Category Archives: Kanker Nasofaring

Peluang Sembuh Kanker Nasofaring

Bagaimana Peluang Sembuh Kanker Nasofaring? Apa yang harus Dilakukan Supaya Sembuh?

Kesembuhan adalah hal yang paling diinginkan oleh para penderita kanker. Oleh karena mereka sering merasakan penderitaan sampai waktu yang lama. Jadi ingin segera sehat agar bisa hidup dengan lebih tenang dan sebahagia. Meski ada banyak penderita kanker yang sembuh, tapi ada juga yang tidak, bahkan sampai meninggal dunia.

Kanker nasofaring adalah salah satu kanker yang paling sulit untuk disembuhkan. Kanker yang berada di daerah dekat hidung dan tenggorokan ini terjadi karena virus NPC.

Peluang sembuh kanker nasofaring bisa lebih besar apabila telah terdeteksi sejak awal sebelum menjadi kanker yang parah. Untuk membahas mengenai peluang kesembuhan penderita kanker ini ada pada informasinya di bawah ini.

Ketahui Gejala Awal Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring terjadi pada bagian nasofaring, letaknya adalah di bagian belakang tenggorokan dan belakang rongga hidung.

Beberapa penyebab yang bisa membuat munculnya kanker ini, antara lain:

  • Laki-laki.
  • Bahan kimia, termasuk asap. Contoh asap yang bisa membuat terjadinya kanker ini adalah obat nyamuk yang dibakar, kayu bakar, dan kemenyan.
  • Genom virus yang ada pada bagian sel tumor.
  • Peningkatan antibodi.
  • Makanan yang memiliki kandungan precusor nitro, dan nitrosamine. Seperti sayuran yang diawetkan, ikan asin, dan makanan yang difermentasi.
  • Virus Epstein-Barr.
  • Banyak minum alkohol.
  • Ada keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini.
  • Bekerja pada tempat yang sering menggunakan bahan kimia dan terdapat debu kayu.

Gejala awal dari penyakit ini kebanyakan berhubungan dengan tenggorokan dan hidung. Banyak orang menilai bahwa gejala awal penyakit ini mirip dengan gejala batuk dan pilek. Beberapa gejala awal yang bisa mengindikasikan adanya kanker nasofaring adalah sebagai berikut.

  • Anda merasakan infeksi pada telinga yang sering terjadi, sakit kepala, radang tenggorokan, di dalam telinga terdengar suara berdengung, lalu ada benjolan di bagian hidung atau leher.
  • Mimisan yang sering terjadi.
  • Pandangan terlihat ganda dan kabur.
  • Wajah merasakan nyeri bahkan sampai mati rasa.
  • Kesulitan bernapas seperti hidung tersumbat, suara menjadi serak atau suara bindeng.

Jika Anda mengalami beberapa gejala ini maka lebih baik langsung periksa ke dokter. Jangan tunggu sampai parah supaya cepat ditangani.

Ketika Anda memeriksakan penyakit ini ke dokter dan dokter sudah mencurigai adanya kanker nasofaring, harus dilakukan inspeksi di bagian belakang dari lubang hidung. Biasanya dilakukan dengan nanoscope.

Nanoscope adalah selang yang berbentuk fleksibel dan bisa dimasukkan ke dalam lubang hidung. Kemudian nantinya akan menembus ke bagian rongga mulut belakang maupun daerah yang kelihatannya memiliki pertumbuhan abnormal.

Pertumbuhan abnormal tersebut akan dibiopsi agar tingkat keganasannya dapat dipastikan dengan lebih baik.

Kanker Nasofaring Bisa Sembuh?

Peluang sembuh kanker nasofaring pastinya ada, tergantung dengan semangat dari penderita dan keluarganya, pengobatan yang dilakukan, cara menjaga tubuh, sistem kekebalan tubuh, dan lain sebagainya.

