Category Archives: Diet Vegetarian

Menu Diet Vegetarian

Menu Diet Vegetarian Bagi Penderita Kanker yang Benar dan Paling Baik

Menjadi seorang vegetarian adalah hal yang baik sekali karena bisa membuat Anda memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Banyak penyakit yang bisa dicegah maupun diatasi dengan mengonsumsi berbagai makanan organik.

Untuk mengatasi penyakit kanker dan mengobatinya juga bisa dilakukan dengan menu diet vegetarian. Sudah banyak orang yang membuktikan bahwa dengan menjadi seorang vegetarian penyakit kanker bisa disembuhkan.

Menyembuhkan Kanker dengan Menjadi Vegetarian

Banyak orang yang akan takut apabila mendengar nama penyakit kanker. Oleh karena menjadi penyebab kematian yang paling besar. Hampir separuh dari penderita kanker meninggal dunia karena ada keganasan sel kanker bisa melemahkan kondisi tubuh.

Pada tahun 2017 saja ada sekitar 9 juta penderita kanker dari seluruh dunia yang meninggal. Diperkirakan sampai tahun 2030 nanti jumlah penderita kanker bisa mencapai 13 juta orang. Sebuah angka yang sangat fantastis.

Gejala kanker pada awalnya tidak langsung terdeteksi sehingga kebanyakan orang akan mulai memeriksakan kondisinya ke dokter apabila sudah merasa ada perubahan signifikan dalam hal kesehatan tubuh. Makanya kanker disebut juga sebagai silent killer.

Meski sudah dikatakan sembuh tapi sel-sel kanker bisa saja datang kembali kepada mantan penderitanya. Terutama jika dia masih belum bisa menjaga pola hidup sehat termasuk dari makanan-makanan yang dikonsumsi.

Untuk terhindar dari penyakit kanker maka harus memiliki pola hidup yang sehat, contohnya mengkonsumsi menu diet vegetarian.

Diet yang dimaksud disini bukan untuk menurunkan berat badan tapi membatasi asupan makanan. Hanya makanan-makanan sehat yang boleh dikonsumsi. Oleh karena khasiatnya sangat besar maka membuat jumlah vegetarian menjadi bertambah lumayan banyak.

Menjadi vegetarian akan membuat Anda lebih mudah terhindar dari zat-zat berbahaya dalam makanan tidak sehat. Banyak zat-zat berbahaya pada makanan tidak sehat yang menjadi “makanan utama” dari sel kanker.

Sel kanker yang ada di dalam tubuh akan semakin subur jika beberapa makanan tidak baik sering dikonsumsi. Beberapa jenis makanan tersebut antara lain:

  • Gula.
  • Daging merah.
  • Makanan dengan kandungan lipid atau minyak dan lemak.

Meski pada umumnya jenis-jenis makanan ini bisa dimanfaatkan oleh tubuh untuk dijadikan bahan bakar metabolik sehingga dapat menyehatkan sel yang normal. Namun jika dilihat dari sisi lain justru bisa membantu sel kanker menjadi lebih ganas dalam merusak tubuh.

Oleh karena alasan ini banyak dokter menganjurkan penderita kanker untuk mulai melakukan diet vegetarian. Maksud sebenarnya dari diet vegetarian adalah Anda harus lebih banyak makan makanan organik sehingga kebutuhan protein tetap ada, bahkan cukup.

Meski terdengar sama, tapi sebenarnya diet vegetarian dan diet vegan murni itu berbeda. Untuk diet vegetarian ini sifatnya lebih fleksibel karena Anda masih boleh untuk mengonsumsi protein non nabati.

Menu-menu diet vegetarian bukan hanya buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan. Namun juga boleh mengkonsumsi produk hewani tapi ikan saja. Diet vegetarian ini lebih simple karena menu yang bisa dikonsumsi tidak terlalu terbatas.

Misalnya masih boleh mengonsumsi keju, margarin, mayones, dan lain-lainnya. Namun hanya sebagai pelengkap dari makanan- makanan organik yang dikonsumsi.

Menu Diet Vegetarian yang Tepat Bagi Penderita Kanker

Menu diet vegetarian terbaik untuk penderita kanker adalah berbagai jenis sayuran. Oleh karena mereka bisa mengeliminasi semua sel kanker yang bersarang dalam tubuh.

Kenapa bisa?

Oleh karena sel kanker sangat butuh terhadap protein tinggi sehingga bisa menyebar dengan lebih cepat dan luas. Jika menjalani diet vegetarian tentu saja kadar protein yang akan masuk ke dalam tubuh tidak terlalu banyak. Jadi sel kanker bisa hilang bahkan mati dengan sendirinya.

Menu diet ini harus memperhatikan kombinasi dari makanan-makanan yang dikonsumsi. Dengan kombinasi yang tepat maka risiko kanker akan jauh lebih tinggi untuk dihilangkan, dibandingkan mengonsumsi satu jenis makanan saja.

