Category Archives: Kanker Darah/Leukimia

Penyebab Leukemia

Penyebab Leukimia dan Seluk Beluk Kanker Darah

Mungkin kita tak asing dengan istilah penyakit leukimia. Tapi sedikit sekali yang tahu mengenai penyebab leukimia dan bagaimana pengobatan penyakit leukimia yang memiliki potensi kesembuhan terbesar. Sudah menjadi naluri alami manusia, saat tubuh sakit maka akan berusaha sekuatnya supaya bisa kembali sehat seperti sediakala, dengan melakukan berbagai metode pengobatan dan mengonsumsi berbagai obat.

Leukimia merupakan salah satu penyakit yang memerlukan waktu penyembuhan cukup lama. Penyakit leukimia sering juga disebut sebagai penyakit kanker darah. Faktor yang menyebabkan penyakit ini pun cukup beragam. Sebelum mengenal lebih dekat tentang penyebab penyakit ini, ada baiknya kita mengenal tentang apa itu leukimia dan gejalanya.

Sekilas Tentang Penyakit Leukimia

Leukimia merupakan penyakit yang menyerang sumsum tulang belakang yang merupakan organ tubuh yang memproduksi sel darah merah. Penyakit ini menyerang produksi sel darah putih dalam tubuh. Sehingga produlsi sel darah putih dalam tubuh menjadi tidak normal. Sel darah putih memegang peranan penting dalam tubuh, salah satunya membantu pembekuan darah saat terjadi luka.

Sel darah putih juga mempunyai peran untuk membantu menjaga kekebalan tubuh. Juga untuk mencegah infeksi jika terjadi luka pada kulit. Leukimia menyebabkan produksi sel darah putih berlebihan sehingga tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Sel darah putih yang berlebihan tentunya juga akan mempengaruhi fungsi sel darah merah dalam darah. Dengan begitu, distribusi sari makanan dan oksigen dalam tubuh dapat terganggu.

Penyebab & Faktor Terjadinya Penyakit Leukimia

Apa saja penyebab leukimia? Berikut ini adalah beberapa penyebab Leukimia yang harus diwaspadai supaya tidak terjadi komplikasi dan memperkecil kemungkinan terjadi leukimia.

1. Faktor Genetik/Keturunan

Salah satu penyebab penyakit leukimia adalah faktor genetik atau keturunan. Seperti jika seseorang menderita down syndrome, maka dia juga dapat terkena penyakit leukimia. Selain itu leukimia juga dapat disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan.

2. Pasien Kemoterapi

Kemoterapi merupakan salah satu metode penyembuhan kanker. Meskipun begitu kemoterapi juga dapat menimbulkan efek samping pada pasien yang menjalani kemoterapi. Salah satunya adalah terkena leukimia karena faktor radiasi saat menjalani pengobatan kemoterapi.

3. Paparan Radiasi

Salah satu penyebab leukimia yang banyak terjadi adalah paparan radiasi dalam tingkat tinggi. Contohnya saja jika mengalami paparan radiasi pada kebocoran reaktor nuklir. Paparan radiasi dalam jumlah rendah pun juga tidak baik untuk tubuh, Karena juga dapat menyebabkan  munculnya penyakit ini.

4. Paparan Zat Kimia

Selain paparan radiasi, penyakit leukimia juga dapat disebabkan oleh paparan zat kimia seperti randon dan bezena. Randon merupakan zat kimia yang tidak berbau yang bila terhirup dapat menyebabkan kanker darah atau leukimia. Selain itu zat lain seperti Benzena juga dapat menjadi penyebab leukimia. Benzena merupakan zat kimia yang terdapat pada bensin. Zat ini juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan plastik, tinta printer, pewarna rambut, dan lain-lain. Paparan Benzena juga dapat menyebabkan tubuh terkena kanker.

Penyebab lainnya adalah merokok. Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, ada baiknya anda mengurangi dan berhenti merokok. Merokok juga dapat menyebabkan munculnya kanker dalam tubuh.

5. Kopi

Kopi juga dapat menyebabkan terjadinya leukimia, terutama pada wanita yang tengah mengandung. Konsumsi kopi yang berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan.

