Category Archives: Kanker Rahim

Pengobatan Kanker Rahim

Berbagai Macam Pengobatan Kanker Rahim

Mungkin, akan muncul pertanyaan ini, bisakah kanker rahim disembuhkan? Karena memang, kata kanker seakan menjadi momok bagi sebagian orang di mana dikenal bahwa kanker merupakan satu penyakit yang sangat ganas selain juga dalam pengobatannya membutuhkan waktu, energi dan biaya yang tak sedikit.

Berikut ini adalah jenis pengobatan yang dapat dijalankan untuk penyakit kanker rahim.

Pengobatan Kanker Rahim Secara Medis

Pengobatan setiap jenis kanker akan didasarkan pada diagnosa tingkat keparahan dari penyakit kanker itu sendiri. Tahapan keparahan dari penyakit kanker ini dikenal dengan sebutan stadium. Demikian pula dengan kanker rahim, akan dilihat bagaimana gejala dan perkembangan sel kanker yang menyerang rahim wanita yang nantinya akan disesuaikan dengan tindakan pengobatan medis yang dilakukan kepada si pasien.

Pengobatan konvensional yang dimaksudkan adalah pengobatan yang biasa dilakukan secara medis oleh pihak kesehatan yang memiliki kompetensi di dalamnya. Sejatinya, untuk penyakit kanker, pengobatan medis yang biasanya digunakan ada tiga jenis yaitu kemoterapi, radiasi dan operasi.

Terdapat dua pilihan utama yang biasanya akan ditawarkan dalam pengobatan kanker rahim, yaitu operasi dan radiasi. Operasi pengobatan kanker rahim ini dikenal sebagai histerektomi. Operasi ini merupakan operasi pengangkatan rahim wanita. upaya ini dianggap memiliki keefektifan karena dapat langsung menghilangkan sumber penyakit yang diderita.

Hanya saja, dengan diangkatnya rahim wanita maka dengan serta merta wanita akan kehilangan kemampuan reproduksinya. Selain itu, operasi ini juga dapat menimbulkan beberapa efek samping lainnya, sebut saja seperti menurunnya kualitas dan hastrat seksual dan memicu timbulnya depresi.

Sedangkan, pengobatan dengan radiasi juga dapat ditawarkan sebagai upaya yang dilakukan sebelum memutuskan untuk melakukan operasi histerektomi. Radiasi merupakan proses penyinaran yang bermanfaat untuk mengecilkan ukuran sel kanker. Namun, upaya ini juga dirasakan akan memberikan beberapa efek tertentu, misalnya biaya yang cukup besar dan juga kemungkinan terkenanya jaringan atau sel sehat dengan sinar yang diberikan.

Kemoterapi juga dapat disodorkan dalam pengobatan untuk kanker rahim ini, walaupun kemoterapi merupakan jenis terapi kanker yang dianggap sangat melelahkan. Kemoterapi merupakan upaya pengkonsumsian jenis obat tertentu oleh si pasien kanker guna menurunkan daya hidup dari sel kanker yang menyerang sampai pada tahapan mematikan sel-sel kanker tersebut.

Pengobatan Kanker Rahim Secara Alami

Dinamakan juga sebagai pengobatan alternatif karena menjadi pilihan lain yang ada selain dari pengobatan medis yang biasanya ditempuh oleh pasien kanker. Pengobatan alternatif ini biasanya akan dijalankan jika memang dianggap pengobatan medis tidak memberikan efek penyembuhan yang berarti. Atau jalan ini dianggap lebih memberikan kemudahan bagi si pasien, misalkan dalam hal biaya karena dianggap lebih murah dibandingkan dengan pengobatan medis.

Selain itu, pengobatan alternatif saat ini lebih banyak dipilih karena seakan memberikan efek samping yang lebih terbatas dibandingkan dengan pengobatan medis. Pengobatan alternatif menjadi lebih terkenal saat ini dan menggunakan beberapa ramuan dari tumbuhan herbal atau bahkan tumbuhan yang ada di sekitar kita yang memang memiliki kemampuan atau khasiat untuk melawan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

Sebut saja ditemukan daun sirsak yang memiliki fungsi sebagai obat anti kanker. Ada beberapa penelitian dan juga kasus penyembuhan penyakit kanker yang berhasil dengan konsumsi air rebusan daun sirsak secara rutin.