Peluang kesembuhan penyakit kanker ini akan semakin baik jika pengobatan yang dilakukannya akurat atau sesuai dengan kondisi pasien. Lalu jika telah terdeteksi ketika masih dalam stadium I atau awal.

Kanker yang sudah parah akan menyebar hampir ke seluruh tubuh sehingga membuat tubuh lebih mudah menjadi lemah. Jika dilakukan kemoterapi pun risiko untuk tidak berhasilnya lumayan besar. Meski nanti kankernya sudah sembuh, tapi bisa saja kemoterapi ini berdampak kepada kesehatan lain seperti adanya efek samping jangka panjang.

Jika mengalami efek samping ini justru pasien akan mendapat penyakit lain yang semakin membuat tubuhnya lemah.

Kanker nasofaring dan kanker lainnya memiliki tingkat harapan kesembuhannya sendiri. Tingkat harapan hidup atau kesembuhan menggambarkan ukuran persen dan lama bagi penderita untuk hidup dalam waktu tertentu. Dalam dunia medis fase tingkat harapan hidup kanker umumnya selama 5 tahun tapi ada juga yang 10 tahun.

Kanker bisa dikatakan sembuh jika sudah tidak ada lagi yang terdeteksi lalu para penderita mempunyai harapan hidup seperti orang sehat pada umumnya.

Tingkat kesembuhan setiap kanker akan berbeda-beda. Seperti, tingkat kesembuhan kanker nasofaring dan kanker darah akan berbeda karena yang satu bisa merusak jaringan sekitarnya dengan sangat cepat sedangkan yang lain hanya memiliki sifat kambuhan lokal atau hanya pada tempat yang terkena kanker.

Kanker nasofaring tidak bisa disembuhkan dengan operasi tapi hanya menggunakan terapi seperti kemoterapi dan radioterapi. Responnya bisa dari 50% sampai 90% tergantung dengan obat kemoterapinya. Namun jika kanker ini sudah ada dalam tahap lanjut maka kemungkinan untuk sembuh lewat terapi hanya 10 sampai 40%.

Cara Menyembuhkan Kanker Nasofaring

Berikut ini cara untuk membuat sel penyebab kanker nasofaring dikeluarkan dan dihilangkan dari tubuh sehingga memperbesar peluang sembuh.

Stadium Awal

Terapi radiasi atau radioterapi digunakan untuk mengobati kanker nasofaring stadium awal seperti yang sudah disebutkan di atas. Ketika dalam stadium ini biasanya kanker belum sampai menyebar ke bagian kelenjar getah bening yang ada di leher.

Jika sudah berada di kelenjar getah bening pun kanker masih bisa disembuhkan dengan terapi ini. Kecuali jika sudah mulai membesar maka bisa saja sel kanker tidak bisa dihancurkan.

Jika pengobatannya ditambah dengan kemoterapi maka kurang baik karena justru bisa menyebabkan terjadinya efek samping. Pada akhirnya, kualitas hidup penderita akan berpengaruh, mungkin bisa menjadi lebih buruk.

Stadium 2

Jika kanker nasofaring ada dalam stadium 2 biasanya sudah menyebar ke bagian tubuh lain yang lebih jauh. Apabila sudah begini maka lebih sulit untuk diobati.

Baru untuk menyembuhkan kanker stadium 2 bisa menggunakan kemoterapi. Untuk jenis obatnya biasanya cisplatin.

Jika kemoterapi belum berhasil untuk menyembuhkan maka akan dilakukan terapi radiasi kembali ke bagian kelenjar getah bening dan nasofaring. Terapi radiasi ini dilakukan supaya sel kanker yang masih tersisa bisa dibunuh.

Jenis obat kemoterapi yang biasa digunakan untuk menyembuhkan kanker stadium 2 adalah erbitux, atau cetuximab.

