, sering mengantuk bahkan sulit bangun, pusing, mengalami tanda-tanda dehidrasi, kulit dan mulut kering, urin jadi memiliki warna gelap, dan pernapasan lebih cepat.

Berat badan pada pasien kanker akan tergantung sekali dengan kebiasaan yang dilakukan dan seberapa besar upaya mereka untuk tetap hidup. Meski terlihat sederhana, tapi penurunan berat badan pasien kanker setelah kemoterapi, sedikitnya 5 persen, bisa mengurangi kemungkinan bertahan hidup si pasien. Bahkan masalah ini dan kekurangan gizi menjadi penyumbang 20 persen angka kematian penderita kanker di seluruh dunia.

Tips Menaikan Berat Badan Ketika Selesai Kemoterapi

Langsung saja lihat bagaimana cara menaikkan berat badan bagi penderita kanker yang telah melakukan kemoterapi.

Memiliki Asupan Nutrisi dan Makanan yang Tepat

Orang yang tidak memiliki penyakit apapun saja bisa turun berat badannya apabila asupan makanan dan nutrisi tidak tepat. Apalagi pada penderita penyakit parah seperti kanker. Makanan yang paling bagus dikonsumsi untuk menaikkan berat badan setelah kemoterapi, antara lain:

  • Kentang yang ditumbuk kemudian dicampur dengan susu atau mentega, lalu dimasak. Kentang tumbuk juga memiliki sifat yang lunak jadi mudah dicerna dan dikunyah. Rasanya akan lembut dan ringan di perut jadi tidak membuat adanya rasa mual.
  • Keju dengan kandungan rendah lemak tapi tinggi protein. Jenis makanan ini bisa membuat proses penyembuhan lebih cepat dan tenaga juga bisa pulih.
  • Telur karena mempunyai kandungan protein yang lumayan tinggi kemudian bisa dikonsumsi dengan cara apapun. Contohnya jika ditambahkan dengan salad bisa membuat asupan kalori menjadi bertambah. Kalori adalah bahan yang paling dibutuhkan penderita sesudah kemoterapi.
  • Kacang-kacangan. Namun jangan dikonsumsi dengan cara ditambahkan rempah-rempah karena bisa membuat perut terganggu.
  • Sup karena memiliki kandungan mineral vitamin dan kalori. Akan lebih baik jika bahannya terbuat dari brokoli.
  • Jahe yang dijadikan minuman.
  • Puding agar bisa membuang rasa lelah dan mual.

Suplemen Tambahan

Dengan mengonsumsi suplemen tambahan maka proses penyembuhan setelah kemoterapi akan lebih cepat. Pilih suplemen yang punya sifat antioksidan. Suplemen yang dikonsumsi setelah kemoterapi bisa membuat dampak positif dari kemoterapi lebih meningkat.

Meski berkhasiat tetapi harus memilih suplemen yang sudah diperbolehkan oleh dokter agar tidak ada masalah kesehatan. Apalagi menyebabkan gangguan proses oksidatif yang terjadi pada DNA seluler. Meskipun suplemen tambahan juga berupa obat herbal tetap harus berdasarkan persetujuan dokter.

Jika kurang nafsu makan dan tidak mau mengkonsumsi suplemen maka harus ada inisiatif untuk mengatasinya, antara lain:

  • Membuat waktu makan jadi lebih menyenangkan, misalnya makan dengan anggota keluarga.
  • Olahraga supaya nafsu makan dapat meningkat.
  • Menjadikan makanan dengan tampilan yang unik dan cantik.
  • Mengkonsumsi makanan dalam porsi yang sedikit tetapi sering.

Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup sangat penting setelah pasien selesai kemoterapi dan dalam masa pemulihan. Kemudian harus istirahat yang cukup supaya tetap kuat dan tidak mudah lelah. Untuk hal ini sepertinya tidak akan sulit karena biasanya memang pasien yang sudah menjalani kemoterapi akan mudah tidur.

