Category Archives: Kanker Darah/Leukimia

Cara Mengatasi Leukimia

Cara Mengatasi Leukimia Secara Medis dan Herbal

Leukimia, Penyakit Mahal yang Mematikan

Selama ini penyakit leukimia memang masih menjadi momok yang menyeramkan bagi sebagian orang. Bagaimana tidak, bisa dibilang leukimia merupakan penyakit yang dapat menggerogoti daya tahan tubuh dengan sangat cepat. Tidak hanya mematikan, biaya pengobatan leukimia terbilang sangat mahal.

Tidak hanya itu, leukimia juga termasuk salah satu penyakit yang menyerang pada segala usia. Bukan hanya orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Terbukti baru-baru ini, penyakit ini telah menyerang Shakira, putri semata wayang dari penyanyi Denada yang masih berusia 5 tahun. Yang pada pertengahan 2017 lalu, juga menjadi salah satu sebab meninggalnya suami Ririn Ekawati, Ferry Wijaya.

Meskipun leukimia termasuk salah satu penyakit yang sudah banyak dibahas diberbagai sumber. Namun, tetap saja, sebagian orang masih belum begitu paham mengenai penyakit leukimia, penyebab, gejala, dan juga cara mengatasi leukimia. Oleh karena itu berikut pembahasan mengenai leukimia secara rinci.

Apa Itu Leukimia?

Leukimia atau kanker darah merupakan penyakit mengerikan yang menyerang sel-sel darah putih dan sum-sum tulang belakang pada tubuh manusia. Pada kondisi normal, sel darah putih memiliki fungsi melindungi tubuh mansia terhadap benda asing ataupun penyakit. Biasanya, sel-sel darah putih ini secara teratur akan berkembang saat tubuh membutuhkan untuk membasmi infeksi atau benda asing yang muncul di dalam tubuh.

Cara Kerja Penyebaran Sel Kanker dalam Tubuh

Pada seorang penderita leukimia, sum-sum tulang belakang yang merupakan tempat penghasil sel darah putih ini memproduksi sel darah putih yang berlebihan. Akibatnya, sel sel darah putih tersebut mengalami penumpukan di dalam sum-sum tulang sehingga sel-sel darah sehat yang dihasilkan menjadi berkurang.

Selain mengakibatkan penumpukan sel pada sum-sum tulang. Sel abnormal yang dihasilkan bisa menyebar ke organ lain, seperti hati, paru-paru, limfa, ginjal. Bahkan menyebar hingga ke otak dan tulang belakang.

Oleh karena itulah, tidak heran saat seseorang telah didiagnosa mengidap leukimia. Orang tersebut akan langsung mencari solusi mengenai cara mengatasi leukimia agar tidak semakin menyebar di dalam tubuh.

Gejala Leukimia yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, gejala leukimia memang tidak begitu terlihat. Hal tersebut disebabkan karena pada tahap awal leukimia memiliki indikasi-indikasi yang cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti kondisi saat tubuh terserang flu. Meskipun begitu, gejala-gejala leukimia tetap ada. Salah satu gejala-gejala leukimia yang dapat anda waspadai yaitu sebagai berikut.

  1. Tubuh merasa lemas dan lelah berkelanjutan.
  2. Tubuh cenderung mudah memar dan berdarah, seperti pendarahan dari hidung, urine, tinja, atau pendarahan pada gusi.
  3. Lebih rentan terhadap infeksi, seperti pneumonia bronkial (sakit tenggorokan) yang diikuti dengan sakit kepala, sariawan, demam, atau ruam pada kulit.
  4. Mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Biasanya terjadi di tenggorokan, selangkangan, atau pada ketiak.
  5. Hilangnya selera makan dan berat badan yang semakin menurun.
  6. Merasakan tidaknyamanan pada tulang rusuk kiri bawah.
  7. Tingginya jumlah sel darah putih, yang menimbulkan masalah penglihatan karena retina mengalami pendarahan.
  8. Telinga mendengung (tinnitus), ereksi berkepanjangan (priapismus), ataupun tubuh mengalami kejang karena pendarahan di otak.
  9. Tubuh menghasilkan keringat yang berlebihan, terutama pada malam hari.
  10. Merasakan nyeri pada tulang atau sendi.

