Category Archives: Kanker Nasofaring

Kanker Nasofaring Menular

Kanker Nasofaring Menular? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Kanker nasofaring memang bukan merupakan kanker yang cukup jarang terjadi. Namun jika tidak segera diatasi dengan baik, tetap bisa menyebabkan kematian karena tergolong sebagai kanker berbahaya. Selain itu, pada sisi yang lain, banyak yang masih bingung, apakah kanker nasofaring menular atau tidak.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebelumnya harus diketahui lebih dulu bahwa kanker nasofaring merupakan kanker yang serangannya terjadi salah satu organ saluran pernafasan. Kanker ini selalu muncul di atas tenggorokan atau faring dan bagian belakang hidung. Karena letaknya yang ada di saluran pernafasan inilah, banyak yang bertanya apakah penyakit kanker yang satu ini menyerang atau tidak.

Penyebab Kanker Nasofaring

Serangan penyakit kanker nasofaring, hampir sama persis dengan serangan kanker dari jenis yang lain. Hingga saat ini belum dapat diketahui dengan pasti penyebabnya. Tetapi di sisi lain banyak ahli kesehatan yang menyimpulkan bahwa penyakit kanker nasofaring ini lebih sering menyerang orang-orang tertentu.

Maksud dari orang-orang tertentu ini antara lain, berasal dari keluarga yang anggotanya pernah mendapat serangan kanker tersebut. Kemudian bagi Anda yang pernah kena serangan Virus Epstein Barr atau EBV dan Virus Human Papilloma atau HPV juga mempunyai resiko tinggi terkena kanker nasofaring. Termasuk juga yang senang mengkonsumsi makanan yang sistem pengolahannya dengan cara diasinkan.

Apakah Kanker Nasofaring Menular? Bagaimana Cara Mencegah Penularannya?

Sebenarnya, tidak ada satupun jenis penyakit kanker yang bisa menular. Karena kanker selalu terjadi oleh faktor pertumbuhan sel-sel yang terganggu, kemudian sel tersebut menjelma jadi sel kanker.

Sehingga terjadinya penyakit kanker itu bukan diakibatkan oleh penularan tapi karena adanya pertumbuhan sel yang tidak normal. Kasus ini sangat jauh berbeda dengan penyakit lain yang bisa menular ke orang lain karena bukan merupakan suatu penyakit infeksi. Sedangkan untuk pencegahannya, yang dapat Anda jalankan adalah menghindari faktor resikonya.

Salah satu wujud dari pencegahan ini yaitu mencegah adanya penularan virus EBV dan HPV. Jika sudah terlanjur masuk dalam tubuh, kedua virus ini akan menimbulkan kerusakan pada sel-sel yang pada akhirnya nanti akan memunculkan serangan kanker.

EBV atau Virus Epstein Barr merupaka virus yang dapat menyebar dengan mudah di daerah mana saja. Banyak yang tidak menyadari adanya serangan virus ini karena meski telah masuk dalam tubuh, tidak pernah menimbulkan tanda atau gejala apapun.

Penyebaran maupun penularan yang acapkali terjadi biasanya melalui cairan tubuh khususnya air liur. Oleh karena itu, Anda dapat dengan mudah terkena serangan virus ini jika sering memakai barang milik orang lain  yang sudah terkena infeksi EBV. Misalnya sikat gigi, gelas, sedotan dan sebagainya. Penularan ini juga dapat terjadi melalui transfusi darah, transplantasi organ, hubungan seksual dan ciuman.

Sedangkan virus HPV atau Virus Human Papilloma memang memiliki tingkat resiko rendah untuk memunculkan serangan kanker nasofaring dibanding virus EBV. Meski demikian, tetap perlu dihindari penularannya dengan cara hanya menjalani hubungan seksual pada satu orang atau satu pasangan saja.

Gejala Kanker Nasofaring

Setelah paham apakah kanker nasofaring menular atau tidak dan jawabannya adalah tidak sekaligus faktor penyebabnya maupun pencegahannya, saatnya mengetahui pula gejala yang sering muncul. Gejala yang biasanya menjadi tanda akan adanya serangan kanker nasofaring ini ada beberapa macam.

