Category Archives: Kanker Darah/Leukimia

Leukemia Akut

Beberapa Jenis Leukemia Akut Dan Cara Mengobatinya

Penyakit yang semakin banyak jenisnya, merenggut sekian banhyak nyawa manusia. Itu sebabnya sebagai manusia yang berkembang haruslah bagi anda mempelajari setiap berbagai macam penyakit untuk mengetahui bagaimana gejala, apa penyebabnya dan bagaimana pengobatannya. Semakin anda mengetahui berbagai macam jenis penyakit, semakin memudahkan anda untuk mempelajari setiap penyakitnya dan memahami setiap bagiannya, bagus jika anda mampu menghindari penyebabnya. Bagaimana dengan penyakit yang ada karena gen atau bakteri dalam tubuh kita masing-masing? Nah salah satu penyakit yang terkenal karena gennya atau kandungan darah nya yaitu penyakit leukemia.

Leukemia merupakan kelainan yang dialami seseorang untuk karena sumsum tulang mengalami kelaian atau salah dalam memproduksi sel darah, tubuh menjadi lebih banyak memproduksi sel darah putih sehingga menganggu tubuh dalam melawan infeksi. Penyakit leukemia menjadi sanagt berbahaya karena sel darah lainnya tidak dapat berfungsi sesuai kegunaannya. Penyakit ini biasanya memiliki ciri memar, pendarahan dan juga infeksi.

Penyebab dari penyakit leukemia juga sampai sekarang masih belum diketahui secara pasti, beberapa dokter ahli hanya memberikan kemungkinan seperti gen, konsumsi makanan atau bahkan lingkungan yang kemungkinan mempengarauhi. Itu sebabnya leukemia rentan terserang kepada siapa saja, tak kenal pria dan wanita, tak kenal perempuan atau laki-laki, penyakit satu ini selalu menjadi perhatian utama para dokter untuk segera diatasi dan dicari solusi jalan keluarnya.

Jenis-Jenis Leukemia Akut Yang Perlu Diwaspadai

1. Leukemia Limfosit Akut

Pada jenis leukemia satu ini penyakitnya menghambat fungsi limfosit, sehingga sipasien akan mengalami infeksi yang serius. Leukemia satu ini adalah yang paling sering terjadi pada anak-anak kecil, leukemia satu ini menjadi jenis penyakit kanker pada limfosit yang penyebarannya cepat dan sangat berbahaya mematikan dan cepat memburuk.

2. Leukemia Limfosit Kronis

Anda akan merasa sakit dan cepat lelah, kelenjar getah bening akan membengkak dengan sistem imun yang melemah. Ada juga gejala mimisan, mudah lebam di badan, ada masalah pendarahan, lemas karena anemia, kesulitan bernapas, berat badan yang menurun drastis, nyeri sendi, dan lain-lain.

3. Leukemia Mielositik Akut

Leukemia jenis ini biasanya tidak melewati gejala-gejala yang dirasakan, penyakitnya juga biasanya diketahui ketika sudah melewati fase stadium lanjut. Biasanya sering terjadi pada orang dewasa umumnya yang berusia 55 tahun. Kebanyakan atau mayoritas pengidapnya juga adalah seorang pria.

4. Leukemia Mielositik Kronis

Jenis ini melewati dua tahap, tahap pertama sel-sel yang tidak normal akan berkembang perlahan-lahan, lalu pada tahap kedua selsel yang tidak normal akan semakin bertambah banyak sehingga sel-sel darah sehat akan menurun secara drastis, kebanyakan penderita penyakit ini adalah orang dewasa.

Itulah beberapa jenis penyakit leukemia yang harus anda waspadai dan anda perhatikan setiap cirinya. Ada banyak gejala dari masing-masing jenis leukemia, yang bisa anda pelajari dan menjadi acuan apabila ada ciri-ciri yang pernah atau mungkin terjadi pada anda.