Biasanya, leukimia memang cenderung memiliki indikasi yang berbeda tergantung pada jenis kanker yang diderita. Namun jika anda atau keluarga anda mengalami gejala-gejala di atas, dan cenderung berkelanjutan. Segera melakukan pemeriksaan diri ke dokter.

Jenis-jenis Leukimia dan Cara Kerjanya

1. Berdasarkan Kecepatan Perkembangannya

Leukimia atau kanker darah dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  • Leukimia akut

Leukimia akut biasanya cenderung memiliki perkembangan lebih cepat. Hal tersebut diakibatkan karena jumlah sel darah putih mengalami penambahan yang tidak normal sehingga sel tidak bisa berfungsi secara normal. Tidak hanya itu, pada leukimia akut proses penyebaran di dalam aliran darah juga terjadi sangat pesat. Oleh karena itu, pada leukimia jenis ini seseorang harus segera ditangani. Sebab jika dibiarkan, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen dan kekebalan tubuh akan menurun.

  • Leukimia Kronis

Jika dibandingkan dengan leukimia akut, penyakit leukimia kronis cenderung memiliki perkembangan yang perlahan-lahan dalam jangkan yang panjang. Oleh karena itulah, tidak heran jika biasanya seseorang yang mengidap leukimia kronis baru menyadari setelah bertahun-tahun.

Hal tersebut disebabkan karena sel darah putih masih tetap hidup dan menumpuk di dalam aliran darah, sumsum tulang, dan juga organ lain yang terkait. Untuk beberapa saat, sel darah putih ini masih bisa berfungsi dengan baik karena sel darah menjadi lebih matang. Meskipun sekali lagi, sel tersebut hanya bisa berfungsi beberapa saat.

2. Berdasarkan Jenis Sel Darah yang Diserang

Berdasarkan jenis sel darah yang diserang, kanker darah atau leukimia dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Leukimia Limfotik. Leukimia limfotik merupakan kanker yang menyerang sel-sel limfa
  • Leukimia Mielogen. Leukimia mielogen merupakan kanker darah yang menyerang sel-sel mieloid.

Berdasarkan dua pengelompokan kanker darah atau leukimia di atas, terdapat empat jenis leukimia yang cenderung lebih sering dialami. Adapun empat jenis leukimia tersebut, yaitu sebagai berikut.

1. Acute Lymphocytic Lekimia (ALL) atau Leukimia Limfotik akut

Seperti yang telah dijelaskan di atas. leukimia limfotik atau ALL merupakan kanker yang menyerang sel-sel pada limfa. All biasanya akan menghambat fungsi limfosit sehingga penderita leukimia limfotik ini akan mengalami infeksi yang serius. Meskipun bisa menyerang orang dewasa. Namun umumnya, leukimia ini diidap oleh anak-anak.

2. Chronic Lymphocytic Leukimia (CLL) atau Leukimia Limfotik Kronis

Untuk waktu yang lama, leukimia limfotik kronis umumnya cenderung tidak menunjukkan gejala-gejala. Oleh karena itulah, biasanya seseorang yang mengidap leukimia limfotik kronis ini baru akan mengetahui saat leukimia pada stadium lanjut. Dan leukimia limfotik kronis hanya diidap oleh orang dewasa.

3. Acute Myelogenous Leukimia (AML) atau Leukimia Mielogen Akut

Jika leukimia kimfotik akut cenderung diderita oleh anak-anak. jenis leukimia ini umumnya banyak menyerang orang dewasa. Meskipun terkadang AML juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja. Penderita leukimia mielogen akut biasanya akan mengalami  penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan karena pembentukan sel mieloid yang tidak sempurna.

4. Chronic Myelogenous Leukemia (CML) atau Leukimia Mielogen Kronis

Kebanyakan jenis leukimia kronis ini diidap oleh orang-orang yang berusia di atas 20 tahun. Untuk perkembangan CML sendiri, terjadi dua tahap. Pada tahap pertama, sel-sel yang dihasilkan secara berlebihan atau abnormal tersebut akan mengalami perkembangan yang perlahan-lahan. Dan pada tahap kedua, jumlah sel abnormal yang dihasilkan akan semakin bertambah sehingga kekebalan tubuh akan menurun secara drastis.

