Category Archives: Kanker Serviks

Apa Itu Penyakit Kista

Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Penyakit Kista

Apa Itu Penyakit Kista?

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar pertanyaan apa itu penyakit kista, perlu kita pahami bahwa kista adalah penyakit dengan ciri kantong – kantong jaringan yang terbentuk dibawah permukaan kulit, pada umumnya kantong – kantong ini berisi cairan, nanah bahkan udara. Bentuk dari kista itu sendiri berbeda – beda, kista tersebut ada yang bisa membesar dan ada juga yang ukuranya menetap. Apabila kista tersebut membesar, maka dapat pecah, dan menimbulkan rasa sakit pada penderita.

Pada umumnya kista digolongkan sebagai jenis tumor jinak yang sering ditemui pada organ reproduksi wanita. Namun begitu apabila kista tidak mendapat penanganan dengan baik, maka bisa menjadi kanker.

Jenis – Jenis Kista Yang Paling Umum

Pada umumnya, ada beberapa jenis kista yang sangat umum dan sering kita jumpai, antara lain:

  1. Kista Epidermoid

Jenis kista ini muncul pada lapisan kulit atau lebih dikenal sebagai daging tumbuh. Kista ini terihat seperti benjolan dengan permukaan yang halus.

  1. Kista Sebaceaous

Kista ini juga timbul pada permukaan kulit. Kista jenis ini muncul karena kelenjar sebum yang mengeluarkan minyak lalu terjebak didalam benjolan tersebut. Semakin lama benjolan itu ada maka akan semakin besar dan tebal.

  1. Kista Ganglion

Kalau kita pernah melihat pergelangan tangan atau bahkan jari kaki, jari tangan yang membengkak dan lunak ketika dipegang, maka kemungkinan besar itu adalah jenis kista ganglion.

  1. Kista Baker’s

Ciri dari kista ini adalah terdapat kantong cairan pada bagian sendi dibawah tekukan lutut. Kista ini juga bisa mengurangi pergerakan sendi, seperti ketat dan sulit bergerak.

  1. Kista Ovarium

Bagi kaum wanita, kita perlu berhati – hati dan lebih ekstra dalam menjaga kesehatan. Karea kista ovarium terjadi pada wanita, tepatnya pada bagian ovarium wanita.

  1. Kista Payudara

Pada wanita kista payudara ini kemungkinan besar dapat terjadi, biasanya jenis kista ini termasuk kista jinak dan tidak menjadi kanker. Ukuran kista payudara ini bisa berubah menjelang dan sesudah menstruasi.

  1. Kista Vagina (kista Bartholin’s)

Masih seputar wanita, kista vagina dapat terjadi pada bagian vagina wanita. Biasanya kista vagina muncul pada kelenjar batholin atau yag sering kita kenal sebagai kelenjar pelumas yang berfungsi memberikan cairan pada vagina.

  1. Kista Serviks (Kista Nabothian)

Saluran reproduksi wanita memang sangat berisiko terjadi kista, kista serviks juga terjadi pada leher rahim wanita. Ukuranya memnag kecil, namun tanpa penanganan yang baik akan terus berkembang dan memperbanyak diri.

  1. Kista Ginjal (Kista Solitary)

Bagi para lansia, kista ginjal seringkali mengampiri kista ginjal ini tidak berbahaya bagi tubuh, namun bisa memicu penyakit ginjal lainya.

Kenali Gejala Jenis Kista Sedini Mungkin

Kista memiliki beberapa gejala yang berbeda sesuai jenisnya, dibawah ini kita akan pelajari gejala masing – masing kista dan apa itu penyakit kista, antara lain:

1. Gejala Kista Epidermoid

Penyakit kista epidermoid bisa dibilang tidak menunjukan gejala apapun pada penderita. Hanya terlihat bintik merah dan menjadi tumpul yang tumbuh dari bawah kulit secara perlahan.

