Category Archives: Kanker Darah/Leukimia

Donor Sumsum Tulang Belakang

Begini Mekanisme Donor Sumsum Tulang Belakang Pasien Kanker

Sebagian orang mungkin masih sangat asing dengan istilah donor sumsum tulang belakang atau biasa disebut dengan istilah transplantasi sumsum tulang belakang. Wajar saja, mengingat istilah transplantasi biasanya lebih populer digunakan dalam menyebut transplantasi ginjal atau transplantasi jantung.

Jadi istilah donor sumsum tulang belakang atau transplantasi sumsum tulang merupakan salah satu metode pengobatan pasien kanker darah atau leukimia. Bagi pasien leukimia, donor sumsum tulang belakang atau bisa juga diartikan sebagai cangkok sumsum tulang belakang ini merupakan upaya medis dengan tujuan memberikan harapan hidup yang lebih lama bagi mereka.

Kondisi yang Menyebabkan Perlu Donor Sumsum Tulang

Salah satu alasan utama mengapa seseorang perlu melakukan donor sumsum tulang belakang yaitu karena kondisi sumsum tulang dalam tubuh pasien rusak dan tidak lagi mampu menjalankan tugasnya sebagai penghasil sel darah sehat. Biasanya transplantasi sumsum tulang belakang digunakan untuk mengobati beberapa penyakit seperti gagal sumsum tulang belakang (Anemia Aplastik), kanker darah (Leukimia), kanker yang mempengaruhi sel darah putih (Limfoma) dan Myeloma.

Alasan Kuat Menapa Perlu Transplantasi

Dalam hal ini, transplantasi sumsum tulang belakang dilakukan untuk menggantikan sel darah yang telah rusak karena perawatan kanker yang intensif. Adapun gangguan kondisi yang menyebabkan seseorang perlu melakukan transplantasi yaitu saat seseorang telah mengalami gangguan dalam sistem kekebalan tubuhnya, gangguan metabolisme, penyakit SCID (Severe combined immunodeficiency), dan kondisi saat seseorang mengalami sindrom hurler atau kondisi yang sangat memerlukan transplantasi sumsum tulang belakang.

Proses Transplantasi Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang merupakan materi lunak dalam tulang yang mengandung sel induk hematopoietik atau sel-sel yang belum matang. Secara normal, nantinya sel induk hematopoietik inilah yang akan berkembang dan menghasilkan tiga jenis darah yaitu sel darah putih, sel darah merah, dan juga trombosit.

Transplantasi sumsum tulang belakang sendiri merupakan metode pengobatan dengan prosedur bedah yang dilakukan untuk mengganti sumsum tulang yang mengalami kerusakan dengan sel induk sumsum tulang belakang yang sehat. Proses transplantasi sumsum tulang belakang antara lain yaitu sebagai berikut.

1. Proses Harvesting atau Panen

Proses pertama yang akan dilakukan sebelum melakukan transplantasi yaitu proses pengambilan sample sumsum tulang dari seseorang yang nantinya akan menjadi pendonor bagi pasien. Seperti namanya ‘panen’ dalam hal ini akan dilakukan pengambilan sumsum tulang pendonor dengan cara memasukkan jarum pada kulit pendonor hingga ke dalam tulang. Umumnya, seluruh proses harvesting membutuhkan waktu sekitar satu jam dan biasanya donor akan diberikan anestesi.

2. Proses Pemberian Donor Sumsum Tulang Belakang

Proses ini biasanya akan dilakukan setelah pasien menjalani kemoterapi intensif atau terapi radiasi. Dalam proses ini, pasien akan diberikan infus sumsum tulang belakang dari pendonor melaui jalur intravena. Proses ini biasanya diikuti dengan proses engraftment yaitu proses dimana sel-sel induk baru akan menemukan jalan menuju sumsum tulang belakang dan kembali menghasilkan sel darah. Pada proses ini, jika engraftment berjalan lambat, pasien akan diberikan obat yang dapat merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah.

Jenis Leukimia Apa yang Perlu Donor Sumsum Tulang Belakang?