6. Alkohol

Sudah banyak sekali studi yang menyebutkan bahwa jika ada wanita yang sedang mengandung, kemudian mengonsumsi alkohol, terlebih dalam jumlah yang berlebihan memiliki risiko yang sangat tinggi kelak bayinya mengidap leukimia. Oleh sebab itu, ibu hamil benar-benar harus melakukan diet ketat terhadap berbagai macam makanan serta minuman yang tak sehat untuk mencegah terjadinya cacat dan penyakit bawaan pada anak.

Lebih baik lakukan diet tinggi antioksidan saat hamil dengan konsumsi buah dan sayuran segar, supaya kelak dapat membantu untuk mencegah kerusakan DNA yang terjadi dikarenakan asap rokok, polusi serta paparan sinar UV.

7. Radiasi di Trimester Awal Kehamilan

Hati-hati di trimester pertama kehamilan, sebab kandungan di trimester awal masih sangat rentan dan memutuskan bagaimana kondisi si anak kelak. Jika ibu terkena paparan radiasi di awal hamil maka risiko leukimia untuk kanak-kanak kelak sangat besar. Hindari rokok, bahan pembuat rokok, industri plastik dan kimia pun harus dihindari demi kesehatan si buah hati.

Itulah beberapa penyebab leukimia. Selain itu, beberapa makanan ini juga harus dihindari oleh para penderita kanker dan leukimia. Karena konsumsi makanan berlebihan ini juga dapat menyebabkan kanker. Makanan yang harus dikurangi konsumsinya sebelum menjadi faktor penyebab leukimia adalah:

1. Daging Merah

Makanan yang harus dihindari oleh penderita leukimia adalah daging merah.Karena makanan ini dapat merangsang terjadinya pertumbuhan sel darah yang tidak normal dalam tubuh.

2. Seafood

Seafood merupakan makanan laut yang banyak mengandung lemak. Lemak sendiri juga dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, konsumsi  seafood yang belebihan juga tidak baik untuk tubuh.

3. Ikan Asin

Makanan yang harus dihindari oleh penderita kanker adalah ikan asin. Terlebih ikan asin yang mengandung banyak pengawet. Makanan yang mengandung banyak pengawet tidak baik untuk tubuh karena dapat menyebabkan penyakit.

Itulah beberapa makanan yang harus dikurangi konsumsinya sebab bisa menjadi penyebab terjadinya leukimia jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, makanan tersebut juga tak boleh dikonsumsi penderita kanker, termasuk leukimia. Lebih baik perbanyak konsumsi sayuran dan buah segar, banyak minum air putih dan biasakan untuk selalu melakukan olahraga ringan.

Ketahui juga gejala-gejala awal leukimia berikut ini.

1. Demam

Penyakit leukimia juga dapat ditandai dengan tubuh demam disertai dengan menggigil.

2. Mudah Lelah

Walau aktivitasnya ringan, penderita anemia akan kelelahan dengan sangat.

3. Berkeringat pada Malam Hari

Gejala lain penyakit leukimia adalah berkeringat pada malam hari. Meskipun suhu udara pada malam hari normal. Selain itu, pasien juga akan mengalami nyeri punggung atau sendi.

4. Mudah Memar atau Mengalami Pendarahan

Seseorang yang terkena penyakit leukimia biasanya jika mengalami luka, maka luka tersebut akan sulit untuk kering dan membutuhkan waktu yang lama dari biasanya.

5. Sakit Kepala dan Sesak Napas

Tanda-tanda penyakit leukimia lainnya adalah seseorang sering mengalami sakit kepala dan sesak napas.

6. Anemia

Sumsum tulang belakang akan lebih banyak memproduksi sel darah putih daripada sel darah merah. Selain itu pasokan oksigen dalam tubuh juga akan terhambat.

7. Daya Tahan Tubuh Melemah

Sel darah putih memiliki peran dalam menjaga kekebalan tubuh. Namun dalam kasus leukimia, meskipun sel darah putih dalam tubuh cukup besar jumlahnya, namun sel darah putih tersebut bukan merupakan sel darah putih normal.

8. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Seseorang yang terkena penyakit leukimia biasanya akan mengalami pembengkakan pada ketiak, pangkal paha, leher yang terjadi akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Itulah ulasan mengenai penyakit leukimia. Jika mengalami beberapa gelaja tersebut, ada baiknya melakukan pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit terdekat. Semoga bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Persiapan Sebelum Radioterapi

Leukimia Pada Anak

Waspada Leukimia Pada Anak, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Radiasi alat elektronik dan asap rokok juga berpengaruh.

