Category Archives: Kanker Nasofaring

Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring

Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring dengan Buah Bit

Kanker merupakan tergolong penyakit yang sulit sekali disembuhkan dan cepat berkembang. Penanganannya tidak sebentar. Penyakit ini bisa menyerang seluruh organ tubuh manusia, kecuali kuku dan rambut. Salah satu jenis kanker yang paling ditakuti adalah kanker nasofaring. Awalnya, sasaran terbesar kanker nasofaring adalah orang-orang dari ras mongoloid. Namun, kini kanker nasofaring menyasar pada siapa saja tanpa pandang bulu. Pengobatan medis maupun pengobatan herbal untuk kanker nasofaring sama-sama dibutuhkan. Bergantung pilihan dan keyakinan masing-masing orang untuk sembuh.

Berbicara soal pengobatan herbal untuk kanker nasofaring tidak terlepas dari pemanfaatan tanaman-tanaman obat yang tersedia di alam. Dua di antaranya yang terbukti berkhasiat adalah buah bit. Akan tetapi, sebelum kita membahas keutamaan dari buah bit dalam pengobatan herbal kanker nasofaring, sangat bagus bagi kita mengetahu informasi dasar mengenai kanker nasofaring itu terlebih dahulu.

Kenali Tentang Penyakit Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring merupakan kanker yang tumbuh dan menggerogoti organ di belakang hidung, maupun bagian atas paling belakang dari rongga mulut. Kanker ini berawal dari virus Epstein Bar yang terdapat di udara bebas. Virus ini masuk ke tubuh saat manusia menghirup napas melalui hidung maupun mulut. Pada dasarnya, virus ini tidak selalu bersifat membahayakan. Namun, ketika ada faktor pencetus, virus Epstein Bar bereaksi buruk berujung pada kanker.

Yang termasuk faktor pencetus berupa:

  • Pola hidup yang tidak sehat. Paparan polusi, asap pembakaran, asap kendaraan bermotor, asap rokok, dan alkohol menjadi biang keladi utama terjadinya kanker nasofaring.
  • Makanan yang tidak sehat. Terlalu banyak mengonsumsi makanan kalengan, makanan berpengawet, makanan yang diproses melalui pengasapan atau pemanggangan dengan arang, makanan dengan kadar garam terlalu tinggi, makanan yang difermentasikan, dapat memperbesar peluang terjadinya kanker nasofaring.
  • Sanitasi lingkungan kerja maupun tempat tinggal yang kurang bersih. Mereka yang tinggal atau bekerja di kawasan industri berisiko mengalami infeksi pernapasan dan kanker nasofarin. Asap dari pabrik, serbuk kayu dari industri pengetaman, debu dari peleburan besi,yang terhirup akan meninggalkan residu di dalam hidung maupun mulut.

Pengobatan Tradisional Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring tidak bisa dianggap remeh. Banyak penderita yang terkecoh pada gejala-gejala awal yang ditunjukkannya, seperti pilek, hidung tersumbat, batuk, dan sesak napas. Bila dibiarkan, sel kanker dapat menyebar ke tulang, kelenjar getah bening, sumsum tulang, hati, paru-paru, bahkan yang paling mengerikan jika sudah berinvansi ke otak.

Pengobatan medis bukan satu-satunya cara yang dapat ditempuh untuk mengobati kanker nasofaring. Cukup banyak pengobatan tradisional kanker nasofaring yang bisa diandalkan. Apalagi, alam menyediakan banyak sekali tanaman obat yang memiliki kandungan luar biasa dalam mematikan sel kanker. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, buah bit telah teruji berkhasiat dalam pengobatan herbal kanker nasofaring.

Kandungan Buah Bit

Ekstrak buah bit sering digunakan sebagai obat herbal buat kanker nasofaring. Sekilas, buah ini menyerupai bawang merah, namun dilapisi kulit yang lebih tebal dan lembut. Buah bit memiliki warna merah keunguan yang sangat pekat. Baunya khas, meski tidak semua orang menyukainya. Di dalam lapisan kulit luar, terdapat daging yang tebal dan rasanya cukup bersahabat di lidah.