2. Gejala Kista Sebaceaous

Gejala yang ditimbulkan oleh kista sebaceaous ini adalah timbulnya bintik seperti jerawat kecil yang tidak berbahaya bagi tubuh. Biasanya ukuran kista ini sangat kecil, dan dapat tumbuh lebih dari 5 cm apabila tidak di lakukan pengobatan yang baik.

3. Gejala Kista Ganglion

Kista ganglion ini akan menunjukan gejala yang tidak begitu bisa di ketahui oleh penderita. Namun, setelah selang beberapa waktu kista ini akan menyebabkan kesemutan bahkan mati rasa pada sendi penderitanya.

4. Gejala Kista Baker’s

Kista baker’s ini menunjukan gejala pada penderitanya berupa keterbatasan gerak lutut dan apabila dibiarkan terlalu lama maka penderita kan mengalami memar dan bengkok pada lutut dan betis.

5. Gejala Kista Ovarium

Beberapa gejala kista ovarium yang bisa kita kenali pada wanita yang menderita kista ini seperti nyeri pinggul sampai paha, biasanya nyeri ini dialami sebelum sampai dengan menstruasi berlangsung. Kista ini bisa menimbulkan rasa sakit yang berat saat penderita buang air kecil atau air besar. Seringkali gejala mual, pusing dan muntah juga dialami penderita.

6. Gejala Kista Payudara

Beberapa gejala kista payudara yang mudah kita kenali antara lain:

  • Terdapat benjolan pada payudara.
  • Benjolan biasanya berbetuk bulat atau lonjong serta mudah bergerak.
  • Puting mengeluarkan cairan berwarna cokelat atau kuning degan bau yang tidak enak.
  • Payudara terasa sakit dan tidak nyaman.
  • Ukuran payudara menjadi lebh besar atau bengkak.
  • Ukuran payudara menjadi lebih kecil setelah mesntruasi.

7. Gejala Kista Vagina (Kista Bartholin’s)

Kista jenis ini biasanya tidak menunjukan gejala yang mudah dikenali, biasanya hanya muncul benjolan pada vagina dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat melakukan hubungan seksual.

8. Gejala Kista Serviks (Kista Nabothian)

Bagi kaum wanita mengalami pendarahan dan keputihan yang panjang itu sangat mengganggu kenyamanan. Keputihan dan pendarahan ini juga merupakan salah satu tanda bahwa anda mengalami kista servks.

9. Gejala Kista ginjal (Kista Solitary)

Kista ginjal ada dua macam, yaitu kista kecil dan bsear. Pada kista kecil biasanya tidak emnunjukan gejala apapun pada penderita, namun pada kista besar biasanya menunjukan gejala seperti nyeri pada salah satu punggung, merasa mual dan muntah, sakit perut, dan demam.

Bahaya Penyakit Kista yang Wajib Diketahui

Setelah kita mengetahui apa itu penyakit kista, tentu kita juga harus tahu bahaya yang bisa ditimbulkan penyakit kista. Berikut ini beberapa bahaya dari penyakit kista.

  • Mandul atau tidak dapat memiliki keturunan.
  • Bisa terkena kanker endometrial.
  • Berisiko terkena darah tinggi.
  • Obesitas.
  • Berisiko tinggi terkena diabetes.

Pengobatan Medis Kista dengan Operasi

Dalam mengobati penyakit kista dengan cara medis seringkali dilakukan dengan cara operasi, biasanya operasi yang dilakukan untuk mengobati kista, antara lain:

1. Operasi Laparoscopi

Operasi ini dilakukan dengan sayatan kecil derah pusar dan memasukan instrumen ke dalam perut untuk mengobati kista.

2. Operasi Laparotomy

Operasi jenis ini biasanya dilakukan dengan sayatan besar untuk menghilangkan kista.

3. Operasi untuk Menekan Tumbuhnya Kista

Kemungkinan tumbuhnya kista memang bisa saja terjadi maka untuk meminimalisasi pertumbuhanya bisa dengan melakukan operasi.