Mudahnya pasien tidur setelah kemoterapi adalah dampak dari obat anti nyeri yang selalu diberikan dokter. Di dalam obat ini ada kandungan yang membuat pasien jadi bisa mengantuk lebih mudah. Jika tidak mempan Anda bisa minum 1 gelas susu hangat sebelum istirahat.

Cara lain untuk membuat Anda mudah tidur adalah pikiran harus tenang dan menciptakan suasa nyaman. Perasaan stres dan kekhawatiran akan kanker harus dihilangkan.

Makan dalam Porsi Kecil

Jika Anda masih malas makan harus tetap dipaksakan. Tidak apa-apa jika jumlahnya sedikit-sedikit asal kebutuhan makannya cukup. Jika biasanya harus makan 3 kali sehari dan Anda terlalu malas, bisa makan 6 kali tapi dalam porsi makanan yang kecil.

Dengan cara makan seperti ini juga tetap bisa membuat berat badan naik. Agar semakin baik, konsumsi yoghurt, manisan buah, dan minuman protein bubuk untuk pemenuhan kalori yang penting bagi penderita kanker.

Itulah dia informasi mengenai cara menaikan berat badan untuk pasien yang telah melakukan kemoterapi. Semoga yang disampaikan sini bermanfaat dan membantu anda untuk memiliki berat badan yang ideal kembali.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring

Berapa Lama Efek Kemoterapi

Berapa Lama Efek Kemoterapi Terjadi? Bagaimana Cara Menghilangkannya dengan Cepat?

Pengobatan kanker yang paling ampuh dan sering dilakukan adalah kemoterapi. Oleh karena bisa menyembuhkan kanker sampai ke akar-akarnya. Hal ini terjadi karena obat yang digunakan untuk kemoterapi akan masuk ke dalam tubuh penderita kanker lewat pembuluh darah.

Meski banyak pasien kanker yang menjalani kemoterapi sembuh, tapi jika sudah terlalu parah maka tetap tidak bisa tertolong meski dengan menggunakan dosis obat kemoterapi yang tinggi.

Obat yang digunakan untuk kemoterapi terbuat dari bahan kimia sehingga bisa memberikan efek samping kepada pasien. Efek ini akan berlangsung sebentar jika hanya efek samping ringan sementara jika efek sampingnya tinggi bisa lebih lama untuk hilang.

Ketahui informasi mengenai berapa lama efek kemoterapi dengan pembahasan di bawah ini.

Efek Kemoterapi yang Mungkin Terjadi

Efek paling umum yang terjadi adalah kerontokan rambut, kelelahan, dan mual muntah. Buruknya efek ini tergantung dengan kondisi tubuh pasiennya. Jika dia memiliki ketahanan tubuh yang baik maka dapat menghalau kuatnya efek obat kemoterapi dan hanya mengalami efek samping jangka pendek.

Berbagai efek dari kemoterapi antara lain sebagai berikut.

Efek Bagi Orang Lain

Efek kemoterapi bukan hanya bisa terjadi pada pasien tapi juga orang lain seperti perawatnya atau keluarganya. Oleh karena obat kemoterapi akan berada di tubuh pasiennya dalam waktu 2 hari atau 48 jam.

Jadi berbagai cairan yang keluar dari tubuhnya seperti urine, feses, muntahan, keringat, ludah, sperma, dan lain sebagainya mengandung obat kemoterapi. Orang lain jangan sampai terkena cairan cairan tubuh tersebut walaupun sedikit.

Oleh karena mereka juga bisa ikut-ikutan terkena kanker. Jika akan merawat dan menemani pasien maka harus menggunakan benda-benda yang membuat steril seperti sarung tangan karet. Kemudian menyiapkan lap yang sekali pakai dan langsung dibuang supaya risiko terkena cairan yang masih mengandung obat kemoterapi itu tidak ada.

Anemia

Anemia bisa terjadi akibat jumlah sel darah merah berkurang, begitu juga dengan sel darah putihnya. Padahal sel darah merah tersebut memiliki tugas untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Dengan kehilangan sel darah merah maka jumlah oksigen yang didapatkan berkurang. Gejala-gejala yang menunjukkan seseorang mengalami anemia setelah kemoterapi antara lain:

  • Napas pendek.
  • Kehilangan energi.
  • Kelelahan.
  • Detak jantung menjadi tidak beraturan.

