Category Archives: Kanker Darah/Leukimia

Obat Herbal Untuk Kanker Darah

Tanaman dan Obat Herbal Untuk Kanker Darah

Pola hidup sehat juga penting untuk pengidap kanker darah.

Banyak orang masih awam dengan kanker darah, salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Produksi sel darah putih yang berlebih dan abnormal menyebabkan daya tahan tubuh seseorang menurun. Sel darah putih yang tumbuh abnormal menyebar dan menurunkan fungsi organ tubuh lainnya. Itu sebabnya seseorang yang mengidap kanker darah tidak dapat bertahan lama.

Kanker darah dibedakan kanker darah akut dan kanker darah kronis. Kanker darah akut penyebaran sel kanker berlangsung cepat. Sedang pada kanker darah kronis perkembang sel cenderung lambat namun sama berbahaya dengan kanker darah kronis.

Sel darah putih yang seharusnya berfungsi melindungi tubuh dari benda asing dan penyakit . Pada kanker darah sel tersebut berkembang tidak normal dan berlebihan. Sel darah putih yang abnormal tersebut kemudian berkembang dan menumpuk di aliran darah dan organ tubuh tertentu. Kondisi tersebut menyebabkan seseorang mengalami beberapa tanda atau gejala antara lain seringnya mengalami pendarahan seperti mimisan, pembengkakan organ tubuh seperti hati, limfa, dan kelenjar getah bening.  Rasa nyeri di persendian dan tulang belakang, mudah lelah, dan sakit kepala juga dirasakan oleh pengidap kanker darah.

Penderita kanker darah  harus segera ditangani begitu terdiagnosa. Cepatnya sel kanker menyebar membuat penderita tidak dapat bertahan lama. Pengobatan yang selama ini ada yaitu kemoterapi, transplantasi,  dan radioterapi. Selain itu, pengawasan dari dokter jika kanker darah yang dialami masih berada pada stadium awal. Pengobatan tersebut juga berisiko dan tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Tidak sedikit pasien kanker darah yang memilih pengobatan herbal. Pengobatan secara tradisional ini memang telah turun temurun. Bahkan sebelum pengobatan modern dilakukan, pengobatan ini telah lebih dulu ada. Kendati demikian, ada baiknya teliti sebelum menggunakan obat-obatan herbal. Obat herbal memang alami, namun bukan berarti aman. Obat herbal memang meminimalisasi efek samping, namun jika penggunaannya tepat dan sesuai.

Pengobatan herbal untuk kanker darah ada yang diolah sendiri dan kemudian dikonsumsi. Adapula yang sudah berupa kapsul  siap konsumsi.  Keduanya sama-sama mudah didapatkan di sekitar kita. Namun sekali lagi perlu diperhatikan kandungan dan efek sampingnya meski sedikit. Jika mengolah sediri pasien juga harus memperhatikan cara mengolah dan memastikan tanaman herbal yang digunakan dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi.

Pasien kanker darah juga disarankan mengkonsumsi buah dan sayuran tertentu untuk meminimalisasi pertumbuhan sel darah putih yang abnormal. Ada baiknya buah dan sayuran tersebut juga dikonsumsi sebagai penyeimbang tubuh dari obat-obatan baik herbal ataupun pengobatan medis yang dilakukan. Pengobatan apapun bisa dilakukan oleh pasien leukimia, baik tradisonal ataupun modern yang terpenting harus juga diimbangi dengan pola hidup sehat. Menghindari makanan yang mengandung pengawet, istirahat cukup, dan olahraga teratur adalah salah

Obat Herbal untuk Kanker Darah

Sebagai alternatif pengobatan, herbal sering dipilih oleh banyak orang termasuk pengidap leukimia. Tanaman herbal yang bisa menjadi obat untuk penderita kanker darah adalah mahkota dewa. Tanaman ini telah teruji sebagai bahan pencegah dan penumpas penyakit yang mematikan ini. Mahkota dewa bisa berfungsi sebagai tanaman hias yang dipelihara di rumah.  Tak hanya jadi hiasan, tanaman asal Papua ini juga bisa digunakan untuk obat-obatan herbal.

