Category Archives: Kanker Hati

Kanker Hati Menular

Apakah Kanker Hati Menular? Baca Penjelasan Lengkapnya Di Sini!

Ada banyak kabar yang beredar di masyarakat mengenai penyakit kanker. Salah satunya adalah penyakit kanker yang bisa menular. Salah satu jenis penyakit yang dikabarkan bisa menular dan sangat ditakutkan adalah kanker hati. Sebelum sampai ke tahapan kanker hati, sebelumnya ada banyak tahapan yang akan dilalui sebelum benar-benar didiagnosis sebagai kanker hati.

Tak hanya kanker, penyakit hati itu sebenarnya ada beragam macam jenisnya. Akan tetapi, sekalipun jenis penyakit hati yang dimiliki jarang ditemukan, mematikan atau tidak, proses kerusakan pada liver terjadi dan berkembang dengan sama saja. Dimulai dengan adanya peradangan, lalu berlanjut pada pembentukan jaringan parut dan kemudian terjadi sirosis hingga akhirnya hati pun mengalami gagal fungsi.

Berlanjut Ke Hal Yang Paling Penting, Apakah Kanker Liver Menular Atau Tidak?

Rupanya hal itu bisa dijawab tergantung dari penyebab terjadinya kanker hati itu sendiri. Yang menyebabkan kanker hati terjadi ada banyak halnya, hal-hal yang paling utama adalah penganut gaya hidup yang tidak sehat. Selain itu juga mengidap penyakit tertentu yang kelak berkembang menjadi kanker hati. Topik ini akan dibahas lebih lanjut.

Beda halnya dengan penderita kanker yang sudah memiliki penyakit bawaan, mereka lebih waspada dan segera menyadari keberadaan kanker hati, sehingga kemungkinan sembuh jauh lebih besar. Akan tetapi mereka yang terbiasa hidup tak sehat dan tak memiliki gangguan kesehatan apapun terkadang kurang peduli dengan kesehatannya sendiri.

Oleh sebab itu, jika termasuk ke dalam kelompok orang yang kedua, sebaiknya ketahui beberapa gejala utama kanker hati berikut ini.

  • Selalu merasa cepat kenyang, padahal makan hanya sedikit sekali porsinya.
  • Seringkali merasa mual-mual tak jelas dan akhirnya muntah.
  • Hati membengkak yang ditandai adanya benjolan yang muncul di bagian kanan tubuh. Tepatnya di area bawah tulang rusuk.
  • Limpa ikut membengkak, terasa seperti ada benjolan yang keluar dari tulang rusuk kiri bagian bawah.
  • Muncul sakit pada perut atau di daerah tulang belikat kanan dengan sering.
  • Perut yang ikut membengkak dikarenakan ada cairan.
  • Muncul penyakit kuning, yang ditandai kulit serta putih mata jadi kekuningan.

Selain ciri-ciri khusus yang telah disebutkan di atas, ternyata masih banyak sekali gejala kanker hati yang muncul dan menyerupai jenis penyakit lain—misal usus buntu, sehingga diperlukan pemeriksaan yang lebih lanjut dan khusus untuk mengindari terjadinya salah diagnosis yang bisa mengakibatkan gejala yang terus berkembang serta memperparah kondisi si pasien.

Beberapa ciri tambahan yang biasa mengiringi gejala yang telah disebutkan sebelumnya adalah:

  • Turun berat badan secara drastis tanpa adanya sebab.
  • Selera makan hilang total.
  • Badan terasa gatal-gatal tak jelas.
  • Sering demam.
  • Pembuluh darah yang ada dalam perut membesar dan bengkak sampai nampak di permukaan kulit perut.
  • Munculnya memar-memar dan juga pendarahan yang tak biasa terjadi.

Penjelasan Kanker Hati Menular atau Tidak

Jika gejala kanker hati bisa menyerupai penyakit lain, bisa jadi gejala muncul yang diduga kanker hati bisa saja bukan penyakit tersebut. Buatlah janji dengan dokter dalam dan lakukan pemeriksaan menyeluruh supaya bisa menemukan diagnosis paling tepat serta bisa melakukan penanganan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Kanker hati memiliki dua jenis yang paling umum di masyarakat, yakni hemokromatosis dan alpha-1 antitrypsin. Selain itu, yang dimaksud dengan perlemakan hati adalah kondisi fatal yang disebabkan oleh terbiasa melakukan gaya hidup tidak sehat setiap harinya, seseorang yang pecandu alkohol atau alcoholic fatty liver, serta mereka yang gemar mengonsumsi makanan berlemak dalam jumlah besar dan hampir tak pernah berolahraga  atau non-alcoholic fatty liver, memiliki risiko mengalami pelemakan hati yang sebabkan kanker. Karena merupakan kebiasaan masing-masing individu, maka sudah bisa dipastikan kanker hati menular kansnya sangat kecil, alias tidak menular.