Stadium 3

Kanker nasofaring yang ada dalam stadium ini disebut dengan rekuren. Biasanya kanker nasofaring stadium 3 adalah yang muncul kembali setelah sebelumnya berhasil disembuhkan.

Kanker ini bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang dan paru-paru atau terjadi lagi di tempat yang sama seperti sebelumnya. Apabila seperti ini maka jenis pengobatan yang digunakan tergantung dengan tingkat kanker dan lokasinya.

Pada beberapa kasus, tumor yang kembali tumbuh di nasofaring dapat dioperasi dengan melakukan bedah dasar pada bagian tengkorak endoskopik. Namun karena sangat berbahaya maka operasi khusus ini hanya bisa dan boleh dilakukan para ahli bedah profesional dan sudah berpengalaman.

Namun jika berbagai upaya sudah dilakukan dan kanker tidak bisa kunjung sembuh maka satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah adanya perawatan lebih lanjut. Tujuannya supaya pertumbuhannya bisa diperlambat bahkan membuat gejala karena penyebaran kanker dihilangkan.

Kemudian bisa juga menggunakan bantuan obat herbal seperti daun sirsak atau kulit manggis. Kedua bahan ini berhasil untuk menyembuhkan berbagai jenis kanker, salah satunya kanker nasofaring.

Di dalam buah-buahan ini terdapat senyawa fotokimia, xanthone, dan acetegonis. Kandungan-kandungaan ini memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Membuat sel kanker atau tumor bunuh diri sehingga hilang sendiri.
  • Sel kanker dan tumor dibunuh secara selektif karena memiliki kekuatan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan obat kemoterapi.
  • Sel kanker bisa dirusak secara perlahan.
  • Sel-sel tubuh akan dilindungi sehingga DNA tidak rusak.

Namun jika kanker sudah terlanjur parah mungkin pengobatan ini hanya bersifat membantu.

Demikianlah pembahasan mengenai peluang sembuh kanker nasofaring yang perlu Anda ketahui. Lalu ada informasi juga mengenai cara untuk menyembuhkan kanker nasofaring. Semoga informasinya cukup memberi wawasan kepada Anda.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Ubi Ungu

Pantangan Kanker Nasofaring

Macam-Macam Pantangan Kanker Nasofaring

Sebanyak 5 dari 100.000 penduduk Indonesia menderita kanker nasofaring, sebuah kanker yang belum diketahui persis penyebab utamanya dan gejala awalnya tak nampak, sehingga seringkali penderitanya tidak melakukan perawatan apapun untuk meringankan derita akibat kanker nasofaring.

Kanker nasofaring itu sendiri adalah kanker yang bersarang di belakang rongga mulut, lokasinya yang tersembunyi membuat penderitanya jarang menyadari bahwa mereka sedang dihinggapi salah satu penyakit pembunuh yang berbahaya.

Untuk para pasien yang sudah didiagnosa kanker nasofaring, alangkah lebih baiknya mengetahui macam-macam pantangan kanker nasofaring, utamanya makanan. Karena makanan adalah hal yang akan selalu masuk ke dalam tubuh kita dan memiliki peranan penting untuk menyehatkan tubuh atau malah menambah perkembangan kanker itu sendiri. Tak hanya makanan, beberapa hal yang biasa ditemukan sehari-hari juga sebaiknya dihindari, berikut adalah catatannya.

Minuman dengan Alkohol

Hal pertama yang harus dihindari oleh para pasien adalah minuman beralkohol, minuman yang beralkohol dilarang karena mengandung begitu banyak kandungan bahan kimia yang terkandung di dalamnya, dan semua kandungan bahan kimia tersebut memiliki efek yang sangat buruk untuk organ dalam tubuh. Menjadi pemicu sel kanker, serta merusak tubuh dari dalam sedikit demi sedikit.