Di antaranya adalah adanya benjolan di bagian tenggorokan dan tidak terasa sakit saat disentuh oleh tangan. Selain itu muncul infeksi di organ telinga atau telinga sering berdengung yang di dunia kesehatan dinamakan tinnitus.

Mulut yang terasa sulit dibuka juga merupakan gejala awal dari kanker nasofaring. Terlebih lagi jika disertai dengan rasa sakit pada kepala dan wajah menjadi mati rasa atau nyeri. Gejala ini sering pula dibarengi dengan mimisan, sakit di tenggorokan dan hidung makin sulit untuk bernafas. Gejala berikutnya adalah penglihatan yang kabur dan berbayang.

Pengobatan Kanker Nasofaring Secara Medis Dan Herbal Yang Paling Manjur

Secara umum ada dua sistem pengobatan yang bisa dipilih oleh Anda ketika terkena serangan penyakit kanker nasofaring. Masing-masing adalah sistem pengobatan secara medis dan yang kedua menggunakan obat-obatan herbal atau tradisional.

1. Pengobatan Secara Medis

Sistem pengobatan kanker nasofaring yang dilakukan secara medis selalu disesuaikan dengan stadium-nya, posisi kanker, riwayat penyakit dan kondisi fisik pasien. Untuk langkah pertama yang biasanya dijalankan yaitu memakai metode radioterapi. Metode ini dipilih untuk pasien dengan kondisi kanker nasofaring yang tergolong masih ringan.

Sedangkan pada kanker nasofaring dengan kondisi atau stadium agak berat, memakai metode kemoterapi. Metode ini merupakan teknik penyembuhan dengan obat-obatan khusus dengan tujuan untuk membunuh sel-sel kanker.

Apabila kanker nasofaring sudah masuk stadium berat, langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah operasi bedah. Namun karena letak dari sel kanker nasofaring yang sangat berdekatan dengan syaraf dan pembuluh darah, biasanya metode ini dihindari. Hanya saja jika sel kanker sudah telanjur menyebar hingga ke bagian kelenjar bening, maka operasi bedah menjadi satu-satunya pilihan.

Teknik penyembuhan berikutnya yaitu imunoterapi, dilakukan dengan cara memberikan obat yang nantinya akan berpengaruh kepada kekuatan tubuh untuk melawan pertumbuhan sel-sel kanker. Contoh dari obat ini antara lain adalah cetuximab dan pembrolizumab.

2. Pengobatan Menggunakan Herbal

Menurut hasil puluhan penelitian yang pernah dilaksanakan, setidaknya ada 3 macam ramuan obat herbal yang diyakini sangat mujarab untuk menyembuhkan serangan kanker nasofaring.

  • Daun Sirsak

Salah satunya adalah daun sirsak yang memiliki kemampuan tinggi dalam membunuh sel-sel kanker dengan hasil maksimal. Kelebihan utama dari sistem pengobatan menggunakan daun sirsak ini adalah tidak memunculkan dampak negatif pada tubuh.

Bahkan diyakini pula daun sirsak memiliki kekuatan hingga 10 ribu kali lipat dibanding cara pengobatan kemoterapi. Selain itu zat-zat yang terkandung didalamnya hanya membunuh sel-sel jahat saja, bukan sel positif. Anda dapat mengkonsumsi hasil rebusan daun sirsak 1 atau 2 gelas setiap hari jika ingin segera sembuh dari kanker nasofaring.

  • Kulit Buah Manggis

Obat herbal kedua yang juga dipercaya berkhasiat tinggi dalam mengatasi kanker nasofaring adalah buah manggis, namun yang diambil adalah kulitnya saja. Kulit buah manggis memiliki beberapa jenis senyawa yang bersifat antibakteri, anti histamin, anti alergi, anti oksidan, anti inflamasi dan yang paling penting anti kanker.

