Category Archives: Kanker Rahim

Cara Menjaga Kesehatan Rahim Sejak Dini

Cara Menjaga Kesehatan Rahim Sejak Dini untuk Anak dan Remaja

Bagi perempuan, rahim adalah salah satu harganya yang paling berharga. Karena di dalam rahimnya kelak, anak keturunan akan tumbuh berkembang sampai sembilan bulan dan lahir ke dunia untuk meneruskan keluarga. Oleh sebab itu, para perempuan akan benar-benar berusaha untuk menjaga rahim mereka supaya selalu sehat dan terhindar dari penyakit. Tak hanya mencegah penyakit berat seperti kanker serviks, namun juga penyakit-penyakit ringan lainnya.

Alangkah lebih baiknya jika menjaga kesehatan rahim sejak dini, yakni dilakukan sejak usia remaja. Hal ini dimaksudkan supaya si gadis memiliki rahim yang sehat dan sudah terjamin kesehatannya sejak usia remaja. Memiliki fisik yang sempurna dan rahim yang sehat, sudah tentu memberikan rasa tenang bagi mereka supaya bisa memiliki keturunan kelak.

Takdir memang Tuhan yang mengatur, walaupun penyakit tak bisa ditolak dan bisa datang kapapun juga melalui jalan manapun, tetapi untuk berikhtiar dan selalu berusaha untuk menjaga kesehatan yang telah Tuhan karuniakan adalah kewajiban kita sebagai manusia. Terlebih cara menjaga kesehatan rahim sejak dini tidak sulit untuk dilakukan. Jadi, kenapa tidak? Toh manfaatnya sangat banyak untuk kita.

Cara Menjaga Kesehatan Rahim Sejak Dini

Banyak yang mengira jika rahim hanya kita rawat setelah menikah, saat kita sedang berusaha untuk memiliki buah hati. Rahim tak perlu dirawat sebelum ingin memiliki anak karena dirasa kurang penting, selain karena rahim tak terlihat dari luar, banyak gadis remaja dan wanita dewasa yang bahkan tak tahu bagaimana caranya untuk menjaga kesehatan rahim itu sendiri.

Lalu, bagaimana cara menjaga kesehatan rahim sejak dini? Berikut adalah cara termudah yang bisa kita lakukan sejak usia remaja.

  • Waspada Saat Menstruasi. Jangan sepelekan kebersihan tubuh saat sedang datang tamu bulanan. Banyak remaja yang tidak terlalu peduli dengan kesehatan organ intim saat sedang menstruasi, yang dipikirkan hanya bagaimana supaya darah menstruasi tidak bocor dan tetap bisa beraktivitas dengan nyaman. Padahal kebersihan organ pribadi saat menstruasi menjadi gerbang kesehatan rahim di masa depan. Pastikan mengganti pembalut sampai empat kali sehari saat ‘lagi banyak-banyaknya’, jangan biarkan daerah kewanitaan lembap karena mengundang bakteri berkahaya, jangan menahan kencing dan basuh organ kewanitaan sampai bersih. Jauh lebih baik tak menggunakan sabun khusus organ intim, jauh lebih baik gunakan godokan sirih.
  • Hanya Berhubungan Intim dengan Satu Pasangan. Ketahuilah bahwa risiko infeksi virus HPV sangatlah besar pada perempuan yang terbiasa bergonta-ganti pasangan (berhubungan intim dengan lebih dari satu pria). Oleh sebab itu, mereka yang hanya melakukan hubungan intim dengan satu orang saja memiliki risiko yang jauh lebih kecil dari terjangkit virus yang menyerang organ reproduksi ini. Akan tetapi pastikan juga pasangan kita juga hanya setia pada satu pasangan dan tidak bergonta-ganti partner hubungan intim, sebab pria diketahui sebagai media penularan dari virus tersebut alias carrier. Untuk mengurangi risiko virus HPV dan juga menjaga kesehatan rahim, hanya melakukan hubungan intim setelah menikah dengan suami saja.
  • Jangan Merokok. Banyak sekali remaja perempuan yang sudah mengenal rokok dan tak segan untuk merokok walau di depan umum sekalipun. Walau sudah mengetahui efek buruk dari rokok, akan tetapi banyak yang tak peduli dan tetap merokok. Untuk yang ingin memiliki rahim sehat, sebaiknya berhenti merokok. Sebab kandungan kimia yang ada di dalam rokok seperti karbon monoksida, tar dan tentu saja nikotin tak ada gunanya sama sekali untuk tubuh.

