Category Archives: Kanker Prostat

Cegah Kanker Prostat

Yuk Perbaiki Gaya Hidup Cegah Kanker Prostat

Kuncinya rutin olahraga dan makan sayur.

Penyakit kanker adalah momok bagi siapa saja. Selain penyebarannya yang cepat, penyakit ini juga mematikan dan tak pandang bulu. Laki-laki atau perempuan, tua-muda bahkan anak-anakpun bisa terkena kanker.  Penyebabnya bisa faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup.

Meski berbahaya, bukan berarti penyakit kanker ini tak dapat dicegah. Salah satu pencegahan penyakit kanker adalah memperbaiki gaya hidup. Apa saja jenis kanker bisa diobati dan dicegah dengan gaya hidup sehat dan seimbang.

Salah satu jenis kanker yang menjadi momok laki-laki adalah kanker prostat. Kanker ini terjadi pada saluran kemih pria. Prostat adalah kelenjar yang terdapat di bawah kandung kemih pria. Fungsinya untuk memproduksi cairan yang melindungi dan menyalurkan sperma.

Idealnya prostat ini membesar ketika usia seorang pria memasuki usia 50 tahun.  Perlu diwaspadai jika prostat membesar sebelum waktunya sehingga membentuk bejolan atau tumor. Pertumbuhan sel-sel tak terkendali pada prostat itu sangat mungkin membentuk tumor ganas yang menjadi bibit kanker.

Sama dengan kanker lainnya,  pertumbuhan kanker prostat bisa berlangsung lama dan seringkali tidak disadari.  Ketika kanker membesar dan masuk stadium lanjut, barulah si penderita terdiagnosa.  Ciri-ciri kanker prostat antara lain buang air kecil yang tidak lancar, si penderita menunggu beberapa lama di toilet sampai air seni keluar.   Bukan hanya tidak lancar, namun intensitas buang air kecil yang lebih sering dari biasanya juga kerap dialami oleh penderita kanker prostat.

Ciri lainnya adalah ada tetesan air seni yang tertinggal di celana dalam. Penderita kanker prostat stadium lanjut sering merasa sakit dan di pangkal penis dan air seni yang berdarah. Selain itu penderita juga mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Kanker prostat menjadi penyumbang kematian pria terbesar ketiga di Indonesia setelah kanker paru dan usus besar .  Faktor penyebab kanker prostat bisa karena usia lanjut, keturunan atau genetika jika ayah atau saudara laki-laki terkena kanker prostat pada usia sebelum 60 tahun, maka Anda memiliki potensi terkena kanker prostat lebih tinggi. Selain faktor keturunan, pemicu lainnya adalah paparan logam cadmium, obesitas atau kegemukan,  hubungan seks di usia muda, dan gaya hidup.

Gaya Hidup Rentan Kanker Prostat

Faktor gaya hidup rupanya juga bisa menjadi penyebab seseorang terkena kanker prostat.  Kanker terbentuk karena adanya radikal bebas yang ada di mana-mana, termasuk juga paparan asap rokok. Merokok bukan hanya menyebabkan kanker paru-paru, akan tetapi juga bisa memicu kanker prostat.

Gaya hidup juga bisa dilihat dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Sebagian besar penderita kanker prostat disebabkan konsumsi alkohol berlebih dan seringnya mengkonsumsi makanan yang mengandung pengawet.  Keenganan seseorang mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan segar rupanya juga memicu sel kanker tumbuh lebih cepat,apalagi jika gaya hidup yang dijalani tidak seimbang.

Lingkungan kerja seseorang rupanya bisa juga menjadi pemicu. Terutama mereka yang bekerja di sektor industri dan berhadapan dengan logam cadmium atau bahan utama pembuat baterei.  Bahan kimia lainnya yang berbahaya juga bisa menjadi penyebab kanker prostat. Selain itu, faktor stress dan tekanan pekerjaan yang tinggi bisa juga memicu terjadinya kanker prostat. Itu sebabnya menyeimbangkan gaya hidup sangat diperlukan. Bukan hanya bagi mereka yang sudah terdiagnosa kanker prostat, akan tetapi jika sudah mengalami gejala atau ciri seperti di atas ada baiknya juga mengubah gaya hidup.

Jika Anda memiliki gaya hidup yang berantakan, tidak ada salahnya mulai memperbaikinya dari sekarang. Bukan menakut-nakuti, akan tetapi demi kesehatan dan menjauhi penyakit termasuk kanker prostat.