Sejauh ini dibandingkan risikonya, metode pengobatan dengan cara transplantasi memang memiliki lebih memiliki manfaat yang besar bagi pasien. Meskipun biasanya, proses transplantasi menjadi metode pengobatan terakhir setelah perawatan lain tidak lagi bisa membantu.

Adapun jenis leukimia yang biasanya perlu melakukan donor sumsum tulang belakang, yaitu:

  1. Leukimia darah atau leukimia
  2. Leukimia yang mempengaruhi sel darah putih atau Limfoma
  3. Leukimia myeloid atau kanker yang mempengaruhi sel plasma

Siapa yang Boleh Menjadi Pendonor? Apa Saja Syaratnya?

Hal terpenting sebelum melakukan proses transplantasi sumsum tulang belakang, yaitu mencari pendonor sumsum tulang belakang itu sendiri. Hal tersebut disebabkan karena pasien harus mencari sumsum tulang yang cocok. Umumnya, sumsum tulang tersebut akan mudah didapatkan dari keluarga seperti orang tua, saudara kandung, atau kerabat. Meskipun begitu, tidak jarang anda juga bisa menemukan kecocokan sumsum tulang dari orang lain yang tidak memiliki hubungan darah. Namun sebelum menjadi pendonor, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Adapun syarat tersebut, yakni:

  1. Setidaknya pendonor memiliki usia 18-44 tahun. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi risiko komplikasi bagi pendonor.
  2. Pendonor memiliki berat badan maksimal 40.
  3. Pendonor tidak mengidap penyakit autoimun, seperti lupus eritematosus sistemik, fibronyalgia, psoriasis parah, dan penyakit autoimun lainnya.
  4. Pendonor tidak memiliki kelainan darah seperti hemofilia, anemia aplastik, memiliki gangguan pembekuan darah seperti penyakit Von Willebard.
  5. Tidak memiliki penyakit menular seperti HIV/AIDS, hepatitis B atau C kronis.
  6. Tidak menderita tumberkulosis aktif dalam dua tahun belakangan.

Efek Samping Penerima Donor Sumsum Tulang Belakang

Akan selalu ada konsekuensi dari semua proses yang dijalani. Tentunya tidak hanya bagi pendonot, tetapi juga bagi penerima donor itu sendiri. Biasanya, efek samping metode pengobatan ini jauh lebih parah dibandingkan dengan kemoterapi. Adapun beberapa efek samping bagi penerima donor, yaitu:

  1. Pasien akan mengalami risiko pendarahan dan infeksi.
  2. Dalam jangka pendek, transplantasi akan memberikan efek mual dan muntah, kelelahan, serta hilangnya nafsu makan.
  3. Dalam jangka panjang, transplantasi akan memeberikan efek ketidaksuburan bagi pasien, katarak, atau pengembangan kanker sekunder.
  4. Karena sel darah putih pendonor menganggap tubuh penerima sebagai benda asing, akibatnya penerima akan mengalami penyerangan yang akhirnya memberikan efek seperti diare, gagal hati, dan ruam pada kulit.
  5. Mengalami penurunan jumlah trombosit.

Apakah dengan Donor Leukimia Bisa Sembuh 100%?

Pasien leukimia umumnya akan dibagi menjadi dua macam, yakni leukimia akut dan leukimia kronis. Jumlah sel darah putih pada pasien leukimia kronis terbilang lebih banyak dibandingkan leukimia akut. Hal ini pula yang biasanya membuat pasien leukimia akut mempunyai harapan hidup yang lebih lama dibandingkan usia penderita leukimia kronis.

Beragam upaya medis seperti kemoterapi hingga transplantasi dilakukan untuk menaikkan angka harapan hidup pasien. Dengan biaya yang terbilang tinggi pun, pasien leukimia yang mendapatkan donor untuk melakukan transplantasi sumsum tulang belakang juga tidak bisa mendapatkan kesembuhan 100%.