Gejala Dari Masing-Masing Jenis Leukemia

Ada beberapa gejala yang bisa terjadi, seperti berikut ini.

  1. Leukemia limfosit akut biasanya akan mengalami demam, kulit pucat, gus berdarah, nyeri pada sendi atau tulang, sering mengalami pusing atau sakit kepala, cepat mengalami infeksi, sering mengalami mimisan dan juga muntah, ada benjolan akibat kelenjar getah bening, ada bengkak yang terjadi disekitar leher, ketiak, perut, selangkangan, ada terdapat lebam-lebam ditubuh, sering cepat lelah atau penurunan energi yang drastis.
  2. Leukemia limfosit kronis biasanya mudah lelah, demam yang tinggi, pembengkakan pada kelenjar getah bening, rasa sakit di bagian kiri atas perut yang disebabkan oleh pembesaran limpa, sering berkeringat di malam hari, berat badan yang menurun drastis dan sering atau mudah terkena infeksi.
  3. Leukemia mielositik akut ditandai dengan tubuh Anda yang akan terasa sangat lemah, kemudian mengalami sesak napas, mudah sekali terkena infeksi, terjadi pendarahan, mual dan muntah, sering sakit kepala, demam yang tinggi, nyeri tulang dan sendi serta mudah gelisah.
  4. Leukemia mielositik kronis membuat anda akan merasakan kelelahan yang sangat dan badan menjadi lemah, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan yang drastis, seirng berkeringat di malam hari dan perasaan yang penuh di perut akibat dari pembesaran limpa.

Gejala tersebut memang terbilang umum maka jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut segeralah minta dokter untuk mendiagnosis penyakit anda agar penyakitnya tidak semakin bertambah parah. Jika diagnosis menyatakan anda sebagai pemilik penyakit leukemia maka akan lebih baik jika anda segera meminta saran pengobatan agar tidak ada penambahan stadium atau menghindari penyebaran yang semakin meluas pada organ tubuh lainnya. Beberapa pengobatan disarankan banyak orang agar mendapatkan kesembuhan total yang sempurna atau tepat pada setiap penderitanya.

Cara Mengobati Secara Medis Dan Herbal

Pengobatan yang dilakukan biasanya memiliki tujuan untuk menghancurkan sel-sel tidak normal agar tidak merusak sel normal, pengobatan ini akan membuat sel-sel normal tumbuh kembali. Ada banyak cara mengobati secara medis dan herbal yang bisa dilakukan, untuk menyembuhkan secara sempurna agar penderita tidak sakit kembali atau terjangkit penyakit yang sama. Pengobatan dengan cara mengobati secara medis bagi penderita leukemia akut dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti:

  • Kemoterapi

Pengobatannya dilakukan dengan cara membunuh sel-sel kanker yang akan membunuh dengan obat-obatan anti kanker dengan dosis yang cukup tinggi. Cara kerja kemoterapi biasanya menganggu perkembangan sel-sel kanker, yang obat-obatannya diberikan secara langsung atau dialirkan langsung ke tempat kanker berada. Kemoterapi bisa dilakukan dengan sehari ada juga yang dilakukan sampai berminggu-minggu tergantung seberapa kuat kanker itu bersarang pada tubuh anda.

  • Terapi Radiasi

Pengobatannya dilakukan dengan cara membunuh sel-sel kanker dengan cara pancara sinar radiasi tinggi. Terapi sistemik ini dilakukan menggunakan zat radioaktif, seperti yodium radioaktif untuk membunuh sel kankernya. Cara kerja pada terapi ini akan merusak DNA dari sel-sel kanker agar selnya rusak, mati dan pecah secara alami oleh kerja tubuh anda.

  • Terapi Interferon

Pengobatannya adalah dengan meningkatkann sistem kekebalan tubuh pada penderita, lalu akan memperlambat pertumbuhan sel-sel kankernya. Interferon sendiri ialah protein yang dilepaskan dan sudah terinfeksi virus, cara kerjanya adalah mereka akan membantu sel-sel normal dalam tubuh memproduksi protein antivirus. Interferon akan memperkua respon kekebalan tubuh penderita dan mengurangi pertumbuhan sel kanker.

