Category Archives: Kanker Darah/Leukimia

Kanker pada Anak

Jenis dan Penyebab Kanker pada Anak

Penyakit kanker dapat menyerang siapa saja dari berbagai rentang usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada anak-anak, kanker yang diderita memiliki jenis yang sedikit berbeda dengan orang dewasa. Berikut ini kita akan membahas tentang seluk beluk kanker yang diderita oleh anak-anak.

Jenis Kanker pada Anak

Tipe kanker yang banyak menyerang anak-anak berbeda dari orang  dewasa. Beberapa jenis kanker yang sering menyerang anak-anak antara lain:

1. Leukimia

Leukimia yang merupakan kanker pada tulang dan darah menjadi kanker yang paling banyak menyerang anak-anak. Jumlahnya mencapai sekitar 30% dari semua kanker yang diderita anak-anak. Tipe leukimia pada anak kebanyakan lymphocytic leukemia(ALL) dan acute myelogenous leukemia(AML). Jenis leukimia ini dapat menyebabkan rasa sakit pada tulang dan sendi, pusing, lemah, kulit pucat, pendarahan, demam, berat badan turun, dan lain-lain.

2. Kanker Otak dan Saraf Tulang Belakang

Kanker otak merupakan jenis kanker terbanyak kedua yang menyerang anak-anak. Setidaknya 26% kanker yang diderita anak merupakan kanker jenis ini. Kebanyakan tumor otak yang menyerang anak dimulai pada bagian terendah dari otak seperti cerebellum atau brain stem. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala sakit kepala, muntah-muntah, mata kabur, pusing, dan lain-lain. Sedangkan tumor saraf tulang belakang lebih sedikit terjadi daripada kanker otak baik pada anak-anak dan orang dewasa.

3. Neuroblastoma

Neuroblastoma dimulai pada saat pembentukan sel saraf pada pengembangan embrio atau janin. Sekitar 6% kanker yang diderita anak adalah neuroblastoma. Kanker jenis ini berkembang pada bayi dan anak kecil. Sangat jarang kanker ini ditemukan pada anak-anak yang berusia di atas 10 tahun. Tumor ini dapat dimulai di mana saja namun biasanya dimulai pada bagian perut yang dapat dienali dengan adanya pembengkakan. Neuroblastoma dapat menyebabkan rasa sakit pada tulang dan demam.

4. Wilms Tumor

Wilms tumor atau disebut juga nephrobastoma dimulai pada satu atau kedua ginjal. Ini seringnya ditemukan pada anak-anak dengan usia sektiar 3 sampai 4 tahun, dan tidak biasa terjadi pada anak-anak yang lebih tua dari usia 6 tahun. Gejalanya biasanya berupa pembengkakan atau benjolan pada perut. Kadang-kadang anak memiliki gejala lainnya seperti demam, rasa sakit, mual, atau nafsu makan yang berkurang.

5. Lymphoma

Lymphoma dimulai pada sel sistem imun yang disebut dengan lymphocytes. Kanker ini juga dapat berdampak pada sumsum tulang dan oran lainnya. Gejala yang diderita tergantung pada letak kanker dan bisa berupa berkurangnya berat badan, demam, kelelahan, dan pembengkakan pada kelenjar tubuh.

6. Rhabdomyosarcoma

Rhabdimyosarcoma dimulai pada sel yang normalnya berkembang di otot skeletal, yaitu otot yang mengendalikan pergerakan bagian tubuh. Kanker tipe ini biasanya dimulai pada berbagai tempat dalam tubuh, misalnya di kepala dan leher, perut, tangan, atau kaki. Gejalanya bisa berupa rasa sakit, pembengkakan, atau keduanya.

7. Retinoblastoma

Retinoblastoma merupakan kanker pada mata. Kanker ini biasanya terjadi pada anak usia sekitar 2 tahun dan jarang ditemukan pada anak lebih dari 6 tahun. Biasanya jika cahaya mengenai mata anak, maka pupilnya akan terlihat merah, namun pada penderita retinoblastoma maka pupil akan terlihat putih atau pink.

8. Kanker Tulang

Kanker tulang merupakan kanker yang menyerang tulang terjadi pada anak yang sedikit besar dan remaja. Ada dua tipe kanker tulang yang terjadi pada anak yaitu osteosarcoma dan ewing sarcoma.

 Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Anak

Faktor risiko merupakan segala sesuatu yang dapat berdampak pada penyakit seperti kanker. Kanker yang berbeda memiliki faktor risiko yang berbeda pula. Pada orang dewasa, gaya hidup berhubungan dengan faktor risiko seperti kelebihan berat badan, makan makanan yang tak sehat, kurang berolah raga, atau kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol. Tapi faktor gaya hidup biasanya butuh waktu bertahun-tahun sehingga mempengaruhi risiko kanker dan ini tidak berperan banyak pada kanker yang diderita anak-anak.

Faktor lingkungan seperti paparan radiasi dihubungan dengan beberapa tipe kankerpada anak. Beberapa studi menjelaskan bahwa paparan dari orang tua seperti asap rokok dapat menyebabkan meningkatnya risiko kanker pada keturunan mereka. Tapi perlu lebih banyak studi untuk menjelaskan hubungan tersebut. Sejauh ini kebanyakan kanker anak tidak menunjukkan hubungan dengan faktor lingkungan.

Peneliti kemudian mulai mengerti bagaimana perubahan pada DNA sel dapat menjadi sel kanker. DNA sendiri merupakan senyawa kimia yang membentuk gen. Gen ini mengontrol hampir segala sesuatu pada sel. Kita biasanya menyerupai orang tua kita karena mereka merupakan sumber dari DNA yang kita miliki. Efek DNA ternyata tidak hanya pada tampilan fisik seseorang. Ini juga dapat mempengaruhi risiko berkembangkan beberapa penyakit, termasuk pada beberapa jenis kanker.

Beberapa DNA warisan dari orang tua pada anak bisa meningkatkan risiko munculnya beberapa tipe kanker. Tapi kebanyakan kanker yang diderita anak-anak tidak disebabkan oleh perubahan DNA warisan. Ini biasanya merupakan hasil dari perubahan DNA yang terjadi pada masa awal kelahiran atau kadang sebelum lahir. Setiap sel akan terbagi menjadi dua sel baru yang harus meng-kopi DNA. Proses tersebut bisa tidak sempurna dan kadang terjadi kerusakan, terutama saat sel berkembang dengan cepat.

Mendeteksi Kanker yang Diderita Anak

Kanker bisa menimbulkan beberapa gejala seperti rasa sakit, benjolan, atau pembengkakan. Orang tua memang perlu terus memberikan perhatian dan pengawasan tentang kondisi kesehatan anak. Banyak kanker anak yang bisa ditemukan lebih awal baik oleh orang tua atau dokter anak yang menanganinya. Tapi gejala kanker pada anak bisa sulit untuk dideteksi langsung karena gejala awal kadang terlihat serupa dengan gejala penyakit umum lainnya. Kanker anak-anak sebenarnya tidak umum terjadi tapi penting untuk melakukan pengecekan pada dokter jika terjadi beberapa gejala tak biasa yang sering terjadi, misalnya:

  • Pembengkakan yang tak baisa
  • Mudah lelah
  • Mudah memar
  • Merasakan rasa sakit hanya pada satu area
  • Demam atau sakit yang tak kunjung sembuh
  • Sering sakit kepala ditambah dengan mual
  • Perubahan pada mata/pengelihatan
  • Penurunan berat badan yang tiba-tiba

Jika menemukan gejala-gejala tersebut pada anak maka sebaiknya memeriksakan langsung pada dokter. Gejala tersebut memang bisa jadi gejala dari penyakit lainnya selain kanker namun perlu memastikan dengan berkonsultasi pada dokter. Dokter nantinya akan bertanya tentang riwayat kesehatan dari sang anak. Jika setelah pemeriksaan dokter menemukan kemungkinan terjadinya penyakit berat seperti kanker maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut seperti menggunakan x-rays atau tes lain. Jika memang sudah ditemukan tumor, dokter biasanya akan menghilangkan sebagian atau semuanya untuk proses biopsi.

Jadi sudah sepatutnya orang tua peduli pada kesehatan anak dengan memeriksakan ke dokter jika ada gejala yang mencurigakan. Penanganan lebih awal bisa memudahkan penyakit dapat disembuhkan sebelum terlambat.

Baca artikel lain mengenai Khasiat Minum Kopi

Terapi CAR T-Cell

Harapan Sembuh untuk Penderita Kanker Dengan Terapi CAR T-Cell

Kanker menjadi penyakit masyarakat modern saat ini dan masih belum ditemukan obat ampuh yang mampu benar-benar menyembuhkan pasien kanker. Kali ini saya ingin membagikan informasi yang saya dapatkan dari National Geographic. Ada suatu acara bernama Breakthrough, pada bagian ini saya tertarik karena membahas mengenai kanker dan penyembuhannya yang berbeda dari yang kita sudah kita ketahui.

