Category Archives: Kanker Rahim

Perbedaan Kanker Rahim dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Rahim dan Kanker Serviks, Apakah Keduanya Sama?

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, siapa saja dituntut untuk menjadi pintar. Pintar di sini dimaknai sebagai selalu uptodate dengan segala bentuk perkembangan informasi. Dengan memiliki informasi yang terbaru, tentu banyak memberikan nilai positif dalam kehidupan.

Bagi wanita, memiliki pengetahuan dan informasi mengenai beberapa jenis penyakit yang menyerang wanita merupakan hal yang juga penting. Pengetahuan ini dijadikan bekal untuk dapat memberikan respon yang tanggap terhadap segala bentuk gejala yang ditampakan oleh tubuh.

Salah satu jenis penyakit yang menyerang wanita saat ini adalah kanker rahim. Hanya saja, kebanyakan orang menyamakan antara kanker rahim dan kanker serviks, di mana kanker serviks adalah kanker leher rahim. Padahal sejatinya, keduanya merupakan hal yang berbeda.

Penyakit Kanker Rahim

Kanker rahim adalah kanker yang menyerang rahim wanita sehingga kanker ini juga disebut sebagai kanker uterus atau endometrium, keduanya merupakan nama lain dari rahim. Rahim merupakan organ vital wanita yang menjadi tempat pertumbuhan janin pada saat kehamilan.

Penyebab kanker rahim masih tidak dapat diketahui secara pasti, namun, kebanyakan kasus yang ditemukan mengenai kanker rahim adalah Karena terlalu tingginya produksi hormone esterogen yang tak diimbangi dengan produksi hormone progesterone.

Kebanyakan kasus kanker rahim ini ditemukan pada wanita yang sudah memasuki masa menopause. Hal ini disebabkan karena pada masa ini, wanita sudah tidak lagi memproduksi hormone progesterone, sedangkan produksi hormone esterogen masih dilakukan. Sehingga dengan ini, keberadaan hormone esterogen tidak diimbangi dengan hormone progesterone. Inilah yang kemudian memicu timbulnya kanker rahim pada diri seorang wanita.

Beberapa gejala yang ditampakan oleh kanker rahim ini adalah pendarahan dan munculnya lendir yang tak normal. Pendarahan ini berada di luar batas pendarahan normal atau haid normal yang dialami seorang wanita. bisa jadi mengenai waktnya yang lebih lama dibandingkan haid biasanya serta mengenai volume darah yang dikeluarkan menjadi lebih banyak dibandingkan biasanya.

Selain itu, gejala yang ditampakan oleh kanker rahim adalah munculnya lendir yang juga tidak seperti biasanya. Merupakan hal yang normal bagi seorang wanita untuk mengeluarkan lendir. Hanya saja, lendir yang tak normal ini adalah saat memiliki warna kehijauan atau kekuningan serta ada bau yang menyengat.

Selain dua ciri di atas, kanker rahim juga disertainya adanya rasa sakit yang muncul saat buang air kecil, dan hubungan suami istri. Rasa sakit juga muncul pada bagian bawah perut atau panggul. Muncul pula benjolan pada bagian bawah perut yang dapat dirasakan saat diraba.

Mengenai proses pengobatan yang dilakukan untuk kanker rahim maka ada tiga jalan yang bisa ditempuh yaitu radiasi, kemoterapi dan operasi. Radiasi dapat dilakukan saat kondisi kanker masih tidak terlalu parah dan masih kecil serta belum menyebar ke bagian organ yang lainnya.

Jika, kanker sudah berkembang ke tahapan yang lebih parah, maka sel kanker dapat menyebar ke bagian organ di sekitar rahim. Sebelum pada tahapan ini, memang lebih baik dilakukan operasi pengangkatan rahim yang dikenal dengan sebutan histerektomi. Hal ini adalah untuk mencegah penyebaran kanker ke bagian lain. Namun di sisi lain akan menyebabkan di wanita kehilangan fungsinya untuk dapat hamil.

Penyakit Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah kanker yang menyerang leher rahim. Leher rahim ini merupakan bagian yang masih belum masuk ke bagian rahim namun seakan berada di pintu depan menuju rahim. Rahim dan leher rahim terdapat perbedaan jarak sebanyak beberapa centi. Leher rahim ini menjadi pintu masuk menuju rahim yang berasal dari vagina.