  • Transplantasi Sel Induk

Jenis pengobatan medisnya berupa pemberian obat-obatan berdosis tinggi yang diakumulasikan dengan terapi radiasi. Pengobatan ini biasanya dibutuhkan walktu yang sangat lama, itu sebabnya penderita biasanya kan menginap beberapa hari. Obat-obattan yang diberikan akan merusak keseluruhan sel, baik sel jahat yaitu sel kanker ataupun sel sel normal dan sehat dalam tubuh, nah barulah dilakukan transplantasi sel-sel sehat yang baru yang yang akan terus menerus tumbuh dan menempatu tubuh yang terkena kanker.

  • Operasi

Pengobatannya dilakukan dengan cara pengangkatan pada pembesaran limpa atau untuk menginstal perangkat akses pada vena untuk memberikan obat-obatan lalu menarik sampel darah. Operasi biasanya tidak memberikan resiko, kebanyakan operasi memang untuk mengambik langsung kanker supaya kanker tidak tumbuh dan atrau berkembang biak keseluruh bagian tubuh.

Pengobatan sebenarnya juga akan disesuaikan dengan jenis leukemianya, usia sipenderita dan juga kondisi kesehatan lainnya.

Cara pengobatan lainnya yang dianggap bisa ampuh untuk menyembuhkan penyakit leukemia adalah cara mengobati secara herbal atau alami, dengan beberapa bahan alami yang bisa anda temukan dan  coba dengan mudah, yaitu:

Keistimewaan yang ditawarkan kulit manggis adalah bahwa kulit manggis mengandung antioksidan yang sangat tinggi, sementara semua orang sudah tahu bahwa antioksidan yang tinggi adalah pilihan yang tepat untuk melawan kanker. Sel kanker akan akan terdorong melakukan apoptosis dan akan dimusnahkan sel-sel kankernya. Sifat dari kulit manggis juga akan mengahambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh.

Kulit manggis juga terkadang dipakai sebgai ekstrak untuk menyembuhkan pasaca kemoterapi, sebagai pendiukung kesembuhan akhir bagi para penderita. Kulit manggis dikatakan akan membantu penyembuhan bukan hanya pada kanker leukemia, namun juga pada kanker payudara, kanker lambung, kanker paru-paru, kanker usus besar, dan kanker hati. Itu sebabnya kulit manggis memiliki banyak produk dalam mengahasilkan ekstrak kulit manggis untuk mempermudah anda dalam mengkonsumsinya.

Sirsak yang merupakan buah tropis yang snagat segar dan selalu tampak menyegarkan bagi tenggorokan dan pencernaan ini juga daunnya berfungsi dan memiliki khasiat yang sangat berguna bagitubuh manusia. Dau  sirsak mengandung anopentosin A, anopentosin B, Anopentosin C, murikatosin acetoginin A, murikatosin B, murikapentosin, anomurisin E, juga acetogenins.

Pada kandungan acetogeninslah daun sirsak dapat melawan berbagai jenis kanker. Jika anda mengkonsumsi daun sirsak anda akan mematikan sel kanker dengan selektif sesuai dengan jenis kanker yang terjadi pada diri anda atau ornag terdekat anda, hasilnya akan sama seperti anda mengalami kemoterapi. Daun sirsak tidak membunuh sel-sel sehat dalam tubuh, daunnya juga akan meningkatkan sel kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh.

Nah dua cara tradisional ini bisa anda coba dengan rutin dan dengan sabar, cobalah juga untuk tiduar yang cukup, lakukan olahraga-olahraga kecil, untuk membuat tubuh anda memiliki energi positif didalamnya. Tetaplah lakukan kegiatan yang positif sehingga memotifasi diri anda dan orang terdekat anda untuk semakin mempermudah melewati penyakit leukemia akut ini.

