Category Archives: Kanker Prostat

Terapi Jus untuk Prostat

Tips Terapi Jus untuk Prostat dengan Tomat

Memakan lebih banyak buah dan sayuran dapat meningkatkan keseluruhan kesehatan tubuh dan mengurangi risiko penyakit prostat, misalnya kanker prostat. Sayangnya tak semua orang suka makan buah dan sayuran dengan berbagai alasan. Jika kita merasa kesulitan untuk makan buah dan sayuran secara rutin dan langsung maka membuatnya menjadi jus bisa dijadikan pilihan. Memang ada yang menyarankan untuk tetap memakan buah asli tanpa dihancurkan tapi jika jus bisa memudahkan maka tak masalah untuk dicoba.

Memilih Buah dan Sayuran

The Academy of Nutrition and Dietetics menyarankan untuk memakan 2 ½ cup sayuran dan 2 cup buah setiap hari untuk menjaga agar prostat tetap sehat. Ikutkan sayur dan buah yang memiliki warna terang untuk mendapatkan nutrisi yang lebih banyak. Buah dan sayur yang berwarna hijau tua, oranye atau merah cenderung mengandung karoten tinggi. Nutrisi tersebut sangat bermanfaat untuk kesehatan prostat sehingga bisa mencegah munculnya kanker prostat.

Kita dapat menciptakan variasi jus dengan mengkombinasikan sayur dan buah yang mengandung nutrisi tinggi. Misalnya kita dapat membuat jus kombinasi antara wortel, seledi, kale, dan apel untuk memperoleh karoten. Bisa juga mengkombinasikan tomat dengan ketimun, bayam, dan sedikit jahe untuk menghasilkan rasa jus yang enak. Tomat sendiri dikenal sebagai sumber dari lycopene. Pria yang mengonsumsi lycopene memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah menurut Linus Pauling Institute. Selain itu pilihan lain untuk jus prostat yaitu dengan menggunakan buah pepaya, jeruk, dan wortel.

Jus segar dapat membantu kita menambah asupan vitamin dan mineral yang dibutuhkan agar prostat tetap sehat. Namun kadang kita akan kehilangan banyak serat pada buah yang juga penting untuk kesehatan prostat. Batasi konsumsi jus segar sampai 8 ons per hari dan biarkan sisanya sayuran dan buah-buahan dalam bentuk aslinya. University California, San Francisco melaporkan bahwa mendapatkan lebih banyak serat dari makanan utuh tidak hanya akan mengurangi risiko kanker prostat namun juga dapat melambatkan pertumbuhan kankernya.

Tips Membuat Jus Sehat

Jus sebenarnya bisa kita beli baik dalam bentuk segar maupun botolan/kalengan. Namun jus yang kita beli biasanya akan mengandung beragam pemanis atau gula. Selain itu, jus botolan juga melalui proses pasteurisasi yaitu pemanasan untuk membunuh bakteri dan memanjangkan masa pakainya. Jus botolan juga mengandung lebih sedikit vitamin C namun perbedaannya mungkin tidak begitu besar dampaknya pada kesehatan kita.

Satu hal yang disetujui semua orang adalah bahwa jus yang dibuat langsung sebelum diminum akan terasa lebih menyegarkan sehingga pilihan jus segar lebih utama daripada jus botolan. Membuat jus sendiri akan membantu kita untuk dapat mengonsumsi lebih banyak daripada memakannya langsung. Namun demikian jus memang tidak bisa menggantikan sepenuhnya buah atau sayuran utuh.

Cara tepat untuk membuat jus sendiri yaitu dengan memilih sayur dan buah-buahan segar. Cuci dengan bersih buah-buahan dan sayuran tersebut dan buang bagian yang kotor atau tidak diperlukan. Gunakan alat jus biasa atau blender yang tidak memisahkan ampas dari sayur dan buah. Biarkan ampas jus tersebut juga ikut kita konsumsi karena didalamnya terdapat serat yang juga dibutuhkan oleh tubuh.

Kita juga perlu memperhatikan jumlah kalori pada tidap buah atau sayuran. Kalori pada buah-buahan cenderung lebih tinggi daripada sayur-sayuran. Untuk membuat kalori yang seimbang, kita bisa menggabungkan antara sayuran dan buah-buahan. Sebaiknya tidak memasukkan gula ke dalam jus walaupun rasanya mungkin nantinya akan hambar atau masam. Tambahan sedikit gula masih dibolehkan asal tidak berlebihan. Kalori pada gula nantinya bisa kita bakar dengan melakukan olahraga kardio seperti jogging, renang, dan lain-lain.

