Category Archives: Kanker Paru-Paru

Makanan untuk Penderita Kanker Paru-paru

Daftar Makanan untuk Penderita Kanker Paru-paru

Banyak survivor kanker yang beruntung  untuk menggunakan kombinasi pengobatan alami di rumah dengan pengobatan medis konvensional. Kombinasi ini dapat membantu keseluruhan tubuh dan pikiran untuk melalui proses penyembuhan yang biasanya lama dan sulit. Selain pengobatan, penderita ataupun orang yang berisiko terkena kanker paru-paru perlu menjaga pola hidup sehat. Menurut peneliti dari National Cancer Institute, cara termudah dan termurah untuk mengurangi risiko kanker yaitu dengan memakan makanan yang sehat.

Seperti halnya penyakit jantung, diabetes, gangguan autoimun, dan lain-lain, peradangan karena radikal bebas serta tekanan oksidatif merupakan awal dari munculnya kanker. Penyebab munculnya kanker sendiri biasanya kompleks dan multifaktor. Beberapa hal yang bisa menyebabkan kanker antara lain konsumsi makanan yang kurang baik, paparan racun, genetis, virus, kurang aktivitas fisik, dan lain-lain.

Kanker paru-paru sendiri memang memiliki penyebab utama rokok, namun masalah makanan juga tak jauh beda dari penderita kanker lainnya. Sementara banyak orang yang memilih pengobatan konvensional seperti kemoterapi, radiasi, dan obat lainnya, ada juga yang mengungkapkan bahwa risiko kanker dapat diturunkan dengan besar melalui diet sehat yang dipenuhi makanan anti peradangan serta mengontrol faktor lain yang dapat memperberat stress oksidatif.

Beberapa makanan yang harus dihindari karena dapat meningkatkan peradangan dan risiko kanker yaitu:

  • Gula
  • Refined oils(minyak yang diproduksi dengan bahan kimia yang tak baik bagi tubuh)
  • Refined carbohydrates(makanan ringan/snacks, roti putih dan pasta, minuman manis)
  • Produk susu konvensional
  • Daging dari hewan ternak

Makanan sendiri menjadi kunci untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan menurunkan risiko kanker. Kita perlu menghindari makanan tidak segar yang cenderung mengandung bahan pengawet, perasa buatan, dan bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh. Meskipun awalnya mungkin berat, tapi cobalah untuk fokus menyediakan makanan yang sehat seperti makanan organik dan makanan yang bebas dari penyedap rasa berbahaya.

Bagi penderita kanker paru-paru atau orang yang ingin menghindari penyakit kanker paru-paru maka selain menjauhi rokok dan asapnya perlu untuk makanan makanan sehat terutama yang anti kanker. Ada beberapa jenis makanan yang dipercaya mampu melawan penyakit kanker, antara lain:

  1. Sayuran Berdaun Hijau

Sayuran hijau merupakan makanan diet sehat yang sangat dianjurkan. Makanan ini kaya akan vitamin, mineral, anti oksidan, dan enzym serta rendah pada kalori, lemak, sodium dan jenis racun lainnya. Segala macam sayuran hijau seperti bayam, kale, arugula salad, dan lain-lain dikenal kaya akan anti oksidan yang mampu melawan kanker, termasuk kandungan vitamin C dan beta-carotene.

Selain itu sebagai bahan alami dari glucosinolates, sayuran hijau juga mengandung anti bakteri dan antiviral, menonaktifkan karsinogen, membantu memprogram kembali sel kanker untuk mati, dan mencegah formasi tumor serta metastasis. Zat Isothiocyanates (ITCs) yang terdapat pada sayuran hijau yang terbuat dari glucosinolates dilaporkan dapat membantuk melakukan detox pada tubuh.

Jadi selalu sediakan sayuran hijau pada menu makanan kita, misalnya pada saat makan siang dan makan malam untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh. Bagi yang merasa kerepotan untuk mengolah sayuran hijau tersebut maka bisa melakukan cara yang lebih mudah yaitu dengan membuatnya menjadi jus. Jus sayuran sangat mudah untuk dicerna dan dapat dibuat sendiri di rumah. Metode diet Gerson bahkan menyarankan agar pasien kanker meminum 13 gelas jus sehat per harinya.