Pengobatan Leukimia Secara Medis Berdasarkan Jenis Leukimia yang Diidap

Setelah positif didiagnosa mengalami leukimia, biasanya dokter akan membantu mengambil langkah pengobatan serta merekomendasikan mengenai cara mengatasi leukimia dengan tepat. Umumnya, jenis penanganan yang akan diberikan dokter tergantung pada usia, kondisi kesehatan, jenis leukimia yang diderita, dan juga stadium kanker yang diidap. Adapun cara mengatasi leukimia yang umumnya direkomendasikan sebagai penanganan leukimia, antara lain:

  1. Kemoterapi
  2. Radioterapi
  3. Transplatasi sel induk atau stem cell
  4. Terapi terfokus sebagai langkah untuk menyerang bagian yang rentan pada sel kanker
  5. Terapi biologis
  6. Penantian dengan pengawasan, biasanya akan ditunjukkan pada penderita leukimia limfatik kronis

Seperti yang anda ketahui, leukimia merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan yang seksama. Hal tersebut dikarenakan agar sel-sel kanker dapat hancur dan sel darah normal bisa kembali dibentuk di dalam sumsum tulang. Oleh karena itulah, selain dengan cara di atas. biasanya dokter akan menganjurkan cara mengatasi leukimia ini berdasarkan pada usia, kondisi kesehatan, serta jenis dan stadium leukimia yang diderita pasien. Adapun cara tersebut meliputi:

Cara Mengatasi Leukimia Limfoblastik Akut

  • Induksi.
  • Konsolidasi.
  • Pemeliharaan.

Cara Mengatasi Leukimia Mieloblastik Akut (AML)

Pengobatan AML bisa didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid normal yang biasanya meiliki 4 langkah, yakni:

  • Induksi remisi.
  • Terapi pasca-remisi.
  • Melalui obat-obatan, seperti arsenik trioksida dan obat all-trans retinoic acid (ATRA).
  • Transplatasi sel induk dan kemoterapi saat leukimia kambuh atau tidak lagi merespon terhadap pengobatan.

Cara Mengatasi Leukimia Limfositik Kronis (CLL)

  • Terapi radiasi.
  • Kemoterapi lebih atau transplantasi sumsum tulang, jika mengalami kambuh atau CLL tidak lagi merespon obat.
  • Pengobatan dini saat pasien ccl tidak mampu melawan infeksi dengan baik.

Cara mengatasi Leukimia Mieloblastik Kronis (CML)

  • Tyrosine kinase inhibator dapat dilakukan pada tahap awal.
  • Melakukan transplantasi sumsum tulang jika pasien mengalami kambuh setelah melakukan tyrosine kinase inhibator jika tidak transplatasi tidak wajib dilakukan.
  • Untuk CML tahap selanjutnya pengobatan bisa dilakukan dengan kemoterapi sebelum melakukan transplantasi sumsum tulang untuk meningkatkan keberhasilan operasi.

Pengobatan Leukimia Secara Herbal

Selain dengan cara medis. Sebenarnya pengobatan leukimia secara herbal juga bisa dilakukan dengan cara-cara memanfaatkan bahan alami seperti tumbuh-tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang lumayan populer untuk mengobati kanker yaitu kenikir. Selain itu, daun tumbuhan seperti daun sirsak juga dipercaya bisa mengobati kanker secara tradisional.

Seberapa Efektif Daun Sirsak Atasi Kanker?

Daun sirsak memiliki kandungan acetogenic. Saponin, serta tanin yang memiliki sifat sebagai anti kanker. Daun sirsak juga memiliki kandungan anti inflamasi dan antibodi yang akan membantu sel darah putih berfungsi dengan normal. Cara pembuatannya pun cukup mudah, anda tinggal merebus kurang lebih 15-20 lembar daun sirsak yang diambil dengan cara memetiknya dari pucuk hingga daun yang keempat dibawah pucuk dengan sekitar 600 cc air. Tunggu hingga mendidih dan air rebusan hanya tersisa 1 gelas saja. Jika memungkinkan menggunakan alat rebus berbahan tanah liat lebih disarankan untuk menjaga kemurniannya.

