Category Archives: Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Rahim dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Rahim dan Kanker Serviks, Apakah Keduanya Sama?

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, siapa saja dituntut untuk menjadi pintar. Pintar di sini dimaknai sebagai selalu uptodate dengan segala bentuk perkembangan informasi. Dengan memiliki informasi yang terbaru, tentu banyak memberikan nilai positif dalam kehidupan.

Bagi wanita, memiliki pengetahuan dan informasi mengenai beberapa jenis penyakit yang menyerang wanita merupakan hal yang juga penting. Pengetahuan ini dijadikan bekal untuk dapat memberikan respon yang tanggap terhadap segala bentuk gejala yang ditampakan oleh tubuh.

Salah satu jenis penyakit yang menyerang wanita saat ini adalah kanker rahim. Hanya saja, kebanyakan orang menyamakan antara kanker rahim dan kanker serviks, di mana kanker serviks adalah kanker leher rahim. Padahal sejatinya, keduanya merupakan hal yang berbeda.

Penyakit Kanker Rahim

Kanker rahim adalah kanker yang menyerang rahim wanita sehingga kanker ini juga disebut sebagai kanker uterus atau endometrium, keduanya merupakan nama lain dari rahim. Rahim merupakan organ vital wanita yang menjadi tempat pertumbuhan janin pada saat kehamilan.

Penyebab kanker rahim masih tidak dapat diketahui secara pasti, namun, kebanyakan kasus yang ditemukan mengenai kanker rahim adalah Karena terlalu tingginya produksi hormone esterogen yang tak diimbangi dengan produksi hormone progesterone.

Kebanyakan kasus kanker rahim ini ditemukan pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. Hal ini disebabkan karena pada masa ini, wanita sudah tidak lagi memproduksi hormone progesterone, sedangkan produksi hormone esterogen masih dilakukan. Sehingga dengan ini, keberadaan hormone esterogen tidak diimbangi dengan hormone progesterone. Inilah yang kemudian memicu timbulnya kanker rahim pada diri seorang wanita.

Beberapa gejala yang ditampakan oleh kanker rahim ini adalah pendarahan dan munculnya lendir yang tak normal. Pendarahan ini berada di luar batas pendarahan normal atau haid normal yang dialami seorang wanita. bisa jadi mengenai waktnya yang lebih lama dibandingkan haid biasanya serta mengenai volume darah yang dikeluarkan menjadi lebih banyak dibandingkan biasanya.

Selain itu, gejala yang ditampakan oleh kanker rahim adalah munculnya lendir yang juga tidak seperti biasanya. Merupakan hal yang normal bagi seorang wanita untuk mengeluarkan lendir. Hanya saja, lendir yang tak normal ini adalah saat memiliki warna kehijauan atau kekuningan serta ada bau yang menyengat.

Selain dua ciri di atas, kanker rahim juga disertainya adanya rasa sakit yang muncul saat buang air kecil, dan hubungan suami istri. Rasa sakit juga muncul pada bagian bawah perut atau panggul. Muncul pula benjolan pada bagian bawah perut yang dapat dirasakan saat diraba.

Mengenai proses pengobatan yang dilakukan untuk kanker rahim maka ada tiga jalan yang bisa ditempuh yaitu radiasi, kemoterapi dan operasi. Radiasi dapat dilakukan saat kondisi kanker masih tidak terlalu parah dan masih kecil serta belum menyebar ke bagian organ yang lainnya.

Jika, kanker sudah berkembang ke tahapan yang lebih parah, maka sel kanker dapat menyebar ke bagian organ di sekitar rahim. Sebelum pada tahapan ini, memang lebih baik dilakukan operasi pengangkatan rahim yang dikenal dengan sebutan histerektomi. Hal ini adalah untuk mencegah penyebaran kanker ke bagian lain. Namun di sisi lain akan menyebabkan di wanita kehilangan fungsinya untuk dapat hamil.

Penyakit Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang leher rahim. Leher rahim ini merupakan bagian yang masih belum masuk ke bagian rahim namun seakan berada di pintu depan menuju rahim. Rahim dan leher rahim terdapat perbedaan jarak sebanyak beberapa centi. Leher rahim ini menjadi pintu masuk menuju rahim yang berasal dari vagina.

