Category Archives: Kanker Kulit

Pengobatan Kanker Kulit

Pengobatan Kanker Kulit Secara Medis

Setelah melakukan diagnosa, dokter akan memutuskan cara terbaik untuk mengobati penyakit kanker kulit terhadap pasiennya. Secara medis, pengobatan atau upaya penyembuhan kanker kulit ini terdiri dari beberapa tahapan. Tidak semua jenis tahapan harus dilalui sebab biasanya disesuaikan dengan kondisi atau stadium kanker kulit itu sendiri dan kondisi pasien.

  1. Operasi Mohs Micrographic

Sebagai langkah awal pada pengobatan kanker kulit, biasanya dokter akan melakukan sebuah operasi dengan tujuan untuk mengangkat sel kanker yang muncul di lapisan paling tipis pada jaringan yang ada disekitarnya. Selanjutnya sel kanker yang sudah diambil ini akan diperiksa menggunakan peralatan mikroskop.

Apabila sel kanker masih berada di area pinggir jaringan atau belum terlalu masuk ke dalam kulit pemeriksaannya tetap harus dilakukan secara berulang sampai pada lapisan paling akhir yang bisa dilihat dengan mikroskop. Sistem yang dinamakan mohs micrographic ini biasanya lebih sering dipakai untuk mengecek kanker kulit yang menyerang daerah hidung, bibir, mata dan telinga serta kaki, tangan dan leher.

  1. Operasi Eksisi

Operasi tahap kedua disebut operasi eksisi yang selalu dilakukan oleh tim ahli bedah. Tujuan dari operasi eksisi adalah untuk mengambil dan mengangkat semua jaringan yang terdapat di area sekitar pertumbuhan sel kanker. Kemudian luka yang diakibatkan oleh tindakan operasi akan ditutup lagi menggunakan teknologi jahitan.

Jaringan yang sudah diambil tersebut kemudian dibawa ke laboratorium agar bisa dilakukan pengecekan dan pemeriksaan secara lebih lengkap. Pemeriksaan ini menggunakan peralatan yang dinamakan mikroskopis. Dari pemeriksaan tersebut bisa diketahui bahwa semual sel-sel kanker kulit sudah dapat diangkat semua.

  1. Operasi Elektro

Operasi elektro merupakan operasi ketiga yang dijalankan dengan cara mengerok sel kanker kulit memakai peralatan kuret panas yang tenaga panasnya berasal dari jarum elektrokauter. Operasi ini bertujuan untuk menghancurkan residu sel kanker sekaligus untuk mengantisipasi atau mengontrol pendarahan.

Pada umumnya operasi elektro dilakukan hingga beberapa kali, agar semua lapisan yang ada di dalam jaringan dapat terbebas secara total dari sel-sel kanker kulit yang sifatnya tetap. Jadi tingkat kesembuhannya bisa berada pada posisi nyaris sempurna. Meski demikian, teknik ini dianggap dapat berjalan lebih efektif jika diaplikasikan pada kanker kulit yang menyerang di bagian kelopak mata, bibir, telinga dan sekitar alat kelamin.

  1. Cryosurgery

Cryosurgery adalah sebuah tindakan yang harus dilakukan oleh dokter dengan tujuan utama menghancurkan jaringan sel kanker dengan cara memakai nitrogen cair yang dibekukan. Pada tindakan ini, tidak ada pengangkatan atau pemotongan jaringan. Sehingga tidak ada pula yang namanya pendarahan dan anestesi.

Cryosugery merupakan tindakan yang dapat dilakukan hingga berulang kali sehingga proses penghancuran terhadap sel-sel kanker yang sifatnya ganas dapat dipastikan keberhasilannya. Selain itu cryosugery dianggap sebagai upaya penyembuhan paling aman. Namun sayangnya, dibanding sistem pengobatan lainnya langkah ini mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih rendah. Apalagi dibanding dengan sistem operasi bedah.

