Category Archives: Kanker Hati

Kanker Hati Sembuh

Peluang Kanker Hati Sembuh Apakah Sangat Besar?

Kanker memang termasuk jenis penyakit yang mematikan. Ada banyak sekali penderita kanker yang pada akhirnya meninggal meski sudah mendapatkan pengobatan maksimal. Hal ini karena sel-sel penyebab kanker bisa menyebar dengan sangat cepat dan membuat kondisi tubuh menjadi sangat lemah.

Meski demikian, bukan berarti tidak bisa disembuhkan. Beberapa jenis kanker seperti kanker hati memiliki peluang sembuh yang lumayan besar. Ingin mengetahui fakta lebih dalam mengenai kesembuhan dari kanker hati?

Artikel ini akan memberikan beberapa informasi mengenai harapan untuk kanker hati sembuh berdasarkan fakta-fakta yang kami dapatkan.

Mengenal Kanker Hati dan Penyebabnya

Kanker hati memiliki beberapa tipe yang sesuai dengan tempat asal tumbuhnya sel kanker tersebut. Apabila asalnya dari organ hati maka disebut sebagai kanker hati primer. Namun kanker hati primer juga bisa berasal dari saluran empedu. Meski hal ini jarang terjadi karena lebih cocok masuk dalam jenis kanker saluran empedu.

Kanker hati biasanya lebih sering terjadi pada pria, kemungkinannya dua kali lipat dibandingkan  pada seorang wanita. Lalu, sebanyak 80% penderita kanker ini berasal dari Asia.

Berapa hal yang bisa menjadi faktor penyebab adanya penyakit ini antara lain:

  • Sirosis.
  • Hepatitis kronis.
  • Obesitas.
  • Terlalu sering mengonsumsi alkohol.
  • Memiliki penyakit metabolik turunan.
  • Diabetes tipe 2.
  • Terkena paparan dari zat aflatoksin.
  • Terkenal paparan thorium dioksida dan vinil klorida.
  • Arsenikum.
  • Steroid anabolik.
  • Penggunaan tembakau seperti merokok.
  • Infeksi parasit.
  • Pil KB.

Mengetahui Harapan Hidup untuk Penderita Kanker Hati

Peluang kanker hati sembuh akan lebih besar apabila telah terdeteksi dari awal, sama yang biasa terjadi pada jenis kanker lainnya. Peluang kesembuhan dapat ditentukan dari cara penanganan dan tingkat harapan hidup. Sebelum mengetahui kedua hal tersebut maka dokter akan memeriksa ukuran kanker lalu fungsi hati penyebaran sel kanker dan jumlah bagian yang terkena kanker. Hal itu bisa dilakukan dengan pemeriksaan AFP, CT Scan, MRI, dan USG.

Oleh karena, jika ingin tahu kemungkinan kanker hati sembuh maka harus memiliki data yang lengkap dan akurat.

Angka harapan hidup akan langsung didiskusikan oleh dokter kepada pasien yang telah didiagnosis menderita penyakit ini. Maksud dari angka harapan hidup adalah jumlah persentase dari semua penderita kanker hati yang kondisinya sama dengan pasien yang didiagnosis. Lalu akan diketahui juga dari jangkau waktu kesembuhan si mantan penderita itu. Jangka waktu ini dihitung langsung setelah dilakukan diagnosis.

Namun hal ini tidak menjamin tingkat kesembuhan yang sama karena setiap orang kondisinya berbeda. Misalnya saja ketahanan tubuhnya lebih lemah atau jenis perawatan yang dilakukan berbeda.

Biasanya jangka waktu untuk tingkat kelangsungan hidup bervariasi. Bisa 1 tahun lebih bahkan sampai 10 tahun. Namun biasanya tingkat kelangsungan hidup dari pasien kanker hati berlangsung selama 5 tahun.

Tingkat kelangsungan hidup ini bukan menentukan seberapa lama lagi Anda bisa hidup. Jadi bukan berarti penderita kanker hati hanya hidup sampai 5 tahun.