Kanker darah atau leukimia termasuk penyakit yang tak pandang bulu. Tua-muda, laki-laki –perempuan berpotensi terkena kanker darah. Termasuk pula anak-anak di bawah usia 15 tahun. Hampir 60 persen kanker yang dialami anak-anak adalah kanker darah.  Kebanyakan penyakit kanker darah pada anak ini terdiagnosa ketika sudah akut atau masuk stadium lanjut.  Rata-rata kanker darah menyerang anak usia 2- 6 tahun.

Kanker darah adalah suatu keadaan ketika sel darah putih lebih banyak ketimbang sel darah merah. Sel darah putih yang berkembang abnormal tersebut menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Sehingga merusak sel darah merah dan organ tubuh lainnya. Penyebarannya sangat cepat, seringkali begitu terdiagnosa pasien sudah dalam keadaan kronis atau memasuki stadium lanjut.  Itu sebabnya penanganan kanker darah harus segera.

Penyakit ini sering berakibat fatal yaitu kematian. Banyaknya sel darah putih yang abnormal menyebabkan organ tubuh yang terserang tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga daya tahan tubuh pasien semakin menurun dan melemah. Tidak heran jika pasien yang terkena kanker darah akan terlihat lebih pucat dan sering mengalami nyeri di persendian dan tulang belakang.

Gejala kanker anak pada orang dewasa dan anak-anak sebetulnya tidak jauh berbeda. Hanya saja orangtua harus lebih peka terhadap anak-anak jika mengalami gejala leukimia. Anak-anak terlebih lagi balita tidak dapat mengungkapkan apa yang dia rasakan.  Itu sebabnya orangtua harus betul-betul memperhatikan jika anak mengalami tanda-tanda kanker darah.

Benarkah Anak-anak Rentan Kanker Darah?

Penyakit mematikan ini bisa menyerang siapa saja. Bahkan anak-anak yang masih berusia balita. Mengapa mereka rentan terkena kanker darah dan anak-anak seperti apa yang rawan mengidap penyakit mematikan tersebut

1. Faktor Keturunan

Kebanyakan anak-anak yang terkena kanker darah karena faktor genetik atau keturunan dari orangtuanya. Jika orangtua mengidap kanker darah maka sangat mungkin akan menurun ke anak. Faktor genetik dalam tubuh bisa diturunkan ke keturunan selanjutnya.

2. Anak dengan Kelainan Genetik

Kanker darah sangat mungkin terjadi pada anak-anak yang memiliki kelainan genetik sejak lahir. Misalnya anak yang lahir dalam kondisi down syndrome. Anak yang demikian berpeluang  mengidap kanker darah kendati tidak ada keturunan yang mengidap penyakit tersebut.

3. Anak yang Memiliki Kekebalan Tubuh Tidak Tinggi

Sistem kekebalan setiap orang berbeda. Anak-anak pun demikian. Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah dan terdapat gangguan akan mudah terserang berbagai penyakit, termasuk pula kanker darah.   

4. Pernah Menjalani Transplantasi

Anak-anak yang rentan terkena kanker darah adalah mereka yang pernah menjalani tranplantasi organ. Sangat mungki seorang balita mengidap penyakit tertentu dan harus menjalani tranplantasi organ. Pada kasus tertentu anak yang pernah menjalani tranplantasi organ memiliki potensi terkena kanker darah. Namun demikian ini tergantung pada kondisi dan daya tahan tubuh si anak.

5. Terkena Paparan Asap Rokok

Paparan rokok rupanya juga bisa menjadikan anak-anak rentan terkena kanker darah. Polusi asap rokok yang dihirup dan zat berancun yang terkandung tidak hanya menyebabkan kanker paru-paru akan tetapi juga bisa menyebabkan kanker darah.

6. Pernah Mengidap Kanker

Bukan hanya orang dewasa,  anak-anak yang pernah mengidap kanker juga rentan terkena kanker darah. Apalagi jika anak-anak tersebut menjalani kemoterapi untuk pengobatan. Sangat mungkin efek dari kemoterapi tersebut bisa berpengaruh dan merusak sel-sel yang masih sehat.

