Category Archives: Kanker Prostat

Pengobatan Kanker Prostat

Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Kanker Prostat agar Lebih Waspada

Kanker prostat. Kanker ini diketahui termasuk 10 jenis penyakit yang sering dialami pria. Bisa berakibat mematikan dan kerap terlambat penanganannya. Untuk itu, memahami gejala, penyebab, dan pengobatan kanker prostat jadi keharusan. Apalagi jika seseorang telah memasuki usia paruh baya, peluang untuk terkena semakin tinggi.

Ya. Lazimnya kanker prostat dialami pria dengan usia di atas 40 tahun. Bukan berarti usia di bawah 40 tahun tidak mungkin terkena. Hanya saja secara jumlahnya, sebagian besar penderitanya adalah pria paruh baya. Khusus di Indonesia, ada lebih dari 150 ribu kasus tiap tahun. Dari jumlah tersebut. Proporsi terbesar dialami mereka dengan usia di atas 60 tahun, lalu 40-60 tahun, dan paling kecil dialami mereka dengan rentang usia 19-40 tahun. Adapun usia di bawah 19 tahun, belum pernah dilaporkan ada kasus kanker prostat yang terjadi.

Tentang Kanker Prostat

Sebelum mengulas mengenai kanker prostat, ada baiknya dipahami terlebih dahulu apa itu prostat. Dapat didefinisikan, prostat adalah sebentuk kelenjar berukuran kecil (seukuran buah kenari) yang terletak di antara kandung kemih dan penis. Kelenjar ini punya fungsi menghasilkan cairan semen (salah satu komposisi cairan dalam air mani pria), yang berperan penting dalam mobilisasi sperma saat proses ejakulasi terjadi. Selain itu, cairan semen juga berperan menjaga dan memberi nutrisi sperma. Cairan semen ini berwarna putih susu atau bening dan agak kental.

Jadi, prostat merupakan bagian penting dalam reproduksi pria. Jika fungsi prostat terganggu, dapat berakibat pada rendahnya tingkat fertilitas/kesuburan pria. Masalah sulit punya momongan, salah satu sebabnya boleh jadi karena faktor kelenjar prostat yang tidak optimal menghasilkan cairan semen.

Adapun gangguan prostat yang fatal adalah ketika sel-sel prostat berkembang tidak terkendali bahkan merusak sel-sel lain di sekitarnya, dan ukuran kelenjar prostat membesar tidak semestinya. Inilah yang dinamakan sebagai kanker prostat. Sebagaimana lazimnya penyakit kanker, penderita kanker prostat pun terbagi atas 4 stadium (1-4), yang menggambarkan tingkat parah atau tidaknya penyakit tersebut. Semakin tinggi angka stadiumnya, maka semakin parah/kompleks perkembangan kanker dan semakin kecil peluang sembuh.

Gejala Kanker Prostat

Tidak semua kanker prostat bersifat agresif atau cepat terjadinya, sehingga cepat diketahui dan dilakukan pengobatan. Ada juga penderita kanker prostat baru mengetahui jika ia sudah terkena kanker stadium tiga atau empat. Yang artinya, semakin kecil peluang sembuh total. Hal ini karena kanker berkembang secara lambat dan gejala yang dialami nyaris tidak dirasakan atau dikeluhkan.

Tetapi penting untuk diingat, gejala-gejala yang dirasakan bukan berarti seratus persen menandakan itu sebagai gejala dari kanker prostat. Sangat penting kejelian terhadap gejala kanker prostat, sekecil apapun gejala tersebut dirasakan dan segera menjalani pemeriksaan medis.

Apa saja gejalanya? Berikut ini gejala-gejala kanker prostat yang lazim dialami:

  • Sulit buang air kecil/berkemih.

Dikatakan mengalami kesulitan berkemih ketika seseorang hendak buang air kecil tapi tidak ada air seni/urin yang keluar. Bisa juga saat berkemih tapi tidak tuntas, atau meskipun telah selesai berkemih namun masih ingin berkemih lagi karena urin yang keluar sedikit-sedikit. Selain kesulitan berkemih, salah satu gejala kanker prostat adalah sering terbangun pada malam hari karena ingin buang air kecil.

  • Nyeri ketika buang air kecil.

Muncul rasa nyeri setiap kali buang air kecil. Meskipun tidak selalu rasa nyeri itu merupakan gejala kanker prostat, tapi jangan abaikan hal tersebut. Pun ketika air seni bercampur dengan darah, harus segera menjalani pemeriksaan medis secara menyeluruh.