Asap Rokok

Sudah banyak diberitakan bahwa rokok bukanlah benda aman, karena banyak masalah yang bisa muncul akibat asap rokok. Mengisap asap rokok meningkatkan risiko kita terkena kanker, dari kanker paru-paru sampai kanker nasofaring dan masih banyak lagi. Tak hanya perokok aktif saja yang diintai leh kanker akibat asap rokok, namun perokok pasif pun memiliki risiko yang sama. Maka karena itu, hindarilah asap rokok. Jauhi daerah atau ruangan dengan asap rokok dan kalaupun terpaksa berada di tempat yang dikelilingi asap rokok, maka gunakan masker.

Makanan dengan Pengawet

Makanan yang diawetkan memang mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama, makanan pabrikan pun memiliki rasa dan penampilan yang jauh lebih menarik. Hanya saja satu hal yang harus diperhatikan adalah makanan dengan pengawet memiliki nilai gizi yang sudah banyak menurun dan bahkan ada yang hilang sama sekali, yang tersisa adalah zat-zat pengawet yang berbahaya untuk tubuh.

Berbagai macam pengawet kimia yang ada dalam makanan kemasan atau makanan kalengan tersebut bisa mengganggu produksi hormon dan juga bisa merusak sel dengan sehingga kelak menjadi pemicu terbesarnya dari kanker nasofaring. Maka karena itu, makanan dengan pengawet sangat dilarang untuk para pasien nasofaring, bahkan makanan yang diasinkan pun sebaiknya dihindari.

Ikan Asin

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, makanan yang diasinkan adalah salah satu jenis makanan yang harus dihindari. Walaupun ikan asin memiliki efek peningkat nafsu makan yang luar biasa, akan tetapi makanan yang satu ini justru harus dihindari oleh para pasien kanker nasofaring. Karena adanya kandungan nitrosamine, yaitu garam yang tinggi dan juga aneka macam zat karsinogenik yang terdapat di dalam ikan asin, akan membuat sel-sel tubuh kita jadi beraktivitas secara abnormal dan akhirnya mutasi genetik menciptakan sel kanker.

Makanan Laut

Makanan laut seperti ikan laut dan juga rumput laut adalah sumber makanan yang memiliki kandungan gizi serta mineral yang luar biasa, baik untuk kesehatan otak dan tubuh, terutama untuk anak-anak. Seafood dan rumput laut juga mengandung yodium yang banyak, apalagi jika dibandingkan dengan makanan lain. Beberapa seafood yang dikenal mengandung yodium tinggi adalah cumi, udang, kerang dan kepiting.

Hanya saja, kandungan yodium yang terdapat pada makanan tersebut justru kelak bisa menyebabkan ulserasi tumor pada pasien pengobatan kanker, sebab kandungan yodium yang ada di dalamnya bisa segera larut dengan cepat pada jaringan lunak dalam tubuh. Akhirnya yang terjadi adalah pengobatan yang dilakukan pada oara penderita kanker nasofaring jadi kurang efisien karena dihambat.

Dupa

Banyak penelitian yang menemukan fakta mencengangkan bahwa penderita kanker nasofaring banyak terdapat di kawasan Asia, apalagi jika dibandingkan dengan orang benua Amerika dan Eropa. Jauh lebih spesifik lagi, yang menderita kanker ini kebanyakan adalah orang Cina. Setelah penelitian mencari penyebab lebih mengerucut, akhirnya para peneliti berpendapat bahwa dupa yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk berdoa, justru bisa berefek buruk untuk kesehatan. Sebab asap dupa dan aneka zatnya bisa terhirup lalu mengendap di saluran pernapasan, lalu menyebabkan kanker nasofaring.

Makanan yang Pedas

Makan memang kurang lezat tanpa makanan pedas, akan tetapi sayangnya makanan berbumbu pedas seperti cabai, merica dan juga bawang sekalipun bisa mengakibatkan hal buruk untuk pasien nasofaring. Itu dikarenakan sifat pedas yang ada dalam bumbu-bumbu tersebut bisa membuat pembuluh darah di dalam tubuh menjadi melebar, dan akhirnya penyebaran penyakit malah terbuka lebar dengan mudahnya. Oleh sebab itu, kurangi konsumsi makanan dengan sifat panas untuk menghindari terjadinya penyebaran penyakit yang tidak terkontrol.