Gejala yang ditampkan oleh kanker serviks ini memang seperti apa yang dialami oleh penderita kanker rahim. Sebut saja seperti adanya pendarahan yang tak normal, adanya keputihan yang tak seperti biasanya, serta timbulnya rasa sakit.

Sedangkan untuk penyebab kanker serviks ini adalah adanya serangan human papilloma virus atau HPV. Infeksi virus ini dapat terjadi akibat dari masuknya virus ke bagian organ kewanitaan, tepatnya pada rahim. Adanya virus ini dapat disebabkan oleh kurangnya wanita menjaga kebersihan organ kewanitaannya dan juga karena perilaku seksual yang tidak sehat, misalnya sering gonta ganti pasangan yang menyebabkan lebih mudah terpapar pada virus ini.

Pengobatan yang ditempuh juga adalah radiasi, kemoterapi dan operasi. Ketiga hal ini akan ditentukan dengan melihat kondisi perkembangan sel kanker yang menyerang tubuh. Pada tahapan awal, radiasi masih bisa dilakukan, namun jika sel kanker sudah tumbuh dengan lebih pesat maka perlu dilakukan tindakan yang lainnya.

Mengenai penderita, wanita dalam kurun usia berapa saja dapat terserang penyakit ini. Hanya saa, infeksi dari visur HPV lebih memakan waktu yang cukup panjang, yaitu sekitar 10 tahun sampai 20 tahun. Pada tahap penginfeksian ini, bisa jadi si penderita tidak akan merasakan gejala apa pun.

Untuk masalah pencegahan, kanker serviks ini dapat dioptimalkan dengan cara skrinning. Inilah dikenal dengan program pap smear atau pendeteksian dini mengenai kesehatan organ kewanitaan. Sehingga dengan ini maka akan dilihat bagaimana kondisi rahim termasuk juga leher rahim.

Kanker Rahim VS Kanker Serviks

Setelah membaca penjelasan di atas, tentunya kita akan lebih memahami bagaimana perbedaan antara kedua jenis kanker yang khusus menyerang wanita ini. Keberadaan tempat serangan sel kanker menjadi pembeda yang utama dari kedua kanker ini. Kanker rahim menyerang rahim, sedangkan kanker serviks menyerang pintu masuk dari rahim, yaitu leher rahim.

Kedua adalah mengenai penderita, untuk kanker rahim, kebanyakan kasus didapatkan pada wanita usia lanjut yaitu yang sudah memasuki masa menopause, sedangkan untuk kanker serviks dapat menyerang wanita pada usia produktif.

Mengenai penyebab, memang masih belum diketahui pasti menyebab kanker rahim, namun kebanyakan dikaitkan dengan produksi hormone esterogen yang tak diimbangi dengan produksi progesterone. Sedangkan untuk kanker serviks, dialami karena infeksi virus human papilloma.

Untuk gejala yang ditampakan, keduanya memang menunjukan kemiripan, yaitu adanya pendarahan, keputihan yang tak normal serta rasa sakit pada bagian bawah perut atau panggul, tepatnya pada organ kewanitaan. Hal inilah yang kemudian membuat kanker rahim banyak disamakan dengan keberadaan kanker serviks, walaupun keduanya merupakan hal yang tak sama.

Upaya pengobatan yang ditempuh juga hampir sama, yaitu radiasi, kemoterapi, dan operasi. Radiasi dan kemoterapi dilakukan saat ukuran sel kanker yang menyerang masih tidak sebegitu besar dan belum menyebar ke bagian organ yang lain. Saat perkembangan kanker sudah sangat pesat, maka pilihan pengobatan tak lain adalah degan operasi pengangkatan.

Inilah dua jenis kanker yang banyak menyerang wanita, yaitu kanker rahim dan kanker serviks alias kanker leher rahim. Keduanya merupakan jenis penyakit yang tak sama. Namun wanita tetap harus waspada dan mendapatkan lebih banyak informasi mengenai kedua jenis penyakit ini.