  • Sering mengompol.

Gejala ini hampir mirip dengan penyakit inkontinensia urin/mengompol, yang mana keluar air seni tidak dapat dikontrol. Bisa keluar kapan saja dan kalau pun keluar, aliran air seninya tidak deras.

  • Kesulitan ereksi atau ereksi tidak lama.

Khusus pada pria yang sudah berkeluarga, gejala ini dapat berakibat serius bagi keharmonisan dengan pasangan. Kesulitan ereksi atau ereksi hanya sebentar terjadi karena terhambatnya aliran darah ke penis, akibat dari membesarnya kelenjar prostat.

  • Nyeri di punggung bawah, panggul, atau daerah sekitar selangkangan.

Rasa nyeri ini dirasakan terus-menerus akibat dari sel-sel kanker prostat yang sudah menyebar ke jaringan-jaringan sekitarnya.Waspadai jika hal ini dialami, apalagi ketika sudah berlangsung lama.

  • Tanpa ada gejala apa pun.

Nah, hal ini biasanya terjadi pada pria di atas 50 tahun. Sama sekali tidak mengalami gejala apa pun, tapi ketika diperiksa, positif mengalami kanker prostat. Jadi, sangat disarankan bagi pria berusia di atas 50 tahun untuk rutin melakukan pemeriksaan. Apalagi bagi yang termasuk beresiko tinggi terkena kanker prostat, yakni punya riwayat keluarga penderita kanker prostat, kegemukan atau obesitas, dan kebiasaan merokok.

Kenapa Bisa Terjadi Kanker Prostat?

Usia adalah faktor terbesar munculnya kanker prostat. Sebagaimana sudah dipaparkan di awal tulisan, semakin bertambahnya usia seseorang, maka semakin besar pula resiko terkena kanker prostat. Pria paruh baya atau lanjut usia adalah kelompok yang sangat rentan terkena penyakit ini. Berdasarkan data statistik, rata-rata usia pria yang terkena kanker prostat adalah 70 tahun.

Selain faktor usia, faktor lain yang cukup signifikan berpengaruh adalah genetik atau riwayat keluarga. Jika seseorang memiliki ayah atau saudara lelaki yang menderita kanker prostat, maka orang tersebut punya resiko 2-3 kali lebih besar turut mengalaminya, dibanding orang lain yang tidak ada riwayat keluarga penderita kanker prostat.

Lalu, faktor ras atau suku bangsa. Berbagai penelitian menemukan jika penderita kanker prostat paling sering terjadi pada pria Amerika, Karibia, dan Afrika. Sebaliknya, pada pria Asia dan Hispanik, jumlah penderitanya lebih kecil.

Faktor gaya hidup seperti pola makan yang banyak mengonsumsi daging merah dan jarang berolahraga sehingga mengalami obesitas, turut menyumbang terjadinya kanker prostat. Termasuk kebiasaan merokok atau sering menghirup asap rokok (perokok pasif), dapat mengakibatkan munculnya kanker prostat.

Kemudian, faktor tinggi badan, aktivitas seksual, dan lokasi tempat tinggal juga berperan terjadinya kanker prostat. Semakin tinggi badan seseorang, semakin besar pula resiko terkena kanker prostat. Sebaliknya, semakin jarang seseorang melakukan aktifitas seksual (mengalami ejakulasi), maka semakin besar pula kemungkinan ia mengalami kanker prostat. Untuk lokasi tempat tinggal, penduduk di wilayah Eropa, Amerika Utara, dan Australia, lebih banyak terkena kanker prostat dibanding penduduk di wilayah Asia, Amerika Tengah dan Selatan.

Pengobatan Kanker Prostat

Mengetahui gejala, penyebab, dan pengobatan kanker prostat haruslah menyeluruh. Tidak lengkap jika hanya memahami gejala dan penyebab saja, tapi pengobatannya tidak diketahui. Nah, terkait pengobatan kanker prostat, idealnya dilakukan secara medis (ditangani dokter profesional). Hal ini untuk menghindari terjadinya malpraktek (kesalahan pengobatan yang berakibat fatal).

Pengobatan kanker prostat tidaklah main-main. Apalagi kanker prostat yang bersifat agresif. Tidakan atau diagnosis medis amatlah perlu dan segera dilakukan, seperti kemoterapi, pemberian radiasi, terapi hormon, hingga operasi pengangkatan prostat. Kalaupun pengobatan non-medis/herbal yang dipilih, usahakan atas rekomendasi dari tenaga medis profesional/dokter.