Untuk pengobatan kanker rahim pun juga dapat dijalankan dengan cara alternatif ini pula. Salah satu upaya pengobatan alternatif untuk kanker rahim adalah dengan menjalankan pengobatan serupa dengan imunoterapi. Imunoterapi ini dimaksudkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh si pasien sehingga nantinya akan membuat sel kanker yang ada di dalam tubuh malah akan melakukan program bunuh diri. Inilah yang dikenal dengan istilah apoptosis.

Dalam proses aptosis, akan terdapat penekanan paksa pada pertumbuhan dan perkembangan sel kanker. Sehingga, lambat laun sel kanker tidak akan berkembang, daya penyebarannya ke organ yang lain juga akan menurun dan kemudian pada akhirnya akan mati.

Mekanisme apoptosis ini diperoleh dari senyawa antioksidan yang menjalankan aktivitas flavonoid. Hanya saja, kandungan antioksidan yang diperlukan harus memiliki kadar yang cukup tinggi. Saat ini, memang sudah ditemukan beberapa jenis tanaman yang disinyalir memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi, termasuk yang bisa digunakan untuk memperoleh manfaat ini.

Salah satu tanaman yang dipercaya memiliki kandungan senyawa antioksidan yang cukup tinggi dan dapat digunakan dalam terapi imunoterapi untuk pengobatan kanker rahim secara alternatif adalah Sarang Semut. Tanaman ini merupakan tanaman hernal yang berasal dari Papua.

Tanaman Sarang Semut ini merupakan herbal yang memiliki fungsi sangat baik untuk penderita kanker rahim. Sebut saja melakukan inaktivasi karsinogen, yaitu mampu menon-aktifkan zat aktif yang dapat menyebabkan kanker.

Mampu pula untuk menghambat pertumbuhan siklus sel kanker. Dalam proses ini kandungan senyawa antioksidan yang flavonoid dalam Sarang Semut akan mampu menggagalkan proses pembelahan sel kanker dalam tubuh.

Selain itu, terdapat pula proses inhibisi angiogenesis di mana hal ini merupakan hambatan yang diberikan pada pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker. Dengan ini, proses pemberian asupan nutrisi atau makanan pada sel kanker akan dihambat sehingga, sel kanker tidak akan mampu menerima asupan nutrisi yang mencukupi. Dan lambat laun, sel kanker akan mati dengan sendirinya.

Manfaat lainnya dalam konsumsi senyawa yang mengandung flavonoid adalah membantu penderita kanker untuk menghindari adanya kekebalan atau resistensi pada obat-obatan yang telah dikonsumsi. Tidak memungkiri bahwa penyakit kanker akan dilawan dengan konsumsi beberapa jenis obat tertentu. Hanya saja, terkadang konsumsi jenis obat ini juga akan menyebabkan efek samping lain yang justru bertentangan dengan kesehatan, misalnya adalah resistensi terhadap obat. Sarang semut ini dengan kandungan flavonoid yang cukup tinggi mampu digunakan untuk menghindarkan pasien kanker rahim dari gejala ini.

Untuk membuat sarang semut mampu bekerja aktif mengobati kanker rahim, maka haruslah dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih rutin misalnya selama 1 sampai 3 bulan. Selain itu, juga tetap harus dibarengi dengan menerapkan pola hidup yang sehat, sehingga nantinya akan lebih dioptimalkan proses pembunuhan sel kanker yang menyerang rahim wanita.

Pola hidup yang sehat ini dimaksudkan selain untuk mendukung proses inaktivasi sel kanker juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan dan daya imun tubuh. Sehingga, hal ini pun juga akan memberikan manfaat dan pengaruh yang baik dalam proses pembunuhan sel kanker. Dari luar diberikan asupan untuk melemahkan sel kanker, dari dalam tubuh, tubuh dibuat mampu untuk melawan sel kanker tersebut. Pada akhirnya, perpaduan dua hal ini akan memberikan manfaat yang maksimal.