Baca artikel lain mengenai Benalu Jeruk Nipis Untuk Kanker

Mencegah Kanker Rahim

Mencegah Kanker Rahim Dengan Menghidari Hal-Hal Berikut Ini

Kanker rahim bisa menjadi jenis kanker yang amat ditakuti oleh sebagian wanita. tentu saja hal ini berkaitan dengan fungsi dari rahim itu sendiri sebagai organ vital dalam sistem reproduksi manusia. Jika sudah terkena kanker rahim dan berkembang pada tahap yang parah, bisa jadi rahim harus diangkat. Sehingga dengan ini, potensi dan kesempatan wanita untuk hamil akan sirna.

Keberadaan sel kanker yang menyerang rahim akan memberikan dampak rusaknya atau berkurangnya fungsi dari rahim wanita. Kanker rahim ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh tumbuhnya sel kanker pada dinding rahim.

Saat ini, kanker rahim menjadi salah satu jenis kanker yang banyak ditemukan kasusnya. Untuk itu, wanita harus lebih siaga untuk lebih menjaga dirinya agar terlindung dari potensi terkena kanker rahim. Berikut adalah beberapa hal utama yang tak boleh sampai dilakukan para wanita agar menjaga diri dari serangan kanker rahim.

Pola Hidup Tak Sehat

Sejatinya, pola hidup yang sehat akan mampu menghantarkan siapa saja pada keadaan sehat yang optimal. Sebaliknya, pola hidup yang tak sehat justru akan lebih memudahkan dalam menghantarkan siapa saja untuk lebih mudah terserang penyakit. Demikian pula dengan penyakit kanker yang salah satunya adalah kanker rahim. Dengan menerapkan pola hidup sehat, akan lebih menjaga dari serangan penyakit kanker rahim ini bagi wanita.

Pola sehat pertama adalah berkaitan dengan pola makan. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar penyakit yang ada saat ini berkaitan dengan pola makan yang salah yang diterapkan oleh kebanyakan dari kita.

Banyak jenis makanan yang mengandung lebih banyak kadar lemak dan berbagai zat berbahaya yang seharusnya tidak dikonsumsi oleh manusia. Sebaliknya, kita dihadapkan pada sulitnya mendapatkan jenis makanan yang sehat yang bebas dari segala macam zat yang tak baik untuk tubuh.

Demikian pula dengan kanker rahim, sebaiknya memang menjaga asupan makanan yang dimasukan dalam tubuh. Makanan dengan kandungan gula dan lemak yang tinggi sebaiknya dihindari. Kanker rahim juga bisa dikaitkan dengan penyakit diabetes dan obesitas. Obesitas dalam beberapa penelitian terbukti meningkatkan kadar esterogen yang dapat meningkatkan potensi terkena kanker rahim. Begitu juga dengan diabetes.

Dengan menjaga pola makan, tentu akan terjaga pula berat badan. Berat badan yang ideal akan lebih memungkinkan tubuh memiliki stamina yang lebih dibandingkan dengan memiliki tubuh dengan berat badan berlebih.

Pola sehat yang kedua dikaitkan dengan kebiasaan untuk menjalankan olahraga. Olahraga pun juga sangat baik dilakukan selain untuk mendapatkan stamina yang baik juga dapat difungsikan untuk menghindarkan dari serangan berbagai jenis penyakit.

Kebiasaan Buruk Berkaitan dengan Organ Kewanitaan

Adanya kanker rahim, salah satunya adalah disebabkan oleh infeksi virus human papilloma yang menginfeksi organ kewanitaan. Virus ini dapat menginfeksi kebanyakan melalui hubungan suami istri yang tidak sehat, misalnya bergonta ganti pasangan.

Dengan bergonta ganti pasangan, sejatinya akan lebih memberikan peluang bagi organ kewanitaan seorang wanita untuk lebih terpapar pada segala bentuk virus yang nantinya hanya akan memberikan dampak yang kurang baik bagi dirinya. Sebaliknya dengan setia hanya pada satu pasangan, maka peluang ini akan ssangat terminimalisir. Paparan terhadap virus apa pun dapat dicegah dengan maksimal.