Jika sudah seperti ini maka Anda butuh mendapatkan transfusi darah supaya jumlahnya menjadi normal.

Rambut Rontok

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, rambut rontok termasuk efek yang paling sering terjadi setelah kemoterapi. Jika bertanya mengenai berapa lama efek kemoterapi ini maka jawabannya adalah selama pasien kanker masih melakukan kemoterapi maka rambut rontok akan selalu terjadi.

Kerontokan rambut ini bukan hanya terjadi pada bagian kepala tapi rambut yang lain juga seperti pada kaki dan tangan.

Biasanya kerontokan rambut akan terjadi pada minggu pertama sampai ketiga sesudah melakukan kemoterapi yang pertama. Pada awalnya kerontokan mungkin akan sedikit dan tidak begitu terlihat tapi setelah minimal 1 bulan, kerontokan tersebut semakin jelas terlihat.

Tidak perlu khawatir jika mengalami hal ini karena apabila kemoterapi telah selesai rambut Anda akan tumbuh kembali. Namun untuk menunggu sampai hal itu tiba lumayan lama juga karena setiap pasien yang melakukan kemoterapi setidaknya akan melakukannya sampai 6 kali. Dari kemoterapi pertama sampai selanjutnya memiliki jangka waktu tertentu, yaitu sekitar beberapa minggu. Begitu juga dari kemoterapi kedua ke kemoterapi ketiga, begitu seterusnya.

Mual dan Muntah

Hal ini wajar terjadi karena obat kemoterapi yang sifatnya terlalu kuat sehingga mendorong keadaan di dalam tubuh menjadi kurang baik. Salah satu cara untuk mengurangi perasaan ini adalah dengan menggunakan pengobatan antiemetik yang dapat berupa.

  • Kapsul yang harus dimasukkan lewat bokong supaya bisa larut. Obat ini disebut dengan supositoria.
  • Obat injeksi.
  • Obat dalam bentuk kapsul dan tablet.

Jika sudah menggunakan obat ini biasanya efek ingin muntah dan mual bisa hilang.

Kelelahan

Hampir semua pasien akan mengalami kelelahan setelah melakukan kemoterapi. Oleh karena tubuh akan berupaya untuk menghalau kuatnya obat kemoterapi. Sel-sel di dalam tubuh dan beberapa organ akan bekerja dengan lebih keras sehingga menimbulkan kelelahan.

Namun efek samping ini bisa dihindari dengan melakukan kegiatan sehari-hari yang normal atau tetap olahraga.  Efek kelelahan ini mungkin juga hanya akan muncul sampai beberapa jam setelah kemoterapi.

Risiko Infeksi Meningkat

Imunitas tubuh dapat berkurang akibat kemoterapi. Hal ini masih berhubungan dengan turunnya jumlah sel darah merah dan sel darah putih. Dengan demikian Anda akan merasa sulit berpikir, kulit menjadi pucat, cepat lelah, merasa melayang, dan merasa kedinginan.

Kesuburan

Kesuburan termasuk efek samping jangka panjang jadi bisa berlangsung dalam waktu yang lama. Akibat kemoterapi, gairah seksual seseorang bisa menurun bahkan hilang.

Jika ditanya mengenai berapa lama efek kemoterapi ini maka jawabannya adalah hanya sampai pengobatan selesai juga.

Itulah dia beberapa efek samping kemoterapi yang mungkin bisa terjadi pada pasien. Berapa lama efek kemoterapi tersebut kebanyakan tergantung dengan berapa lamanya kemoterapi dilakukan.

Meskipun ada yang membutuhkan waktu lumayan lama juga, contohnya sampai bertahun-tahun. Contoh efek yang bisa berlangsung sangat lama, minimal berbulan-bulan adalah apabila obat kemoterapi membuat kesehatan organ reproduksi menurun seperti ginjal, paru-paru, dan jantung.