Selain itu, kulit manggis juga kaya dengan kandungan nutrisi, gartain, mangostin, epicatechin, garsinon, flavinoid dan spingomyolinase. Cara konsumsinya sama dengan daun sirsak, yaitu direbus kemudian hasil rebusannya diminum sebanyak 1 atau 2 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

  • Temu Lawak

Temu lawak sejak zaman dulu sudah sering dipakai untuk mengobati penyakit dan menurut hasil penelitian, tanaman ini mengandung curdione dan curcumol. Kedua kandungan tersebut memiliki khasiat tinggi untuk memberantas pertumbuhan sel kanker nasofaring. Apalagi jika dikonsumsi secara teratur setiap hari.

Temuk lawak dapat dikonsumsi dengan cara dibuat menjadi jamu seduh atau dipakai sebagai bumbu dalam masakan dan makanan. Tetapi jika ingin mendapatkan hasil yang lebih optimal dalam proses penyembuhan kanker nasofaring, sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk jamu.

Semoga ulasan lengkap tentang apakah kanker nasofaring menular serta sistem pencegahan dan teknik pengobatannya ini bisa bermanfaat untuk semuanya. Terutama bagi Anda maupun orang-orang terdekat Anda yang sedang terkena serangan penyakit tersebut.

Baca artikel lain mengenai Terapi CAR T-Cell

Efek Samping Radioterapi Kanker Nasofaring

Efek Samping Radioterapi Kanker Nasofaring Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Semua jenis kanker sangat berbahaya karena jika sudah bersarang di tubuh akan menyebar dan mempengaruhi seluruh organ tubuh. Termasuk dengan kanker nasofaring.

Kanker nasofaring disebut juga kanker hidung oleh karena terjadi pada bagian hidung bagian dalam sampai dengan tenggorokan. Penanganan kanker ini harus hati-hati karena terjadi pada bagian kepala dan dekat dengan berbagai indra penting.

Untuk menyembuhkan kanker ini sama saja dengan menyembuhkan kanker jenis lain. Bisa dengan operasi kemoterapi dan radioterapi. Namun kebanyakan menggunakan pengobatan radioterapi. Meski termasuk cara yang paling ampuh untuk menghilangkan kanker tapi ada efek samping radioterapi kanker nasofaring.

Ketahui lebih lanjut akan efek sampingnya tersebut pada pembahasan di bawah ini.

Gejala Kanker Nasofaring

Gejala dari kanker nasofaring bisa dibilang mirip dengan flu karena biasanya penderita akan kesulitan bernapas. Hal itu terjadi karena di daerah nasofaring terdapat penyempitan. Namun bisa menyebabkan gangguan pendengaran dan gangguan berbicara juga, misalnya suara jadi sengau.

Beberapa gejala lain yang bisa saja mengindikasikan penyakit ini, antara lain sakit tenggorokan, ada benjolan pada bagian leher dan hidung, mimisan dari hidung, kesulitan bernafas sehingga suara jadi serak, terjadi infeksi telinga, sakit kepala, telinga berdenging, wajah mati rasa, dan pandangan kabur.

Beberapa penyebab dari kanker ini antara lain:

  • Sering makan sayuran yang diawetkan.
  • Sering makan ikan asin.
  • Mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan precursor nitro atau nitrosamine.
  • Terjangkit virus Epstein-Barr.
  • Antibodi kurang bagus.
  • Terlalu sering menghirup asap seperti pada obat nyamuk bakar, kayu bakar, kemenyan, dupa, dan asap rokok
  • Melakukan pekerjaan yang menghasilkan serbuk kimia seperti serbuk kayu atau peleburan besi.

Radioterapi untuk Kanker Nasofaring

Radioterapi adalah salah satu cara untuk mengobati kanker nasofaring yang ampuh. Namun sama seperti kemoterapi, akan mungkin juga terjadi efek samping radioterapi kanker nasofaring.

Radioterapi atau terapi radiasi akan dilakukan dengan memakai radiasi tingkat tinggi. Contohnya sinar elektron proton, gama, dan sinar X. Tujuannya adalah untuk mengecilkan ukuran tumor juga membunuh sel kanker.  Hampir setengah dari penderita penyakit ini perlu melakukan radioterapi.