  1. Radiasi

Sistem pengobatan berikutnya dinamakan radiasi yang dilakukan dengan menggunakan sinar X-ray. Pancaran sinar X-ray ini dapat diarahkan secara langsung kearah area pertumbuhan sel kanker dan tidak membutuhkan proses anestesi atau pemotongan.

Setelah radiasi serta penghancuran sel kanker dilakukan, butuh beberapa prosedur perawatan lain yang memakan waktu kurang lebih 1 hingga 4 minggu. Selain itu tidak jarang perawatan ini harus dilakukan setiap hari selama sekitar satu bulan.

Perawatan dalam bentuk terapi ini biasanya secara khusus ditujukan pada pasien kanker kulit yang tergolong sulit diatasi dengan teknologi pembedahan. Selain itu juga untuk pasien yang tidak disarankan untuk menjalani operasi misalnya orang lanjut usia maupun penderita yang kondisi kesehatannya sedang memburuk.

  1. Terapi Photodynamic

Prosedur penyembuhan kanker kulit berikutnya, terapi photodynamic lebih sering dilakukan pada sel-sel kanker yang area pertumbuhannya  berada di sekitar area kulit kepala atau wajah. Pada terapi ini, digunakan 5-ALA atau topikal asam 5 aminolevulinic. Agen photosensitizing tersebut kemudian diterapkan terhadap lesi.

Selanjutnya, di area yang sudah diberi obat akan dipancari dengan sinar kuat. Tujuannya agar 5-ALA dapat segera aktif sehingga dapat menghancurkan dan membunuh sel-sel kanker kulit dengan hasil yang lebih optimal.

Meski mampu membunuh sel kanker kulit secara maksimal, namun sistem pengobatan yang satu ini tergolong rendah efek sampingnya. Efek samping tersebut hanya berupa kerusakan di jaringan kulit sekitarnya dalam skala yang sangat rendah. Efek lainnya berupa pembengkakan dan munculnya ruam-ruam merah di kulit.

  1. Operasi Laser

Operasi laser merupakan suatu tindakan operasi yang dilakukan dengan karbon diosida dan difokuskan pada lesi. Pemotongannya dilakukan dalam jaringan sehingga tidak menimbulkan pendarahan. Operasi ini merupakan sebuah pilihan terbaik, terutama jika sel kanker kulitnya timbuh di daerah yang sempit atau kecil misalnya kulit kepala dan wajah.

Tindakan anesti lokal kemungkinan dibutuhkan dalam operasi ini dan biasanya akan memicu munculnya sebuah dampak berupa gangguan pada pigmen. Tapi dibalik dampaknya tersebut, melalui sistem ini dokter bisa melakukan pengontrolan secara lebih maksimal kepada tingkat kedalaman suatu jaringan yang sudah diambil.

  1. Obat Tipikal

Pengobatan tipikal merupakan sistem penyembuhan kanker kulit menggunakan lmiquimod. Obat berbentuk krim ini digosokan secara lembut di bagian tubuh yang kena serangan kanker sebanyak 5 kali dalam seminggu dan harus dilakukan dalam jangka waktu sekitar 6 minggu.

Dari sistem pengobatan ini, kekebalan dan imunitas tubuh bisa ditingkatkan. Hasilnya, tubuh akan lebih kuat menghadapi serangan sel kanker kulit. Bicara tentang efek samping, masing-masing pasien akan menghadapi dampak yang berbeda-beda. Tetapi secara umum dampak ini antara lain berupa warna kulit yang berubah jadi kemerahan, peradangan dan iritasi.

  1. Terapi Kombinasi

Pengobatan atau terapi kombinasi biasanya lebih sering dipilih jika penerapan dari salah satu sistem pengobatan tidak mampu menghasilkan penyembuhan yang maksimal. Caranya adalah mengkombinasikan beberapa sistem pengobatan di atas baik dalam jangka waktu yang sama atau secara berurutan.

