Category Archives: Kanker Getah Bening

Mencegah Kanker Kelenjar Getah Bening

Tips Mencegah Kanker Kelenjar Getah Bening

Meski ukuran dan bentuknya tergolong kecil, namun kelenjar getah bening memiliki peranan sangat besar bagi tubuh. Organ ini mempunyai tugas utama menghasilkan sel darah putih. Sel darah putih ini sendiri memegang fungsi yang tidak kalah penting untuk menciptakan sistem imunitas atau kekebalan, sehingga tubuh tidak mudah kena serangan penyakit.

Kelenjar getah bening berada pada seluruh bagian tubuh, khususnya di bagian sistem limfatik seperti leher, pangkal lengan tangan atau ketiak, perut, dan lipatan paha. Jika terkena serangan kanker, kelenjar getah bening tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal.

Pencegahan

Pada saat yang bersamaan muncul akibat lain berupa berkurangnya produksi sel darah putih. Setelah itu tubuh menjadi rentan terhadap berbagai jenis serangan penyakit yang tidak kalah membahayakan. Oleh karena itu agar tidak mengalami penyakit kanker getah bening, langkah terbaiknya adalah melakukan pencegahan sedini mungkin.

Asupan Gizi dan Nutrisi

Apa saja jenis makanan yang setiap hari dikonsumsi, satu hal yang tidak pernah boleh untuk dilupakan yaitu makanan tersebut harus mempunyai kandungan gizi dan nutrisi. Kedua jenis asupan ini jangan sampai terabaikan.

Selain itu, sedapat mungkin diusahakan agar tidak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jahat dan bahan sintetis seperti pewarna buatan, pemanis buatan, msg, pengawet serta bahan-bahan berbahaya lainnya.

Satu hal lagi yang tidak boleh terlewatkan, minumlah air putih minimal sebanyak 1,5 liter per hari. Jika kebutuhan cairan dapat terpenuhi, tubuh akan jadi lebih lancar menjalankan proses metabolisme, sehingga risiko kanker getah bening juga dapat diminimalisasi.

Rajin Berolahraga

Olahraga merupakan sebuah kegiatan yang bisa membuat tubuh jadi lebih sehat. Jadi dengan berolahraga, risiko adanya serangan berbagai jenis penyakit dapat dihindari termasuk kanker getah bening. Lakukan kegiatan ini paling sedikit seminggu sekali dan akan jadi lebih bagus lagi jika dapat ditingkatkan menjadi dua atau tiga kali seminggu.

Menghindari Rokok dan Alkohol

Pencegahan kepada risiko kanker getah bening juga bisa dilakukan dengan cara menghindari rokok dan alkohol. Sudah banyak hasil penelitian yang menunjukan bahwa rokok mempunyai kandungan toksin tinggi.

Toksin merupakan racun yang dapat memicu terjadinya aneka jenis serangan penyakit, tidak terkecuali kanker getah bening. Demikian pula dengan alkohol yang biasanya terdapat dalam minuman keras. Hindari kedua jenis konsumsi yang tidak sehat tersebut.

Istirahat yang Cukup

Sedikit banyak istirahat mampu membantu tubuh untuk mengembalikan kesegarannya. Selain itu juga bisa melancarkan proses pergantian atau regenerasi sel. Apabila proses regenerasi sel dapat berjalan lancar, maka risiko terkena serangan kanker getah bening juga bisa dihindari. Oleh karena itulah, setiap orang harus menyediakan waktu untuk tidur sekitar 6 hingga 8 jam setiap hari.

Makanan Pencegah Kanker Getah Bening

Seperti yang sudah disebutkan di atas, asupan makanan yang masuk dalam tubuh harus punya kandungan gizi dan nutrisi yang mencukupi. Terkait dengan hal ini, terdapat beberapa macam makanan yang dipercaya mampu mencegah terjadinya pertumbuhan sel kanker getah bening di tubuh.

Brokoli

Jenis makanan pertama yang dapat mencegah kehadiran kanker getah bening adalah sayuran brokoli. Bahan makanan ini mempunyai sebuah zat atau kandungan yang dinamakan senyawa glukosinolat. Senyawa glukosinat adalah sebuah zat yang memiliki tingkat keefektifan sangat tinggi dalam mencegah pertumbuhan sel kanker getah bening.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, sebaiknya brokoli diolah dengan cara direbus dan dikukus. Kedua sistem pengolahan ini tidak boleh dilakukan terlalu lama agar kandungan glukosinolat yang terdapat dalam sayuran tersebut tidak berkurang atau hilang.  