Selain itu, juga harus memperhatikan warna di dalam menu. Maksudnya adalah warna asli dari sayur-sayuran dan buah-buahan yang dikonsumsi. Bukan dari pewarna makanan.

Jika warna makanan semakin beragam maka vitamin dan nutrisi yang diserap tubuh akan semakin banyak. Apalagi jika makanan tersebut memiliki warna hijau, merah, dan oranye gelap. Oleh karena biasanya nutrisi nabati mereka jauh lebih tinggi dibanding sayuran dan buah dengan warna lain.

Cara mengonsumsi menu diet vegetarian yang benar adalah mengonsumsi sayur dan buah ketika sarapan. Akan lebih baik jika memiliki kandungan asam folat. Oleh karena bisa membantu tubuh agar tidak memiliki risiko kanker rektum kanker payudara, dan kanker usus besar.

Meski kandungan asam folat sangat baik tapi harus langsung didapatkan dari bahan-bahan alami bukan berbentuk suplemen. Makanan-makanan yang memiliki kandungan asam folat antara lain, jeruk, melon, telur, strawberry, biji bunga matahari, kacang-kacangan, asparagus, dan sayuran dengan daun hijau seprti bayam dan selada.

Selain itu, berikut ini berbagai jenis sayuran lain yang paling baik untuk menurunkan risiko penyakit kanker.

  • Sayuran Yang Punya Daun Berwarna Gelap

Contoh sayuran dengan daun berwarnna gelap adalah kangkung, dan bayam. Di dalam dua sayuran ini terdapat kandungan karotenoid, asam folat, dan serat.

Fungsi dari tiga senyawa tersebut adalah membuat tubuh terlindungi dari kanker yang menyerang saluran pernapasan, misalnya pada daerah di sekitar mulut dan tenggorokan. Lalu kanker pankreas paru-paru, dan lambung.

  • Paprika

Semua warna paprika sangat bagus untuk menekan pertumbuhan sel kanker. Kandungan penting yang terdapat di dalamnya adalah zat antioksidan alami yang bisa mencegah masuknya radikal bebas ke dalam tubuh. Radikal bebas ini  termasuk penyebab terjadinya kanker.

  • Tomat

Jenis kanker yang bisa dihindari dengan mengkonsumsi tomat adalah kanker prostat. Oleh karena di dalam tomat ada senyawa likopen.  Cara mengkonsumsi tomat yang baik bisa dengan membuat jus, saus, pasta, dimakan langsung, atau ditumis dengan sayuran lain.

  • Sayuran Dengan Jenis Kubis-Kubisan

Sayuran yang termasuk dalam jenis ini antara lain pakcoy, sawi, brokoli, kubis, selada, kembang kol, dan kale. Jenis kanker yang bisa dicegah dengan sayuran ini, antara lain kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker serviks.

Selain dengan sayur-sayuran, rempah-rempah juga bisa dikonsumsi untuk mencegah kanker, antara lain:

  • Kunyit. Oleh karena memiliki kandungan Kandungan ini bisa membantu menekan terjadinya transformasi proliferasi, dan invasi dari sel kanker.
  • Kayu manis yang memiliki banyak kandungan antioksidan.
  • Oregano.
  • Jahe.
  • Cengkeh.

Kemudian umbi-umbian yang masih tergolong ke dalam jenis bumbu atau rempah misalnya bawang bombay, dan bawang putih. Di dalam dua jenis bawang ini ada senyawa yang bisa mencegah penyakit kanker yang terjadi di saluran pencernaan seperti usus besar, lambung, kerongkongan lalu kanker payudara, kanker prostat, dan kanker paru-paru.

Makanan-makanan vegetarian lainnya yang bagus antara lain seperti:

  • Lauk pauk misalnya tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
  • Aneka jamur.

Meski terlihat simple, tapi ternyata ada banyak contoh orang yang berhasil sembuh dari kanker karena menu-menu vegetarian seperti ini. Misalnya, artis Ria Irawan yang pernah menderita kanker getah bening, dan Liong Pit Lin yang menderita tiga jenis kanker sekaligus.

Demikianlah informasi mengenai menu diet vegetarian yang paling baik untuk penderita kanker. Namun, akan lebih baik jika diet vegetarian ini dijadikan gaya hidup bukan hanya untuk penderita atau mantan penderitanya, tapi juga Anda yang masih sehat.

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Herbal Kanker Nasofaring

Cara Memulai Vegetarian

Cara Memulai Vegetarian dengan Lakukan Langkah Ini agar Bisa Menjauh dari Kanker

Memulai gaya hidup sebagai seorang vegetarian bisa menjadi salah satu langkah untuk mencegah kita terserang kanker. Menjadi vegetarian memang tidak mudah, terlebih bagi kita yang terbiasa dengan berbagai jenis makanan di lur sayur dan buah. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk mencobanya mulai dari sekarang. Sedikit dan perlahan sampai akhirnya terbiasa dengan gaya hidup seorang vegetarian. Yuk, intip apa saja cara untuk memulai hidup mencegah kanker dengan gaya vegetarian berikut.

