Category Archives: Kanker Usus

Makanan Penyebab Kanker Usus

Waspada Terhadap Makanan Penyebab Kanker Usus!

Kanker UsusBanyak sekali jenis makanan yang dapat menyebabkan kanker, terutama kanker usus atau kanker kolon. Namun akibat lebih mementingkan selera, kita jadi lalai terhadap kesehatan usus. Padahal, tidak semua makanan enak itu baik untuk dikonsumsi.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang makanan penyebab kanker dari usus, ada baiknya kita mengetahui hal-hal mendasar tentang penyakit yang mematikan ini terlebih dahulu.

Apa Sih Itu Kanker Usus?

Kanker usus dikenal juga dengan sebutan kanker rektum dan kanker kolon. Meski kanker rektum dan kanker kolon tidak sama persis, namun sering disimpulkan bahwa keduanya sama-sama jenis kanker yang menyerang usus. Penyebab kanker usus ini bermula dari terbentuknya gumpalan lunak atau polip pada jaringan usus dan wilayah di sekitar usus, yang lambat-laun mengganas apabila tidak lekas terdeteksi dan diobati.

Kanker usus dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Namun, orang-orang di atas 50 tahun lebih berisiko terkena penyakit ini.

Faktor Penyebab Terjadinya Kanker Usus

Suatu penyakit menjadi ada karena adanya faktor pencetus. Orang yang terjangkit penyakit kanker usus, umumnya mempunyai riwayat hidup dan pola makan yang tidak sehat. Selain itu, ada juga beberapa faktor yang dapat ditegakkan sebagai penyebab terjadinya kanker usus, seperti:

Usia

Pada paragraf sebelumnya telah disinggung bahwa orang-orang yang berusia 50 tahun lebih berisiko terserang kanker usus. Berbagai sumber membuktikan, 90% penderita kanker kolon menimpa mereka yang berusia di atas 50 tahun. Mengapa demikian? Sebab, di usia lanjut sistem pencernaan dan metabolisme dengan sendirinya akan mengalami kemunduran. Mereka membutuhkan makanan dengan tekstur yang lebih lembut agar mudah dicerna.

Namun tidak banyak yang mengindahkan hal itu. Sehingga tekstur makanan yang mereka konsumsi tidak berubah dari waktu muda. Padahal, semakin berat dan padat makanan, semakin sulit bagi usus untuk mencerna. Akibatnya, muncul pembengkakan atau gumpalan pada jaringan usus (polip) yang merupakan cikal bakal terjadinya kanker kolon.

Selain itu, ampas makanan yang sulit dicerna akan sulit juga dikeluarkan melalui saluran pembuangan (rektum) dan anus. Apabila dinding rektum mengalami peradangan terlalu sering, maka peluang terjadinya kanker juga semakin besar.

Makanan

Tidak dapat ditampik bahwa makanan menjadi faktor penyebab kanker kolon setelah usia. Bukan hanya kanker usus, semua jenis penyakit rata-rata disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi. Dewasa ini, banyak sekali jenis makanan yang dapat menyebabkan kanker. Salah satunya makanan instant yang menjadi pilihan banyak orang. Rutinitas yang padat membuat orang tidak mau repot menyiapkan makanan sehat yang diracik tanpa menggunakan bahan pengawet. Akibatnya, zat pengawet yang terdapat pada makanan instant dapat mengubah sel baik menjadi sel jahat yang membahayakan.

Demi kualitas kesehatan yang lebih baik, sebaiknya hindari makanan yang dapat menyebakan kanker berikut ini.