  1. Cruciferous Vegetables/Sayuran Silangan

Cruciferous vegetabels dikenal sebagai makanan yang mampu membunuh sel kanker dan merupakan makanan yang mengandung vitamin C terbaik. Hampir semua sayuran dari keluarga brassica merupakan sayuran cruciferous yang kayak akan nutrisi dan berhubungan dengan pencegahan kanker. Misalnya sayuran kubis dan brokoli yang juga mengandung sulforaphanes dan indoles, dua jenis antioksidan kuat dan stimulator untuk mendetoksifikasi enzym yang  melindungi struktur DNA.

Tambahannya ada banyak sayuran yang juga bermanfaat untuk menurunkan risiko kanker seperti bawang, zucchini, asparagus, artichokes, lada, wortel, dan bit. Sayuran-sayuran ini bisa ditambahkan ke dalam menu  makanan kita sehari-hari. Cara memasaknya sebaiknya juga dilakukan dengan sehat, seperti menghindari digoreng namun direbus.

  1. Berry

Semua berries memiliki kandungan anti oksidan yang tinggi. Sebut saja blueberry, raspberry, cherry, strawberry, goji berry, camu camu dan blackberry yang bisa kita temukan dalam beberapa resep makanan. Berry tersebut mengandung vitamin C, vitamin A, serta asam gallic, sebuah zat anti jamur yang dapat meningkatkan imunitas.

Berry khususnya kaya akan proanthocyanidin anti oksidan. Keuntungan lainnya adalah tingginya kandungan phenols, zeaxanthin, lycopene, cryptoxanthin, lutein, dan polysaccharides. Mulberry, camu camu dan goji berry telah digunakan pada pengobatan tradisional China sejak 200 Sebelum Masehi untuk meningkatkan imunitas dan energi.

  1. Buah dan Sayuran Berwarna Oranye/Cerah

Pigmen warna yang cerah dapat ditemukan di beberapa tanaman yang menandakan bahwa mereka mengandung phytochemicals, khususnya carotenoid antioksidan. Carotenoids merupakan jenis vitamin A yang ditemukan dalam buah sitrus, ubi, berry, labu, dan beberapa tanaman lain. Beta-carotene sendiri merupakan nutrisi penting untuk imun tubuh yang dapat melawan penyakit kanker.

Beberapa buah dan sayuran tersebut mengandung karbohidrat kompleks seperti ubi dan wortel. Ini dapat menurunkan risiko beberapa tipe kanker, terutama pada bagian atas pencernaan.

  1. Tanaman Herbal

Kunyit yang mengadung curcumin aktif telah menunjukkan dapat menurunkan ukuran tumor serta melawan kanker colon dan kanker payudara. Bersama dengan lada hitam, kunyit dapat melawan peradangan pada tubuh. Cara menggunakannya untuk pengobatan kanker yaitu dengan menggunakan bubuk kunyit pada masakan atau minuman.

Pakai 1 sendok teh bubuk kunyit dan ¼ sendok teh lada hitam setiap harinya dengan menambahkannya pada minuman, memasakknya dengan telur ataupun sayuran. Kita juga bisa menggunakan suplement curcumin sebesar 1000 miligram setiap harinya.

Tambahannya, beberapa tanaman herbal lain yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh antara lain jahe, bawang putih, thyme, cayenne pepper, oregano, basil, dan parsley. Kita bisa menggunakan bahan makanan tersebut sebagai bumbu atau pelengkap dalam berbagai resep makanan, jus, dressing dan smoothies.

  1. Daging Organik

Daging organik termasuk daging sapi dan hati ayam direkomendasikan untuk menu makanan melawan kanker. Makanan tersebut kaya akan nutrisi serta tinggi kandungan vitamin B12. Mengonsumsi daging organik dari bagian hidung sampai ekor hewan akan memberikan asupan protein hewani. Protein tersebut mengandung mineral yang dapat membantu membersihkan liver dan meningkatkan kemampuan untuk menghilangkan racun dari darah dan saluran pencernaan.

Lakukan detoksifikasi dengan menggunakan makanan yang kaya selenium, zinc, dan vitamin B. Ini dapat membersihkan darah, menyeimbangkan hormon secara natural, dan menyediakan vitamin penting, mineral, dan zat besi. Makanan yang kaya akan mineral tersebut dapat membantu melawan efek dari alkohol, obat resep, gangguan hormon, potassium rendah, obesitas, infeksi, dan lain-lain.