Gejala yang ditampkan oleh kanker serviks ini memang seperti apa yang dialami oleh penderita kanker rahim. Sebut saja seperti adanya pendarahan yang tak normal, adanya keputihan yang tak seperti biasanya, serta timbulnya rasa sakit.

Sedangkan untuk penyebab kanker serviks ini adalah adanya serangan human papilloma virus atau HPV. Infeksi virus ini dapat terjadi akibat dari masuknya virus ke bagian organ kewanitaan, tepatnya pada rahim. Adanya virus ini dapat disebabkan oleh kurangnya wanita menjaga kebersihan organ kewanitaannya dan juga karena perilaku seksual yang tidak sehat, misalnya sering gonta ganti pasangan yang menyebabkan lebih mudah terpapar pada virus ini.

Pengobatan yang ditempuh juga adalah radiasi, kemoterapi dan operasi. Ketiga hal ini akan ditentukan dengan melihat kondisi perkembangan sel kanker yang menyerang tubuh. Pada tahapan awal, radiasi masih bisa dilakukan, namun jika sel kanker sudah tumbuh dengan lebih pesat maka perlu dilakukan tindakan yang lainnya.

Mengenai penderita, wanita dalam kurun usia berapa saja dapat terserang penyakit ini. Hanya saa, infeksi dari visur HPV lebih memakan waktu yang cukup panjang, yaitu sekitar 10 tahun sampai 20 tahun. Pada tahap penginfeksian ini, bisa jadi si penderita tidak akan merasakan gejala apa pun.

Untuk masalah pencegahan, kanker serviks ini dapat dioptimalkan dengan cara skrinning. Inilah dikenal dengan program pap smear atau pendeteksian dini mengenai kesehatan organ kewanitaan. Sehingga dengan ini maka akan dilihat bagaimana kondisi rahim termasuk juga leher rahim.

Kanker Rahim VS Kanker Serviks

Setelah membaca penjelasan di atas, tentunya kita akan lebih memahami bagaimana perbedaan antara kedua jenis kanker yang khusus menyerang wanita ini. Keberadaan tempat serangan sel kanker menjadi pembeda yang utama dari kedua kanker ini. Kanker rahim menyerang rahim, sedangkan kanker serviks menyerang pintu masuk dari rahim, yaitu leher rahim.

Kedua adalah mengenai penderita, untuk kanker rahim, kebanyakan kasus didapatkan pada wanita usia lanjut yaitu yang sudah memasuki masa menopause, sedangkan untuk kanker serviks dapat menyerang wanita pada usia produktif.

Mengenai penyebab, memang masih belum diketahui pasti menyebab kanker rahim, namun kebanyakan dikaitkan dengan produksi hormone esterogen yang tak diimbangi dengan produksi progesterone. Sedangkan untuk kanker serviks, dialami karena infeksi virus human papilloma.

Untuk gejala yang ditampakan, keduanya memang menunjukan kemiripan, yaitu adanya pendarahan, keputihan yang tak normal serta rasa sakit pada bagian bawah perut atau panggul, tepatnya pada organ kewanitaan. Hal inilah yang kemudian membuat kanker rahim banyak disamakan dengan keberadaan kanker serviks, walaupun keduanya merupakan hal yang tak sama.

Upaya pengobatan yang ditempuh juga hampir sama, yaitu radiasi, kemoterapi, dan operasi. Radiasi dan kemoterapi dilakukan saat ukuran sel kanker yang menyerang masih tidak sebegitu besar dan belum menyebar ke bagian organ yang lain. Saat perkembangan kanker sudah sangat pesat, maka pilihan pengobatan tak lain adalah degan operasi pengangkatan.

Inilah dua jenis kanker yang banyak menyerang wanita, yaitu kanker rahim dan kanker serviks alias kanker leher rahim. Keduanya merupakan jenis penyakit yang tak sama. Namun wanita tetap harus waspada dan mendapatkan lebih banyak informasi mengenai kedua jenis penyakit ini.

Baca artikel lain mengenai Benalu Jeruk Nipis Untuk Kanker

Manfaat Yogurt untuk Keputihan

Manfaat Yogurt untuk Keputihan, Benarkah Manjur?

Keputihan adalah keluarnya cairan berwarna putih atau bisa juga kekuningan dari vagina. Ada banyak alasan kenapa keputihan bisa terjadi. Pada artikel ini akan dibahas mengenai keputihan dan apakah benar mengenai manfaat yogurt untuk keputihan. Langsung saja simak pembahasannya di bawah ini.