Tidak hanya daun sirsak dan kenikir saja. Bahan alami lain seperti tapak dara, silymarin (milk thistle), ginseng merah korea, kunyit, dan juga daun zaitun bisa anda coba. Namun salah satu hal yang perlu anda perhatikan jika ingin mencoba pengobatan herbal yakni takaran obat harus jelas. Kelemahan pengobatan herbal menggunakan tanaman atau hewan, seringkali masih sebatas pada ukuran kira – kira. Meksipun begitu, kelebihan pengobatan leukimia secara herbal juga patut anda pertimbangkan. Mulai dari jumlah biaya pengobatan yang lebih terjangkau hingga efek samping pengobatan yang terbilang lebih ringan dibandingkan kemoterapi.

Baca artikel lain mengenai Kanker Sarkoma

Cara Mencegah Leukimia

Cara Mencegah Leukimia Secara Tradisional untuk Anak dan Dewasa

Kanker darah menjadi salah satu perbincangan hangat masyarakat di Indonesia belakangan ini, saat salah satu penyanyi dalam negeri yakni Denada, harus menerima kenyataan pahit bahwa sang puteri mengidap leukimia atau kanker darah. Melalui kejadian ini tak hanya orangtuanya saja yang menjadi lebih waspada mengenai leukimia, namun juga masyarakat luas juga lebih sadar akan penyakit berbahaya yang satu ini dan seringkali mengincar anak-anak. Bukan cuma untuk mencari cara supaya bisa menyembuhkan si pasien, namun juga mulai dari saat anak (maupun kita sebagai orang dewasa) maih dalam kondisi yang sehat sebagai pencegahan.

Yang dimaksud dengan leukimia adalah kanker darah, dimana sel kanker yang jahat menyerang sel darah putih sementara sel darah putih berperan penting untuk lindungi tubuh kita dari berbagai zat asing yang memberikan efek buruk untuk tubuh kita. Dimana sel darah putih dipoduksi? Sel darah dihasilkan oleh sumsum tulang belakang kita.

Saat kondisi tubuh normal alias sehat-sehat saja, perkembangan sel darah putih normal dan akan bereaksi pada saat tubuh membutuhkan untuk menghentikan infeksi yang muncul karena virus atau bakteri, dan hasilnya adalah tubuh kembali sehat. Sementara itu, pada penderita kanker darah, sumsum tulang belakang malah memproduksi sel darah putih yang abnormal sehingga tak memiliki fungsi yang bagus dan jumlahnya pun berlebihan. Karena jumlahnya yang di atas ambang normal, maka terjadi penumpukan sel darah putih di sumsum tulang hingga sebabkan berkurangnya sel darah yang sehat.

Parahnya, tak cuma berada di sumsum tulang belakang namun juga bisa menyebar ke berbagai organ penting di dalam tubuh kita seperti ke paru-paru, ginjal, limfa, hati, paru sampai dengan ke otak dan juga tulang belakang.

Cara Mencegah Leukimia

Selain melakukan pencegahan dengan obat-obatan medis, jauh lebih dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh kita terlebih dahulu dengan menggunakan cara-cara yang alami, dan berhubungan dengan gaya hidup sehari-hari. Berikut adalah cara mencegah leukimia yang harus dilakukan.