Radioterapi sebenarnya juga bisa dilakukan untuk mengobati penyakit lain seperti kelainan darah, penyakit tiroid, dan tumor. Sementara itu, untuk penderita kanker yang sudah sangat parah, radioterapi hanya berguna untuk mengurangi rasa sakit dan gejala si penderita, bukan untuk menyembuhkan.

Ketika melakukan radioterapi dan menggunakan dosis yang sangat tinggi justru bisa ikut mematikan sel-sel normal. Kemudian akan merusak DNA yang dimiliki sel kanker supaya berhenti tumbuh.

Itulah yang membuat terjadinya efek samping radioterapi kanker nasofaring.

Supaya menghindari efek sampingnya maka biasanya dokter akan berusaha hanya memberikan dosis tinggi pada bagian tubuh yang memang terkena kanker. Sedangkan bagian tubuh lain diberi dosis yang rendah sekali. Jika memang sel kanker terlalu ganas maka penggunaan dosis sinar yang tinggi bisa memperparah efek samping.

Ada dua jenis terapi sinar yang akan diberikan, yaitu radioterapi internal dan eksternal. Radioterapi internal akan dilakukan dengan memberikan radiasi lewat tubuh bagian dalam. Akan dimasukkan sebuah zat yang mengandung radiasi. Caranya dengan menyuntikkannya melalui pembuluh darah. Ada juga yang harus diminum supaya bisa langsung sampai ke tempat dimana sel kanker berada.

Sementara itu, radioterapi eksternal dilakukan dengan memberikan sinar radiasi lewat sinar X atau dengan mesin. Tentu saja dilakukannya di luar tubuh. Tempat melakukan radioterapi eksternal ini berbentuk seperti tabung yang besar.

Efek Samping Radioterapi untuk Kanker

Efek samping dari terapi ini terhadap kanker nasofaring terbagi menjadi efek jangka pendek dan jangka panjang.

Efek Jangka Pendek

Untuk efek jangka pendek biasanya hanya terjadi ketika proses radioterapi selesai dilakukan. Selanjutnya dalam beberapa jam atau beberapa hari efek tersebut bisa hilang dengan sendirinya.

Beberapa efek jangka pendek yang terjadi antara lain menghitamnya kulit pada bagian tubuh yang terkena sinar radiasi, merasa mual dan muntah, mengalami kerontokan pada bagian kepala, leher dan muka. Kemudian memberikan gangguan menstruasi, kelelahan, kualitas dan jumlah sperma menjadi berkurang lalu terjadi masalah kulit.

Terakhir, pasien bisa mengalami penurunan nafsu makan. Jika begini maka sistem pencernaan akan bermasalah. Agar tidak terjadi hal lain yang buruk maka mereka harus menjaga kesehatan dan gizinya dengan asupan makanan yang baik.

Efek Jangka Panjang

Kemudian untuk efek jangka panjangnya ada lumayan banyak, hal ini tergantung kepada mana bagian tubuh yang terkena radiasi. Apabila radiasi diberikan pada bagian leher dan dada seperti untuk penyembuhan kanker nasofaring ini maka bisa memberikan risiko terjadinya penyempitan pada bagian tenggorokan dan saluran napas. Jika sudah demikian maka akan kesulitan dalam menelan.

Apabila pada bagian perut maka akan membuat pasien sering buang air kecil karena kandung kemihnya menjadi tidak elastis. Sementara itu, jika dilakukan di payudara maka membuatnya bisa lebih kencang dan keras, jika pada bagian pinggul akan membuat vagina kurang elastis dan lebih sempit, dan masih banyak efek lainnya.

Kemudian ada efek samping lanjutan dan akut. Efek samping lanjutan bisa berupa adanya pendarahan, mulut kering, dan pengerutan jaringan. Sementara efek samping akut seperti jaringan nekrotik atau mati, lalu pada bagian kulit muncul gelembung dan kemerahan.