Yuk, Jalani Gaya Hidup Sehat Anti-Kanker Prostat

Penyebab kanker yang paling mungkin memang faktor genetika atau keturunan. Namun demikian bukan berarti penyakit tersebut tidak dapat dicegah.Salah satu pencegahan paling efektif adalah memperbaiki gaya hidup, meliputi pola makan, istirahat, dan olahraga.

1. Pola Makan untuk Penderita Kanker Prostat

Kamu adalah apa yang kamu makan. Apa yang kamu makan bisa mempengaruhi tubuhmu. Termasuk apakah makanan yang kamu konsumsi tersebut bisa memicu penyakit seperti kanker atau tidak. Makanan berpengawet dan berlemak menjadi pemicu penyakit kanker. Itu sebabnya penderita kanker pada stadium awal disarankan menjauhi makanan berpengawet dan berlemak.

Makanan yang disarankan untuk penderita kanker antara lain sayuran seperti tomat dan brokoli.  Kandungan likopen dalam tomat mampu berfungsi sebagai antioksidan yang mampu mengurangi dan menekan risiko kanker prostat.

Brokoli mengandung senyawa yang mampu membunuh sel-sel kanker prostat tanpa menganggu atau membunuh sel prostat yang masih sehat.

Selain brokoli dan tomat sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi jenis kacang-kacangan seperti kedelai mampu menurunkan risiko kanker prostat. Selain protein nabati, kanker prostat juga bisa dicegah dengan konsumsi ikan segar.  Ikan mengandung omega-3 dan omega-6 yang dapat mencegah perkembangan kanker prostat.

2. Pola Istirahat Penderita Kanker Prostat

Penderita kanker prostat perlu istirahat yang cukup untuk menstabilkan tubuhnya. Bekerja terlalu keras dan sering di depan komputer juga bisa menjadi pemicu. Itu sebabnya untuk penderita kanker prostat menjaga tidur terutama di malam hari dan menghindari begadang  atau tidur terlalu larut.

Sel-sel kanker  bisa dimusnahkan dengan adanya sirkulasi udara yang sehat dalam tubuh. Itu sebabnya istirahat yang cukup dan seimbang sangat diperlukan agar sel-sel kanker tidak berkembang lebih lanjut.

3. Olahraga yang Cukup

Bukan hanya makanan dan tidur yang harus diatur. Penderita kanker prostat juga harus memperhatikan kebugaran tubuh dengan cara olahraga. Latihan fisik paling tidak tiga jam dalam seminggu bisa menjauhkan seseorang dari kanker.

Latihan fisik dimaksud seperti berjalan, joging, atau bersepeda.

Berdasarkan penelitian, mereka yang aktif berolahraga, memiliki risiko 60 persen lebih rendah terhindar dari penyakit mematikan seperti kanker prostat.
Selain itu berolahraga juga mencukupi kadar oksigen dalam tubuh. Sel kanker enggan hidup dalam tubuh yang memiliki kecukupan oksigen.

Olahraga juga bisa dilakukan dengan gerakan ringan di pagi hari. Tidak perlu lama-lama sisihkan waktu 15-30 menit untuk memberikan asupan oksigen pada tubuh.

Penderita kanker prostat membutuhkan asupan vitamin D yang cukup. Itu bisa didapat dari sinar matahari pagi. Itu sebabnya berolahraga juga dapat memberikan asupan vitamin D.

Selain memperbaiki gaya hidup, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh penderita kanker. Antara lain menghindari makanan yang digoreng. Gorengan memang nikmat dan disukai oleh banyak orang. Namun di balik kenikmatannya itu terdapat bahaya mengancam. Termasuk risiko kanker prostat. Itu sebabnya penderita kanker prostat menghindari makanan yang digoreng. Alasannya adalah makanan yang digoreng mengandung karsinogen yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker.

Jika mengalami tanda-tanda seperti di atas, selain memperbaiki gaya hidup sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Gaya hidup sehat bukan befungsi mengobati, akan tetapi untuk menyeimbangkan tubuh dari efek samping pengobatan kanker.

Baca artikel lain mengenai Kedelai Dapat Mengobati Kanker

Kanker Prostat pada Perempuan

Mungkinkah Kanker Prostat pada Perempuan?

