Category Archives: Kanker Payudara

Manfaat Yogurt untuk Kanker

Manfaat Yoghurt untuk Kanker Apakah Fakta?

Yoghurt bukan sekadar minuman biasa karena memiliki kandungan yang sangat berhasiat untuk menyembuhkan dan mencegah berbagai penyakit. Kanker adalah salah satu penyakit yang bisa disembuhkan atau dicegah dengan mengkonsumsi yoghurt. Mengapa bisa demikian? Untuk mengetahui semua manfaat yoghurt, artikel ini akan membahas mengenai manfaat yoghurt untuk kanker.

Kanker adalah penyakit yang paling mematikan di dunia karena sel kanker bisa menyebar dengan cepat di dalam tubuh apabila sudah bersarang. Sehingga ada banyak penderita kanker yang tidak bisa disembuhkan dan mengalami kematian. Setiap tahunnya ada ribuan orang meninggal karena penyakit kanker. Agar bisa terhindar dari penyakit ini maka Anda harus benar-benar menjaga diri dan kesehatan dengan mengonsumsi berbagai makanan yang sehat dan bisa mencegah tumbuhnya sel kanker, salah satunya adalah yoghurt.

Yoghurt Pencegah Kanker Usus

Yoghurt bukan sembarangan minuman tapi adalah minuman yang sangat menyehatkan. Di dalamnya telah ditambahkan berbagai bahan yang sangat berguna bagi tubuh, salah satunya bakteri baik. Makanya tidak heran jika sering dijadikan minuman diet, dan untuk mencegah berbagai penyakit, salah satunya kanker ini.

Jenis kanker yang bisa disembuhkan atau lebih tepatnya dicegah dengan mengonsumsi yoghurt adalah kanker payudara dan kanker usus. Telah ada penelitian yang menunjukkan bahwa memang cukup berkhasiat untuk mencegah berbagai penyakit salah satunya kanker tapi ada juga yang menyebutkan bahwa yoghurt justru bisa memperparah penyakit kanker. Namun nyatanya, banyak yang percaya akan manfaat yoghurt yang baik.

Yoghurt memiliki banyak sekali kandungan yang semuanya bermanfaat, antara lain vitamin B1, vitamin A, fosfor, kalsium, karbohidrat, lemak, protein, dan energi. Di antara kandungan yang telah disebutkan, jumlah kandungan terbanyak adalah kalsium sebanyak 120 mg pada 100 gram yoghurt yang diteliti.

Manfaat yoghurt untuk kanker yang paling utama adalah mencegah kanker usus. Ini karena yoghurt bisa membuat sistem pencernaan manusia menjadi sehat jika mengonsumsi yoghurt secara teratur. Kanker usus juga termasuk jenis kanker paling mematikan karena organ usus termasuk yang paling vital di bagian tubuh karena tempat lewatnya makanan-makanan yang dikonsumsi. Apabila kinerja usus tidak baik maka makanan-makanan tersebut bisa menumpuk di dalam usus dan akhirnya menjadi penyakit karena tidak bisa dikeluarkan. Jika didiamkan maka risiko mengalami kanker usus akan semakin besar.

Ketika awal mengalami masalah pada usus kebanyakan orang tidak bisa merasakannya tapi lama kelamaan baru terasa. Ini sangat bahaya karena gejala-gejala yang timbul bisa mengindikasikan bahwa usus sudah dalam kondisi yang buruk. Beberapa tanda-tanda yang terjadi antara lain, berat badan akan turun dengan sangat drastis, ketika buang air besar keluar darah, kram perut, mudah lelah, dan meski tidak ingin buang air besar Anda selalu merasa ingin melakukannya.

Kanker usus memang bisa dideteksi jika sudah ada pada tingkat yang lanjut. Maka dari itu sedini mungkin Anda harus memeriksakan kesehatannya supaya bisa dicegah dengan cepat. Salah satunya dengan mengonsumsi yoghurt ini.

Bagi pankreas yoghurt adalah salah satu makanan yang penting agar bisa menjaga keseimbangan dari sistem pencernaan Anda. Selain itu yoghurt juga memiliki manfaat untuk diet pankreas. Yang dimaksud diet di sini bukan menguruskan badan tapi membuat organ dalam tubuh menjadi lebih sehat, dalam artian bisa meluruhkan makanan-makanan tidak sehat yang tertimbun di dalam pankreas. Jadi, selain untuk mencegah penyakit kanker usus manfaat yoghurt untuk diet juga salah satu kelebihannya.

