Category Archives: Kanker Serviks

Imunisasi Kanker Serviks

Kenali Imunisasi Kanker Serviks dan Cegah Kanker Serviks dengan Cara ini

Beberapa waktu silam, masyarakat Indonesia dibuat terhenyak kaget sekaligus miris dengan meninggalnya salah satu selebriti tanah air karena kanker serviks yang ia derita. Melihat kasus yang tiba-tiba ini membuat semakin banyak wanita Indonesia yang menyadari pentingnya melakukan deteksi dini kanker, karena kanker serviks menyerang diam-diam dan hampir tak disadari oleh penderitanya.

Seperti rata-rata kanker kebanyakan, disebabkan oleh bakteri dan virus. Pun demikian kanker yang satu ini, kanker serviks ini dilaporkan terjadi sebagian besar karena sebuah virus yang menular lewat hubungan seksual, jenis virusnya itu sendiri adalah human papillomavirus (HPV). Dengan diberikannya imunisasi kanker serviks, diharapkan kelak bisa mencegah terjadinya kanker yang menyerang mulut rahim, dan setidaknya mampu mencegah muncul efek yang lebih buruk lagi karena serangan kanker tersebut.

Rata-rata masyarakat sudah mengerti jika hubungan intim dengan berganti-ganti pasangan adalah penyebab penyakit yang berbahaya seperti HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya. Mereka pun berusaha untuk menghindari berhubungan intim dengan pasangan yang berbeda-beda, akan tetapi sedikit sekali yang menyadari pentingnya mengetahui kesehatan intim pasangan masing-masing. Akhirnya banyak kasus kanker serviks yang terjadi karena ‘kecolongan’.

Cara virus HPV menyerang adalah melalui infeksi langsung, ada yang melalui hubungan intim lelaki perempuan, ada juga karena hubungan homoseks, dan juga karena melakukan kontak tanpa pengaman apapun alias telanjang dengan organ genital. Adanya kontak langsung tersebut kemudian mengakibatkan adanya pertumbuhan sel secara abnormal pada serviks atau mulut rahim. Untuk sebagian kasus, gangguan abnormal tersebut kemudian cepat berkembang jadi kanker mulut rahim.

Seluk Beluk Imunisasi Kanker Serviks

Bagi masyarakat awam sudah tentu agak bingung mengenai cara memberikan imunisasi kanker serviks, terlebih bila tidak ada edukasi apapun mengenai kanker mulut rahim ini. Untuk para wanita, imunisasi kanker serviks sangat disarankan untuk diberikan mulai usia akil baligh (minimal 10 tahun). Adapun maksud pemberian vaksin untuk menghentikan infeksi virus HPV supaya tidak menimbulkan masalah besar di kemudian hari, atau kanker serviks.

Vaksin ini jarang sekali diberikan pada wanita (atau pria) usia dewasa, sebab besar kemungkinan mereka sudah pernah melakukan hubungan badan dan kemungkinan badan sudah terinfeksi virus lumayan besar. Dengan demikian, tim medis lebih berfokus pada anak-anak dan remaja yang memiliki kemungkinan jauh lebih besar untuk diselamatkan dari kanker serviks menggunakan vaksin.

Mengenai dosis untuk imunisasi kanker serviks pun berbeda-beda sesuai dengan tahapan usianya, untuk wanita yang usianya masih 10 tahun sampai 13 tahun, maka dosisnya adalah butuh 2 dosis saja. Sementara itu, untuk yang berusia 16 sampai 18 tahun atau dikenal sebagai remaja akhir, maka vaksin tersebut harus diberikan dalam 3 dosis. Setiap dosis memiliki jarak selama satu sampai dengan enam bulan.

Dosis-dosis vaksin yang diberikan tersebut diharapkan mampu memberi perlindungan maksimal dengan jangka yang panjang dari terjadinya infeksi HPV dalam tubuh. Kemudian apabila saat remaja suntikan dosis vaksin tidak lengkap, maka lebih baik segera berkonsultasi dengan dokter ahli supaya bisa segera menggenapkan vaksin yang belum diberikan.