Akan tetapi, beda halnya dengan kanker hati yang diakibatkan oleh virus hepatitis, yang satu ini memiliki risiko penularan virusnya. Hepatitis menular karena memiliki sifat virus menginfeksi, dan ada banyak jenis virus yang bisa sebabkan hepatitis, yakni hepatitis A, Hepatitis B, hepatitis C, Hepatitis D, dan hepatitis E.

Lantas seperti apa penularan virus hepatitis bisa terjadi? Walaupun menular, namun tidak berarti penyebarannya sama mudah dan sederhana seperti penularan virus flu atau batuk. Tidak mudah menular seperti liur karena bersin dan batuk, atau juga karena sentuhan fisik. Ketahuilah bahwa sebenarnya virus hepatitis ini ternyata tidak ditemukan dalam air liur, batuk, bahkan dalam ASI atau air susu ibu. Proses penularan virus ini bergantung pada jenis virusnya itu sendiri, kompleks dibanding penularan virus biasa.

Perilaku yang Berisiko Kanker Hati Menular

Ada beberapa perilaku khusus yang bisa meningkatkan risiko terinfeksi virus Hepatitis yang menyebabkan kanker, misalnya:

  • Berada dalam satu lingkungan dalam jangka waktu yang lama bersama barang pribadi penderita hepatitis. Misalnya ikut menggunakan alat minum atau alat cukurnya.
  • Tak sengaja mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh feses dengan virus hepatitis, biasanya menjadi jalur penularan dari Hepatitis E dan juga Hepatitis A.
  • Pengguna narkoba jarum suntik dan menggunakan jarum suntik bergantian dengan orang lain. Hal ini memperbesar kans tertular virus hepatitis, apalagi jika salah satunya adalah penderita Hepatitis.
  • Melakukan kontak langsung dengan darah dari pasien hepatitis, atau sampel darah dengan virus hepatitis. Mereka yang bekerja di institusi kesehatan memiiki risiko besar mengidap hepatitis karena kontak yang tak sengaja.
  • Melakukan tato, atau menindik tubuh bahkan meni pedi dengan alat yang tak steril dan sembarangan.
  • Melakukan hubungan intim baik itu secara normal, oral dan anal dengan orang-orang yang sudah memiliki virus hepatitis apapun. Cara ini menjadi jalur yang paling sering terjadinya infeksi Hepatitis D, Hepatitis C dan juga Hepatitis B.
  • Tak sengaja mendapat transfusi darah dari pendonor yang sudah terinfeksi virus.
  • Ibu hamil bisa menularkan infeksi pada anaknya, bukan lewat ASI namun lewat darah atau cairan dari organ vital saat melahirkan.

Cara Mencegah Penularan Kanker Hati Karena Hepatitis

Untuk mencegah terjadinya penularan dari hepatitis virus, maka cara yang paling tepat adalah dengan menjaga kebersihan diri dengan baik-baik. Kemudian hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah Hepatitis penyebab kanker hati menular adalah:

  • Vaksin hepatitis yang lengkap, yaitu Hepatitis A-B.
  • Menjadikan cuci tangan sebagai kebiasaan. Tak hanya sebelum dan sesudah makan, namun juga setelah keluar dari kamar kecil, setelah membersihkan pee dan poop bayi, saat menyiapkan makanan dan setelahnya, dan lain sebagainya.
  • Selalu mencuci sayuran dan juga buah sebelum disantap mentah.
  • Daging-dagingan dimasak sampai matang betul.
  • Jangan pakai narkoba!
  • Waspada dalam penggunaan jarum, pastikan jarumnya selalu baru.
  • Setia dengan satu pasangan dan lakukan hubungan intim yang aman.