Buah mahkota dewa mengandung beberapa zat antara lain alkoid, polifenol, dan sapoin. Zat alkoid berfungsi untuk mendetoksifikasi yang dapat menetralisasi racun dalam tubuh. Zat sapoin sebagai sumber antibakteria dan antivirus. Zat ini juga berfungsi untuk meningkatkan vitalitas, sistem kekebalan tubuh, mengurangi pembekuan darah, dan kadar gula darah.

Sementara flavonoid memiliki khasiat  untuk melancarkan peredaran darah, mencegah penyumbatan pembuluh darah, mengurangi kadar kolesterol, meluruhkan lemak yang ada di dinding pembuluh darah, mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Buah mahkota dewa juga mengandung antioksidan, antiinflamasi,  membantu mengurangi rasa sakit jika terdapat pembengkakan.  Zat polyphenol mahkota dewa  berfungsi sebagai antialergi.

Kandungan buah mahota dewa telah teruji mampu menghalangi laju perkembangan sel kanker sampai 50 persen.  Bagian yang mampu menghalangi laju sel kanker adalah kulit biji dan daging buahnya yang mengandung antioksidan.

Buah makota dewa tak bisa dikonsumsi sendiri untuk mengatasi kanker darah. Untuk menumpas sel kanker, mahkota dewa juga bisa diramu dengan herbal lain seperti sambiloto kering, cakar ayam kering, dan temu putih. Cara pengolahannya pun cukup mudah. Perhatikan komposisi berikut: 5 gram daging buah mahkota dewa kering, 10 gram sambiloto kering, 15 gram cakar ayam kering, dan 15 gram temu putih. Semua bahan tersebut dicuci bersih lalu direbus dengan lima gelas air sampai tersisa lebih kurang tiga gelas.  Saring ramuan tersebut dan minum 3 kali sehari sebelum makan dengan takaran satu gelas sekali minum.

Buah mahkota dewa yang digunakan untuk pengobatan memang telah dikeringkan sebelumnya. Pengawaetan secara alami tersebut dilakukan untuk mengurangi kadar air dalam buah. Tujuannya agar air yang tersisa dalam buah tidak digunakan sebagai tempat perkembangbiakan mikroba perusak yang ada dalam buah.

Tanaman herbal lain untuk pengobatan kanker adalah ekstrak kulit manggis.  Berdasarkan penelitian di Jepang senyawa Xanthones yang terdapat pada kulit buah manggis secara efektif dapat membunuh sel kanker. Empat senyawa xanthones busa berfungsi sebagai antiproliferatif terhadap sel kanker darah.  Kulit buah manggis juga mengandung senyawa yang memiliki sifat antitumor, antikanker, antijamur, antioksidan, dan mampu membasmi sel kanker serta memicu proses apoptosis yaitu kematian sel kanker secara bertahap di beberapa jenis kanker termasuk leukimia.

Daun sirsak adalah tanaman herbal yang lazim digunakan untuk pengobatan semua jenis kanker. Kandungan acetogenin pada daun sirsak memiliki sifat antikanker yang hanya membunuh sel-sel kanker saja, sel yang masih sehat tidak akan ikut terbasmi.

Tanaman lain yang dapat berfungsi sebagai obat kanker darah adalah daun sirih merah. Kandungan daun sirih merah antara lain minyak astiri yang mampu menumpas bibit kanker. Flavanoid adalah senyawa yang berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Sel kanker tidak dapat bertahan lama jika kadar oksigen dalam tubuh tercukupi.

Buah dan Sayur untuk Pengidap Kanker Darah

Pengidap kanker darah juga harus menjaga pola hidup sehat. Apalagi mereka yang menjalani pengobatan berisiko. Selain obat herbal ada beberapa sayur dan buah yang dianjurkan dikonsumsi oleh pengidap kanker darah.

Buah alpukat mengandung senyawa Avocatin B yang dapat menghancurkan sel-sel induk leukimia.  Buah alpukat juga diajurkan untuk meluruhkan lemak jahat yang ada dalam tubuh. Pengidap  kanker darah jenis leukimia mieloid akut sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi buah alpukat.