Artichoke

Tidak berbeda dengan brokoli, artichoke juga merupakan salah satu jenis sayuran yang punya khasiat tinggi untuk mencegah perkembangbiakan sel kanker getah bening. Sayuran ini kaya dengan kandungan silimarin. Senyawa tersebut bersifat antioksidan sehingga dapat mencegah kanker getah bening secara lebih efektif.

Cara terbaik untuk mengonsumsinya, ambil bagian terdalam dari sayuran tersebut kemudian diiris tipis-tipis dan direbus atau dikukus selama kurang lebih 30 menit saja. Selanjutnya bisa disantap secara langsung dalam kondisi masih hangat sehingga senyawa antioksidannya tidak terlanjur hilang.

Bawang Putih

Bawang putih adalah ramuan terbaik berikutnya untuk mencegah kanker getah bening karena memiliki senyawa atau zat sulfur alami tinggi. Sulfur alami merupakan sebuah zat yang dapat berperan sebagai pencegah pertumbuhan sel kanker getah bening.

Selain itu bawang putih juga dapat melancarkan proses apoptosis atau proses perlawanan dari tubuh terhadap sel kanker. Sebaiknya bawang putih ini dikonsumsi dalam bentuk yang masih mentah dan boleh dicampur dengan madu apabila rasanya dianggap terlalu getir.

Buah Kiwi

Buah kiwi sangat bagus untuk dikonsumsi setiap hari karena bisa menjadi sumber asupan gizi dan nutrisi. Buah ini mampu mencegah kehadiran berbagai jenis sel kanker serta menguatkan sistem kekebalan tubuh atau imunitas dari serangan virus, bakteri dan infeksi.

Beberapa jenis nutrisi yang terkandung dalam buah kiwi antara lain yaitu vitamin C, vitamin D, lutein serta tembaga. Semua berkhasiat tinggi untuk mencegah kehadiran sel kanker getah bening dalam tumbuh. Jadikanlah buah kiwi sebagai camilan dan jangan mengonsumsi buah ini dalam bentuk jus agar semua kandungan nutrisinya tidak rusak.

Anggur Merah

Sebagai buah yang mempunyai kandungan resveratol tinggi, anggur merah juga sangat bagus untuk dikonsumsi setiap hari. Resveratrol merupakan zat atau senyawa yang dapat membuat proses pertumbuhan sel kanker jadi terhambat bahkan berhenti secara total. Selain itu buahan ini juga mengandung vitamin C dan flavonoid yang bisa melindungi tubuh dari radikal bebas.

Minyak Zaitun

Selama ini minyak zaitun sering dipakai sebagai bahan tambahan untuk membuat aneka jenis makanan. Kandungan yang terdapat didalamnya antara lain yaitu zat oleocanthal. Zat ini bisa berperan sebagai pembunuh sel kanker getah bening tanpa menimbulkan gangguan pada sel-sel yang masih sehat.

Selain itu zat oleocanthal juga dapat berperan sebagai agen lisosom serta mempunyai fungsi untuk membersihkan tubuh dari sel-sel kanker. Dalam menjalankan tugasnya, lisosom dapat menghasilkan dan melepas suatu protein khusus yang menjadi pembunuh sel kanker.

Kale

Kale merupakan sayuran berwarna hijau yang dapat dikonsumsi dengan cara dijus. Sayuran ini sangat ampuh membasmi sel kanker getah bening karena memilki senyawa nitrogen. Zat nitrogen mampu melindungi tubuh terhadap pembentukan lesi atau sel kanker.

Selain nitrogen, kale masih memiliki kandungan lain misalnya isothiocynat. Zat ini berbentuk suatu fitokimia yang dapat meminimalkan pertumbuhan tumor yang jadi penyebab utama dari serangan kanker. Sistem kerjanya berjalan sangat cepat dan mampu memblokir semua proses pertumbuhan sel kanker tanpa memunculkan dampak negatif sama sekali.

Kacang Almond

Kacang almond sangat kaya dengan kandungan fostor, kalsium dan zat besi. Ketiga jenis zat tersebut mempunyai tingkat kehandalan tinggi dalam mencegah kanker. Selain itu, masih ada zat lai, yakni biotin yang mampu memberantas pertumbuh sel tidak normal dalam tubuh yang menjadi penyebab dari pertumbuhkan sel kanker getah bening.