Di dalam yoghurt terdapat banyak sekali unsur probiotik yang bisa menekan aktivitas dan pertumbuhan mikroba yang tumbuh di dalam usus halus, inilah salah satu penyebab utama dari munculnya kanker usus. Dengan mengonsumsi yoghurt akan ada senyawa butyrate yang bisa dihasilkan untuk membunuh berbagai sel tidak normal yang bisa memicu terjadinya kanker.

Yoghurt juga memiliki kandungan yang mampu meningkatkan zat interferon sehingga bisa melawan bibit penyebab tumor. Selain kanker usus, yoghurt juga bisa untuk mencegah kanker kandung kemih, dan kanker payudara.

Tidak hanya sampai disitu, manfaat yoghurt lainnya bagi pencernaan masih banyak. Seperti, yoghurt juga memiliki kemampuan untuk mengubah zat pemicu kanker bernama prekarsinogenik karena bakteri-bakteri baik yang ada dalam yoghurt. Zat pemicu kanker yang ada di saluran pencernaan itu bisa dihilangkan.

Dalam hal lain, bakteri-bakteri ini bisa mencegah munculnya penyakit jantung koroner juga. Kemudian, yoghurt juga dapat menyempurnakan dan memperbaiki fungsi dari pencernaan lagi-lagi karena bakteri baik yang biasanya dicampurkan ke yoghurt yang asli dan sehat.

Yoghurt Pencegah Kanker Payudara

Kemampuan dan khasiat yoghurt untuk mencegah kanker usus besar sudah lama diketahui tapi untuk mengobati kanker payudara baru saat ini karena memang penelitiannya juga baru.

Pada bagian payudara Anda bisa saja terdapat bakteri yang ada pada jaringan payudara meski tidak memiliki benjolan di daerah sekitarnya. Inilah kenapa para wanita dianjurkan memeriksakan secara rutin kesehatan payudara mereka. Apabila Anda mengalami kanker payudara maka jenis bakteri yang ada adalah Staphylococcus epidermis (Staph), Escherichia coli (E. Coli).

Jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan wanita yang normal. Sedangkan wanita yang normal atau tidak menderita penyakit kanker payudara memiliki kadar bakteri Streptococus thermophillus, dan Lactobacillya yang lebih banyak. Salah satu bakteri ini terdapat pada yoghurt.

Bakteri Staph dan E. Coli memiliki kemampuan untuk merusak DNA, kedua bakteri ini bisa memiliki peranan yang besar dalam menyebabkan munculnya kanker payudara. Namun memang mengenai khasiat atau manfaat yoghurt untuk mencegah kanker payudara belum pasti seperti manfaatnya untuk mencegah kanker usus sehingga perlu dilakukan penelitian lagi yang lebih dalam. Namun tidak ada salahnya untuk mengkonsumsi yoghurt kapan saja agar bisa mencegah dengan lebih baik.

Selain untuk mencegah kanker, yoghurt juga bisa digunakan untuk diet bagi para penderita penyakit ini. Sehingga manfaat yoghurt untuk diet penderita kanker sangat baik. Yoghurt untuk diet ini bertujuan untuk lebih menyehatkan penderitanya. Selain yoghurt, untuk diet penderita kanker juga bisa mengonsumsi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan yang sehat.

Diet yang dimaksud disini lebih tepatnya adalah menghilangkan kebiasaan makan makanan yang tidak sehat atau “haram” bagi penderita kanker. Diet dengan yoghurt dan berbagai buah-buahan untuk penderita kanker sebaiknya dilakukan jika mereka tinggal di rumah atau tidak berpergian ke tempat mana pun. Oleh karena jika di rumah, kebersihan bahan makanan yang harus dikonsumsi bisa lebih baik karena adanya air untuk membersihkannya.

Jadi, selain untuk mencegah penyakit kanker, manfaat lainnya dari yoghurt adalah manfaat yoghurt untuk diet. Namun selain untuk pada penderita kanker, yoghurt untuk makanan diet juga bisa dilakukan pada siapa saja yang sehat.