Brokoli juga dianjurkan dikonsumsi penderita leukimia. Kandungan nutrisi brokologi sangat baik untuk mencegah dan melawan kanker. Selain itu brokoli juga mengandung senyawa seperti indoles, sulfhorapane yang mampu membunuh sel kanker.  Kandungan senyawa brokoli lainnya diyakini juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan antikanker.

Baca artikel lain mengenai Ikan Lele Penyebab Kanker

Tentang Leukemia

10 Fakta Tentang Leukemia yang Perlu Kami Ketahui

Usia muda juga rentan terkena kanker darah

Kanker darah atau lebih dikenal dengan leukimia berada di posisi teratas penyakit paling mematikan di Indonesia. Kanker yang berkembang di aliran darah ini bisa menyerang siapa saja. Bukan hanya orang yang lanjut usia, akan tetapi anak-anakpun bisa terkena kanker darah. Bukan pula disebabkan karena gaya hidup seseorang namun karena produksi sel darah putih yang berlebih. Faktor keturunan menjadi penyebab paling mungkin seseorang mengidap kanker darah.

Gejala atau tanda-tandanya nyaris tak terlihat. Hampir sama dengan penyakit flu biasa, namun sering terulang dan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Gejala yang dialami antara lain sering sakit kepala, mual dan muntah, anemia, sering mimisan, memar di bagian tubuh tertentu tanpa sebab yang jelas, muncul bintik merah atau cokelat di kulit, badan terasa lemas dan mudah lelah berkepanjangan.

Jika ada tanda-tanda demikian sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Secara medis akan diambil tindakan biopsi atau pemeriksaan darah untuk memastikan dan mengetahui jenis kanker darah apa yang diidap oleh pasien. Pengobatan kanker darah sejauh ini kemoterapi, radioterapi, transplantasi sel, dan pengawasan oleh dokter bila masih berada di stadium awal.

Perlu diketahui setiap penderita bisa mengalami tanda atau gejala yang berbeda satu dan lainnya. Itu tergantung pada jenis kanker darah yang diidapnya. Namun tidak ada salahnya jika waspada dan segera memeriksakan diri apabila mengalami tanda-tanda tersebut.

Berikut ini fakta-fakta terkait kanker darah yang perlu kamu ketahui.

1. Kanker Darah Tidak Pandang Usia

Siapa saja bisa terkena kanker darah. Baik tua maupun muda. Anak-anak yang berusia di bawah 15 tahun rentan terkena kanker darah karena sistem kekebalan tubuh belum sepenuhnya terbentuk. Pada beberapa kasus juga terjadi pada usia di atas 20 tahun karena pergerakan atau perkembangan sel kanker yang lambat.

Usia yang rawan terkena kanker darah di atas 50 tahun. Pada tahapan tersebut sistem kekebalan tubuh mulai menurun sehingga sangat memungkinkan terjadi perkembangan sel darah putih yang tidak normal dan berlebih.  Semakin tua usia pengidap, semakin cepat pula kanker darah menyebar.

2. Gejalanya Seringkali Tidak Disadari

Kanker darah berkembang di aliran darah. Itu sebabnya pasien seringkali tidak merasakan gejala tersebut karena mirip dengan gejala penyakit flu. Hanya saja tanda-tanda ini kerap terjadi dan bisa berlangsung dalam jangka waktu lama.   Banyak pasien datang ke dokter atau memeriksakan diri sudah memasuki stadium lanjut.

Gejala lain yang sering dianggap sepele adalah luka pendarahan yang berlebihan. Normalnya jika seseorang terluka dan berdarah akan mudah dan cepat mampat. Lain halnya dengan seseorang yang terdiagnosis kanker darah. Dia akan mengalami pendarahan hebat, kendati luka yang dialami tak seberapa parah.

Berat badan yang turun drastis bisa menjadi gejala awal penyakit lainnya. Namun jika Anda merasakan penurunan berat badan yang tidak wajar ada baiknya segera memeriksakannya ke dokter.

Pengidap kanker darah seringkali mengalami nyeri di beberapa bagian tubuh seperti persendian dan tulang belakang. Rasa nyeri juga sering dirasakan di bagian perut. Bagi sebagian besar orang menganggap hal ini adalah sesuatu yang sepele karena kelelahan atau asam lambung yang tinggi. Namun jika hal ini sering terjadi atau meskipun sudah diobati namun rasa sakit tersebut masih dirasakan ada baiknya segera periksa ke dokter.