Pengobatan Herbal Kista yang Recomended

Penanganan kista secara herbal memang tidak dapat dilihat hasilnya secepat penanganan secara medis, karena pengobatan yang diberikan serba herbal dan tidak menimbulkan efek samping. Beberapa tanaman dan hewan yang dapat digunakan antara lain:

1. Mahkota Dewa

Buah mahkota dewa mempunyai kandungan zat aktif yang mampu meningkatkan sistem imun tubuh manusia. Tidak hanya itu, buah mahkota dewa yang kaya akan kandungan zat aktif seperti polifenol, saponim dan flavonoid ini juga berfungsi sebagai anti bakteri. Kandungan zat lainnya seperti flavonoid pada buah mahkota juga berkhasiat sebagai anti radang ketika terjadi pembengkakan.

2. Benalu Teh

Benalu tidak selamanya mengganggu dan tidak memiliki nilai manfaat. Tumbuhan yang mengandung flavonoid, chalcones, dan glycoflavonols ini sangat bermanfaat untuk menguatkan sistem imun dalam tubuh. Tidak hanya meningkatkan kekebalan tubuh, benalu teh ini nyatanya juga bisa mengatasi penggumpalan darah, zat anti kanker dan anti alergi.

3. Kunyit Putih

Mungkin anda mengira bahwa kunyit hanya bisa digunakan untuk bumbu masakan saja. Nyatanya jenis kunyit putih atau tanaman yang mempunyai nama latin Curcuma Mangga ini juga ampuh dijadikan obat herbal. Kandungan antioksidan dan anti inflamasi dalam kunyit putih inilah yang membuatnya tepat guna dijadikan obat kista.

4. Rumput Mutiara

Tumbuhan yang mempunyai nama latin Hedyotis Corymbosa ini sejenis tanaman perdu yang umum dijadikan sebagai obat kista. Meskipun tergolong tanaman liar, rumput mutiara ini juga bisa dijadikan sebagai obat radang panggul.

5. Teripang

Ramuan untuk mengobati penyakit kista tidak selalu berasal dari tumbuhan, teripang ini salah satunya. Anda bisa menggunakan teripang atau gamat yang mempunyai habitat di dasar laut sebagai obat kista. Kandungan Frondoside A pada teripang mampu mematikan sel – sel kanker. Penggunaan teripang sebagai obat kanker ini berlaku untuk beragam jenis kanker seperti kanker kulit, kanker payudara, kanker hati, dan kanker prostat. Teripang sebagai obat kanker juga dipercaya bisa bekerja layaknya kemoterapi. Untuk cara konsumsinya kini kian mudah, anda bisa menjumpai ekstra teripang dalam bentuk obat cair maupun kapsul.

Semoga ulasan ini berguna dan menambah referensi anda.

Baca artikel lain mengenai Jus Wortel untuk Kanker

Makanan Penghancur Kista

6 Makanan Penghancur Kista yang Aman dan Rasanya Enak

Ada banyak sekali penyakit dalam yang menyerang tubuh, salah satunya adalah kista. Berbeda halnya dengan kanker, yang satu ini adalah tumor jinak yang paling umum ditemukan. Untuk bentuknya sendiri kistik dan isinya cairan yang kental, biasanya ada juga yang berbentuk seperti anggur. Tak hanya berisi nanah, sebab ada juga kista yang isinya cairan, udara bahkan bahan lainnya juga.

Kista itu sendiri tumor jinak yang dibungkus oleh selaput yang mirip jaringan, berbeda dengan kanker yang menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya, kista atau tumor jinak ini terpisah dari jaringan yang normal di sekitarnya dan tidak akan menyebar, itulah kenapa pasien dengan tumor jinak lebih mudah untuk dibedah dan tidak akan membahayakan si penderita.