Efek Samping Pendonor Sumsum Tulang Belakang

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Selain memberikan efek samping bagi penerima, proses transplantasi juga akan memberikan efek samping bagi si pemberi atau pendonor. Meskipun jika dibandingkan dengan efek yang diterima oleh penerima sumsum tulang belakang. Efek samping yang dirasakan pendonor jauh lebih ringan. Adapun efek samping bagi pendonor tersebut antara lain, yaitu:

  1. Akan merasakan kaku di daerah sekitar lokasi pengambilan sumsum tulang belakang selama beberapa hari.
  2. Membutuhkan waktu pemulihan beberapa hari, sebagai proses pemulihan serta penggantian sumsum tulang yang telah disumbangkan pada pasien.
  3. Masa pemulihan bisa membutuhkan waktu 3-4 minggu.

Berapa Estimasi Biaya Transplantasi Sumsul Tulang Belakang?

Untuk biaya proses transplantasi sumsum tulang belakang sendiri bervariasi. Tentunya semakin intensif pengobatan dilakukan, biaya yang anda keluarkan juga samakin tinggi. Umumnya, biaya transplantasi sumsum tulang belakang tergantung dari beberapa poin, seperti:

  1. Tergantung pada rumah sakit tempat anda melakukan transplantasi sumsum tulang belakang.
  2. Tergantung jenis prosedur transplantasi sumsum tulang belakang seperti, prosedur pengambilan sel induk dari pasien sendiri (autologus) dan prosedur pengambilan sel induk dari pendonor (allogeneic).
  3. Tergantung pada prosedur pemeriksaan pra-transplantasi dan jenis tes yang dijalani pasien.
  4. Tergantung pada intensitas kemoterapi dan radiasi yang biasanya perlu dilakukan sebelumnya.
  5. Tergantung pada jenis pemeriksaan pasien dan perawatan setelah menjalani transplantasi.
  6. Tergantung berapa lama perawatan yang harus pasien jalani di rumah sakit.

Baca artikel lain mengenai Madu dan Jahe untuk Kanker

AML Adalah

AML Adalah Penyakit Berbahaya, Kenali Gejalanya!

Meskipun telah banyak informasi yang tersebar mengenai Acute Myeloid Leukimia atau AML. Namun bagi orang awam, salah satu penyakit yang termasuk dalam jenis leukimia ini tetap tidak begitu dimengerti secara detail.

Salah satu jenis penyakit leukimia yang juga bisa disebut sebagai Acute myeloid leukimia, acute granuloctytic leukia, acute nonlymphocytic leukimia dan juga acute myeloblastic leukemia, merupakan penyakit kanker dan sumsum tulang.

Tahukan Anda Apa Itu AML?

AML adalah salah satu jenis leukimia yang menyebabkan myeloblast atau sejenis sel darah putih, sel darah merah, atau platelet di dalam tubuh menjadi tidak normal. Biasanya, AML akan menyebabkan pembuluh darah penderita tersumbat. Hal tersebut dikarenakan pembentukan sel-sel mieloid terjadi tidak sempurna. Dalam banyak kasus, AML akan berkembang dengan cepat dan terkadang dapat menyebar keberbagai bagian tubuh penderita.

Umumnya, AML (Acute myeloid leukemia) atau leukimia mieloid akut akan menyerang orang dewasa. Meskipun begitu, terkadang pada salah satu kasus AML juga dapat diderita oleh anak-anak dan remaja.

Gejala AML yang Paling Umum

Seperti yang telah dibahas sebelumnya. AML adalah salah satu jenis leukimia yang menyerang sel-sel meiloid di dalam tubuh. Karena itu, bisa dibilang AML memiliki gejala yang hampir sama dengan jenis leukimia lainnya. Berikut beberapa gejala AML yang mungkin bisa menambah informasi anda:

  1. Penderita akan terlihat sangat pucat dan cenderung mudah merasa lelah.
  2. Mengalami sesak napas, yang diakibatkan kurangnya sel darah merah di dalam tubuh.
  3. Karena kurangya sel darah putih, penderita akan mudah terinfeksi.
  4. Karena sedikitnya trombosit dalam tubuh, penderita akan mudah mengalami pendarahan seperti memar tanpa sebab, gusi berdarah atau gejala paling umum seperti pendarahan pada hidung atau mimisan.
  5. Kondisi tubuh semakin menurun.
  6. Akan mengembangkan bercak darah ataupun ruam pada kulit.
  7. Penderita akan mengeluarkan keringat dingin terlebih pada malam hari.
  8. Pada salah satu kasus, penderita AML juga akan merasakan sakit pada sendi dan tulang.