Efek samping juga bisa tertunda, tidak semuanya langsung terjadi. Contoh efek seperti ini adalah adanya kanker lanjutan. Oleh karena ada kemungkinan sel-sel kanker yang didiagnosa sudah hilang bisa muncul kembali. Contoh alasannya karena gaya hidup mantan penderita kanker kurang baik dan kurang bisa menjaga diri.

Mencegah Efek Samping Kemoterapi

Tentunya efek samping dari kemoterapi bisa dicegah dengan beberapa cara. Seperti pemberian perawatan atau pengobatan pendamping agar rasa sakit karena efek kemoterapi bisa berkurang.

Obat-obatan yang digunakan ini efeknya pada setiap orang bisa saja berbeda. Ada pasien yang meskipun sedang menjalani kemoterapi tetapi tetap bisa melakukan kegiatan normal, ada juga yang justru jadi mengalami keterbatasan aktivitas.

Untuk mengetahui apa yang harus dilakukan maka Anda bisa mengonsultasikannya kepada dokter Anda.

Sementara itu, untuk cara lainnya adalah sebagai berikut.

Mencegah Anemia

Apabila efek yang dirasakan adalah anemia maka cara untuk mencegahnya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi. Contoh makanan tersebut antara lain:

  • Kismis.
  • Aprikot.
  • Daging.
  • Kacang polong.
  • Roti yang kandungan buat besinya banyak.
  • Sayuran yang berwarna hijau gelap.

Mencegah Risiko Infeksi

Cara untuk mencegah terjadinya efek ini antara lain:

  • Kebersihan tubuh harus terjaga dengan baik, seperti mandi setiap hari. Kemudian, benda berupa kain yang sering dipakai seperti sprei, handuk, dan baju harus dicuci bersih dan rutin.
  • Sering membersihkan tangan menggunakan air panas dan sabun. Apalagi sebelum makan dan menyiapkan makanan, dan setelah dari toilet.

Mencegah Mual dan Muntah

Supaya Anda tidak merasa mual dan ingin muntah maka bisa mengonsumsi jahe. Cara untuk mengonsumsinya adalah sebagai berikut.

  • Siapkan 1 sdm jahe yang sudah dipotong lalu masukkan ke dalam air panas. Biarkan dulu 5 sampai 10 menit. Lalu tambahkan dengan perasan lemon dan madu sedikit saja agar rasanya lebih enak.
  • Hindari makanan yang mengandung minyak.

Jika langsung mengonsumsi jahe maka mual muntah bisa segera dihilangkan.

Demikianlah pembahasan mengenai berapa lama efek kemoterapi dan cara untuk menyembuhkannya. Semoga semua pembahasan ini bermanfaat!

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Nasofaring

Makanan Penghilang Mual

Makanan Penghilang Mual Paling Tepat Setelah Kemoterapi

Kemoterapi adalah salah satu cara paling efektif untuk menyembuhkan penyakit kanker. Meski memang tidak semua pasien bisa disembuhkan karena sudah terlalu parahnya kanker yang diderita. Kemoterapi adalah serangkaian terapi dengan memberikan obat anti kanker yang akan bereaksi ke seluruh tubuh.

Oleh karena reaksinya sangat dahsyat, ketika selesai kemoterapi pasien bisa mengalami berbagai efek samping. Contohnya adalah mual, bahkan rasa ini bisa berkelanjutan. Untuk mengatasinya maka pasien harus menyantap makanan penghilang mual.

Ketika mual maka akan ada banyak nutrisi dan air yang terbuang dari tubuh Anda. Jika demikian, kondisi badan akan semakin lemas apalagi setelah melakukan kemoterapi. Tidak ada efek sampingnya saja kemoterapi bisa membuat penderitanya merasa lemas sekali.

Namun, rasa mual sebenarnya bisa diatasi dengan berbagai cara. Jika tetap tidak berhasil maka bisa langsung mengonsumsi makanan penghilang mual. Ingin tahu apa saja yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya? Pembahasan di bawah ini akan menjadi jawabannya.