Sebelum melakukan tindakan ini, dokter akan memperhitungkan lebih dulu kondisi penderita terutama terkait dengan fisik, usia dan tingkat ketahanan atau imunitasnya dalam menghadapi efek samping dari sistem pengobatan tersebut.

  1. Terapi Alternatif

Itulah beberapa jenis atau sistem pengobatan atau tindakan yang dapat dilakukan oleh dokter dalam rangka untuk menyembuhkan penyakit kanker kulit. Namun selain yang disebutkan di atas, masih ada tindakan lain yang lebih sering disebut dengan istilah terapi alternatif.

Sistem pengobatan yang satu ini bertujuan untuk mengurangi rasa mual atau sakit kepala dan gangguan lainnya setelah menjalani operasi, radiasi atau kemoterapi dan sebagainya. Karena belum diakui secara medis, maka sebelum memilih pengobatan ini sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter yang sedang menangani.

Saat ini sudah banyak ahli kesehatan yang meyakini jika mineral seng, antioksidan, vitamin A, C dan E memiliki khasiat tinggi guna memperbaiki kerusakan jaringan di tubuh. Terutama  yang mengalami kerusakan akibat serangan sel kanker kulit.

Tetapi pada sisi yang lain harus dipahami juga, hingga detik ini belum ada yang bisa memberi bukti jika semua kandungan yang disebutkan diatas dapat menyembuhkan kanker kulit secara total. Jadi sistem pengobatan secara medis tetap dibutuhkann dan harus dilakukan oleh dokter spesialis.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Sarang Semut

Pantangan Bagi Penderita Kanker Kulit

Pantangan Bagi Penderita Kanker Kulit Yang Harus Dihindari

Setiap penyakit memang bisa dicegah kehadirannya. Tapi jika sudah terlanjur kena serangan, maka jalan terbaiknya adalah melakukan pengobatan. Demikian pula dengan penyakit kanker kulit. Namun selain menjalani pengobatan, penderita harus tahu pula beberapa jenis makanan yang tidak boleh disantap agar proses penyembuhan bisa berjalan lebih cepat dan lancar.

Semua orang pasti tahu, bahwa faktor yang membuat sebuah serangan penyakit makin mudah disembuhkan itu banyak sekali. Salah satunya adalah rajin mengkonsumsi obat-obatan. Lalu yang kedua yaitu menghindari makanan yang menjadi pantangan.

Khusus untuk penyakit kanker kulit, terdapat beberapa jenis makanan yang harus dijauhi atau dihindari karena makanan tersebut memiliki sifat karsinogen. Artinya adalah jika dikonsumsi, akan membuat sel kanker mampu tumbuh dan berkembang biak lagi. Bahkan di skala tertentu sel kanker akan jadi lebih kuat dan kebal.

Selain itu sistem pengobatan dan penyembuhan yang telah dijalankan sebelumnya tidak akan mendatangkan hasil yang maksimal. Bahkan serangan kanker bisa makin merajalela dan sulit untuk ditangani. Beberapa jenis makanan yang sifatnya karsinogen tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

Makanan Bakar atau Panggang

Jenis makanan pertama yang harus selalu dihindari oleh penderita kanker kulit yaitu makanan yang diolah dengan sistem bakar atau panggang. Contohnya adalah steak bakar, sate, jagung bakar, udang atau seafood bakar dan sebagainya. Terutama sekali pada bagian yang gosong, karena dapat memicu pertumbuhan sel kanker kulit secara lebih cepat dan ganas.

Daging Olahan

Pantangan berikutnya adalah daging olahan. Para penderita kanker kulit dilarang keras makan dan mengkonsumsi makanan ini. Alasan pertamanya adalah karena mengandung bahan kimia sebagai pengawetnya. Bahkan kimia inilah yang dapat membuat sel kanker bisa tumbuh lagi meski sudah diobati. Contoh makanan daging olahan antara lain yaitu kornet, nugget, bacon, dendeng, sosis, daging asap, ham dan sebagainya.