Inilah gambaran bagaimana sebenarnya penyakit kanker rahim ini masih memiliki peluang dan kesempatan untuk dapat disembuhkan. Memang diperlukan usaha yang maksimal dalam menjalankan proses pengobatan yang diambil. Sudah dijelaskan bahwa pengobatan kanker rahim dapat dijalankan secara medis dan juga alternatif.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Benalu Mangga

Penyebab Kanker Rahim

Ini Loh yang Menjadi Penyebab Kanker Rahim, Intip Lebih Dekat Yuk!

Kanker rahim merupakan satu dari sekian jenis penyakit yang khusus menyerang kaum wanita. bahkan, dapat dikatakan bahwa kanker rahim ini tidak boleh disepelekan. Walaupun memang kebanyakan kanker rahim menyerang wanita yang sudah memasuki masa menopause. Yuk, intip lebih dekat apa saja yang dapat menyebabkan munculnya kanker rahim.

Apa Itu Kanker Rahim?

Kanker rahim merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan sel kanker pada rahim, uterus atau endometrium wanita. organ ini sangat berkaitan erat dengan sistem reproduksi manusia karena di dalam rahimlah janin akan berkembang mulai dari saat berbentuk zigot sampai menjadi janin yang siap dilahirkan. Sehingga bagi wanita, rahim merupakan satu organ vital.

Kanker rahim memang tidak banyak menunjukan gejalanya pada awal tahap perkembanganya. Beberapa kasus ditemukan diagnosa kanker rahim saat sel kanker sudah pengalami pertumbuhan yang lebih pesat.

Untuk itu, wanita harus lebih waspada terhadap gejala atau ciri yang tidak normal yang dirasakannya. Beberapa hal yang dapat menandakan penyakit kanker rahim yang dialami wanita adalah terjadinya pendarahan yang hebat. Pendarahan ini bukanlah yang berkaitan dengan haid atau pun nifas. Pendarahan ini pun berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama dan juga volume darah yang dikeluarkan juga melebihi ambang batas kenormalan seorang wanita.

Selain pendarahan, munculnya rasa sakit atau nyeri juga dapat menjadi penyebab adanya penyakit kanker rahim ini pada seorang wanita. bisanya rasa sakit akan muncul pada bagian panggul atau bagian perut bagian bawah, pada saat buang air kecil atau pun pada saat melakukan hubungan suami istri.

Jika seseorang terserang penyakit kanker, termasuk juga kanker rahim maka dengan semakin pesatnya perkembangan dan pertumbuhan sel kanker di dalam tubuhnya, gejala yang biasa ditampakan adalah menurunnya daya tahan tubuh. Tubuh akan menjadi lebih lemah dan gampang terserang penyakit. Selain itu, penurunan berat badan juga akan menjadi gejala yang muncul.

Penyebab Kanker Rahim

Untuk dapat melakukan pencegahan secara dini terhadap serangan penyakit kanker ini, maka sebaiknya kita memahami apa saja yang dapat menyebabkan kanker rahim ini. Walaupun sebenarnya hal ini akan berkaitan dengan faktor resiko seseorang terkena penyakit kanker rahim.

Resiko ini berkaitan dengan banyaknya jumlah hormone esterogen yang dihasilkan oleh dinding rahim. Namun, dengan memiliki faktor resiko ini tidaklah serta merta akan membuat seseorang terkena kanker rahim. Sebaliknya, jika seseorang tidak memiliki indikasi dari faktor resiko ini pun tidak pula membuatnya aman dari serangan kemungkinan terkena kanker rahim. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi faktor resiko penyebab adanya kanker rahim pada diri seorang wanita.

1. Usia

Kebanyakan wanita yang terjangkiti kanker rahim adalah wanita yang sudah mencapai masa menopause, walaupun tidak menutup ditemukannya kasus kanker rahim pada wanita pada usia produktif.

Besarnya kemungkinan wanita yang sudah menopause untuk terkena kanker rahim ini berkaitan dengan jumlah produksi hormone esterogen dalam dirinya. Pada saat wanita sudah menopause, maka wanita tak lagi memproduksi hormone progesterone sedangkan produksi hormone esterogen tidak berhenti.

Pada saat inilah, jika terjadi produksi hormone esterogen yang tidak diimbangi dengan produksi hormone progesterone, kemungkinan untuk mendapatkan resiko terkena kanker rahim akan menjadi lebih besar.

2. Obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas memang dapat dikaitkan dengan munculnya beberapa jenis penyakit tertentu. Karena memang obesitas dapat memicu timbulnya penyakit. Salah satu penyakit ini adalah kanker rahim.

Obesitas menunjukan bahwa di dalam tubuh manusia mengandung jumlah lemak yang berlebih. Jaringan lemak ini akan menghasilkan hormone esterogen pada kondisi tertentu. Dengan ini, tentu saja produksi esterogen pun akan meningkat.

Sama halnya dengan faktor usia di atas, jika produksi hormone esterogen lebih meningkat dibandingkan dengan hormone progesterone yang tetap dalam jumlah normal maka hal inilah yang akan menyebabkan munculnya resiko penyakit kanker rahim.

3. Faktor Genetik

Faktor genetik memang tidak dapat dilepaskan dari munculnya kemungkinan untuk seseorang dapat terjangkiti sebuah penyakit kanker, termasuk juga kanker rahim. Kita harus tahu dengan benar jika ada salah satu bagian dari keluarga yang pernah mengalami penyakit kanker. Dengan ini, kita akan menjadi waspada untuk lebih menghindari segala kemungkinan terkena penyakit kanker.

4. Konsumsi Obat Tertentu

Ada beberapa jenis obat yang bila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih panjang akan disinyalir menjadi penyebab terkenanya kanker rahim. Salah satunya adalah konsumsi tamoxifen. Obat ini merupakan obat yang bersifat hormonal yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara.

5. Adanya Gangguan Kesehatan yang Lain

Kanker rahim juga dapat dikaitkan dengan kondisi medis lainnya yang dialami oleh seorang wanita. karena ada beberapa keadaan medis yang dapat meningkatkan kemungkinan wanita terhadap resiko kanker rahim.

Misalnya yang pertama adalah hyperplasia endometrium. Istilah ini berkaitan dengan sebuah kondisi di mana terjadi penebalan pada dinding rahim.

Kedua, beberapa penyakit tertentu juga dapat dikaitkan dengan tinggi resiko terkena kanker rahim, missal adalah diabetes, sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan juga kanker rahim.

Diabetes merupakan jenis penyakit yang berkaitan dengan kelebihan berat badan dan kelebihan berat seperti yang telah dijelaskan di atas juga menjadi penyebab tingginya resiko kanker rahim. PCOS adalah kondisi di mana terdapat kista yang tumbuh pada ovarium. Ini pun juga dapat dikaitkan dengan resiko kanker rahim. Demikian pula dengan kanker ovarium.

6. Serangan Virus

Virus yang banyak dikaitkan dengan penyakit kanker rahim adalah human papilloma virus atau HPV. HPV ini menjadi penyebab kanker rahim dengan resiko yang lebih tinggi. Penyebaran virus ini terjadi pada saat hubungan suami istri. Sehingga, dapat dikatakan bahwa hubungan seksual yang tidak normal, misalnya berganti pasangan akan mampu untuk memperlebar potensi terjangkiti kanker rahim.

Memang, bagi penyebab kanker rahim ini tidak dapat diketahui secara pasti mana saja yang akan menyebabkan kanker rahim dengan pasti. Namun, kita pun harus mewaspadai beberapa hal yang disinyalir mampu untuk meningkatkan resiko kanker rahim ini.

Selain apa yang disebutkan di atas, masih ada beberapa hal yang dapat dikategorikan sebagai peningkat resiko untuk kanker rahim ini, sebut saja rokok. Rokok mengandung banyak zat yang berbahaya bagi tubuh. Termasuk zat nikotin yang juga ditengarai mampu untuk meningkatkan kadar produksi esterogen. Hormone inilah yang dapat menyebabkan tingginya resiko kanker rahim jika berada pada produksi yang lebih tinggi dibandingkan dari kondisi normal.