Kista terbagi dua berdasarkan tingkat keganasannya, non neoplastik dan neoplastik. Yang dinamakan kista non neoplastik memiliki sifat jinak dan kempes sendiri setelah tiga bulanan sementara yang dinamakan kista neoplastik rata-rata harus dioperasi. Tapi walau begitu tetap dilihat berdasar sifat dan ukurannya.

Yang paling umum terjadi pada kalangan perempuan adalah Sindroma ovarium polikistik atau dikenal sebagai Polycystic Ovari Syndrome (PCOS) dan penyakit yang nama Indonesianya adalah Kista Ovarium ini terjadi pada wanita yang lewat dari 25 tahun. Akan tetapi sekarang para wanita di awal 20 tahun pun banyak yang menderita PCOS karea diet yang tak sehat, aktivitas fisik yang kurang dan punya kebiasaan yang buruk seperti minum alkohol dan merokok. Aktivitas tersebut akhirnya membuat sistem reproduksi jadi tidak berfungsi dengan normal.

Makanan Penghancur Kista yang Dianjurkan

Berikut ini adalah beberapa herbal dan makanan penghancur kista dalam bentuk jamu yang bisa dikonsumsi secara rutin untuk menghilangkan kista secara perlahan. Silakan disimak.

1. Ramuan Mahkota Dewa

Di dalam Mahkota Dewa terdapat serangkaian kandungan zat aktif seperti polifenol, alkoid, juga saponin yang sama-sama menjadi anti bakteri serta bisa tingkatkan kekebalan tubuh. Untuk meningkatkan vitalitas juga untuk mengurangi rasa sakit pada bagian tubuh yang mengalami pembengkakan berkat adanya flavonoid. Untuk membuat ramuan mahkota dewa, ikuti instruksi berikut ini.

Rebus sebanyak 30 gram daun mahkota dewa segar dengan 5 gram buah mahkota dewa yang sudah dikeringkan, tambahkan 50 gram temu mangga bersama 800 cc air. Biarkan mendidih sampai menyusut setengahnya lalu bagi dua. Minum dua kali sehari.

2. Secangkir Benalu Teh

Tak disangka jika ternyata benalu yang banyak menempel di pohon teh justru memiliki banyak kandungan nutrisi yang berguna, misalnya flavonones, flavonoid, c-glycoflavonols, chalcones juga flavan3-ols. Semuanya berkhasiat untuk tingkatkan imunitas, anti alergi, mencegah terjadinya penggumpalan darah dan juga sebagai anti kanker!

Cara meraciknya menjadi pendamping makanan penghancur kista adalah: Rebuslah sebanyak 60 gram benalu teh dengan sebanyak 30 gram rumput mutiara di dalam 800 cc air. Setelah itu saringlah sebanyak 200 cc dan minum teratur sampai kista menyusut dan hancur.

3. Minum Kunyit Putih

Walau jarang disebutkan, ternyata kunyit putih atau curcuma mangga ini adalah sumber antioksidan dan anti iflamasi yang sangat kuat, bahkan melebihi hidrokortison kekuatannya.

Cara mendapatkan khasiatnya adalah dengan mencampur 10 gram kunyit putih bersama tapak liman kering, temu putih yang masing-masing 10 gram dengan 30 gram cakar ayam segar. Gunakan air sebanyak 1 liter untuk merebusnya sampai tersisa setengahnya. Disaring dan bagi tiga untuk diminum tiga kali dalam satu hari.

4. Ramuan Rumput Mutiara

Mungkin banyak yang belum tahu dengan jenis rumput yang satu ini, akan tetapi ternyata khasiat dari rumput mutiara sangat mengagumkan. Rumput mutiara yang berupa tanaman sejenis perdu ini mampu digunakan untuk menghancurkan kista. Cara kerja rumput mutiara dalam menghancurkan kista adalah dengan mengoptimalkan kinerja tubuh dalam metabolisme sehingga kekebalan tubuh akan meningkat dan lebih kuat. Dengan begitu, bakteri yang sebabkan kista perlahan bisa hancur.