  • Minuman bersoda. Minuman bersoda memang terasa menyegarkan. Namun, penggunaan pewarna, zat perasa, pemanis yang terkandung di dalamnya, melebihi ambang tolerandsi tubuh. Pengonsumsian jangka panjang dapat mengasamkan tubuh dan memicu terjangkitnya kanker.
  • Saus tomat botol. Saus tomat yang dikemas siap pakai mengandung bisphenol-A yang dpaat menjadi racun dalam tubuh. Tubuh yang dipenuhi racun membuka gerbang masuknya berbagai macam penyakit termasuk kanker.
  • Daging olahan. Tubuh memang membutuhkan daging merah sebagai penyumbang kalori, protein, dan zat besi. Akan tetapi, pengonsumsiannya harus dibatasi, terutama untuk jenis daging olahan, seperti nugget, daging burger, sosis, dan hot dog. Daging olahan menjadi salah satu jenis makanan penyebab kanker usus yang paling harus diwaspadai, sebab di dalamnya terdapat kandungan natrium nitrat dan natrium nitrit yang tidak bagus untuk kesehatan usus.
  • Berbagai jenis makanan yang dipanggang. Makanan penyebab kanker usus dan kanker-kanker lainnya juga bisa berasal dari makanan yang diolah melalui proses pemanggangan dengan arang. Zat arang yang menempel pada makanan dan masuk ke dalam tubuh terbukti dapat membangunkan sel-sel jahat.
  • Keripik kentang. Seberapa pun lezatnya keripik kentang sebagai kudapan, sebaiknya hindari mengonsumi makanan ini terlalu sering. Keripik kentang diolah melalui sistem penggorengan. Suhu yang panas pada saat penggorengan, ternyata dapat mengaktifkan zat karsogenik yang dapat memicu kanker.
  • Minuman beralkohol. Sudah bukan sesuatu yang menganggetkan bahwa zat alkohol dapat merusak organ-organ di dalam tubuh. Minuman beralkohol dapat dengan mudah merusak jaringan di liver, usus, serta liver.

Diabetes

Diabetes juga turut berkontribusi sebagai penyebab kanker usus. Orang yang mengidap diabetes mengalami masalah pada insulin di dalam tubuhnya. Ketergantungan akan insulin ternyata dapat berisiko meningkatkan risiko kanker usus dan memperparah penyakit itu sendiri ketimbang mereka yang tidak memiliki riwayat diabetes.

Keturunan

Penyakit kanker ada kaitannya dengan genetik atau keturunan. Sebanyak 25% dari jumlah penderita kanker usus, memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker usus juga.

Demikian penjelasan mengenai kanker usus beserta makanan penyebab kanker usus yang harus diwaspadai. Semoga informasi dalam artikel mudah dipahami oleh pembaca sekalian.

Baca artikel lain mengenai Semangat Hidup

Pencegahan Penyakit Kanker

Mengenal 6 Jenis Dan Pencegahan Penyakit Kanker

Kanker atau neoplasma dapat terjadi dalam berbagai bentuk yang sangat berbeda dan bervariasi. Kebanyakan onkologi menganggapnya sebagai hukuman mati, namun pada kenyataannya, tidak semua tumor ganas mengakibatkan kematian. Selain itu, studi terbaru menunjukkan bahwa tubuh kita masing-masing memiliki sel-sel kanker pasif dapat bangkit menjadi tumor ganas bila menjalani gaya hidup buruk dan sebaliknya. Fakta tumor ganas telah merenggut banyak nyawa di seluruh dunia.

Mekanisme Penyakit Kanker

Mekanisme dasar kanker dari neoplasma atau kanker adalah kesalahan dari proses regulasi pertumbuhan jaringan. Sel-sel tubuh kita terus tumbuh dan membelah untuk menggantikan sel tua atau rusak. Ketika sel membelah dan diperbarui selalu ada kemungkinan terjadi kesalahan. Tubuh kita memiliki mekanisme sendiri untuk mencegah dan mengoreksi kesalahan-kesalahan tersebut, lain cerita, bila terjadi kegagalan dalam memperbaiki sel rusak, ada besar kemungkinan terjadi kanker.

Selain itu, tubuh bisa dengan mudah terkena karsinogen (zat yang mempromosikan terjadinya kanker), cedera (fisik, panas, atau jenis lain), serta kondisi yang tidak menguntungkan bagi berfungsinya mekanisme ini (misalnya, selama hipoksia – kekurangan oksigen dalam jaringan). Jika mekanisme kontrol pembelahan sel “istirahat”, dan ada pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan pembelahan, yang disebut istilah “kanker”.

Kanker tumor jinak memiliki tiga perbedaan utama, yang menyebabkan “keganasan” proses:

  1. Pertumbuhan yang tidak terkendali,
  2. perkecambahan (invasi) ke jaringan tetangga dan organ,
  3. Kemampuan untuk metastasis – proses migrasi sel kanker melalui sistem aliran darah atau limfatik ke bagian lain dari tubuh.

Dalam kebanyakan kasus, kanker memiliki bentuk tumor, namun, kadang-kadang, misalnya, dalam kasus kanker darah, seperti pembentukan tumor.