Jadi makanan sangat penting artinya bagi kesehatan tubuh, begitu juga pada penderita kanker paru-paru. Orang yang sudah menderita kanker paru-paru perlu mengubah pola makan mereka menjadi pola yang lebih sehat dengan asupan makanan yang mampu mengatasi masalah sel kanker dalam tubuh mereka.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Benalu Kopi

Jenis Kanker Paru-paru

Pelajari Jenis Kanker Paru-paru

Small-Cell Lung Cancer (SCLC)

Saat sel di paru-paru mulai berkembang dengan cepat serta tak terkendali, kondisi tersebut disebut kanker paru-paru. Kanker bisa berdampak pada bagian manapun di paru-paru dan ini menjadi penyebab tertinggi kematian kanker pada pria dan wanita di Amerika Serikat, Kanada, dan China. Salah satu jenis dari kanker paru-paru yaitu Small-Cell Lung Cancer(SCLC) yang diperkirakan sebesar 10-15% dari seluruh kasus kanker paru-paru.

Jenis kanker paru-paru sel kecil berbeda dari kanker paru-paru non kecil dalam beberapa hal, antara lain:

  • SCLC berkembang dengan cepat.
  • SCLC menyebar dengan cepat.
  • SCLC merespon baik kemoterapi(menggunakan obat medis untuk membunuh sel kanker) dan terapi radiasi(menggunakan sinar X dosis tinggi atau sinar berenergi tinggi lainnya untuk membunuh sel kanker).
  • SCLC sering dihubungkan dengan sindrom paraneoplastic (sebuah kelompok gejala yang dihasilkan dari senyawa yang diproduksi oleh tumor).

Penyebab utama dari kanker paru-paru sel kecil sama dengan kanker paru-paru sel non-kecil, yaitu karena rokok tembakau. Namun SCLC lebih kuat dihubungkan dengan merokok daripada NSCLC. Perokok pasif juga memiliki risiko kanker paru-paru tinggi dan hampir 30% peningkatan risiko tersebut dibandingkan dengan orang yang tidak terpapar asap rokok.

Gejala dari kanker paru-paru sel kecil biasanya relatif singkat sekitar 8-12 minggu sebelum mereka akhirnya memutuskan pergi ke dokter. Gejala dapat dihasilkan dari perkembangan lokal tumor, menyebar ke area terdekat, menyebar jauh, sindrom paraneoplastic, atau kombinasinya.

Pertama gejala karena adanya perkembangan lokal tumor yaitu batuk, batuk berdarah, napas pendek, dan rasa sakit di dada. Kedua gejala karena menyebarnya tumor di area terdekat dapat berupa suara yang kasar, napas pendek, sulit menelan, dan wajah serta tangan yang membengkak.

Ketiga karena kanker menyebar jauh, gejalanya berupa sakit kepala jika menyebar ke otak, rasa sakit di punggung jika menyebar ke tulang belakang, sakit di tulang jika menyebar ke tulang, dan lain-lain. Gejala karena paraoplastic syndrome, gejalanya berupa rasa sakit kepala, kurang napsu makan, berat badan yang menurun, otot yang lemah, sulit berjalan seimbang, perubahan mental, perubahan warna kulit, dan lain-lain.

Saat sudah ke dokter biasanya akan ada serangkaian pemeriksaan untuk proses diagnosis. Beberapa tes atau pemeriksaan bagi orang yang diduga menderita kanker paru-paru antara lain riwayat merokok, riwayat medis, pemeriksaan fisik, sinar X pada bagian dada, CT scan, thoracentesis, bronchoscopy, biospy pada paru-paru, dan mediastinoscopy. Selanjutnya akan ada pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui apakah kanker menyebar atau tidak.  Pemeriksaan tersebut dapat berupa tes darah, CT scan, MRI, scan tulang radionuclide, dan scan PET.

Pengobatan yang dilakukan untuk penderita SCLC, antara lain:

  • Menggunakan obat-obatan seperti cisplatin, etoposide, vincristine, doxorubicin, irinotenan, topotecan, paclitaxel, docetaxel, dan cyclophosphamide. Kombinasi kemoterapi juga dilakukan dengan regimen yang mengandung cisplatin.
  • Radioterapi pada bagian dada biasanya dimulai seawal mungkin. Ini tergantung pada faktor tingkata kanker serta kesehatan keseluruhan pasien.
  • Jika pasien memiliki penyakit yang terbatas dan memberikan respon baik pada kemoterapi, terapi radiasi diberikan pada otak pasien untuk mengurangi risiko SCLC menyebar pada bagian otak. Ini biasanya diberikan setelah pasien mendapatkan kemoterapi secara lengkap dan radioterapi. Radiasi dengan dosies rendah dan pengobatan dengan durasi singkat dilakukan sehingga efek samping yang terjadi menjadi minimal.