Cara untuk membuat ramuannya adalah dengan merebus segenggam rumput mutiara dan daging mahkota dewa yang sudah dikeringkan, lalu didihkan dengan 600 cc air sampai kemudian menyusut setengahnya. Setelah itu dinginkan dan saring, bagi dua lalu minum pagi dan sore sampai sembuh.

5. Khasiat Kulit Manggis dan Daun Sirsak

Pilihan lainnya untuk mengobati kista adalah si kulit ajaib kulit manggis. Tak hanya kulit manggis namun juga daun sirsak yang terkenal sebagai bahan alami yang mampu mengatasi sel kanker tanpa merusak sel sehat dalam tubuh. Apabila kedua bahan ini digabungkan menjadi satu obat, maka khasiatnya sudah tentu sangat mengagumkan. Kandungan anti kankernya tak cuma hindarkan kanker, namun juga bisa memperbaiki semua kerusakan sel dalam tubuh yang disebabkan oleh bakteri.

Supaya bisa mendapatkan khasiat dari kedua bahan herbal ini, buatlah rebusan dari daun sirsak dan kulit manggis bersama-sama, setelah dingin lalu disaring dan diminum sebanyak tiga kali dalam satu hari sampai sakitnya sembuh. Tak hanya atasi kista, namun juga bisa mengatasi vertigo.

6. Ajaibnya Teripang Emas Laut

Yang satu ini bukan tanaman herbal, tetapi khasiatnya juga sama baiknya dengan tanaman herbal yang telah disebutkan di atas untuk menghancurkan kista. Teripang emas yang miliki kandungan aktif Glikosida ini bisa membantu tubuh untuk hentukan terjadinya perkembangan dari sel tumor dan kanker yang tak normal.

Makanan Penghancur Kista yang Rasanya Enak

Sebab utama terjadinya PCOS atau kista ovarium itu adalah ketidakseimbangan hormon seks, yang akibatnya siklus menstruasi jadi tak normal dan kemudian menyebabkan terjadinya kista kecil pada ovarium. Adanya kista ovarium juga sebabkan seorang wanita jadi sulit memiliki buah hati. Tetapi kondisi yang seperti ini masih bisa diatasi dan disembuhkan dengan cara yang mudah, yakni dengan menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh.

Supaya bisa menghindari terjadinya PCOS, maka para gadis yang masih remaja sangat disarankan untuk memiliki banyak aktivitas fisik yang rutin. Perlu diketahui bahwa susu akan membantu tubuh dalam pematangan sel telur, juga membantu membangun folikel pada varium juga untuk memperkuat tulang kita. Paling tidak minum susu rendah gula sebanyak dua kali dalam sehari.

Selain susu, yoghurt juga sangat disarankan untuk dikonsumsi. Tak cuma kaya akan kalsium namun juga mampu melindungi wanita dari berbagai bakteri dan virus di organ kewanitaan yang sebabkan infeksi, misalnya ISK atau infeksi saluran kelamin.

Karena wanita yang memiliki PCOS harus rutin makan makanan yang kalorinya rendah supaya bisa menginduksi ovulasi, juga menghindari obesitas yang sebabkan infertilitas, maka dianjurkan rajin makan bayam karena kalorinya yang rendah, namun tinggi serat. Itulah makanan penghancur kista yang rasanya enak. Jangan lupa hindari alkohol dan rokok, ya!

Baca artikel lain mengenai Imunoterapi Pada Kanker

Imunisasi Kanker Serviks

Kenali Imunisasi Kanker Serviks dan Cegah Kanker Serviks dengan Cara ini

Beberapa waktu silam, masyarakat Indonesia dibuat terhenyak kaget sekaligus miris dengan meninggalnya salah satu selebriti tanah air karena kanker serviks yang ia derita. Melihat kasus yang tiba-tiba ini membuat semakin banyak wanita Indonesia yang menyadari pentingnya melakukan deteksi dini kanker, karena kanker serviks menyerang diam-diam dan hampir tak disadari oleh penderitanya.