Jenis-Jenis Penyakit Kanker Paling Berbahaya Dan Mematikan

Di negara Paman Sam, yakni Amerika Serikat dan beberapa negara berkembang lainnya, kanker sekarang ini bertanggung jawab untuk sekitar 25% dari seluruh kematian. Dalam setahun, sekitar 0,5% dari populasi terdiagnosis penyakit kanker.

Adapun jenis-jenis penyakit kanker yang menyumbang kematian setiap hari berbagai negara, sebagai berikut:

Kanker Paru-paruPenyakit Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru sebagai penyumbang kematian pertama yang menyebabkan kematian sekitar 28,3% di seluruh dunia. Ciri kanker ini tentu saja ditandai dengan perkembangan sel kanker pada jaringan paru-paru dan sekitarnya. Kanker jenis ini termasuk karsinoma yang berasal dari sel epitel.

Gejala-gejala penyakit kanker paru-paru, yakni batuk darah, sesak nafas, batuk kronis, nyeri dada, kelelahan, penurunan berat badan, dan kesulitan menelan. Kanker paru-paru dapat dilihat melalui radiografi dada atau computed tomography scan (CT scan) dan dikonfirmasi dengan biopsi.

Operasi pembedahan adalah cara penanganan yang paling umum dari kanker paru-paru, radioterapi, kemoterapi yang dilakukan untuk mengangkat sel-sel kanker atau mencegah perkembangbiakannya.

Penyebab penyakit kanker paru-paru, yakni merokok, konsumsi alkohol secara berlebihan, kekurangan vitamin dan faktor eksternal lain, yakni paparan asbes, polusi, dan gas radon.

Pencegahan penyakit kanker paru-paru, yakni berhenti merokok, minum alkohol, diet seimbang dengan mengkonsumsi buah-buahan dan syuran segar setiap hari, tidur teratur dan olahraga.

Kanker PayudaraPenyakit Kanker Payudara

Ini adalah salah satu penyakit neoplasma atau kanker yang menyerang jaringan payudara wanita dan kanker ini menyumbang kematian pada posisi kedua setelah kanker paru-paru.

Kanker payudara telah menyumbang sekitar 7,4% kematian diseluruh dunia terbanyak di negara-negara berkembang.

Pengobatan kanker penyakit payudara, ini umumnya dengan cara operasi pembedahan untuk menghapus kanker pada bagian yang terdampak di payudara.

Gejala kanker payudara adalah perubahan kulit dan tekstur payudara, selain itu ada gejala lain sebagai bentuk paling mudah untuk mengenalinya, yakni ada benjolan yang terasa berbeda pada bagian payudara.

Faktor penyebab penyakit kanker, yaitu faktor usia, tidak menyusui, merokok dan alkohol serta faktor lingkungan eksternal.

Pencegahan penyakit kanker payudara, tidur dan olahraga teratur, konsumsi buah-buahan dan sayuran, dan menghindari konsumsi daging merah, rokok serta alkohol.

Kanker UsusPenyakit Kanker Usus Besar

Usus adalah bagian organ badan yang bertugas untuk menyerap nutrisi yang berasal dari makanan. Ini adalah tabung dengan panjang sekitar 7 meter (tetapi dapat berkisar dari 4 sampai 10 meter atau lebih) dibagi ke dalam usus kecil dan usus besar.

Usus besar dibentuk oleh usus kanan atau naik (dengan lampiran), usus besar melintang, kolon (usus besar) kiri atau menurun, kolon (usus besar) sigmoid dan rektum.

Kanker kolon atau usus besar sebagaimana sifat kanker lainnya, memiliki sifat dapat tumbuh dengan relatif cepat, dapat menyusup atau mengakar (infiltrasi) ke jaringan di sekitarnya serta merusaknya, dapat menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh, seperti ke lever, paru-paru, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik.

Kanker usus besar sebagai penyumbang kematian di posisi 3 dari jenis penyakit kanker yang paling di seluruh dunia.

Gejala kanker usus besar seperti perubahan besar pada kebiasaan buang air besar, sembelit yang tidak diketahui sebabnya, diare, pendarahan gastrointestinal, dan buang air yang tidak pernah tuntas. Selain itu, kanker usus besar atau kolon umumnya diderita oleh mereka yang berusia 60 dan 70 tahun.

Faktor penyebab kanker kolon, terlalu sering mengkonsumsi daging merah dan kekurangan vitamin diakibatkan jarang makan buah-buahan dan sayuran, konsumsi alkohol dan malas beraktivitas.