Jus Tomat untuk Masalah Prostat

Terapi jus untuk prostat dianjurkan untuk mengatasi masalah prostat. Salah satu buah yang disebut bisa menurunkan risiko kanker prostat adalah tomat dan buah delima. Buah delima ini berasal dari Iran dan saat ini dikembangkan di banyak negara. Delima mengandung ratusan biji yang dikelilingi oleh lapisan yang disebut aril. Jus ekstrak dari aril ini akan berwarna pink atau merah. Ini mengandung banyak bahan alami seperti polyphenols, anthocyanins, dan asam ellagic yang memiliki manfaat medis.

Selain delima, buah tomat juga dipercaya bisa mengatasi masalah kanker prostat. Kandungan tomat yaitu lycopene dapat menghancurkan radikal bebas dalam tubuh yang dapat menyebabkan kanker. Lycipene tersebut disebut-sebut lebih efektif dari vitamin E dalam meredam radikal bebas. Pada sebuah penelitian yang diterbikan di Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention ditemukan bahwa tomat bisa menurunkan kanker prostat sampai 18 persen.

Cara mengolah tomat untuk prostat tidaklah sulit. Tomat sendiri bisa langsung dimakan setelah dicuci bersih. Tomat yang digunakan sebaiknya tomat segar yang terbebas dari obat-obatan. Selain dimakan segar tomat dapat dimasak seperti dibuat sambal, direbus, dipanggang atau dibuat jus tomat.

Tomat rebus untuk prostat mudah untuk dibuat. Buah tomat dapat mudah kita beli di pasar ataupun supermarket. Cara mengolahnya  yaitu dengan menyiapkan panci yang sudah diisi dengan air untuk direbus. Setelah itu, nyalakan kompor dan masukkan beberapa tomat ke dalam panci. Tunggu sampai tomat menjadi lebih lunak atau setengah bubur. Tambahkan minyak sehat seperti zaitun dan kanola secukupnya. Tomat rebus tersebut siap untuk dimakan.

Jus tomat sendiri sangat mudah untuk dibuat. Cara membuat jus tomat untuk prostat yaitu dengan menyiapkan tiga sampai empat buah tomat segar. Potong-potong agar lebih mudah dihancurkan. Masukkan ke dalam blender lalu haluskan. Bisa ditambahkan sedikit air. Jus tomat bisa langsung diminum. Ada baiknya untuk berkonsultasi dulu sebelum diminum rutin.

Selain jus itu ada beberapa jenis jus lainnya yang bisa dibuat untuk terapi masalah prostat, antara lain:

  • Summer Melon:  1 buah tomat ukuran sedang dan 1 potong semangka (kira-kira 1/8 semangka utuh). Haluskan tomat dan semangka menggunakan blender lalu sajikan.
  • Pink Panther: 1 buah apel medium, 1 buah jeruk, 1 cup strawberry, 1 cup potongan semangka. Haluskan semua bahan yang disiapkan menggunakan blender kemudian sajikan.
  • Green Breakfast: 2 buah apel hijau, 1 paprika hijau, 3 wortel, 1 ketimun, 15 anggur, 2 cup bayam, 1 tomat. Haluskan semua bahan menggunakan blender lalu siap disajikan.
  • Veggie Blueberry: 1 buah apel, 1 cup blueberry, 1 brokoli, 6 wortel, 1 tomat. Haluskan semua bahan menggunakan blender, bisa menghilangkan 1 bahan seperti brokoli.
  • Liquid Pizza: basil kering, ½ kepala cauliflower, 1 ketimun, 1 bawang daun, 2 tomat cherry. Haluskan semua bahan menggunakan blender, rasa dari jus ini menyerupai pizza dan sebagian besar menyukai disajikan hangat.

Itulah beberapa resep jus buah dan sayuran yang bisa digunakan untuk meminimalisir risiko kanker prostat. Ada baiknya untuk bertanya pada dokter tentang konsumsi jus buah ini. Dokter bisa menyarankan mana yang sebaiknya diminum dan tidak bertentangan dengan obat-obatan lain yang mungkin sedang dikonsumsi pasien.