Mengatasi Rasa Mual Setelah Kemoterapi dengan Makanan

Mual dan muntah setelah kemoterapi termasuk yang paling sering terjadi. Bahkan menurut dokter hal tersebut wajar terjadi. Efek samping ini memang tidak berbahaya, hanya saja membuat ketahanan tubuh pasien menjadi lebih buruk. Dengan hadirnya rasa ini maka pasien juga bisa mengalami penurunan nafsu makan.

Ada beberapa orang yang risiko mengalaminya lebih besar seperti sering melakukan kemoterapi, kemoterapinya dilakukan menggunakan jalur intravena, dosis obatnya yang tinggi, berusia kurang dari 50 tahun, wanita, dan memang rentan mengalami muntah ketika ada dalam perjalanan atau sakit.

Akan tetapi, sebelum menyimpulkan apakah rasa mual ini berasal dari kemoterapi. Pasien harus memeriksakan diri dulu kepada dokter supaya bisa diketahui penyebab pastinya. Oleh karena mual juga bisa terjadi karena efek obat-obatan, efek pengobatan, atau kankernya.

Kemungkinan mual karena kankernya terjadi apabila sel kanker telah bermetastasis ke organ cerna dan otak. Apabila hal ini yang menjadi penyebabnya maka harus ada pengobatan lebih lanjut. Tidak bisa hanya dihilangkan oleh makanan penghilang rasa mual.

Namun jika memang karena efek kemoterapi perasaan mual ini tidak akan berlangsung lama, paling maksimal hanya sampai lima hari. Efek tersebut bisa hilang sendiri. Namun jika Anda tidak tahan dan ingin segera mengakhirinya maka bisa mengonsumsi makanan penghilang mual yang sudah terbukti ampuh.

Kadang mual juga terjadi beberapa hari setelah kemoterapi, supaya tidak terjadi bisa dicegah juga dengan makanan-makanan yang akan disebutkan di bawah ini.

Jahe

Selain bisa untuk menghilangkan mual ketika di perjalanan dan kehamilan, jahe juga bisa digunakan sebagai makanan penghilang mual setelah kemoterapi. Hal ini sudah diteliti lebih jauh oleh para peneliti di Bond University dalam penelitian yang disebut sebagai Supplemental Prophylactic Intervention for Chemotherapy-induced Nausea and Emisis (SPICE).

Dalam penelitian tersebut mereka mencoba memberikan jahe untuk dikonsumsi pasien sebanyak 4 kali sehari sebelum melakukan kemoterapi. Jahe yang diberikan ada dalam bentuk kapsul dan sudah diekstrak. Ternyata terbukti bahwa mereka jadi tidak mengalami mual sama sekali. Bisa juga dalam bentuk permen jahe.

Di dalam jahe terdapat banyak sekali senyawa aktif yang berkhasiat, sebut saja karbohidrat, gingerol, zingerone, 1-dehydrogingerodine, palmetic acid, shogaol, 6-gingesulfonic acid, oleic acid, linoleic acid, caproc acid,caprylic acid, lauric acid, myristic acid, dan masih banyak lagi.

Meski memang bermanfaat tapi Anda harus tetap mengonsultasikannya kepada dokter karena jika dikonsumsi sembarangan bisa menyebabkan efek samping yang buruk. Apalagi jika Anda juga mengonsumsi obat-obatan yang tidak bisa berdampingan dengan jahe.

Makanan Berwarna Putih

Anda bisa mengonsumsi berbagai makanan berwarna putih seperti roti panggang, nasi putih, kentang rebus, yogurt dan puding rendah lemak rasa plain, dan makanan-makanan yang punya serat rendah.

Makanan Ringan dari Tepung

Makanan ringan tidak selamanya tidak menyehatkan, justru ada juga yang bagus untuk dikonsumsi. Beberapa diantaranya roti panggang, kue cracker, dan pretzel. Makanan-makanan ini bisa membuat asam lambung pembuat mual terserap sehingga tidak akan merasakan enek dan ingin muntah.