Sel darah putih yang berjumlah banyak akan menumpuk di organ-organ tertentu seperti ginjal, hati, dan empedu.  Efeknya akan terjadi pembengkakan pada area tersebut dan mengakibatkan rasa nyeri.

3. Penyakit yang ‘Populer’ di Dunia

Bukan hanya di Indonesia, leukimia juga menjadi momok di banyak negara.  Amerika Serikat adalah salah satu negara yang penduduknya banyak mengidap leukimia. Lebih dari satu juta orang hidup dengan leukimia di Amerika Serikat. Leukimia menjadi penyakit ke-10 yang menjangkiti penduduk dunia dari beragam ras dan etnis. Jadi leukimia memang tak pandang bulu dan menyerang siapa saja.

4. Ada Empat Jenis Leukimia

Jika kanker lainnya ada satu jenis, lain halnya dengan leukimia. Ada empat jenis leukimia dengan kondisi yang berbeda. Ada yang akut ada pula yang kronis. Leukimia akut berkembang dengan cepat, sedang leukimia kronis berkembang dengan lambat.  Setiap jenis leukimia menyerang orang yang berbeda-beda pula tergantung kondisi seseorang termasuk juga usia mereka. Setiap jenis kanker darah menimbulkan gejala yang berbeda pada pasien.

5. Angka Harapan Hidup Tipis

Perkembangannya yang cepat di aliran darah dan bisa merusak fungsi organ lainnya. Pergerakannya cepat membuat daya tahan dan kekebalan tubuh seseorang menurun drastis. Harapan hidup paling tinggi lima tahun. Kendati demikian ada pula penderita yang mampu bertahan di atas lima tahun.

6. Penyebab Pasti Belum Ditemukan

Belum ditemukan penyebab pasti kanker darah. Hanya saja berdasar penelitian ada beberapa faktor yang diindikasikan menjadi penyebab kanker darah. Pertama orang yang terkena radiasi tinggi berisiko terkena kanker darah. Radiasi tinggi ini bisa berasal dari lingkungan kerja atau pemeriksaan kesehatan yang menggunakan radiasi.

Paparan bahan kimia yang ada di tempat kerja. Obat-obatan yang digunakan dalam kemoterapi juga bisa menjadi pemicu. Ini terjadi pada jangka panjang. Bukan hanya membunuh sel kanker, kemoterapi juga dapat merusak sel-sel yang masih sehat dan dapat berfungsi dengan baik. Beberapa area yang rentan jika terpapar antara lain lapisan mulut, tenggorokan, perut, dan usus.

7. Anak-anak Rentan Terkena Leukimia

Leukimia memang tak pandang bulu.  Setiap tahun ada 3.000 anak di bawah usia 15 tahun terdiagnosis leukimia. Hal ini tentu membuat orangtua khawatir dan harus waspada jika anak-anak mereka mengalami tanda-tanda seperti sering mimisan, pendarahan gusi, demam tanpa sebab, dan mudah mengalami memar.

8. Beda Sel Darah, Beda Pula Jenis Leukimia

Pada leukimia limfotik akut yang diserang adalah sel darah putih. Sedang pada leukimia mielogen akut yang diserang adalah sel darah merah dan granulosit yang terkena kanker. Perbedaan jenis leukimia ini juga berpengaruh pada usia.

9. Kanker Darah Tipe CML Menyerang Banyak Orang Muda Indonesia

Jenis atau tipe kanker darah ini terbilang unik. Cronic Myeloid Leukimia atau leukimia mielogen akut lazimnya menyerang orang usia lanjut. Ini terjadi di seluruh dunia. Uniknya sekarang ini banyak orang muda di Indonesia pada usia 35-40 tahun terdiagnosis penyakit langka ini. Penyakit ini diakibatkan pembentukan sel darah putih pada sel darah merah dalam jumlah yang berlebih.

10. Pengobatan Kanker Darah

Pada usia anak-anak pengobatan kanker darah bisa dilakukan dengan metode stem cell atau pengambilan darah dari tali pusat bayi. Metode ini diyakini mampu mengatasi penyakit leukimia dan kelainan darah serta penyakit degeneratif lainnya.