Demikianlah pembahasan mengenai yoghurt yang bisa berguna untuk mencegah munculnya penyakit kanker. Mungkin banyak di antara Anda yang belum tahu akan hal ini, tapi setelah membaca artikel ini semoga Anda bisa menjadi rajin mengonsumsi yoghurt agar kesehatan lebih terjaga.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Minum Kopi

Operasi Kanker Payudara

Deteksi Dini dan Operasi Kanker Payudara Mastektomi

Di Indonesia kanker payudara telah menyasar jumlah penderita terbanyak pada wanita. Sejumlah operasi kanker payudara pun baru berjalan setelah terjadi stadium lanjut.

Deteksi gejala kanker akan menentukan jenis operasi yang perlu segera dilakukan. Tidak semua benjolan di bawah kulit payudara pertanda kanker. Salah satu cara deteksi adalah mamografi untuk wanita muda hingga yang berusia paruh baya.

Bila sudah terdeteksi kanker stadium awal, bedah tumor adalah prosedur awal untuk mengangkat sel-sel kanker primer. Sel-sel yang membentuk benjolan itu mungkin telah mengakar kuat. Tujuan operasi juga demi mengetahui apakah sel-sel kanker berpeluang menyebar ke kelenjar getah bening di bawah lengan.

Pada saat kanker terlanjur kronis, tak jarang diputuskan mengangkat salah satu payudara atau keduanya. Tentu keputusan operasi kanker payudara dengan prosedur ini sangat dilematis bagi wanita. Akan tetapi sampai di fase penyebaran sel, proses penyembuhan jauh lebih sulit. Meski operasi pembersihan jaringan telah dilakukan, banyak pasien yang kembali terserang kanker beberapa tahun kemudian.

Oleh karena itu, sejumlah dokter onkologi selalu menyarankan agar deteksi dini dan perawatan medis tidak ditunda lebih lama. Selama ini memang cukup banyak penderita kanker stadium dini yang beralih ke pengobatan alternatif. Sayangnya sel kanker tidak kunjung melemah, sehingga pasien kembali merencanakan operasi kanker payudara.

Pada selang waktu yang panjang tersebut bisa jadi stadium kanker meningkat ke stadium akhir. Jadi, apapun kondisinya konsultasi medis tetap sangat diperlukan. Terkait keharusan bedah tumor, ada banyak jenis operasi kanker payudara, mulai dari mengeluarkan benjolan (lumpectomy), hingga mengangkat seluruh payudara (radical mastectomy).

Tahapannya, pada stadium dini, apabila benjolan berukuran di bawah 1 cm, maka hanya benjolan saja yang dibuang. Jika sel-sel tampak berbahaya, pasien akan dikemoterapi. Kemudian bila stadium sudah lanjut atau kanker semakin ganas, maka seluruh payudara akan diangkat.

Sebagai informasi, di bawah ini proses operasi kanker payudara sesuai dengan ketentuan umumnya:

1. Operasi Lumpektomi, Atasi Kanker Stadium Awal

Lumpektomi adalah operasi pengangkatan tumor berukuran kecil tanpa perlu mengangkat payudara secara menyeluruh. Operasi kanker payudara lumpektomi adalah solusi pertama dalam menangani kanker stadium 1.

Tujuan operasi lumpektomi adalah mengambil benjolan payudara dan jaringan di sekitarnya. Setelah melakukan operasi, jenis tumor akan dikirim ke unit patologi untuk memastikan tingkat keganasan sel dan jaringannya.

Lumpektomi pada kanker stadium II juga bisa dilakukan, namun tetap mengandung risiko kekambuhan kembali, sebab terdapat sel ukuran mikro yang tidak terangkat sempurna.  Jika memang diperlukan, operasi lumpektomi akan dikombinasi dengan radiasi guna mematikan sel-sel kanker yang masih ada.

Penyinaran atau radiasi diberikan setelah pasien dalam kondisi pemulihan dari operasi lumpektomi. Proses radiasi berjalan selama lima sampai enam minggu kemudian. Lumpektomi mampu memberikan kesempatan yang baik dalam pemulihan dan kelangsungan hidup pasien kanker di stadium dini.