Apalagi jika karbon monoksida terus-terusan dihirup akan mengikat hemoglobin darah di dalam tubuh kita dan akibatnya adalah oksigen dalam darah habis, akhirnya memicu tumbuhnya sel kanker dan salah satunya kanker rahim. Selain itu, asap rokok akan mengganggu imunitas tubuh dan sebabkan tubuh tak mampu melawan virus HPV yang kemudian aktivitasnya meningkat sehingga terjadi kanker rahim.

  • Ketahui Cara Aman untuk Berhubungan Intim. Pengetahuan mengenai hubungan seksual antara lelaki dan perempuan harus diajarkan sejak remaja. Tujuannya adalah supaya mereka terhindar dari hubungan intim yang tak terproteksi sehingga rawan infeksi menular kelamin atau bahkan HIV AIDS. Menggunakan kondom menjadi proteksi untuk hubungan intim yang aman, lakukan dengan satu pasangan yang sama-sama setia dan tidak melakukan hubungan sesama jenis.
  • Mengambil Papsmear. Banyak sekali perempuan yang enggan mengambil pemeriksaan ini karena takut dengan hasilnya, serta banyak juga yang tak tahu kegunaan dari melakukan pemeriksaan papsmear. Padahal pemeriksaan ini akan mendeteksi potensi sel kanker yang ada di dalam organ reproduksi perempuan, utamanya pada leher dan mulut rahim. Jika melakukan papsmear, maka seseorang bisa lebih cepat mendeteksi keberadaan sel kanker sehingga bisa diobati sebelum menjalar dan semakin parah.

Kapan papsmear dilakukan? Sebaiknya dilakukan oleh perempuan yang sudah mulai aktif aktivitas seksualnya, yakni pada usia 21 sampai 29 tahun, namun tak ada salahnya jika sejak remaja pemeriksaan ini dilakukan. Pemeriksaan dilakukan setidaknya dalam tiga tahun sekali. Sementara jika sudah menginjak usia 30 hingga 65 tahun, maka jaraknya bertambah samai 5 tahun sekali. Bisa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter yang bersangkutan.

Cara Menjaga Kesehatan Rahim dengan Vaksinasi

Cara menjaga kesehatan rahim sejak dini lainnya adalah dengan mengambil vaksinasi HPV. HPV atau Human Papillomavirus adalah virus yang nantinya akan sebabkan tumbuh kutil di tubuh seluruhnya. Memiliki 100 jenis dan sekitar 40 jenisnya menyerang kelamin dan sebabkan kanker serviks yakni HPV 16 dan HPV 18. Untuk mencegahnya maka dapatkan vaksin HPV mulai usia 10 tahun. Yang dianjurkan adalah diberikan sampai tiga kali suntikan, dalam rentang waktu tertentu.

Menurut penelitian yang lebih rinci, seseorang yang sudah mendapatkan vaksin dikatakan sudah sampai 90% terlindungi dari infeksi virus penyebab kanker tersebut. Waktu yang tepat untuk melakukan vaksin adalah sebelum perempuan aktif secara seksual, tetapi sesudah menikah pun tak apa, hanya saja kans perlindungannya tak sebesar vaksin yang diberikan sebelum aktif secara seksual.

Tetapi ada hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan vaksinasi, yakni melakukan pemeriksaan papsmear terlebih dahulu. Jika seseorang sudah melakukan pemeriksaan papsmear dan hasilnya normal, maka vaksinasi bisa dilakukan. Oleh sebab itu, lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait supaya bisa mengetahui seluk beluk papsmear dan vaksinasi lebih dalam lagi.

Selain melakukan cara untuk menjaga kesehatan rahim sejak dini seperti yang telah disebutkan di atas, maka biasakan diri untuk selalu menjalankan gaya hidup sehat. Jangan terlalu banyak mengonsumsi junk food, hindari alkohol dan selalu bergerak untuk memperlancar metabolisme tubuh. Tak perlu lakukan olahraga yang sulit, cukup dengan jogging santai atau juga bersepeda keliling kompleks sudah cukup untuk membuat tubuh menjadi bugar.