Demikian adalah beberapa pantangan kanker nasofaring yang harus diketahui, sebaiknya kita mampu menahan diri untuk menghindari semua pantangan yang telah disebutkan di atas, supaya bisa mencegah kanker menjadi lebih ganas. Untuk membantu pemulihan kanker nasofaring, juga untuk mencegah kanker ini maka sebaiknya perbanyak mengonsumsi makanan berikut.

  1. Jagung manis. Sejak lama jagung menjadi makanan pengganti yang sehat, ternyata jagung itu sendiri sangat kaya akan asam amino yang mampu menghambat kanker nasofaring. Bahkan jagung juga kaya glutathione, yang juga disertai dengan partisipasi selenium yang jadi  glutathione oksidase, kandungan tersebut mampu mengenyahkan karsinoma kimia yang aktif itu.
  2. Telur segar. Mengonsumsi telur segar memberikan banyak vitamin B2 untuk tubuh yang bisa menguraikan dan juga bisa mengoksidasi zat karsinogen yang ada dalam tubuh kita. Kemudian kandungan selenium dan juga zinc pada telur sangatlah efektif untuk mencegah kanker nasofaring menyerang.
  3. Konsumsi jamur hitam. Jamur selain lezat juga berkhasiar, adanya asam heteropolisakarida di dalam jamur hitam mampu menolak kanker dari tubuh. Jamur hitam ini mengandung kolagen dan juga sangat kaya vitamin, dan kedua zat tersebut akan membuang serta menghancurkan zat-zat yang beracun dari dalam tubuh juga mampu mencegah kanker.
  4. Lobak segar. Lobak putih seringkali dikonsumsi sebagai sayur harian, dan ternyata lobak putih itu diketahui mengandung minyak mustard dan juga levin glikosida, jadi apabila dipadukan dalam tubuh dengan zat enzim maka kelak akan  membentuk komponen anti kanker, yang sangat efektif mencegah kanker nasofaring menurut penelitian.
  5. Perbanyak buah plum. Buah yang satu ini memang agak jarang, tetapi buah plum sangat kaya akan vitamin B2 yang menurut penelitian mampu mencegah kanker datang. Apabila banyak konsumsi buah plum, maka bisa mencegah datangnya kanker nasofaring juga. Konsumsi buah plum mampu tingkatkan aktivitas fagosit sel darah putih, yang akhirnya bisa meningkatkan fungsi kekebalan tubuh kita serta mencegah mutasi kanker dalam tubuh.

Baca artikel lain mengenai Mengatasi Susah BAB Saat Kemoterapi

Makanan untuk Penderita Kanker Nasofaring

Penting! Inilah Sejumlah Makanan untuk Penderita Kanker Nasofaring

Kanker adalah penyakit pembunuh yang paling ditakuti masyarakat dan semakin banyak bagian tubuh manusia yang terkena kanker, bukan cuma organ dalam saja, namun juga bagian luar tubuh seperti kulit. Selain itu, kanker bisa tumbuh di organ pernapasan dan disebut dengan kanker Nasofaring.

Adapun kanker Nasofaring itu sendiri merupakan salah satu jenis penyakit yang bersarang di dalam rongga belakang hidung dan juga di belakang langit-langit rongga mulut. Walaupun sudah menyerang banyak masyarakat di seluruh dunia, namun sayangnya yang menjadi penyebab utama kanker nasofaring itu sendiri belum teridentifikasi dengan sempurna. Hanya saja kanker yang satu in sering dikaitan dengan virus epstein bar.