Apakah hanya wanita yang mendapatkan vaksin HPV? Tentu saja tidak, sebab para pria juga tidak bisa lepas dari infeksi HPV. Perlu diketahui bahwa virus HPV ini juga bisa menyebabkan terjadinya beberapa penyakit, dari yang ringan yaitu kutil pada kelamin, sampai yang fatal seperti kanker anus dan kanker tenggorokan. Oleh sebab itu, vaksin HPV juga dianjurkan untuk para pria, khususnya mereka yang usianya masih di bawah 26 tahun dan memiliki kelainan seksual alias homosex serta mereka yang imunitasnya terganggu.

Jenis-Jenis Imunisasi Kanker Serviks yang harus Diketahui

Apabila kewajiban diberikannya vaksin HPV saja banyak yang tidak mengetahuinya, apalagi jenis-jenis vaksin yang akan diberikan? Adanya beragam jenis vaksin untuk virus HPV ini diakibatkan oleh ragam jenis virus HPV itu sendiri dan sampai 40% dari jenis-jenis virus tersebut akan menyebabkan infeksi pada sekitar kelamin dan sebagian jenis lainnya akan memicu terjadinya kanker mulut rahim.

Jenis-jenis vaksin HPV sesuai tahapannya yang digunakan di masyarakat di antaranya:

  • Vaksin yang pertama adalah vaksin yang bisa mencegah pra kanker serviks dan kanker serviks. Imunisasi kanker serviks yang satu ini ampuh untuk menghentikan infeksi HPV-16. Sekaligus juga virus HPV-18 yang sama-sama bisa sebabkan kanker. Para wanita yang usianya 10 hingga 25 tahun diwajibkan mendapatkan vaksin ini.
  • Vaksin yang jenis kedua yang disebut Gardasil. Jenis vaksin yang satu ini juga berfungsi sama seperti vaksin pertama, mampu mencegah kanker dan pra kanker. Tak hanya kanker serviks, namun juga anus, vulva dan kanker vagina. Vaksin yang ampun mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 ini juga bisa menghentikan serangan HPV-6 serta virus HPV-11 yang menyebabkan adanya kutil bermunculan pada permukaan alat kelamin. Jika diberikan pada lelaki, maka dimulai dari usia 9 tahun hingga mereka yang berusia 26 tahun.
  • Jenis vakisn HPV yang terakhir adalah Gardasil 9. Memiliki wilayah isolasi infeksi yang lebih luas daripada Gardasil yang sebelumnya, yakni juga mencakup pencegahan infeksi dari HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52, serta HPV-58 yang dikenal sebagai penyebab kanker mulut rahim alias kanker serviks. Jika diberikan pada lelaki, akan digunakan di usia 9 tahun sampai usia 15 tahunan.

Fakta Mengenai Efek Samping Imunisasi Kanker Serviks

Banyak sekali berita yang beredar di luaran sana mengenai vaksin HPV, dari berita ringan sampai dengan berita besar mengenai efek samping dari imunisasi kanker serviks. Semua vaksin memiliki efek samping masing-masing, termasuk efek samping pada vaksin HPV. Hanya saja, efek samping yang terjadi setelah diimunisasi dengan menggunakan vaksin HPV tergolong ringan dan hanya terjadi sementara saja. Misalnya saja adalah terjadi bengkak, terasa nyeri dan ada ruam kemerahan pada area yang disuntik dan muncul sakit kepala ringan.

Selain efek yang paling umum terjadi, ada juga efek samping lainnya yang masih terbilang jarang misalnya adalah mual, demam, serta munculnya ngilu atau sakit di lengan dan tangan, juga di kaki. Bahkan tak jarang dibarengi kemunculan ruam-ruam merah yang terasa panas gatal. Adapun efek lainnya yang paling jarang terjadi dan hampir tidak ada adalah tejadi sulit bernapas atau sesak.

Jangan ragu untuk jadwalkan konsultasi dengan dokter yang berwenang, mintalah informasi yang paling lengkap dan rinci supaya kita bisa mendapatkan pertimbangan yang paling tepat sebelum mengambil vaksin ini. Terutama untuk menghindari alergi yang bisa saja terjadi tanpa kita ketahui. Pastikan kita sudah memahami betul manfaat apa yang akan kita peroleh dan bagaimana cara pertolongan pertama efek samping yang bisa saja terjadi setelah diimunisasi.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Nasofaring

Makanan Pemicu Kanker Serviks

Hindari Daftar Makanan Makanan Pemicu Kanker Serviks Berikut Ini!