Baca artikel lain mengenai Herceptin Untuk Kanker Payudara

Makanan Penghancur Kista

6 Makanan Penghancur Kista yang Aman dan Rasanya Enak

Ada banyak sekali penyakit dalam yang menyerang tubuh, salah satunya adalah kista. Berbeda halnya dengan kanker, yang satu ini adalah tumor jinak yang paling umum ditemukan. Untuk bentuknya sendiri kistik dan isinya cairan yang kental, biasanya ada juga yang berbentuk seperti anggur. Tak hanya berisi nanah, sebab ada juga kista yang isinya cairan, udara bahkan bahan lainnya juga.

Kista itu sendiri tumor jinak yang dibungkus oleh selaput yang mirip jaringan, berbeda dengan kanker yang menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya, kista atau tumor jinak ini terpisah dari jaringan yang normal di sekitarnya dan tidak akan menyebar, itulah kenapa pasien dengan tumor jinak lebih mudah untuk dibedah dan tidak akan membahayakan si penderita.

Kista terbagi dua berdasarkan tingkat keganasannya, non neoplastik dan neoplastik. Yang dinamakan kista non neoplastik memiliki sifat jinak dan kempes sendiri setelah tiga bulanan sementara yang dinamakan kista neoplastik rata-rata harus dioperasi. Tapi walau begitu tetap dilihat berdasar sifat dan ukurannya.

Yang paling umum terjadi pada kalangan perempuan adalah Sindroma ovarium polikistik atau dikenal sebagai Polycystic Ovari Syndrome (PCOS) dan penyakit yang nama Indonesianya adalah Kista Ovarium ini terjadi pada wanita yang lewat dari 25 tahun. Akan tetapi sekarang para wanita di awal 20 tahun pun banyak yang menderita PCOS karea diet yang tak sehat, aktivitas fisik yang kurang dan punya kebiasaan yang buruk seperti minum alkohol dan merokok. Aktivitas tersebut akhirnya membuat sistem reproduksi jadi tidak berfungsi dengan normal.

Makanan Penghancur Kista yang Dianjurkan

Berikut ini adalah beberapa herbal dan makanan penghancur kista dalam bentuk jamu yang bisa dikonsumsi secara rutin untuk menghilangkan kista secara perlahan. Silakan disimak.

1. Ramuan Mahkota Dewa

Di dalam Mahkota Dewa terdapat serangkaian kandungan zat aktif seperti polifenol, alkoid, juga saponin yang sama-sama menjadi anti bakteri serta bisa tingkatkan kekebalan tubuh. Untuk meningkatkan vitalitas juga untuk mengurangi rasa sakit pada bagian tubuh yang mengalami pembengkakan berkat adanya flavonoid. Untuk membuat ramuan mahkota dewa, ikuti instruksi berikut ini.

Rebus sebanyak 30 gram daun mahkota dewa segar dengan 5 gram buah mahkota dewa yang sudah dikeringkan, tambahkan 50 gram temu mangga bersama 800 cc air. Biarkan mendidih sampai menyusut setengahnya lalu bagi dua. Minum dua kali sehari.

2. Secangkir Benalu Teh

Tak disangka jika ternyata benalu yang banyak menempel di pohon teh justru memiliki banyak kandungan nutrisi yang berguna, misalnya flavonones, flavonoid, c-glycoflavonols, chalcones juga flavan3-ols. Semuanya berkhasiat untuk tingkatkan imunitas, anti alergi, mencegah terjadinya penggumpalan darah dan juga sebagai anti kanker!

Cara meraciknya menjadi pendamping makanan penghancur kista adalah: Rebuslah sebanyak 60 gram benalu teh dengan sebanyak 30 gram rumput mutiara di dalam 800 cc air. Setelah itu saringlah sebanyak 200 cc dan minum teratur sampai kista menyusut dan hancur.

3. Minum Kunyit Putih

Walau jarang disebutkan, ternyata kunyit putih atau curcuma mangga ini adalah sumber antioksidan dan anti iflamasi yang sangat kuat, bahkan melebihi hidrokortison kekuatannya.

