Category Archives: Kanker Darah/Leukimia

Leukimia Pada Anak

Waspada Leukimia Pada Anak, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Radiasi alat elektronik dan asap rokok juga berpengaruh.

Kanker darah atau leukimia termasuk penyakit yang tak pandang bulu. Tua-muda, laki-laki –perempuan berpotensi terkena kanker darah. Termasuk pula anak-anak di bawah usia 15 tahun. Hampir 60 persen kanker yang dialami anak-anak adalah kanker darah.  Kebanyakan penyakit kanker darah pada anak ini terdiagnosa ketika sudah akut atau masuk stadium lanjut.  Rata-rata kanker darah menyerang anak usia 2- 6 tahun.

Kanker darah adalah suatu keadaan ketika sel darah putih lebih banyak ketimbang sel darah merah. Sel darah putih yang berkembang abnormal tersebut menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Sehingga merusak sel darah merah dan organ tubuh lainnya. Penyebarannya sangat cepat, seringkali begitu terdiagnosa pasien sudah dalam keadaan kronis atau memasuki stadium lanjut.  Itu sebabnya penanganan kanker darah harus segera.

Penyakit ini sering berakibat fatal yaitu kematian. Banyaknya sel darah putih yang abnormal menyebabkan organ tubuh yang terserang tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga daya tahan tubuh pasien semakin menurun dan melemah. Tidak heran jika pasien yang terkena kanker darah akan terlihat lebih pucat dan sering mengalami nyeri di persendian dan tulang belakang.

Gejala kanker anak pada orang dewasa dan anak-anak sebetulnya tidak jauh berbeda. Hanya saja orangtua harus lebih peka terhadap anak-anak jika mengalami gejala leukimia. Anak-anak terlebih lagi balita tidak dapat mengungkapkan apa yang dia rasakan.  Itu sebabnya orangtua harus betul-betul memperhatikan jika anak mengalami tanda-tanda kanker darah.

Benarkah Anak-anak Rentan Kanker Darah?

Penyakit mematikan ini bisa menyerang siapa saja. Bahkan anak-anak yang masih berusia balita. Mengapa mereka rentan terkena kanker darah dan anak-anak seperti apa yang rawan mengidap penyakit mematikan tersebut

1. Faktor Keturunan

Kebanyakan anak-anak yang terkena kanker darah karena faktor genetik atau keturunan dari orangtuanya. Jika orangtua mengidap kanker darah maka sangat mungkin akan menurun ke anak. Faktor genetik dalam tubuh bisa diturunkan ke keturunan selanjutnya.

2. Anak dengan Kelainan Genetik

Kanker darah sangat mungkin terjadi pada anak-anak yang memiliki kelainan genetik sejak lahir. Misalnya anak yang lahir dalam kondisi down syndrome. Anak yang demikian berpeluang  mengidap kanker darah kendati tidak ada keturunan yang mengidap penyakit tersebut.

3. Anak yang Memiliki Kekebalan Tubuh Tidak Tinggi

Sistem kekebalan setiap orang berbeda. Anak-anak pun demikian. Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah dan terdapat gangguan akan mudah terserang berbagai penyakit, termasuk pula kanker darah.   

4. Pernah Menjalani Transplantasi

Anak-anak yang rentan terkena kanker darah adalah mereka yang pernah menjalani tranplantasi organ. Sangat mungki seorang balita mengidap penyakit tertentu dan harus menjalani tranplantasi organ. Pada kasus tertentu anak yang pernah menjalani tranplantasi organ memiliki potensi terkena kanker darah. Namun demikian ini tergantung pada kondisi dan daya tahan tubuh si anak.

5. Terkena Paparan Asap Rokok

Paparan rokok rupanya juga bisa menjadikan anak-anak rentan terkena kanker darah. Polusi asap rokok yang dihirup dan zat berancun yang terkandung tidak hanya menyebabkan kanker paru-paru akan tetapi juga bisa menyebabkan kanker darah.

6. Pernah Mengidap Kanker

Bukan hanya orang dewasa,  anak-anak yang pernah mengidap kanker juga rentan terkena kanker darah. Apalagi jika anak-anak tersebut menjalani kemoterapi untuk pengobatan. Sangat mungkin efek dari kemoterapi tersebut bisa berpengaruh dan merusak sel-sel yang masih sehat.