Kanker menjadi penyakit pembunuh nomor satu di dunia. Salah satu penyebabnya adalah mengonsumsi makanan pemicu kanker serviks. Kanker serviks merupakan penyakit yang menyebabkan sel-sel rahim tidak normal dan berkembang secara tidak terkendali. Kemudian sel-sel tersebut berkembang dan menyebabkan munculnya tumor pada serviks. Kanker serviks juga sering disebut sebagai kanker leher rahim. Tumor yang disebabkan karena pertumbuhan sel tidak normal tadi nantinya akan menyebabkan terjadinya penyakit kanker serviks.

Sedikit pengetahuan tentang leher rahim, merupakan organ tubuh yang menghubungkan antara vagina dan rahim. Kanker serviks merupakan kanker yang banyak diderita oleh para wanita di dunia. Jika masih dalam tahap awal, kanker serviks dapat disembukan. Menurut catatan WHO kanker serviks merupakan kanker yang memegang urutan keempat yang banyak diderita oleh perempuan. Bahkan di Indonesia sendiri setiap tahunnya tercatat 40.000 kasus kanker serviks yang terdeteksi.

Gejala Terjadinya Kanker Serviks

Gejala kanker serviks tidak terlalu kentara pada tahap awal. Sebelum tumor terbentuk gejala penyakit ini tidak terlalu signifikan. Namun berikut beberapa gejala kanker serviks, di antaranya:

  1. Siklus menstruasi yang tidak teratur, biasanya tanggalnya berubah-ubah dan tidak tentu pasti tanggal menstruasi.
  2. Pendarahan yang tidak wajar pada vagina. Bukan karena menstruasi namun karena sebab lain.  Misalnya saja pendarahan setelah buang air besar, setelah melakukan hungan seks dan pendarahan yang biasanya tidak terjadi pada kita.
  3. Nyeri pada panggul, di bagian bawah pada perut.
  4. Berat badan yang menurun tiba-tiba.
  5. Mudah lemas dan badan mudah lelah.
  6. Nafsu makan berkurang.
  7. Kaki bengkak.
  8. Nyeri saat berhubungan badan.
  9. Vagina mengeluarkan cairan yang tidak wajar, berbau dan terkadang disertai darah.

Itulah beberapa gejala kanker serviks. Jika mulai mengalami gejala tersebut segera periksakan ke dokter. Kanker yang terdeteksi lebih awal lebih mudah untuk disembuhkan.

Daftar Makanan Pemicu Kanker Serviks

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Seperti yang kita tahu bahwa kanker merupakan penyakit pembunuh utama yang menyebabkan kematian pada manusia. Oleh karena itu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Terkadang kita tak sadar mengabaikan kesehatan karena hal-hal sepele. Seperti salah mengatur pola makanan.

Mengonsumsi makanan yang tidak baik untuk kesehatan, merokok, dan kebiasaan buruk yang lainnya yang menyebabkan kesehatan menurun. Salah satu penyebab kanker serviks adalah secara tak sadar kita sering mengonsumsi makanan pemicu kanker serviks Ternyata banyak sekali makanan pemicu kanker serviks yang dapat dengan mudah kita jumpai.

Berikut merupakan daftar makanan pemicu kanker serviks dan harus dihindari, di antaranya:

1. Gorengan

Menikmati sore hari sambil menyantap gorengan dan segelas teh atau kopi sungguh sangat nikmat, bukan? Tapi tahukah kamu makanan ini ternyata dapat menyebabkan kanker serviks. Penggunaan minyak goreng yang digunakan secara berkali-kali sangat tidak baik untuk kesehatan. Gorengan merupakan makanan yang digemari oleh masyarakat, namun demi kesehatan kita, kita mungkin harus mengurangi konsumsi gorengan setiap hari dan menggantinya dengan makanan sehat seperti salad buah, atau makanan lainnya.

2. Makanan yang Mengandung Lemak

Makanan yang mengandung lemak juga dapat menjadi makanan pemicu kanker serviks. Makanan ini sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Lemak dapat memproduksi hormon estrogen. Jika hormon ini diproduksi secara terus-menerus dalam jumlah besar akan memicu munculnya sel-sel kanker dalam rahim.