2. Operasi Masektomi, Angkat Seluruh Payudara

Proses operasi kanker payudara masektomi akan mengangkat payudara secara keseluruhan. Operasi masektomi harus dilakukan pada beberapa kondisi tubuh pasien yang lebih kritis. Antara lain saat kanker payudara terdeteksi stadium 2 atau 3 setelah kemoterapi, terjadi peradangan parah akibat invasi kanker, dan ketika sel-sel kanker baru tetap tumbuh, meski jaringan tumor sudah diangkat melalui lumpektomi.

Pasien mungkin diharuskan untuk menjalani operasi radikal mastektomi. Sel kanker payudara kerap menyebar ke kelenjar limfa sehingga tindakan mastektomi radikal merupakan pilihan utama. Operasi ini akan mengangkat seluruh payurada yang terkena tumor beserta kelenjar getah bening yang telah terinfeksi.

Mastektomi diharapkan dapat mencegah berulangnya kanker di kemudian hari, atau berpindah ke organ tubuh lain. Sebagai tahap lanjutnya, pasien kanker tetap wajib menjalani kemoterapi, dikarenaka operasi bukan jaminan untuk mencegah invasi sel-sel kanker yang pertumbuhannya bisa terjadi sewaktu-waktu.

3. Operasi Plastik Rekonstruksi

Setiap wanita pasti akan merasakan ketidaksempurnaan diri pada saat kehilangan salah satu bagian payudaranya. Namun dalam kasus kanker payudara, efek dari operasi mastektomi ini dapat diantisipasi dengan jalan operasi konservasi payudara, atau bedah plastik. Ini adalah proses operasi untuk membuat payudara baru dengan menggunakan implan payudara, atau jaringan dari bagian tubuh lain.

Operasi plastik rekonstruksi dapat dilakukan bersamaan dengan mastektomi, atau beberapa waktu kemudian. Bentuk payudara baru dapat dibuat semirip mungkin dengan payudara asli yang sudah terangkat. Namun tentunya prosedur ini dilakkan atas persetujuan dari dokter onkologi dengan mempertimbangkan kondisi tubuh pasien kanker payudara.

Efek Samping Operasi Kanker Payudara umumnya pasien akan merasakan nyeri, tetapi ini bisa dikurangi dengan obat-obatan. Efek samping infeksi luka pun sangat mungkin terjadi. Untuk itu pasien harus berada di rumah sakit antara 5-7 hari kemudian, bergantung dari kondisinya.

Sangat penting berbicara dengan dokter tentang keluhan-keluhan yang dialami pasca operasi kanker payudara untuk mengantipasi risiko berikut ini:

  • Perubahan bentuk payudara yang berpengaruh pada aspek psikis.
  • Nyeri dan terbentuknya darah pada luka operasi.
  • Bengkak di bagian lengan dan dada.
  • Mati rasa di area ketiak.
  • Lebih sering merasa lelah.

Peningkatan intensitas nyeri dan pegal mungkin menjadi indikasi infeksi pasca operasi kanker payudara mastektomi. Infeksi luka ditandai warna kemerahan di sekitar irisan bedah yang meluas. Maka pemantauan oleh dokter sebaiknya tidak berhenti. Terutama pada masalah kanker stadium lanjut.

Konsultasi pasca bedah merupakan kesempatan bagi pasien untuk mengeluhkan efek samping operasi. Termasuk memastikan radioterapi ataupun kemoterapi yang perlu dilakukan. Selama masa pemulihan, sasien juga dapat mengkonsumsi makanan sehat, tetapi tidak yang dibakar, mengandung pengawet, dan jenis makanan frozen food.

Pasca operasi pula, proses kemoterapi akan memberikan manfaat besar. Kemoterapi merupakan pemberian obat antikanker yang menyeluruh pada tubuh. Obat yang diberikan dapat bekerja melalui darah dan langsung membunuh sel kanker.

Selain pada pasien stadium lanjut, kemoterapi juga ditujukan pada pasien yang sel kankernya belum menyebar ke organ lain. Artinya setiap penderita kanker akan ditangani dengan perawatan yang tepat pada sasarannya.

