Category Archives: Kanker Usus

Gejala Kanker Usus Pada anak

Gejala Kanker Usus pada Anak yang Harus Diwaspadai

Penyakit kanker tidak hanya menyerang orang dewasa saja namun dapat juga terjadi pada usia anak-anak bahkan bayi. Kanker pada anak terkadang sukar terdeteksi karena anak-anak tidak mudah untuk menceritakan gejala yang dirasakannya. Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan jika timbul gejala yang tidak wajar. Salah satu penyakit kanker yang dapat terjadi pada anak-anak adalah kanker usus. Gejala kanker usus pada anak dapat dilihat dari ketidaknormalan sistem pencernaanya terutama pada saat buang air besar.

Penyebab Kanker Usus pada Anak

Penyebab kanker usus pada anak kemungkinan besar diakibatkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Apabila anak memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit kanker usus maka ada kemungkinan anak dapat menderita kanker usus.

Anak-anak yang hidup dalam lingkungan tidak sehat juga dapat memperoleh penyakit kanker usus. Orang tua atau orang disekitarnya yang merokok dan anak menghirup asap rokok dapat memicu terjadinya kanker usus pada anak. Lingkungan anak yang kurang sehat seperti polusi dan kurang menjaga kebersihan dapat memicu kanker pada anak.

Anak-anak harus diberikan makanan yang sehat dan dibiasakan untuk menjalankan pola hidup sehat. Perbanyak asupan makanan yang mengandung serat alami dari sayuran dan buah-buahan untuk menjaga kesehatan sistem saluran pencernaan. Anak-anak jangan dibiasakan untuk mengkonsumsi junk food dan fast food karena kedua jenis makanan ini tidak sehat.

Gejala Kanker Usus pada Anak

Kanker usus pada anak umumnya menampakkan gejala khas yang berhubungan dengan ketidaknormalan sistem pencernaannya. Tanda-tanda kanker usus pada anak yang dapat diketahui sejak dini akan dapat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatannya. Semakin dini mengetahui gejalanya maka tingkat keberhasilan pengobatan dan kesembuhannya akan semakin tinggi.

Berikut ini adalah gejala kanker usus pada anak yang harus diwaspadai.

  1. Perut terlihat membuncit dan akan teraba suatu benjolan pada permukaan perut.
  2. Buang air besar tidak normal yaitu sering mengalami diare atau sembelit.
  3. Kotoran BAB berwarna kehitaman atau bercampur dengan darah.
  4. Tekstur kepadatan kotoran BAB berubah.
  5. Perut sering terasa nyeri.
  6. Perut sering merasa kembung.
  7. Sering terjadi kram pada perut.
  8. Tidak memiliki nafsu makan.
  9. Terjadi penurunan berat badan secara drastis.
  10. Tubuh sering merasa kelelahan.

Deteksi Dini Kanker Usus pada Anak

Apabila anak menunjukkan gejala kanker usus yang mencurigakan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk memperoleh kepastian. Pengobatan akan memiliki keberhasilan yang tinggi apabila gejala kanker usus pada anak terdeteksi lebih dini.

Pada saat pemeriksaan dokter akan memperhatikan gejala-gejala yang muncul terlebih dahulu dan menanyakan tentang kemungkinan adanya faktor genetik serta faktor pemicu kanker usus. Untuk memperoleh kepastian dokter akan melakukan pemeriksaan menggunakan beberapa alat.

Pada pemeriksaan awal dokter akan memperhatikan kondisi anus anak. Apabila anus anak terjadi pembengkakan maka dicurigai terjadi gejala kanker usus. Pada pemeriksaan lanjutan akan dilihat kondisi usus besar menggunakan alat sigmoidoskopi. Alat berupa selang kecil yang dilengkapi kamera dan lampu ini akan dimasukkan ke dalam usus melalui anus. Dari alat ini dapat diketahui jika terjadi pertumbuhan sel abnormal.

Untuk pemeriksaan lanjutan dokter akan melihat kondisi usus besar lebih dalam dengan menggunakan alat kolonoskopi. Alat ini dapat melihat keadaan usus besar lebih ke dalam dan memberikan gambaran adanya sel kanker di usus besar. Pada kolonoskopi ini dapat disertakan alat yang digunakan untuk mengambil sampel sel abnormal di usus besar. Sampel yang diperoleh akan dibawa ke laboratorium untuk memeriksa kemungkinan sel kanker.

Pada pemeriksaan khusus yaitu bagi anak yang tidak dapat melakukan pemeriksaan kolonoskopi dapat diperiksa dengan menggunakan CT Colonography atau kolonoskopi virtual. Pada pemeriksaan ini peralatan selang CT Colonography akan dimasukkan melalui anus ke dalam usus yang telah dipompa agar usus mengembang. Kondisi usus dan adanya sel abnormal dapat dilihat dari CT Scan.

