Category Archives: Diet Vegetarian

Diet Vegetarian yang Benar

Bagaimana Diet Vegetarian yang Benar?

Di zaman  modern dan canggih ini teknologi medis pun tumbuh pesat. Namun tidak berarti semua penyakit bisa disembuhkan dengan mudah. Penyakit kanker misalnya masih tetap duduk sebagai penyakit paling mematikan nomor dua setelah jantung. Betapapun canggihnya teknologi zaman sekarang namun penyakit kanker tergolong penyakit yang sulit disembuhkan, meski bukan berarti tidak mungkin disembuhkan sama sekali. Penyembuhan secara medis melalui pengobatan, kemoterapi dan mengkonsumsi obat adalah salah satu upaya mengeliminir pertumbuhan sel kanker tetapi diperlukan cara lebih alami agar diperoleh kesehatan paripurna.

Manfaat Diet Vegetarian

Salah satu cara meminimalisir atau menekan pertumbuhan sel kanker adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Tidak mengherankan jika orang-orang yang peduli dengan gaya hidup sehat memilih menerapkan pola makan vegetarian. Vegetarian menghindari konsumsi bahan makanan hewani, terutama daging merah yang menjadi pemicu sel kanker tumbuh lebih subur. Tak perlu diragukan bahwa bahwa pola makan vegetarian yang seimbang dan direncanakan dengan baik bisa menyehatkan dan membantu menekan pertumbuhan sel kanker. Dari poin inilah tujuan dan niat diet vegetarian ditetapkan yaitu demi kesehatan.

Pola makan vegetarian diterapkan bukan tanpa alasan. Pakar nutrisi menyatakan bahwa pola makan vegetarian layak untuk diterapkan. Vandana Sheth, juru bicara The Academy of Nutrition and Dietetics sempat mengeluarkan pernyataan bahwa pelaku dietvegetarian memiliki berat badan lebih ringan. Selain berat badan terkendali, risiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan kanker juga berkurang. Sekali lagi niat dan tujuan diet vegetarian yang benar adalah demi kesehatan. Hal yang kurang tepat adalah ketika niat berdiet vegetarian hanya demi menurunkan berat badan dan mencapai berat badan ideal.

Jumlah penganut diet vegetarian di Indonesia tergolong rendah. Padahal Indonesia adalah negara agraris yang produk buah dan sayur cukup berlimpah. Menurut data dari Balitbangkes asupan sayur di Indonesia rata-rata adalah 57,1 gram. Angka yang jauh lebih rendah dari Singapura yang mencapai 290.2 gram. Maka diet vegetarian secara tidak langsung juga membantu petani buah dan sayur dalam negeri agar mendapatkan pemasaran yang lebih baik. Tentunya niat agar sehat dengan vegetarian secara tidak langsung membantu membuka pintu rezeki bagi para petani dan penjual buah dan sayur.

Hindari menerapkan diet vegetarian hanya karena iseng atau ikut-ikutan trend. Sekedar coba-coba menjadi vegetarian akan menyiksa tubuh secara lahiriah maupun psikis. Jika memutuskan untuk berdiet vegetarian maka tekad untuk sehat harus diyakini secara konsisten.

Selain konsistensi niat ada satu hal yang sering merisaukan pelaksana diet vegetarian pemula yaitu kekhawatiran akan mengalami kekurangan nutrisi dan zat gizi. Padahal jika ditinjau secara ilmu nutrisi zat-zat yang tidak diperoleh dari protein hewani sebenarnya bisa disubstitusi dengan protein nabati. Perlu ditekankan pada pelaku diet vegetarian bahwa menentukan menu makanan yang berbasis nabati yaitu sayuran buah-buahan tidak sekedar asal makan sayur dan buah.

Setiap buah dan sayur memiliki ciri khas dan kandungan senyawa yang berbeda di setiap jenisnya. Perhatikan pula cita rasanya jika ingin mengkombinasikan buah dan sayur dalam satu jenis menu. Cita rasa buah atau sayur yang pahit ada baiknya dikombinasikan dengan buah atau sayur yang berasa manis segar tujuannya agar tercipta cita rasa yang lebih ramah di lidah dan di perut. Sehingga niat untuk menjalani diet vegetarian lebih mudah terjaga terutama bagi pelaku diet vegetarian pemula. Merasakan hambarnya menu vegetarian bisa meluruhkan tekad di awal-awal menjalani diets.