Untuk mendapat angka harapan hidup selama 5 tahun ini, peneliti harus melakukan penelitian yang cukup lama. Mereka harus mengetahui jumlah dari penderita kanker hati yang selamat sesudah didiagnosis 5 tahun.

Apabila memberikan perkiraan harapan hidup tanpa meneliti lebih lanjut mengenai pengobatan atau tingkatkan kerja maka disebut dengan tingkat keseluruhan.

Contoh dari perhitungan ini adalah jika tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahun adalah sebesar 50%, artinya sebanyak 50% penderita penyakit ini bisa bertahan hidup sampai dengan 5 tahun sesudah diagnosis dilakukan.

Namun, jika hanya melakukan perhitungan ini masih kurang memberikan jawaban yang pasti mengenai tingkat kesembuhan yang sebenarnya. Supaya lebih spesifik maka harus diperhitungkan juga masalah komplikasi dan tingkat keparahannya.

Untuk lebih spesifiknya bisa menggunakan hasil penelitian dari National Cancer Institute Surveillance, Epidemiology and End Results. Mereka menggunakan data-data para pasien penderita kanker hati dari tahun 2003 sampai 2009. Lalu menyimpulkan bahwa ada tiga kelompok kanker hati. Tiga kelompok tersebut adalah sebagai berikut.

  • Distant, artinya kanker hati ini sudah menyebar sampai ke jaringan dan organ-organ yang berada jauh dari hati sehingga masuk dalam stadium IVB. Jumlah tingkat langsung and hidup relatif 5 tahunnya hanya 2%.
  • Regional, artinya kanker hati sudah menyebar ke bagian kelenjar getah bening atau organ dekat. Masuk dalam stadium IVA dan IIC.  Tingkat kelangsungan hidup selama 5 tahunnya hanya 7%.
  • Localized, artinya sel-sel kanker baru hanya ada di dalam hati atau belum menyebar. Biasanya masih dalam stadium I, dan II tapi beberapa ada juga yang pada tahap III. Untuk jenis kanker ini kelangsungan hidupnya sebesar 28%.

Kesimpulannya, tingkat kelangsungan hidup ini bisa menentukan pilihan pengobatan untuk kanker hati Anda. Peluang kanker hati sembuh lebih besar apabila didiagnosis sejak awal.

Kemudian ada juga faktor-faktor lain yang bisa membantu kelangsungan hidup lebih lama seperti baik tidaknya tubuh ketika merespon pengobatan maupun kesehatan pasien secara menyeluruh.

Pengobatan Kanker Hati agar Sembuh

Untuk mengobati penyakit kanker hati umumnya ada 5 cara pengobatan yang bisa dilakukan. Selain dengan kemoterapi juga ada ablasi tumor, pembedahan, radioterapi dan terapi kanker terarah.

  • Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang memiliki sifat anti kanker atau menghancurkan pertumbuhan dari sel kanker yang telah menyebar.

Ada beberapa cara untuk memberikan obat kemo, yaitu memberikan obat dalam bentuk tablet dan penyuntikan obat langsung ke bagian pembuluh darah.

  • Radioterapi

Pengobatan dengan cara ini akan menggunakan sinar energi yang sangat tinggi dengan tujuan yang sama. Namun jarang digunakan untuk menyembuhkan kanker hati karena hati tidak bisa terpapar dengan radiasi tinggi.

  • Terapi Kanker Terarah

Pengobatan ini dilakukan dengan melakukan beberapa jenis obat juga agar penyebaran kanker terhenti. Penggunaan obat tersebut akan dilakukan dengan cara interfensi ke molekul yang menyebabkan adanya pertumbuhan kanker. Obat yang digunakan bernama Sorafenib, biasanya digunakan pada penderita kanker hati yang sudah ada pada tahap lanjut.