Mengenal Keputihan pada Wanita

Masalah kesehatan memang lebih sering menyerang wanita, salah satunya adalah masalah mengenai kesehatan alat reproduksi. Keputihan juga termasuk ke dalam masalah kesehatan alat reproduksi yang terjadi pada 75 persen wanita yang ada di dunia. Jenis keputihan ada dua, yaitu yang normal dan tidak normal. Keputihan normal terjadi karena infeksi jamur, virus, dan bakteri yang hanya terjadi beberapa saat, baunya juga tidak menyengat. Sedangkan keputihan yang tidak normal terjadi setiap hari dan berbau.

Sebelum membahas mengenai manfaat yogurt untuk keputihan akan dibahas dulu mengenai apa saja penyebab dari penyakit ini. Berikut ini apa saja penyebab keputihan pada bagian vagina Anda.

  • Penyebab pertama adalah berlebihannya pertumbuhan bakteri normal pada vagina. Gejala yang akan dirasakan jika mengalaminya adalah ada cairan dengan warna kuning kehijauan, gatal, cairannya encer, bahkan nyeri ketika kencing dan ketika berhubungan seksual.
  • Penyebab kedua adalah karena parasit Trichomoniasis vaginalis. Gejala yang mungkin Anda rasakan adalah warna cairannya kehijauan atau kuning, bisa juga kecokelatan, dan berbau.
  • Penyebab ketiga adalah karena jamur Candida albican yang bisa menyebabkan gejala adanya cairan dengan warna putih seperti susu basi, dan rasa gatal. Dalam keadaan normal jamur ini tetap ada di bagian kulit vagina tapi dengan jumlah yang sedikit.

Keputihan bisa terjadi karena berbagai macam faktor yang mungkin belum Anda ketahui. Antara lain karena menggunakan bahan celana dalam yang tidak bisa menyerap air dengan baik sehingga vagina jadi basah atau lembab, bahkan mengonsumsi antibiotik, dan pil KB. Maka dari itu Anda harus memiliki celana dalam dengan bahan katun, dan sering menggantinya.

Selain itu, ini dia beberapa cara mencegah munculnya keputihan yang tidak normal.

  • Jangan menggunakan stocking terlalu sering.
  • Jangan memakai celana yang ketat.
  • Pada malam hari ketika tidur lebih baik tidak menggunakan celana dalam.
  • Pakai celana dalam dengan bahan katun agar kelembaban di dalam vagina bisa dicegah.
  • Setelah buang air kecil basuh kemaluan dari depan ke arah belakang.
  • Jangan menggunakan bahan-bahan ini untuk mencegah munculnya keputihan, tisu toilet yang memiliki wangi, pembalut dengan pewangi, mencuci celana dalam dengan detergen dan pelembut yang aromanya sangat kuat, dan beberapa bahan lainnya.

Mengobati Keputihan dengan Yogurt

Jika keputihannya masih normal maka Anda bisa mengonsumsi berbagai makanan yang bisa mengurangi jumlah jamur penyebab keputihan seperti dengan yogurt asli untuk keputihan. Memang apa saja kandungan di dalam yogurt yang bisa menghilangkan keputihan? Dan apakah yakult untuk keputihan juga bisa?

Salah satu kandungan yang ada di dalam yogurt sehingga bisa menghilangkan keputihan adalah probiotik. Kegunaannya adalah untuk mencegah munculnya infeksi jamur. Kandungan ini juga bisa meningkatkan kadar bakteri baik yang ada di dalam tubuh sehingga keputihan Anda bisa dihilangkan.

Yogurt juga memiliki kandungan yang bisa melawan infeksi dari jamur penyebab keputihan, yaitu Candida vaginalis, dan Candida Albicans. Tentu saja jika Anda rajin mengonsumsi yogurtnya, jenis yogurt yang bisa digunakan bisa yang asli, dan bisa juga yakult untuk keputihan karena adanya kandungan L. Carota strain.

Jamur ini bisa dihilangkan dengan mengonsumsi yoghurt secara rutin setiap hari. Takarannya setiap dikonsumsi adalah segelas kecil. Penelitian mengenai manfaat yogurt untuk mengatasi keputihan telah dilakukan di Amerika beberapa tahun yang lalu dengan melakukannya pada wanita-wanita yang telah terinfeksi dengan jamur candida. Mereka diharuskan mengonsumsi secangkir yogurt selama 6 bulan dan nyatanya jumlah infeksi memang berkurang.