Pertimbangan Asupan Gizi Untuk Vegetarian

Sebagaimana proses diet lain sebaiknya menerapkan diet vegetarian juga mempertimbangkan advis medis. Baik itu dari ahli medis maupun pakar nutrisi dan gizi. Ditinjau dari sisi medis perlu diperhatikan bahwa pada pasien penderita penyakit tertentu ada  makanan yang sebaiknya benar-benar dihindari dan porsi makanan pun harus diperhitungkan. Dokter juga akan mempertimbangkan apakah kondisi tubuh si pasien cukup kuat untuk menjalani diet vegetarian. Apakah sang pasien yang dalam masa penyembuhan perlu mendapatkan sedikit asupan protein hewani atau aman melakukan diet vegan.

Nasihat ahli nutrisi membantu pelaku diet vegetarian menyusun menu seimbang dalam porsi makan yang dikonsumsinya. Ahli nutrisi membantu menghitung berapa kalori yang dibutuhkan dan perbandingan porsi yang diperlukan agar nutrisi yang dibutuhkan tercukupi. Mendengarkan dan mematuhi nasihat ahli nutrisi membantu pelaku diet vegetarian terhindar dari kekurangan gizi. Ahli gizi membantu menyusun menu yang memenuhi syarat keseimbangan. Jika diet vegetarian dilakukan asal-asalan dan sekedar meninggalkan konsumsi daging, susu dan produk turunannya, mengurangi porsi makan semaksimal mungkin tanpa memikirkan mengganti zat makanan yang dibutuhkan maka akan terjadi kekurangan gizi dan nutrisi. Namun dengan bantuan ahli nutrisi hal tersebut dapat dihindari.

Ahli nutrisi juga membantu mengingatkan agar pelaku diet vegetarian tetap memastikan untuk mengkonsumsi makanan sehat. Stella Volpe, seorang profesor dan ketua Departemen Ilmu Nutrisi dari Drexel University di Philadelphia Amerika Serikat pernah mengemukakan pendapat berdasarkan pengamatannya bahwa sebagian orang yang menjadi vegan tetapi malah lebih banyak makan junk food. Maksud Stella Volpe adalah ketika makanan yang dikonsumsi pelaku diet vegan dan vegetarian diolah dengan cara kurang tepat. Volpe menyoroti restoran-restoran khusus vegetarian yang menyajikan makanan “imitasi” mirip makanan hewani tetapi diolah melalui proses kurang sehat dan diduga mengandung zat aditif sebagai perasa yang seharusnya dikurangi untuk dikonsumsi terutama bagi penderita kanker.

Pendapat dokter dan ahli nutrisi ini juga membantu pelaku diet vegetarian untuk menemukan pola diet yang tepat. Dari anjuran ahli nutrisi bisa diperoleh pengetahuan bahwa setiap buah dan sayur dengan warna yang berbeda memiliki kandungan nutrisi. Misalnya likopen yang diyakini membantu pemulihan kesehatan bagi penderita kanker dapat ditemui di buah dan sayuran berwarna merah seperti delima dan tomat serta yang terbanyak terdapat pada semangka. Namun ahli nutrisi dari Academy of Nutrition and Dietetics, Jennifer McDaniel menyatakan bahwa Semangka kurang populer sebab dianggap tidak memiliki banyak serat.

Meski hal tersebut tidak salah namun semangka memiliki manfaat lain untuk menutupi kekurangannya ini. Semangka, meski tidak populer karena kurang serat memiliki kelebihan yaitu mengandung banyak air dan sangat rendah kalori, kandungan gulanya lebih rendah dibandingkan buah-buahan lain. Mengkonsumsi semangka membantu pencernaan dan metabolisme tubuh lebih lancar sebab kandungan air yang berlimpah di dalam buahnya.

Mentaati advis dan nasihat dokter serta ahli nutrisi mengarahkan program diet vegetarian agar tepat sasaran. Kekurangan nutrisi yang dikhawatirkan tidak akan terjadi. Biasanya pada diet vegetarian dikhawatirkan akan terjadi defisiensi gizi dan kekurangan protein, kalsium, vitamin B12 dan zat besi. Ahli nutrisi membantu menyarankan untuk mengkonsumsi buah dan sayuran atau biji-bijian yang banyak mengandung zat-zat tersebut sehingga metabolisme tubuh tidak terganggu karena kekurangan gizi.