Meski efek sampingnya kelihatan banyak tapi sebenarnya bisa saja tidak akan terjadi. Justru radioterapi ini akan mempercepat proses penyembuhan dan pengobatan kanker.

Mencegah Efek Samping

Efek samping dari radioterapi untuk pengobatan kanker nasofaring bisa dicegah dengan berbagai cara, antara lain:

  • Jangan Minum Dan Makan Yang Terlalu Dingin Dan Panas

Pasien yang mendapatkan penyinaran pada bagian leher dan kepala harus mengikuti pantangan ini. Jika tidak maka selaput-selaput yang berada di rongga mulut bisa terpengaruhi. Efek tersebut bisa menyebabkan luka karena efek radiasi.

  • Jaga Kesehatan Mulut Dan Gigi

Apabila kesehatan mulut dan gigi dari pasien yang akan menjalani radioterapi tidak dijaga maka bisa membuat adanya infeksi lanjutan. Mulut adalah tempat yang paling banyak temannya jadi infeksi bisa muncul.

Akan lebih baik jika pasien yang akan menjalani terapi ini memeriksakan kesehatan mulut dari giginya ke dokter gigi.

  • Konsumsi Gizi Yang Cukup

Apabila nutrisi dan gizi mencukupi maka ketika melakukan radioterapi pasien akan merasa kuat. Nanti setelah melakukan terapi pasien bisa saja kehilangan selera makan akibat dari kondisi kesehatan mental yang sudah menurun.

Untuk mencegah hal ini terjadi maka pastikan semua kebutuhan makanan tercukupi dengan baik dari segi jadwal, jenis, dan jumlahnya.

  • Hindari Sinar Matahari Secara Langsung

Bagian kulit yang terkena radiasi kebanyakan menjadi sensitif akan sinar matahari. Jadi jika akan keluar rumah lebih baik gunakan jaket atau payung. Jika dokter mengijinkan juga bisa menggunakan sunblock. Namun sunblock yang digunakan harus aman digunakan pada bagian wajah.

Meski nantinya efek samping ini akan hilang tapi ada juga pasien yang justru lebih sensitif akan sinar matahari.

Demikianlah pembahasan mengenai efek samping radioterapi kanker nasofaring yang mungkin terjadi. Jika Anda akan melakukan radioterapi maka harus mencari berbagai informasi mengenai radioterapi. Jadi bisa mempersiapkan diri jika ada sesuatu buruk yang mungkin terjadi.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Ubi Ungu

Peluang Sembuh Kanker Nasofaring

Bagaimana Peluang Sembuh Kanker Nasofaring? Apa yang harus Dilakukan Supaya Sembuh?

Kesembuhan adalah hal yang paling diinginkan oleh para penderita kanker. Oleh karena mereka sering merasakan penderitaan sampai waktu yang lama. Jadi ingin segera sehat agar bisa hidup dengan lebih tenang dan sebahagia. Meski ada banyak penderita kanker yang sembuh, tapi ada juga yang tidak, bahkan sampai meninggal dunia.

Kanker nasofaring adalah salah satu kanker yang paling sulit untuk disembuhkan. Kanker yang berada di daerah dekat hidung dan tenggorokan ini terjadi karena virus NPC.

Peluang sembuh kanker nasofaring bisa lebih besar apabila telah terdeteksi sejak awal sebelum menjadi kanker yang parah. Untuk membahas mengenai peluang kesembuhan penderita kanker ini ada pada informasinya di bawah ini.

Ketahui Gejala Awal Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring terjadi pada bagian nasofaring, letaknya adalah di bagian belakang tenggorokan dan belakang rongga hidung.

Beberapa penyebab yang bisa membuat munculnya kanker ini, antara lain:

  • Laki-laki.
  • Bahan kimia, termasuk asap. Contoh asap yang bisa membuat terjadinya kanker ini adalah obat nyamuk yang dibakar, kayu bakar, dan kemenyan.
  • Genom virus yang ada pada bagian sel tumor.
  • Peningkatan antibodi.
  • Makanan yang memiliki kandungan precusor nitro, dan nitrosamine. Seperti sayuran yang diawetkan, ikan asin, dan makanan yang difermentasi.
  • Virus Epstein-Barr.
  • Banyak minum alkohol.
  • Ada keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini.
  • Bekerja pada tempat yang sering menggunakan bahan kimia dan terdapat debu kayu.