Keliru jika ada yang beranggapan kanker prostat hanya menimpa kaum adam atau lelaki. Kaum hawa pun bisa mengalaminya. Kok bisa? Ya, hanya kanker prostat pada perempuan tidak seperti pada lelaki. Ada perbedaannya. Pemahaman mengenai hal ini hendaknya dimengerti dengan tepat, agar tidak ada kekeliruan menyikapinya.

Apalagi banyak tersebar informasi yang beranggapan jika seseorang perempuan mengalami keluhan sulit buang air kecil, atau keluhan serupa lainnya, lalu menyamakan keluhan itu sebagai gejala kanker prostat seperti pada lelaki. Informasi ini tidak seratus persen keliru, tapi juga tidak seratus persen benar. Karena bukankah kelenjar prostat hanya dimiliki kaum lelaki, sebagai bagian dari organ reproduksinya? Lalu, bagaimana mungkin perempuan dikatakan mengalami kanker prostat jika ia tidak memiliki kelenjar tersebut?

Prostat pada Perempuan

Kelenjar prostat pada perempuan, ada baiknya diberi tanda kutip (“). Mengapa? Karena maksud dari “kelenjar prostat” pada perempuan itu tidak sama dengan kelenjar prostat pada lelaki. Prostat pada lelaki adalah kelenjar yang terletak di depan anus, atau tepatnya di bawah kantung kemih. Ukurannya pun hanya sebesar kacang walnut, sangat mungil. Adapun fungsi kelenjar ini untuk memproduksi cairan semen, yang merupakan salah satu kandungan dalam air mani lelaki. Cairan semen itu juga berperan sebagai pelumas ketika hubungan seksual terjadi.

Nah, berbeda dengan lelaki, perempuan sesungguhnya tidak punya kelenjar prostat. Adapun “kelenjar prostast” yang dimaksud sebenarnya adalah kelenjar skene. Kelenjar ini bukanlah prostat, tapi memang memiliki fungsi dan bentuk yang nyaris serupa seperti prostat pada lelaki. Serupa tapi tak sama. Hal inilah yang membuat kelenjar tersebut lebih sering dianggap sebagai “kelenjar prostatnya” perempuan.

Tidak seperti prostat yang hanya satu, kelenjar skene ada dua. Letaknya di bawah salurun kencing pada perempuan. Berjarak tidak terlalu jauh dari dinding vagina, yakni sekitar 5-8 sentimeter. Sebagaimana prostat adalah salah satu organ reproduksi pada lelaki, skene pun sama. Memproduksi cairan pelumas saat hubungan seksual berlangsung, serta memiliki PSA dan PSAP (zat antigen khusus/perangsang respon kekebalan tubuh).

Kanker Prostat pada Perempuan

Sebelum mengulas lebih jauh mengenai kanker prostat, ada baiknya dipahami mengenai kanker. Ketika membicarakan kanker, maka sama saja membicarakan penyakit pada tingkat sel. Yakni organisme terkecil yang menyusun keberlangsungan hidup organisme yang lebih kompleks. Jadi, setiap makhluk hidup yang dikenal saat ini, baik itu manusia, hewan, atau tumbuhan, semuanya itu tersusun dari jutaan hingga miliaran sel.

Jika dianalogikan makhluk hidup (manusia/hewan/tumbuhan) itu seperti kabupaten, dan organ-organ dalam tubuh makhluk hidup tersebut adalah kecamatannya, maka sel-sel dapat disamakan dengan tingkat RT/RW. Nah, sel-sel merupakan unit terkecil yang menyusun makhluk hidup. Apabila ada gangguan atau kelainan pada sel, yang diibaratkan kerusuhan tingkat RT/RW, harus segera ditindaklanjuti. Jika tidak, kerusuhan itu bisa menyebar ke tingkat kecamatan (merusak organ tubuh), bahkan sampai tingkat kabupaten (keberlangsungan makhluk hidup itu sendiri). Semakin kecil wilayah kerusuhan terjadi, semakin mudah dan cepat kerusuhan itu diatasi. Sebaliknya, jika kerusuhan sudah menyebar ke wilayah lebih luass, penanganannya semakin kompleks dan butuh waktu lebih lama.

Analogi sederhana ini pula yang bisa dipahami ketika membicarakan kanker. Penyakit ini sejatinya mudah diobati atau disembuhkan. Syaratnya, sel-sel kanker belum menyebar luas, atau masih tingkat awal terjadinya kanker (stadium 1 atau 2). Jika sudah menyebar atau bahkan telah menyebar ke organ lainnya (stadium 3 atau 4), pengobatan kanker menjadi lebih sulit dan tidak ada jaminan sembuh total atau kambuh lagi. Resiko kematian menjadi hal yang sering terjadi pada penderita kanker pada tahap ini.