Baca artikel lain mengenai Makanan Penyebab Kanker Otak

Food Combining Untuk Diet

Food Combining Untuk Diet Vegetarian

Pada dasarnya, diet vegetarian terbagi menjadi pediet vegan (vegetarian murni), lacto vegan (vegetarian yang memperbolehkan konsumsi susu dan produk olahannya) dan lacto ovo vegetarian (vegetarian yang memperbolehkan konsumsi telur, susu dan produk olahannya). Namun selain ketiga kelompok besar vegetarian ini terdapat diet alternatif semi vegetarian yang dikenal dengan food combining.

Solusi Food Combining untuk Kesehatan

Food combining bisa disebut pola makan antara vegetarian dan pola makan umum. Bedanya pada food combining menekankan pada porsi buah dan sayur yang lebih besar dan memperhatiikan cara mengkombinasikan makanan agar tidak menghambat proses metabolisme dalam tubuh dan membawa dampak positif bagi kesehatan. Inti dari food combining adalah menyusun menu makanan agar nutrisi dapat terserap sempurna dan tidak menumpuk sebagai lemak jahat.

Pola makan ala food combining ini memiliki beberapa prinsip dasar yang harus ditaati, yaitu:

1. Pola Makan Mengikuti Aktivitas dalam Saluran Pencernaan

Beda paling nyata dalam food combining dengan vegetarian pada dasarnya adalah boleh tidaknya mengonsumsi karbohidrat dan lemak. Pada food combining karbohidrat dan lemak serta protein diperbolehkan untuk dikonsumsi namun harus mengikuti pedoman dalam pengatuarnnya. Pola makan Food Combining diatur sesuai cara kerja sistem pencernaan, artinya food combining tidak mengenal menghitung kalori per makanan yang disajikan.

Pola makan food combining diatur dengan cara mengikuti sistem pencernaan yang terbagi menjadi:

  • Pukul 12.00  siang – 20.00 : Kegiatan utama saluran pencernaan adalah mencerna atau mengolah makanan.
  • Pukul 20.00 – 04.00 pagi : Kegiatan utama saluran pencernaan adalah penyerapan makanan.
  • Pukul 04.00 pagi – 12.00 : Kegiatan utama saluran pencernaan adalah proses pembuangan.
  • Pukul 4 pagi hingga jam 12 siang merupakan fase pembuangan.

Pada fase ini tubuh membutuhkan energi yang cukup besar dan sebaiknya saluran pencernaan tidak dibebani dengan mengonsumsi makanan berat agar proses pembuangan bisa berlangsung optimal. Maka dianjurkan pada jam-jam ini untuk mengonsumsi  buah-buahan. Buah adalah bahan makanan yang mudah diserap sistem pencernaan tubuh. Buah cepat dicerna dan cepat mengenyangkan. Untuk pemula jika masih merasa lemas saat sarapan buah saja tanpa karbohidrat maka bisa memajukan saat makan siang pada jam 10 di hari pertama dan kedua. Hari ketiga dan seterusnya baru menerapkan pola makan Food combining.

Pada jam 12 siang saatnya mengisi perut dengan makanan berat. Untuk camilan boleh dikonsumsi minimal 4 jam setelah jam makan siang. Namun perlu dicatat bahwa camilan sehatlah yang diperlukan seperti rujak buah, buah potong, kacang sangrai atau salad sayur. Makan malam bolehkah mengonsumsi karbohidrat jawabnya boleh asal tidak dikombinasikan dengan protein hewani dan porsinya tidak berlebihan. Jam makan malam hendaknya tidak melebihi jam 20.00. jika di atas jam 20.00 masih terasa lapar maka sebaiknya mengonsumsi buah-buahan.

2. Prinsip Kedua Food Combining adalah Mengombinasikan Makanan Sesuai Zat Gizi yang Serasi

Secara alami dalam setiap jenis makanan hanya terdapat satu unsur gizi mikro. Maka sistem pencernaan tidak memiliki kemampuan untuk mencerna lebih dari satu zat gizi mikro secara optimal. Karbohidrat, protein dan lemak disebut sebagai zat gizi makro dan hampir semua bahan makanan mengandung tiga unsur ini dalam proporsi yang berbeda. Aturan dalam food combining adalah:

  • Protein hewani jangan dicampur dengan karbohidrat.
  • Setiap porsi makan harus disertai dengan porsi sayuran yang dominan. Diutamakan sayuran segar tanpa diolah.
  • Protein nabati tahu, tempe, jamur boleh dikonsumsi bersama karbohidrat dan protein hewani.