Gejala Leukimia Pada Anak

Ciri-ciri kanker darah pada anak dan dewasa tidaklah jauh berbeda. Hanya saja anak-anak seringkali tidak dapat menggambarkan rasa sakit. Orangtualah yang seharusnya bisa lebih peduli dan memperhatikan betul jika anak-anak mereka mengalami sakit yang tidak wajar.

Beberapa gejala atau tanda kanker darah yang bisa terjadi pada anak-anak, antara lain:

1. Demam

Anak-anak pastilah sering mengalami demam tinggi. Banyak orang bilang demam pada anak-anak wajar terjadi karena sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sempurna. Bahkan ada yang mengatakan jika demam terjadi pada anak-anak adalah tanda si anak akan cepat besar. Demam pada anak bisa sebagai bentuk perlawanan tubuh terhadap infeksi yang ada pada tubuh.

Orangtua perlu waspada jika demam yang dialami anak tidak wajar. Anak-anak yang mengidap kanker darah  lebih sering mengalami demam tanpa sebab yang jelas. Bahkan lebih sering jika dibanding anak-anak seusianya. Jika demikian segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.  Tanda demam ini sering diabaikan karena dianggap sesuatu yang biasa.

2. Anak Sering Menangis dan Sulit Tidur

Namanya anak-anak pastilah sering menangis. Pada kondisi yang tidak membuatnya nyaman dia akan menangis karena tidak dapat menceritakan atau mengungkapkan apa yang dirasakannnya. Perlu diwaspadai jika anak sering menangis tanpa sebab dan kenali pula kebiasaan anak Anda ketika menangis. Tidak menutup kemungkinan ada sakit dibagian tertentu seperti nyeri sendi namun dia tidak dapat mengungkapkannya.

3. Bagian Tubuh Tertentu Bengkak

Sebagai orangtua ada baiknya sering memeriksa bagian tubuh anak.  Jika ada memar atau bengkak yang tiba-tiba dan tanpa sebab harus diwaspadai. Pembengkakan atau memar itu terjadi karena adanya produksi sel darah putih yang tidak wajar sehingga menganggu keberadaan sel darah merah. Akibatnya akan terjadi perubahan pada warna kulit.

4. Keseimbangan Tubuh Terganggu

Anak-anak pada usia 0-5 tahun adalah masa emas perkembangan anak.  Pada masa tersebut anak-anak bergerak lincah dan aktif ke sana-kemari. Perhatikan jika anak Anda yang semula lincah sering terjatuh tanpa sebab.  Jika hal tersebut sering terjadi bisa jadi keseimbangan si anak terganggu karena fungsi organ tubuhnya mulai digerogoti sel darah putih yang abnormal.

5. Pendarahan Meski Hanya Lecet

Anak-anak pastilah aktif bergerak. Mereka kerap jatuh atau trantuk benda-benda tertentu. Tidak jarang mereka mengalami luka akibat terjatuh. Jika tidak terlampau parah biasanya anak-anak hanya mengalami lecet atau luka ringan saja. Namun lain halnya dengan anak-anak yang terindikasi leukimia. Mereka sangat mungkin mengalami pendarahan hebat kendati luka yang dialami hanya goresan kecil saja. Jika menemui hal seperti ini sebaiknya segera periksakan anak ke dokter.

Mencegah Leukimia Pada Anak

Kanker darah pada anak sangat mungkin dihindari.  Orangtua memiliki peran agar anak terhidar dari penyakit yang mematikan tersebut. Jika sudah mengidap leukimia, ada baiknya juga menjaga pola hidup dan mencukupi asupan gizi pada anak.  Selain gizi Anda juga harus menjaga lingkungan agar tidak mencemari anak Anda.

Pertama jauhkan anak dari makanan berpengawet. Anak-anak pasti tergoda dan merengek meminta makanan berpengawet yang dijual di swalayan. Berilah pengertian pada mereka bahwa makanan tersebut kurang baik dan berbahaya terhadap  kesehatan mereka. Hindari  dari radiasi benda elektronik. Anak-anak zaman sekarang pasti tidak jauh dari gadget. Untuk menghindari penyakit ini, Anda bisa membatasi penggunaan gadget kepada anak. Berilah pengertian bahwa radiasi gadget berbahaya bagi kesehatan.