Kacang almond bisa dimakan tiap hari dalam bentuk camilan atau dicampur dengan makanan lain seperti roti serta beberapa macam kue lainnya. Pilih kacang almond yang ditanam secara organik dan tidak menggunakan pupuk kimia. Karena pestisida sedikit banyak juga memiliki peran tinggi atas kehadiran sel kanker getah bening dalam tubuh.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi Kanker Otak

Gejala Kanker Getah Bening

Mengenali Gejala Kanker Getah Bening Stadium Pertama Yang Harus Diwaspadai

Selama ini kanker sering dianggap sebagai salah satu jenis penyakit paling membahayakan di dunia. Bahkan ada beberapa macam kanker yang ketika melakukan serangan di organ tubuh, sulit untuk ditangani apalagi jika terjadi keterlambatan dalam pendektesian dan pengobatan.

Keterlambatan pengobatan ini biasanya terjadi karena memang ada beberapa jenis serangan kanker yang sulit dideteksi secara dini. Penyebab keduanya adalah karena sebagian besar dari penderitanya merasa malas atau enggan memeriksakan diri meski sudah muncul gejalanya.

Mulai tidak mempunyai waktu karena sibuk bekerja serta biaya selalu menjadi alasan utama. Tapi selain itu ada pula yang merasa takut untuk melakukan pemeriksaan. Padahal ketika rasa takut ini muncul, justru akan merugikan pasien sendiri karena jika sudah terlanjur masuk ke stadium akhir, jauh lebih sulit untuk disembuhkan.

Salah satu jenis penyakit kanker yang saat ini dianggap seringkali memunculkan penderitaan paling menyakitkan terhadap pasiennya adalah kanker getah bening. Sesuai dengan namanya, kanker ini menyerang kelenjar getah bening.

Sedangkan kelenjar getah bening sendiri merupakan kelenjar yang mempunyai peran sangat vital bagi tubuh. Fungsi utama dari kelenjar getah bening adalah menciptakan sistem imunitas atau kekebalan dan terletak pada bagian leher, ketiak, dada dan selangkangan.

Sementara itu, kanker getah bening bisa menyerang siapa saja baik wanita maupun pria tanpa memandang usia. Mulai dari anak-anak hingga orangtua memiliki resiko yang sama terhadap serangan penyakit yang bersifat sangat mematikan ini.

Dalam dunia medis dan kedokteran, kanker kelenjar getah bening lebih sering disebut dengan istilah limforma. Secara singkat, penyakit ini dapat didefinisikan sebagai sebuah serangan sel kanker yang memiliki target utama sistem limfatik.

Selain itu, kanker getah bening dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu limforma hodgkin dan limforma non hodgkin. Baik kanker getah bening jenis hodgkin maupun non hodgkin, keduanya mempunyai gejala awal yang hampir sama. Beberapa jenis gejala yang harus selalu diwaspadai dan  diperhatikan secara lebih serius, antara lain:

Demam

Gangguan yang terjadi pada sistem imunitas atau kekebalan dapat memunculkan akibat serta respon yang tidak sama terhadap tubuh manusia. Misalnya tubuh terasa dingin, meski sedang tidak dalam keadaan demam.

Demamnya tubuh yang terjadi karena kanker getah bening itu sangat berbeda dengan demam yang diakibatkan oleh serangan penyakit lain. Pada kanker getah bening, biasanya munculnya demam seringkali dibarengi dengan gangguan lain berupa peradangan di leher dan rasa tidak enak di mulut ketika ingin menelan makanan.

Kadangkala demam ini lebih sering muncul pada malam hari bahkan bisa berlangsung selama lebih dari satu minggu. Munculnya demam semacam ini merupakan suatu tanda pertama dari gejala serangan kanker getah bening stadium awal atau stadium pertama.

Berkurangnya Nafsu Makan dan Selalu Haus

Demam yang terjadi secara terus menerus hingga lebih dari satu pekan akan membuat nafsu makan jadi berkurang. Pada kelenjar getah bening yang telah terkena infeksi oleh bakteri atau virus bisa membuat penderitanya kehilangan nafsu makan.

Keadaan ini biasanya berlangsung selama sekitar 3 hari atau lebih kemudian berlanjut dengan munculnya rasa haus yang sangat berbeda dibandingkan hari-hari biasa. Nafsu untuk minum justru jauh lebih tinggi dibanding nafsu untuk makan.

Bengkak Serta Nyeri

Masih dalam stadium dini atau stadium tingkat pertama, penderita juga bisa mengalami suatu pembesaran atau pembengkakan di beberapa kelenjar getah bening. Terutama di bagian leher, ketiak dan selangkangan.