Inilah yang membedakan food combining dengan vegetarian murni. Jika vegetarian murni sama sekali tidak memperbolehkan protein hewani berupa daging di food combining diperbolehkan mengonsumsi daging dengan porsi kecil namun tidak boleh dikombinasi dengan karbohidrat.

3. Prinsip Ketiga Food Combining adalah Makan Secara Perlahan Dan Mengunyah Lama

Terbukti makan perlahan dan mengunyah lama ternyata tidak hanya sekedar anjuran. Menurut penelitian ilmiah makan dengan mengunyah perlahan membantu optimalnya penghancuran makanan di mulut dengan bantuan enzim sehingga saat masuk ke lambung dan usus kerja organ pencernaan ini tidak bekerja terlalu keras.

4. Prinsip Keempat Food Combining adalah Hindari Makanan Rendah Energi

Rendah energi bukan rendah kalori. Yang dimaksud rendah energi adalah rendah gizi. Fastfood, camilan asin dan gurih karena akan menumpuk sebagai kalori dan akhirnya berubah menjadi lemak jika berlebih.

Contoh Menu Food Combining

Seperti apakah menu food combining yang disarankan? Menurut pemaparan di atas food combining mengadopsi pola makan vegetarian yang memperbesar porsi buah dan sayur. Serta mengombinasikan bahan makanan agar membantu proses pencernaan makanan secara lebih optimal.

Beberapa contoh menu berikut ini bisa diterapkan untuk mendapatkan padu padan menu ideal dalam food combining:

  1. Bangun pagi minum satu gelas air dicampur perasan jeruk nipis.
  2. Jam 6 pagi sarapan buah. Bisa satu atau lebih jenis buah  apel dan pisang adalah jenis buah yang disarankan untuk dikonsumsi saat sarapan sebab ramah di lambung dan mengenyangkan.
  3. Jam 10 pagi camilan buah. Anggur atau semangka sangat baik untuk camilan di tengah hari. Segar dan mengandung banyak air.
  4. Jam 12 siang. Waktu makan siang. Jika ingin menikmati protein hewani misalnya ayam panggang, hindari dimakan bersama nasi atau karbohidrat lain. Namun padukan dengan lalapan mentah dan sambal. Atau jika ingin makan nasi maka padukan dengan sayuran dan lauk berupa tempe, tahu atau olahan jamur.
  5. Jam 4 sore. Waktu camilan bisa menikmati salad sayur atau salad buah atau sedikit kentang panggang.
  6. Jam 6 sore atau paling lambat jam 7 malam untuk makan malam. Dianjurkan menu makan malam tidak seberat saat siang. Jika memungkinkan hindari mengonsumsi karbohidrat di malam hari, ganti dengan sayur dan buah hingga perut merasa kenyang.

Benarkah food combining bertentangan dengan prinsip 4 sehat lima sempurna? Jika ditinjau lebih dalam Food Combining sebenarnya tetap mengakomodir 4 sehat lima sempurna. Hanya saja konsumsinya dilakukan dengan padu padan agar lebih mudah diserap tubuh yaitu menghindari konsumsi karbohidrat dan protein hewani secara bersama. Yang menjadi pertentangan sebenarnya adalah rata-rata pakar food combining menyarankan untuk tidak mengonsumsi susu sapi karena dianggap bahwa susu hewan kurang sesuai untuk sistem pencernaan manusia.

Dalam food combining susu sapi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dan bisa diganti dengan susu kedelai. Jika khawatir kekurangan kalsium bisa diperoleh dari sumber lain seperti ikan salmon, tofu, kacang-kacangan atau brokoli. Jadi tidak perlu khawatir kekurangan gizi jika mencoba menerapkan food combining. Pada beberapa pelaku food combining pola makan ini dianggap lebih fleksibel dibandingkan vegetarian murni dan membawa dampak bagus bagi kesehatan. Tubuh terasa lebih segar dan ringan, penyakit ringan seperti migrain sembuh tanpa obat dan yang terpenting energi untuk beraktivitas tetap terjaga, tidak merasa lemas atau kekurangan tenaga.