Cara mendapatkan khasiatnya adalah dengan mencampur 10 gram kunyit putih bersama tapak liman kering, temu putih yang masing-masing 10 gram dengan 30 gram cakar ayam segar. Gunakan air sebanyak 1 liter untuk merebusnya sampai tersisa setengahnya. Disaring dan bagi tiga untuk diminum tiga kali dalam satu hari.

4. Ramuan Rumput Mutiara

Mungkin banyak yang belum tahu dengan jenis rumput yang satu ini, akan tetapi ternyata khasiat dari rumput mutiara sangat mengagumkan. Rumput mutiara yang berupa tanaman sejenis perdu ini mampu digunakan untuk menghancurkan kista. Cara kerja rumput mutiara dalam menghancurkan kista adalah dengan mengoptimalkan kinerja tubuh dalam metabolisme sehingga kekebalan tubuh akan meningkat dan lebih kuat. Dengan begitu, bakteri yang sebabkan kista perlahan bisa hancur.

Cara untuk membuat ramuannya adalah dengan merebus segenggam rumput mutiara dan daging mahkota dewa yang sudah dikeringkan, lalu didihkan dengan 600 cc air sampai kemudian menyusut setengahnya. Setelah itu dinginkan dan saring, bagi dua lalu minum pagi dan sore sampai sembuh.

5. Khasiat Kulit Manggis dan Daun Sirsak

Pilihan lainnya untuk mengobati kista adalah si kulit ajaib kulit manggis. Tak hanya kulit manggis namun juga daun sirsak yang terkenal sebagai bahan alami yang mampu mengatasi sel kanker tanpa merusak sel sehat dalam tubuh. Apabila kedua bahan ini digabungkan menjadi satu obat, maka khasiatnya sudah tentu sangat mengagumkan. Kandungan anti kankernya tak cuma hindarkan kanker, namun juga bisa memperbaiki semua kerusakan sel dalam tubuh yang disebabkan oleh bakteri.

Supaya bisa mendapatkan khasiat dari kedua bahan herbal ini, buatlah rebusan dari daun sirsak dan kulit manggis bersama-sama, setelah dingin lalu disaring dan diminum sebanyak tiga kali dalam satu hari sampai sakitnya sembuh. Tak hanya atasi kista, namun juga bisa mengatasi vertigo.

6. Ajaibnya Teripang Emas Laut

Yang satu ini bukan tanaman herbal, tetapi khasiatnya juga sama baiknya dengan tanaman herbal yang telah disebutkan di atas untuk menghancurkan kista. Teripang emas yang miliki kandungan aktif Glikosida ini bisa membantu tubuh untuk hentukan terjadinya perkembangan dari sel tumor dan kanker yang tak normal.

Makanan Penghancur Kista yang Rasanya Enak

Sebab utama terjadinya PCOS atau kista ovarium itu adalah ketidakseimbangan hormon seks, yang akibatnya siklus menstruasi jadi tak normal dan kemudian menyebabkan terjadinya kista kecil pada ovarium. Adanya kista ovarium juga sebabkan seorang wanita jadi sulit memiliki buah hati. Tetapi kondisi yang seperti ini masih bisa diatasi dan disembuhkan dengan cara yang mudah, yakni dengan menyeimbangkan kadar hormon di dalam tubuh.

Supaya bisa menghindari terjadinya PCOS, maka para gadis yang masih remaja sangat disarankan untuk memiliki banyak aktivitas fisik yang rutin. Perlu diketahui bahwa susu akan membantu tubuh dalam pematangan sel telur, juga membantu membangun folikel pada varium juga untuk memperkuat tulang kita. Paling tidak minum susu rendah gula sebanyak dua kali dalam sehari.

Selain susu, yoghurt juga sangat disarankan untuk dikonsumsi. Tak cuma kaya akan kalsium namun juga mampu melindungi wanita dari berbagai bakteri dan virus di organ kewanitaan yang sebabkan infeksi, misalnya ISK atau infeksi saluran kelamin.

Karena wanita yang memiliki PCOS harus rutin makan makanan yang kalorinya rendah supaya bisa menginduksi ovulasi, juga menghindari obesitas yang sebabkan infertilitas, maka dianjurkan rajin makan bayam karena kalorinya yang rendah, namun tinggi serat. Itulah makanan penghancur kista yang rasanya enak. Jangan lupa hindari alkohol dan rokok, ya!