Gejala awal dari penyakit ini kebanyakan berhubungan dengan tenggorokan dan hidung. Banyak orang menilai bahwa gejala awal penyakit ini mirip dengan gejala batuk dan pilek. Beberapa gejala awal yang bisa mengindikasikan adanya kanker nasofaring adalah sebagai berikut.

  • Anda merasakan infeksi pada telinga yang sering terjadi, sakit kepala, radang tenggorokan, di dalam telinga terdengar suara berdengung, lalu ada benjolan di bagian hidung atau leher.
  • Mimisan yang sering terjadi.
  • Pandangan terlihat ganda dan kabur.
  • Wajah merasakan nyeri bahkan sampai mati rasa.
  • Kesulitan bernapas seperti hidung tersumbat, suara menjadi serak atau suara bindeng.

Jika Anda mengalami beberapa gejala ini maka lebih baik langsung periksa ke dokter. Jangan tunggu sampai parah supaya cepat ditangani.

Ketika Anda memeriksakan penyakit ini ke dokter dan dokter sudah mencurigai adanya kanker nasofaring, harus dilakukan inspeksi di bagian belakang dari lubang hidung. Biasanya dilakukan dengan nanoscope.

Nanoscope adalah selang yang berbentuk fleksibel dan bisa dimasukkan ke dalam lubang hidung. Kemudian nantinya akan menembus ke bagian rongga mulut belakang maupun daerah yang kelihatannya memiliki pertumbuhan abnormal.

Pertumbuhan abnormal tersebut akan dibiopsi agar tingkat keganasannya dapat dipastikan dengan lebih baik.

Kanker Nasofaring Bisa Sembuh?

Peluang sembuh kanker nasofaring pastinya ada, tergantung dengan semangat dari penderita dan keluarganya, pengobatan yang dilakukan, cara menjaga tubuh, sistem kekebalan tubuh, dan lain sebagainya.

Peluang kesembuhan penyakit kanker ini akan semakin baik jika pengobatan yang dilakukannya akurat atau sesuai dengan kondisi pasien. Lalu jika telah terdeteksi ketika masih dalam stadium I atau awal.

Kanker yang sudah parah akan menyebar hampir ke seluruh tubuh sehingga membuat tubuh lebih mudah menjadi lemah. Jika dilakukan kemoterapi pun risiko untuk tidak berhasilnya lumayan besar. Meski nanti kankernya sudah sembuh, tapi bisa saja kemoterapi ini berdampak kepada kesehatan lain seperti adanya efek samping jangka panjang.

Jika mengalami efek samping ini justru pasien akan mendapat penyakit lain yang semakin membuat tubuhnya lemah.

Kanker nasofaring dan kanker lainnya memiliki tingkat harapan kesembuhannya sendiri. Tingkat harapan hidup atau kesembuhan menggambarkan ukuran persen dan lama bagi penderita untuk hidup dalam waktu tertentu. Dalam dunia medis fase tingkat harapan hidup kanker umumnya selama 5 tahun tapi ada juga yang 10 tahun.

Kanker bisa dikatakan sembuh jika sudah tidak ada lagi yang terdeteksi lalu para penderita mempunyai harapan hidup seperti orang sehat pada umumnya.

Tingkat kesembuhan setiap kanker akan berbeda-beda. Seperti, tingkat kesembuhan kanker nasofaring dan kanker darah akan berbeda karena yang satu bisa merusak jaringan sekitarnya dengan sangat cepat sedangkan yang lain hanya memiliki sifat kambuhan lokal atau hanya pada tempat yang terkena kanker.

Kanker nasofaring tidak bisa disembuhkan dengan operasi tapi hanya menggunakan terapi seperti kemoterapi dan radioterapi. Responnya bisa dari 50% sampai 90% tergantung dengan obat kemoterapinya. Namun jika kanker ini sudah ada dalam tahap lanjut maka kemungkinan untuk sembuh lewat terapi hanya 10 sampai 40%.