  • Berolahraga. Walau masih anak-anak, olahraga harus dibiasakan supaya metabolisme tubuh lancar dan kekebalan tubuh pun menjadi jauh lebih baik, sehingga virus yang sebabkan kanker tak mampu untuk menerobos antibodi. Tak perlu melakukan olahraga yang rumit atau berat, cukup lakukan jalan santai setiap pagi atau bersepeda, lakukan stretching atau senam irama, berenang di akhir pekan atau pergi olahraga bersama di taman kota. Berolahraga dengan banyak teman tak cuma menyehatkan tubuh, namun juga sehatkan jiwa karena berinteraksi dengan banyak orang. Olahraga ini adalah cara mencegah leukimia yang paling ampuh.
  • Jangan Merokok dan Dekati Asap Rokok. Tak ada untungnya jika kita merokok, berbagai jenis racun ada di dalamnya dan tak mustahil bisa membunuh kita. Asap rokok mengandung toxin yang bisa mengundang sel-sel kanker, termasuk kanker darah. Sebelum muncul gejala kanker, jauh lebih baik segera hentikan merokok jika tak ingin kebahagiaan hidup terenggut karena kanker leukimia atau kanker lainnya.
  • Hindari Karsinogen. Cara mencegah leukimia lainnya adalah dengan menghindari berbagai makanan yang mengandung zat karsinogenik. Zat yang sebabkan kanker (termasuk kanker darah) ini dihasilkan oleh cara mengolah makanan non rebus dan kukus. Jika kita terlalu sering konsumsi makanan yang digoreng (apalagi dengan minyak yang terus menerus digunakan), ditumis dan dibakar (apalagi yang gosongnya banyak), maka siaplah disapa oleh sel kanker. Jika ingin menghindarinya, biasakan makan makanan yang dikukus dan direbus saja. Juga konsumsi buah-buahan dan sayuran segar.
  • Jangan Minum Alkohol. Walaupun konsentrasi alkoholnya rendah, tetapi jauh lebih baik jika menghindari minuman yang beralkohol. Banyak yang mengira tak apa jika mengonsumsi minuman dengan alkohol rendah, karena merasa konsentrasinya sedikit dan tak akan menimbulkan efek apa-apa, tapi dikonsumsinya dengan sering dan akhirnya adalah merusak organ dalam tubuh sehingga membuka gerbang untuk masuknya berbagai sel kanker, termasuk leukimia.
  • Terlalu Gemuk. Jangan berlindung di balik slogan ‘orang gemuk itu bahagia’ sebab terlalu gemuk tak akan membuat bahagia, yang ada malah menjadi sengsara sebab tubuh jadi sarang aneka penyakit. Obesitas juga membuat orang malas bergerak, lapar terus dan maunya makan makanan yang berlemak sehingga menempuk lemak serta kolesterol di dalam tubuh dan bisa terserang leukimia. Cara mencegah leukimia pada orang yang dengan berat badan berlebihan adalah dengan diet menurunkan berat badan. Berpuasa, mengatur pola makan, mengurangi makan daging dan lemak, juga tentu saja dengan olahraga secara rutin. Pun dengan anak-anak, jangan karena anak gemuk itu lucu, tapi waspada penyakit leukimia yang mengincarnya.

Cara Mencegah Leukimia dengan Makanan. Apa Bisa?

Selain melakukan cara-cara di atas, ada cara mencegah leukimia lainnya yang bisa dilakukan oleh anak-anak dan dewasa, yakni dengan menjaga makanan. Yang pertama adalah dengan mengonsumsi berbagai jenis makanan yang memiliki zat aktif sebagai anti kanker, misalnya saja mengonsumsi bawang putih, jambu biji, kol, wortel, aneka jenis kacang-kacangan, ikan laut, yoghurt serta keju, tomat, tempe, brokoli dan berbagai jenis makanan lainnya.

Semua jenis makanan yang telah disebutkan itu memiliki zat antioksidan yang berfungsi untuk mencegah masuknya radikal bebas ke dalam tubuh, yang kelak bisa sebabkan kanker leukimia dan berbagai jenis kanker lainnya. Selain itu, ada juga selenium, vitamin A C dan E serta kandungan anti karsinogen lainnya yang sangat bermanfaat sebagai pencegah kanker darah.

Makanan yang mengandung banyak lemak juga harus dihindari, sebab bisa memicu terjadinya leukimia atau kanker darah. Tak cuma berbagai jenis daging yang berlemak, makanan pokok kita sehari-hari juga bisa menyebabkan lemak yang menumpuk tak terolah dengan baik, misalnya saja krim, mentega, minyak sayur, minyak jagung dan minyak kelapa. Bukan berarti tak boleh sama sekali, tetapi boleh hanya saja dalam jumlah yang seimbang dan netralkan dengan berolahraga.

Cara mencegah leukimia yang terakhir adalah dengan hindari makanan serta minuman yang mengandung pemanis buatan atau aspartam. Pemani buayan yang sering ditemukan dalam permen karet serta minuman kemasan ini adalah penyebab leukimia. Hindarilah sebisanya dan perbanyak makan serta minum secara alami. Hindari daging olahan yang diawetkan juga untuk menjaga tubuh tetap normal dan metabolisme berjalan dengan lancar.