Pencegahan penyakit kolon, yakni rutin olahraga, konsumsi buah-buahan dan sayuran setiap hari dapat mengurangi resiko kanker usus besar. Pengobatan penyakit kanker usus besar, yakni operasi pembedahan dan kemoterapi.

Kanker ProstatPenyakit Kanker Prostat

Perkembangan sel kanker terjadi di jaringan prostat. Prostat adalah kelenjar dalam sistem reproduksi pria yang menyimpan dan mengeluarkan cairan alkali berwarna keputihan (semen/mani) dan membantu pengeluarannya pada proses ejakulasi, penyakit ini baru terasa setelah mencapai stadium lanjut.

Gejala penyakit kanker prostat, rasa nyeri, sering buang air kecil, kesulitan ejakulasi, munculnya darah dalam urin (hematuria), masalah seksual seperti disfungsi organ seksual (impotensi), dan beberapa gejala lainnya.

Pencegahan penyakit kanker prostat, olahraga teratur, konsumsi buah-buhan dan sayuran, menghindari kebiasaan merokok dan minum alkohol serta istirahat yang cukup seperti tidur malam secara teratur.

Pengobatan penyakit kanker prostart, yaitu operasi pembedahan, radiasi, pembedahan radio, dan terapi proton, serta metode terapi lainnya, seperti kemoterapi.

Kanker HatiKanker Hati

Ada sekitar 19.000 orang warga AS yang meninggal akibat kanker hati. Kasusnya memang relatif jarang ditemukan di dunia sekalipun merupakan jenis kanker yang umum dan sekitar 85% kasus kanker hati di dunia terjadi di negara-negara yang masih berkembang. Penyebab tingginya kasus kanker hati di negara-negara yang masih berkembang adalah tingginya kasus hepatitis B dan C di negara-negara tersebut, termasuk di Indonesia.

Sebagian besar penderita kanker hati dimulai dengan adanya kanker di tempat lain yang kemudian menyebar ke hati. Meskipun jarang terjadi, namun tetap Anda harus waspada dengan menjaga kondisi tubuh tetap dalam keadaan fit dan menjalankan pola hidup sehat sebagai bentuk investasi sepanjang masa.

Tanda dan gejala klinis yang dapat ditemukan antara lain hepatomegali atau pembesaran hati, sakit perut, ikterus, atau gangguan hati lainnya.

Menjalani gaya hidup sehat seperti tidak merokok, menjauhi minuman alkohol, banyak makan buah-buahan dan sayuran, serta olahraga dan tidur teratur, semua itu dapat mengurangi Anda dari resiko terkena penyakit kanker hati.

Kanker DarahLeukemia/Kanker Darah

Di Amerika Serikat, pada 2003-2007 sedikitnya 41.000 orang meninggal akibat penyakit kanker leukemia. Penyakit ini ditandai dengan adanya sel-sel tumor dalam darah dan sumsum tulang yang biasanya berkembang secara perlahan. Leukemia memiliki beberapa jenis yang semuanya berdampak pada jaringan pembentuk sel darah dalam tubuh seperti sistem limfatik dan tulang belakang.

Hal ini mengakibatkan tubuh lebih banyak memproduksi sel darah putih secara berlebihan dan membahayakan. Klasifikasi jenis kanker ini didasarkan pada jaringan mana saja yang diserang dan seberapa cepat penyebaran selnya.

Pencegehan penyakit Kanke Leukemia, diet seimbang memiliki peran penting dalam mengurangi resiko kanker leukimia, seperti makan buah-buahan dan sayura, menghindari daging merah olahan seperti sosis, di panggang dan rajin olahraga serta tidur teratur.

Gejala Penyakit Kanker Leukemia

  1. Lelah kronis atau kelelahan terus-menerus.
  2. Keringat malam
  3. Penurunan berat badan
  4. Limpa dan hati tampak membesar
  5. Demam
  6. Menggigil
  7. Sakit kepala
  8. Muntah-muntah
  9. Nyeri pada tulang atau sendi
  10. Muncul infeksi yang parah atau sering terjadi
  11. Muncul bintik-bintik merah pada pada kulit
  12. Mudah mengalami pendarahan (misalnya sering mimisan) atau memar.

Jika Anda mengalami beberapa gejala diatas segara mengunjungi dokter Anda.