Orang dari ras Mongoloid menjadi mangsa dari kanker ini, walau tidak menutup kemungkinan ras lain pun bisa menderita kanker nasofaring. Ras Mongoloid itu sendiri adalah penduduk Cina bagian selatan, kemudian Hong Kong dan Thailand, bahkan negara Malaysia dan Indonesia serta India. Bukan hanya disebabkan oleh suatu hal dari luar, kanker ini merupakan jenis kanker yang diturunkan secara genetik alias turun temurun.

Perlu diketahui apa saja faktor yang menjadi kemungkinan terbesar penyebab kanker, seperti berikut ini.

  • Suka mengonsumsi makanan berpengawet, bahkan makanan yang diawetkan dengan cara diasap dan diasinkan pun harus dihindari.
  • Terlalu banyak mengonsumi makanan dan juga minuman yang bersifat panas juga merangsang selaput lendir, contohnya makanan dan minuman yang mengandung alkohol. Kemudian bagi yang sering mengisap asap-asapan (rokok, candu, kayu bakar dan lainnya) pun harus waspada.
  • Tinggal di lokasi dengan sirkulasi udaranya buruk.
  • Memiliki garis keturunan yang leluhurnya mengidap kanker nasofaring.

Selain mengetahui faktor yang menjadi kemungkinan terbesar tumbuhnya kanker, kita juga harus paham betul gejala-gejala dimana kanker ini sudah mulai tumbuh, berikut beberapa gejalanya.

  • Muncul dengungan dalam telinga dan terasa penuh, seringnya diiringi dengan rasa sakit, kemampuan mendengar juga menurun.
  • Terjadi mimisan walau sedikit, berulang-ulang. Terjadi pilek setelah hidung selalu tersumbat.
  • Kelenjar getah bening yang ada pada leher jadi membesar, biasanya terjadi pada kondisi yang sudah akut.
  • Penglihatan ganda, mata sampai menonjol keluar dan juling.
  • Sakit kepala dan nyeri yang tidak terperi.

Apabila tubuh mulai menunjukkan gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter THT dan lakukan pemeriksaan dengan CT Scan, rhinoskopi anterior dan posterior, nasofaringoskopi, biopsi dan pemeriksaan histopatologi.

Saran Makanan Untuk Penderita Kanker Nasofaring

Makanan untuk penderita kanker Nasofaring merupakan santapan sehari-hari, namun dengan komposisi yang lebih sehat. Berikut adalah beberapa saran makanan untuk penderita kanker nasofaring yang bisa menjadi inspirasi, silakan disimak.