Semoga dengan ulasan tersebut, terjawab apakah kanker hati menular atau tidak.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Nasofaring

Gejala Sirosis Hati

Gejala Sirosis Hati dan Pola Makan untuk Pasien Sirosis Hati

Apabila mendengar kanker hati, pasti akan selaluikut mendengar sirosis disebut-sebut. Lantas apa sebenarnya sirosis hati? Dan apa pula gejala yang muncul? Tak banyak yang mengetahui secara pasi mengenai apa itu sirosis, selain merupakan penyakit hati yang berbahaya. Sirosis merupakan sebuah kondisi dimana jaringan parut di hati terbentuk sebab hati yang rusak dalam jangka panjang. Kemudian penyakit ini berikembang secara perlahan sedikit demi sedikit, jaringan parut lantas menggantikan jaringan yang sehat sampai akhirnya hati kehilangan fungsinya. Jaringan parut akan menghambat adanya aliran darah yang melewati hati, itulah yang kemudian sebabkan kerja hati jadi tak maksimal bahkan jadi terhenti sama sekali.

Yang harus menjadi catatan adalah kerusakan yang disebabkan oleh sirosis itu tak akan bisa diperbaiki, dan parahnya bisa meluas lebih besar lagi sampai akhirnya menyebabkan hati kehilangan fungsinya. Inilah yang kemudian dikenal dengan istilah medis gagal hati dan sebabkan kematian. Perkembangan sirosis hati ini memakan waktu sampai tahunan, karena terjadi perlahan sedikit demi sedikit. Penanganan yang dilakukan oleh tenaga ahli umumnya sebagai cara untuk memperlambat perkembangan dari penyakit itu sendiri.

Merasa bahwa hati biasa-biasa saja? Ketahuilah bahwa hati merupakan organ padat yang ukurannya paling besar jika dibandingkan dengan organ lainnya dalam tubuh manusia. Fungsi hati antara lain:

  • Menjadi tempat penyimpanan nutrisi berlebih, sekaligus mengembalikan nutrisi tersebut melalui aliran darah ke seluruh tubuh.
  • Untuk memproduksi protein di dalam darah yang bisa membantu pengiriman oksigen, membantu penggumpalan dan untuk imun tubuh kita.
  • Untuk menyimpan gula, dengan bentuk glikogen.
  • Jika ada unsur yang berbahaya dalam tubuh maka hati yang akan menyingkirkan unsur tersebut dari aliran darah, misalnya obat-obatan dan juga alkohol.
  • Menghasilkan kolesterol dan hancurkan lemak.
  • Dalam mencerna makanan dibutuhkan empedu, dan hatilah yang memproduksi cairan tersebut.

Luar biasa sekali kinerja hati, dan bisa dikatakan hati ini adalah organ yang sangat tangguh. Hati akan terus bekerja sebisanya walau ia berada dalam keadaan yang rusak. Bahkan hati juga akan berusaha untuk memperbaiki dirinya sendiri, sampai organ rusak total dan tidak ada fungsi yang bisa dilakukan sama sekali.

Macam-macam Gejala Sirosis Hati yang harus Diwaspadai

  • Selera makan yang hilang sama sekali. Diawali oleh selera makan yang berkurang sedikit demi sedikit, setelah terbiasa dengan malas makan akhirnya selera makan jadi hilang sama sekali. Hal ini kemudian berhubungan dengan gejala sirosis hati lainnya, saling bersinambungan.
  • Karena selera makan yang menurun, akhirnya selalu merasa kekurangan energi, lalu merasa letih dan ngantuk.
  • Kemudian terjadi perubahan dalam tubuh yakni pergelangan kaki dan perut bengkak.
  • Ada kalanya berat badan naik secara drastis, atau juga langsung turun drastis.
  • Muncul demam dengan sering, lalu menggigil atau meriang parah.
  • Sering mengalami susah bernapas, sesak.
  • Kulit dan mata jadi kuning (jaundice atau sakit kuning).
  • Sering merasa mual-mual dan akhirnya jadi muntah.
  • Lebih parahnya adalah sering terjadi muntah darah.
  • Saat buang air besar dan kecil, terjadi perubahan warna dari biasanya. Bahkan terkadang disertai oleh adanya darah.
  • Gatal-gatal yang menyerang seluruh kulit.

Adapun gejala sirosis hati yang akan terjadi jika penyakit ini menjangkiti anak-anak atau bayi, antara lain adalah sebagai berikut.