Jenis-jenis penyakit kanker dinamakan sesuai dengan organ tempat ditemukannya sel-sel kanker. Makanya ada banyak jenis kanker, merujuk nama organ yag dimaksud. Seperti kanker otak, kanker kulit, kanker paru-paru, kanker mulut, kanker hati, kanker payudara, dan kanker-kanker lainnya. Khusus kaitannya dengan organ reproduksi pada perempuan, ada enam jenis kanker yang sering terjadi. Yakni kanker rahim, leher rahim/serviks, kanker ovarium, kanker saluran tuba, kanker vagina, dan kanker vulva.

Nah, dari keenam jenis kanker reproduksi pada perempuan, mengapa kanker prostat tidak disebutkan? Apakah jenis kanker tersebut tidak ada? Jawabannya, bukan tidak ada tapi angka kejadiannya sangat kecil. Mengacu data dari Society of Gynecologic Oncology, jumlah penderita kanker prostat pada perempuan hanya sekitar 0,003% dibanding jumlah penderita kanker reproduksi perempuan lainnya.

Jelas, angka ini sangat kecil. Kondisinya berbanding terbalik untuk kanker prostat pada lelaki, yang termasuk jenis kanker nomor dua yang paling sering menyerang kaum adam. Meskipun jumlah penderita kanker prostat pada perempuan sangat jarang, jangan sepelekan jenis kanker ini. Dampak kanker tetap mematikan jika terlambat penanganannya. Apalagi gejala-gejalanya seringkali sulit terdeteksi, terutama ketika masih tahap awal perkembangan kanker. Kalaupun terdeteksi, seringnya sudah terlambat karena sel-sel kanker telah menyebar.

Gejala dan Penanganan Kanker Prostat

Salah satu upaya memperbesar kemungkinan sembuh pada penderita kanker adalah dengan mengetahui gejala-gejala awal kanker terjadi. Hanya saja, gejala kanker prostat pada perempuan seringkali tidak mudah dibedakan. Lazimnya gejala kanker ini disalahpahami sebagai gejala infeksi atau kanker kandung kemih. Gejalanya hampir mirip, yakni nyeri ketika buang air kecil atau saat berhubungan seksual, ada darah di air seni, rasa nyeri di sekitar tulang selangka, dan tidak teraturnya siklus atau jadwal menstruasi.

Oleh karena itu, sangat disarankan jika salah satu atau beberapa gejala tersebut dirasakan, segera lakukan pemeriksaan ke tenaga medis profesional. Lakukan rujukan ke rumah sakit khusus kanker atau memiliki teknologi pendeteksi kanker. Jangan ditunda atau beranggapan itu hanya gejala atau keluhan fisik biasa. Sangat banyak kasus kanker yang penderitanya dapat sembuh total, karena kanker ditemukan ketik masih tahap awal.

Sebaliknya, jika kanker sudah tahap lanjut, maka diperlukan terapi khusus kanker seperti kemoterapi atau radioterapi (terapi radiasi) hingga operasi/pengangkatan kelenjar skene. Dan meskipun sudah dilakukan pengangkatan, jika kanker telah pada tahap lanjut, ada kemungkinan sel-sel kanker masih hidup karena telah menyebar ke organ-organ yang lain.

Pengobatan non medis atau herbal bisa jadi alternatif. Hanya saja, sebaiknya pengobatan herbal dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari dokter atau tenaga medis profesional. Hindari menggunakan pengobatan herbal karena terbujuk iklan atau informasi dari sumber yang keakuratannya diragukan. Sangat banyak penipuan dengan modus menjual obat-obatan herbal, tapi ternyata obat-obat tersebut palsu dan membahayakan nyawa pengonsumsinya.

Jadi, menjawab pertanyaan yang diajukan sebagai judul di tulisan ini, apakah mungkin kanker prostat terjadi pada perempuan, maka jawabannya sangat memungkinkan. Walaupun kemungkinannya sangat kecil, namun jangan diabaikan. Kanker prostat pada perempuan dapat berakibat fatal atau mematikan jika kesadaran terhadap jenis kanker ini rendah.

Baca artikel lain mengenai Kedelai Dapat Mengobati Kanker

Pengobatan Alami Kanker Prostat

Pahami Pengobatan Alami Kanker Prostat Yuk!