Seperti rata-rata kanker kebanyakan, disebabkan oleh bakteri dan virus. Pun demikian kanker yang satu ini, kanker serviks ini dilaporkan terjadi sebagian besar karena sebuah virus yang menular lewat hubungan seksual, jenis virusnya itu sendiri adalah human papillomavirus (HPV). Dengan diberikannya imunisasi kanker serviks, diharapkan kelak bisa mencegah terjadinya kanker yang menyerang mulut rahim, dan setidaknya mampu mencegah muncul efek yang lebih buruk lagi karena serangan kanker tersebut.

Rata-rata masyarakat sudah mengerti jika hubungan intim dengan berganti-ganti pasangan adalah penyebab penyakit yang berbahaya seperti HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya. Mereka pun berusaha untuk menghindari berhubungan intim dengan pasangan yang berbeda-beda, akan tetapi sedikit sekali yang menyadari pentingnya mengetahui kesehatan intim pasangan masing-masing. Akhirnya banyak kasus kanker serviks yang terjadi karena ‘kecolongan’.

Cara virus HPV menyerang adalah melalui infeksi langsung, ada yang melalui hubungan intim lelaki perempuan, ada juga karena hubungan homoseks, dan juga karena melakukan kontak tanpa pengaman apapun alias telanjang dengan organ genital. Adanya kontak langsung tersebut kemudian mengakibatkan adanya pertumbuhan sel secara abnormal pada serviks atau mulut rahim. Untuk sebagian kasus, gangguan abnormal tersebut kemudian cepat berkembang jadi kanker mulut rahim.

Seluk Beluk Imunisasi Kanker Serviks

Bagi masyarakat awam sudah tentu agak bingung mengenai cara memberikan imunisasi kanker serviks, terlebih bila tidak ada edukasi apapun mengenai kanker mulut rahim ini. Untuk para wanita, imunisasi kanker serviks sangat disarankan untuk diberikan mulai usia akil baligh (minimal 10 tahun). Adapun maksud pemberian vaksin untuk menghentikan infeksi virus HPV supaya tidak menimbulkan masalah besar di kemudian hari, atau kanker serviks.

Vaksin ini jarang sekali diberikan pada wanita (atau pria) usia dewasa, sebab besar kemungkinan mereka sudah pernah melakukan hubungan badan dan kemungkinan badan sudah terinfeksi virus lumayan besar. Dengan demikian, tim medis lebih berfokus pada anak-anak dan remaja yang memiliki kemungkinan jauh lebih besar untuk diselamatkan dari kanker serviks menggunakan vaksin.

Mengenai dosis untuk imunisasi kanker serviks pun berbeda-beda sesuai dengan tahapan usianya, untuk wanita yang usianya masih 10 tahun sampai 13 tahun, maka dosisnya adalah butuh 2 dosis saja. Sementara itu, untuk yang berusia 16 sampai 18 tahun atau dikenal sebagai remaja akhir, maka vaksin tersebut harus diberikan dalam 3 dosis. Setiap dosis memiliki jarak selama satu sampai dengan enam bulan.

Dosis-dosis vaksin yang diberikan tersebut diharapkan mampu memberi perlindungan maksimal dengan jangka yang panjang dari terjadinya infeksi HPV dalam tubuh. Kemudian apabila saat remaja suntikan dosis vaksin tidak lengkap, maka lebih baik segera berkonsultasi dengan dokter ahli supaya bisa segera menggenapkan vaksin yang belum diberikan.

Apakah hanya wanita yang mendapatkan vaksin HPV? Tentu saja tidak, sebab para pria juga tidak bisa lepas dari infeksi HPV. Perlu diketahui bahwa virus HPV ini juga bisa menyebabkan terjadinya beberapa penyakit, dari yang ringan yaitu kutil pada kelamin, sampai yang fatal seperti kanker anus dan kanker tenggorokan. Oleh sebab itu, vaksin HPV juga dianjurkan untuk para pria, khususnya mereka yang usianya masih di bawah 26 tahun dan memiliki kelainan seksual alias homosex serta mereka yang imunitasnya terganggu.