  • Ablasi Tumor

Tujuannya supaya sel kanker hati primer bisa hancur dan membuat kanker hati sembuh. Caranya adalah dengan menggunakan alkohol atau panas. Dilakukan dengan menggunakan scanning CT atau ultrasound lalu jarum akan diarahkan lewat kulit sampai masuk ke bagian kanker di dalam hati. Sebelumnya, dilakukan anestesi local dulu.

  • Pembedahan

Pembedahan dapat dilakukan jika  bagian hati tertentu yang terkena kanker sementara bagian lainnya sehat. Dengan bedah, bagian hati dengan kanker akan diangkat sehingga hilang dan tidak menyebarkan sel kanker ke seluruh bagian tubuh lainnya.

Selain 5 pengobatan ini, ternyata ada banyak cara pengobatan lainnya. Pengobatan-pengobatan ini adalah perkembangan terbaru dari cara menyembuhkan penyakit kanker hati, seperti:

  • Transplantasi hati, yaitu mengganti hati dengan milik orang lain yang mendonorkan.
  • Reseksi hidup, yaitu mengangkat sebagian atau semua bagian hati.
  • Perawatan dukungan.
  • Terapi target.
  • Terapi biologik, yaitu menggunakan virus yang bisa membunuh sel kanker.
  • Krioterapi, yaitu terapi menggunakan suhu yang sangat dingin.
  • Injeksi alkohol, yaitu menghancurkan tumor dengan menyuntikkan alkohol.
  • Embolisasi arteri, yaitu memblokir pembuluh darah supaya tidak mengalir ke tumor.

Dengan semakin banyaknya pengobatan untuk kanker hati maka kemungkinannya untuk sembuh semakin besar.

Itulah dia informasi mengenai kemungkinan untuk kanker hati sembuh dan bagaimana pengobatan-pengobatan yang dilakukan supaya peluangnya semakin besar.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring

Kanker Hati Menular

Apakah Kanker Hati Menular? Baca Penjelasan Lengkapnya Di Sini!

Ada banyak kabar yang beredar di masyarakat mengenai penyakit kanker. Salah satunya adalah penyakit kanker yang bisa menular. Salah satu jenis penyakit yang dikabarkan bisa menular dan sangat ditakutkan adalah kanker hati. Sebelum sampai ke tahapan kanker hati, sebelumnya ada banyak tahapan yang akan dilalui sebelum benar-benar didiagnosis sebagai kanker hati.

Tak hanya kanker, penyakit hati itu sebenarnya ada beragam macam jenisnya. Akan tetapi, sekalipun jenis penyakit hati yang dimiliki jarang ditemukan, mematikan atau tidak, proses kerusakan pada liver terjadi dan berkembang dengan sama saja. Dimulai dengan adanya peradangan, lalu berlanjut pada pembentukan jaringan parut dan kemudian terjadi sirosis hingga akhirnya hati pun mengalami gagal fungsi.

Berlanjut Ke Hal Yang Paling Penting, Apakah Kanker Liver Menular Atau Tidak?

Rupanya hal itu bisa dijawab tergantung dari penyebab terjadinya kanker hati itu sendiri. Yang menyebabkan kanker hati terjadi ada banyak halnya, hal-hal yang paling utama adalah penganut gaya hidup yang tidak sehat. Selain itu juga mengidap penyakit tertentu yang kelak berkembang menjadi kanker hati. Topik ini akan dibahas lebih lanjut.

Beda halnya dengan penderita kanker yang sudah memiliki penyakit bawaan, mereka lebih waspada dan segera menyadari keberadaan kanker hati, sehingga kemungkinan sembuh jauh lebih besar. Akan tetapi mereka yang terbiasa hidup tak sehat dan tak memiliki gangguan kesehatan apapun terkadang kurang peduli dengan kesehatannya sendiri.

Oleh sebab itu, jika termasuk ke dalam kelompok orang yang kedua, sebaiknya ketahui beberapa gejala utama kanker hati berikut ini.