Semoga dengan memahami gejala, penyebab, dan pengobatan kanker prostat, penyakit mematikan ini dapat dikurangi dampak merugikannya. Apalagi jika kanker masih dalam tahap awal (stadium 1 atau 2), maka peluang sembuh total bagi penderitanya amatlah besar.

Baca artikel lain mengenai Kedelai Fermentasi dan Non Fermentasi

Diet Untuk Penderita Kanker

Diet Untuk Penderita Kanker, Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan?

Pikiran juga ikut berpengaruh.

Jumlah pengidap kanker terus bertambah setiap tahunnya. Kanker disebabkan oleh beberapa hal, antara lain faktor genetika, lingkungan, dan makanan. Faktor genetika bisa karena keturunan dari orangtua, lingkungan mereka yang kerap terpapar radiasi di lingkungan kerja, serta faktor makanan juga bisa menjadi pemicu kanker.

Kondisi fisik seseorang seperti kegemukan juga bisa menjadi pemicu kanker.  Seseorang yang mengidap kanker harus benar-benar menjaga kondisi fisiknya. Baik dari asupan makanan ataupun olahraga dan istirahat yang cukup.

Nutrisi, asupan gizi, dan oksigen yang cukup dalam tubuh bisa menghambat pertumbuhan sel kanker. Apalagi mereka yang menjalani pengobatan kemoterapi. Seperti yang diketahui, kemoterapi selain dapat membunuh sel kanker, sangat mungkin juga dapat membunuh sel yang masih hidup. Itu sebabnya makanan sehat sangat diperlukan untuk penderita kanker.  Tujuannya untuk dapat menyeimbangkan tubuh dari efek kemoterapi dan tentu saja untuk memberikan pengobatan secara alami.

Makanan yang sehat bukan saja untuk mengobati penderita kanker. Makanan dan gaya hidup sehat dapat pula menjauhkan seseorang dari bahaya kanker. Buah dan sayur adalah makanan wajib bagi penderita kanker. Kandungan antioksidan dan nutrisi dalam buah dan sayur tersebut mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Kondisi fisik penderita kanker harus benar-benar terjaga dengan baik. Selain itu, penderita kanker dianjurkan untuk menjalankan diet sehat dan aktivitas fisik. Faktor-faktor tersebut penting dalam pencegahan dan penanganan penyakit kanker. Untuk menurunkan risiko kanker penderita harus menjalankan gaya hidup sehat.

Mereka yang terbiasa hidup sekenanya dan mengkonsumsi makanan yang tidak sehat harus mau berubah.  Agar dapat terhidar dari penyakit kanker yang membahayakan.  Berat badan yang ideal sangat dianjurkan , mereka yang memiliki berat badan berlebih harus mengubah pola hidup mereka. Timbunan lemak sangat berbahaya  bagi perkembangan sel kanker.

Makanan yang Disarankan untuk Penderita Kanker

Penderita kanker wajib hukumnya untuk menjaga pola makan. Buah dan sayuran sangat dianjurkan bagi penderitakanker untuk mencukupi nutrisi dalam tubuhnya. Pengobatan baik secara medis dan herbal saja akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan asupan gizi yang cukup. Berikut ini adalah makanan yang disarankan untuk penderita kanker.

1. Makanan Organik

Kandungan pestisida dan zat kimia sangat berbahaya bagi tubuh. Untuk tubuh yang sehat saja berbahaya, apalagi untuk mereka yang mengidap kanker. Zat kimia dapat merusak sel-sel tubuh bahkan dapat merangsang pertumbuhan sel kanker.  Makanan organik memang lebih mahal, namun akan memberikan manfaat lebih pada tubuh.  Itu sebabnya penderita kanker sebisa mungkin menghindari makanan olahan dan makanan berpengawet.

2. Mengkonsumsi Sayuran dan Buah

Sayuran dan buah yang dikonsumsi tentu saja yang organik. Kandungan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang ada pada buah dan sayur bermanfaat untuk menjaga sel –sel yang ada dalam tubuh agar tetap sehat. Untuk lebih optimal sebaiknya konsumsi sayur dan buah ini sehari antara 5-8 kali. Misal sarapan dengan konsumsi sayur, dan diselingi camilan buah-buahan. Ketika perut merasa lapar ada baiknya langsung mengkonsumsi buah-buahan.