Pada kanker getah bening jenis limforma hodgkin, pembengkakan ini tidak dibarengi dengan rasa sakit atau nyeri. Karena penyebabnya hanya virus atau bakteri saja. Meski demikian, jika muncul gejala ini harus tetap diwaspadai dan ditangani secepatnya jika hasil pemeriksaanya memang menunjukan adanya sel kanker pada kelenjar getah bening tersebut.

Sedangkan di limforma tipe non hodgkin, pembengkakan yang terjadi biasanya menimbulkan rasa nyeri dan sakit yang sangat laur biasa. Bahkan rasa nyeri dan sakit ini akan terasa hingga ke bagian lain yang berada di sekitar area kelenjar getah bening.

Penurunan Berat Badan

Sebagaimana biasa, penurunan nafsu makan pada penderita penyakit selalu mengakibatkan dampak yang sama yaitu berkurannya berat tubuh. Hal ini juga dialami oleh penderita kanker getah bening. Penurunan berat badan ini akan mulai terjadi sekitar 4 hari saat mengalami rasa nyeri sebelum terjadi pembesaran atau pembengkakan di kelenjar getah bening.

Dalam kurun waktu tersebut, sebaiknya asupan gizi dan nutrisi harus tetap terjaga karena jika tidak dijaga tubuh lebih mudah mengalami infeksi. Selain itu yang lebih membahayakan lagi, sel kanker makin cepat menyebar.

Batuk dan Sesak Nafas

Gejala batuk dan sesak nafas hanya dialami oleh penderita kanker getah bening non hodgkin dan biasanya gejala ini selalu disertai dengan rasa nyeri di dada. Penderita merasa kesulitan bernafas terutama di malam hari atau ketika cuaca sedang dingin. Gejala tersebut diperparah dengan pembengkakan di leher yang berakibat oksigen tidak bisa mengalir ke kerongkongan.

Mudah Lelah dan Letih

Gejala kanker getah bening selanjutnya adalah tubuh menjadi mudah lelah, lemah dan kurang memiliki tenaga. Penyebabnya tentu saja karena nafsu makan yang berkurang dan berat tubuh yang menurun. Dalam kondisi seperti ini, penderita tetap harus berusaha menjaga asupan gizi dan nutrisi untuk mencegah perkembangan dan pertumbuhan sel kanker.

Selalu Merasa Kenyang

Penyebab utama dari berkurangnya nafsu makan pada penderita kanker getah bening adalah karena perut selalu terasa penuh dan kenyang. Untuk mengantisipasi kondisi ini, jalan terbaik yang bisa ditempuh yaitu memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Terutama yang tidak ada kandungan pengawetnya.

Sering Berkeringat

Sering mengeluarkan keringat terutama pada malam hari adalah gejala yang seringkali terjadi pada penderita kanker getah bening. Kelenjar getah bening adalah organ yang memiliki tugas melancarkan penyerapan nutrisi dan sistem metabolisme atau pencernaan.

Selain itu, kelenjar getah bening juga berfungsi sebagai tempat membuang limbah dari proses metabolisme yang berjalan. Salah satu pertanda adanya pembuangan limbah ini yaitu adanya keringat yang keluar melalui pori-pori kulit. Jika kelenjar getah bening berada dalam kondisi tidak normal, jumlah keringat yang keluar jadi lebih banyak terutama di malam hari.

Setiap orang harus selalu waspada ketika sudah merasakan lebih dari tiga gejala seperti yang dijelaskan di atas. Jangan tunda memeriksakan diri ke rumah sakit atau dokter sehingga dapat dilakukan diagnosis secepatnya. Diagnosis dan pemeriksaan yang lebih cepat membuat kanker getah bening makin mudah ditangani dan disembuhkan.

Tidak hanya itu, yang tidak kalah penting adalah sikap waspada ini dibarengi dengan langkah lain agar tubuh selalu sehat dan terhindar dari serangan kanker getah bening maupun jenis kanker lainnya.

Misalnya rajin berolahraga, menghentikan kebiasaan merokok sekaligus berusaha agar tidak terlalu dekat dengan perokok aktif. Selanjutnya jangan lupa konsumsi makanan bergizi setiap hari dan selalu menerapkan gaya hidup sehat, selalu berfikir positif dan hindari stres.

Semoga informasi tentang gejala-gejala kanker getah bening di atas bisa membantu siapa saja untuk menghindari serangan penyakit membayakan tersebut. Bagaimanapun juga, mencegah itu jauh lebih baik dibanding mengobati.