Baca artikel lain mengenai Cara Mencegah Kista

Donor Sumsum Tulang Belakang

Begini Mekanisme Donor Sumsum Tulang Belakang Pasien Kanker

Sebagian orang mungkin masih sangat asing dengan istilah donor sumsum tulang belakang atau biasa disebut dengan istilah transplantasi sumsum tulang belakang. Wajar saja, mengingat istilah transplantasi biasanya lebih populer digunakan dalam menyebut transplantasi ginjal atau transplantasi jantung.

Jadi istilah donor sumsum tulang belakang atau transplantasi sumsum tulang merupakan salah satu metode pengobatan pasien kanker darah atau leukimia. Bagi pasien leukimia, donor sumsum tulang belakang atau bisa juga diartikan sebagai cangkok sumsum tulang belakang ini merupakan upaya medis dengan tujuan memberikan harapan hidup yang lebih lama bagi mereka.

Kondisi yang Menyebabkan Perlu Donor Sumsum Tulang

Salah satu alasan utama mengapa seseorang perlu melakukan donor sumsum tulang belakang yaitu karena kondisi sumsum tulang dalam tubuh pasien rusak dan tidak lagi mampu menjalankan tugasnya sebagai penghasil sel darah sehat. Biasanya transplantasi sumsum tulang belakang digunakan untuk mengobati beberapa penyakit seperti gagal sumsum tulang belakang (Anemia Aplastik), kanker darah (Leukimia), kanker yang mempengaruhi sel darah putih (Limfoma) dan Myeloma.

Alasan Kuat Menapa Perlu Transplantasi

Dalam hal ini, transplantasi sumsum tulang belakang dilakukan untuk menggantikan sel darah yang telah rusak karena perawatan kanker yang intensif. Adapun gangguan kondisi yang menyebabkan seseorang perlu melakukan transplantasi yaitu saat seseorang telah mengalami gangguan dalam sistem kekebalan tubuhnya, gangguan metabolisme, penyakit SCID (Severe combined immunodeficiency), dan kondisi saat seseorang mengalami sindrom hurler atau kondisi yang sangat memerlukan transplantasi sumsum tulang belakang.

Proses Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang merupakan materi lunak dalam tulang yang mengandung sel induk hematopoietik atau sel-sel yang belum matang. Secara normal, nantinya sel induk hematopoietik inilah yang akan berkembang dan menghasilkan tiga jenis darah yaitu sel darah putih, sel darah merah, dan juga trombosit.

Transplantasi sumsum tulang belakang sendiri merupakan metode pengobatan dengan prosedur bedah yang dilakukan untuk mengganti sumsum tulang yang mengalami kerusakan dengan sel induk sumsum tulang belakang yang sehat. Proses transplantasi sumsum tulang belakang antara lain yaitu sebagai berikut.

1. Proses Harvesting atau Panen

Proses pertama yang akan dilakukan sebelum melakukan transplantasi yaitu proses pengambilan sample sumsum tulang dari seseorang yang nantinya akan menjadi pendonor bagi pasien. Seperti namanya ‘panen’ dalam hal ini akan dilakukan pengambilan sumsum tulang pendonor dengan cara memasukkan jarum pada kulit pendonor hingga ke dalam tulang. Umumnya, seluruh proses harvesting membutuhkan waktu sekitar satu jam dan biasanya donor akan diberikan anestesi.

2. Proses Pemberian Donor Sumsum Tulang Belakang

Proses ini biasanya akan dilakukan setelah pasien menjalani kemoterapi intensif atau terapi radiasi. Dalam proses ini, pasien akan diberikan infus sumsum tulang belakang dari pendonor melaui jalur intravena. Proses ini biasanya diikuti dengan proses engraftment yaitu proses dimana sel-sel induk baru akan menemukan jalan menuju sumsum tulang belakang dan kembali menghasilkan sel darah. Pada proses ini, jika engraftment berjalan lambat, pasien akan diberikan obat yang dapat merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah.