Baca artikel lain mengenai Imunoterapi Pada Kanker

Pemeriksaan Kanker Rahim

Metode Klinik Pemeriksaan Kanker Rahim

Kanker rahim menjadi salah satu jenis kanker yang menyerang wanita. keberadaan dari kanker rahim ini tidak banyak diketahui ciri atau gejala umumnya. Sebagian kasus dari penyakit ini hanya ditemukan pada tahapan yang lebih lanjut, sehingga lebih menyulitkan dalam hal pengobatan.

Saat sel kanker tak dapat terdeteksi pada awal perkembangannya, hal ini akan menyebabkan kemampuan dirinya untuk membelah diri dan melakukan pertumbuhan. Sehingga, sel kanker akan tumbuh menjadi lebih banyak. Dengan jumlah yang lebih banyak, tentu saja, sel kanker ini akan lebih mampu melakukan serangan terhadap bagian organ tubuh lainnya.

Mengenal Ciri atau Gejala Kanker Rahim

Untuk lebih mampu mendeteksi adanya gangguan dalam tubuh, termasuk kanker rahim ini, maka haruslah dipahami bagaimana gejala yang menyertai penyakit ini. Walaupun untuk sebagian kasus, memang penyakit kanker rahim ini tak banyak menunjukan gejala yang menandakan adanya penyakit kanker rahim ini.

Namun, bagi wanita, sejatinya bisa memahami gejala tidak biasanya yang menyertainya. Gejala pertama adalah timbulnya pendarahan yang tak normal. Pendarahan ini terjadi tidak seperti biasanya, misalnya dalam siklus haid yang bisa dihadapi wanita. Volume dan periode pendarahan juga lebih banyak dibandingkan dengan yang normal.

Pendarahan ini juga disertai adanya rasa sakit. Rasa sakit dapat juga muncul ketika buang air kecil, saat melakukan hubungan suami istri atau pun rasa sakit yang timbul pada perut bagian bawah. Selain itu, juga muncul benjolan pada perut bagian bawah atau panggul. Benjolan ini dapat dirasakan saat diraba atau disentuh.

Gejala lain yang dapat menandakan adanya gangguan pada daerah rahim adalah munculnya keputihan yang juga dengan ciri yang tak normal. Keputihan sejatinya merupakan hal yang biasa dihadapi oleh wanita. hanya saja, keputihan ini dapat dikategorikan sebagai hal yang tak normal jika disertai dengan bau yang menyengat dan juga warna yang tak biasanya. Warna lender dari keputihan normal adalah bening. Lendir keputihan yang tak normal ini bisa cenderung berwarna kehijauan atau kekuningan.

Jika memang sudah menghadapi beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, maka sudah selayaknya seorang wanita memeriksakan dirinya ke pihak medis. Semuanya bertujuan untuk mendapatkan diagnosis lebih awal terhadap segala gangguan yang dihadapi. Sehingga dengan ini, dapat pula diupayakan proses pengobatan dan penyembuhan yang lebih maksimal karena masih dalam keadaan dini.

Metode Pemeriksaan Kanker Rahim

Rahim dapat disebut sebagai organ vital kewanitaan karena berhubungan langsung dengan fungsi reproduksi manusia. Rahim menjadi tempat berkembangnya janin sampai pada tahap bayi yang siap untuk dilahirkan. Sehingga, keberadaan rahim menjadi hal yang sangat penting bagi wanita.

Kondisi kesehatan dari rahim ini pun akan memberikan pengaruh pada fungsi dari sistem reproduksi wanita. Sehingga, sudah selayaknya kondisi rahim mendapatkan perhatian yang lebih agar tidak sampai mendapatkan hal-hal yang tak diinginkan.

Kanker rahim adalah penyakit dengan pertumbuhan sel kanker pada dinding rahim wanita. sel kanker ini menyerang dinding rahim dan kemudian akan melakukan pembelahan diri dan memperbanyak jumlahnya untuk dapat menyerang bagian dari rahim yang lainnya. Bahkan, dalam tahap yang lebih lanjut, sel kanker dapat menyerang bagian lain di luar rahim.