3. Menghindari Makanan Berlemak

Salah satu pantangan untuk mereka penderita kanker adalah makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi. Terutama makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans seperti yang terdapat pada mentega, susu full cream, daging merah, dan gorengan.

4. Menghindari Alkohol

Gaya hidup seseorang rupanya juga bisa menjadi pemicu kanker. Salah satunya adalah kebiasaan mengkonsumsi alkoho. Tak dipungkiri masih banyak orang yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol. Minuman ini jelas berbahaya bagi kesehatan dan menjadi pemicu banyak penyakit, termasuk kanker.

5. Mengurangi Asupan Gula

Sel kanker adalah penyuka gula. Oleh karena itu untuk membunuh sel kanker dalam tubuh bisa dengan cara membuat mereka kehilangan sumber makanannya. Salah satu sumber makanan yang mereka suka adalah gula. Mengurangi asupan gula artinya juga mengurangi atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Gula diet seperti yang beredar di pasaran juga tak selamanya aman. Sebagai alternatif bisa menggunakan madu itu saja dalam jumlah yang sedikit.

6. Mengkonsumsi Kacang-kacangan

Kacang-kacangan juga sangat bermanfaat  dikonsumsi oleh penderita kaker. Termasuk olahan kacang-kacangan seperti tempe atau tahu. Susu kedelai juga bisa disarankan untuk penderita kanker. Susu kedelai juga bisa menjadi pengganti susu sapi yang biasa dikonsumsi. Rendahnya kandungan lemak susu kedelai lebih aman dibanding susu sapi rendah lemak sekalipun.

7. Hindari Minuman Berkafein

Banyak orang sangat suka mengkonsumsi kopi, teh, atau cokelat. Biasanya konsumsi ini akan dilengkapi dengan gorengan atau camilan lainnya. Ada baiknya mereka yang terdiagnosa kanker menghidari minuman berkafein. Sebagai alternatif teh hijau murni lebih aman dikonsumsi oleh penderita kanker karena memiliki sifat antikanker.

Mengapa harus Diet?

Diet sangat dianjurkan untuk penderita kanker agar dapat mencapai asupan gizi secara optimal.  Selain itu diet juga bisa berfungsi untuk memberikan asupan makanan yang seimbang yang bermanfaat bagi daya tahan tubuh pasien. Pasien kanker cenderung mengalami penurunan berat badan drastis, karena asupan nutrisi dalam tubuh dimakan oleh sel kanker. Diet juga berfungsi untuk mencegah atau menghambat penurunan berat badan secara drastis. Berat badan yang terjaga dan stabil akan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Salah satu tanda penyakit kanker adalah rasa mual dan muntah. Tanda ini tidak hanya berlangsung sekali waktu saja, tetapi bisa terjadi berulang kali. Diet  debga mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan diyakini dapat mengurangi muntah, rasa mual, dan diare.

Pasien yang terdiagnosa kanker mau tidak mau harus memperbaiki gaya hidupnya. Secara otomatis orang-orang yang ada di sekitarnya juga akan mengikuti gaya hidup yang sama.  Jika hal tersebut terjadi maka risiko kanker pada keluarga pasien akan menurun, dengan kondisi tubuh yang sehat.

Sama halnya dengan konsumsi obat, diet untuk penderita kanker juga harus memperhatikan kondisi pasien. Keadaan pasien satu dan yang lainnya tidaklah sama, termasuk makanan yang dapat diterima oleh tubuhnya. Diet harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Apakah ada makanan atau sayuran yang membuatnya alergi. Kondisi lain apakan si pasien juga memiliki penyakit lain dan tidak dapat mengkonsumsi makanan tertentu.

Tips Hidup Sehat untuk Pasien Kanker

Selain memperhatikan menu makanan hal lain yang perlu diperhatikan adalah gaya hidup. Salah satunya adalah dengan berolahraga atau melakukan aktivitas fisik yang cukup. Aktivitas sehari-hari sangat membantu tubuh memiliki asupan oksigen yang cukup.

Aktivitas sehari-hari misalnya adalah memilih menggunakan tangga biasa ketimbang lift atau eskalator, rutin berjalan kaki ke tempat-tempat yang bisa dijangkau, olahraga teratur baik setiap hari atau minimal tiga kali seminggu.

Porsi makan juga perlu diatur untuk pasien terdiagnosa kanker. Makan dalam porsi sedikit namun sering bisa dilakukan oleh penderita kanker. Selain itu juga menjadikan buah sebagai camilan rutin juga menjadikan tubuh lebih sehat.