Pengobatan Kanker Usus pada Anak

Pengobatan kanker usus pada anak harus segera dilakukan karena berhubungan dengan keselamatan jiwanya. Apabila telah diketahui penyebab kanker usus pada anak berdasarkan gejalanya sejak dini maka tingkat kesembuhannya akan semakin tinggi. Pengobatan kanker usus pada anak-anak bertujuan untuk meringankan gejala, menghilangkan gejala dan menghilangkan sel kanker.

Umumnya akan dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel abnormal yang ada pada usus besar. Setelah tindakan operasi akan dilakukan radiasi terapi atau kemoterapi untuk mencegah pertumbuhan sel kanker kembali. Dokter akan memberikan pengobatan terbaik berdasarkan dengan tingkat keparahan sel kanker yang diderita oleh anak.

Menjaga pola makan sehat dan pola hidup sehat akan lebih baik agar tidak memicu pertumbuhan sel kanker pada anak. Segera periksakan ke dokter apabila telah diketahui gejala kanker usus pada anak untuk memperoleh pengobatan yang tepat secepatnya. Jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan karena sel kanker dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat.

Baca artikel lain mengenai Semangat Hidup

Obat Tradisional Kanker Usus

Berbagai Obat Tradisional yang Bisa Menjadi Alternatif Pengobatan Kanker Usus

obat tradisional kanker ususBerbicara tentang penyakit kanker sering membuat perasaan ngeri karena kemungkinan besar dapat menyebabkan kematian. Salah satu penyakit kanker yang harus memperoleh perhatian adalah kanker usus. Kanker usus adalah suatu jenis kanker yang menyerang pada bagian terakhir sistem pencernaan manusia yaitu usus besar. Umumnya kanker besar diderita oleh yang berusia 60 tahun ke atas. Pengobatan kanker usus dapat menggunakan obat kimia dan obat tradisional. Sebaiknya obat tradisional kanker usus yang digunakan telah lolos uji sebagai pengobatan.

Penyebab dan Gejala Kanker Usus

Secara umum kanker usus disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali di area usus dan sel tersebut memiliki sifat merusak sel normal di dekatnya. Secara khusus kanker usus disebabkan oleh hal-hal berikut ini.

  1. Terlalu sering dan terlalu banyak mengkonsumsi daging merah.
  2. Kurang asupan serat.
  3. Perokok dan peminum alkohol.
  4. Obesitas.
  5. Faktor genetik.
  6. Memiliki penyakit diabetes, pencernaan dan syndrom Lynch.
  7. Kurang olahraga.

Seseorang yang menderita kanker usus akan mengalami gejala-gejala khas. Gejala yang dialami sebagian besar berhubungan dengan sistem pencernaan. Gejala penderita kanker usus yaitu pendarahan di anus, BAB disertai darah, tekstur BAB berubah, perut terasa nyeri atau kram, perut terasa kembung, konstipasi, diare, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan dan kelelahan.

Kemungkinan gejala tersebut tidak dialami secara keseluruhan oleh penderita. Mungkin hanya sebagian gejala yang dialami namun gejala tersebut berhubungan dengan ketidaknormalan sistem pencernaan. Gejala tersebut harus lebih diwaspadai oleh yang berusia 50-60 tahun ke atas. Apabila terdapat gejala yang mencurigakan harus segera memperoleh pengobatan kanker usus.

Tingkat keparahan kanker usus besar terdiri dari 4 tahap yaitu stadium 1 hingga stadium 4. Pada stadium 1 terdapat pertumbuhan sel kanker di usus besar dan belum terjadi penyebaran. Di stadium 2 sel kanker mulai menyebar dan menembus ke dinding usus besar. Pada stadium 3 sel kanker telah menggerogoti organ yang ada di dekatnya yaitu kelenjar getah bening. Pada stadium 4 sel kanker telah menyebar ke bagian organ tubuh lainnya seperti hati dan paru-paru dan merupakan tahapan yang paling parah.

Diagnosis Terhadap Kanker Usus

Jika mengalami gejala yang mencurigakan pada sistem pencernaan tidak normal sebaiknya segera memeriksakan ke dokter untuk memperoleh kepastian dan pengobatan. Umumnya dokter akan menanyakan gejala yang dialami oleh penderita terlebih dahulu. Kemudian akan ditanyakan kondisi yang mungkin memperbesar risiko dan faktor genetik.