Jangan lupa untuk melakukan pengecekan tubuh secara berkala di dokter, hal ini dimaksudkan supaya kita bisa mendeteksi dini berbagai jenis penyakit yang kemungkinan berada dalam tubuh. Jika kita lebih dulu mendeteksi keberadaan sel abnormal dalam tubuh dan bisa melakukan pengobatan secepatnya. Apalagi jika sudah merasakan gejala-gejala kanker seperti berat badan yang menurun drastis tanpa sebab, demam yang tak berkesudahan, nafsu makan hilang, serta lelah yang berlebihan, segera konsultasi secepatnya ke dokter.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Buah Bit Untuk Kanker

Ciri-Ciri Penyakit Leukimia

Ciri-Ciri Penyakit Leukimia yang Sering Terjadi dan Diabaikan

Leukimia adalah sebuah penyakit yang menyerang sel sel darah putih yang ada di dalam tubuh kita. Sel darah putih itu sendiri memiliki fungsi untuk melindungi tubuh dari berbagai virus dan bakteri dari luar yang akan membahayakan tubuh. Bayangkan jika ‘tentara’ yang melindungi tubuh kita ternyata diserang dari dalam, apa jadinya kondisi tubuh kita? Jangan kaget jika kemudian tubuh akan mengalami kelelahan yang sangat dan berbagai penyakit akan masuk dengan mudah karena antibodi yang ada di dalam tubuh pun sudah dilumpuhkan.

Kanker darah atau leukimia ini tak hanya menyerang orang dewasa, namun juga bisa menyerang anak-anak. Penyakit yang satu ini memiliki keterkaitan dengan gen bawaan, atau turunan. Apabila dalam satu garis keluarga ada keluarga yang mengalami kanker darah, maka kelak keturunannya juga akan mengalami hal serupa. Oleh sebab itu, untuk menghindari kondisi yang semakin parah, kita harus mengetahui ciri-ciri penyakit leukimia supaya bisa segera melakukan tindakan medis.

Ciri-ciri Penyakit Leukimia yang Fatal, tapi Diabaikan

Banyak sekali penderita leukimia yang tidak menyadari gejala-gejala leukimia, padahal sudah merasakan gejala yang abnormal pada kondisi tubuh mereka masing-masing. Kebanyakan merasa bahwa diri mereka tidak apa-apa dan lebih memilih untuk mendiamkan gejala yang datang karena merasa gejala tersebut tidak merugikan mereka, apalagi bagi yang masih bisa beraktivitas. Akan tetapi, sesungguhnya gejala-gejala yang muncul di bawah ini adalah tanda bahwa leukimia sudah memasuki tahapan yang cukup serius dan jika tidak ditanggulangi bisa menyebabkan masalah yang lebih besar, bahkan kematian.