Pada umumnya kita di Indonesia menjalani pengobatan kanker dengan 3 cara yaitu kemoterapi, hormon terapi atau radio terapi. Pada Breakthrough ini Nat Geo membahas mengenai pengobatan kanker dengan memodifikasi imun sel, pengobatan ini disebut CAR T-Cell Terapi.

Bagi anda yang memiliki channel Nat geo dan sedang memerlukan informasi mengenai kanker terapi ini akan menjadi solusi anda ketika sudah tidak ada pengobatan yang bisa anda jalani lagi. Di acara itu ada beberapa dokter dan peneliti yang disebutkan yaitu:

CAR T-Cell terapi ini merupakan Living Drug atau obat hidup yang ada di dalam tubuh yang bekerja membunuh sel kanker. Dan hebatnya lagi CAR T-Cell tidak merusak sel sehat sehingga hanya sel kanker saja yang akan dibunuh.

Kenapa Imun Sistem Tidak Bisa Membunuh Sel Kanker

Imun sistem berfungsi untuk membunuh segala sel yang asing di dalam tubuh kita sehingga tubuh kita tetap sehat. Ketika virus, bakteri atau penyusup lainnya masuk ke dalam tubuh maka tugas T-Cell untuk membunuh penyusup itu sehingga tubuh kita tetap sehat.

Logikanya T-Cell sangat efektif untuk membunuh sel kanker, nah disinilah masalah mulai timbul. Kanker adalah bagian dari sel tubuh kita sendiri yang bermutasi sehingga T-Cell tidak bisa mengenalinya itulah mengapa sistem imun kita tidak efektif melawan kanker.

Cara Kerja CAR T-Cell

Mengetahui situasi seperti itu maka dilakukan penelitian bagaimana caranya agar T-Cell di dalam tubuh kita bisa mengenali sel kanker dan membunuhnya. Untuk itu peneliti mengubah secara genetik T-Cell standart menjadi CAR T-Cell (Chimeric Antigen Receptor).

CAR T-Cell inilah yang sekarang menjadi pembunuh utama bagi sel kanker di dalam tubuh. CAR T-Cell menjadi serial killer bagi sel kanker, CAR T-Cell akan hinggap ke sel kanker dan menempel hingga sel kanker mati. Kemudian CAR T-Cell akan mencari sel kanker lainnya dan membunuhnya lagi begitu dan seterusnya hingga tubuh kita bersih dari sel kanker.

Prosedur Menjalani CAR T-Cell Terapi

Diceritakan di Breakthrough ada seorang penderita kanker darah/leukimia yang sudah akut mau mencoba CAR T-Cell terapi ini karena pengobatan yang ada sudah tidak ada yang bisa digunakan lagi. Jadi pasien ini mau mencoba pengobatan baru ini. Dokter mengambil sejumlah darah dan melakukan modifikasi pada T-Cell yang dimilikinya menjadi CAR T-Cell kemudian diinjeksikan kembali pada pasien.

Prosedurnya cukup senderhana bagi pasien tetapi bagi dokter tidak, mereka harus mengambil T-Cell dan mengubahnya menjadi CAR T-Cell. Setelah injeksi diceritakan pasien mengalami demam tinggi, dokter sempat bingung kenapa bisa terjadi demam. Setelah diteliti karena sel kanker banyak yang mati sehingga terjadi demam ini, dokter pun tidak menyangka bakal secepat ini CAR T-Cell mampu membunuh sel kanker.

Setelah beberapa saat pasien ini dinyatakan bebas dari kanker dan CAR T-Cell masih berada di dalam tubuhnya sehingga kemungkinan untuk kambuh lagi sangat kecil. CAR T-Cell akan segera langsung membunuh sel kanker yang akan muncul. Mulai detik itu juga pasien ini dinyatakan bebas dari kanker darah/leukimia.

CAR T-Cell terapi masih sangat rumit karena terapi ini harus spesifik untuk setiap orang dan dosisnya juga sangat spesifik untuk setiap orang jadi tidak bisa sembarang orang dengan dosis yang sama.

CAR T-Cell Digunakan untuk Siapa Saja

Dari uji coba pada pasien itu dokter menginginkan kemajuan lagi yaitu siapa saja bisa menggunakan CAR T-Cell atau bisa dikatakan CAR T-Cell untuk universal. T-Cell dari donor yang sudah dimodifikasi menjadi CAR T-Cell tidak bisa sembarang diberikan kepada pasien karena masih bisa terjadi penolakan pada pasien. Untuk itu perlu dilakukan Editing Gen. Editing Gen bertujuan agar CAR T-Cell yang diperoleh bisa diubah menjadi universal sehingga semua orang bisa menggunakan terapi ini tanpa ada penolakan.