Baca artikel lain mengenai Faktor Pemicu Kanker

Cara Mencegah Kanker Prostat

Cara Mencegah Kanker Prostat dengan Bahan Alami

Kanker prostat yang menyerang laki-laki memang belum diketahui pasti penyebab ataupun cara pasti untuk menghindarinya. Namun ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk meminimalisir risiko terkena kanker prostat. Jika kita sudah mencoba meminimalisirnya maka kita bisa sedikit tenang untuk menghadapi masa tua. Risiko berkembangnya kanker prostat sendiri meningkat seiring bertambahnya usia.

Berikut ini beberapa cara mencegah kanker prostat.

Mengonsumsi Tomat dan Makanan yang Merah

Buah yang dapat mencegah kanker prostat merupakan buah yang berwarna merah. Tomat, semangka, dan sayuran/buah berwarna merah lainnya memiliki warna terang yang ternyata merupakan antioksidan bernama lycopene. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pria yang mengonsumsi buah-buahan ini serta produk berbahan toman memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah daripada yang tidak mengonsumsi.

Saran lainnya yaitu memasak tomat membuat tubuh lebih mudah menyerap lycopene. Semakin merah warna tomat maka semakin baik karena berarti jumlah lycopennya semakin besar. Jadi tomat yang terlihat masih hijau atau mentah dipetik terlalu dini sehingga memiliki lycopene yang lebih rendah daripada tomat yang sudah memerah.

Mengonsumsi Sayuran dan Buah-buahan

Nutrisi dan vitamin yang terkandung dalam buah-buahan dan sayuran dapat mengurangi risiko menderita kanker prostat. Sayuran berwarna hijau mengandung bahan yang dapat membantu tubuh untuk menghancurkan zat karsinogen atau zat yang dapat menyebabkan kanker. Memakan makanan yang kaya nutrisi juga akan membantu tubuh memperlambat penyebaran kanker.

Sayuran dan buah-buahan bisa dijadikan makanan pengganti junk food atau gorengan yang biasanya dimakan. Jika kita tak terbiasa mengonsumsi sayuran dan buah maka biasakanlah terlebih dahulu. Jenis makanan ini sebenarnya memiliki rasa yang juga enak sekaligus baik bagi tubuh.

Buah-buahan bisa dikonsumsi langsung ataupun dibuat menjadi jus. Tentu saja jus yang dibuat haruslah tetap sehat sehingga benar-benar bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit kanker prostat. Beberapa jus yang bisa dibuat, antara lain:

  • Jus tomat ditambah semangka.
  • Jus campuran basil, tomat, ketimun.
  • Jus campuran apel, jeruk, strawberry, dan semangka.
  • Jus campuran apel, seledri, ketimun, anggur, delima, bayam.
  • Jus campuran terong dan delima.

Membuat jus sendiri perlu memperhatikan beberapa hal agar manfaat buah yang dihancurkan tersebut tidak ikut hilang. Misalnya kita tidak perlu membuang semua ampas jus. Pada ampas jus tersebut terdapat serat buah yang bermanfaat bagi tubuh. Jadi perlu mengikutsertakan sebagian ampas untuk diminum. Akan lebih baik jika menggunakan blender biasa yang tidka memisahkan antara serat dengan sari buah-buahan.

Buah yang dipilih juga sebaiknya disesuaikan dengan manfaat yang ingin diambil, misalnya jika untuk menurunkan risiko kanker prostat maka menggunakan buah-buahan berwarna merah seperti tomat, delima, atau semangka. Jika menggunakan sayuran maka gunakan sayuran berwarna hijau.

Mengonsumsi Ikan

Asam lemak yang dikenal sebagai omega-3 dapat membantu mengurangi risiko berkembangnya kanker prostat. Omega-3 ditemukan pada beberapa jenis ikan seperti sarden, tuna, makarel, trout, dan salmon. Jika dibandingkan dengan makan makanan dengan lemak tinggi, memakan makanan rendah lemah serta meminum suplemen minyak ikan akan menurunkan perkembangkan sel kanker. Akan lebih mudah untuk menyembuhkan kanker yang belum menyebar di luar prostat. Jadi bagi yang terbiasa banyak makan daging sapi atau kambing bisa menggantinya dengan daging ikan yang mengandung omega-3.