Mengonsumsi makanan berlemak yanh ber;lebihan juga akan menyebabkan kegemukan atau obesitas. Memiliki berat badan yang ideal tentunya adalah impian banyak orang. Oleh karena itu, agar berat badan kita terjaga dan kesehatan kita juga, kita harus mengurangi konsumsi makanan yang berlemak.

3. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji banyak sekali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, Makanan ini dipilih karena cepat dan juga tidak memakan waktu lama dalam membuatnya. Masyarakat banyak memilih makanan ini karena praktis dan juga gampang membuatnya. Terlebih karena banyaknya restoran cepat saji di sekitar kita. Sesekali mengomsumsi makanan ini tidak masalah, tapi jika kita mengonsumsi makanan ini terus menerus tentunya akan membuat kesehatan kita tidak baik. Terlebih karena makanan ini dapat menyebabkan penyakit kanker serviks.

4. Alkohol

Risiko mengonsumsi alkohol adalah kecanduan. Selain itu, alkohol juga dapat merusak tubuh dan menyebabkan banyak penyakit. Bahkan alkohol juga dapat memicu munculnya kanker dalam tubuh. Menghindari minum alkohol adalah hal yang baik kita lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh.

5. Softdrink

Mengonsumsi softdrink yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan tubuh. Softdrink juga termasuk dalam daftar minuman yang dapat memicu munculnya sel kanker dalam tubuh. Kandungan softdrink terdiri dari kalori, gula dan zat tambahan lainnya. Softdrink juga memiliki kandungan gula yang bersifat korosif yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker pankreas.

6. Makanan yang Mengandung Lemak

Makanan pemicu kanker serviks lainnya adalah makanan yang banyak mengandung lemak. Lemak memang diperlukan oleh tubuh, namun mengonsumsi lemak yang berlebihan juga tidak baik untuk tubuh. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dapat memicu peningkatan hormon estrogen yang dapat menyebabkan munculnya sel-sel kanker dalam rahim yang sering terkena paparan hormon tersebut.

7. Makanan Ringan

Makanan ringan sering dipilih sebagai camilan sehari-hari karena harganya yang terjangkau. Makanan ini juga banyak diproduksi dengan bahan pengawet. Kandungan bahan pengawet dalam makanan ringan sangat berbahaa bagi tubuh. Terlebih jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Makanan ini juga banyak mengandung penyedap buatan yang dapat menimbulkan munculnya  sel kanker dalam tubuh.

8. Daging Merah

Daging biasanya menjadi menu pilihan yang digemari banyak orang. Tapi tahukah kita bahwa daging merah juga termasuk dalam daftar makanan pemicu kanker serviks. Selain itu, daging merah juga dapat menyebabkan kanker payudara dan kanker kolon. Oleh karena itu, konsumsi daging secukupnya, jangan berlebihan.

9. Daging Panggang

Menu daging panggang merupakan menu yang banyak digemari oleh masarakat. Daging  memang menjadi salah satu makanan favorit yang banyak disukai. Namun daging panggang ternyata dapat memicu munculnya sel-sel kanker. Proses pemanggangan daging atau lemak binatang akan menghasilkan senyawa Hidrokarbon Polisiklik Aromatik (HPK) yang dapat menimbulkan sel kanker. Terutama jika kita mengonsumsi bagian daging yang gosong.

Itulah beberapa daftar makanan pemicu kanker serviks. Kita harus selektif dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi oleh tubuh. Tidak semua makanan baik untuk tubuh, terutama makanan berlemak, yang mengandung alkohol dan lain-lain.

Selain itu, kita juga harus memperhatikan pola tidur kita. Pola tidur yang terjaga akan membuat tubuh dpat beraktivitas dengan baik. Olahraga yang teratur, makan-makanan yang bergizi, juga mengurangi makanan yang berlemak dan minuman alkohol bisa jadi kombinasi untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Menjaga kesehatan adalah hal yang penting karena sehat itu mahal. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Makanan Sehat Setelah Operasi Kanker Payudara

Cara Penularan Kanker Serviks

Cara Penularan Kanker Serviks Yang Harus Diketahui Agar Tetap Sehat

Kanker serviks atau kanker mulut rahim khusus terjadi pada wanita. Kanker ini terjadi apabila sel-sel yang berada di leher rahim berjalan tidak normal, seperti berkembang terus-menerus tanpa terkendali.