Namun yogurt yang dikonsumsi harus memiliki kandungan Lactobacillus acidophilus aktif, memang ini tidak mudah karena tidak semua yogurt memiliki kandungan ini. Jadi secara tidak langsung dengan meminum yoghurt bisa mencegah bahkan mengobati keputihan.

Peran yogurt asli untuk keputihan lainnya adalah akan memberikan kesehatan pada bagian vagina Anda sehingga kadar pH bisa seimbang. Dengan begini serangan jamur penyebab keputihan bisa dikendalikan. Namun Anda juga harus rajin menjaga kebersihan area V lalu bisa dibantu dengan mengonsumsi yogurt.

Selain menjadi obat untuk keputihan dengan menjaga kesehatan miss V, yogurt juga bermanfaat bagi kesehatan reproduksi wanita yang lain, antara lain:

  • Memperkuat janin karena kandungan kalsium yang ada. Bagian janin yang akan menjadi lebih kuat adalah tulangnya.
  • Menyehatkan kehamilan karena kandungan magnesium, dan kalsiumnya. Kebutuhan kalsium yang diperlukan oleh ibu hamil menjadi 3 kali lebih besar dari biasanya sehingga dengan mengonsumsi yogurt bisa memenuhinya.
  • Meredakan sakit akibat haid, melancarkan datang bulan, dan menambah kadar kalsium saat haid sehingga tidak ada masalah ketika mengalaminya.

Jadi, jika ada yang bertanya mengenai apakah yogurt bisa digunakan untuk mengobati atau mencegah keputihan maka jawabannya adalah, ya. Namun memang tidak bisa menyembuhkan keputihan yang sudah parah, jika sudah sampai warnanya tidak putih susu dan sangat mengganggu maka Anda harus memeriksakannya, dan mendapatkan obat dari dokter. Itulah manfaat yogurt dalam mencegah dan mengobati keputihan yang bisa diberikan. Namun jika Anda tidak suka mengonsumsinya maka mungkin bisa mencoba bahan alami lainnya yang memiliki khasiat sama, antara lain.

  • Bawang Putih

Anda bisa menggunakan bawang putih sebelum tidur malam dengan memotong satu siung bawang putih. Jangan lupa kupas lalu bersihkan, setelah itu letakkan di atas vagina Anda tapi jangan sampai dimasukkan. Diamkan hingga pagi ketika Anda bangun.

  • Daun Sirih

Khasiat dari daun sirih memang ada banyak terutama bagi kesehatan kewanitaan. Salah satu khasiat daun sirih yang ampuh adalah menjadi obat untuk keputihan. Biasanya dan sirih harus direbus dulu kemudian air rebusannya yang digunakan. Rebusan air daun sirih bisa membunuh berbagai bakteri jahat pada vagina yang bisa menyebabkan keputihan.

Namun Anda jangan menggunakannya setiap hari karena nanti bisa-bisa membunuh bakteri yang baik atau memiliki manfaat pada Vagina. Anda bisa membasuhkannya langsung ke bagian vagina atau meminum airnya paling tidak seminggu sekali.

  • Akar Bayam

Selain daunnya yang bisa dikonsumsi, bagian akarnya juga bisa dimanfaatkan dengan cara direbus. Fungsinya adalah menjadi anti bakteri yang bisa menyembuhkan infeksi bagian vagina. Selain meminum air rebusannya, Anda juga bisa menjadikannya sebagai jus. Cara mengonsumsinya adalah sehari dua kali.

  • Manjakani

Buah ini memang telah lama dikenal bisa mengatasi segala masalah pada bagian kewanitaan, salah satunya keputihan. Jika tidak bisa menemukannya agar bisa diramu sendiri maka Anda bisa mencari obat dengan bahan manjakani yang bisa diminium atau menjadi pembersih kewanitaan yang dibasuh.

Demikianlah pembahasan mengenai yogurt yang bisa dijadikan sebagai obat pencegah dan penyembuh keputihan. Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi Anda.