Untuk itu, harus dilakukan upaya pemeriksaan agar dapat diketahui kondisi kesehatan organ kewanitaan. Saat ini terdapat pemeriksaan pap smear yang bertujuan untuk melihat kondisi kesehatan dari rahim dan organ di sekelilingnya.

Jika, seorang wanita mendapatkan beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, maka sebaiknya segera melakukan proses pemeriksaan. Memang, beberapa gejala yang disebutkan di atas, tidak hanya berkaitan dengan penyakit kanker rahim. Karena terdapat pula beberapa penyakit lain yang berhubungan dengan organ kewanitaan yang juga menunjukan beberapa gejala seperti di atas. Sebut saja kanker leher rahim atau kanker serviks yang disinyalir juga menunjukan beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas.

Maka dari itulah, harus segera dilakukan pemeriksaan sampai akhirnya dokter atau pihak medis memperoleh analisa yang tepat mengenai gejala tersebut. Apakah memang berkaitan dengan kanker rahim atau tidak.

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang akan dilakukan. Yang pertama dan kemungkinan akan banyak dilakukan pada tes awal adalah tes USG transvaginal. Pemeriksaan ini adalah untuk melihat bagaimana kondisi ketebalan dinding rahim karena faktor inilah yang dapat menunjukan tingkat kesehatan dari rahim.

Kemudian, juga dapat dilakukan tes darah. Hal ini untuk bisa menganalisa bagaimana keadaan darah dari penderita kanker. Karena sel kanker yang ada di dalam tubuh melepaskan beberapa zat kimia yang akan terdeteksi dalam darah.

Tes selanjutnya adalah tes biopsy. Tes ini dijalankan dengan mengambil sample dari sel yang ada di dinding rahim dan kemudian memeriksanya di bawah mikroskop. Tes ini lebih mampu memberikan hasil karena melakukan pengamatan langsung pada dinding rahim. Ada tiga metode yang dapat dilakukan dalam tes biopsi ini, yaitu dengan aspirasi jarum halus, melakukan hitereskopid an kuret.

Ketiga tahapan tes ini hanyalah untuk menemukan diagnosis adanya sel kanker pada dinding rahim. Setelah memang ditemukan sel kanker ini, tentu akan dilanjutkan pada beberapa tes selanjutnya untuk lebih meyakinkan misalnya adalah rontgen dada, MRI scan, Ct scan dan juga beberapa tes darah lanjutan.

Metode diagnosis klinik ini juga akan mampu berfungsi untuk mencegah penyebaran sel kanker jika sudah diketahui sejak dini. Pada tahapan atau stadium awal, sel kanker hanya menyerang bagian rahim saja. Kemudian, pada tahap selanjutnya, sesuai dengan karakteristik sel kanker ini akan melakukan penyebaran ke bagian organ tubuh lain di dekat rahim. Penyebaran pertama adalah penyebaran langsung atau local yang dilakukan di sekitar rahim yaitu bisa ke bagian leher rahim atau serviks.

Kemudian, akan menyebar ke bagian limfatik yaitu menuju keluar panggul dan menyerang daerah di sekitar panggul. Jika kanker sudah masuk pada stadium lebih lanjut, maka penyebaran kanker sudah dapat ke bagian yang lebih jauh dari rahim, misalnya menyebar ke jaringan perut atau organ lainnya, misalnya ke kantung kemih, hati, bisa juga paru-paru dan usus besar.

Semua proses diagnosis melalui beberapa metode klinik yang telah disebutkan di atas adalah memiliki tujuan untuk mencegah perkembangan sel kanker dan penyebarannya ke bagian lain di luar rahim. Bahkan, jika masih dini, perkembangan sel kanker tidak akan dapat maksimal terjadi karena sudah langsung dihadapkan pada proses pengobatan penyakit kanker itu sendiri.

Bisa jadi, beberapa metode diagnosis yang disebutkan di atas akan memberikan rasa tidak nyaman bagi wanita. Namun, sejatinya hal ini tidak akan sebanding dengan rasa sakit dan tidak nyaman yang akan disebabkan oleh serangan sel kanker dalam rahim wanita. Maka dari itu, haruslah rasa enggan dihilangkan dalam mengikuti serangkaian tes kesehatan ini.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Jeruk Nipis Untuk Kanker