Selain itu, juga bisa berhubungan dengan upaya menjaga kesehatan dari organ kewanitaan itu sendiri. Misalnya kebiasaan untuk mengganti celana dalam atau pun pembalut saat haid. Diusahakan untuk lebih rutin lagi agar celana dalam dan pembalut tidak menjadi sarang virus yang nantinya justru hanya akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan itu sendiri.

Celana dalam dan pembalut menjadi satu barang yang langsung bersentuhan dengan organ kewanitaan. Sehingga harus selalu dijaga kebersihannya dari segala bentuk kuman, virus dan kotoran. Karena dengan terpapar pada ketiga hal ini, maka organ kewanitaan akan berpeluang untuk mendapatkan hal yang tak diinginkan berkaitan dengan kesehatan.

Tidak Waspada pada Gejala Kanker Rahim Pada Tubuh

Kanker rahim lebih sulit untuk disembuhkan ketika sudah mencapai tahapan atau stadium lanjutan. Sebaliknya, saat masih pada tahap awal, kanker rahim akan lebih mudah untuk disembuhkan karena keberadaan sel kanker masih tidak begitu pesat perkembangannya. Pada tahapan lanjut, sel kanker sudah melakukan pembelahan diri dan tumbuh dengan lebih pesat, bahkan pada stadium akhir, kanker rahim dapat menyebar ke bagian organ tubuh yang lain yang berada di sekitar dinding rahim.

Untuk itu, setiap wanita seharusnya dapat menjadi waspada dan sadar akan segala bentuk gejala yang ditampakan oleh tubuhnya. Bentuk waspada dan sadar ini adalah segera memeriksakan diri ketika mendapatkan beberapa hal yang dianggap tak wajar.

Salah satu gejala yang ditunjukan dari kanker rahim adalah adanya pendarahan yang dianggap tidak normal atau melebihi kebiasaan. Nah, seorang wanita ketika menghadapi pendarahan yang tak kunjung berhenti, di mana pendarahan itu bukanlah darah haid, maka hal ini tak boleh ditunda lagi untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Pendarahan ini tentu saja bukan darah haid. Bagi seorang wanita, tentu bisa sangat memahami bagaimana siklus haid yang dimiliki, serta bagaimana volume darah yang dikeluarkan. Jika pendarahan yang didapatkan tidaklah seperti biasanya, maka hal ini patut untuk mendapatkan perhatian yang lebih.

Nantinya, memang akan dilakukan serangkaian pemeriksaan tertentu oleh pihak medis, sampai nanti akan berujung pada satu diagnosa tertentu. Namun, pemeriksaan yang dini akan lebih memberikan manfaat bagi penanangan atau pengobatan lanjutan. Sebagaimana dikatakan bahwa pengobatan kanker rahim pada tahap awal akan lebih mudah dan memberikan lebih banyak kemungkinan sembuh dibandingkan dengan tahap lanjutan.

Menutup Diri

Wanita haruslah dapat untuk membuka dirinya dalam menerima segala macam info yang dibutuhkan terkait dengan dirinya, terutama dalam hal kesehatan. Bukanlah sebuah kesalahan jika kita banyak mencari informasi mengenai apa saja yang berhubungan dengan kesehatan wanita. Mencari informasi mengenai apa saja jenis penyakit yang dapat menyerang wanita beserta dengan gejala dan ciri yang menyertainya.

Di sinilah maka wanita akan lebih memiliki pengetahuan sebagai bekal untuk menanggapi segala bentuk gejala yang ditimbulkan dalam diri mereka. Termasuk mengenai kanker rahim ini. Semua bertujuan untuk memberikan respon yang tanggap demi kesehatan diri si wanita sendiri.

Inilah bagaimana sejatinya wanita itu sendiri memiliki peran yang penting dalam menentukan kesehatan dirinya sendiri, tentu saja selain dari faktor lingkungan dan faktor yang lainnya. Karena wanita jugalah yang menjadi penentu sehat atau tidak dirinya, termasuk juga bagian vital yaitu bagian dari sistem reproduksi yang salah satunya adalah rahim. Kanker rahim menjadi penyakit yang menyerang rahim wanita. untuk mencegah agar tidak sampai terkena penyakit ini, maka beberapa hal yang telah disebutkan di atas menjadi hal yang layak untuk mendapatkan perhatian. Semoga membantu!