Baca artikel lain mengenai Akupuntur untuk Kanker

Obat Herbal Untuk Kanker Darah

Tanaman dan Obat Herbal Untuk Kanker Darah

Pola hidup sehat juga penting untuk pengidap kanker darah.

Banyak orang masih awam dengan kanker darah, salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Produksi sel darah putih yang berlebih dan abnormal menyebabkan daya tahan tubuh seseorang menurun. Sel darah putih yang tumbuh abnormal menyebar dan menurunkan fungsi organ tubuh lainnya. Itu sebabnya seseorang yang mengidap kanker darah tidak dapat bertahan lama.

Kanker darah dibedakan kanker darah akut dan kanker darah kronis. Kanker darah akut penyebaran sel kanker berlangsung cepat. Sedang pada kanker darah kronis perkembang sel cenderung lambat namun sama berbahaya dengan kanker darah kronis.

Sel darah putih yang seharusnya berfungsi melindungi tubuh dari benda asing dan penyakit . Pada kanker darah sel tersebut berkembang tidak normal dan berlebihan. Sel darah putih yang abnormal tersebut kemudian berkembang dan menumpuk di aliran darah dan organ tubuh tertentu. Kondisi tersebut menyebabkan seseorang mengalami beberapa tanda atau gejala antara lain seringnya mengalami pendarahan seperti mimisan, pembengkakan organ tubuh seperti hati, limfa, dan kelenjar getah bening.  Rasa nyeri di persendian dan tulang belakang, mudah lelah, dan sakit kepala juga dirasakan oleh pengidap kanker darah.

Penderita kanker darah  harus segera ditangani begitu terdiagnosa. Cepatnya sel kanker menyebar membuat penderita tidak dapat bertahan lama. Pengobatan yang selama ini ada yaitu kemoterapi, transplantasi,  dan radioterapi. Selain itu, pengawasan dari dokter jika kanker darah yang dialami masih berada pada stadium awal. Pengobatan tersebut juga berisiko dan tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tidak sedikit pasien kanker darah yang memilih pengobatan herbal. Pengobatan secara tradisional ini memang telah turun temurun. Bahkan sebelum pengobatan modern dilakukan, pengobatan ini telah lebih dulu ada. Kendati demikian, ada baiknya teliti sebelum menggunakan obat-obatan herbal. Obat herbal memang alami, namun bukan berarti aman. Obat herbal memang meminimalisasi efek samping, namun jika penggunaannya tepat dan sesuai.

Pengobatan herbal untuk kanker darah ada yang diolah sendiri dan kemudian dikonsumsi. Adapula yang sudah berupa kapsul  siap konsumsi.  Keduanya sama-sama mudah didapatkan di sekitar kita. Namun sekali lagi perlu diperhatikan kandungan dan efek sampingnya meski sedikit. Jika mengolah sediri pasien juga harus memperhatikan cara mengolah dan memastikan tanaman herbal yang digunakan dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi.

Pasien kanker darah juga disarankan mengkonsumsi buah dan sayuran tertentu untuk meminimalisasi pertumbuhan sel darah putih yang abnormal. Ada baiknya buah dan sayuran tersebut juga dikonsumsi sebagai penyeimbang tubuh dari obat-obatan baik herbal ataupun pengobatan medis yang dilakukan. Pengobatan apapun bisa dilakukan oleh pasien leukimia, baik tradisonal ataupun modern yang terpenting harus juga diimbangi dengan pola hidup sehat. Menghindari makanan yang mengandung pengawet, istirahat cukup, dan olahraga teratur adalah salah

Obat Herbal untuk Kanker Darah

Sebagai alternatif pengobatan, herbal sering dipilih oleh banyak orang termasuk pengidap leukimia. Tanaman herbal yang bisa menjadi obat untuk penderita kanker darah adalah mahkota dewa. Tanaman ini telah teruji sebagai bahan pencegah dan penumpas penyakit yang mematikan ini. Mahkota dewa bisa berfungsi sebagai tanaman hias yang dipelihara di rumah.  Tak hanya jadi hiasan, tanaman asal Papua ini juga bisa digunakan untuk obat-obatan herbal.