  • Selalu merasa cepat kenyang, padahal makan hanya sedikit sekali porsinya.
  • Seringkali merasa mual-mual tak jelas dan akhirnya muntah.
  • Hati membengkak yang ditandai adanya benjolan yang muncul di bagian kanan tubuh. Tepatnya di area bawah tulang rusuk.
  • Limpa ikut membengkak, terasa seperti ada benjolan yang keluar dari tulang rusuk kiri bagian bawah.
  • Muncul sakit pada perut atau di daerah tulang belikat kanan dengan sering.
  • Perut yang ikut membengkak dikarenakan ada cairan.
  • Muncul penyakit kuning, yang ditandai kulit serta putih mata jadi kekuningan.

Selain ciri-ciri khusus yang telah disebutkan di atas, ternyata masih banyak sekali gejala kanker hati yang muncul dan menyerupai jenis penyakit lain—misal usus buntu, sehingga diperlukan pemeriksaan yang lebih lanjut dan khusus untuk mengindari terjadinya salah diagnosis yang bisa mengakibatkan gejala yang terus berkembang serta memperparah kondisi si pasien.

Beberapa ciri tambahan yang biasa mengiringi gejala yang telah disebutkan sebelumnya adalah:

  • Turun berat badan secara drastis tanpa adanya sebab.
  • Selera makan hilang total.
  • Badan terasa gatal-gatal tak jelas.
  • Sering demam.
  • Pembuluh darah yang ada dalam perut membesar dan bengkak sampai nampak di permukaan kulit perut.
  • Munculnya memar-memar dan juga pendarahan yang tak biasa terjadi.

Penjelasan Kanker Hati Menular atau Tidak

Jika gejala kanker hati bisa menyerupai penyakit lain, bisa jadi gejala muncul yang diduga kanker hati bisa saja bukan penyakit tersebut. Buatlah janji dengan dokter dalam dan lakukan pemeriksaan menyeluruh supaya bisa menemukan diagnosis paling tepat serta bisa melakukan penanganan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Kanker hati memiliki dua jenis yang paling umum di masyarakat, yakni hemokromatosis dan alpha-1 antitrypsin. Selain itu, yang dimaksud dengan perlemakan hati adalah kondisi fatal yang disebabkan oleh terbiasa melakukan gaya hidup tidak sehat setiap harinya, seseorang yang pecandu alkohol atau alcoholic fatty liver, serta mereka yang gemar mengonsumsi makanan berlemak dalam jumlah besar dan hampir tak pernah berolahraga  atau non-alcoholic fatty liver, memiliki risiko mengalami pelemakan hati yang sebabkan kanker. Karena merupakan kebiasaan masing-masing individu, maka sudah bisa dipastikan kanker hati menular kansnya sangat kecil, alias tidak menular.

Akan tetapi, beda halnya dengan kanker hati yang diakibatkan oleh virus hepatitis, yang satu ini memiliki risiko penularan virusnya. Hepatitis menular karena memiliki sifat virus menginfeksi, dan ada banyak jenis virus yang bisa sebabkan hepatitis, yakni hepatitis A, Hepatitis B, hepatitis C, Hepatitis D, dan hepatitis E.

Lantas seperti apa penularan virus hepatitis bisa terjadi? Walaupun menular, namun tidak berarti penyebarannya sama mudah dan sederhana seperti penularan virus flu atau batuk. Tidak mudah menular seperti liur karena bersin dan batuk, atau juga karena sentuhan fisik. Ketahuilah bahwa sebenarnya virus hepatitis ini ternyata tidak ditemukan dalam air liur, batuk, bahkan dalam ASI atau air susu ibu. Proses penularan virus ini bergantung pada jenis virusnya itu sendiri, kompleks dibanding penularan virus biasa.