Poin terpenting adalah menjaga pikiran agar tetap santai dan jauh dan stress. Tekanan pikiran bisa merangsang perkembangan sel kanker. Itu sebabnya pengidap kanker sebaiknya harus lebih santai dan menjauhi stress.

Baca artikel lain mengenai Akupuntur untuk Kanker

Terapi Jus untuk Prostat

Tips Terapi Jus untuk Prostat dengan Tomat

Memakan lebih banyak buah dan sayuran dapat meningkatkan keseluruhan kesehatan tubuh dan mengurangi risiko penyakit prostat, misalnya kanker prostat. Sayangnya tak semua orang suka makan buah dan sayuran dengan berbagai alasan. Jika kita merasa kesulitan untuk makan buah dan sayuran secara rutin dan langsung maka membuatnya menjadi jus bisa dijadikan pilihan. Memang ada yang menyarankan untuk tetap memakan buah asli tanpa dihancurkan tapi jika jus bisa memudahkan maka tak masalah untuk dicoba.

Memilih Buah dan Sayuran

The Academy of Nutrition and Dietetics menyarankan untuk memakan 2 ½ cup sayuran dan 2 cup buah setiap hari untuk menjaga agar prostat tetap sehat. Ikutkan sayur dan buah yang memiliki warna terang untuk mendapatkan nutrisi yang lebih banyak. Buah dan sayur yang berwarna hijau tua, oranye atau merah cenderung mengandung karoten tinggi. Nutrisi tersebut sangat bermanfaat untuk kesehatan prostat sehingga bisa mencegah munculnya kanker prostat.

Kita dapat menciptakan variasi jus dengan mengkombinasikan sayur dan buah yang mengandung nutrisi tinggi. Misalnya kita dapat membuat jus kombinasi antara wortel, seledi, kale, dan apel untuk memperoleh karoten. Bisa juga mengkombinasikan tomat dengan ketimun, bayam, dan sedikit jahe untuk menghasilkan rasa jus yang enak. Tomat sendiri dikenal sebagai sumber dari lycopene. Pria yang mengonsumsi lycopene memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah menurut Linus Pauling Institute. Selain itu pilihan lain untuk jus prostat yaitu dengan menggunakan buah pepaya, jeruk, dan wortel.

Jus segar dapat membantu kita menambah asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan agar prostat tetap sehat. Namun kadang kita akan kehilangan banyak serat pada buah yang juga penting untuk kesehatan prostat. Batasi konsumsi jus segar sampai 8 ons per hari dan biarkan sisanya sayuran dan buah-buahan dalam bentuk aslinya. University California, San Francisco melaporkan bahwa mendapatkan lebih banyak serat dari makanan utuh tidak hanya akan mengurangi risiko kanker prostat namun juga dapat melambatkan pertumbuhan kankernya.

Tips Membuat Jus Sehat

Jus sebenarnya bisa kita beli baik dalam bentuk segar maupun botolan/kalengan. Namun jus yang kita beli biasanya akan mengandung beragam pemanis atau gula. Selain itu, jus botolan juga melalui proses pasteurisasi yaitu pemanasan untuk membunuh bakteri dan memanjangkan masa pakainya. Jus botolan juga mengandung lebih sedikit vitamin C namun perbedaannya mungkin tidak begitu besar dampaknya pada kesehatan kita.

Satu hal yang disetujui semua orang adalah bahwa jus yang dibuat langsung sebelum diminum akan terasa lebih menyegarkan sehingga pilihan jus segar lebih utama daripada jus botolan. Membuat jus sendiri akan membantu kita untuk dapat mengonsumsi lebih banyak daripada memakannya langsung. Namun demikian jus memang tidak bisa menggantikan sepenuhnya buah atau sayuran utuh.

Cara tepat untuk membuat jus sendiri yaitu dengan memilih sayur dan buah-buahan segar. Cuci dengan bersih buah-buahan dan sayuran tersebut dan buang bagian yang kotor atau tidak diperlukan. Gunakan alat jus biasa atau blender yang tidak memisahkan ampas dari sayur dan buah. Biarkan ampas jus tersebut juga ikut kita konsumsi karena didalamnya terdapat serat yang juga dibutuhkan oleh tubuh.