  • Perut anak jadi membengkak dan membesar.
  • Nafsu makan anak jadi menurun drastis dan akhirnya jadi berimbas pada berat badan anak pun jadi ikut turun.
  • Jika terjadi pada anak lelaki, maka terjadi pubertas dini.
  • Muncul sakit perut yang terus menerus.
  • Anak sering mengeluhkan mual-mual dan akhirnya muntah-muntah.
  • Bola mata (putihnya) menguning, bahkan kulit juga mulai menguning.
  • Anak jadi sering mengalami demam.
  • Anak mengeluhkan gatal-gatal, sekujur kulitnya juga terasa gatal.
  • Pembuluh darah atau vena yang ada dalam perut jadi membesar, membengkak sampai-sampai bisa dilihat dari permukaan kulit perut.

Pola Makan untuk Mencegah Sirosis Hati

Lakukan terapi diet nutrisi. Berikut ini adalah prinsipnya.

  • Karena kebutuhan energi untuk memperbaiki kebutuhan gizi meningkat, dan berkepanjangan, supaya bisa mendorong regenerasi hati juga. Per hari kebutuhan kalori rata-rata adalah atara 2.000 sampai 2.500 kalori.
  • Melakukan diet protein tinggi memiliki manfaat untuk meregenerasi hati lebih cepat dan untuk isi ulang protein plasma. Jika tidak koma hepatik maka disarankan supata dapatkan asupan protein tinggi kurang lebih 1.2 mg per kilogram berat badan. Sementara itu, jika pasien sedang koma atau prakoma sekalipun, harus hentikan asupan protein sebelum masa krisisnya lewat.
  • Hati harus menyimpan glikogen dan diperlukan asupan karbohidrat untuk melakukannya. Paling tidak sebanyak 60% kalori tersebut didapatkan dari karbohidrat, selain menyediakan energi, juga akan melindungi kondisi hati dari kerusakan yang lebih jauh lagi.
  • Karena serat yang sifatnya mengganggu itu harus dihilangkan dengan mengonsumsi sereal olahan, jangan lupa juga lebih banyak mengonsumsi sayuran yang rendah seratnya dan jangan lupakan buah-buahan, sereal olahan pun baik disantap tiap harinya.
  • Ada banyak sekali pasien sirosis yang juga mengalami malabsorpsi lemak, itulah kenapa membatasi lemak harus dilakukan. Adapun jumlah lemak yang harus masuk dalam diet itu variatif, tergantung sebesar apa toleransi tubuh pasien itu sendiri. Contoh lemak yang bisa diberikan adalah lemak emulsi seperti mentega, krim, susu dan telur, itu karena mudah dicerna. Lantas, trigliserida rantai menengah yang terdapat di dalam minyak kelapa juga direkomendasikan, sebab akan langsung diserap tanpa perlu melalui proses pencernaan seperti bahan makanan lainnya.
  • Jenis vitamin yang larut lemak seperti A dan B tak akan bisa diserap dengan sempurna oleh tubuh dikarenakan asupan lemak dan penyerapannya terganggu, itulah kenapa suplementasi vitamin larut lemak sangatlah dibutuhkan oleh pasien.
  • Kelengkapan nutrisi bisa dicukupi dengan asupan mineral yang lengkap. Jumlah dari kalsium juga magnesium pun harus cukup, tetapi untuk asupan natrium harus sedikit dibatasi apabila terjadi retensi air di dalam tubuh pasien.

Catatan: Hal yang harus diperhatikan:

  • Menyajikan makanan yang teksturnya halus dan lunak.
  • Lakukan diet cairan sebanyak 6 sampai 8 gelas dalam satu hari.
  • Wajib membatasi penggunaan garam tiap kali mereka memasak.
  • Pasien diwajibkan memakan menu diet yang telah diberikan pada mereka.
  • Jangan dulu makan dalam jumlah yang banyak.
  • Pastikan madu, gula, sereal, glukosa, sereal serta kacang-kacangan dan produksi susu harus dalam jumlah yang dibutuhkan.
  • Harus didukung dan diusahakan supaya selalu makan sesuai kebutuhannya.
  • Jenis-jenis makanan yang harus dihindari adalah makanan yang berminyak, mengandung lemak, yang digoreng, bahkan dengan minyak sayur sekalipun. Selain itu, sayuran-sayuran dan jenis makanan lain yang bumbunya terlalu banyak pun harus dihindari.
  • Selama satu tahun setelah terjadi serangan, hindari alkohol. Jauh lebihbagus apabila dihindari sama sekali selamanya.