Jika anda atau keluarga memiliki indikasi atau gejala diatas. Tentu segera berkonsultasi ke dokter merupakan hal yang sangat benar dilakukan untuk segera mengetahui mengenai masalah kesehatan anda.

Penjelasan Medis Mengenai Penyebab AML

Salah satu penyebab utama dari AML adalah karena rusaknya DNA didalam sel sumsum tulang. Kondisi inilah yang akhirnya menimbulkan kekacauan di dalam proses produksi sel darah di dalam tubuh penderita.

Sumsum tulang yang biasanya menghasilkan sel darah putih untuk mengatasi infeksi di dalam tubuh mengalami perubahan karena memproduksi sel-sel yang belum matang. Sel-sel itulah yang akhirnya berkembang menjadi sel-sel darah putih leukemik yang biasa disebut sebagai myleloblasts.

Sel-sel tidak normal yang dihasilkan sumsum tulang itulah yang akhirnya mengganti alih tugas sel sehat dalam tubuh. Meskipun dalam kebanyakan kasus, pemicu mutasi DNA yang menyebabkan leukemia belum diketahui secara pasti. Namun faktor penyebab seperti paparan bahan kimia tertentu, radiasi, dan juga beberapa obat kemoterapi bisa meningkatkan resiko terjadinya AML.

Pengobatan Medis Tercanggih untuk AML

Umumnya, dokter akan segera membantu mengenai pengobatan AML setelah hasil tes skrining positif mendiagnosa anda terkena Acute Myeloid Leukimia (AML). Tes skrining sendiri merupakan tes yang dianjurkan dokter untuk mendeteksi dini penyakit leukimia yang diderita oleh orang tanpa gejala. Meskipun tetap saja, tes khusus untuk mengetahui diagnosisi AML stadium awal tidak ada.

Prosedur Pengobatan Penderita AML Secara Medis

Biasanya penderita AML dengan berbagai subtipe khusus akan memerlukan perawatan khusus. Misalnya pasien perlu menempuh beberapa pengobatan medis seperti kemoterapi, dan juga pengobatan-pengobatan lain yang biasanya telah disarankan dokter setelah mengetahui gejalanya. Umumnya, ada dua langkah pengobatan AML secara medis yang bisa dilakukan pasien. Pengobatan AML tersebut bisa didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid normal. Berikut ini prosedur atau langkah pengobatanya.

  1. Melakukan induksi remisi.
  2. Dilanjutkan dengan terapi pasca-remisi.
  3. Dengan obat-obatan khusus, seperti all-trans retinoic acid (ATRA), dan obat arsenik trioksida.
  4. Menjalani transplatasi sel induk dan juga kemoterapi ketika AML yang diderita pasien kambuh atau tubuh pasien tidak lagi merespon terhadap pengobatan (kebal).
  5. Pada beberapa kasus, biasanya dokter juga akan melakukan operasi dan terapi radiasi sebagai metode utama pengobatan.

Karena AML adalah penyakit yang bisa berkembang dengan cepat. Tentu memilih pengobatan yang tepat dan tentunya sesegera mungkin bagi pasien merupakah hal yang wajib dilakukan. Apalagi selain dengan metode pengobatan di atas. Kini pengobatan AML terbaru bisa menjadi salah satu pilihan anda. Pengobatan medis tersebut, yaitu:

1. Uji Klinis

Anda bisa menjadi salah satu bagian dalam pengujian klinis. Uji klinis sendiri merupakan pengobatan kanker ultra-modern yang bisa anda coba sebagai satu-satunya metode pengobatan yang lebih baru. Untuk memulainya, anda bisa meminta pengujian klinis pada dokter yang menangani anda, jika klinik atau rumah sakit tersebut melakukan uji klinis itu.