Non-Small-Cell Lung Cancer (NSCLC)

Kebanyakan orang yang menderita kanker paru-paru memiliki NSCLC. Meskipun ini serius, pengobatan kadang dapat menghentikannya menjadi lebih buruk. Orang yang merokok atau menghirup asap rokok berisiko tinggi menderita NSCL C. Kebanyakan yang menderita penyakit ini adalah orang tua yang berusia sekitar 65 tahun ke atas.

Terdapat tiga jenis dari tumor NSCLS:

  1. Adenocarcinomas: dimulai dari sel yang memproduksi lendir dan senyawa lainnya, kadang berada di bagian luar paru-paru. Ini umum terjadi pada perokok atau perokok pasif di bawah 45 tahun. Ini tumbuh lebih lambat daripada kanker paru-paru lainnya.
  2. Squamous cell(epidermoid) carcinoma: dimulai pada sel yang merupakan jalur dalam pada paru-paru. Sekitar seperempat kanker paru-paru adalah jenis ini.
  3. Kanker besar carcinoma: tumbuh dan menyebar lebih cepat. Ini dapat lebih berat untuk diobati dan ada sekitar 10% dari kasus kanker paru-paru.

Gejala maupun proses diagnosis pada penyakit ini hampir serupa dengan pada kanker paru-paru sel kecil. Setelah berhasil terdiagnosa maka dokter akan menentukan tahapan dimana kanker tersebut sekarang sudah berkembang. Ini dapat membantu tim medis untuk memberikan pengobatan yang terbaik bagi pasien. Tahapan atau stadium kanker paru-paru sel non kecil ini antara lain:

  • Stadium tersembunyi/occult stage: sel kanker berada dalam cairan paru-paru tapi dokter tidak dapat menemukan kanker pada paru-paru pasien.
  • Stadium 0: sel kanker berada pada jalur saluran udara.
  • Stadium i: tumor kecil ada di salah satu paru-paru, kanker tidak menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium ii: tumor besar berada di salah satu paru-paru, kanker menyebar ke kelenjar getah bening terdekat.
  • Stadium iii: kanker pada satu paru-paru telah menyebar pada kelenjar getah bening yang lebih jauh atau pada struktur terdekat.
  • Stadium iv: kanker telah menyebar pada kedua paru-paru, pada cairan di sekitar paru-paru, atau pada bagian lain pada tubuh sepeti otak dan liver.

Dokter akan memberikan pengobatan untuk kanker paru-paru jenis ini dengan dua cara, yaitu dengan menargetkan kanker tersebut dan mencoba untuk membuat penderita menjadi lebih baik. Tujuan mereka yaitu untuk menjauhi gejala dan membuat penderita senyaman mungkin. Dokter biasanya memberikan saran untuk pengobatan kombinasi tergantung jenis dan dimana kanker tersebut menyebar. Beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Operasi: jika masih pada tahapan awal maka dokter akan merekomendasikan operasi untuk menghilangkan kanker. Sebagian paru-paru bisa diangkat oleh tim medis pada saat operasi ini.
  • Radiasi: radiasi dilakukan untuk membunuh sel kanker yang biasanya masih tersisa setelah proses operasi. Radiasi juga dapat menghilangkan bagian yang tidak bisa diangkat saat operasi.
  • Kemoterapi: kemoterapi bisa berupa obat atau suntikan pada pembuluh darah, obat tersebut masuk ke dalam tubuh untuk membunuh kanker. Kemoterapi dapat dilakukan sebelum operasi untuk membuat tumor menjadi lebih kecil.
  • Terapi target: menggunakan obat-obatan dan antibodi untuk menghentikan pertumbuhan serta penyebaran sel kanker tertentu. Cara kerja obat ini biasanya tidak terlalu menyakiti sel normal seperti halnya pada pengobatan radiasi dan kemoterapi.
  • Laser dan photodynamic theray(PDT): teknik ini menggunakan laser spesial untuk menghidupkan obat spesial yang telah diserap oleh sel kanker. Ini akan membunuh sel kanker dan membantu menghindari kerusakan pada jaringan yang sehat.
  • Uji coba klinis: ilmuwan melakukan studi baru untuk menemukan cara mengatasi penyakit kanker. Penderita bisa berkonsultasi apakah kondisi mereka cocok untuk mengikuti proses uji coba klinis ini.