Khasiat buah bit dalam melawan penyakit kanker nasofaring dan kanker-kanker lainnya telah lama diketahui. Khasiat tersebut didapat karena kandunganzat-zat baik dalam buah bit sangat kompleks. Untuk lebih jelasnya, berikut kami uraikan satu per satu kandungan yang terdapa dalam buah bit beserta fungsinya untuk melawan kanker:

  • Asam folat. Kandungan asam folat dalam buah bit mencapai 34%. Asam folat berfungsi mengganti sel-sel tubuh yang telah rusak. Itu sebabnya, mengapa buah bit bagus disertakan dalam pengobatan herbal kanker nasofaring maupun dikombinasikan dalam pengobatan medis. Pada penderita kanker nasofaring yang menjalani kemoterapi, sel-sel baik dalam tubuhnya akan turut mengalami kerusakan. Bila rutin mengonsumsi jus buah bit, maka pembentukan sel-sel baru akan lebih cepat daripada mereka yang tidak mengonsumsi buah bit.
  • Betasanin dan Caumarin. Kedua zat ini telah terbukti ampuh mencegah pembentukan tumor. Kanker selalu diawali dengan kemunculan tonjolan lunak yang bersifat jinak. Seiring berjalannya waktu, tonjolan lunak yang jinak tersebut bisa mengganas.
  • Zat besi. Buah bit mengandung 7,4% zat besi yang baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan mengatur metabolisme energi. Imunitas tubuh pada penderita kanker nasofaring bisa dikatakan lemah. Saat kekebalan tubuh sedang rendah, di situlah sel kanker merajarela.
  • Magnesium. Sebesar 9,8% magnesium pada buah bit sangat berkhasiat untuk menjaga fungsi saraf dan otot. Tumor yang tumbuh di area nasofaring akan memberi tekanan kuat pada serabut-serabut saraf di sekitarnya. Mengonsumsi buah bit, dapat menguatkan sel saraf selama proses penyembuhan tengah berlangsung.

Dengan semua kandungan yang dimilikinya, secara garis besar buah bit dpaat memberi manfaat sebagai pendetoksifikasi racun dalam tubuh, penangkal radikal bebas, penyuplai oksigen dan membantu pembentukan sel-sel darah merah yang sangat baik ditujukan bagi penderita kanker nasofaring yang rentan mengalami mimisan.

Cara Pengolahannya

Pengolahan buah bit tidaklah susah, caranya:

  • Ambil 2 buah bit dan kupas kulitnya hingga bersih. Iris-iris dagingnya.
  • Campur irisan daging buah bit, campurkan dengan dua buah wortel yang telah dipotong-potong. Blender tanpa menambahkan air. Namun, untuk menciptakan rasa yang lebih nikmat, silakan menambahkan 1 sdm madu atau susu kental manis.
  • Setelah diblender halus, saring dan minum sarinya tersebut. Lakukan 3-4x sehari secara rutin untuk hasil yang maksimal.

Demikian informasi seputar pengobatan herbal kanker nasofaring yang dapat kami sajikan untuk pembaca sekalian. Semoga artikel ini dapat menjadi sumber referensi yang bermanfaat sesuai kebutuhan masing-masing.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Buah Nanas

Pengobatan Kanker Nasofaring

Tiga Metode Ampuh untuk Pengobatan Kanker Nasofaring

Seiring berjalannya waktu, kanker nasofaring kian mendapat perhatian besar dari para ilmuan dan pakar kesehtn di seluruh dunia. Ini disebabkan karena sasaran tuju penyakit kanker nasofaring semakin meluas. Bila dahulu kanker nasofaring lebih banyak menyerang orang Tionghoa dalam kisaran usia 50-60 tahun, kini pergerakan kanker nasofaring meluas. Siapa saja bisa terkena penyakit ini, terutama mereka yang hidup dengan faktor risiko tinggi.

Bahkan, dalam beberapa kasus kanker nasofaring menimpa anak-anak berusia 10-15 tahun. Dari latar belakang tersebut, maka para ilmuan berusaha menemukan metode penyembuhan kanker nasofaring yang paling ampuh. Namun, prinsip kesembuhan sesuai yang diharapkan berpegang teguh pada ketepatan diagnosis. Semakin cepat dan tepat didiagnosis, semakin tahu metode medis seperti apa yang mesti ditempuh. Dengan ketepatan waktu dan diagnosis, maka upaya pengobatan yang dilakukan semakin mengantarkan pasien ke gerbang kesembuhan.