Baca artikel lain mengenai Ikan Lele Penyebab Kanker

Jenis-Jenis Leukemia

Jenis-Jenis Leukemia yang Perlu Kamu Ketahui

Ada yang akut ada pula yang kronis.

Kanker darah atau leukemia adalah jenis kanker yang paling berbahaya. Penderita kanker darah seringkali tidak dapat bertahan lama karena penyebaran sel kanker ini sangat cepat dan memakan sel darah putih. Sel yang dihasilkan dari sumsum tulang belakang ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari benda asing. Jika sel darah putih menurun fungsinya maka daya tahan tubuh seseorang akan semakin lemah.

Pada keadaan normal sel darah putih akan berkembang secara ketika tubuh membutuhkannya untuk mengatasi infeksi. Sementara pada penderita kanker darah sumsum tulang akan memproduksi sel darah putih yang tidak normal yang tidak berfungsi dengan baik. Produksi jumlah sel darah putih abnormal tersebut sangat banyak dan menumpuk. Akibatnya sel-sel darah putih yang sehat akan berkurang jumlahnya. Sel darah putih yang menumpuk akan menyebar ke organ tubuh lainnya dan bisa merusak fungsi organ tubuh lainnya.

Sama seperti penyakit kanker lainnya, faktor keturunan juga bisa menjadi penyebab seseorang terkena leukemia. Jika orangtua mengidap kanker darah bisa jadi menurun pada anaknya. Selain itu tentu ada faktor penyebab lainnya, misal efek dari kemoterapi pengobatan kanker lainnya justru dapat menyebabkan seseorang terkena kanker darah.

Gejala Kanker Darah

Ada beberapa gejala seseorang mengidap kanker darah. Jika mengalami tanda-tanda berikut dan berulang ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Setiap penderita mengalami gejala yang berbeda, tergantung pada jenis kanker darah yang diidap.  Secara umum gejala kanker darah antara lain, penderita kerap mengalami luka atau pendarahan yang berlebihan dan tidak wajar seperti mimisan.

Menurunnya daya tahan tubuh karena berkurangnya produksi sel darah putih yang sehat berimbas pada infeksi. Jika seringkali mengalamai infeksi seperti radang amandel, radang paru, diare, dan lain-lain secara berlebihan atau dalam jangka waktu lama perlu waspada.  Bisa jadi itu adalah tanda awal kanker darah karena berkurangnya produksi sel darah putih.

Tanda lain adalah penderita mengalami sesak nafas, pucat, kurang darah atau anemia, lemah dan kelelahan yang berlanjut. Selain itu penderita juga mengalami sakit kepala, keringat berlebih saat malam hari, penurunan berat badan, pembengkakan pada hati dan limfa. Penderita juga mengalami muncul bintik-bintik merah, sering muntah, dan menggigil. Jika mengalami tanda demikian dan berulang atau terjadi pada jangka waktu panjang ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Kanker darah bisa memburuk secara cepat atau dikenal dengan sebutan leukemia akut. Bisa juga memburuk secara perlahan atau leukemia kronis. Kanker darah akut berkembang dengan cepat akibat pertumbuhan sel darah putih yang tidak normal.  Perkembangan sel darah putih yang belum matang namun sudah menyebar juga bisa menjadi pemicu kanker darah. Perkembangannya sangat pesat dan menyebar melalui aliran darah.  Akibatnya tubuh akan kekurangan oksigen dan kekebalan tubuh akan menurun. Oleh sebab itu, pasien dengan kanker darah akut harus segera ditangani.

Berbeda dengan kanker darah kronis yang berkembang secara perlahan dan dalam jangka waktu lama. Pada kasus ini sel darah putih yang seharusnya sudah mati tetap hidup dan berada di aliran darah, sumsum tulang, dan organ tubuh lainnya. Gejala kanker darah kronis cenderung tidak terlihat sehingga ketika terdeteksi sudah memasuki stadium lanjut.