Jenis Leukimia Apa yang Perlu Donor Sumsum Tulang Belakang?

Sejauh ini dibandingkan risikonya, metode pengobatan dengan cara transplantasi memang memiliki lebih memiliki manfaat yang besar bagi pasien. Meskipun biasanya, proses transplantasi menjadi metode pengobatan terakhir setelah perawatan lain tidak lagi bisa membantu.

Adapun jenis leukimia yang biasanya perlu melakukan donor sumsum tulang belakang, yaitu:

  1. Leukimia darah atau leukimia
  2. Leukimia yang mempengaruhi sel darah putih atau Limfoma
  3. Leukimia myeloid atau kanker yang mempengaruhi sel plasma

Siapa yang Boleh Menjadi Pendonor? Apa Saja Syaratnya?

Hal terpenting sebelum melakukan proses transplantasi sumsum tulang belakang, yaitu mencari pendonor sumsum tulang belakang itu sendiri. Hal tersebut disebabkan karena pasien harus mencari sumsum tulang yang cocok. Umumnya, sumsum tulang tersebut akan mudah didapatkan dari keluarga seperti orang tua, saudara kandung, atau kerabat. Meskipun begitu, tidak jarang anda juga bisa menemukan kecocokan sumsum tulang dari orang lain yang tidak memiliki hubungan darah. Namun sebelum menjadi pendonor, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Adapun syarat tersebut, yakni:

  1. Setidaknya pendonor memiliki usia 18-44 tahun. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi risiko komplikasi bagi pendonor.
  2. Pendonor memiliki berat badan maksimal 40.
  3. Pendonor tidak mengidap penyakit autoimun, seperti lupus eritematosus sistemik, fibronyalgia, psoriasis parah, dan penyakit autoimun lainnya.
  4. Pendonor tidak memiliki kelainan darah seperti hemofilia, anemia aplastik, memiliki gangguan pembekuan darah seperti penyakit Von Willebard.
  5. Tidak memiliki penyakit menular seperti HIV/AIDS, hepatitis B atau C kronis.
  6. Tidak menderita tumberkulosis aktif dalam dua tahun belakangan.

Efek Samping Penerima Donor Sumsum Tulang Belakang

Akan selalu ada konsekuensi dari semua proses yang dijalani. Tentunya tidak hanya bagi pendonot, tetapi juga bagi penerima donor itu sendiri. Biasanya, efek samping metode pengobatan ini jauh lebih parah dibandingkan dengan kemoterapi. Adapun beberapa efek samping bagi penerima donor, yaitu:

  1. Pasien akan mengalami risiko pendarahan dan infeksi.
  2. Dalam jangka pendek, transplantasi akan memberikan efek mual dan muntah, kelelahan, serta hilangnya nafsu makan.
  3. Dalam jangka panjang, transplantasi akan memeberikan efek ketidaksuburan bagi pasien, katarak, atau pengembangan kanker sekunder.
  4. Karena sel darah putih pendonor menganggap tubuh penerima sebagai benda asing, akibatnya penerima akan mengalami penyerangan yang akhirnya memberikan efek seperti diare, gagal hati, dan ruam pada kulit.
  5. Mengalami penurunan jumlah trombosit.

Apakah dengan Donor Leukimia Bisa Sembuh 100%?

Pasien leukimia umumnya akan dibagi menjadi dua macam, yakni leukimia akut dan leukimia kronis. Jumlah sel darah putih pada pasien leukimia kronis terbilang lebih banyak dibandingkan leukimia akut. Hal ini pula yang biasanya membuat pasien leukimia akut mempunyai harapan hidup yang lebih lama dibandingkan usia penderita leukimia kronis.