Baca artikel lain mengenai Cara Merawat Payudara Agar Terhindar dari Kanker

Rokok dan Kanker Paru-paru

Hubungan Rokok dan Kanker Paru-paru

Merokok merupakan penyebab terbesar dari penyakit kanker paru-paru. Riset yang dilakukan selama bertahun-tahun menunjukkan hubungan antara merokok dan kanker sangat jelas. Berita baiknya kematian akibat rokok bisa dicegah dengan berhenti merokok.

Senyawa yang terdapat pada rokok bisa masuk ke dalam aliran darah dan dapat berdampak pada seluruh tubuh. Inilah mengapa merokok bisa menyebabkan banyak penyakit, termasuk 14 tipe kanker, penyakit jantung, paru-paru termasuk kanker paru-paru.

Merokok sendiri menjadi penyebab 4 dari 5 kasus kanker paru-paru. Survivor kanker paru-paru diketahui yang paling rendah di antara semua jenis kanker dan ini menjadi penyebab kematian karena kanker terbanyak di Inggris. Merokok juga meningkatkan setidaknya 13 jenis kanker lainnya termasuk kanker pada mulut, pharynx/hulu kerongkongan, hidung dan sinus, larynx/pangkal tenggorokan, oesophagus, hati, pankreas, perut, ginjal, ovarium, leukimia, usus, dan kandung kemih. Merokok juga dapat meningkatkan risiko kaker payudara tapi peningkatan risikonya kecil.

Perokok sendiri memiliki risiko kanker paru-paru lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok, apapun tipe rokok yang mereka gunakan. Tidak ada cara yang aman dalam merokok mengunakan tembakau. Filter dan rokok dengan tar rendah hanya memberikan perbedaan yang sedikit. Risiko kanker paru-paru tak menjadi lebih rendah karena perokok cenderung mengubah cara mereka merokok tergantung pada kepuasan nikotin, misalnya mereka menyedot lebih banyak sehingga merokok lebih banyak.

Cara rokok bisa menyebabkan kanker yaitu dengan merusak DNA penderita, termasuk kunci gen yang melindungi kita untuk melawan kanker. Banyak zat kimia yang ditemukan pada rokok yang dapat menyebabkan kerusakan DNA, seperti benzene, polonium-219, benzo(a)pyrene dan nitrosamines.

Tak hanya itu bahan kimia lain pada rokok juga memperburuk keadaan. Misalnya kromium yang membuat benzo(a)pyrene melekat lebih kuat pada DNA sehingga meningkatkan peluang kerusakan yang serius. Ada juga arsenik dan nikel yang mengganggu proses perbaikan DNA yang rusak. DNA yang rusak tersebut kemudian bisa berubah menjadi kanker.

Berikut ini daftar bahan kimia pada rokok tembakau dan kegunaan aslinya:

  • Benzene: digunakan untuk industri
  • Arsenik: sebuah racun
  • Cadmium dan lead: digunakan pada baterai
  • Formaldehyde: digunakan untuk industri cat
  • Polonium-210: elemen radioaktif tinggi
  • Chromium: digunakan pada cat
  • 1,3-Butadiene: digunakan pada industri karet
  • Nickel: digunakan untuk melindungi metal dari korosi
  • i.Vinyl chloride: digunakan untuk memproduksi plastik dan produk vynil
  • Beryllium: digunakan untuk reaktor nuklir
  • Ethylene oxide: sebagai disinfectant untuk mensterilkan peralatan rumah sakit
  • Polycyclic aromatic hydrocarbons: kelompok bahan kimia yang berbahaya bagi DNA
  • Orhto-Toluidine: digunakan pada produksi weedkillers
  • 4-aminobipheny dan 2-naphthyl-amine: digunakan pada industri namun akhirnya dilarang

Bahaya Perokok Pasif dan Kanker Paru-paru

Sebelumnya kita telah membahas tentang perokok atau perokok aktif yang memang berisiko tinggi terhadap penyakit kanker paru-paru. Orang yang tidak merokok ternyata juga berisiko terutama bagi yang sering berada di lingkungan yang sama dengan perokok aktif.

Orang-orang yang tidak merokok namun sering menghisap asap rokok disebut dengan perokok pasif. Merokok pasif meningkatkan risiko orang yang tidak merokok  pada penyakit kanker paru-paru seperempatnya dan juga meningkatnya risiko kanker pada larynx dan pharynx. Setiap tahunnya, ribuan perokok pasif harus meninggal di Inggris karena menderita penyakit kanker paru-paru, jantung, stroke, dan penyakit paru-paru Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD).