Kedelai dan Teh

Nutrisi yang dikenal sebagai isoflavon dihubungan dengan pengurangan risiko kanker prostat. Isoflavon ditemukan pada:

  • Tahu yang terbuat dari kedelai
  • Buncis
  • Kacang-kacangan
  • Kecambah alfalfa
  • Kacang

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria yang meminum teh hijau atau mengonsumsi suplemen ekstrak teh hijau memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah daripada yang tidak. Tahu yang dikukus bisa menjadi makanan sehat yang juga bisa menurunkan risiko penyakit kanker prostat. Kacang, buncis, kecambah, dan kacang-kacangan sendiri merupakan sumber makanan yang enak untuk dimakan sehingga tak ada alasan untuk tidak menambahkannya dalam menu makanan sehari-hari.

Menjaga Konsumsi Lemak

Penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara lemak hewan dan meningkatnya risiko kanker prostat. Selain berada pada daging, lemak hewan bisa ditemukan pada lemak babi, mentega, dan keju. Jika memungkinkan sebaiknya mengganti lemak hewani tersebut dengan lemak nabati. Misalnya saja mengganti penggunaan mentega dengan minyak zaitun, memakan buah daripada permen, memakan buah segar daripada buah kalengan, atau memakan kacang-kacangan daripada keju. Selain itu daging yang terlalu matang mengandung karsinogen sehingga berhati-hati agar tidak terlalu lama memasak daging.

Berhenti Merokok

Pasien kanker prostat yang merokok akan membuat penyakitnya mudah kambuh. Perokok lebih cenderung memiliki jenis kanker prostat yang agresif. Tidak ada kata terlambat untuk berhenti. Meskipun merasa belum sakit, cobalah untuk berhenti merokok demi kesehatan di masa depan. Merokok tidak memberikan solusi  namun akan menambah permasalahan utamanya masalah kesehatan. Ada banyak yang cara bisa digunakan untuk berhenti merokok, misalnya mengganti waktu merokok dengan waktu makan buah-buahan atau cemilan sehat lainnya.

Memperhatikan Makanan Tertentu

Ada beberapa makanan yang harus dihindari untuk penyakit prostat dan perlu dimakan untuk menurunkan risiko kanker prostat, antara lain:

Memperbanyak Makanan yang Mengandung Folat

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa level folat yang rendah dalam darah akan meningkatkan risiko penyakit kanker. Jadi perlu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung folat. Makanan yang mengandung folat, antara lain sayuran hijau, kacang polong, dan jus jeruk. Namun mengonsumsi asam folat yang dibuat manusia dalam bentuk suplemen malah akan meningkatkan risiko kanker.

Produk Susu

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa produk susu atau makanan yang mengandugn kalsium tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kanker prostat. Namun risiko yang dimaksud tergolong minimal. Sebaiknya memang tidak terlalu banyak mengonsumsi produk susu dan menggantinya dengan makanan lain.

Berolahraga

Terlalu banyak lemak, terutama pada bagian tengah tubuh akan berhubungan dengan meningkatkan risiko penyakit kanker prostat. Olahraga rutin dapat membantu kita menjaga berat badan yang sehat. Keuntungan dari olahraga termasuk meningkatkan massa otot dan metabolisme yang lebih baik. Kita bisa mencoba melakukan olahraga seperti berjalan, berlari, bersepeda, ataupun berenang. Olahraga perlu dilakukan dengan santai dan gembira. Jadi lakukan variasi jenis olahraga serta tempatnya. Jika bisa ajak teman atau keluarga untuk olahraga bersama-sama.

Berbicara dengan Dokter

Konsultasi dan pemeriksaan kesehatan perlu rutin dilakukan oleh orang yang sudah menginjak usia 40 tahun ke atas. Kita bisa bertanya tentang banyak hal tentang hasil kesehatan tersebut seperti apakah kita memiliki risiko berkembangnya kanker prostat. Jika kita memiliki permasalahan dalam buang air kecil serta rasa sakit pada bagian tulang maka kita bisa menceritakannya pada dokter.

Dokter nantinya akan memberikan saran serta pilihan tes yang harus dilakukan. Cara ini bisa memberikan kita kejelasan apakah kita memiliki risiko kanker prostat, sudah terjangkiti ataupun tidak. Mencegah prostat sejak dini sangat diperlukan dengan menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan rutin.