Perilaku yang Berisiko Kanker Hati Menular

Ada beberapa perilaku khusus yang bisa meningkatkan risiko terinfeksi virus Hepatitis yang menyebabkan kanker, misalnya:

  • Berada dalam satu lingkungan dalam jangka waktu yang lama bersama barang pribadi penderita hepatitis. Misalnya ikut menggunakan alat minum atau alat cukurnya.
  • Tak sengaja mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh feses dengan virus hepatitis, biasanya menjadi jalur penularan dari Hepatitis E dan juga Hepatitis A.
  • Pengguna narkoba jarum suntik dan menggunakan jarum suntik bergantian dengan orang lain. Hal ini memperbesar kans tertular virus hepatitis, apalagi jika salah satunya adalah penderita Hepatitis.
  • Melakukan kontak langsung dengan darah dari pasien hepatitis, atau sampel darah dengan virus hepatitis. Mereka yang bekerja di institusi kesehatan memiiki risiko besar mengidap hepatitis karena kontak yang tak sengaja.
  • Melakukan tato, atau menindik tubuh bahkan meni pedi dengan alat yang tak steril dan sembarangan.
  • Melakukan hubungan intim baik itu secara normal, oral dan anal dengan orang-orang yang sudah memiliki virus hepatitis apapun. Cara ini menjadi jalur yang paling sering terjadinya infeksi Hepatitis D, Hepatitis C dan juga Hepatitis B.
  • Tak sengaja mendapat transfusi darah dari pendonor yang sudah terinfeksi virus.
  • Ibu hamil bisa menularkan infeksi pada anaknya, bukan lewat ASI namun lewat darah atau cairan dari organ vital saat melahirkan.

Cara Mencegah Penularan Kanker Hati Karena Hepatitis

Untuk mencegah terjadinya penularan dari hepatitis virus, maka cara yang paling tepat adalah dengan menjaga kebersihan diri dengan baik-baik. Kemudian hal lain yang bisa dilakukan untuk mencegah Hepatitis penyebab kanker hati menular adalah:

  • Vaksin hepatitis yang lengkap, yaitu Hepatitis A-B.
  • Menjadikan cuci tangan sebagai kebiasaan. Tak hanya sebelum dan sesudah makan, namun juga setelah keluar dari kamar kecil, setelah membersihkan pee dan poop bayi, saat menyiapkan makanan dan setelahnya, dan lain sebagainya.
  • Selalu mencuci sayuran dan juga buah sebelum disantap mentah.
  • Daging-dagingan dimasak sampai matang betul.
  • Jangan pakai narkoba!
  • Waspada dalam penggunaan jarum, pastikan jarumnya selalu baru.
  • Setia dengan satu pasangan dan lakukan hubungan intim yang aman.

Semoga dengan ulasan tersebut, terjawab apakah kanker hati menular atau tidak.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Nasofaring

Gejala Sirosis Hati

Gejala Sirosis Hati dan Pola Makan untuk Pasien Sirosis Hati

Apabila mendengar kanker hati, pasti akan selaluikut mendengar sirosis disebut-sebut. Lantas apa sebenarnya sirosis hati? Dan apa pula gejala yang muncul? Tak banyak yang mengetahui secara pasi mengenai apa itu sirosis, selain merupakan penyakit hati yang berbahaya. Sirosis merupakan sebuah kondisi dimana jaringan parut di hati terbentuk sebab hati yang rusak dalam jangka panjang. Kemudian penyakit ini berikembang secara perlahan sedikit demi sedikit, jaringan parut lantas menggantikan jaringan yang sehat sampai akhirnya hati kehilangan fungsinya. Jaringan parut akan menghambat adanya aliran darah yang melewati hati, itulah yang kemudian sebabkan kerja hati jadi tak maksimal bahkan jadi terhenti sama sekali.

Yang harus menjadi catatan adalah kerusakan yang disebabkan oleh sirosis itu tak akan bisa diperbaiki, dan parahnya bisa meluas lebih besar lagi sampai akhirnya menyebabkan hati kehilangan fungsinya. Inilah yang kemudian dikenal dengan istilah medis gagal hati dan sebabkan kematian. Perkembangan sirosis hati ini memakan waktu sampai tahunan, karena terjadi perlahan sedikit demi sedikit. Penanganan yang dilakukan oleh tenaga ahli umumnya sebagai cara untuk memperlambat perkembangan dari penyakit itu sendiri.