Meski bisa dikonsumsi dan khasiatnya bagus tapi tetap harus pilih camilan yang tepat. Jangan yang terlalu banyak menggunakan pengawet, Anda bisa mencari camilan-camilan enak, tapi sehat dengan mudah.

Oatmeal

Makanan yang terbuat dari gandum ini termasuk makanan sehat yang juga bisa dikonsumsi untuk menghilangkan mual setelah atau mencegah mual sebelum kemoterapi. Namun jenis oatmeal yang baik adalah baunya tidak terlalu kuat dan bisa dengan mudah dicerna.

Anda bisa mengonsumsinya bukan hanya untuk sarapan tapi makan malam juga. Tentunya mudah mendapatkan produk oatmeal sehat yang dijual di pasaran.

Apel

Jika mencari buah yang kaya manfaat maka apel salah satu jawabannya. Apel memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga bisa membersihkan zat-zat dalam tubuh yang membuat mual. Selain mengonsumsinya secara langsung Anda bisa meminum jus apel yang bisa “menenangkan” perut dan mencegah mual.

Jika tidak suka apel, pir juga punya khasiat yang sama.

Pisang

Buah kesukaan banyak orang ini menjadi salah satu makanan penghilang mual karena bisa merangsang lendir yang berada pada lapisan lambung.

Makanan yang Dingin

Tidak selamanya makanan atau minuman dingin kurang baik bagi kesehatan. Buktinya bisa menjadi salah satu makanan yang menghilangkan mual. Contohnya adalah es Italia, sherbet bahkan es batu. Perut Anda jadi bisa lebih baik.

Pengonsumsian makanan dingin ini bisa jadi alternatif jika Anda tidak kuat atau merasa mual juga ketika meminum segelas air. Mengonsumai makanan yang hangat atau panas justru bisa membuat rasa mual kian muncul, bahkan jika hanya menghirup baunya.

Itulah dia beberapa makanan dan beberapa minuman yang bisa dikonsumsi untuk menghilangkan mual. Meski menurut Anda ketika makan justru akan lebih terasa mualnya tapi justru Anda harus tetap makan. Paksakan diri Anda untuk menyantap makanan-makanan yang sudah disebutkan tadi.

Temulawak

Temulawak biasa dijadikan minuman kesehatan yang khasiatnya terbukti ampuh. Anda bisa meminum temulawak yang sudah dijadikan minuman ketika selesai kemoterapi. Namun pastikan tanyakan dulu pada dokter apa boleh dikonsumsi tepat setelah kemo atau justru baru bisa dikonsumsi nanti.

Selain dengan mengonsumsi makanan Anda bisa mengatasi mual dengan cara lainnya. antara lain:

  • Konsumsi obat mual sekitar setengah sampai satu jam sebelum makan. Cara ini efektif untuk menghilangkan rasa tidak enak tersebut.
  • Makan makanan yang Anda suka.
  • Meski harus makan, tapi jangan banyak-banyak. Makan sedikit saja tapi sering.
  • Setiap hari minum air putih sebanyak 6 sampai 8 gelas.
  • Jangan makan makanan yang sulit dicerna seperti makanan yang berlemak dan pedas.
  • Makan perlahan-lahan dan harus mengunyah makanan dengan baik.
  • Minum obat untuk mencegah mual sesuai dengan waktunya.

Jika muntah-muntah dan mual terus berlanjut maka harus segera hubungi dokter. Takutnya membuat Anda dehidrasi. Beberapa tanda-tanda mual yang merupakan gejala kurang baik adalah jantung berdenyut dengan cepat, air kemih jumlahnya sedikit dan berwarna gelap, pusing ketika berdiri, nyeri kepala, kulit terasa kering dan wajah kemerahan, mudah merasa tersinggung dan marah, dan lidah bagian pinggirnya berwarna kemerahan.

Demikianlah informasi mengenai makanan penghilang mual setelah kemoterapi.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Nasofaring