Baca artikel lain mengenai Makanan Anti Kanker

Khasiat Minum Kopi

Khasiat Minum Kopi Untuk Memerangi Kanker Usus Besar

Khasiat Minum KopiSegala jenis penyakit kanker seperti kanker payudara, kanker tenggorokan, kanker usus besar dan jenis kanker lainnya yang bersarang di dalam tubuh belum memiliki obat yang efektif untuk menyingkirkan mereka secara total tapi rutin olahraga dan tidur malam teratur 7-8 jam tanpa cahaya lampu dan diet seimbang diklaim sebagai obat alami paling jitu sebagai bentuk pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.

Terdapat banyak penelitian yang telah dilakukan tentang manfaat kopi untuk kesehatan, ternyata ada banyak senyawa penting dalam kopi yang bertindak sebagai agen pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit kanker serta meningkatkan kualitas hidup seseorang.

Hasil sebuah penelitian terbaru dari Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention menemukan bahwa minum secangkir kopi secara moderat, ternyata dapat memerangi kanker terutama kanker usus besar sebanyak 50 persen.

Konsumsi kopi secara rutin dapat memerangi kanker usus besar, klaim penelitian tersebut. Penelitian ini menemukan secara keseluruhan bahwa kopi merupakan sumber yang baik untuk riboflavin, vitamin B, dan juga merupakan sumber antioksidan fitokimia.

Selain itu, kopi juga mengandung asam chlorogenic adalah senyawa antioksidan adalah fenol kopi pokok asam quinico, sebuah fitokimia yang memberikan kontribusi untuk rasa asam pada kopi.

Kafein adalah stimulan alami yang mempengaruhi sistem saraf sekaligus sebagai agen antioksidan fitokimia. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat meningkatkan risiko kanker tapi penelitian terbaru yang dilakukan oleh Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention dalam skala lebih besar menunjukkan hasil yang sebaliknya.

Studi dalam skala besar itu menemukan bahwa ada beberapa senyawa penting dalam kopi sebagai agen pelindung dari resiko terkena jenis kanker. Studi laboratorium berfokus pada lignan dan fitokimia yang terkandung dalam biji kopi.

Studi kopi pada sel dan hewan, para ilmuwan telah mengidentifikasi beberapa senyawa fitokimia, ternyata dapat membantu mengurangi pertumbuhan sel kanker terutama penyakit kanker usus besar dan rektum, penjelasan mengapa kopi dapat menunjukkan perlindungan adalah kandungan kafeinnya.

Kafein dapat mempercepat berlalunya karsinogen melalui saluran pencernaan, mengurangi waktu dari menetap lama di mana tubuh kita yang terkena zat berbahaya tersebut. Studi sel menunjukkan bahwa kafein mengurangi perkembangan kanker kolorektal. Dalam studi laboratorium menemukan aktivitas antioksidan asam klorogenat positif pada sel dan hewan, ditemukan dua molekul kopi mampu merangsang enzim yang membuat sel-sel kanker tidak berbahaya dan memblokir protein yang mengaktifkan karsinogen.

Studi konsumsi kopi pada manusia, menemukan bahwa konsumsi kopi secara teratur tanpa kafein hingga enam cangkir kopi sehari tidak meningkatkan risiko kanker usus besar, namun sebaliknya dapat memerangi penyakit kanker usus besar.

Dalam beberapa studi lain, bahwa orang yang minum kopi dengan jumlah moderat memiliki peluang dalam mengurangi risiko berbagai tumor, tumor tertentu dari endometrium dan hati.

Studi American Institute of Cancer Research menyimpulkan beberapa hipotesis tentang bagaimana kopi mungkin dapat menurunkan risiko kanker. Kopi merupakan sumber utama antioksidan. Studi pada hewan dan manusia menunjukkan bahwa kopi biasa tanpa kafein dapat menurunkan resistensi insulin. Mengurangi resistensi insulin mengurangi risiko tumor yang pertumbuhannya dipromosikan oleh kelebihan insulin.

“Hasilnya kami menemukan bahwa minum kopi dikaitkan dengan rendahnya risiko kanker kolorektal. Bahkan, semakin banyak kopi yang dikonsumsi, maka makin rendah risiko,” ujar pemimpin peneliti, Stephen Gruber dari University of Southern California.

“Selama bertahun-tahun kami tidak yakin apakah kopi itu berbahaya. Hari ini kita memiliki bukti bahwa itu tidak terjadi, yang benar, kopi baik untuk Anda,“ katanya.