Baca artikel lain mengenai Faktor Pemicu Kanker

Ciri-ciri Kanker Prostat

Ciri-ciri Kanker Prostat dan Penyebabnya

Kanker prostat merupakan jenis dari kanker yang banyak menyerang pria yang sudah tua. Kita bisa mengenali kanker prostat melalui gejala atau ciri-ciri awalnya. Lebih lengkapnya berikut ini ulasan mengenai kanker prostat dan ciri-cirinya.

Ciri-ciri Penderita Kanker Prostat

Kanker prostat perlu diwaspadai oleh pria yang berusia 50 tahun ke atas. Setidaknya 50% dari semua pria pada usia 50 tahun ke atas memiliki PIN atau Prostatic Intraepithelial Neoplasia. Tingginya PIN dapat menjadi awal dari penyakit kanker dan membutuhkan investigasi lebih lanjut. Kanker prostat pada usia muda sendiri bisa saja terjadi walaupun tidak sebanyak pada usia tua. Kanker prostat sendiri dapat disembuhkan jika terdiagnosis sebelum metastasis, namun jika sudah menyebar akan lebih berbahaya. Biasanya penyebaran kanker ini ke daerah tulang.

Jadi akan menjadi penting untuk mendeteksi gejala kanker prostat atau ciri-ciri kanker prostat pada seseorang. Jika gejalanya muncul maka biasanya akan diikuti oleh gejala-gejala lainnya, antara lain:

  • Rasa panas atau sakit selama buang air kecil.
  • Kesulitan saat buang air kecil atau bermasalah saat akan memulai atau menghentikan.
  • Lebih sering buang air kecil pada malam hari.
  • Aliran urin yang keluar lebih sedikit.
  • Darah pada urin atau hematuria.

Kanker prostat dapat menyebar sampai ke jaringan tulang. Beberapa ciri lain dari kanker prostat, antara lain:

  • Darah pada semen.
  • Sulitnya mendapatkan ereksi.
  • Ejakulasi yang menyakitkan.
  • Pembengkakan pada kaki atau area pelvic.
  • Rasa sakit atau mati rasa pada pinggul atau kaki.
  • Rasa sakit pada tulang yang tidak kunjung berhenti.

Jika merasakan gejala-gejala tersebut baik satu atau lebih maka ada baiknya langsung melakukan pemeriksaan ke dokter. Saat penyakit kanker masih awal muncul maka penyembuhan bisa dilakukan dengan lebih mudah. Jangan sampai membiarkan gejala-gejala tersebut sampai waktu lama sehingga kanker bisa jadi sudah menyebar.

Selain ciri-ciri tersebut, pria yang sudah berusia 45 tahun ke atas perlu secara rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang rutin dilakukan dapat membantu kita untuk mengetahui apakah ada penyakit serius yang terdapat di dalam tubuh. Kadang memang sebagian orang memilih untuk tidak melakukan pemeriksaan karena takut mengetahui penyakit dalam tubuhnya. Namun jika penyakit tersebut terlanjur parah maka tentu orang tersebut yang nantinya akan kesulitan untuk proses penyembuhan.

Penyebab Kanker Prostat pada Pria

Peneliti belum dapat mengetahui secara pasti apa penyebab terjadinya kanker prostat. Namun mereka tentunya sudah berhasil menemukan adanya faktor fari risiko dan juga mencoba mempelajari bagaimana faktor tersebut menyebabkan sel prostat yang telah menjadi kanker.

Pada tingkat yang mendasar, kanker prostat ini bisa disebabkan oleh adanya perubahan pada DNA dari sel prostat yang normal. DNA merupakan bahan kimia di sel kita yang membentuk gen. Gen tersebut yang mengendalikan bagaimana sel berfungsi. Kita biasanya akan serupa dengan orang tua karena mereka merupakan sumber dari DNA kita, namun efeknya tak hanya soal penampilan.

Beberapa gen mengendalikan sel saat tumbuh, membelah diri menjadi sel yang baru dan kemudian mati. Gen yang membantu sel tumbuh, kemudian membelah diri dan tetap hidup disebut dengan nama oncogenes. Sedangkan gen yang menjaga adanya pertumbuhan sel, memperbaiki kesalahan DNA atau menyebabkan sel mati di waktu yang sudah tepat disebut dengan tumor suppressor genes.

Kanker dapat disebabkan oleh perubahan atau mutasi DNA yang menyalakan oncogenes atau mematikan tumor suppressor genes. Perubahan DNA ini bisa diturunkan dari orang tua atau dapat diperoleh selama kehidupan seseorang. Kanker yang disebabkan oleh gen warisan disebut dengan hereditary cancer.