Pada Breakthrough diceritakan dokter berhasil mengubah Gen dan membuat CAR T-Cell universal dan dicobakan pada bayi berumur 9 bulan. Bayi ini juga menderita leukimia dan orang tuanya tidak ingin menyerah dan tetap berjuang agar bayi mereka bisa sembuh. Kemudian dokter mencoba memberikan CAR T-Cell terapi ini pada bayi tersebut. Setelah beberapa lama tidak ada demam atau tanda yang lain, dokter mulai meneliti kembali dan melihat ternyata kanker sudah tidak ada lagi dan CAR T-Cell masih ada di dalam bayi ini dan tidak ada penolakan.

CAR T-Cell universal berhasil pada percobaan ini, meskipun masih diperlukan uji coba lebih lanjut tetapi pada titik ini kita bisa melihat bahwa CAR T-Cell bisa menjadi solusi pengobatan kanker. Dengan adanya CAR T-Cell universal ini siapa saja bisa menggunakan terapi ini tanpa harus ada penolakan pada tubuh pasien kanker.

Mimpi di Masa Mendatang untuk CAR T-Cell

Mari berimajinasi dengan saya, andaikan CAR T-Cell ini sukses bisa membunuh sel kanker apapun dan bisa diaplikasikan kepada semua orang layaknya obat umum, maka mimpi untuk bebas dari kanker akan terwujud. Anda bisa bayangkan CAR T-Cell akan diinjeksi ke dalam tubuh kita kemudian secara otomatis tubuh kita memiliki pertahanan untuk membunuh sel kanker.

CAR T-Cell di masa depan akan berubah menjadi vaksin anti kanker dalam imajinasi yang ada dipikiran saya. Teknologi ini akan menjadi terobosan/breakthrough bagi manusia. Kita yang sehat dapat menerima CAR T-Cell sehingga kita memiliki pertahanan sebelum kanker itu muncul jadi lama kelamaan manusia akan bebas dari kanker.

Kapankah ini bisa terwujud? Mungkinkah angan-angan ini bisa terwujud di masa depan?

Kesimpulan

Pada acara Breakthrough ini kita mendapat gambaran bahwa telah dicapai suatu terobosan baru untuk mengobati kanker. Pada acara itu diceritakan seseorang yang menderita leukimia berhasil sembuh total dengan menggunakan CAR T-Cell terapi. Yang menjadi pertanyaan berikutnya bagi kita adalah apakah penderita kanker di Indonesia bisa menggunakan terapi ini juga? Apakah terapi ini sudah bisa dipakai untuk umum? Apakah efektif untuk segala jenis kanker? Hal-hal inilah masih perlu dipelajari lebih lanjut dan tentunya biaya untuk menjalani terapi ini saya rasa tidak akan murah.

Dengan adanya CAR T-Cell ini membuka peluang hidup bagi penderita kanker yang sudah tidak ada harapan lagi. Semoga informasi ini bisa berguna bagi pasien kanker yang sedang menjadi harapan untuk kesembuhan.

Baca artikel lain mengenai Tian Xian Liquid

Gejala Kanker Darah pada Anak

Kenali Gejala Kanker Darah pada Anak dengan Cara Ini

gejala kanker darah pada anakKanker darah atau memiliki nama lain leukemia adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel sehat dan di dalam sumsum tulang membentuk sel darah putih berlebihan. Padahal sel darah putih dalam keadaan normal dibutuhkan untuk melawan infeksi. Namun pada penyakit kanker darah, sel darah putih diproduksi terlalu berlebihan dan abnormal sehingga tidak berfungsi dengan baik.

Sel darah putih yang berlebihan ini akan menumpuk di sumsum tulang dan mengurangi jumlah sel darah merah. Kanker darah dapat menyerang semua usia, tetapi jenis kanker ini banyak menyerang di usia anak-anak. Gejala kanker darah pada anak yang terlihat adalah sering terjadi pendarahan dan kulit pucat.

Jenis Kanker Darah

Pengelompokan kanker darah berdasarkan perkembangannya yaitu kanker darah akut dan kanker darah kronis. Disebut kanker darah akut karena penambahan sel darah putih yang abnormal dan menyebar ke aliran darah terjadi sangat cepat. Penderita kanker darah akut harus memperoleh penanganan dengan cepat. Disebut kanker darah kronis karena penambahan sel darah putih dan perkembangannya sangat lambat dalam jangka panjang. Umumnya gejala yang timbul tidak terlalu dirasakan.