Indikasi penurunan risiko terlihat di semua jenis kopi, baik berkafein dan tanpa kafein. Kafein dan polifenol dalam kopi dapat bertindak sebagai antioksidan kuat yang membatasi pertumbuhan sel kanker di usus besar.

Untuk penelitian ini, tim Rennert, termasuk peneliti di Southern California’s Norris Comprehensive Cancer Center Univeristy, mengumpulkan data dari lebih 5.100 pria dan wanita di Israel utara yang didiagnosis dengan kanker usus besar. Pasien-pasien ini kemudian dibandingkan dengan lebih dari 4.000 pria dan wanita yang tidak memiliki riwayat kanker usus besar.

Tentu saja hasil penelitian ini menambah daftar panjang tentang manfaat minum kopi untuk kesehatan tubuh dari mengurangi resiko terkena beberapa jenis penyakit kanker kanker payudara pasca menopause, kanker kulit, kanker hati, dan kanker prostat.

Selain itu, ada banyak manfaat lain dari konsumsi kopi secara moderat, seperti mengurangi risiko Anda untuk terkena penyakit diabetes sebab kafein akan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin sehingga pada gilirannya mampu membantu mengurangi peradangan yang menjadi penyebab diabetes.

Memahami Tentang Kanker Usus Besar

Usus adalah bagian organ badan yang bertugas untuk menyerap nutrisi yang berasal dari makanan. Ini adalah tabung dengan panjang sekitar 7 meter (tetapi dapat berkisar dari 4 sampai 10 meter atau lebih) dibagi ke dalam usus kecil dan usus besar.

Usus besar dibentuk oleh usus kanan atau naik (dengan lampiran), usus besar melintang, kolon (usus besar) kiri atau menurun, kolon (usus besar) sigmoid dan rektum.

Kanker kolon sebagaimana sifat kanker lainnya, memiliki sifat dapat tumbuh dengan relatif cepat, dapat menyusup atau mengakar (infiltrasi) ke jaringan di sekitarnya serta merusaknya, dapat menyebar jauh melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ yang jauh dari tempat asalnya tumbuh, seperti ke lever, paru-paru, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan baik.

Pengobatan Penyakit Kanker Usus Besar

Selain minum kopi secara moderat secara alami untuk membasmi penyakit kanker usus besar, menjalani operasi, ini berdasarkan lokasi tumor dilanjutkan dengan intervensi atau sebagian, dalam kasus yang lebih parah, dengan menghapus total pada bagian usus besar atau rektum yang terkena dampak kanker.

Selain operasi, kemoterapi juga memainkan peran penting dalam pengobatan penyakit kanker usus besar, ini dilakukan setelah operasi untuk mengurangi risiko kambuh.

Gejala Penyakit Kanker Usus Besar

Gejala penyakit kanker sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berbeda seperti lokasi tumor, ukuran dan kehadiran atau tidak adanya penghalang atau perdarahan, ini berarti bahwa manifestasi kanker sering sebanding dengan banyak penyakit perut atau usus lainnya.

Untuk gejala awal penyakit kanker ini, seperti kelelahan parah, kurangnya nafsu makan, dan lainnya yang lebih serius seperti anemia dan penurunan berat badan, ini yang sering diabaikan oleh pasien, kadang-kadang terjadi sembelit, diare, itu semua bisa menjadi tanda peringatan awal dari gejala penyakit kanker usus besar.

Tips mencegah kanker Usus Besar

Menjalani gaya hidup sehat berperan penting dalam mengurangi risiko terkena penyakit kanker usus besar. Adapun gaya hidup sehat ini perlu diterapkan sebagai pencegahan dan penyembuhan dari penyakit kanker usus besar:

  1. Aktif bergerak
  2. Konsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
  3. Konsumsi Yogurt, sangat baik untuk sistem pencernaan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  4. Batasi lemak jenuh dan garam, termasuk ikan asing
  5. Hindari konsumsi daging merah olahan seperti sate yang di panggang dengan arang dan nyaris gosong.
  6. Berhenti konsumsi alkohol
  7. Konsumsi kopi secara moderat.

Aksi yang tak kalah penting lain dalam mengurangi resiko terkena beragam jenis penyakit kanker, yakni banyak minum air putih dan tidur malam secara teratur tanpa lampu serta rutin olah raga.

Baca artikel lain mengenai Mengatasi Rasa Mual