  • Sering Merasa Lemas dan Kelelahan. Ini adalah ciri-ciri penyakit leukimia yang pertama dan paling awal terjadi, dimana tubuh menjadi terasa sangat lelah dan letih, padahal tidak melakuan aktifitas yang berat. Jangankan untuk berolahraga dan melakukan pekerjaan yang berat, bahkan untuk berjalan di dalam rumah saja rasanya sudah sangat lelah. Ini adalah gejala leukimia yang paling umum menurut direktur program leukimia. Mark Levis, MD, PhD yang berada di Pusat Kanker Komprehensif Johns Hopkins Sidney Kimmel. Terjadinya kondisi ini adalah disebabkan kekurangan sel darah merah (anemia) yang disebabkan oleh terlalu banyak sel darah putih di dalam tubuh. Awalnya mungkin hanya terasa lelah fisik biasa, tapi ke depannya lelah secara ekstrim akan terasa dalam jangka waktu yang cepat.
  • Napas yang Makin Sesak. Tidak cuma terasa lelah dan lemah, namun ciri-ciri penyakit leukimia lainnya adalah terasa sesak napas. Masih menurut Dr. Levis, penderita leukimia akan kesulitan bernapas, terengah-engah dan kehabisan napas. Jangankan untuk melakukan olahraga yang ekstrim, untuk berjalan melintasi ruangan saja bisa kehabisan napas seperti sudah melakukan lari sprint ratusan meter. Bukan cuma menjadi gejala leukimia, namun juga bisa menjadi ciri-ciri kanker paru-paru.
  • Muncul Memar Secara Tiba-Tiba dan Susah Hilangnya. Ciri-ciri penyakit leukimia lainnya yang sering penderitanya tak acuh adalah memar yang muncul spontan dan hilangnya sangat sulit. Memar biasanya terjadi karena trauma fisik seperti kejedot atau dipukul, namun bagi para penderita leukimia hal ini tak berlaku. Memar tersebut muncul sendiri dan lama hilangnya. Hal itu seperti yang dijelaskan oleh Pamela Crilley, DO, yang merupakan seorang ketua departemen onkologi medis yang berlokasi di Pusat Perawatan Kanker Amerika dan juga sekaligus kepala onkologi medis di Pusat Medis Regional Timur. Hal itu bisa terjadi karena pembekuan darah yang rendah. Memar akan muncul begitu saja walaupun kita tidak melakukan apapun, memar tersebut biasanya muncul di lengan, kaki dan beberapa bagian tubuh lainnya.
  • Lebih jauh lagi, ciri-ciri penyakit leukimia adalah terjadi pendarahan di berbagai bagian tubuh yang tak biasa, seperti paru-paru, kepala, usus, dan gusi, juga mimisan. Hal itu bisa terjadi sebab tubuh kekurangan trombosit dan juga masalah pada pembekuan darah yang menunjukkan bahwa leukimia yang diderita sudah akut.
  • Bintik Merah di Bawah Kulit. Ciri lain yang lebih spesifik menegaskan leukimia adalah munculnya petechiae, yakni merupakan bintik-bintik merah kecil yang terlihat di bawah kulit kita dan kondisi itu disebabkan oleh pendarahan di dalam. Kurang lebih bentuknya seperti titik-titik merah yang dibuat menggunakan pulpen di atas kulit. Banyak yang tak menyadari keberadaannya karena ukuran bintik yang sangat kecil, akan tetapi bintik yang tak menimbulkan sakit itu menunjukkan jumlah trombosit yang sangat rendah. Harus diwaspadai. Lokasi dimana titik ini bisa terlihat adalah di sekitar pergelangan kaki sebab daya tarik bumi membuat akumulasi cairan tubuh berada di bagian bawah tubuh atau kaki seharian.
  • Gusi yang Membengkak dan Membesar. Gusi membengkak ini dikenal sebagai hiperplasia gingiva, tak semua pasien leukimia akut mengalami gejala ini, tetapi sebagian kecil mengalaminya dan menjadi gejala leukimia yang paling meyakinkan. Bahkan para dokter juga selalu meminta pasien dengan diagnosis leukimia untuk membuka mulut dan memeriksa gusinya untuk menegaskan kondisinya.
  • Selalu Kenyang dan Kembung. Ada ciri lain dari leukimia adalah limpa yang membengkak, dan sebabkan nafsu makan jadi hilang. Pasien hanya bisa makan sedikit saja karena lambung selalu terasa penuh, itu dikarenakan limpa yang membengkak menekan lambung ke atas yang sebabkan kenyang.

Hal yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Leukimia

Selain mewaspadai gejala-gejala yang mungkin bisa saja terjadi, kita juga harus mengetahui berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya leukimia. Salah satunya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat setiap hari. Bukan cuma dengan mengurangi konsumsi lemak dan daging merah yang bisa memicu sel kanker, namun juga dengan memperbanyak makan buah dan sayuran segar. Bisa diolah menjadi jus atau dijadikan salad buah sayur yang rasanya lezat.

Membiasakan diri untuk berolahraga rutin setiap hari juga memperkuat antibodi tubuh, membuatnya jadi lebih kuat dari serangan virus, antibodi lebih kuat maka tubuh pun jadi jarang sakit dan risiko kanker menjadi jauh lebih sedikit. Selain itu, hindari minum minuman beralkohol karena alkohol dapat menyebabkan kerusakan organ dalam, termasuk merusak sel-sel dalam tubuh dan mempersilakan sel kanker masuk. Merokok juga sangat dilarang, tembakau memiliki banyak racun dibandingkan manfaat untuk tubuh, bahkan bisa dikatakan jika tembakau sama sekali tak memiliki manfaat positif untuk tubuh kita. Hindari asap rokok, apalagi perokok pasif memiliki risiko yang lebih besar untuk mendapatkan masalah kesehatan yang berupa kanker atau penyakit lain yang berhubungan dengan pernapasan.

Untuk ibu hamil, jangan sampai menyentuh minuman beralkohol utamanya di tiga bulan pertama kehamilan karena bisa menyebabkan anak mengidap leukimia saat mereka anak-anak nanti. Lebih baik perbanyak minum air putih, minum jus buah segar, atau minum susu dan makan berbagai olahan susu.

Baca artikel lain mengenai Persiapan Sebelum Radioterapi