Di samping kemoterapi, latihan fisik yang tak kurang pentingnya juga dapat dilakukan sendiri oleh pasien. Program latihan berguna dalam memperbaiki rentang gerak otot bahu dan dada.

Gerakannya pun hanya sederhana saja untuk tujuan melemaskan otot-otot di sekitar lengan. Misalnya, berbaring sambil mengangkat lengan lebih tinggi dari jantung selama 45 menit sebanyak 3-5 kali sehari. Cara ini akan bantu mengecilkan bengkak di lengan setelah operasi mastektomi.

Lakukan latihan pernapasan dalam-dalam selama 2 minggu pertama untuk menyegarkan paru-paru serta mengurangi risiko pneunomonia. Seluruh program perawatan ini dapat dikonsultasikan juga dengan dokter dan terapis fisik berpengalaman, agar program latihan bisa berjalan sesuai kebutuhan dan kemampuan pasien.

Itulah tadi sejumlah informasi mengenai operasi kanker payudara dan perawatannya. Untuk biaya operasinya sendiri bisa memakan biaya sedikitnya 10-15  juta rupiah di luar biaya obat-obatannya. Tapi bila Anda menggunakan sistem BPJS atau jaminan sosial yang lain maka biaya operasi tersebut dapat menjadi lebih ringan.

Baca artikel lain mengenai Penyakit Kanker Serviks

Herceptin untuk Kanker Payudara

Plus Minus Penggunaan Herceptin untuk Kanker Payudara

Pada bulan Oktober 2014 silam, sebuah artikel yang dilansir oleh Journal of Clinical Oncology, memaparkan hasil penelitian terbaru tentang pemberian herceptin untuk kanker payudara. Dari hasil penelitian tersebut terungkap bahwa harapan hidup (survival rate) pasien dengan kanker payudara tipe HER2 positif yang mendapat pengobatan herceptin pasca kemoterapi meningkat, dibandingkan pasien yang hanya mendapat pengobatan kemoterapi saja.

Persentase peningkatannya mencapai 74% dari yang sebelumnya hanya sebesar 62%.  Atau jika dikonversikan, pasien yang mendapat penambahan kemoterapi herceptin, mampu bertahan hidup 10 tahun lebih lama dari batas rata-rata ketahanan hidup pasien kanker payudara tanpa herceptin (10 year ovearl survival rate).Penggunaan herceptin juga terbukti memperlebar jurang risiko terjadinya kekambuhan atau penyebarluasan sel-sel kanker sekunder yang kemungkinan besar  tertinggal.

Lalu, obat jenis apa sesungguhnya herceptin ini?

Herceptin atau disebut juga dengan nama lain trastuzumab, merupakan obat yang berupa antibody moniklonal (buatan manusia) yang digunakan dalam terapi penyembuhan kanker payudara tipe HER2. Tidak semua pasien kanker payudara mendapat pengobatan herceptin. Penyebabnya, bisa karena ketidaktersediaan obat ini di kota tempat pasien berdomisili, atau memang tidak mendapat rekomendasi dokter untuk menggunakannya.

Lalu, apa pula yang dimaksud dengan HER2 positif?

HER2 positif merupakan suatu kondisi dimana ditemukannya reseptor dari human Epidimeial Growth Factor (EGF) nomor 2 dalam jumlah besar pada tubuh pasien kanker payudara. Reseptor ini berpotensi besar mendorong sel kanker untuk berkembang dan menyebar. Dalam semua kasus kanker payudara, sedikitnya 20% pasien dinyatakan dalam status HER2 positif.

Mekanisme Kerja Herceptin untuk Kanker Payudara

Dalam menjalankan fungsinya, herceptin mempunyai tiga mekanisme kerja terpadu, yaitu:

  1. Menghambat Epdimeial Growth Factor (EGF) agar tidak mencapai sel kanker. Pada mekanisme ini, herceptin mengikat reseptor (EGF) agar tidak bisa melekat pada protein HER2 dan menyebabkan sel menjadi mati.
  2. Menstimulasi sistem imun sel NK(Natural Killer). Sel kanker dapat merusak sistem imun di dalam tubuh. Herceptin berusaha mengatasi hal tersebut dengan merusak reseptor HER2 supaya sistem imun sel NK aktif. Dengan aktifnya sel NK, maka sel-sel abnormal bisa teridentifikasi dan dibasmi keberadaannya di dalam tubuh.
  3. Herceptin bekerja menghambat proses DNA repairing akibat adanya overekspresi HER2. Saat kemoterapi biasa diterapkan, DNA sel tumor akan mengalami kerusakan. Namun, DNA sel tumor yang telah bisa dapat menyembuhkan diri sendiri hingga kemudian berkembang kembali. Dengan penambahan herceptin pada kemoterapi, sel DNA yang telah rusak akan dihambat untuk tumbuh kembali, hingga akhirnya mati karena tidak adanya overekspresi.