Beberapa penelitian menemukan bahwa pria dengan hormon tinggi seperti IGF-1, lebih berisiko terkena kanker prostat. Namun studi lain tidak menemukan hubungannya. Beberapa studi juga menemukan bahwa peradangan pada prostat dapat berkontribusi pada kanker prostat. Sebuah teori menyebutkan bahwa peradangan dapat memicu kerusakan sel DNA, ini menyebabkan sel normal menjadi sel kanker.

Paparan radiasi atau bahan kimia yang menyebabkan kanker  dapat membuat mutasi DNA pada banyak organ. Namun faktor ini belum terbukti secara signifikan menyebabkan mutasi sel prostat.

Salah satu faktor yang dihubungkan sebagai faktor penyebab kanker jenis ini adalah ras dan etnis. Menurut American Cancer Society, pria Amerika Serikat, Asia-Amerika, dan Latin memiliki kasus kanker prostat yang rendah. Kebalikannya, pria Afrika-Amerika lebih banyak menderita penyakit ini daripada etnis dan ras lainnya.

Pola makan serta gaya hidup yang kurang baik juga menjadi faktor risiko dari kanker prostat. Pada sebuah studi ditemukan adanya korelasi antara asupan makanan daging dan susu yang tinggi dengan kanker prostat. Pria yang memiliki konsumsi daging atau susu yang tinggi lebih banyak menderita kanker prostat daripada yang konsumsinya rendah.

Pencegahan dan Pengobatan Kanker Prostat

Belum ada cara yang ampuh untuk betul-betul mencegah kanker prostat. Faktor risiko seperti usia, ras, dan riwayat keluarga tidak bisa dikendalikan oleh seseorang. Namun ada beberapa hal bisa menurunkan risiko terkena kanker prostat, yaitu:

  • Pola Makan dan Berat Badan

Pola makan sehat selalu dianjurkan untuk mencegah segala macam penyakit salah satunya penyakit kanker. Makanlah beragam sayuran dan buah-buahan setiap harinya. Jangan lupa untuk terus aktif secara fisik, baik itu berolahraga atau melakukan kegiatan fisik lainnya. Selain itu jaga berat badan jangan sampai terlalu kurus ataupun terlalu gemuk.

  • Vitamin, Mineral, dan Suplemen

Mengonsumsi vitamin, mineral serta suplemen yang dibutuhkan tubuh bisa dilakukan untuk pencegahan. Sebuah studi mengungkapkan bahwa vitamin E atau selenium dapat menurunkan risiko penyakit kanker prostat. Namun pada studi lainnya, hubungan antara vitamin E atau selenium dengan kanker prostat tidak ditemukan. Studi lainnya sekarang mencari efek dari protein kedelain pada penyakit kanker prostat. Sebaiknya sebelum memulai minum vitamin atau suplemen sebaiknya bicara terlebih dahulu dengan dokter.

  • Obat-obatan

Beberapa riset menyebutkan bahwa obat NSAID mungkin dapat menurunkan risiko kanker prostat. Namun obat-obatan cenderung berisiko lain sehingga tidak dianjurkan untuk hanya mencegah saja.

Jika sudah terdiagnosis menderita penyakit kanker prostat maka harus segera melakukan proses pengobatan. Ada beberapa metode pengobatan yang bisa dipilih seperti operasi, terapi radiasi, cryosurgery, terapi hormon, kemoterapi, vaksin, dan pengobatan tulang langsung. Penderita bisa mendatangi dokter spesialis urologi, radiation oncologist, atau medical oncologist.

Sangat penting untuk mendiskusikan pilihan pengobatan, termasuk hasilnya serta kemungkinan efek samping. Dokter nantinya akan membantu membuat keputusan terbaik untuk para pasien. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain tahapan penyakit kanker, usia dan kemungkinan waktu hidup, penyakit lain yang diderita, perasaan/mental pasien, efek samping, dan lain-lain.

Selain pengobatan secara medis, ada juga pengobatan secara alternatif yang mungkin tidak diberitahukan oleh dokter. Pengobatan alternatif ini bisa dilakukan berbarengan dengan pengobatan medis namun tergantung dari jenisnya. Secara umum pengobatan medis masih menjadi cara utama yang paling aman untuk mengatasi penyakit kanker prostat.

Baca artikel lain mengenai Kanker Kulit Melanoma