Merujuk dari pendapat para ahli kanker yang tergabung dalam Modern Hospital Guangzou, pengobatan kanker nasofaring tidak selamanya bisa mengandalkan satu metode pengobatan saja. Kebanyakan kasus yang pernah terjadi, dibutuhkan beberapa metode pengobatan sekaligus. Dengan menerapkan dua hingga tiga metode pengobatan medis sekaligus, diyakini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker sebelum atau pasca operasi. Sel-sel kanker dicegah sedemikian rupa agar tidak sampai membelah diri dan memperbanyak koloninya. Dengan begitu, tingkat kematian akibat penyakit ini dapat ditekan. Sekaligus, menumbuhkan harapan hidup yang lebih besar pada diri pasien kanker nasofaring.

Di negara-negara maju, ada beberapa pilihan cara mengobati kanker nasofaring yang dapat diterapkan pada pesien kanker nasofaring, antara lain:

Metode Pisau AR-HE

Pengobatan kanker nasofaring menggunakan pisau AR-HE bukanlah metode operasi konvensional. Ini adalah model pengobatan bertarget invasive yang menggabungkan antara metode pembedahan konvensional dengan kecanggihan alat dari penemuan terbaru. Dalam arti kata, ini merupakan penggabungan metode pengobatan timur dengan barat.

Pisau AR-HE dikenal juga dengan istilah pisau es. Istilah tersebut muncul karena prinsip kerja pisau AR-HE ialah membekukan sel kanker di dalam tubuh. Teknik pelaksanaannya dimulai dengan mengontrol suhu sel kanker terlebih dahulu berdasarkan panduan CT-Scan dan USG. Melalui sayatan kecil dipermukaan kulit terdekat dari posisi tumor, pisau AR-HE dimasukkan hingga menembus tumor.

Begitu mengenai pisau mengenai sasaran, timor ganas tersebut dibekukan hingga mencapai suhu -1800 Celcius. Setelah tumor mengeras seperti bola es, organ yang sakit harus segera dipanaskan dengan suhu yang sangat rendah, hingga suhu akhir yang diharapkan mencapai 400 Celcius. Saat suhu organ yang sakit panas, tumor yang membeku tadi akan mudah hancur dan mati. Ibarat batu es yang luruh oleh panas api.

Efek samping dari metode pisau Ar-HE sangat minim. Luka yang tercipta tidak sebesar luka yang dihasilkan oleh bedah konvensional. Rasa sakit yang ditimbulkan juga tidak terlalu signifikan.

Penerapan pengobatan kanker nasofaring melalui metode pisau Ar-HE lebih ditujukan pada pasien stadium lanjut, dengan efektifitas 70-80%. Metode ini dilakukan sebagai upaya paliatif untuk meningkatkan kualitas hidup serta memperpanjang harapan hidup pasien. Sayangnya, belum semua rumah sakit yang menyediakan metode penyembuhan kanker nasofaring dengan pisau Ar-HE ini.

Imunoterapi

Penyembuhan kanker nasofaring melalui imunoterapi semakin banyak dilakukan, terutama di rumah sakit dengan fasilitas lengkap di negara-negara maju dan berkembang. Kehadiran imunoterapi menambah panjang deret opsi metode penyembuhan bagi pasien kanker nasofaring.

Prinsip kerja metode imunoterapi ialah meningkatkan stabilitas ketahanan tubuh selama prose pengobatan berjalan. Imunitas tubuh ibarat benteng yang menghadang serangan kuman, virus, maupun bakteri. Tanpa imunitas yang baik, tubuh rentan terserang infeksi dan memperparah kondisi pasien kanker itu sendiri. Imunitas yang lemah justru akan memperkuat serangan koloni sel kanker di dalam tubuh.

Teknis pelaksanaannya dilakukan dengan cara menginjeksi vaksin yang bahan-bahannya berasal dari sel antibodi pasien itu sendiri. Di dalam tubuh vaksin ini memacu antibodi untuk mampu mengidentifikasi sel kanker dan tangguh melawan serangannya.

Semua pasien kanker dari stadium awal hingga lanjutan dapat menjalani metode imunoterapi. Penerapan imunoterapi dalam metode penyembuhan kanker nasofaring membawa dampak berupa perubahan suhu tubuh dan detak jantung, mual, penurunan berat badan, diare, dan ruam kulit. Namun efek samping tersebut tidak separah yang dapat ditimbulkan oleh kemoterapi.