Baca artikel lain mengenai Benalu Jeruk Nipis Untuk Kanker

Stadium Kanker Rahim

Mengenal Tingkatan Stadium Kanker Rahim

Mendengar kata kanker saja, mungkin sudah membuat kita parno. Apalagi kanker rahim! Bisa jadi sebagian wanita tentu akan sangat menghindar dari penyakit ini karena memang dianggap membawa dampak yang buruk bagi wanita.

Tapi, terkena kanker rahim pun bukanlah sebuah pilihan manis yang dapat dihadapi dan diterima oleh beberapa wanita. jika memang sudah terjangkiti, maka pilihan bijak tak lain adalah mampu untuk bangkit dan melawan kanker tersebut, tentu saja dalam jalan pengobatan kanker.

Tingkat Keparahan Kanker Rahim

Kanker rahim selayaknya jenis kanker yang lain, tentu masih memiliki kesempatan untuk dapat disembuhkan. Dengan deteksi yang lebih dini, maka akan memberikan peluang untuk lebih mampu disembuhkan. Hal ini memang sangat berkaitan dengan perkembangan dari sel kanker itu sendiri. Jika masih dalam tahap awal, perkembangan sel kanker masih belum terlalu pesat dan menyebar. Kondisi ini akan lebih mudah untuk disembuhkan dibandingkan dengan kondisi perkembangan sel kanker yang sudah terlalu pesat dan menyebar ke organ lainnya di sekitar rahim.

Maka dari itulah sangatlah penting untuk mampu melihat bagaimana tingkat keparahan dari kanker rahim itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari gejala yang ditunjukan oleh si penderita. Berikut adalah beberapa gejala yang menyertai perkembangan kanker rahim pada diri seseorang

Tahap Awal

Tahap awal dari serangan kanker rahim ini dapat dikategorikan sebagai stadium 1. Sebenarnya, gejala yang akan ditunjukan oleh penderita kanker bisa jadi akan memiliki perbedaan. Dan terkadang bahkan akan sulit untuk dikenali bahwa hal tersebut merupakan gejala adanya penyakit kanker.

Namun, terdapat beberapa tanda yang dapat mengindikasikan adanya hal yang tidak normal dalam tubuh kita. dan pada tahap inilah kita sudah harus sangat waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter.

Pada rahap awal ini, penderita kanker rahim akan mengalami pendarahan atau keluarnya darah melalui vagina secara tidak normal. Tidak normal dimaksudkan tidak seperti biasanya atau kebiasaan yang dimiliki si wanita.

Selain keputihan, tanda lain adalah adanya keputihan yang juga tidak wajar. Misalkan lendir yang dikeluarkan tidak bening dan tak berbau seperti biasanya, misalnya berwarna kekuningan atau kehijauan dan juga mengeluarkan bau yang menyengat.

Tanda lain yang menyertai adalah adanya rasa sakit atau nyeri pada vagina pada saat tertentu, misalnya pada saat buang air kecil, saat melakukan hubungan suami istri dan juga rasa sakit pada bagian panggul.

Ciri lain yang dapat disebabkan oleh serangan sel kanker adalah turunnya nafsu makan bahwa sampai seseorang kehilangan nafsu makan serta munculnya rasa lelah yang berlebihan atau bahkan cepat menjadi lelah. Gejala lain yang juga biasanya menyertai penyakit kanker rahim ini adalah munculnya benjolan pada area perut atau panggul. Benjolan ini dapat terasa jika diraba.

Setelah mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, baiknya memang segera memeriksakan diri ke dokter. Kemudian akan dilakukan serangkaian pemeriksaan dan diagnosa yang nantinya akan menentukan bagaimana proses penyembuhan yang akan dijalankan.

Tahap Lanjutan

Pada tahapan ini, kanker rahim bisa berada pada stadium 2 dan 3. Seorang penderita akan berada pada tahap ini jika kanker rahim tidak segera disembuhan dan ditangani pada tahap awal. Sehingga, perkembangan sel kanker akan berlanjut.

Pada tahapan ini, serangan sel kanker sudah menjangkit pada organ tubuh yang lainnya tak hanya pada rahim, terutama pada daerah sekitar rahim. Dalam keadaan seperti ini, akan menjadikan kanker lebih sulit lagi untuk disembuhkan.