Jadi sekarang sudah tahu, bukan gejala sirosis hati dan cara pencegahannya? Semoga tetap sehat ya.

Baca artikel lain mengenai Makanan Sehat Setelah Operasi Kanker Payudara

Makanan untuk Penderita Sirosis Hati

Bukan Sembarangan Makanan, Ini Daftar Makanan untuk Penderita Sirosis Hati

Makanan untuk penderita sirosis hati tidak boleh sembarangan. Seseorang yang memiliki penyakit sirosis hati harus selektif dalam memilih makanan. Selain harus  sehat dan higienis, tidak semua makanan dapat dikonsumsi. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang makanan apa saja yang bisa dikonsumsi penderita penyakit sirosis hati, ada baiknya kita mempelajari apa yang dimaksud penyakit sirosis hati. Penyakit sirosis hati merupakan penyakit kerusakan hati dari berbagai sebab. Penyakit sirosis hati juga dapa menyebabkan rusaknya jaringan perut dan gagal hati.

Sirosis hati menyebabkan munculnya jaringan parut di hati yang dapat menyebabkan kerusakan kronis. Jaringan ini dapat menghambat peredaran darah sehingga fungsi hati akan terganggu. Kerusakan jaringan ini akan menyebabkan hati tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga kinerja tubuh akan terhambat.

Sirosis hati juga dapat menyebabkan gagal hati jika terjadi dalam waktu yang cukup lama dan tidak segera ditangani. Seperti yang kita ketahui bahwa hati mempunyai peranan penting dalam tubuh kita. Banyak sekali fungsi hati dalam tubuh, di antaranya:

  1. Menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
  2. Menghasilkan kolesterol dan menghancurkan lemah jenuh.
  3. Menghasilkan cairan empedu yang dapat membantu proses pencernaan makanan, dan lain-lain.

Gejala Terjadinya Penyakit Sirosis Hati

Penyakit sirosis hati mempunyai gejala sebagai berikut.

  1. Nafsu makan berkurang.
  2. Mudah letih, mengantuk, dan kurang bersemangat.
  3. Penurunan atau berat badan naik secara tiba-tiba.
  4. Mual dan muntah.
  5. Demam yang berkelanjutan.
  6. Warna air kencing yang berubah, bahkan terkadang disertai darah.
  7. Kulit gatal-gatal.
  8. Sesak napas dan kulit menjadi pucat.

Jika kita memiliki gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter atau klinik terdekat.

Makanan Terbaik untuk Penderita Penyakit Sirosis Hati

Tidak semua makanan cocok dikonsumsi oleh penderita sirosis hati, salah-salah malah akan memperburuk keadaan mereka. Oleh sebab itu, ketahuilah makanan untuk penderita penyakit sirosis hati di antaranya sebagai berikut ini.

1. Cuka Sari Apel

Apel memiliki kandungan mineral dan nutrisi yang tinggi. Buah ini juga sangat baik untuk dikonsumsi. Selain itu, apel juga dapa diolah menjadi berbagai olahan makanan dan minuman, seperti jus apel, sari apel, dodol apel, keripik apel dan lain sebagainya.

Namun siapa yang menyangka kalau apel merupakan makanan yang dapat dikonsumsi oleh penderita sirosis hati. Terutama cuka sari apel. Selain menjadi obat kolesterol yang ampuh, cuka sari apel ternyata juga ampuh untuk mengobati penyakit sirosis hati, juga dianjurkan untuk dikonsumsi para penderita sirosis hati.

Cara membuat minuman cuka sari apel supaya dapat dikonsumsi oleh penderita penyakit  sirosis hati cukup mudah. Caranya adalah siapkan air, lalu tambahkan sesendok makan cuka sari apel dan sesendok teh madu murni. Aduk sampai rata lalu minum. Biasakan mengonsumsi cuka sari apel tiga kali sehari.

2. Pepaya

Buah yang satu ini tentunya mudah sekali kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Buah yang mengandung banyak vitamin dan mineral ini memiliki banyak khasiat seperti mengobati susah buang air besar. Selain itu, buah ini juga baik dikonsumsi untuk penderita spenyakit sirosis hati. Juga dipercaya mampu menjaga kondisi hati. Untuk penderita penyakit sirosis hati juga dapat mengonsumsi buah ini. Buah yang memiliki warna kemerahan saat matang dan memiliki rasa yang manis ini dapat dikonsumsi secara langsung atau dibuat jus.