2. Metode Komplementer dan Alternatif

Metode komplementer juga bisa anda tempuh untuk mengatasi AML. Metode komplementer biasanya dilakukan bersama dengan perawatan medis rutin pasien. Atau jika tidak, dilakukan bersamaan dengan pengobatan alternatif yang bisa menjadi salah satu obat pengganti perawatan medis dari dokter.

Metode ini dipercaya dapat membantu mengurangi gejala sekaligus membuat pasien menjadi lebih baik. Meskipun sampai saat ini, kinerja dari beberapa metode ini belum benar-benar terbukti. Oleh karena itulah, berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalankan metode pengobatan akan lebih baik jika anda lakukan.

Seberapa Efektif Pengobatan AML Secara Herbal?

Selain menempuh pengobatan secara medis. Pasien juga bisa melakukan pengobatan AML secara herbal. Misalkan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang biasanya tidak akan menimbulkan efek bagi tubuh. Tanpa anda sadari, bahan-bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati kanker dari berbagai tipe termasuk AML telah banyak tersedia di lingkungan anda. Adapun beberapa bahan alami tersebut, yaitu:

  1. Daun kenikir
  2. Daun sirsak
  3. Gingseng merah korea
  4. Kunyit
  5. Tapak dara
  6. Daun zaitun
  7. Milk thistle atau silymarin

Beberapa bahan alami di atas merupakan bahan alami yang telah dipercaya untuk mengobati penyakit kanker. Menggunakan metode herbal biasanya akan lebih mudah dan murah jika dilakukan karena bahan telah tersedia. Tidak hanya itu biasanya cara pengobatan herbal tersebut juga cenderung mudah dan praktis. Namun di sisi lain menggunakan metode herbal ini juga kurang tepat karena dosis pemakaiannya belum jelas dan terkadang juga kurang efektif dibandingkan dengan pengobatan secara medis.

Cara Maintenance Kesehatan Setelah Dinyatakan Sembuh Dari AML

Setelah benar-benar dinyatakan sembuh dari AML, tetap menjaga kesehatan tubuh bagi pasien merupakan sesuatu yang penting. Karena seperti yang telah dijelaskan di awal, AML adalah salah satu penyakit yang penyebaran dan perkembangannya cukup cepat. Selain itu, alasan utama mengapa pasien harus tetap memantain kesehatannya yaitu karena sewaktu-waktu AML akan kambuh dan berkembang kembali. Sebenarnya cara mantain kesehatan tersebut tidak begitu rumit. Hal tersebut bisa anda lakukan dengan cara:

  1. Jika anda termasuk salah satu orang yang suka merokok. Cobalah untuk menghentikan kebiasaan tersebut.
  2. Mulailah rutin berolahraga.
  3. Menjaga pola makan serta selalu mengonsumsi makanan sehat.
  4. Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan.
  5. Rajin melakukan pemeriksaan ke dokter. Terlebih jika anda merasakan ada sesuatu yang aneh secara medis.

Semoga ulasan ini bermanfaat ya, bahwa AML adalah penyakit yang harus diperhatikan.

Baca artikel lain mengenai Kanker Sarkoma

Cara Mengatasi Leukimia

Cara Mengatasi Leukimia Secara Medis dan Herbal

Leukimia, Penyakit Mahal yang Mematikan

Selama ini penyakit leukimia memang masih menjadi momok yang menyeramkan bagi sebagian orang. Bagaimana tidak, bisa dibilang leukimia merupakan penyakit yang dapat menggerogoti daya tahan tubuh dengan sangat cepat. Tidak hanya mematikan, biaya pengobatan leukimia terbilang sangat mahal.

Tidak hanya itu, leukimia juga termasuk salah satu penyakit yang menyerang pada segala usia. Bukan hanya orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Terbukti baru-baru ini, penyakit ini telah menyerang Shakira, putri semata wayang dari penyanyi Denada yang masih berusia 5 tahun. Yang pada pertengahan 2017 lalu, juga menjadi salah satu sebab meninggalnya suami Ririn Ekawati, Ferry Wijaya.

Meskipun leukimia termasuk salah satu penyakit yang sudah banyak dibahas diberbagai sumber. Namun, tetap saja, sebagian orang masih belum begitu paham mengenai penyakit leukimia, penyebab, gejala, dan juga cara mengatasi leukimia. Oleh karena itu berikut pembahasan mengenai leukimia secara rinci.