Fakta-fakta Efektivitas Herceptin

Telah banyak hasil penelitian membuktikan efektivitas herceptin dalam pengobatan kanker. Hasil riset yang diumumkan pada Journal of Clinical Oncology bukan satu-satunya riset yang pernah dilakukan untuk menguji keefektifan kemoterapi herceptin. Pada tahun-tahun sebelumnya, telah dilakukan beberapa kali riset untuk menemukan fakta keunggulan dari obat kanker payudara yang satu ini.

Riset pertama dilakukan pada tahun 2005. Penambahan Herceptin setelah kemoterapi standar tuntas dilakukan, menuai hasil positif untuk harapan kesembuahan. Tahun 2011, penelitian kedua dilakukan dan hasilnya kemampuan herceptin dalam menekan perkembangan dan mematikan sel kanker masih mengungguli dibandingkan obat-obat lain.

Dan, terakhir, seperti yang telah disinggung sebelumnya, dari riset yang dilakukan pada tahun 2014 silam menambah panjang deret bukti bahwa herceptin mampu menambah tingkat kesembuhan keseluruhan (overall survival) pada pasien kanker dan keuntungan jangka panjang (long term benefit), berupa bebas kanker minimal hingga 10 tahun ke depan.

Hasil riset ini diperoleh setelah dilakukan pengamatan panjang dan berkelanjutan terhadap 4.000 wanita yang menderita kanker payudara HER2 positif.

Efek Samping Herceptin

Pemberian herceptin pada kemoterapi ditujukan untuk pasien kanker payudara HER2 positif dalam segala tingkatan umur, status hormonal, serta penyebaran limfatik maupun tidak. Akan tetapi, di balik keunggulan kemoterapi herceptin, pemberian obat ini dapat menimbulkan efek samping. Reaksi efek sampingnya bisa berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

Beberapa keluhan yang paling sering terjadi pasca pemberian herceptin untuk kanker payudara, antara lain:

  • Hidung tersumbat dan berair, persis gejala yang ditimbulkan oleh influenza.
  • Merasa dingin hinggal menggigil berkepanjangan. Keluhan ini dapat berlangsung selama 7 hingga 14 hari setelah pemberian dosis herceptin pertama. Namun, untuk pemberian dosis selanjutnya di lain waktu, rasa kedinginan yang cukup hebat ini hanya berlangsung 2 hingga 3 hari saja.
  • Muncul rasa nyeri pada persendian dan tulang.
  • Diare tanpa disertai sakit perut atau kram. Diare dapat berlangsung 7 hingga 10 hari setelah pemberian dosis herceptin pertama. Umumnya keluhan ini tidak berulang pada pemberian dosis selanjutnya.
  • Lelah berkepanjangan, tetapi sangat dapat dibantu dengan menegakkan asupan nutrisi yang cukup.
  • Demam dan rasa mual yang cukup menganggu. Tidak perlu heran, segala obat yang bertujuan untuk menggempur “benda asing” di dalm tubuh pasti menimbulkan reaksi demam dan mual.
  • Lesi atau lepuh seperti jerawat di wajah yang berpotensi muncul sejak pemberian dosis pertama hingga kedua.
  • Infeksi. Hal ini terjadi karena sel darah putih dan sel darah merah tengah mengalami penurunan. Setelah kemoterapi herceptin tuntas dilakukan, keadaan akan kembali normal.

Demikian informasi mengenai obat herceptin untuk kanker payudara. Semoga artikel ini dapat memperluas wawasan pembaca tentang penyembuhan kanker melalui penggunaan herceptin.

Baca artikel lain mengenai Bahaya Makan Gorengan