Menjadi perokok pasif sangat berbahaya bagi anak-anak. Anak-anak terpapar asap rokok lebih besar risikonya pada infeksi pernapasan, asma, bakteri meningitis, dan lain-lain. Asap rokok dihubungkan dengan sekitar 165.000 kasus baru pada penyakit anak-anak di Inggris setiap tahunnya.

Pada anak-anak, mayoritas paparan asap rokok terjadi di rumah. Jadi merokok di dalam rumah sebaiknya dihindari. Jika ada anggota keluarga yang seorang perokok maka harap disarankan untuk merokok di luar rumah saja agar tidak mengganggu kesehatan keluarga lainnya di rumah tersebut. Selain di rumah, lingkungan kerja yang banyak perokoknya juga bisa menyebabkan pekerja lain terkena paparan rokok. Jadi sebaiknya lingkungan kerja disterilkan dari asap rokok misalnya dengan memberikan tempat khusus bagi yang ingin merokok.

Cara Berhenti Merokok

Mencoba untuk berhenti merokok biasanya berat untuk dilakukan, namun saat ini sudah banyak panduan dan dukungan bagi seseorang yang ingin berhenti merokok. Salah satu alasan merokok itu membuat kecanduan karena tembakau mengandung nikotin. Nikotin ini menyebabkan kecanduan seperti halnya heroin atau kokain dan juga sama adiktif-nya dengan obat-obatan terlarang. Namun menggunakan nikotin sendiri tidak membuat perbedaan pada risiko kanker.

Rokok didesain untuk memberikan tekanan nikotin dengan cepat, kurang dari 20 detik maka bisa mencapai otak dari saat menyedotnya. Terapi pengganti nikotin dan rokok elektrnik dapat menyalurkan nikotin namun tidak sebanyak atau secepat rokok.

Dengan alasan apapun, merokok sebaiknya tidak dilakukan. Bagi yang sudah terlanjur merokok maka usahakan untuk mengurangi atau bahkan berhenti. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk berhenti merokok:

1. Melakukan Aktivitas Lain untuk Mengelola Stres

Orang kadang merokok untuk mengatasi stres. Padahal ada banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk melupakan masalah atau meredakan ketegangan. Cobalah untuk membiasakan aktivitas lain yang lebih aman bagi kesehatan misalnya melakukan olahraga, senam, yoga, pijat, membaca buku atau sekedar mendengarkan musik di waktu senggang.

2. Menjauh dari Pemicu Rokok

Ada beberapa hal yang bisa memicu kita untuk merokok, misalnya bersama dengan orang yang merokok atau berkumpul di warung kopi. Coba hindari hal tersebut sehingga kita tidak tertarik untuk merokok lagi. Jika merasa ada yang kurang maka bisa menganti dengan mengunyah permen karet.

3. Terapi Penggantian Nikotin

Rokok yang mengandung nikotin membuat orang yang menggunakannya menjadi kecanduan. Jadi saat ingin berhenti merokok bisa dilakukan dengan terapi penggantian nikotin. Ini akan membantu perokok yang merasa frustasi karena kehilangan asupan nikotin yang biasanya didapatkan dari rokok. Terapi penggantian nikotin akan memberikan nikotin dalam kadar rendah pada pembuluh darah. Nikotin yang dimasukkan tersebut tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang biasanya ada dalam rokok jadi aman untuk dilakukan.

4. Melibatkan orang-orang Dekat Mulai Keluarga Sampai Rekan Kerja

Orang-orang yang ada di sekitar kita seperti keluarga dan rekan kerja perlu dilibatkan untuk upaya berhenti merokok. Kita bisa membicarakan bahwa ingin berhenti merokok dan meminta dukungan mereka. Jadi keluarga nantinya akan ikut memantau dan memberikan dukungan dalam keseharian kita. Dukungan orang-orang dekat bisa membantu untuk proses berhenti merokok yang lebih cepat.

Seperti halnya kanker paru-paru, rokok juga menjadi hal yang harusnya kita hindari. Kesehatan tubuh di masa sekarang dan masa datang sangatlah penting untuk menunjang kehidupan kita. Jadi kita perlu untuk terus berusaha menerapkan gaya hidup sehat salah satunya dengan menjauhi rokok. Ingatlah bahwa merokok tak hanya merugikan diri sendiri namun juga orang di sekitar kita.

Baca artikel lain mengenai Cara Merawat Payudara Agar Terhindar dari Kanker