Apa Itu Leukimia?

Leukimia atau kanker darah merupakan penyakit mengerikan yang menyerang sel-sel darah putih dan sum-sum tulang belakang pada tubuh manusia. Pada kondisi normal, sel darah putih memiliki fungsi melindungi tubuh mansia terhadap benda asing ataupun penyakit. Biasanya, sel-sel darah putih ini secara teratur akan berkembang saat tubuh membutuhkan untuk membasmi infeksi atau benda asing yang muncul di dalam tubuh.

Cara Kerja Penyebaran Sel Kanker dalam Tubuh

Pada seorang penderita leukimia, sum-sum tulang belakang yang merupakan tempat penghasil sel darah putih ini memproduksi sel darah putih yang berlebihan. Akibatnya, sel sel darah putih tersebut mengalami penumpukan di dalam sum-sum tulang sehingga sel-sel darah sehat yang dihasilkan menjadi berkurang.

Selain mengakibatkan penumpukan sel pada sum-sum tulang. Sel abnormal yang dihasilkan bisa menyebar ke organ lain, seperti hati, paru-paru, limfa, ginjal. Bahkan menyebar hingga ke otak dan tulang belakang.

Oleh karena itulah, tidak heran saat seseorang telah didiagnosa mengidap leukimia. Orang tersebut akan langsung mencari solusi mengenai cara mengatasi leukimia agar tidak semakin menyebar di dalam tubuh.

Gejala Leukimia yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, gejala leukimia memang tidak begitu terlihat. Hal tersebut disebabkan karena pada tahap awal leukimia memiliki indikasi-indikasi yang cenderung mirip dengan kondisi lain, seperti kondisi saat tubuh terserang flu. Meskipun begitu, gejala-gejala leukimia tetap ada. Salah satu gejala-gejala leukimia yang dapat anda waspadai yaitu sebagai berikut.

  1. Tubuh merasa lemas dan lelah berkelanjutan.
  2. Tubuh cenderung mudah memar dan berdarah, seperti pendarahan dari hidung, urine, tinja, atau pendarahan pada gusi.
  3. Lebih rentan terhadap infeksi, seperti pneumonia bronkial (sakit tenggorokan) yang diikuti dengan sakit kepala, sariawan, demam, atau ruam pada kulit.
  4. Mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Biasanya terjadi di tenggorokan, selangkangan, atau pada ketiak.
  5. Hilangnya selera makan dan berat badan yang semakin menurun.
  6. Merasakan tidaknyamanan pada tulang rusuk kiri bawah.
  7. Tingginya jumlah sel darah putih, yang menimbulkan masalah penglihatan karena retina mengalami pendarahan.
  8. Telinga mendengung (tinnitus), ereksi berkepanjangan (priapismus), ataupun tubuh mengalami kejang karena pendarahan di otak.
  9. Tubuh menghasilkan keringat yang berlebihan, terutama pada malam hari.
  10. Merasakan nyeri pada tulang atau sendi.

Biasanya, leukimia memang cenderung memiliki indikasi yang berbeda tergantung pada jenis kanker yang diderita. Namun jika anda atau keluarga anda mengalami gejala-gejala di atas, dan cenderung berkelanjutan. Segera melakukan pemeriksaan diri ke dokter.

Jenis-jenis Leukimia dan Cara Kerjanya

1. Berdasarkan Kecepatan Perkembangannya

Leukimia atau kanker darah dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  • Leukimia akut

Leukimia akut biasanya cenderung memiliki perkembangan lebih cepat. Hal tersebut diakibatkan karena jumlah sel darah putih mengalami penambahan yang tidak normal sehingga sel tidak bisa berfungsi secara normal. Tidak hanya itu, pada leukimia akut proses penyebaran di dalam aliran darah juga terjadi sangat pesat. Oleh karena itu, pada leukimia jenis ini seseorang harus segera ditangani. Sebab jika dibiarkan, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen dan kekebalan tubuh akan menurun.