Cara Menyembuhkan Kanker Nasofaring

Berikut ini cara untuk membuat sel penyebab kanker nasofaring dikeluarkan dan dihilangkan dari tubuh sehingga memperbesar peluang sembuh.

Stadium Awal

Terapi radiasi atau radioterapi digunakan untuk mengobati kanker nasofaring stadium awal seperti yang sudah disebutkan di atas. Ketika dalam stadium ini biasanya kanker belum sampai menyebar ke bagian kelenjar getah bening yang ada di leher.

Jika sudah berada di kelenjar getah bening pun kanker masih bisa disembuhkan dengan terapi ini. Kecuali jika sudah mulai membesar maka bisa saja sel kanker tidak bisa dihancurkan.

Jika pengobatannya ditambah dengan kemoterapi maka kurang baik karena justru bisa menyebabkan terjadinya efek samping. Pada akhirnya, kualitas hidup penderita akan berpengaruh, mungkin bisa menjadi lebih buruk.

Stadium 2

Jika kanker nasofaring ada dalam stadium 2 biasanya sudah menyebar ke bagian tubuh lain yang lebih jauh. Apabila sudah begini maka lebih sulit untuk diobati.

Baru untuk menyembuhkan kanker stadium 2 bisa menggunakan kemoterapi. Untuk jenis obatnya biasanya cisplatin.

Jika kemoterapi belum berhasil untuk menyembuhkan maka akan dilakukan terapi radiasi kembali ke bagian kelenjar getah bening dan nasofaring. Terapi radiasi ini dilakukan supaya sel kanker yang masih tersisa bisa dibunuh.

Jenis obat kemoterapi yang biasa digunakan untuk menyembuhkan kanker stadium 2 adalah erbitux, atau cetuximab.

Stadium 3

Kanker nasofaring yang ada dalam stadium ini disebut dengan rekuren. Biasanya kanker nasofaring stadium 3 adalah yang muncul kembali setelah sebelumnya berhasil disembuhkan.

Kanker ini bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang dan paru-paru atau terjadi lagi di tempat yang sama seperti sebelumnya. Apabila seperti ini maka jenis pengobatan yang digunakan tergantung dengan tingkat kanker dan lokasinya.

Pada beberapa kasus, tumor yang kembali tumbuh di nasofaring dapat dioperasi dengan melakukan bedah dasar pada bagian tengkorak endoskopik. Namun karena sangat berbahaya maka operasi khusus ini hanya bisa dan boleh dilakukan para ahli bedah profesional dan sudah berpengalaman.

Namun jika berbagai upaya sudah dilakukan dan kanker tidak bisa kunjung sembuh maka satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah adanya perawatan lebih lanjut. Tujuannya supaya pertumbuhannya bisa diperlambat bahkan membuat gejala karena penyebaran kanker dihilangkan.

Kemudian bisa juga menggunakan bantuan obat herbal seperti daun sirsak atau kulit manggis. Kedua bahan ini berhasil untuk menyembuhkan berbagai jenis kanker, salah satunya kanker nasofaring.

Di dalam buah-buahan ini terdapat senyawa fotokimia, xanthone, dan acetegonis. Kandungan-kandungaan ini memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Membuat sel kanker atau tumor bunuh diri sehingga hilang sendiri.
  • Sel kanker dan tumor dibunuh secara selektif karena memiliki kekuatan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan obat kemoterapi.
  • Sel kanker bisa dirusak secara perlahan.
  • Sel-sel tubuh akan dilindungi sehingga DNA tidak rusak.

Namun jika kanker sudah terlanjur parah mungkin pengobatan ini hanya bersifat membantu.

Demikianlah pembahasan mengenai peluang sembuh kanker nasofaring yang perlu Anda ketahui. Lalu ada informasi juga mengenai cara untuk menyembuhkan kanker nasofaring. Semoga informasinya cukup memberi wawasan kepada Anda.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Ubi Ungu