Gejala Leukimia Pada Anak

Ciri-ciri kanker darah pada anak dan dewasa tidaklah jauh berbeda. Hanya saja anak-anak seringkali tidak dapat menggambarkan rasa sakit. Orangtualah yang seharusnya bisa lebih peduli dan memperhatikan betul jika anak-anak mereka mengalami sakit yang tidak wajar.

Beberapa gejala atau tanda kanker darah yang bisa terjadi pada anak-anak, antara lain:

1. Demam

Anak-anak pastilah sering mengalami demam tinggi. Banyak orang bilang demam pada anak-anak wajar terjadi karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sempurna. Bahkan ada yang mengatakan jika demam terjadi pada anak-anak adalah tanda si anak akan cepat besar. Demam pada anak bisa sebagai bentuk perlawanan tubuh terhadap infeksi yang ada pada tubuh.

Orangtua perlu waspada jika demam yang dialami anak tidak wajar. Anak-anak yang mengidap kanker darah  lebih sering mengalami demam tanpa sebab yang jelas. Bahkan lebih sering jika dibanding anak-anak seusianya. Jika demikian segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.  Tanda demam ini sering diabaikan karena dianggap sesuatu yang biasa.

2. Anak Sering Menangis dan Sulit Tidur

Namanya anak-anak pastilah sering menangis. Pada kondisi yang tidak membuatnya nyaman dia akan menangis karena tidak dapat menceritakan atau mengungkapkan apa yang dirasakannnya. Perlu diwaspadai jika anak sering menangis tanpa sebab dan kenali pula kebiasaan anak Anda ketika menangis. Tidak menutup kemungkinan ada sakit dibagian tertentu seperti nyeri sendi namun dia tidak dapat mengungkapkannya.

3. Bagian Tubuh Tertentu Bengkak

Sebagai orangtua ada baiknya sering memeriksa bagian tubuh anak.  Jika ada memar atau bengkak yang tiba-tiba dan tanpa sebab harus diwaspadai. Pembengkakan atau memar itu terjadi karena adanya produksi sel darah putih yang tidak wajar sehingga menganggu keberadaan sel darah merah. Akibatnya akan terjadi perubahan pada warna kulit.

4. Keseimbangan Tubuh Terganggu

Anak-anak pada usia 0-5 tahun adalah masa emas perkembangan anak.  Pada masa tersebut anak-anak bergerak lincah dan aktif ke sana-kemari. Perhatikan jika anak Anda yang semula lincah sering terjatuh tanpa sebab.  Jika hal tersebut sering terjadi bisa jadi keseimbangan si anak terganggu karena fungsi organ tubuhnya mulai digerogoti sel darah putih yang abnormal.

5. Pendarahan Meski Hanya Lecet

Anak-anak pastilah aktif bergerak. Mereka kerap jatuh atau trantuk benda-benda tertentu. Tidak jarang mereka mengalami luka akibat terjatuh. Jika tidak terlampau parah biasanya anak-anak hanya mengalami lecet atau luka ringan saja. Namun lain halnya dengan anak-anak yang terindikasi leukimia. Mereka sangat mungkin mengalami pendarahan hebat kendati luka yang dialami hanya goresan kecil saja. Jika menemui hal seperti ini sebaiknya segera periksakan anak ke dokter.

Mencegah Leukimia Pada Anak

Kanker darah pada anak sangat mungkin dihindari.  Orangtua memiliki peran agar anak terhidar dari penyakit yang mematikan tersebut. Jika sudah mengidap leukimia, ada baiknya juga menjaga pola hidup dan mencukupi asupan gizi pada anak.  Selain gizi Anda juga harus menjaga lingkungan agar tidak mencemari anak Anda.

Pertama jauhkan anak dari makanan berpengawet. Anak-anak pasti tergoda dan merengek meminta makanan berpengawet yang dijual di swalayan. Berilah pengertian pada mereka bahwa makanan tersebut kurang baik dan berbahaya terhadap  kesehatan mereka. Hindari  dari radiasi benda elektronik. Anak-anak zaman sekarang pasti tidak jauh dari gadget. Untuk menghindari penyakit ini, Anda bisa membatasi penggunaan gadget kepada anak. Berilah pengertian bahwa radiasi gadget berbahaya bagi kesehatan.