  • Leukimia Kronis

Jika dibandingkan dengan leukimia akut, penyakit leukimia kronis cenderung memiliki perkembangan yang perlahan-lahan dalam jangkan yang panjang. Oleh karena itulah, tidak heran jika biasanya seseorang yang mengidap leukimia kronis baru menyadari setelah bertahun-tahun.

Hal tersebut disebabkan karena sel darah putih masih tetap hidup dan menumpuk di dalam aliran darah, sumsum tulang, dan juga organ lain yang terkait. Untuk beberapa saat, sel darah putih ini masih bisa berfungsi dengan baik karena sel darah menjadi lebih matang. Meskipun sekali lagi, sel tersebut hanya bisa berfungsi beberapa saat.

2. Berdasarkan Jenis Sel Darah yang Diserang

Berdasarkan jenis sel darah yang diserang, kanker darah atau leukimia dibagi menjadi dua, yaitu:

  • Leukimia Limfotik. Leukimia limfotik merupakan kanker yang menyerang sel-sel limfa
  • Leukimia Mielogen. Leukimia mielogen merupakan kanker darah yang menyerang sel-sel mieloid.

Berdasarkan dua pengelompokan kanker darah atau leukimia di atas, terdapat empat jenis leukimia yang cenderung lebih sering dialami. Adapun empat jenis leukimia tersebut, yaitu sebagai berikut.

1. Acute Lymphocytic Lekimia (ALL) atau Leukimia Limfotik akut

Seperti yang telah dijelaskan di atas. leukimia limfotik atau ALL merupakan kanker yang menyerang sel-sel pada limfa. All biasanya akan menghambat fungsi limfosit sehingga penderita leukimia limfotik ini akan mengalami infeksi yang serius. Meskipun bisa menyerang orang dewasa. Namun umumnya, leukimia ini diidap oleh anak-anak.

2. Chronic Lymphocytic Leukimia (CLL) atau Leukimia Limfotik Kronis

Untuk waktu yang lama, leukimia limfotik kronis umumnya cenderung tidak menunjukkan gejala-gejala. Oleh karena itulah, biasanya seseorang yang mengidap leukimia limfotik kronis ini baru akan mengetahui saat leukimia pada stadium lanjut. Dan leukimia limfotik kronis hanya diidap oleh orang dewasa.

3. Acute Myelogenous Leukimia (AML) atau Leukimia Mielogen Akut

Jika leukimia kimfotik akut cenderung diderita oleh anak-anak. jenis leukimia ini umumnya banyak menyerang orang dewasa. Meskipun terkadang AML juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja. Penderita leukimia mielogen akut biasanya akan mengalami  penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan karena pembentukan sel mieloid yang tidak sempurna.

4. Chronic Myelogenous Leukemia (CML) atau Leukimia Mielogen Kronis

Kebanyakan jenis leukimia kronis ini diidap oleh orang-orang yang berusia di atas 20 tahun. Untuk perkembangan CML sendiri, terjadi dua tahap. Pada tahap pertama, sel-sel yang dihasilkan secara berlebihan atau abnormal tersebut akan mengalami perkembangan yang perlahan-lahan. Dan pada tahap kedua, jumlah sel abnormal yang dihasilkan akan semakin bertambah sehingga kekebalan tubuh akan menurun secara drastis.

Pengobatan Leukimia Secara Medis Berdasarkan Jenis Leukimia yang Diidap

Setelah positif didiagnosa mengalami leukimia, biasanya dokter akan membantu mengambil langkah pengobatan serta merekomendasikan mengenai cara mengatasi leukimia dengan tepat. Umumnya, jenis penanganan yang akan diberikan dokter tergantung pada usia, kondisi kesehatan, jenis leukimia yang diderita, dan juga stadium kanker yang diidap. Adapun cara mengatasi leukimia yang umumnya direkomendasikan sebagai penanganan leukimia, antara lain:

  1. Kemoterapi
  2. Radioterapi
  3. Transplatasi sel induk atau stem cell
  4. Terapi terfokus sebagai langkah untuk menyerang bagian yang rentan pada sel kanker
  5. Terapi biologis
  6. Penantian dengan pengawasan, biasanya akan ditunjukkan pada penderita leukimia limfatik kronis