Jenis-Jenis Imunisasi Kanker Serviks yang harus Diketahui

Apabila kewajiban diberikannya vaksin HPV saja banyak yang tidak mengetahuinya, apalagi jenis-jenis vaksin yang akan diberikan? Adanya beragam jenis vaksin untuk virus HPV ini diakibatkan oleh ragam jenis virus HPV itu sendiri dan sampai 40% dari jenis-jenis virus tersebut akan menyebabkan infeksi pada sekitar kelamin dan sebagian jenis lainnya akan memicu terjadinya kanker mulut rahim.

Jenis-jenis vaksin HPV sesuai tahapannya yang digunakan di masyarakat di antaranya:

  • Vaksin yang pertama adalah vaksin yang bisa mencegah pra kanker serviks dan kanker serviks. Imunisasi kanker serviks yang satu ini ampuh untuk menghentikan infeksi HPV-16. Sekaligus juga virus HPV-18 yang sama-sama bisa sebabkan kanker. Para wanita yang usianya 10 hingga 25 tahun diwajibkan mendapatkan vaksin ini.
  • Vaksin yang jenis kedua yang disebut Gardasil. Jenis vaksin yang satu ini juga berfungsi sama seperti vaksin pertama, mampu mencegah kanker dan pra kanker. Tak hanya kanker serviks, namun juga anus, vulva dan kanker vagina. Vaksin yang ampun mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 ini juga bisa menghentikan serangan HPV-6 serta virus HPV-11 yang menyebabkan adanya kutil bermunculan pada permukaan alat kelamin. Jika diberikan pada lelaki, maka dimulai dari usia 9 tahun hingga mereka yang berusia 26 tahun.
  • Jenis vakisn HPV yang terakhir adalah Gardasil 9. Memiliki wilayah isolasi infeksi yang lebih luas daripada Gardasil yang sebelumnya, yakni juga mencakup pencegahan infeksi dari HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52, serta HPV-58 yang dikenal sebagai penyebab kanker mulut rahim alias kanker serviks. Jika diberikan pada lelaki, akan digunakan di usia 9 tahun sampai usia 15 tahunan.

Fakta Mengenai Efek Samping Imunisasi Kanker Serviks

Banyak sekali berita yang beredar di luaran sana mengenai vaksin HPV, dari berita ringan sampai dengan berita besar mengenai efek samping dari imunisasi kanker serviks. Semua vaksin memiliki efek samping masing-masing, termasuk efek samping pada vaksin HPV. Hanya saja, efek samping yang terjadi setelah diimunisasi dengan menggunakan vaksin HPV tergolong ringan dan hanya terjadi sementara saja. Misalnya saja adalah terjadi bengkak, terasa nyeri dan ada ruam kemerahan pada area yang disuntik dan muncul sakit kepala ringan.

Selain efek yang paling umum terjadi, ada juga efek samping lainnya yang masih terbilang jarang misalnya adalah mual, demam, serta munculnya ngilu atau sakit di lengan dan tangan, juga di kaki. Bahkan tak jarang dibarengi kemunculan ruam-ruam merah yang terasa panas gatal. Adapun efek lainnya yang paling jarang terjadi dan hampir tidak ada adalah tejadi sulit bernapas atau sesak.

Jangan ragu untuk jadwalkan konsultasi dengan dokter yang berwenang, mintalah informasi yang paling lengkap dan rinci supaya kita bisa mendapatkan pertimbangan yang paling tepat sebelum mengambil vaksin ini. Terutama untuk menghindari alergi yang bisa saja terjadi tanpa kita ketahui. Pastikan kita sudah memahami betul manfaat apa yang akan kita peroleh dan bagaimana cara pertolongan pertama efek samping yang bisa saja terjadi setelah diimunisasi.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Nasofaring