Kita juga perlu memperhatikan jumlah kalori pada tidap buah atau sayuran. Kalori pada buah-buahan cenderung lebih tinggi daripada sayur-sayuran. Untuk membuat kalori yang seimbang, kita bisa menggabungkan antara sayuran dan buah-buahan. Sebaiknya tidak memasukkan gula ke dalam jus walaupun rasanya mungkin nantinya akan hambar atau masam. Tambahan sedikit gula masih dibolehkan asal tidak berlebihan. Kalori pada gula nantinya bisa kita bakar dengan melakukan olahraga kardio seperti jogging, renang, dan lain-lain.

Jus Tomat untuk Masalah Prostat

Terapi jus untuk prostat dianjurkan untuk mengatasi masalah prostat. Salah satu buah yang disebut bisa menurunkan risiko kanker prostat adalah tomat dan buah delima. Buah delima ini berasal dari Iran dan saat ini dikembangkan di banyak negara. Delima mengandung ratusan biji yang dikelilingi oleh lapisan yang disebut aril. Jus ekstrak dari aril ini akan berwarna pink atau merah. Ini mengandung banyak bahan alami seperti polyphenols, anthocyanins, dan asam ellagic yang memiliki manfaat medis.

Selain delima, buah tomat juga dipercaya bisa mengatasi masalah kanker prostat. Kandungan tomat yaitu lycopene dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh yang dapat menyebabkan kanker. Lycipene tersebut disebut-sebut lebih efektif dari vitamin E dalam meredam radikal bebas. Pada sebuah penelitian yang diterbikan di Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention ditemukan bahwa tomat bisa menurunkan kanker prostat sampai 18 persen.

Cara mengolah tomat untuk prostat tidaklah sulit. Tomat sendiri bisa langsung dimakan setelah dicuci bersih. Tomat yang digunakan sebaiknya tomat segar yang terbebas dari obat-obatan. Selain dimakan segar tomat dapat dimasak seperti dibuat sambal, direbus, dipanggang atau dibuat jus tomat.

Tomat rebus untuk prostat mudah untuk dibuat. Buah tomat dapat mudah kita beli di pasar ataupun supermarket. Cara mengolahnya  yaitu dengan menyiapkan panci yang sudah diisi dengan air untuk direbus. Setelah itu, nyalakan kompor dan masukkan beberapa tomat ke dalam panci. Tunggu sampai tomat menjadi lebih lunak atau setengah bubur. Tambahkan minyak sehat seperti zaitun dan kanola secukupnya. Tomat rebus tersebut siap untuk dimakan.

Jus tomat sendiri sangat mudah untuk dibuat. Cara membuat jus tomat untuk prostat yaitu dengan menyiapkan tiga sampai empat buah tomat segar. Potong-potong agar lebih mudah dihancurkan. Masukkan ke dalam blender lalu haluskan. Bisa ditambahkan sedikit air. Jus tomat bisa langsung diminum. Ada baiknya untuk berkonsultasi dulu sebelum diminum rutin.

Selain jus itu ada beberapa jenis jus lainnya yang bisa dibuat untuk terapi masalah prostat, antara lain:

  • Summer Melon:  1 buah tomat ukuran sedang dan 1 potong semangka (kira-kira 1/8 semangka utuh). Haluskan tomat dan semangka menggunakan blender lalu sajikan.
  • Pink Panther: 1 buah apel medium, 1 buah jeruk, 1 cup strawberry, 1 cup potongan semangka. Haluskan semua bahan yang disiapkan menggunakan blender kemudian sajikan.
  • Green Breakfast: 2 buah apel hijau, 1 paprika hijau, 3 wortel, 1 ketimun, 15 anggur, 2 cup bayam, 1 tomat. Haluskan semua bahan menggunakan blender lalu siap disajikan.
  • Veggie Blueberry: 1 buah apel, 1 cup blueberry, 1 brokoli, 6 wortel, 1 tomat. Haluskan semua bahan menggunakan blender, bisa menghilangkan 1 bahan seperti brokoli.
  • Liquid Pizza: basil kering, ½ kepala cauliflower, 1 ketimun, 1 bawang daun, 2 tomat cherry. Haluskan semua bahan menggunakan blender, rasa dari jus ini menyerupai pizza dan sebagian besar menyukai disajikan hangat.

Itulah beberapa resep jus buah dan sayuran yang bisa digunakan untuk meminimalisir risiko kanker prostat. Ada baiknya untuk bertanya pada dokter tentang konsumsi jus buah ini. Dokter bisa menyarankan mana yang sebaiknya diminum dan tidak bertentangan dengan obat-obatan lain yang mungkin sedang dikonsumsi pasien.

Baca artikel lain mengenai Faktor Pemicu Kanker