Baca artikel lain mengenai Obat Kanker Terbaru

Perbedaan Miom dan Kista

Miom dan Kista Tidak Sama, Ini Dia Perbedaan Miom dan Kista!

Secara sederhana, miom dan kista adalah penyakit yang terjadi pada bagian reproduksi karena tumbuhnya jaringan yang tidak normal. Namun dua penyakit ini sebenarnya memiliki perbedaan yang banyak orang belum tahu, mungkin juga Anda. Jadi di sini akan dibahas lebih lengkap mengenai perbedaan miom dan kista, penyebabnya, dan bagaimana cara mengobatinya.

Apa Perbedaan Kista dan Miom?

Sampai saat ini masih banyak orang yang menganggap kista dan miom sama tapi sebenarnya memiliki perbedaan pada jenis isinya. Dua penyakit ini masuk dalam kategori tumor yang terjadinya hanya pada wanita karena terjadi pada daerah rahim dan sekitarnya. Kista isinya cairan yang memiliki warna bening atau kecokelatan. Sedangkan miom bentuknya gumpalan daging.

Lalu beda miom dan kista selanjutnya adalah letak gangguannya, kista biasanya terjadi di daerah indung telur, vagina, saluran telur, rahim, di luar bagian alat kelamin, bahkan ada yang di gusi sedangkan miom hanya ada di dinding rahim atau leher rahim.

Keduanya sama-sama bisa membahayakan para wanita yang mengalaminya karena dapat mempengaruhi kehamilan. Jika terjadi pada wanita yang hamil maka bisa mengakibakan keguguran, letak janin mengalami kelainan, dan lain sebagainya. Namun jika pada wanita yang tidak hamil maka bisa mengganggu siklus menstruasi seperti darah yang keluar sangat banyak, dan menstruasi yang tidak teratur.

Kemudian masih ada lebih banyak lagi perbedaan miom dan kista, seperti yang dibahas di bawah ini untuk lebih lengkapnya.

Beda miom dan kista lainnya adalah mengenai keluhan yang dirasakan. Keduanya bisa dirasakan ketika sedang mengalami menstruasi. Namun bisa dibedakan dengan jenis keluhannya. Keluhan miom kebanyakan akan terlihat pada siklus haid, salah satu ciri dari penyakit miom adalah jumlah hari haid Anda yang bisa lebih panjang, siklus haid tidak rutin, dan jumlah darahnya banyak sekali dibandingkan dengan batas normal.

Sementara itu, kista keluhannya adalah Anda akan merasakan nyeri haid yang sangat dahsyat pada hari pertama atau kedua, bisa juga dengan merasakan sakit ketika berhubungan seksual. Jadi kista tidak hanya bisa dirasakan pada waktu tertentu.

Selanjutnya perbedaan antara kista dan miom adalah kandungan dan wujudnya yang sudah sedikit dibahas tadi. Kista isinya adalah cairan sehingga ketika dioperasi cairan itu akan disedot dulu setelah itu akan diambil sisanya. Sedangkan bentuk miom adalah padat dan biasanya berbentuk bulat, akan terlihat seperti batu. Daging ini akan terbungkus oleh serabut otot yang ketika dioperasi bisa dikupas.

Kemudian perbedaan lainnya adalah tempat di mana gumpalan Penyakit ini berada. Miom biasanya ada di bagian rahim bisa juga di bagian kelamin wanita sedangkan untuk kista ada di bagian indung telur sebelah kanan, kiri atau keduanya.

Kista dan miom sama-sama masuk ke dalam jenis tumor jinak dan bisa dibilang tidak terlalu bahaya tapi bukan berarti Anda bisa menyepelekannya. Apabila tidak segera ditangani dengan baik maka bisa menjadikan komplikasi pada organ tubuh yang lain bahkan dapat berpotensi menjadi kanker. Oleh karena itu jika Anda mengetahui bahwa di tubuh Anda ada salah satu dari penyakit ini maka segera sembuhkan. Resiko lain yang bisa ditimbulkan adalah sebagai berikut.

  • Jika Anda mengalami penyakit kista maka bisa saja menjadi mandul. Ini karena sistem hormonal menjadi terganggu sehingga follicea yang harusnya bisa menyalurkan sel telur jadi tidak dapat melakukannya. Apabila sudah hamil tapi ukuran kistanya besar sampai dengan sekitar 7 cm maka bisa membahayakan janin.
  • Sedangkan jika Anda mengalami penyakit miom tidak akan membuat mandul tapi akan menyulitkan terjadinya kehamilan bahkan peluangnya sangat sedikit. Ini karena miom biasanya ada di bagian leher rahim sehingga bisa membuat sperma terhambat masuk ke rahim jadi tidak bisa melakukan pembuahan.