Baca artikel lain mengenai Akupuntur untuk Kanker

Obat Herbal Untuk Kanker Darah

Tanaman dan Obat Herbal Untuk Kanker Darah

Pola hidup sehat juga penting untuk pengidap kanker darah.

Banyak orang masih awam dengan kanker darah, salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Produksi sel darah putih yang berlebih dan abnormal menyebabkan daya tahan tubuh seseorang menurun. Sel darah putih yang tumbuh abnormal menyebar dan menurunkan fungsi organ tubuh lainnya. Itu sebabnya seseorang yang mengidap kanker darah tidak dapat bertahan lama.

Kanker darah dibedakan kanker darah akut dan kanker darah kronis. Kanker darah akut penyebaran sel kanker berlangsung cepat. Sedang pada kanker darah kronis perkembang sel cenderung lambat namun sama berbahaya dengan kanker darah kronis.

Sel darah putih yang seharusnya berfungsi melindungi tubuh dari benda asing dan penyakit . Pada kanker darah sel tersebut berkembang tidak normal dan berlebihan. Sel darah putih yang abnormal tersebut kemudian berkembang dan menumpuk di aliran darah dan organ tubuh tertentu. Kondisi tersebut menyebabkan seseorang mengalami beberapa tanda atau gejala antara lain seringnya mengalami pendarahan seperti mimisan, pembengkakan organ tubuh seperti hati, limfa, dan kelenjar getah bening.  Rasa nyeri di persendian dan tulang belakang, mudah lelah, dan sakit kepala juga dirasakan oleh pengidap kanker darah.

Penderita kanker darah  harus segera ditangani begitu terdiagnosa. Cepatnya sel kanker menyebar membuat penderita tidak dapat bertahan lama. Pengobatan yang selama ini ada yaitu kemoterapi, transplantasi,  dan radioterapi. Selain itu, pengawasan dari dokter jika kanker darah yang dialami masih berada pada stadium awal. Pengobatan tersebut juga berisiko dan tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tidak sedikit pasien kanker darah yang memilih pengobatan herbal. Pengobatan secara tradisional ini memang telah turun temurun. Bahkan sebelum pengobatan modern dilakukan, pengobatan ini telah lebih dulu ada. Kendati demikian, ada baiknya teliti sebelum menggunakan obat-obatan herbal. Obat herbal memang alami, namun bukan berarti aman. Obat herbal memang meminimalisasi efek samping, namun jika penggunaannya tepat dan sesuai.

Pengobatan herbal untuk kanker darah ada yang diolah sendiri dan kemudian dikonsumsi. Adapula yang sudah berupa kapsul  siap konsumsi.  Keduanya sama-sama mudah didapatkan di sekitar kita. Namun sekali lagi perlu diperhatikan kandungan dan efek sampingnya meski sedikit. Jika mengolah sediri pasien juga harus memperhatikan cara mengolah dan memastikan tanaman herbal yang digunakan dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi.

Pasien kanker darah juga disarankan mengkonsumsi buah dan sayuran tertentu untuk meminimalisasi pertumbuhan sel darah putih yang abnormal. Ada baiknya buah dan sayuran tersebut juga dikonsumsi sebagai penyeimbang tubuh dari obat-obatan baik herbal ataupun pengobatan medis yang dilakukan. Pengobatan apapun bisa dilakukan oleh pasien leukimia, baik tradisonal ataupun modern yang terpenting harus juga diimbangi dengan pola hidup sehat. Menghindari makanan yang mengandung pengawet, istirahat cukup, dan olahraga teratur adalah salah

Obat Herbal untuk Kanker Darah

Sebagai alternatif pengobatan, herbal sering dipilih oleh banyak orang termasuk pengidap leukimia. Tanaman herbal yang bisa menjadi obat untuk penderita kanker darah adalah mahkota dewa. Tanaman ini telah teruji sebagai bahan pencegah dan penumpas penyakit yang mematikan ini. Mahkota dewa bisa berfungsi sebagai tanaman hias yang dipelihara di rumah.  Tak hanya jadi hiasan, tanaman asal Papua ini juga bisa digunakan untuk obat-obatan herbal.

Buah mahkota dewa mengandung beberapa zat antara lain alkoid, polifenol, dan sapoin. Zat alkoid berfungsi untuk mendetoksifikasi yang dapat menetralisasi racun dalam tubuh. Zat sapoin sebagai sumber antibakteria dan antivirus. Zat ini juga berfungsi untuk meningkatkan vitalitas, sistem kekebalan tubuh, mengurangi pembekuan darah, dan kadar gula darah.