Buah mahkota dewa mengandung beberapa zat antara lain alkoid, polifenol, dan sapoin. Zat alkoid berfungsi untuk mendetoksifikasi yang dapat menetralisasi racun dalam tubuh. Zat sapoin sebagai sumber antibakteria dan antivirus. Zat ini juga berfungsi untuk meningkatkan vitalitas, sistem kekebalan tubuh, mengurangi pembekuan darah, dan kadar gula darah.

Sementara flavonoid memiliki khasiat  untuk melancarkan peredaran darah, mencegah penyumbatan pembuluh darah, mengurangi kadar kolesterol, meluruhkan lemak yang ada di dinding pembuluh darah, mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Buah mahkota dewa juga mengandung antioksidan, antiinflamasi,  membantu mengurangi rasa sakit jika terdapat pembengkakan.  Zat polyphenol mahkota dewa  berfungsi sebagai antialergi.

Kandungan buah mahota dewa telah teruji mampu menghalangi laju perkembangan sel kanker sampai 50 persen.  Bagian yang mampu menghalangi laju sel kanker adalah kulit biji dan daging buahnya yang mengandung antioksidan.

Buah makota dewa tak bisa dikonsumsi sendiri untuk mengatasi kanker darah. Untuk menumpas sel kanker, mahkota dewa juga bisa diramu dengan herbal lain seperti sambiloto kering, cakar ayam kering, dan temu putih. Cara pengolahannya pun cukup mudah. Perhatikan komposisi berikut: 5 gram daging buah mahkota dewa kering, 10 gram sambiloto kering, 15 gram cakar ayam kering, dan 15 gram temu putih. Semua bahan tersebut dicuci bersih lalu direbus dengan lima gelas air sampai tersisa lebih kurang tiga gelas.  Saring ramuan tersebut dan minum 3 kali sehari sebelum makan dengan takaran satu gelas sekali minum.

Buah mahkota dewa yang digunakan untuk pengobatan memang telah dikeringkan sebelumnya. Pengawaetan secara alami tersebut dilakukan untuk mengurangi kadar air dalam buah. Tujuannya agar air yang tersisa dalam buah tidak digunakan sebagai tempat perkembangbiakan mikroba perusak yang ada dalam buah.

Tanaman herbal lain untuk pengobatan kanker adalah ekstrak kulit manggis.  Berdasarkan penelitian di Jepang senyawa Xanthones yang terdapat pada kulit buah manggis secara efektif dapat membunuh sel kanker. Empat senyawa xanthones busa berfungsi sebagai antiproliferatif terhadap sel kanker darah.  Kulit buah manggis juga mengandung senyawa yang memiliki sifat antitumor, antikanker, antijamur, antioksidan, dan mampu membasmi sel kanker serta memicu proses apoptosis yaitu kematian sel kanker secara bertahap di beberapa jenis kanker termasuk leukimia.

Daun sirsak adalah tanaman herbal yang lazim digunakan untuk pengobatan semua jenis kanker. Kandungan acetogenin pada daun sirsak memiliki sifat antikanker yang hanya membunuh sel-sel kanker saja, sel yang masih sehat tidak akan ikut terbasmi.

Tanaman lain yang dapat berfungsi sebagai obat kanker darah adalah daun sirih merah. Kandungan daun sirih merah antara lain minyak astiri yang mampu menumpas bibit kanker. Flavanoid adalah senyawa yang berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Sel kanker tidak dapat bertahan lama jika kadar oksigen dalam tubuh tercukupi.

Buah dan Sayur untuk Pengidap Kanker Darah

Pengidap kanker darah juga harus menjaga pola hidup sehat. Apalagi mereka yang menjalani pengobatan berisiko. Selain obat herbal ada beberapa sayur dan buah yang dianjurkan dikonsumsi oleh pengidap kanker darah.

Buah alpukat mengandung senyawa Avocatin B yang dapat menghancurkan sel-sel induk leukimia.  Buah alpukat juga diajurkan untuk meluruhkan lemak jahat yang ada dalam tubuh. Pengidap  kanker darah jenis leukimia mieloid akut sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi buah alpukat.