Seperti yang anda ketahui, leukimia merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan yang seksama. Hal tersebut dikarenakan agar sel-sel kanker dapat hancur dan sel darah normal bisa kembali dibentuk di dalam sumsum tulang. Oleh karena itulah, selain dengan cara di atas. biasanya dokter akan menganjurkan cara mengatasi leukimia ini berdasarkan pada usia, kondisi kesehatan, serta jenis dan stadium leukimia yang diderita pasien. Adapun cara tersebut meliputi:

Cara Mengatasi Leukimia Limfoblastik Akut

  • Induksi.
  • Konsolidasi.
  • Pemeliharaan.

Cara Mengatasi Leukimia Mieloblastik Akut (AML)

Pengobatan AML bisa didasarkan pada susunan genetik dari sel myeloid normal yang biasanya meiliki 4 langkah, yakni:

  • Induksi remisi.
  • Terapi pasca-remisi.
  • Melalui obat-obatan, seperti arsenik trioksida dan obat all-trans retinoic acid (ATRA).
  • Transplatasi sel induk dan kemoterapi saat leukimia kambuh atau tidak lagi merespon terhadap pengobatan.

Cara Mengatasi Leukimia Limfositik Kronis (CLL)

  • Terapi radiasi.
  • Kemoterapi lebih atau transplantasi sumsum tulang, jika mengalami kambuh atau CLL tidak lagi merespon obat.
  • Pengobatan dini saat pasien ccl tidak mampu melawan infeksi dengan baik.

Cara mengatasi Leukimia Mieloblastik Kronis (CML)

  • Tyrosine kinase inhibator dapat dilakukan pada tahap awal.
  • Melakukan transplantasi sumsum tulang jika pasien mengalami kambuh setelah melakukan tyrosine kinase inhibator jika tidak transplatasi tidak wajib dilakukan.
  • Untuk CML tahap selanjutnya pengobatan bisa dilakukan dengan kemoterapi sebelum melakukan transplantasi sumsum tulang untuk meningkatkan keberhasilan operasi.

Pengobatan Leukimia Secara Herbal

Selain dengan cara medis. Sebenarnya pengobatan leukimia secara herbal juga bisa dilakukan dengan cara-cara memanfaatkan bahan alami seperti tumbuh-tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang lumayan populer untuk mengobati kanker yaitu kenikir. Selain itu, daun tumbuhan seperti daun sirsak juga dipercaya bisa mengobati kanker secara tradisional.

Seberapa Efektif Daun Sirsak Atasi Kanker?

Daun sirsak memiliki kandungan acetogenic. Saponin, serta tanin yang memiliki sifat sebagai anti kanker. Daun sirsak juga memiliki kandungan anti inflamasi dan antibodi yang akan membantu sel darah putih berfungsi dengan normal. Cara pembuatannya pun cukup mudah, anda tinggal merebus kurang lebih 15-20 lembar daun sirsak yang diambil dengan cara memetiknya dari pucuk hingga daun yang keempat dibawah pucuk dengan sekitar 600 cc air. Tunggu hingga mendidih dan air rebusan hanya tersisa 1 gelas saja. Jika memungkinkan menggunakan alat rebus berbahan tanah liat lebih disarankan untuk menjaga kemurniannya.

Tidak hanya daun sirsak dan kenikir saja. Bahan alami lain seperti tapak dara, silymarin (milk thistle), ginseng merah korea, kunyit, dan juga daun zaitun bisa anda coba. Namun salah satu hal yang perlu anda perhatikan jika ingin mencoba pengobatan herbal yakni takaran obat harus jelas. Kelemahan pengobatan herbal menggunakan tanaman atau hewan, seringkali masih sebatas pada ukuran kira – kira. Meksipun begitu, kelebihan pengobatan leukimia secara herbal juga patut anda pertimbangkan. Mulai dari jumlah biaya pengobatan yang lebih terjangkau hingga efek samping pengobatan yang terbilang lebih ringan dibandingkan kemoterapi.

Baca artikel lain mengenai Kanker Sarkoma