Kemoterapi dan Radioterapi

Metode penyembuhan kanker nasofaring melalui pembedahan konvensional sebenarnya bukan anjuran utama. Hal ini disebabkan karena posisi kanker nasofaring yang rumit dan dekat dengan organ-organ vital seperti otak dan mata. Salah penanganan saat pembedahan dapat menimbulkan kerusakan pada organ-organ tersebut. Apalagi, bagi pasien kanker nasofaring dengan stadium lanjut. Penyebaran sel kanker dapat merambat ke tulang hingga ke seluruh wajah. Sangat tidak memungkinkan lagi jika harus dilakukan pembedahan.

Kemoterapi dan radioterapi menjadi alternatif pengobatan kanker nasofaring di samping bedah. Prinsip kerja keduanya sama-sama merusak sel kanker agar tidak berkembang dan mati. Teknis kerjanya, pada kemoterapi pasien akan mendapat injeksi obat melalui infus 1 minggu atau 21 hari sekali. Sedangkan raditerapi dilakukan dengan cara menembakkan sinar panas ke organ tubuh yang digerogoti kanker. Panas dari sinar radiasi akan membakar sel kanker tersebut hingga mati mengering.

Demikian beberapa metode modern pengobatan kanker nasofaring dewasa ini. Semua metode sesunguhnya baik diterapkan, asal disokong dengan semangat dari dalam diri, disiplin hidup sehat, serta doa kesembuhan. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Buah Nanas

Gejala Kanker Nasofaring

Waspadai Gejala Kanker Nasofaring Sejak Dini!

Kanker nasofaring mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Kanker ini memang tidak sepopular kanker-kanker kebanyakan, seperti kanker paru, kanker payudara, kanker rahim, kanker darah, dan kanker otak. Namun, sesungguhnya jumlah penderita kanker ini di Indonesia cukup banyak. Bahkan, tingkat keganasannya menduduki peringakt nomor empat setelah kanker rahim. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi setiap orang untuk mewaspadai gejala dini kanker nasofaring.

Sebelum mengulas lebih jauh tentang apa saja gejala kanker nasofaring itu, sebaiknya kita tahu dulu apa yang dimaksud dengan kanker nasofaring. Kanker nasofaring merupakan kanker yang menyerang wilayah yang terdapat pada bagian belakang tenggorokan dan bagian belakang hidung. Kanker ini bisa menyerang siapa saja, tanpa mengenal gender. Namun, dalam banyak kasus yang pernnnah terjadi, pria dengan rentang usia 35-55 tahun lebih rentan terkena penyakit ini daripada wanita.

Pada tahap awal (stadium dini), penderita sering tidak menyadari bahwa dirinya mengidap kanker nasofaring. Hal ini dikarenakan, ciri gejala kanker nasofaring mulanya tidak mengkhawatirkan. Hanya menyerupai penyakit flu; hidung berlendir dan mampet. Karena flu dianggap penyakit biasa yang bisa sembuh dengan sendirinya, banyak penderita yang baru memeriksakan diri ke dokter ketika penyakitnya sudah parah (stadium lanjut).

Untuk dapat mewaspadai gejala kanker nasofaring sedini mungkin, Anda perlu tahu apa-apa saja gejala yang umum ditampakkan oleh penyakit ini, juga dengan gejala yang sering luput dari perhatian kita. Inilah gejalanya:

Timbul Pembengkakan atau Benjolan pada Leher

Pada dasarnya, di manapun letak benjolan abnormal patut dicurigai sebagai tanda suatu penyakit. Salah satu ciri gejala kanker nasofaring ditandai dengan adanya benjolan di bagian leher. Banyak orang yang berasumsi bahwa benjolan di leher selalu berkaitan dengan penyakit gondok.

Padahal, bukan hanya penyakit gondo yang memberi tanda berupa benjolan di leher. Benjolan di leher yang menjadi gejala kanker nasofaring selalu tidak menimbulkan rasa sakit ataupun gatal. Sehingga sifatnya menipu diri penderita itu sendiri. Disangka bahwa benjolan yang tidak terasa sakit adalah benjolan yang aman-aman saja.

Untuk memastikan leher Anda terdapat benjolan atau tidak, lakukan pemeriksaan sendiri terlebih dahulu. Mendongaklah hingga leher Anda terasa kencang, lalu raba permukaan leher. Bila terasa ada benjolan abnormal, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat kepastian apakah benjolan tersebut tumor nasofaring atau bukan.