Jenis-Jenis Kanker Darah

Berbeda dengan kanker lainnya, kanker darah ini dibedakan menjadi empat jenis. Ini termasuk keunikan kanker darah jika dibanding dengan kanker lainnya.  Jenis kanker darah ini dibedakan berdasarkan kanker darah akut dan kanker darah kronis. Apa saja jenis kanker darah yang dikenal?

1. Leukemia Limfotik Akut

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun berpeluang mengidap kanker darah. Leukemia jenis ini kerap terjadi pada anak-anak. Penyebab utamanya belum diketahui secara pasti. Namun dari sebagian besar kasus yang terjadi, leukemia pada anak-anak disebabkan oleh faktor genetik dan faktorimunoligik dan lemahnya daya tahan tubuh terhadap radiasi dan zat kimia tertentu.

Pengidap leukemia limfotik akut ini sangat rentan terhadap infeksi serius. Gejala yang muncul antara lain pendarahan gusi, mimisan, mudah memar. Selain itu, adanya bintik merah, turunnya berat badan secara drastis, badan lemah, sakit lambung, dan nyeri tulang.

2. Leukemia Limfotik Kronis

Kanker darah jenis ini lazim terjadi pada orang dewasa pada usia 45-60 tahun.  Penyakit ini biasanya terdeteksi ketika memasuki stadium lanjut karena pasien cenderung tidak merasakan gejalanya. Penyakit ini terjadi karena tidak terkontrolnya penyebaran limfosit kecil dan tidak normal pada sumsum tulang dan aliran darah.

Gejala yang dirasakan mirip dengan penyakit flu seperti demam, badan terasa lelah, dan tulang terasa sakit. Ada juga penderita yang mengalami penurunan berat badan, pembengkakan pada organ tubuh seperti kelenjar getah bening, limfa, dan hati. Penderita juga sangat sensitif terhadap infeksi.

3. Leukemia Mielogen  Akut

Kanker darah jenis ini biasa menyerang orang dewasa. Namun remaja dan anak-anak juga bisa terkena jenis kanker darah ini. Kanker ini membentuk sel mieloaid yang tidak sempurna dan kemudian menyebar ke seluruh aliran darah dan organ tubuh khususnya sumsum tulang belakang. Dapat pula menyumbat pembuluh darah.

4. Leukemia Mielogen Kronis

Pasien kanker jenis ini biasanya berusia di atas 20 tahun. Ada dua tahap perkembangan sel kanker yang akan dialami oleh pasien. Awalnya sel yang tidak normal akan berkembang secara perlahan, memasuki tahap kedua jumlah sel-sel abnormal akan berkembang dengan cepat dan daya tahan tubuh akan menurun drastis.  Pasien juga akan mengalami demam, berat badan menurun drastis, anemia, dan pembengkakan limfa.

Jika terdapat tanda-tanda seperti yang telah dijelaskan di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Jika dokter mendiagnosis bahwa gejala yang Anda alami itu adalah kanker darah biasanya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut antara lain tes darah dan biopsi sumsum tulang belakang.

Secara medis akan diukur jumlah sel darah putih yang Anda miliki. Pengidap leukemia memiliki jumlah sel darah putih lebih banyak ketimbang batas normal.  Sedangkan untuk tes sumsum tulang belakang, sample sumsum tulang belakang akan diambil dan kemudian diperiksa di laboratorium. Dari hasil laboratorium akan diketahui jenis kanker darah yang diidap. Setelah itu, baru bisa ditentukan jenis pengobatan apa yang akan dilakukan.

Pengobatan secara medis yang lazim dilakukan untuk pasien kanker darah antara lain kemoterapi yang berfungsi untuk membunuh sel-sel kanker darah, radioterapi yang mampu menghancurkan dan menghambat pertumbuhan sel-sel kanker. Radio terapi bisa dilakukan di area tertentu atau di seluruh tubuh.

Pengobatan lain yang dilakukan adalah transplantasi sel induk.  Yaitu dengan mengganti sel yang rusak dengan sel yang sehat. Bisa berasal dari bagian tubuh pasien atau dari pendonor. Sebelum transplantasi dilakukan, biasanya akan didahului dengan kemoterapi dan radioterapi. Selain pengobatan secara medis, ada juga pasien yang memilih pengobatan herbal.

Baca artikel lain mengenai Ikan Lele Penyebab Kanker