Baca artikel lain mengenai Makanan Penyebab Kanker Otak

Gizi Untuk Vegetarian

Bagaimana Mengatur Gizi Untuk Vegetarian

Penyakit kanker menjadi momok bagi penderitanya. Demi kesembuhan penderita menempuh berbagai cara, mulai dari tindakan untuk menekan pertumbuhan hingga mengangkat jaringannya. Tujuannya adalah agar sel-sel abnormal ini tidak lagi menjadi benalu dalam tubuh sehingga penderita bisa terbebas dari penyakit mematikan ini untuk selamanya.

Sebuah penelitian medis di Amerika Serikat memaparkan fakta bahwa sepertiga kasus yang terjadi pada tumbuhnya sel kanker adalah pola makan dan gaya hidup yang salah. Sel kanker tumbuh karena DNA sel manusia yang rusak terakumulasi dalam jumlah besar dan kurun waktu cukup lama. Pertumbuhan sel kanker dapat ditekan dengan cara menerapkan diet vegetarian.

Diet vegetarian adalah pola makan yang mengkhususkan untuk mengkonsumsi bahan makanan berbasis nabati. Menghindari daging merah dan protein hewani yang ditengarai menjadi sumber makanan yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker menjadi lebih ganas. Di sisi lain pembatasan makanan ini menimbulkan pertanyaan, apakah tidak menyebabkan penderita kekurangan zat-zat makanan yang dibutuhkan untuk kesehatan?

Asupan Gizi Yang Baik Untuk Tubuh

Agar keraguan tersebut terjawab maka ada baiknya mempelajari dan menelaah kembali zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada dasarnya tubuh memerlukan zat tertentu untuk menjaga kesehatan. Namun sebagian zat tersebut apabila berada dalam tubuh dengan kadar berlebih akan menimbulkan dampak negatif seperti obesitas dan memicu penyakit yang membahayakan tubuh.

Fungsi makanan bagi tubuh adalah:

1. Sebagai Sumber Energi

Energi yang tersimpan di dalam zat makanan berupa energi kimia. Ketika dikonsumsi dan zat-zatnya diserap oleh tubuh maka akan terjadi serangkaian reaksi metabolisme yang mengubah energi tersebut menjadi sumber tenaga yang berfungsi untuk menggerakkan tubuh dan mendorong organ-organ tubu bekerja sesuai fungsinya. Sumber energi utama tubuh terdapat pada makanan yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein.

2. Sebagai Bahan Penyusun Komponen dan Sel Tubuh

Selain berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh zat makanan juga diperlukan untuk bahan penyusun komponen tubuh serta mengganti sel-sel yang telah aus.

3. Sebagai Asisten Sistem Imun Tubuh

Zat makanan juga berfungsi untuk membantu sistem imun tubuh terhadap serangan dari luar. Sehingga tubuh tidak mudah sakit dan terinfeksi oleh virus, bakteri dan mikroorganisme penyebab penyakit lainnya.

Agar tubuh berfungsi sebagaimana mestinya maka kebutuhan akan zat-zat makanan tersebut harus dipenuhi. Zat-zat makanan tersebut adalah:

1. Karbohidrat

Karbohidrat adalah sumber energi bagi tubuh. Sumber karbohidrat bisa berupa bahan-bahan yang mengandung amilum atau pati, yaitu beras, gandum, jagung, singkong, ketela rambat, kentang, dan biji-bijan.

2. Lemak

Lemak bagi tubuh berfungsi sebagai cadangan energi. Lemak juga berfungsi untuk melindungi tubuh dari hawa dingin, sebagai komponen penyusun membran sel dan organel sel, melindungi organ vital seperti jantung dan ginjal serta melarutkan vitamin A, D, E, dan K agar dapat diserap tubuh dan berfungsi mempertahankan fungsi vitalnya bagi kelangsungan metabolisme.

Sumber lemak dapat dibedakan menjadi lemak nabati yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan lemak hewani yang berupa lemak jenuh dan berasal dari hewan. Sumber lemak adalah makanan yang berminyak, misalnya kacang-kacangan, wijen, kemiri, kelapa, telur, mentega, susu, keju dan daging.

3. Protein

Protein bagi tubuh memegang peran penting. Protein berfungsi membangun sel tubuh. Pada periode tertentu sel-sel tubuh beregenerasi. Proses regenerasi sel ini membutuhkan protein untuk membantu membentuk sel-sel baru. Protein juga berfungsi sebagai biokatalisator, sebagai molekul pengangkut Oksigen (ketika protein dalam bentuk sebagai hemoglobin) dan membangun alat pertahanan tubuh ketika dalam bentuk antibodi.