Setelah memperoleh penjelasan dari pasien kemudian dokter akan memeriksa kondisi anus pasien secara visual. Jika dibutuhkan akan digunakan alat sigmoidoskopi yang dimasukkan melalui anus ke usus besar untuk melihat keadaan usus besar. Untuk pemeriksaan lanjutan digunakan alat kolonoskopi yang dapat melihat kondisi usus besar lebih dalam lagi. Pada kolonoskopi dapat disertakan alat untuk mengambil sampel yang akan diteliti di laboratorium. Apabila pasien tidak memungkinkan diperiksa melalui kolonoskopi maka diperiksa menggunakan kolonoskopi virtual atau CT Colonography.

Pengobatan Terhadap Kanker Usus

Pengobatan kanker usus besar dapat dilakukan dengan menggunakan obat kimia maupun obat tradisional. Obat kanker usus besar menggunakan obat kimia harus menggunakan resep dari dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat dan sesuai dosis. Untuk menunjang pengobatan biasanya akan dilakukan radioterapi dan kemoterapi. Apabila dibutuhkan akan dilakukan penanganan operasi untuk mengangkat sel kanker di usus besar. Tindakan operasi ini disesuaikan dengan tingkat keparahan sel kanker dan bertujuan untuk meringankan gejala.

Pengobatan untuk penyakit kanker usus juga dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obat tradisional. Namun obat tradisional yang digunakan sebaiknya harus sesuai dengan dosisnya dan terbukti kemanjurannya. Beberapa obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati kanker usus besar adalah sebagai berikut.

  1. Daun sirsak. Daun sirsak yang mengandung senyawa Acetogenins sudah terbukti ampuh untuk melawan sel kanker. Obat herbal kanker usus ini dipilih pada daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
  2. Daun keladi tikus. Daun keladi tikus memiliki kandungan senyawa Ribozome Inactivating Protein yang mencegah sel kanker menyebar dan memutuskan rantai DNA sel kanker. Senyawa ini juga dapat meringankan gejala yang timbul akibat kemoterapi.
  3. Kulit buah manggis. Kulit buah manggis mengandung senyawa Xanthone yang ampuh melawan sel kanker. Biasanya kulit manggis akan dibuat ekstrak untuk memperoleh zat berkhasiatnya.
  4. Sarang semut. Sarang semut memiliki kandungan senyawa flavonoid yang dapat membunuh sel kanker dan meningkatkan sistem kekebalam tubuh.

Obat tradisional kanker usus tersebut dapat membantu pengobatan kanker usus yang sudah teruji keampuhannya. Sangat baik kiranya jika mencegah agar sel kanker tidak menggerogoti organ tubuh. Hindari penyebab pertumbuhan sel kanker, melakukan pola hidup sehat, pola makan sehat dan berolahraga teratur. Namun apabila telah mengalami gejala kanker usus besar harus segera memperoleh pengobatan agar tidak menyebar dan menyelamatkan jiwa.

Baca artikel lain mengenai Semangat Hidup

Makanan Penyebab Kanker Usus

Waspada Terhadap Makanan Penyebab Kanker Usus!

Kanker UsusBanyak sekali jenis makanan yang dapat menyebabkan kanker, terutama kanker usus atau kanker kolon. Namun akibat lebih mementingkan selera, kita jadi lalai terhadap kesehatan usus. Padahal, tidak semua makanan enak itu baik untuk dikonsumsi.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang makanan penyebab kanker dari usus, ada baiknya kita mengetahui hal-hal mendasar tentang penyakit yang mematikan ini terlebih dahulu.

Apa Sih Itu Kanker Usus?

Kanker usus dikenal juga dengan sebutan kanker rektum dan kanker kolon. Meski kanker rektum dan kanker kolon tidak sama persis, namun sering disimpulkan bahwa keduanya sama-sama jenis kanker yang menyerang usus. Penyebab kanker usus ini bermula dari terbentuknya gumpalan lunak atau polip pada jaringan usus dan wilayah di sekitar usus, yang lambat-laun mengganas apabila tidak lekas terdeteksi dan diobati.

Kanker usus dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Namun, orang-orang di atas 50 tahun lebih berisiko terkena penyakit ini.

Faktor Penyebab Terjadinya Kanker Usus

Suatu penyakit menjadi ada karena adanya faktor pencetus. Orang yang terjangkit penyakit kanker usus, umumnya mempunyai riwayat hidup dan pola makan yang tidak sehat. Selain itu, ada juga beberapa faktor yang dapat ditegakkan sebagai penyebab terjadinya kanker usus, seperti:

Usia

Pada paragraf sebelumnya telah disinggung bahwa orang-orang yang berusia 50 tahun lebih berisiko terserang kanker usus. Berbagai sumber membuktikan, 90% penderita kanker kolon menimpa mereka yang berusia di atas 50 tahun. Mengapa demikian? Sebab, di usia lanjut sistem pencernaan dan metabolisme dengan sendirinya akan mengalami kemunduran. Mereka membutuhkan makanan dengan tekstur yang lebih lembut agar mudah dicerna.