Baca artikel lain mengenai Kemoterapi Kanker Otak

Perbedaan TB Kelenjar Dengan Kanker Kelenjar Getah Bening

Apa Sih Perbedaan TB Kelenjar Dengan Kanker Kelenjar Getah Bening?

Secara umum, gejala yang muncul antara penyakit kanker getah bening dan TB kelenjar itu hampir sama dan salah satunya adalah adanya benjolan. Meski demikian, tetap ada perbedaan diantara keduanya walau penyebabnya tetap sama yaitu virus atau bakteri. Gaya hidup tidak sehat serta faktor genetika atau keturunan juga sering dianggap sebagai sumber masalah dari serangan penyakit ini.

TB Kelenjar

TB kelenjar atau tuberkulosis merupakan suatu serangan penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri dengan sasaran utama organ paru-paru. Namun selain paru-paru serangan bakteri ini juga bisa melakukan serangan dan menyebar pada organ yang lain seperti tulang, kelenjar getah bening, otak, saluran atau organ pencernaan dan sebagainya.

Tuberkulosis adalah sebuah infeksi yang kehadirannya dikarenakan adanya pemunculan virus mycobacterium tuberculosis. Saat pertama kali muncul, bakteri ini akan menyerang kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening sendiri merupakan sebuah kelenjar yang memiliki peran memproduksi salah satu bagian dari sel darah putih yaitu limfosit.

Limfosit ini sangat berguna untuk menciptakan sistem kekebalan atau imunitas dalam tubuh. Kelenjar getah bening terdapat pada beberapa bagian tubuh seperti ketiak, leher, lipatan paha atau selangkangan dan beberapa lokasi lain yang ada di sekitar area organ dalam.

Gejala TB Kelenjar

Tidak berbeda jauh dengan serangan penyakit berbahaya lainnya, kehadiran tuberkulosis atau TB kelenjar dalam tubuh seringkali diawali dengan beberapa macam gejala. Salah satu jenis gejala yang muncul tersebut antara lain yaitu adanya suatu benjolan yang tidak menimbulkan perasaan sakit dan berlangsung dalam jangka waktu lama.

Benjolan tersebut muncul di kelenjar getah bening yang kena serangan tuberkulosis misalnya leher terutama di leher atau bawah rahang. Selain itu juga dapat terjadi benjolan pada lipatan lengan tangan atau ketiak dan lipatan paha atau selangkangan.

Meski tidak disertai dengan rasa sakit, tetapi benjolan ini akan tumbuh membesar secara terus menerus. Selanjutnya setelah menjadi besar, barulah rasa sakit dan nyeri akan terasa terutama ketika dipegang oleh tangan atau tersentuh dengan benda lain.

Tidak hanya benjolan atau pembengkakan saja, seorang yang telah terkena serangan penyakit tuberkulosis akan mengalami beberapa gejala lain. Seperti badan yang cepat lelah atau lemas, tubuh selalu terasa demam dan menggigil, berat badan menurun, nafsu makan jadi berkurang dan sebagainya.

Bagi sebagian orang yang telah kena TB kelenjar, serangan penyakit ini kadangkala memang tidak memunculkan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas. Padahal bakteri yang menjadi penyebab utamanya telah terlanjur tumbuh dan menyebar di semua organ tubuh. Hal ini seringkali membuat TB kelenjar tidak cepat dideteksi.

Jadi saat muncul benjolan di tubuh, apalagi jika terdapat di sekitar area kelenjar getah bening sebaiknya secepat mungkin memeriksakan diri atau melakukan cek up pada dokter. Sehingga bisa dipastikan dan diketahui jenis benjolan tersebut apakah merupakan TB kelenjar maupun kanker getah bening atau karena serangan penyakit yang lain.

Kelenjar Getah Bening

Kanker kelenjar getah bening sering juga disebut dengan istilah limforma. Penyakit ini adalah suatu gangguan kesehatan skala berat yang diakibatkan oleh bakteri kanker. Biasanya bakteri ini bisa muncul dan berkembang biak di limfosit. Area pertumbuhannya berada pada kelenjar bening. Namun selain itu juga dapat tumbuh di organ lain sepeti timur, sumsum tulang, limpa dan beberapa organ terpenting lainnya dalam tubuh.

Ketika sel-sel limfosit yang berada di dalam sistem limfatik terkena serangan kanker, dampak terpenting yang dirasakan oleh tubuh adalah kurangnya sistem kekebalan atau imunitas. Efek dari penurunan kekebalan ini tentu saja tubuh menjadi lebih rentan terkena serangan penyakit lain dan infeksi.