Benjolan pada Dinding Dalam Maupun Luar Hidung

Eksistensi tumor nasofaring juga bisa dideteksi melalui benjolan abnormal yang terdapat pada dinding luar maupun dalam hidung. Memang, tidak semua benjolan pada hidung merupakan cikal bakal kanker nasofaring. Kemungkinan juga bisa polip hidung yang penyembuhannya tentu tidak sesulit kanker nasofaring. Namun, Anda baru bisa mengetahui benjolan tersebut kanker nasofaring atau bukan setelah menjalani pemeriksaan medis.

Diplopi

Diplopi merupakan masalah penglihatan yang ditandai dengan adanya bayangan berganda. Persis seperti mereka yang mengalami gangguan mata rabun jauh dan silindris. Tetapi, pada penderita kanker nasofaring, masalah ini timbul secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda awal mata rabun.

Wajah Nyeri dan Mati Rasa

Wajah terasa nyeri dan mati rasa merupakan tanda gejala kanker nasofaring yang sering juga ditunjukkan oleh penderita penyakit sinusitis. Saat kanker nasofaring menggerogoti, wajah akan terasa berdenyut nyeri atau justru kebas/menebal karena mati rasa. Bila sudah sampai pada keluhan seperti ini, kemungkinan besar sel kanker telah menyebar.

Hidung Terasa Mampet

Dalam kondisi flu, wajar bila saluran hidung terasa tersumbat. Hal itu disebabkan karena produksi lendir pada saat flu meningkat dari biasanya. Lendir harus rajin dikeluarkan agar saluran hidung menjadi lega. Namun, gejala kanker nasofaring juga menunjukkan gejala seperti flu. Hanya saja, hidung mampet ini berlangsung cukup lama meski penderita tidak sedang mengalami flu. Penyumbatan ini umumnya disebabkan oleh benjolan abnormal yang tumbuh menghalangi saluran hidung. Sehingga menimbulkan ketidaknyamanan saat bernapas.

Epitaksis

Masih berhubungan dengan hidung, ciri gejala kanker nasofaring lainnya yang patut dicurigai adalah pendarahan hidung atau lebih familiar disebut dengan mimisan. Mimisan sering terjadi saat imunitas tubuh melemah atau suhu tubuh sedang tinggi (demam). Darah yang mengalir dari hidung disebabkan karena adanya pembuluh darah yang pecah dan dapat berhenti sendiri jika tidak mempunyai riwayat kelainan darah. Mimisan memang tidak selalu dikhwatirkan sebagai tanda penyakit serius. Namun, jika frekuensi terjadinya cukup sering, Anda patut mencurigai tanda-tanda ini sebagai gejala kanker nasofaring.

Telinga Berdengung

Hampir semua orang pernah mengalami masalah telinga berdengung (tinnitus). Masalah ini umumnya dapat sembuh sendiri. Penyebabnya bisa karena kemasukan air, telinga terjepit bantal, dan perbedaan tekanan udara yang signifikan (seperti saat berada di dalam pesawat terbang). Akan tetapi, telinga berdengung juga bisa dicurigai sebagai gejala dini kanker nasofaring. Sebab, saluran telinga mempunyai keterkaitan yang cukup erat dengan hidung serta tenggorokan (THT).

Radang Tenggorokan

Waspadai juga jika sering mengalami radang tenggorokan. Radang tenggorokan ditandai dengan rasa sakit ketika menelan. Terkadang, turut memengaruhi perubahan suara. Bila radang tenggorokan biasa bisa disembuhkan dengan banyak minum air bening, maka hal itu tidak berlaku pada penderita kanker nasofaring. Jadi, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter jika sering mengalami radang tenggorokan dan sulit sembuh.

Merasa Sulit Bernapas

Karena organ pernapasan bagian atas mengalami gangguan, maka oksigen yang masuk juga berkurang. Akibatnya, napas akan terasa sesak dan berat. Jangan anggap remeh jika napas Anda terasa sesak. Bisa jadi itu merupakan gejala dini kanker nasofaring.

Itulah sebagian besar gejala kanker nasofaring yang perlu Anda waspadai sedini mungkin. Semoga informasi yang disampaikan dalam artikel ini bermanfaat dan dapat diserap serta dipahami dengan mudah.

Baca artikel lain mengenai Daun Belalai Gajah