Daging Merah

Selain daging olahan, daging merah juga harus dihindari dan tidak boleh dikonsumsi apalagi ketika masih menjalani masa pengobatan dan penyembuhan. Sel kanker bisa berkembangbiak dan tumbuh lagi dengan cepat jika nekad mengkonsumsi makanan dari daging merah.

Contoh dari daging merah ini adalah daging kambing, daging babi dan daging sapi. Jangan mengkonsusi daging tersebut jika tidak ingin penyakit kanker yang dideritanya kambuh lagi dan pertumbuhan sel-selnya makin merajalela.

Popcorn

Popcorn yang oleh masyarakat Indonesia lebih dikenal dengan sebutan brondong adalah salah satu jenis makanan yang jumlah penggemarnya sangat banyak. Namun sayangnya untuk saat ini sebagian besar popcorn atau brondong dimasak dengan peralatan microwave.

Padahal menurut hasil penelitian, lapisan yang terdapat dalam peralatan microware itu punya kandungan kimia yang sangat berbahaya bagi para penderita kanker kulit. Kandungan kimia ini dapat menempel pada popcorn, kemudian memicu pertumbuhan sel-sel kanker yang baru.

Bahkan yang lebih parah lagi, bisa memunculkan serangan penyakit lain yaitu paru-paru atau infertilitas. Munculnya penyakit ini dapat berdampak pada kondisi lain yang lebih merugikan yaitu komplikasi.

Keripik Kentang dan Kentang Goreng

Tidak berbeda dengan popcorn atau brondong jagung, keripik dan kentang goreng jadi salah satu makanan yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Tapi sayangnya kentang adalah bahan makanan yang sifat karsinogeniknya tergolong tinggi. Karena itu agar serangan kanker kulit bisa dikendalikan, alangkah baiknya apabila berhenti konsumsi makanan ini selamanya.

Gula Halus

Mungkin banyak penderita kanker kulit yang merasa bingung ketika diharuskan oleh dokter untuk berhenti mengkonsumsi dan menggunakan gula halus dalam setiap makanan yang mau disantap.

Ketika masuk ke dalam tubuh, gula halus dapat meningkatkan kandungan insulin. Jika jumlah kandungan insulin dalam tubuh meningkat dan melebihi batas normal, sel kanker yang sudah dimatikan dapat hidup dan berkembang biak kembali. Gula halus ini sendiri sering digunakan untuk membuat roti, donat, cake dan makanan camilan lainnya khususnya kue kering maupun basah.

Tepung Putih

Jenis makanan berikutnya yang harus dijadikan pantangan bagi siapa saja yang sedang dalam masa pengobatan penyakit kanker kulit adalah tepung putih. Pada umumnya bahan olahan ini sering dipakai untuk membuat roti, pasta dan beberapa jenis makanan lainnya.

Dari penelitian yang sudah dilakukan hingga berulang-ulang kali, hasilnya tetap menunjukan sebuah kesimpulan yang sama. Tepung putih yang mempunyai kandungan karbohidrat tinggi ternyata dapat meningkatkan resiko pertumbuhan sel kanker hingga lebih dari 200%. Apalagi jika penderitanya berjenis kelamin perempuan, resikonya bisa menjadi lebih tinggi lagi.

Makanan Kaleng

Makanan yang diawatkan dan disimpan secara kalengan juga harus dipantang serta dihindari oleh para penderita kanker khususnya kanker kulit. Contoh dari makanan kalengan antara lain yaitu ciki, sarden, sayur atau buah kalengan, snack, whiped cream dan sebagainya.

Sama dengan makanan daging olahan, makanan kalengan juga selalu diberi tambahan berupa bahan pengawet kimiawi yang bisa membuat kondisi para penderita kanker makin bertambah tidak sehat. Sel kanker yang sebelumnya sudah dapat dikendalikan akan memiliki ketahanan yang lebih kuat untuk tumbuh dan berkembangbiak.