Beragam upaya medis seperti kemoterapi hingga transplantasi dilakukan untuk menaikkan angka harapan hidup pasien. Dengan biaya yang terbilang tinggi pun, pasien leukimia yang mendapatkan donor untuk melakukan transplantasi sumsum tulang belakang juga tidak bisa mendapatkan kesembuhan 100%.

Efek Samping Pendonor Sumsum Tulang Belakang

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Selain memberikan efek samping bagi penerima, proses transplantasi juga akan memberikan efek samping bagi si pemberi atau pendonor. Meskipun jika dibandingkan dengan efek yang diterima oleh penerima sumsum tulang belakang. Efek samping yang dirasakan pendonor jauh lebih ringan. Adapun efek samping bagi pendonor tersebut antara lain, yaitu:

  1. Akan merasakan kaku di daerah sekitar lokasi pengambilan sumsum tulang belakang selama beberapa hari.
  2. Membutuhkan waktu pemulihan beberapa hari, sebagai proses pemulihan serta penggantian sumsum tulang yang telah disumbangkan pada pasien.
  3. Masa pemulihan bisa membutuhkan waktu 3-4 minggu.

Berapa Estimasi Biaya Transplantasi Sumsul Tulang Belakang?

Untuk biaya proses transplantasi sumsum tulang belakang sendiri bervariasi. Tentunya semakin intensif pengobatan dilakukan, biaya yang anda keluarkan juga samakin tinggi. Umumnya, biaya transplantasi sumsum tulang belakang tergantung dari beberapa poin, seperti:

  1. Tergantung pada rumah sakit tempat anda melakukan transplantasi sumsum tulang belakang.
  2. Tergantung jenis prosedur transplantasi sumsum tulang belakang seperti, prosedur pengambilan sel induk dari pasien sendiri (autologus) dan prosedur pengambilan sel induk dari pendonor (allogeneic).
  3. Tergantung pada prosedur pemeriksaan pra-transplantasi dan jenis tes yang dijalani pasien.
  4. Tergantung pada intensitas kemoterapi dan radiasi yang biasanya perlu dilakukan sebelumnya.
  5. Tergantung pada jenis pemeriksaan pasien dan perawatan setelah menjalani transplantasi.
  6. Tergantung berapa lama perawatan yang harus pasien jalani di rumah sakit.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Jahe untuk Kanker

AML Adalah

AML Adalah Penyakit Berbahaya, Kenali Gejalanya!

Meskipun telah banyak informasi yang tersebar mengenai Acute Myeloid Leukimia atau AML. Namun bagi orang awam, salah satu penyakit yang termasuk dalam jenis leukimia ini tetap tidak begitu dimengerti secara detail.

Salah satu jenis penyakit leukimia yang juga bisa disebut sebagai Acute myeloid leukimia, acute granuloctytic leukia, acute nonlymphocytic leukimia dan juga acute myeloblastic leukemia, merupakan penyakit kanker dan sumsum tulang.

Tahukan Anda Apa Itu AML?

AML adalah salah satu jenis leukimia yang menyebabkan myeloblast atau sejenis sel darah putih, sel darah merah, atau platelet di dalam tubuh menjadi tidak normal. Biasanya, AML akan menyebabkan pembuluh darah penderita tersumbat. Hal tersebut dikarenakan pembentukan sel-sel mieloid terjadi tidak sempurna. Dalam banyak kasus, AML akan berkembang dengan cepat dan terkadang dapat menyebar keberbagai bagian tubuh penderita.

Umumnya, AML (Acute myeloid leukemia) atau leukimia mieloid akut akan menyerang orang dewasa. Meskipun begitu, terkadang pada salah satu kasus AML juga dapat diderita oleh anak-anak dan remaja.