Namun tidak banyak yang mengindahkan hal itu. Sehingga tekstur makanan yang mereka konsumsi tidak berubah dari waktu muda. Padahal, semakin berat dan padat makanan, semakin sulit bagi usus untuk mencerna. Akibatnya, muncul pembengkakan atau gumpalan pada jaringan usus (polip) yang merupakan cikal bakal terjadinya kanker kolon.

Selain itu, ampas makanan yang sulit dicerna akan sulit juga dikeluarkan melalui saluran pembuangan (rektum) dan anus. Apabila dinding rektum mengalami peradangan terlalu sering, maka peluang terjadinya kanker juga semakin besar.

Makanan

Tidak dapat ditampik bahwa makanan menjadi faktor penyebab kanker kolon setelah usia. Bukan hanya kanker usus, semua jenis penyakit rata-rata disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi. Dewasa ini, banyak sekali jenis makanan yang dapat menyebabkan kanker. Salah satunya makanan instant yang menjadi pilihan banyak orang. Rutinitas yang padat membuat orang tidak mau repot menyiapkan makanan sehat yang diracik tanpa menggunakan bahan pengawet. Akibatnya, zat pengawet yang terdapat pada makanan instant dapat mengubah sel baik menjadi sel jahat yang membahayakan.

Demi kualitas kesehatan yang lebih baik, sebaiknya hindari makanan yang dapat menyebakan kanker berikut ini.

  • Minuman bersoda. Minuman bersoda memang terasa menyegarkan. Namun, penggunaan pewarna, zat perasa, pemanis yang terkandung di dalamnya, melebihi ambang tolerandsi tubuh. Pengonsumsian jangka panjang dapat mengasamkan tubuh dan memicu terjangkitnya kanker.
  • Saus tomat botol. Saus tomat yang dikemas siap pakai mengandung bisphenol-A yang dpaat menjadi racun dalam tubuh. Tubuh yang dipenuhi racun membuka gerbang masuknya berbagai macam penyakit termasuk kanker.
  • Daging olahan. Tubuh memang membutuhkan daging merah sebagai penyumbang kalori, protein, dan zat besi. Akan tetapi, pengonsumsiannya harus dibatasi, terutama untuk jenis daging olahan, seperti nugget, daging burger, sosis, dan hot dog. Daging olahan menjadi salah satu jenis makanan penyebab kanker usus yang paling harus diwaspadai, sebab di dalamnya terdapat kandungan natrium nitrat dan natrium nitrit yang tidak bagus untuk kesehatan usus.
  • Berbagai jenis makanan yang dipanggang. Makanan penyebab kanker usus dan kanker-kanker lainnya juga bisa berasal dari makanan yang diolah melalui proses pemanggangan dengan arang. Zat arang yang menempel pada makanan dan masuk ke dalam tubuh terbukti dapat membangunkan sel-sel jahat.
  • Keripik kentang. Seberapa pun lezatnya keripik kentang sebagai kudapan, sebaiknya hindari mengonsumi makanan ini terlalu sering. Keripik kentang diolah melalui sistem penggorengan. Suhu yang panas pada saat penggorengan, ternyata dapat mengaktifkan zat karsogenik yang dapat memicu kanker.
  • Minuman beralkohol. Sudah bukan sesuatu yang menganggetkan bahwa zat alkohol dapat merusak organ-organ di dalam tubuh. Minuman beralkohol dapat dengan mudah merusak jaringan di liver, usus, serta liver.

Diabetes

Diabetes juga turut berkontribusi sebagai penyebab kanker usus. Orang yang mengidap diabetes mengalami masalah pada insulin di dalam tubuhnya. Ketergantungan akan insulin ternyata dapat berisiko meningkatkan risiko kanker usus dan memperparah penyakit itu sendiri ketimbang mereka yang tidak memiliki riwayat diabetes.

Keturunan

Penyakit kanker ada kaitannya dengan genetik atau keturunan. Sebanyak 25% dari jumlah penderita kanker usus, memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker usus juga.

Demikian penjelasan mengenai kanker usus beserta makanan penyebab kanker usus yang harus diwaspadai. Semoga informasi dalam artikel mudah dipahami oleh pembaca sekalian.

Baca artikel lain mengenai Semangat Hidup