Untuk itu, para wanita sudah seharusnya lebih waspada terhadap beberapa hal yang dapat menyebabkan menurunnya kualitas kesehatan dirinya, termasuk membuat resiko kanker rahim menjadi lebih tinggi. Termasuk juga beberapa penyebab kanker rahim yang telah disebutkan di dalam artikel ini.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Benalu Mangga

Tanda-tanda Kanker Rahim

Wanita Harus Tahu Tanda-tanda Kanker Rahim Ini

Sebagai wanita, haruslah memiliki informasi yang menyeluruh dan tepat mengenai kesehatan wanita. informasi ini terutama berkaitan dengan beberapa penyakit yang biasanya menyerang kaum wanita. Terdapat beberapa penyakit yang secara khusus berkaitan dengan wanita, yaitu pada sistem reproduksinya. Salah satunya adalah kanker rahim. Kita pun juga harus tahu dan waspada terhadap beberapa tanda penyakit ini.

Kanker rahim atau juga dikenal dengan kanker endometrium atau kanker uterus adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya perkembangan sel kanker pada rahim atau uterus wanita. Sel kanker ini pada awalnya merupakan sel tumor yang lambat laun berkembang dan menjadi sel tumor yang ganas sehingga pada akhirnya menyebabkan kanker.

Sebagaimana layaknya jenis kanker yang lain, perkembangan sel kanker pada tubuh manusia akan menyebabkan banyak sekali pengaruh pada sistem kesehatan manusia itu sendiri. Sel kanker ini termasuk sel yang berkembang dengan cukup pesat dan mengakibatkan rusaknya jaringan sel tubuh yang diserangnya.

Untuk mampu mengantisipasi lebih awal, tentunya wanita harus dapat mengamati dan meneliti beberapa gelaja yang dialaminya, hal ini kemudian dikaitkan dengan informasi mengenai gejala dari penyakit wanita. sehingga nantinya, dapat diberikan tindakan dini yang tepat untuk mampu mengetahui dan kemudian memberikan langkah yang tepat secara medis terhadap gejala yang dialami.

Untuk kanker rahim sendiri, merupakan satu jenis penyakit yang tidak bisa dianggap remeh oleh kalangan wanita. saat sel kanker sudah berkembang cukup pesat pada rahim, maka bisa jadi perkembangan ini tak terbendung sehingga menyebabkan adanya tindakan operasi pengangkatan atau yang dikenal dengan istilah histerektomi. Jika sudah sampai pada keadaan ini, yaitu rahim wanita harus diangkat, maka tentu saja si wanita tidak akan mampu lagi untuk hamil.

Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda kanker rahim yang patut untuk diwaspadai keberadaannya bagi setiap wanita.

Haid Tak Teratur Gejala Kanker Rahim

Yang dimaksud dengan pendarahan adalah keluarnya darah dari vagina wanita dalam keadaan yang tak normal atau melebihi ambang kenormalan wanita pada umumnya. Merupakan hal yang umum dan wajar bahwa setiap wanita akan mengalami pengeluaran darah dalam siklus waktu tertentu, inilah yang dinamakan dengan haid atau menstruasi.

Haid adalah keluarnya darah dari tubuh wanita yang merupakan hasil dari tidak dibuahinya sel telur yang telah diproduksi oleh si wanita oleh sel sperma. Sehingga sel telur ini akan menempel pada endometrium atau rahim dan pada waktu tertentu, akan dikeluarkan dalam bentuk darah haid.

Namun yang dianggap sebagai suatu pendarahan yang tak normal adalah saat si wanita mengeluarkan dalam waktu yang lebih panjang daripada waktu haidnya. Keumuman  waktu haid yang dialami wanita adalah sekitar 1 minggu atau 7 hari. Namun, ada pula yang lebih dari ini namun masih dianggap normal.

Ada pula beberapa jenis pendarahan yang masih dianggap normal, misalnya adalah saat seorang wanita melepas KB-nya misalnya dulu melakukan suntik KB dan memutuskan untuk tidak. Kemudian setelah itu si wanita mengalami haid dalam jangka yang panjang. Selama pemeriksaan tidak menunjukan hal-hal yang buruk maka hal ini bukanlah kanker rahim.

Pendarahan yang dikaitkan dengan penyakit kanker rahim ini selain frekuensinya yang lebih panjang, bisa juga dikaitkan dengan volume darah yang dikeluarkan. Bisa jadi, darah yang dikeluarkan melebihi ambang batas volume darah yang dikeluarkan selama ini.