Sementara flavonoid memiliki khasiat  untuk melancarkan peredaran darah, mencegah penyumbatan pembuluh darah, mengurangi kadar kolesterol, meluruhkan lemak yang ada di dinding pembuluh darah, mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Buah mahkota dewa juga mengandung antioksidan, antiinflamasi,  membantu mengurangi rasa sakit jika terdapat pembengkakan.  Zat polyphenol mahkota dewa  berfungsi sebagai antialergi.

Kandungan buah mahota dewa telah teruji mampu menghalangi laju perkembangan sel kanker sampai 50 persen.  Bagian yang mampu menghalangi laju sel kanker adalah kulit biji dan daging buahnya yang mengandung antioksidan.

Buah makota dewa tak bisa dikonsumsi sendiri untuk mengatasi kanker darah. Untuk menumpas sel kanker, mahkota dewa juga bisa diramu dengan herbal lain seperti sambiloto kering, cakar ayam kering, dan temu putih. Cara pengolahannya pun cukup mudah. Perhatikan komposisi berikut: 5 gram daging buah mahkota dewa kering, 10 gram sambiloto kering, 15 gram cakar ayam kering, dan 15 gram temu putih. Semua bahan tersebut dicuci bersih lalu direbus dengan lima gelas air sampai tersisa lebih kurang tiga gelas.  Saring ramuan tersebut dan minum 3 kali sehari sebelum makan dengan takaran satu gelas sekali minum.

Buah mahkota dewa yang digunakan untuk pengobatan memang telah dikeringkan sebelumnya. Pengawaetan secara alami tersebut dilakukan untuk mengurangi kadar air dalam buah. Tujuannya agar air yang tersisa dalam buah tidak digunakan sebagai tempat perkembangbiakan mikroba perusak yang ada dalam buah.

Tanaman herbal lain untuk pengobatan kanker adalah ekstrak kulit manggis.  Berdasarkan penelitian di Jepang senyawa Xanthones yang terdapat pada kulit buah manggis secara efektif dapat membunuh sel kanker. Empat senyawa xanthones busa berfungsi sebagai antiproliferatif terhadap sel kanker darah.  Kulit buah manggis juga mengandung senyawa yang memiliki sifat antitumor, antikanker, antijamur, antioksidan, dan mampu membasmi sel kanker serta memicu proses apoptosis yaitu kematian sel kanker secara bertahap di beberapa jenis kanker termasuk leukimia.

Daun sirsak adalah tanaman herbal yang lazim digunakan untuk pengobatan semua jenis kanker. Kandungan acetogenin pada daun sirsak memiliki sifat antikanker yang hanya membunuh sel-sel kanker saja, sel yang masih sehat tidak akan ikut terbasmi.

Tanaman lain yang dapat berfungsi sebagai obat kanker darah adalah daun sirih merah. Kandungan daun sirih merah antara lain minyak astiri yang mampu menumpas bibit kanker. Flavanoid adalah senyawa yang berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Sel kanker tidak dapat bertahan lama jika kadar oksigen dalam tubuh tercukupi.

Buah dan Sayur untuk Pengidap Kanker Darah

Pengidap kanker darah juga harus menjaga pola hidup sehat. Apalagi mereka yang menjalani pengobatan berisiko. Selain obat herbal ada beberapa sayur dan buah yang dianjurkan dikonsumsi oleh pengidap kanker darah.

Buah alpukat mengandung senyawa Avocatin B yang dapat menghancurkan sel-sel induk leukimia.  Buah alpukat juga diajurkan untuk meluruhkan lemak jahat yang ada dalam tubuh. Pengidap  kanker darah jenis leukimia mieloid akut sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi buah alpukat.

Brokoli juga dianjurkan dikonsumsi penderita leukimia. Kandungan nutrisi brokologi sangat baik untuk mencegah dan melawan kanker. Selain itu brokoli juga mengandung senyawa seperti indoles, sulfhorapane yang mampu membunuh sel kanker.  Kandungan senyawa brokoli lainnya diyakini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan antikanker.

Baca artikel lain mengenai Ikan Lele Penyebab Kanker