Pengelompokan kanker darah berdasarkan penyerangan pada jenis sel darah putih yaitu leukemia mielogen akut, leukemia limfotik akut, leukemia mielogen kronis, dan leukemia limfotik kronis. Leukemia mielogen kronis dan leukemia limfotik kronis umumnya diderita oleh usia dewasa. Sedangkan leukemia mielogen akut dan leukemia limfotik akut dapat menyerang usia dewasa serta usia anak-anak.

Penyebab Kanker Darah pada Anak

Penyakit kanker darah disebabkan kelebihan produksi sel darah putih abnormal yang menumpuk di dalam sumsum tulang dan menurunkan fungsi sel darah sehat. Penyebab kanker darah atau leukemia pada anak belum diketahui dengan pasti. Namun ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya penyakit kanker darah pada usia anak-anak.

Penyebab kanker darah pada anak-anak ialah faktor genetik, kelainan genetik, menghirup asap rokok, memiliki kelainan darah, pernah memperoleh pengobatan kanker seperti radioterapi atau kemoterapi, pernah terpapar zat kimia tertentu, pernah terpapar radiasi konsentrasi tinggi, pernah memperoleh transplantasi organ dan terpapar virus sejenis retrovirus atau virus leukemia.

Stadium Kanker Darah pada Anak

Kanker darah pada anak memiliki tingkat keparahan berdasarkan penyebaran dan pertumbuhan sel kanker. Melalui pemeriksaan stadium kanker darah ini maka dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan tingkat keparahannya.

Berikut adalah stadium kanker darah pada anak menurut tingkat keparahannya.

  1. Stadium 0. Stadium 0 ini adalah gejala awal dari kanker darah yang ditandai sel tubuh mulai tidak normal. Pada stadium ini umumnya gejala belum dirasakan oleh anak-anak.
  2. Stadium 1. Pada stadium ini anak mulai menampakkan gejala seperti sering mengeluarkan darah dan darah sukar membeku. Bagi beberapa penderita memiliki darah yang berwarna merah muda.
  3. Stadium 2. Stadium 2 merupakan stadium lanjut dan umumnya baru memperoleh pengobatan. Pengobatan yang diberikan berupa terapi sasaran untuk mencegah penyebaran sel kanker dan persiapan operasi.
  4. Stadium 3. Pada stadium 3 ini sel kanker sudah mulai menyebar ke getah bening dan menimbulkan benjolan. Anak juga dapat mengalami pembengkakan pada bagian tertentu.
  5. Stadium 4. Pada stadium ini anak mengalami pendarahan yang berlebihan, sesak napas, infeksi, wajah pucat, dan kerusakan organ.

Gejala Kanker Darah pada Anak

Anak yang memiliki penyakit kanker darah atau leukemia menampakkan suatu gejala dan harus diwaspadai. Pada sebagian besar anak-anak tidak terlalu merasakan gejala-gejala yang timbul dan sering diabaikan. Anak-anak sering tidak mau mengatakan rasa sakit dan gejala yang dialami. Namun orang tua harus mewaspadai jika anak-anak memiliki gejala atau sakit yang tidak wajar.

Berikut ini adalah gejala yang timbul pada anak pengidap kanker darah.

  1. Sering mengalami mimisan.
  2. Kepala terasa pusing yang parah.
  3. Sering mengalami pendarahan pada gusi.
  4. Kulit terlihat pucat.
  5. Mengalami demam dengan suhu 38ºC dalam jangka yang lama.
  6. Pada kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan dada mengalami pembengkakan.
  7. Rasa nyeri pada tulang.
  8. Sering mengalami memar pada kulit.
  9. Mudah mengalami pendarahan dan darah sukar membeku.
  10. Penurunan berat badan yang drastis.
  11. Kehilangan keseimbangan tubuh dan mudah terjatuh.

Apabila orang tua memperhatikan anak-anak memiliki tanda-tanda leukemia atau kanker darah seperti di atas sebaiknya harus diwaspadai. Segera periksakan ke dokter untuk memperoleh kepastian tentang gejala yang dialami. Pengobatan yang dilakukan sejak dini akan mendapat peluang lebih besar kemungkinan kesembuhan leukemia pada anak.

Anak-anak yang dicurigai memiliki gejala penyakit kanker darah sebaiknya segera diperiksa ke dokter untuk memperoleh pengobatan. Gejala kanker darah pada anak ini harus diwaspadai agar sel kanker tidak menyebar sehingga tingkat penyembuhan secara total dapat lebih tinggi. Konsultasikan ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang tepat.

Baca artikel lain mengenai Cara Diet Vegetarian