Pada saat inilah, si wanita harus merasa waspada terhadap gejala yang dihadapinya. Namun, tetap juga harus dikaitkan dengan beberapa gejala lainnya yang juga mengarahkan pada adanya ketidaknormalan pada sistem kesehatan tubuhnya.

Munculnya Rasa Sakit

Hal kedua yang perlu diperhatikan sebagai tanda atau gejala dari kanker rahim adalah munculnya rasa sakit, terutama pada daerah bagian bawah perut atau panggul. Rasa sakit ini tentu saja juga merupakan hal yang tak biasa dibandingkan dengan rasa sakit yang biasanya dialami saat haid. Pada saat haid, kebanyakan wanita akan mengalami rasa sakit pada bagian perutnya. Rasa sakit ini merupakanakibat dari meluruhnya darah yang menempel pada dinding rahim.

Rasa sakit yang perlu dicermati adalah munculnya rasa sakit saat buang air kecil, adanya rasa sakit saat berhubungan suami istri serta rasa sakit yang dialami pada bagian bawah perut atau panggul. Rasa sakit ini tentu saja menunjukan adanya hal yang tidak beres pada bagian perut wanita.

Rasa sakit yang dialami adalah semacam adanya rasa nyeri pada bagian perut. Missal pada saat buang air kecil pun, pada bagian perut akan menyebabkan rasa sakit dan juga pada bagian serviks. Atau bisa juga pada saat melakukan hubungan suami istri, si wanita akan mengalami rasa sakit.

Munculnya Benjolan

Gejala atau ciri yang selanjutnya dari gejala kanker rahim yang harus diwaspadai oleh kaum wanita adalah munculnya benjolan pada daerah bawah perut yaitu pada sekitar rahim. Benjolan ini bisa saja berkaitan dengan perkembangan sel kanker itu sendiri. Di mana, benjolan menjadi tempat dari sel kanker berkembang biak.

Benjolan ini dapat dirasakan keberadaannya dengan cara diraba atau disentuh. Dan, lambat laun, akan dirasakan perkembangan dari benjolan yang muncul. Semakin lama, benjolan tersebut akan dirasakan semakin besar. Pada tahap ini, seorang wanita harus sangat waspada dan segera memeriksakan diri ke pihak medis untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.

Menurunnya Berat Badan dan Daya Tahan Tubuh

Gejala selanjutnya bisa dianggap sebagai gejala umum yang biasa menimpa seseorang dengan penyakit kanker. Yaitu menurunnya daya tahan tubuh seseorang. Bisa jadi, seorang wanit amenjadi cepat lelah atau capek. Saat melakukan satu pekerjaan tertentu, kemudian menjadi lebih loyo dan tak bersemnagat, terlebih cepat merasakan capek. Hal ini dapat dilihat dari seringnya atau kemudahan untuk diserang penyakit yang lain, misalnya flu, sakit panas atau penyakit yang lain.

Gejala ini dapat dikaitkan dengan menurunnya berat badan. Penurunan berat badan ini dapat dikaitkan dengan tidak sampainya nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam setiap sel tubuhnya karena nutrisi tersebut telah direbut paksa oleh sel kanker yang telah berkembang dalam tubuhnya.

Jika seorang wanita merasakan beberapa gejala atau ciri yang telah disebutkan di atas, maka melakukan check up atau pemeriksaan ke pihak medis terutama adalah dokter kandungan. Nantinya, tentu akan dilakukan serangkaian pemeriksaan tertentu yang berkaitan dengan keluhan atau gejala yang dialami.

Dari serangkaian pemeriksaan yang akan dilakukan bisa mengarahkan pada diagnosa bahwa si wanita mengalami kanker rahim. Dengan ini, sebenarnya akan lebih memudahkan proses perawatan dan pengobatan terhadap penyakit yang sedang dihadapi.

Kanker rahim termasuk pada jenis penyakit yang tidak banyak menunjukan gejala pada awal perkembangannya. Bisa jadi, nantinya si wanita baru akan menyadari jika sel kanker sudah berkembang pada tahap yang lebih parah. Maka dari itu, kebanyakan wanita harus tetap waspada pada gejala yang dialaminya.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Benalu Kopi