Jenis Makanan Lainnya

Selain yang sudah diuraikan di atas, masih terdapat beberapa jenis makanan lain yang perlu dihindari oleh para pasien yang sedang mengalami serangan kanker kulit. Minuman bersoda menjadi salah satu minuman yang dilarang keras untuk dikonsumsi. Termasuk juga minuman yang mengandung alkohol, minuman untuk menambah energi dan yang mengandung karbon.

Ikan salmon, khususnya yang didapatkan dari hasil peternakan sangat tidak bagus dikonsumsi penderita kanker termasuk kanker kulit. Jika tetap ingin mengkonsumsi, sebaiknya memilih ikan salmon yang diperoleh secara langsung dari alam dengan catatan, jumlah konsumsinya tetap harus dibatasi dan akan jadi lebih baik lagi apabila tidak mengkonsumsi sama sekali.

Buah dan sayur merupakan jenis makanan atau santapan yang sebenarnya sangat bagus untuk dikonsumsi oleh penderita kanker. Namun sebaiknya memilih sayur serta buah yang ditanam secara alami atau organik tanpa memakai pupuk kimia atau pestisida. Kedua bahan ini sangat berbahaya bagi tubuh dan dapat menghidupkan lagi sel-sel kanker yang sebetulnya sudah bisa dimatikan oleh sistem pengobatan.

Aneka macam makanan khususnya camilan yang diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak juga perlu dihindari. Termasuk juga makanan instan atau cepat saji seperti pizza, hot dog, burger dan sebagainya. Semua ini merupakan makanan sampah atau junkfoon yang akan membuat sel kanker makin bertambah kebal terhadap sistem pengobatan dari dokter.

Demikian pula dengan mie instan serta makanan maupun minuman lain yang dikasih bahan tambahan berupa pemanis buatan. Termasuk daging ayam yang dalam sering diberi hormon pertumbuhan dalam jumlah melebihi batas kewajaran. Cara ini seringkali dilakukan oleh para perternak nakal agar ayam tersebut bisa cepat dipanen atau disembelih serta memiliki daging yang lebih banyak.

Itulah beberapa jenis santapan dan minuman yang harus dijadikan pantangan oleh para pasien yang sedang menderita penyakit kanker kulit. Dilihat dari jumlahnya, memang sangat banyak dan membuat siapa saja akan merasa sulit untuk menjalankannya.

Tapi bagaimanapun, juga pantangan tersebut harus tetap dijalani demi kesembuhan sekaligus sebagai upaya pencegahan agar penyakit kanker kulit tidak bisa kambuh kembali. Jadi tinggal dipilih, mau sembuh dan sehat atau hidup dalam kesengsaraan karena serangan kanker kulit.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Sarang Semut

Gejala Kanker Kulit

Cara Mengenali Gejala Kanker Kulit Secara Mandiri

Dari tahun ke tahun, jumlah penderita kanker kulit terus mengalami peningkatan. Tetapi pada sisi yang lain, sebetulnya penyakit ini dapat dideteksi secara lebih dini. Bahkan pendektesian tersebut bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan dari orang lain atau dokter. Melalui deteksi dini pencegahan dapat dijalankan dengan lebih optimal.

Mengenal Ciri-Ciri Kanker Kulit

Setidaknya ada dua metode untuk melakukan identifikasi serangan sel kanker kulit di tubuh. Metode pertama adalah dengan mempelajari ciri atau tanda dari pemunculkan sel kanker kulit tersebut. Ciri ini sendiri terdiri dari beberapa macam, yakni:

  • Kanker sel basal merupakan kanker kulit yang paling sering ditemui di bagian tubuh yang sering kena pancaran sinar matahari seperti wajah, leher dan lengan. Kanker ini berbentuk datar dan keras serta berwarna pucat. Selain itu mudah berdarah karena sel kanker ini bisa membuat pembuluh darah menjadi tidak normal.
  • Kanker sel skuamosa, merupakan kanker kulit yang kasusnya lebih sering terjadi pada lengan, kepala dan leher. Bentuknya berbentuk benjolan dan bersisik kasar. Warnanya cenderung merah dan kadangnya menimbulkan pendarahan.
  • Kanker keratosis aktinik merupakan kanker kulit yang bentuknya seperti bintik-bintik namun bersifat kasar. Warnanya merah muda seperti daging dan lebih sering muncul di wajah, punggung tangan, lengan dan telinga.
  • Kanker melonoma, adalah kanker kulit yang bentuknya seperti tahi lalat tetapi dengan warna yang sangat bervariasi dan memiliki ukuran lebih besar dibandingkan tahi lalat biasa. Selain itu ukuran, bentuk dan warnanya tidak teratur.

Setelah mengenali ciri-ciri kanker kulit berdasarkan jenisnya, identifikasi selanjutnya adalah dengan cara memahami tanda-tandanya. Tanda pertama adalah saat terjadi pertumbuhan baru, benjolan serta bintik kanker yang memunculkan luka tidak dapat disembuhkan dalam dalam waktu singkat. Penyembuhannya paling sedikit butuh waktu sekitar 2 hingga bulan.

Tanda peringatan berikutnya yang harus selalu diperhatikan adalah, munculnya rasa gatal dan sakit atau nyeri pada tahi lalat yang kena serangan sel kanker kulit. Selain itu warna tahi lalat jadi berubah kemerahan dan ada pembengkakan di area sekitarnya. Gejala-gejala ini memang tidak selalu terjadi, namun adanya pigmentasi yang tidak merata tetap menjadi pertanda yang harus diwaspadai.

Pemeriksaan Diri Untuk Penyakit Kanker Kulit  

Pemeriksaan diri dari resiko serangan penyakit kanker kulit bisa dilaksanakan melalui empat jenis meteode. Adapun metode yang pertama adalah dengan menentukan jadwal pemeriksaan sendiri misalnya setiap bulan dengan tanggal yang selalu sama.

Setelah jadwal ditentukan, pada tanggal tersebut berdirilah di hadapan cermin besar yang bisa memperlihatkan semua bagian tubuh karena kanker sel kanker kulit bisa muncul di area mana saja. Teliti secermat mungkin untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda sel kanker kulit yang muncul.

Menulis daftar bagian tubuh mana saja yang harus dicek dan diperiksa sendiri adalah metode pemeriksaan diri yang ketiga. Bagian tubuh yang perlu diperiksa secara lebih teliti antara lain adalah bagian wajah, telinga, hidung, bibir, mata serta belakang telinga. Bagian dalam mulut juga perlu diperiksa dan gunakan lampu senter untuk melakukan tugas tersebut.

Bagian tubuh selanjutnya adalah bahu, leher, dada dan perut. Bagi kaum wanita, disarankan mengangkat payudaranya agar dada yang ada di bawahnya bisa terlihat dengan jelas. Ketiak, tangan, lengan, kuku dan sela-sela jari juga perlu diperiksa.

Demikian pula dengan pantat, area sekitar alat kelamin, punggung atas dan bawah, belakang leher, kaki, telapak kaki, kuku dan sela jari kaki, pergelangan dan tumit kaki. Termasuk juga betis. paha depan dan belakang serta bagian bawah kaki atau lutut. Selain itu yang tidak boleh dilupakan adalah bagian atas kepala yang harus dicek dengan cara membelah rambut satu per satu.

Selain melihat secara langsung baik melalui kaca dan dengan mata telanjang, pengecekan diri juga harus dilakukan dengan sistem rabaan. Rasakan secara seksama, apakah ada pembesaran atau benjolan aneh di semua bagian tubuh seperti yang sudah disebutkan di atas.