Merasa bahwa hati biasa-biasa saja? Ketahuilah bahwa hati merupakan organ padat yang ukurannya paling besar jika dibandingkan dengan organ lainnya dalam tubuh manusia. Fungsi hati antara lain:

  • Menjadi tempat penyimpanan nutrisi berlebih, sekaligus mengembalikan nutrisi tersebut melalui aliran darah ke seluruh tubuh.
  • Untuk memproduksi protein di dalam darah yang bisa membantu pengiriman oksigen, membantu penggumpalan dan untuk imun tubuh kita.
  • Untuk menyimpan gula, dengan bentuk glikogen.
  • Jika ada unsur yang berbahaya dalam tubuh maka hati yang akan menyingkirkan unsur tersebut dari aliran darah, misalnya obat-obatan dan juga alkohol.
  • Menghasilkan kolesterol dan hancurkan lemak.
  • Dalam mencerna makanan dibutuhkan empedu, dan hatilah yang memproduksi cairan tersebut.

Luar biasa sekali kinerja hati, dan bisa dikatakan hati ini adalah organ yang sangat tangguh. Hati akan terus bekerja sebisanya walau ia berada dalam keadaan yang rusak. Bahkan hati juga akan berusaha untuk memperbaiki dirinya sendiri, sampai organ rusak total dan tidak ada fungsi yang bisa dilakukan sama sekali.

Macam-macam Gejala Sirosis Hati yang harus Diwaspadai

  • Selera makan yang hilang sama sekali. Diawali oleh selera makan yang berkurang sedikit demi sedikit, setelah terbiasa dengan malas makan akhirnya selera makan jadi hilang sama sekali. Hal ini kemudian berhubungan dengan gejala sirosis hati lainnya, saling bersinambungan.
  • Karena selera makan yang menurun, akhirnya selalu merasa kekurangan energi, lalu merasa letih dan ngantuk.
  • Kemudian terjadi perubahan dalam tubuh yakni pergelangan kaki dan perut bengkak.
  • Ada kalanya berat badan naik secara drastis, atau juga langsung turun drastis.
  • Muncul demam dengan sering, lalu menggigil atau meriang parah.
  • Sering mengalami susah bernapas, sesak.
  • Kulit dan mata jadi kuning (jaundice atau sakit kuning).
  • Sering merasa mual-mual dan akhirnya jadi muntah.
  • Lebih parahnya adalah sering terjadi muntah darah.
  • Saat buang air besar dan kecil, terjadi perubahan warna dari biasanya. Bahkan terkadang disertai oleh adanya darah.
  • Gatal-gatal yang menyerang seluruh kulit.

Adapun gejala sirosis hati yang akan terjadi jika penyakit ini menjangkiti anak-anak atau bayi, antara lain adalah sebagai berikut.

  • Perut anak jadi membengkak dan membesar.
  • Nafsu makan anak jadi menurun drastis dan akhirnya jadi berimbas pada berat badan anak pun jadi ikut turun.
  • Jika terjadi pada anak lelaki, maka terjadi pubertas dini.
  • Muncul sakit perut yang terus menerus.
  • Anak sering mengeluhkan mual-mual dan akhirnya muntah-muntah.
  • Bola mata (putihnya) menguning, bahkan kulit juga mulai menguning.
  • Anak jadi sering mengalami demam.
  • Anak mengeluhkan gatal-gatal, sekujur kulitnya juga terasa gatal.
  • Pembuluh darah atau vena yang ada dalam perut jadi membesar, membengkak sampai-sampai bisa dilihat dari permukaan kulit perut.