Cara membuat jus pepaya untuk penderita sirosis hati adalah.ambil jus pepaya 2 sendok makan, lalu campurkan satu setengah sendok teh jus lemon segar. Campurkan lalu minum. kita bisa mengonsumsi jus ini 3 sampai empat kali dalam sehari.

3. Pare

Makanan untuk penderita sirosis hati lainnya adalah pare. Beberapa orang mungkin tidak suka dengan makanan yang satu ini karena memiliki rasa yang pahit. Namun ternyata makanan ini memiliki kandungan dan khasiat yang bermanfaat untuk tubuh. Rasa pahit yang dimiliki oleh pare ternyata baik untuk menyehatkan fungsi hati. Rasa ini pula yang dapat merangsang produksi cairan empedu yang membantu dalam proses pencernaan.

4. Asparagus

Bahan makanan lain yang baik untuk penderita sirosis hati adalah asparagus. Mengonsumsi asparagus akan membantu proses pengeluaran racun oleh hati. Ini juga dapat membantu mendetoksifikasi hati sehingga hati dapat bekerja lebih maksimal. Bahkan bagi mereka yang kerap mengonsumsi alkohol, asparagus dapat  membantu proses pengeluaran racun oleh hati.

5. Bit dan Wortel

Wortel merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral. Terutama vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Wortel juga baik dikonsumsi oleh penderita penyakit sirosis hati. Selain wortel, bit juga baik dikonsumsi oleh penderita penyakit sirosis hati. Wortel dan bit merupakan dua bahan yang sering digunakan untuk membuat salad. Kandungan nutrisi dan juga vitamin dalam dua bahan makanan ini sangat tinggi, seperti vitamin A, beta karoten, flavonoid mempunyai peran penting dalam proses pembersihan hati. Selain itu juga dapat meningkatkan kesehatan mata.

6. Kunyit

Tanaman yang memiliki warna kekuningan ini juga bagus untuk penderita penyakit sirosis hati. Kunyit biasanya digunakan untuk membuat obat herbal atau jamu. Tanaman ini bisa dikembangbiakan di rumah kita. Cara menanamnya pun cukup mudah, cukup menanam sepotong rimpangnya saja bisa menumbuhkan tanaman yang satu ini. Kunyit mengandung zat anti inflamasi yang dapat membantu  menjaga kesehatan hati.

Itulah beberapa daftar makanan yang baik dikonsumsi oleh penderita penyakit sirosis hati. Dalam memilih makanan para penderita harus berhati-hati karena tidak semua makanan dapat dicerna dengan baik. Oleh karena itu, mungkin daftar makanan di atas dapat membantu kita yang tengah mencari informasi seputar penyakit sirosis hati.

Penting untuk Dikehatui Penderita Sirosis Hati

Untuk pengingat, mengonsumsi minuman keras atau alkohol dapat merusak fungsi hati. Oleh karena itu, berhenti meminum minuman yang mengandung alkohol, karena selain merusak hati, minuman ini juga dapat merusak organ tubuh yang lain seperti ginjal, jantung dan juga dapat merusak kesehatan tubuh. Hindari minuman beralkohol agar kesehatan tubuh kita terjaga.

Selain itu, kita juga dapat memulai pola hidup yang sehat. Seperti mulai mengonsumsi sayuran bagi kita yang sebelumnya tidak menyukai sayuran. Jangan lupa untuk menyempatkan diri berolahraga setiap hari. Sesibuk apapun, cobalah meluangkan waktu untuk berolahraga demi kesehaan tubuh kita.

Karena penyakit sirosis hati juga dapat disebabkan oleh penyakit hepatitis (yang dapat menular melalui makanan dan minuman) sebaiknya kita juga berjaga-jaga dengan senantiasa jagalah kebersihan makanan serta minuman yang akan dikonsumsi. Selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum makan. Jangan malas mandi apalagi jika habis beraktivitas di luar ruangan dan bersentuhan dengan banyak orang. Bagi mereka yang mempunyai penyakit sirosis hati diharapkan lebih selektif dan teliti dalam memilih makanan untuk penderita sirosis hati. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Bengkak Setelah Operasi Kanker Payudara