Pada umumnya, penderita kanker prostat diobati melalui prosedur medis. Berbagai teknik terapi disesuaikan dengan tingkat perkembangan kanker (stadium). Mulai dari sekadar pemantauan perkembangan sel-sel kanker hingga kemoterapi atau operasi pengangkatan. Selain pengobatan medis, ada pilihan lain yang tidak ada salahnya diketahui. Yakni pengobatan alami kanker prostat.

Pengobatan ini dikatakan alami karena tidak melalui serangkaian prosedur medis seperti menggunakan obat-obatan kimiawi/olahan pabrik obat, kemoterapi, atau operasi. Mengobati sel-sel kanker yang membandel dengan cara penderita kanker prostat menjalani gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan alami seperti buah, sayur, atau dedaunan tertentu/herbal. Sehingga seringkali pengobatan alami ini dinamakan pengobatan herbal. Kedua-duanya memiliki maksud serupa, mengacu pada pengobatan non medis.

Keuntungan Pengobatan Alami

Pengobatan alami kanker prostat bisa menjadi pilihan ketika penderita dihadapkan pada kondisi mahalnya biaya pengobatan medis. Memang, butuh uang yang tidak sedikit dalam merawat dan mengobati penderita kanker prostat. Kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung tingkat penyebaran sel-sel kanker dan tempat perawatannya (jenis rumah sakit). Belum lagi efek samping bagi tubuh saat menjalani prosedur medis seperti kemoterapi, misalnya. Dan tidak ada jaminan sel-sel kanker akan musnas meskipun telah menjalani perawatan medis secara paripurna.

Adapun pengobatan alami tidaklah demikian. Jenis pengobatan ini tidak membutuhkan biaya sebesar pengobatan cara medis, karena bahan-bahannya dapat mudah diperoleh. Pun efek samping yang merugikan bagi tubuh, dapat dihindari. Dan tidak sedikit penderita kanker prostat yang memperoleh kesembuhan setelah menghentikan pengobatan medis, kemudian beralih ke pengobatan alami.

Meskipun pengobatan alami menawarkan hal-hal positif yang tidak didapatkan dari pengobatan medis, tapi pengobatan ini pun punya hal-hal negatif. Misalnya, pengobatan alami lazimnya membutuhkan waktu lebih lama dibanding pengobatan medis. Termasuk ketika penderita kanker prostat merasakan keluhan fisik akibat dari penyakitnya, pengobatan alami tidak bisa seketika menghilangkan keluhan tersebut.

Selain itu, penderita kanker prostat yang menjalani pengobatan alami memiliki kemungkinan sembuh total jika perkembangan sel-sel kanker masih tahap awal (stadium 1 atau 2). Tapi, jika perkembangannya sudah kompleks (stadium 3 atau 4), maka pengobatan medis (kemoterapi atau operasi pengangkatan) memberikan peluang kesembuhan yang lebih besar.

Pengobatan Alami dengan Gaya Hidup 

Salah satu faktor timbulnya kanker karena gaya hidup yang tidak sehat. Baik itu makanan/minuman yang dikonsumsi atau aktifitas fisik yang memicu tumbuhnya sel kanker. Nah, pengobatan alami dengan gaya hidup yang sehat, tidak hanya mencegah terjadinya kanker prostat, tapi  juga dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan sel-sel kanker tersebut. Berikut ini beberapa gaya hidup anti kanker prostat.

  • Hindari makanan atau minuman pemicu kanker.

Apa saja makanan yang memicu tumbuhnya sel-sel kanker? Semua jenis makanan yang mengandung lemak adalah salah satunya. Contoh, daging merah (ayam atau sapi), keju dan olahannya, gorengan, susu tinggi lemak. Bukannya sama sekali tidak boleh mengonsumi makanan-makanan tersebut, tapi kadarnya dibatasi. Jangan setiap hari. Termasuk cara mengolah/memasaknya, usahakan tidak digoreng atau dibakar tapi lebih baik direbus.

Untuk jenis minuman yang wajib dihindari adalah minuman beralkohol. Jenis minuman ini diketahui bisa menyebabkan kandung kemih menjadi iritasi, dan memicu pertumbuhan sel-sel kanker. Alkohol juga bisa menyebabkan otot-otot di sekitar kandung kemih menjadi lemah, yang berakibat kesulitan ketika hendak buang air kecil.

  • Rutin mengonsumsi makanan/minuman anti kanker.