Gejala AML yang Paling Umum

Seperti yang telah dibahas sebelumnya. AML adalah salah satu jenis leukimia yang menyerang sel-sel meiloid di dalam tubuh. Karena itu, bisa dibilang AML memiliki gejala yang hampir sama dengan jenis leukimia lainnya. Berikut beberapa gejala AML yang mungkin bisa menambah informasi anda:

  1. Penderita akan terlihat sangat pucat dan cenderung mudah merasa lelah.
  2. Mengalami sesak napas, yang diakibatkan kurangnya sel darah merah di dalam tubuh.
  3. Karena kurangya sel darah putih, penderita akan mudah terinfeksi.
  4. Karena sedikitnya trombosit dalam tubuh, penderita akan mudah mengalami pendarahan seperti memar tanpa sebab, gusi berdarah atau gejala paling umum seperti pendarahan pada hidung atau mimisan.
  5. Kondisi tubuh semakin menurun.
  6. Akan mengembangkan bercak darah ataupun ruam pada kulit.
  7. Penderita akan mengeluarkan keringat dingin terlebih pada malam hari.
  8. Pada salah satu kasus, penderita AML juga akan merasakan sakit pada sendi dan tulang.

Jika anda atau keluarga memiliki indikasi atau gejala diatas. Tentu segera berkonsultasi ke dokter merupakan hal yang sangat benar dilakukan untuk segera mengetahui mengenai masalah kesehatan anda.

Penjelasan Medis Mengenai Penyebab AML

Salah satu penyebab utama dari AML adalah karena rusaknya DNA didalam sel sumsum tulang. Kondisi inilah yang akhirnya menimbulkan kekacauan di dalam proses produksi sel darah di dalam tubuh penderita.

Sumsum tulang yang biasanya menghasilkan sel darah putih untuk mengatasi infeksi di dalam tubuh mengalami perubahan karena memproduksi sel-sel yang belum matang. Sel-sel itulah yang akhirnya berkembang menjadi sel-sel darah putih leukemik yang biasa disebut sebagai myleloblasts.

Sel-sel tidak normal yang dihasilkan sumsum tulang itulah yang akhirnya mengganti alih tugas sel sehat dalam tubuh. Meskipun dalam kebanyakan kasus, pemicu mutasi DNA yang menyebabkan leukemia belum diketahui secara pasti. Namun faktor penyebab seperti paparan bahan kimia tertentu, radiasi, dan juga beberapa obat kemoterapi bisa meningkatkan resiko terjadinya AML.

Pengobatan Medis Tercanggih untuk AML

Umumnya, dokter akan segera membantu mengenai pengobatan AML setelah hasil tes skrining positif mendiagnosa anda terkena Acute Myeloid Leukimia (AML). Tes skrining sendiri merupakan tes yang dianjurkan dokter untuk mendeteksi dini penyakit leukimia yang diderita oleh orang tanpa gejala. Meskipun tetap saja, tes khusus untuk mengetahui diagnosisi AML stadium awal tidak ada.

Prosedur Pengobatan Penderita AML Secara Medis

Biasanya penderita AML dengan berbagai subtipe khusus akan memerlukan perawatan khusus. Misalnya pasien perlu menempuh beberapa pengobatan medis seperti kemoterapi, dan juga pengobatan-pengobatan lain yang biasanya telah disarankan dokter setelah mengetahui gejalanya. Umumnya, ada dua langkah pengobatan AML secara medis yang bisa dilakukan pasien. Pengobatan AML tersebut bisa didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid normal. Berikut ini prosedur atau langkah pengobatanya.

  1. Melakukan induksi remisi.
  2. Dilanjutkan dengan terapi pasca-remisi.
  3. Dengan obat-obatan khusus, seperti all-trans retinoic acid (ATRA), dan obat arsenik trioksida.
  4. Menjalani transplatasi sel induk dan juga kemoterapi ketika AML yang diderita pasien kambuh atau tubuh pasien tidak lagi merespon terhadap pengobatan (kebal).
  5. Pada beberapa kasus, biasanya dokter juga akan melakukan operasi dan terapi radiasi sebagai metode utama pengobatan.