Brokoli juga dianjurkan dikonsumsi penderita leukimia. Kandungan nutrisi brokologi sangat baik untuk mencegah dan melawan kanker. Selain itu brokoli juga mengandung senyawa seperti indoles, sulfhorapane yang mampu membunuh sel kanker.  Kandungan senyawa brokoli lainnya diyakini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan antikanker.

Baca artikel lain mengenai Ikan Lele Penyebab Kanker

Tentang Leukemia

10 Fakta Tentang Leukemia yang Perlu Kami Ketahui

Usia muda juga rentan terkena kanker darah

Kanker darah atau lebih dikenal dengan leukimia berada di posisi teratas penyakit paling mematikan di Indonesia. Kanker yang berkembang di aliran darah ini bisa menyerang siapa saja. Bukan hanya orang yang lanjut usia, akan tetapi anak-anakpun bisa terkena kanker darah. Bukan pula disebabkan karena gaya hidup seseorang namun karena produksi sel darah putih yang berlebih. Faktor keturunan menjadi penyebab paling mungkin seseorang mengidap kanker darah.

Gejala atau tanda-tandanya nyaris tak terlihat. Hampir sama dengan penyakit flu biasa, namun sering terulang dan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Gejala yang dialami antara lain sering sakit kepala, mual dan muntah, anemia, sering mimisan, memar di bagian tubuh tertentu tanpa sebab yang jelas, muncul bintik merah atau cokelat di kulit, badan terasa lemas dan mudah lelah berkepanjangan.

Jika ada tanda-tanda demikian sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Secara medis akan diambil tindakan biopsi atau pemeriksaan darah untuk memastikan dan mengetahui jenis kanker darah apa yang diidap oleh pasien. Pengobatan kanker darah sejauh ini kemoterapi, radioterapi, transplantasi sel, dan pengawasan oleh dokter bila masih berada di stadium awal.

Perlu diketahui setiap penderita bisa mengalami tanda atau gejala yang berbeda satu dan lainnya. Itu tergantung pada jenis kanker darah yang diidapnya. Namun tidak ada salahnya jika waspada dan segera memeriksakan diri apabila mengalami tanda-tanda tersebut.

Berikut ini fakta-fakta terkait kanker darah yang perlu kamu ketahui.

1. Kanker Darah Tidak Pandang Usia

Siapa saja bisa terkena kanker darah. Baik tua maupun muda. Anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun rentan terkena kanker darah karena sistem kekebalan tubuh belum sepenuhnya terbentuk. Pada beberapa kasus juga terjadi pada usia di atas 20 tahun karena pergerakan atau perkembangan sel kanker yang lambat.

Usia yang rawan terkena kanker darah di atas 50 tahun. Pada tahapan tersebut sistem kekebalan tubuh mulai menurun sehingga sangat memungkinkan terjadi perkembangan sel darah putih yang tidak normal dan berlebih.  Semakin tua usia pengidap, semakin cepat pula kanker darah menyebar.

2. Gejalanya Seringkali Tidak Disadari

Kanker darah berkembang di aliran darah. Itu sebabnya pasien seringkali tidak merasakan gejala tersebut karena mirip dengan gejala penyakit flu. Hanya saja tanda-tanda ini kerap terjadi dan bisa berlangsung dalam jangka waktu lama.   Banyak pasien datang ke dokter atau memeriksakan diri sudah memasuki stadium lanjut.

Gejala lain yang sering dianggap sepele adalah luka pendarahan yang berlebihan. Normalnya jika seseorang terluka dan berdarah akan mudah dan cepat mampat. Lain halnya dengan seseorang yang terdiagnosis kanker darah. Dia akan mengalami pendarahan hebat, kendati luka yang dialami tak seberapa parah.

Berat badan yang turun drastis bisa menjadi gejala awal penyakit lainnya. Namun jika Anda merasakan penurunan berat badan yang tidak wajar ada baiknya segera memeriksakannya ke dokter.

Pengidap kanker darah seringkali mengalami nyeri di beberapa bagian tubuh seperti persendian dan tulang belakang. Rasa nyeri juga sering dirasakan di bagian perut. Bagi sebagian besar orang menganggap hal ini adalah sesuatu yang sepele karena kelelahan atau asam lambung yang tinggi. Namun jika hal ini sering terjadi atau meskipun sudah diobati namun rasa sakit tersebut masih dirasakan ada baiknya segera periksa ke dokter.