Jika ada makanan/minuman yang harus dijauhi karena memicu kanker, maka sebaliknya pun begitu. Ada makanan/minuman yang sangat disarankan untuk dikonsumsi, bahkan sesering mungkin atau setiap hari. Semua jenis sayur dan buah adalah jenis makanan yang dimaksud. Salah satu contohnya adalah buah tomat. Buah ini mengandung lycopene yang mangkus mencegah kanker prostat, dan mengecilkan ukuran kelenjar prostat yang membesar. Lalu, buah-buahan yang kaya kandungan fruktosa, seperti melon, delima, apel, buah berri, atau semangka. Untuk sayuran anti kanker, contohnya kembang kol, brokoli, atau kubis.

Jenis makanan lain seperti kacangan-kacang, biji-bijian, padi-padian, dan kerang juga baik dikonsumsi. Meskipun tidak harus setiap hari, tapi sesering mungkin dikonsumsi akan menurunkan resiko terkena kanker prostot. Ini karena jenis makanan tersebut mengundung zat seng yang berperan menekan pertumbuhan sel-sel kanker di prostat. Untuk minuman, susu dan air putih punya khasiat mencegah dan mengobati kanker prostat. Semakin sering diminum, semakin baik.

  • Jangan duduk terlalu lama.

Sesuatu yang dilakukan berlebihan pasti berdampak tidak baik. Sama seperti aktifitas sederhana seperti duduk yang terlalu lama bisa memicu pertumbuhan sel-sel kanker atau memparah gejala dari kanker prostat. Jadi, jika seseorang banyak menghabiskan waktunya dengan duduk, maka imbangi dengan melakukan aktifitas lainnya seperti jalan-jalan kecil atau olahraga ringan lainnya.

  • Ejakulasi sering dan teratur

Ada beberapa kasus ditemukan bahwa kanker prostat terjadi karena tersumbatnya saluran prostat. Hal ini disebabkan penderita kanker jarang mengalami ejakulasi (keluarnya cairan mani saat berhubungan seksual). Sebaliknya, bagi yang sering dan teratur mengalami ejakulasi, kemungkinan terkena kanker prostat semakin kecil.

Pengobatan Alami dengan Herbal

Herbal atau dedaunan tertentu yang punya khasiat khas bagi kesehatan, merupakan jenis pengobatan alami yang telah ada jauh sebelum pengobatan modern berkembang seperti saat ini. Jadi, pengobatan herbal adalah warisan nenek moyang yang sangat sayang untuk dilupakan. Terkait kanker prostat, pengobatan alami dengan herbal menggunakan jenis daun-daunan atau buah-buahan yang mudah ditemukan. Berikut ini beberapa contoh herbal dan pengolahannya.

  • Daun sirsak dan daun herbal lainya.

Pengobatan herbal menggunakan daun sirsak termasuk yang sering dilakukan, yakni dengan membuat rebusannya. Caranya mudah, ambil daun sirsak secukupnya, bersihkan dan kemudian rebus ke dalam wadah seukuran 3 gelas air hingga mendidih. Sisakan satu gelas air untuk diminum ketika masih hangat. Jangan lupa disaring terlebih dahulu air rebusan tersebut. Selain daunnya, mengonsumsi buah sirsak juga baik untuk mencegah dan mengobati kanker prostat.

Jika tidak ada daun sirsak, ada daun herbal lainnya yang juga dapat dikonsumsi. Yaitu daun pegagan, daun meniran, dan daun dewa. Dedaunan herbal ini cara pengolahannya serupa seperti pada daun sirsak, yakni diminum air rebusannya secara rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan.

  • Buah manggis, delima, dan mentimun.

Untuk buah manggis, tidak perlu repot-repot diolah. Cukup langsung mengonsumsi buah manggis secara teratur. Adapun buah delima dan mentimun, disarankan tidak dimakan langsung tapi diolah dalam bentuk jus, dan konsumsi secara rutin setiap hari.

Semoga ulasan pengobatan alami kanker prostat ini dapat memberi manfaat. Tidak hanya bagi penderita kanker prostat, tapi juga bagi siapa pun yang membutuhkannya. Karena bukankah mencegah itu lebih baik daripada mengobati? Untuk itu, memiliki gaya hidup yang sehat dan mengonsumsi makanan-makanan sehat harus segera dipraktikkan. Ingat, kanker prostat tidak hanya bisa diobati, tapi juga bisa dicegah.

Baca artikel lain mengenai Kedelai Fermentasi dan Non Fermentasi