Melakukan pemeriksaan kanker kulit dengan rabaan tangan memang lebih sulit, karena tanda atau gejalanya lebih kecil hanya sebesar tahi lalat saja atau berbentuk bintik-bintik. Tetapi hal ini tetap harus dilakukan karena tidak semua tanda atau gejala tersebut bisa terlihat oleh mata apalagi dengan kaca.

Masuk metode keempat, segera berkunjung ke rumah sakit agar bisa lebih cepat mendapatkan bantuan medis ketika menjumpai hal-hal yang dirasakan janggal saat melakukan pemeriksaan diri. Jangan sekali-sekali menunda, sehingga serangkan kanker kulit dapat diantisipasi secara dini sehingga tidak masuk pada stadium yang berat.

Tips Mencegah Kanker Kulit

Selain yang disebutkan di atas masih ada beberapa tips lain untuk mencegah, menyembuhkan dan menanggulangi serangan kanker kulit. Salah satunya, saat harus menjalani operasi bedah karena penyakit lain dan lukanya tidak kunjung sembuh, jangan tunda untuk menemui dokter agar bisa diketahui penyebabnya secara pasti.

Bisa jadi luka operasi yang tidak sembuh-sembuh tersebut merupakan gejala awal adanya sel kanker kulit yang sebelumnya tidak terdeteksi. Meski kemungkinannya tergolong kecil, tetapi tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga dan melakukan antisipasi atas hal-hal yang sama sekali tidak diharapkan.

Selain itu harus diketahui, orang yang lebih sering terkena pancaran sinar matahari memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena serangan sel kanker kulit. Bahkan ada hasil penelitian yang menunjukan kemungkinan tersebut dua kali lebih besar dibandingkan yang jarang kena pancaran sinar matahari. Apalagi untuk mereka yang kulitnya cenderung putih dan terang.

Oleh karena itu, lakukan sistem perlindungan yang maksimal ketika berada di tempat dimana matahari sering memunculkan sinarnya dengan garang seperti pantai, lapangan olahraga dan sebagainya. Ketika berada di tempat-tempat semacam itu, gunakan baju lengan panjang, topi atau payung dan kacamata hitam.

Jika keadaan tidak memungkinkan untuk mengenakan semua alat pelindung tersebut, langkah terbaik yang perlu ditempuh yaitu menggunakan tabir surya atau sun block sesering mungkin. Terutama sekali pada jam-jam antara 10 pagi hingga 4 sore. Pada jam-jam tersebut matahari akan mengeluarkan sinar UV atau ultraviolet secara maksimal.

UV atau sinar ultraviolet merupakan salah satu penyebab utama dari kanker kulit. Tapi selain itu masih ada sinar ultraviolet lain yang asalnya bukan dari sinar matahari. Contohnya radiasi infra merah, gelombang radio, sinar X dan sebagainya.

Untuk itu gunakan ponsel seperlunya saja karena perangkat ini bisa memancarkan gelombang radio yang sangat tinggi saat sedang diaktifkan. Selain itu jika tidak dipakai, sebaiknya hand phone atau ponsel diletakan pada tempat yang agak jauh dari tubuh.

Selain sinar UV, faktor genetika atau keturunan juga sering disebut sebagai penyebab kanker termasuk kanker kulit. Banyak ahli kesehatan yang menyatakan bahwa orang yang memiliki garis keturunan kanker kulit punya resiko lebih besar mendapat serangan penyakit ini. Karena itu mereka harus lebih waspada dan tidak boleh melupakan pemeriksaan dini secara rutin.

Di luar yang disebutkan diatas, penerapan gaya hidup sehat tetap jadi tips paling utama untuk menghindari diri dari serangan kanker kulit. Rajin olahraga, menghindari rokok dan minuman keras, menghidari stres dan seterusnya akan membuat tubuh selalu dalam kondisi yang sehat. Jika kondisinya selalu sehat, maka resiko kena kanker kulit dapat berkurang.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Sarang Semut