Sel darah putih yang berjumlah banyak akan menumpuk di organ-organ tertentu seperti ginjal, hati, dan empedu.  Efeknya akan terjadi pembengkakan pada area tersebut dan mengakibatkan rasa nyeri.

3. Penyakit yang ‘Populer’ di Dunia

Bukan hanya di Indonesia, leukimia juga menjadi momok di banyak negara.  Amerika Serikat adalah salah satu negara yang penduduknya banyak mengidap leukimia. Lebih dari satu juta orang hidup dengan leukimia di Amerika Serikat. Leukimia menjadi penyakit ke-10 yang menjangkiti penduduk dunia dari beragam ras dan etnis. Jadi leukimia memang tak pandang bulu dan menyerang siapa saja.

4. Ada Empat Jenis Leukimia

Jika kanker lainnya ada satu jenis, lain halnya dengan leukimia. Ada empat jenis leukimia dengan kondisi yang berbeda. Ada yang akut ada pula yang kronis. Leukimia akut berkembang dengan cepat, sedang leukimia kronis berkembang dengan lambat.  Setiap jenis leukimia menyerang orang yang berbeda-beda pula tergantung kondisi seseorang termasuk juga usia mereka. Setiap jenis kanker darah menimbulkan gejala yang berbeda pada pasien.

5. Angka Harapan Hidup Tipis

Perkembangannya yang cepat di aliran darah dan bisa merusak fungsi organ lainnya. Pergerakannya cepat membuat daya tahan dan kekebalan tubuh seseorang menurun drastis. Harapan hidup paling tinggi lima tahun. Kendati demikian ada pula penderita yang mampu bertahan di atas lima tahun.

6. Penyebab Pasti Belum Ditemukan

Belum ditemukan penyebab pasti kanker darah. Hanya saja berdasar penelitian ada beberapa faktor yang diindikasikan menjadi penyebab kanker darah. Pertama orang yang terkena radiasi tinggi berisiko terkena kanker darah. Radiasi tinggi ini bisa berasal dari lingkungan kerja atau pemeriksaan kesehatan yang menggunakan radiasi.

Paparan bahan kimia yang ada di tempat kerja. Obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi juga bisa menjadi pemicu. Ini terjadi pada jangka panjang. Bukan hanya membunuh sel kanker, kemoterapi juga dapat merusak sel-sel yang masih sehat dan dapat berfungsi dengan baik. Beberapa area yang rentan jika terpapar antara lain lapisan mulut, tenggorokan, perut, dan usus.

7. Anak-anak Rentan Terkena Leukimia

Leukimia memang tak pandang bulu.  Setiap tahun ada 3.000 anak di bawah usia 15 tahun terdiagnosis leukimia. Hal ini tentu membuat orangtua khawatir dan harus waspada jika anak-anak mereka mengalami tanda-tanda seperti sering mimisan, pendarahan gusi, demam tanpa sebab, dan mudah mengalami memar.

8. Beda Sel Darah, Beda Pula Jenis Leukimia

Pada leukimia limfotik akut yang diserang adalah sel darah putih. Sedang pada leukimia mielogen akut yang diserang adalah sel darah merah dan granulosit yang terkena kanker. Perbedaan jenis leukimia ini juga berpengaruh pada usia.

9. Kanker Darah Tipe CML Menyerang Banyak Orang Muda Indonesia

Jenis atau tipe kanker darah ini terbilang unik. Cronic Myeloid Leukimia atau leukimia mielogen akut lazimnya menyerang orang usia lanjut. Ini terjadi di seluruh dunia. Uniknya sekarang ini banyak orang muda di Indonesia pada usia 35-40 tahun terdiagnosis penyakit langka ini. Penyakit ini diakibatkan pembentukan sel darah putih pada sel darah merah dalam jumlah yang berlebih.

10. Pengobatan Kanker Darah

Pada usia anak-anak pengobatan kanker darah bisa dilakukan dengan metode stem cell atau pengambilan darah dari tali pusat bayi. Metode ini diyakini mampu mengatasi penyakit leukimia dan kelainan darah serta penyakit degeneratif lainnya.

Baca artikel lain mengenai Ikan Lele Penyebab Kanker