Karena AML adalah penyakit yang bisa berkembang dengan cepat. Tentu memilih pengobatan yang tepat dan tentunya sesegera mungkin bagi pasien merupakah hal yang wajib dilakukan. Apalagi selain dengan metode pengobatan di atas. Kini pengobatan AML terbaru bisa menjadi salah satu pilihan anda. Pengobatan medis tersebut, yaitu:

1. Uji Klinis

Anda bisa menjadi salah satu bagian dalam pengujian klinis. Uji klinis sendiri merupakan pengobatan kanker ultra-modern yang bisa anda coba sebagai satu-satunya metode pengobatan yang lebih baru. Untuk memulainya, anda bisa meminta pengujian klinis pada dokter yang menangani anda, jika klinik atau rumah sakit tersebut melakukan uji klinis itu.

2. Metode Komplementer dan Alternatif

Metode komplementer juga bisa anda tempuh untuk mengatasi AML. Metode komplementer biasanya dilakukan bersama dengan perawatan medis rutin pasien. Atau jika tidak, dilakukan bersamaan dengan pengobatan alternatif yang bisa menjadi salah satu obat pengganti perawatan medis dari dokter.

Metode ini dipercaya dapat membantu mengurangi gejala sekaligus membuat pasien menjadi lebih baik. Meskipun sampai saat ini, kinerja dari beberapa metode ini belum benar-benar terbukti. Oleh karena itulah, berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan metode pengobatan akan lebih baik jika anda lakukan.

Seberapa Efektif Pengobatan AML Secara Herbal?

Selain menempuh pengobatan secara medis. Pasien juga bisa melakukan pengobatan AML secara herbal. Misalkan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang biasanya tidak akan menimbulkan efek bagi tubuh. Tanpa anda sadari, bahan-bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati kanker dari berbagai tipe termasuk AML telah banyak tersedia di lingkungan anda. Adapun beberapa bahan alami tersebut, yaitu:

  1. Daun kenikir
  2. Daun sirsak
  3. Gingseng merah korea
  4. Kunyit
  5. Tapak dara
  6. Daun zaitun
  7. Milk thistle atau silymarin

Beberapa bahan alami di atas merupakan bahan alami yang telah dipercaya untuk mengobati penyakit kanker. Menggunakan metode herbal biasanya akan lebih mudah dan murah jika dilakukan karena bahan telah tersedia. Tidak hanya itu biasanya cara pengobatan herbal tersebut juga cenderung mudah dan praktis. Namun di sisi lain menggunakan metode herbal ini juga kurang tepat karena dosis pemakaiannya belum jelas dan terkadang juga kurang efektif dibandingkan dengan pengobatan secara medis.

Cara Maintenance Kesehatan Setelah Dinyatakan Sembuh Dari AML

Setelah benar-benar dinyatakan sembuh dari AML, tetap menjaga kesehatan tubuh bagi pasien merupakan sesuatu yang penting. Karena seperti yang telah dijelaskan di awal, AML adalah salah satu penyakit yang penyebaran dan perkembangannya cukup cepat. Selain itu, alasan utama mengapa pasien harus tetap memantain kesehatannya yaitu karena sewaktu-waktu AML akan kambuh dan berkembang kembali. Sebenarnya cara mantain kesehatan tersebut tidak begitu rumit. Hal tersebut bisa anda lakukan dengan cara:

  1. Jika anda termasuk salah satu orang yang suka merokok. Cobalah untuk menghentikan kebiasaan tersebut.
  2. Mulailah rutin berolahraga.
  3. Menjaga pola makan serta selalu mengonsumsi makanan sehat.
  4. Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan.
  5. Rajin melakukan pemeriksaan ke dokter. Terlebih jika anda merasakan ada sesuatu yang aneh secara medis.

Semoga ulasan ini bermanfaat ya, bahwa AML adalah penyakit yang harus diperhatikan.

Baca artikel lain mengenai Kanker Sarkoma