Perkembangan kanker pada tahap lanjutan ini menunjukan bagaimana tahapan penyebaran kanker. Pada kanker rahim tahap lanjutan ini, kanker rahim akan menyebar pada sepertiga bagian vagina namun tidak sampai pada dinding panggul. Selanjutnya, kanker akan menyebar ke daerah dinding panggul, kelenjar getah bening yang ada di panggul dan lambat laun menghentikan sistem kerja ginjal.

Pengobatan Kanker Rahim Berdasarkan Tingkat Keparahan Kanker

Proses pengobatan kanker rahim akan disesuaikan dengan keberadaan dari perkembangan sel kanker itu sendiri. Pada tahapan awal, pengobatan yang ditempuh bisa jadi adalah dengan konsumsi beberapa jenis obat atau yang dikenal dengan kemoterapi.

Bahkan, saat ini pun sudah dapat dikonsumsi jenis tanaman herbal yang dipercaya memiliki kemampuan untuk membunuh sel kanker yang masuk ke dalam tubuh. Secara khusus, pengobatan alternative dengan menggunakan tanaman sarang semut sudah diteliti mampu menghentikan pertumbuhan sel kanker yang menyerang rahim wanita. selain sarang semut, juga terdapat daun sirsak, daun benalu, kulit manggis sebagai tanaman herbal yang memiliki kandungan senyawa anti kanker.

Untuk pengobatan secara alternative menggunakan tanaman herbal ini harus dilakukan secara rutin dan tentu saja tidak dapat dilihat khasiatnya secara langsung atau instant. Butuh proses dan kesabaran sampai pada akhirnya memberikan dampak baik bagi penderita kanker.

Selain konsumsi obat, pengobatan juga dapat dilakukan melalui metode radiasi. Radiasi adalah penggunaan sinar X-ray yang ditujukan pada sel kanker yang ada di rahim, fungsinya adalah untuk mematikan materi genetika dari sel kanker sehingga sel tersebut tidak mampu mengalami pertumbuhan dan pembelahan diri.

Pada tahap awal, tentu saja radiasi masih dimungkinkan untuk dilakukan. Radiasi akan ditujukan tepat pada area rahim yang terkena sel kanker. Sedangkan pada tahapan lanjutan, tentu saja radiasi akan lebih sulit dilakukan terutama jika sel kanker sudah menyebar ke bagian lain di luar rahim.

Sedangkan jika kanker sudah menyebar ke bagian lain dan berada pada tahap yang sudah semakin parah, maka pilihan yang akan disodorkan adalah operasing pengangkatan rahim atau yang dikenal dengan istilah histerektomi.

Operasi ini menjadi sangat ampuh dilakukan untuk segara menghentikan perkembangan sel kanker dan mencegah penyebarannya ke bagian tubuh lainnya. Hanya saja, operasi ini juga akan membuat wanita kehilangan rahimnya yang secara otomatis menghilangkan kemampuan si wanita untuk hamil. Selain itu, juga bisa menyebabkan menurunnya daya seksual si wanita atau bahkan menyebabkan depresi.

Namun, operasi histerektomi bisa menjadi satu pilihan terakhir dan harus ditempuh oleh seorang wanita dengan kanker rahim. Karena perkembangan sel kanker pada rahim ini memang bisa menjalar atau menyebar ke bagian tubuh lain di sekitar rahim. Hal ini tentu saja malah akan memberikan dampak yang sangat tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Terkena penyakit kanker rahim bagi seorang wanita bukanlah akhir dari kehidupan. Kanker rahim merupakan jenis kanker yang dapat disembuhkan. Namun, si wanita harus tetap sigap dan waspada melihat perkembangan kanker dalam tubuhnya sehingga tidak sampai berkembang pada tahapan selanjutnya yang lebih parah. Di mana pada tahapan ini bisa jadi akan lebih sulit lagi untuk diobati atau disembuhkan. Beberapa jenis proses penyembuhan yang telah disebutkan di atas dapat dijalankan demi memperoleh hasil yang maksimal, yaitu kesembuhan dari penyakit kanker rahim yang menyerang.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Benalu Mangga