Pola Makan untuk Mencegah Sirosis Hati

Lakukan terapi diet nutrisi. Berikut ini adalah prinsipnya.

  • Karena kebutuhan energi untuk memperbaiki kebutuhan gizi meningkat, dan berkepanjangan, supaya bisa mendorong regenerasi hati juga. Per hari kebutuhan kalori rata-rata adalah atara 2.000 sampai 2.500 kalori.
  • Melakukan diet protein tinggi memiliki manfaat untuk meregenerasi hati lebih cepat dan untuk isi ulang protein plasma. Jika tidak koma hepatik maka disarankan supata dapatkan asupan protein tinggi kurang lebih 1.2 mg per kilogram berat badan. Sementara itu, jika pasien sedang koma atau prakoma sekalipun, harus hentikan asupan protein sebelum masa krisisnya lewat.
  • Hati harus menyimpan glikogen dan diperlukan asupan karbohidrat untuk melakukannya. Paling tidak sebanyak 60% kalori tersebut didapatkan dari karbohidrat, selain menyediakan energi, juga akan melindungi kondisi hati dari kerusakan yang lebih jauh lagi.
  • Karena serat yang sifatnya mengganggu itu harus dihilangkan dengan mengonsumsi sereal olahan, jangan lupa juga lebih banyak mengonsumsi sayuran yang rendah seratnya dan jangan lupakan buah-buahan, sereal olahan pun baik disantap tiap harinya.
  • Ada banyak sekali pasien sirosis yang juga mengalami malabsorpsi lemak, itulah kenapa membatasi lemak harus dilakukan. Adapun jumlah lemak yang harus masuk dalam diet itu variatif, tergantung sebesar apa toleransi tubuh pasien itu sendiri. Contoh lemak yang bisa diberikan adalah lemak emulsi seperti mentega, krim, susu dan telur, itu karena mudah dicerna. Lantas, trigliserida rantai menengah yang terdapat di dalam minyak kelapa juga direkomendasikan, sebab akan langsung diserap tanpa perlu melalui proses pencernaan seperti bahan makanan lainnya.
  • Jenis vitamin yang larut lemak seperti A dan B tak akan bisa diserap dengan sempurna oleh tubuh dikarenakan asupan lemak dan penyerapannya terganggu, itulah kenapa suplementasi vitamin larut lemak sangatlah dibutuhkan oleh pasien.
  • Kelengkapan nutrisi bisa dicukupi dengan asupan mineral yang lengkap. Jumlah dari kalsium juga magnesium pun harus cukup, tetapi untuk asupan natrium harus sedikit dibatasi apabila terjadi retensi air di dalam tubuh pasien.

Catatan: Hal yang harus diperhatikan:

  • Menyajikan makanan yang teksturnya halus dan lunak.
  • Lakukan diet cairan sebanyak 6 sampai 8 gelas dalam satu hari.
  • Wajib membatasi penggunaan garam tiap kali mereka memasak.
  • Pasien diwajibkan memakan menu diet yang telah diberikan pada mereka.
  • Jangan dulu makan dalam jumlah yang banyak.
  • Pastikan madu, gula, sereal, glukosa, sereal serta kacang-kacangan dan produksi susu harus dalam jumlah yang dibutuhkan.
  • Harus didukung dan diusahakan supaya selalu makan sesuai kebutuhannya.
  • Jenis-jenis makanan yang harus dihindari adalah makanan yang berminyak, mengandung lemak, yang digoreng, bahkan dengan minyak sayur sekalipun. Selain itu, sayuran-sayuran dan jenis makanan lain yang bumbunya terlalu banyak pun harus dihindari.
  • Selama satu tahun setelah terjadi serangan, hindari alkohol. Jauh lebihbagus apabila dihindari sama sekali selamanya.

Jadi sekarang sudah tahu, bukan gejala sirosis hati dan cara pencegahannya? Semoga tetap sehat ya.

Baca artikel lain mengenai Makanan Sehat Setelah Operasi Kanker Payudara