Sumber protein bisa diperoleh dari hewan maupun tumbuhan. Sumber protein antara lain daging, ikan, telur, udang, kerang, susu dan kepiting. Sumber protein nabati terdapat pada kedelai, tempe, tahu, kacang tanah, jagung dan kelapa.

4. Vitamin

Vitamin adalah senyawa organik yang diperlukan tubuh untuk membantu metabolisme tubuh dan menopang sistem imun tubuh. Vitamin terbagi menjadi yang larut dalam air (vitamin C dan vitamin B) dan yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). Sumber vitamin terbanyak diperoleh dari buah-buahan dan sayuran. Beberapa vitamin dapat diperoleh dari hati, kacang-kacangan dan biji-bijan.

5. Mineral

Mineral adalah senyawa anorganik yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil. Meski dibutuhkan dalam jumlah kecil berbagai organ tubuh sangat bergantung padanya agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Sumber mineral bisa diperoleh dari daging, hati, kacang-kacangan dan sayuran.

Benarkah Diet Vegetarian Menyebabkan Kurang Gizi?

Mengingat kebutuhan tubuh akan zat-zat makanan tersebut kekhawatiran pun muncul. Adakah tubuh akan kekurangan gizi tertentu terutama kekurangan zat-zat makanan yang sumbernya ada pada hewan? Tidak diragukan bahwa pola makan vegetarian yang seimbang dan direncanakan secara sistematis mampu membuat tubuh lebih sehat. Resiko menderita penyakit kanker, jantung dan diabetes semakin berkurang. Para pelaku vegetarian pun rata-rata memiliki berat badan lebih ringan.

Namun sebagian besar masyarakat meragukan kesehatan tubuh tetap terjaga jika menerapkan pola makan vegetarian. Khawatir lemas karena asupan karbohidrat yang kurang. Takut kurang cerdas karena tidak mengkonsumsi protein (hewani). Was-was lebih mudah terserang penyakit karena sistem imun tubuh kurang asupan gizi yang bersumber dari protein hewani.

Kekhawatiran masyarakat akan mengalami defisit nutrisi ini memang beralasan dan tidak bisa disalahkan. Tetapi perlu dipahami jika diet vegetarian dilakukan dengan prinsip yang tepat di bawah pengawasan ahli medis dan pakar nutrisi secara ketat, semua akan berjalan baik. Tidak perlu mengkhawatirkan kekurangan gizi asal semua kebutuhan tubuh tercukupi dan tetap menjalankan pola hidup sehat. Dalam buku Diet Enak ala Vegetarian yang disusun Helda Mailoa SST. Gizi, Drs, Susianto dan dr. Hendry Widjaja dikupas tuntas bahwa pada dasarnya pola makan vegetarian sangat mirip dengan pola makan pada umumnya hanya terdapat perbedaan pada jenis protein yang dikonsumsi.

Pada pola makan diet vegetarian protein hewani disubstitusi sebagian oleh protein nabati. Pada diet vegetarian yang fleksibel, yaitu lacto vegetarian dan lacto-ovo vegetarian sebagian protein hewani masih diperbolehkan untuk dikonsumsi. Sehingga tidak perlu timbul kekhawatiran kurang gizi jika menerapkan diet vegetarian. Jika dilakukan dengan benar vegetarian dapat diterapkan oleh remaja maupun manusia dewasa. Namun perlu diperhatikan masalah variasi makanan dan pengaturan nutrisi pada pola makan.

Agar tidak terjadi kekurangan gizi dan nutrisi maka pola diet vegetarian harus disesuaikan dengan usia, kondisi tubuh dan tingkat aktivitas. Misalnya untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan maka hendaknya harus mengutamakan kebutuhan protein. Maka perlu ditekankan kembali untuk mendapatkan pengganti zat-zat tersebut pada sumber-sumber nabati sebagai pengganti dari jenis makanan hewani. Misalnya zat besi tidak hanya diperoleh dari hati hewan tetapi juga pada sayuran hijau. Protein pada daging sapi bisa digantikan oleh tahu dan tempe. Dengan demikian diet sehat ala vegetarian bisa diterapkan tanpa khawatir tubuh kekurangan zat makanan.

Baca artikel lain mengenai Gejala Kanker Usus Pada Anak