Sel-sel yang berkembang cepat ini bisa menyebabkan tumor pada bagian serviks. Apabila telah ganas maka bisa berubah menjadi kanker serviks.

Penyakit ini termasuk yang susah disembuhkan apalagi jika penderitanya terlambat menangani atau mengetahui kondisinya. Dari 40 sampai 45 pasien di Indonesia ada 20 sampai 25 orang yang tidak bisa diselamatkan.

Gejala awal dari kanker serviks tidak terlihat sehingga penderitanya tidak merasakan apa-apa. Nanti mereka akan mulai merasakannya ketika kanker sudah berkembang dan ada dalam level menuju parah.

Sebagai wanita Anda harus tahu betul bagaimana cara penularan kanker serviks. Supaya Anda tidak melakukan kesalahan dan pada akhirnya menderita karena penyakit ini. Cara penularan kanker serviks bisa dari penderita lain ataupun kebiasaan sendiri yang salah.

Sebelum membahas mengenai cara penularan akan dibahas dulu tentang gejala dan tanda-tanda terjadinya penyakit kanker ini.

Gejala dan Tanda-tanda Kanker Serviks

Anda harus merasa waspada apabila merasakan gejala dan tanda-tanda sebagai berikut.

  • Tidak teraturnya siklus menstruasi.
  • Terjadi pendarahan pada vagina yang tidak wajar. Misalnya pendarahan setelah melakukan hubungan seks, menstruasi yang panjang, ada pendarahan lain padahal sedang tidak haid.
  • Nyeri ketika berhubungan seks.
  • Nyeri pada bagian pinggang panggul dan kaki.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Berat badan menurun.
  • Badan mudah lelah dan lemas.
  • Salah satu bagian kaki ada yang membengkak.
  • Cairan vagina Anda keluar secara tidak normal seperti baunya menyengat bahkan disertai oleh darah.

Meski tidak semua tanda-tanda ini mengindikasikan Anda terkena penyakit kanker serviks tapi tidak ada salahnya untuk langsung memeriksakan kesehatan Anda. Apalagi jika setidaknya Anda merasakan adanya tiga sampai lima gejala yang dibahas di atas.

Namun supaya pencegahan yang dilakukan bisa maksimal, tidak perlu menunggu sampai terdapat tanda-tanda tersebut. Periksakan kesehatan Anda secara rutin apalagi jika sudah menikah. Untuk wanita yang usianya di atas 40 tahun juga harus memeriksakan dirinya ke dokter dan melakukan tes pap smear dengan rutin.

Penularan Kanker Serviks

Menurut dokter cara penularan kanker serviks yang paling besar adalah akibat hubungan seksual. Sebanyak 99,7% penyebabnya adalah hal tersebut.

Kanker serviks memiliki penyebab utama yang berbeda dengan jenis kanker lain. Apabila jenis kanker lain bisa terjadi karena gaya hidup yang buruk atau keturunan tapi kanker serviks terjadi karena virus HPV.

Berdasarkan penelitian dari jurnal NCBI, virus ini adalah penyebab paling besar dari terjadinya kanker serviks.

Virus HPV atau Human papillomavirus dapat terkena pada orang yang pernah melakukan hubungan seks. Oleh karena hanya itu yang bisa menjadi penyebabnya. Namun tentu saja jika hubungan seks tersebut tidak sehat alias sering dilakukan dengan pasangan yang bukan suami. Bahkan akan lebih parah jika berganti-ganti.

Bukan hanya Anda selaku pemilik rahim yang harus menjaga kesehatannya tapi pria atau pasangan Anda juga memiliki tanggung jawab atas kesehatan dari organ intim Anda. Baik pria maupun wanita sama-sama dapat menyebarkan virus ini.

Makannya apabila Anda memutuskan untuk menikah harus benar-benar mencari calon suami yang sehat. Dia harus punya gaya hidup yang sehat terutama dalam hal kesehatan seksual. Bukan hal yang tabu apabila Anda menanyakan hal ini sebelum menikah.

Selain melakukan hubungan seksual cara penularan kanker serviks lainnya bisa dari toilet umum, dan merokok. Kenapa bisa?