Cara Mengobati Penyakit Miom dan Kista

Sekarang Anda sudah tahu apa perbedaan kista dan miom sekarang Anda juga harus tahu bagaimana cara untuk menyembuhkan kedua penyakit ini. Cara paling ampuh tentu saja dengan menggunakan bahan alami, meski memang bisa dilakukan operasi supaya lebih cepat. Namun dengan operasi tidak menjamin kista atau miom bisa sembuh total karena pada kebanyakan kasus setelah dioperasi justru kista atau miom bisa muncul kembali. Daripada hal ini terjadi maka lebih baik melakukan pengobatan yang pasti-pasti saja bukan? Bagaimana saja cara mengobati miom dan cara mengobati kista? Berikut ini pembahasannya.

Ada banyak sekali jenis tanaman yang bisa dijadikan bahan alami untuk mengobati penyakit kista dan miom. Semuanya tersedia di Indonesia tapi mungkin tidak di semua tempat ada jadi Anda harus mencarinya di beberapa tempat. Ada banyak sekali resep ramuan penyembuh penyakit miom, dan kista. Di bawah ini akan dibahas empat ramuan beserta bagaimana cara membuatnya.

Resep 1 Obat Miom

Resep pertama ini adalah untuk cara mengobati miom, bahan-bahannya, antara lain:

  • Temu mangga sebanyak 50 gram.
  • Kunyit putih sebanyak 30 gram.
  • Daun Hia kering sebanyak 30 gram.
  • Benalu teh kering sebanyak 30 gram.

Cara untuk membuatnya mudah sekali. Sebagai berikut.

  • Langkah pertama adalah cuci bersih semua bahan kemudian kupas kunyit putih dan temu mangga lalu iris tip iris tipis.
  • Langkah kedua adalah merebus semua bahannya menggunakan 5 gelas air didihkan sampai tersisa 3 gelas saja.
  • Langkah terakhir angkat kemudian saring ramuannya jika akan diminum.

Resep 2 Obat Miom

Resep kedua masih untuk miom, bahan-bahannya, antara lain:

  • Temu mangga sebanyak 1 buah.
  • Temu putih sebanyak 1 buah juga.

Cara membuatnya hanya dengan mencuci bersih semua bahan lalu dikupas dan iris tipis. Rebus semuanya dengan 4 gelas air dan biarkan mendidih sampai tersisa 2 gelas air lalu saring jika ingin diminum.

Resep 1 Obat Kista

Sekarang baru mengenai cara mengobati kista. Resep pertama bahan-bahannya, antara lain:

  • Temu mangga sebanyak 50 gram.
  • Mahkota dewa kering sebanyak 5 gram.
  • Daun mahkota dewa sebanyak 30 gram.

Cara meramu adalah dengan mencampurkan semua bahan kemudian rebus menggunakan 80 cc air bersih dan didihkan sampai tersisa 400 cc dan saring kemudian minum.

Resep 2 Obat Kista

Resep kedua bahan-bahannya, antara lain:

  • Daun sirsak sebanyak 10 lembar.
  • Manggis yang sudah matang sebanyak 2 buah.

Cara membuatnya adalah sebagai berikut.

  • Rebus daun sirsak menggunakan 1 liter air dan didihkan sampai tersisa segelas air saja kemudian saring daunnya lalu dinginkan.
  • Ketika Anda menunggu daun sirsak mendidih cuci buah manggis kemudian buang gagangnya yang berwarna hijau, potong manggis menjadi 4 bagian kemudian masukkan ke dalam rebusan daun sirsak.
  • Blender semuanya sampai halus.

Minum ramuan ini sebanyak 3 kali sehari. Dalam sekali konsumsi takarannya sekitar 3 sendok makan.

Demikianlah informasi mengenai apa beda miom dan kista serta bagaimana cara mengobatinya. Sekarang Anda sudah tahu bagaimana bedanya kedua penyakit ini sehingga jangan salah menangani jika mengalami salah satunya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Tips Hidup Sehat