  • Tak boleh absen dari mengonsumsi makanan sehat segar seperti sayuran dan buah. Walaupun kita tak suka pada awalnya, tetapi sekarang makan buah dan sayuran adalah hal yang wajib, sebab tak hanya memberikan vitamin dan nutrisi untuk tubuh, namun keduanya mampu melawan berbagai macam penyakit dalam tubuh, termasuk nasofaring itu sendiri. Oleh sebab itu, jika mengonsumi buah dan sayur dengan porsi yang pas dan rutin, maka antibodi meningkat dengan baik dan pemulihan pasien lebih cepat.
  • Mengonsumsi sayuran dan buah sampai 5 macam dalam satu hari. Adapun jenisnya tidak dibatasi, dari mulai anggur, apel, pepaya, pisang, jambu merah, jeruk, alpukat, kiwi, mangga dan buah-buahan manis lainnya. Untuk sayur itu sendiri boleh mengonsumsi bayam merah dan hijau, daun dan bunga pepaya, bit, jagung, wortel dan ginseng atau sayuran lokal lainnya.
  • Harus memilih buah dan sayur dengan warnanya yang menarik. Usahakan selalu mengubah-ubah kombinasi makanan sayur dan buah dalam jangka waktu tertentu, jangan mengonsumsi buah dan sayur yang sama dalam jangka waktu yang terlalu lama (misalnya dua minggu berturut-turut mengonsumi apel dan bayam) sebab bisa mengakibatkan tubuh kelebihan satu jenis nutrisi dan efeknya tak bagus untuk tubuh.
  • Jangan menolak makan karbohidrat, sebab kita tetap membutuhkan asupan karbohidrat untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh.
  • Saran konsumi karbohidrat adalah dengan memilih karbohidrat kompleks, misalnya saja roti gandum dan nasi merah.
  • Seafood? Kenapa tidak? Boleh saja mengonsumsi seafood, misalnya ikan laut (kecuali cumi kepiting dan juga bandeng) bahkan boleh dikonsumsi dengan sering. Untuk ayam, boleh mengonsumi ayam organik atau ayam kampung. Hindari ayam broiler.
  • Daging merah pun diperbolehkan, asalkan mengonsumsi daging merah yang rendah lemak saja. Sebab ada penelitian yang menjelaskan bahwa seseorang yang mengkonsumsi daging merah dengan intensitas sebanyak lima hingga enam kali dalam seminggu, risiko kanker meningkat. Kemudian untuk menurunkan risiko kanker itu sendiri, Institut Kanker Nasional AS pun menyarankan supaya membatasi konsumsi lemak sampai dengan 30%. Hanya saja bagi para penderita kanker, jauh lebih baik jika tidak mengonsumsi daging merah sama sekali sebab dikhawatirkan sel kanker meningkat pertumbuhannya.
  • Sangat diperbolehkan mengonsumsi susu, pasien kanker nasofaring boleh memium susu dan juga olahan susu, asal yang rendah lemak atau bisa juga memilih susu kedelai, jika ingin mengonsumsi yogurt, pilih yang plain alias tanpa rasa.
  • Mulailah mengurangi gula, kalaupun belum bisa sebaiknya ganti dengan madu saja. Kemudian pastikan sudah menghentikan konsumsi makanan dengan kandungan nitrit, kemudian pengawet dan pewarna, makanan yang diasinkan yang diasap juga tak boleh.
  • Boleh mengonsumsi kacang-kacangan dan olahannya, sebab baik untuk pola makan kanker dari kanker nasofaring. Boleh mengonsumsi kacang merah, tempe dan juga tahu.
  • Gorengan adalah makanan yang harus dihindari betul-betul. Apalagi kentang goreng dan keripik kentang mampu merangsang terbentuknya senyawa-senyawa baru yang akan memicu kanker, yaitu akrilamida. Jika ingin mengonsumsi kentang, boleh dikukus.
  • Jika ingin memasak masakan untuk penderita kanker nasofaring, sebaiknya jangan memasak dengan suhu yang terlalu tinggi.
  • Walau makanan yang digoreng harus dihindari, tetapi masih boleh mengonsumsi makanan yang digoreng, tapi dengan syarat menggunakan minyak khusus misalnya minyak zaitun dan canola oil, itu pun hanya bisa digunakan satu kali alias tidak digunakan berkali-kali.
  • Harus meminum air putih dalam jumlah banyak sesuai dengan yang tubuh butuhkan, minimal 8 gelas air putih. Jangan meminum alkohol, bahkan softdrink pun harus dihindari.
  • Hindarilah cemilan dan snack yang enak tapi tak sehat, misalnya kue tart dan cake, aneka makanan penutup dan juga permen. Gantilah dengan makanan yang direbus, misalnya kacang rebus, edamame yang direbus, kacang polong dan chestnut, kacang merah juga bisa.
  • Boleh mengonsumsi salad sayur, tetapi pastikan dressingnya menggunakan olive oil dan jangan yang kandungan lemaknya tinggi.

Demikian adalah makanan untuk penderita kanker nasofaring, terapkan pola makan sehat dan rutin lakukan pengobatan supaya pertumbuhan kanker bisa dihentikan, dan tubuh kembali sehat seperti sediakala.

Baca artikel lain mengenai Penambah Trombosit Paling Cepat