Toilet Umum

Baik toilet atau kamar mandi umum bisa menjadi salah satu sarana untuk menularkan virus HPV. Tentu saja karena banyak orang yang menggunakannya. Kita tidak akan tahu apabila ada orang yang memakai sebelum kita memiliki penyakit kanker serviks, penyakit kelamin, maupun penyakit menular lainnya.

Bukan tidak mungkin jika orang yang sudah terinfeksi virus HPV bisa menularkannya kepada orang lain lewat toilet umum. Risiko bisa lebih banyak terjadi apabila yang digunakan adalah closet duduk. Tentu bisa Anda bayangkan bahwa ada ratusan orang setiap harinya yang menggunakan toilet tersebut.

Meski sudah dibersihkan oleh petugas tapi bisa saja virus tersebut masih menempel dan belum bersih.

Merokok

Kenapa merokok bisa menularkan penyakit kanker serviks?

Meski ketika merokok yang langsung terkena adalah bagian mulut, tapi asapnya bisa menyebar ke mana-mana. Ketika ada asap yang dikeluarkan dari rokok maka seluruh organ tubuh bisa mencium asap tersebut.

Bahan-bahan kimia yang keluar lewat asap rokok bisa membahayakan tubuh terutama untuk rahim wanita. Jangan salah sangka, meski asap rokoknya sudah hilang, tapi dampaknya akan tetap terasa bagi tubuh dalam waktu yang sangat lama. Semakin sering terkena asap rokok maka risiko penyakit kanker dan lain-lainnya lebih besar.

Penularan lain yang bisa terjadi kepada Anda antara lain:

  • Meski kemungkinannya kecil, tapi jika ada ibu yang mengidap penyakit ini dan melakukan persalinan normal, bisa saja menularkan kepada anaknya.
  • Memakai benda yang sudah terkontaminasi bersama, misalnya handuk, gunting kuku, mainan seks, gelas, sendok, dan lain sebagainya.
  • Pertukaran cairan tubuh misalnya karena melakukan seks oral.
  • Kontak dengan kulit penderita secara langsung, terutama dengan hubungan seksual.

Selain dengan penularan ini, kanker serviks juga bisa terjadi karena berbagai hal. Seperti melakukan seks bebas, melakukan seks ketika umur masih muda, menggunakan pil KB, terlalu sering atau banyak melahirkan, usia tua, dan imunitas yang kurang.

Menggunakan Pil KB

Jika Anda sudah menggunakan pil KB dalam jangka waktu yang panjang maka bisa menjadi penyebab kanker serviks. Penggunaan yang terlalu lama bisa membuat memengaruhi kesehatan dari leher rahim Anda.

Ketika pengonsumsiannya dihentikan maka risikonya juga akan turun. Jika memang ingin menggunakan alat kontrasepsi, pilih KB jenis lain yang lebih aman.

Hubungan Seks Terlalu Dini

Salah satu alasan kenapa orang yang masih muda tidak diperbolehkan menikah karena hal ini. Wanita baru aman jika menikah ketika berusia 17 tahun. Oleh karena di saat ini organ reproduksinya sudah berkembang sempurna.

Jika sudah menikah pastinya mereka akan melakukan hubungan seksual ini. Wanita yang sudah melakukan hubungan seksual sebelum 17 tahun maka dua kali lebih besar risikonya.

Sistem Imun yang Rendah

Wanita yang sistem imunnya rendah bukan hanya rentan terserang penyakit kanker serviks tapi juga penyakit lainnya. Apabila virus HPV membuat leher rahim Anda terinfeksi maka membuat sistem imun jadi melemah.

Virus tidak butuh waktu lama untuk berkembang dan menginfeksi sehingga berubah jadi kanker serviks.

Supaya cara penularan kanker serviks ini tidak terjadi maka lebih baik lakukan vaksin HPV sedini mungkin. Akan lebih baik jika ketika wanita berusia 10 tahun atau belasan tahun. Namun ketika sudah dewasa juga bisa dilakukan jika memang sudah aktif secara seksual.

Demikianlah informasi mengenai cara penularan kanker serviks yang harus Anda ketahui. Agar bisa berjaga-jaga dan tidak bisa terkena penyakit ini. Kesehatan para wanita salah satu hal yang paling penting dijaga.

Baca artikel lain mengenai Penambah Trombosit Paling Cepat