Menurut kategorinya, kanker getah bening bisa dibedakan menjadi dua macam. Kanker getah bening yang pertama disebut limforma hodgkin. Sedangkan kanker getah bening jenis kedua adalah limforma non hodgkin.

Perbedaan paling utama dari kedua jenis kanker tersebut adalah terletak di sel limfostit yang telah diserang oleh sel kanker. Sel kanker getah bening hodgkin berkembang biak dengan cara membelah diri, sedangkan sel kanker getah bening non hodgkin tumbuh membesar kemudian menyebar ke organ-organ yang lain.

Sedangkan untuk gejalanya, secara umum keduanya memiliki ciri yang hampir saja. Ketika mendapat serangan kanker getah bening atau limforma, penderita mengalami pembesaran di kelenjar getah bening. Pembesaran di kelenjar getah bening ini kemudian akan menimbulkan benjolan pada bagian ketiak, leher atau selangkangan.

Gejala awal ini kemudian akan berlanjut dengan munculnya gangguan kesehatan lain seperti batuk, demam, tubuh menggigil, sesak nafas, berat badan menurun dan keluar keringat dingin di malam hari.

Semua gejala tersebut berlangsung pada waktu yang cukup lama, tetapi tidak dapat diketahui penyebabnya secara pasti kecuali dengan pemeriksaan laborat. Selain itu ada pula penderita atau pasien yang merasa kehilangan nafsu makan. Hal inilah yang sering jadi penyebab utama berkurangnya berat badan.

Selain itu, tubuh cepat lemas, mudah kejang dan sering muncul rasa sakit dan ngilu atau nyeri khususnya di bagian pencernaan atau perut dan punggung. Bahkan adakalanya pula otot atau tulang akan merasakan hal yang sama.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa penyakit tuberkulosis atau TB kelenjar dan kanker kelenjar getah bening itu secara sekilas sulit untuk dibedakan. Sebab saat dilihat dari semua gejala-gejalanya, selalu memiliki tanda atau ciri utama yang tidak berbeda.

Hanya saja ada sebuah hal yang perlu dipahami, kanker kelenjar getah bening itu bisa tumbuh dan berkembang biak secara cepat di organ tubuh. Sedangkan sel kanker yang menyebabkan penyakit TB kelenjar atau tuberkulosis lebih sering tumbuh melalui proses yang berjalannya lebih lambat.

Diluar perbedaan dan persamaannya, kanker kelenjar getah bening dan TB kelenjar tetap jadi serangan penyakit yang harus selalu diwaspadai kehadirannya. Karena keduanya sama-sama menimbulkan akibat yang sangat fatal dan membahayakan apabila tidak ditangani dan diobati secepatnya.

Sel kanker atau virus penyebab kanker kelenjar getah bening dan TB kelenjar mampu tumbuh dan menyerang organ-organ vital pada tubuh. Sehingga kemungkinan terjadi komplikasi atau serangan penyakit lain pada waktu yang bersamaan bisa terjadi setiap saat.

Munculnya komplikasi inilah yang biasanya akan membuat kanker kelenjar getah bening atau TB kelenjar jadi makin sulit  ditangani. Karena ketika salah satu penyakit akan disembuhkan, sering menimbulkan efek negatif pada jenis penyakit yang lain.

Bagi mereka yang memiliki riwayat ada anggota keluarganya yang pernah terkena serangan kedua penyakit tersebut harus lebih waspada dan berhati-hati. Saat ini memang belum ada penelitian yang secara akurat menyebutkan faktor keturunan adalah penyebabnya.

Tetapi dari pengalaman selama ini, ada beberapa pasien yang terkena salah satu dari serangan sel kanker tersebut karena ada mempunyai garis keturunan yang pernah mengalami penyakit yang sama. Karena itu cek up dan pemeriksaan diri harus lebih rutin dilakukan, paling sedikit 2 kali setahun atau setiap 6 bulan.

Menjalani gaya hidup tidak sehat serta rajin berolahraga juga menjadi salah satu jalan terbaik untuk menghindari kanker getah bening dan TB kelenjar. Apalagi jika disertai dengan sistem kebersihan yang bagus terutama pada lingkungan tempat tinggal. Apabila kondisi lingkungan selalu bersih, kuman penyakit pasti tidak mudah muncul dan berkembang biak.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Kulit Buah Naga