Jenis Sayur dan Buah untuk Mencegah Kanker

Sayur dan buah adalah jenis makanan yang kaya serat dan vitamin. Di balik tampilannya yang segar dan kaya rasa alami, sayur dan buah ternyata bisa membantu kita terhindar dari serangan kanker. Salah satu yang haus kita ketahui saat memulai gaya hidup vegetarian dengan tujuan mencegah kanker adalah jenis-jenis sayur dan buah yang bisa membantu untuk mencegah munculny kanker.

1. Jenis Buah untuk Mencegah Kanker

Terdapat beberapa jenis buah yang bisa membantu untuk menjauhkan kita dari penyakit kanker. Buah-buah tersebut sebenarnya sangat mudah kita temukan baik di pasar tradisional maupun modern. Dengan mengonsumsi buah-buahan tersebut secara teratur, maka kita akan bisa terhindar dari munculnya sel kanker. Jenis buah-buahan pencegah kanker tersebut adalah sebagai berikut.

  • Nanas

Nanas adalah salah satu jenis buah tropis yang sangat mudah ditemukan di Indonesia. Nanas bisa dikonsumsi secara langsung maupun dalam bentuk manisan dan selai. Di balik rasanya yang segar, ternyata buah nanas menjadi salah satu jenis buah yang bisa mencegah kita terserang kanker. Kandungan bromelain dalam nanas bisa menjadi antikanker. Bromelain umumnya dikenal sebagai kandungan dalam nanas yang bisa mengatasi batuk.

Selain bromelain, nanas juga memiliki kandungan lainnya yang bermanfaat untuk mengaktifkan sistem imunitas alami di dalam tubuh seseorang yang bisa menghadapi racun atau toksin yang masuk. Kandungan lainnya juga bermanfaat untuk membangun perlindungan alami dari kerusakan DNA yang merupakan awal dari pembentukan sel kanker.

  • Buah Naga

Siapa yang tidak mengenal buah naga? Buah yang memiliki bentuk unik dengan kulit menyerupai sisik naga ini adalah salah satu buah favorit yang memiliki rasa segar dan kaya kandungan air. Buah naga memiliki tiga jenis warna daging yaitu putih, pink jingga, dan merah marun. Nah, buah naga yang berwarna merah marun inilah yang ternyata sangat bermanfaat untuk mencegah kanker dalam tubuh. Buah naga ini selain kaya akan kandungan vitamin A, C, dan E juga dilengkapi dengan kandungan antosianin yang tinggi. Antosianin ini bermanfaat untuk detoksifikasi alami dan melawan pertumbuha dari sel abnormal. Selain dagingnya, biji-biji kecil pada buah naga juga kaya akan manfaat. Salah satunya adalah membantu kerja hati untuk menetralisir racun dan membantu dalam mengatasi kerusakan sel dalam tubuh serta mencegah pembentukan dari sel-sel abnormal seperti sel kanker.

  • Anggur

Tidak diragukan lagi, salah satu jenis buah yang bisa membantu mencegah pertumbuhan sel kanker adalah buah anggur. Anggur kaya akan kandungan polifenol yang mampu mengatasi penyimpangan pertumbuhan sel dan mengatasi kanker. Anggur juga mengandung lebih dari 30 jenis flavonoid yang bisa membantu melawan kerusakan pada DNA, membantu dalam membersihkan darah, dan oksidasi sel.

2. Jenis Sayur untuk Mencegah Kanker

Tidak hanya buah, terdapat banyak juga sayuran yang kaya kandungan pencegah kanker. Apa saja? Simak uraian berikut.

  • Brokoli

Brokoli adalah jenis sayuran yang umum dikenal sebagai sayuran yang bisa mencegah terjadinya kanker payudara. Tidak hanya kanker payudara, brokoli juga kaya akan kandungan yang bisa mencegah pertumbuhan tumor agar tidak menjadi kanker. Mengonsumsi brokoli dengan teratur bisa mencegah kita dari penyakit kanker khususnya kanker payudara.

  • Wortel

Wortel adalah salah satu jenis sayuran berwarna oranye yang kaya akan kandungan karotenoid. Karotenoid adalah salah satu dari kumpulan pigmen warna merah tua atau merah kuning dari lemak hewani dan lemak nabati. Sayuran seperti wortel yang memiliki warna oranye bisa membantu mencegah kanker khususnya kanker payudara.

  • Kubis

Satu lagi jenis sayuran yang bisa mencegah kanker adalah kubis. Kandungan dalam kubis bisa membantu seseorang terlindung dari kanker payudara, kanker mulut, kanker esophagus, dan kanker lambung. Beberapa kandungan pencegah kanker dalam kubis tersebut di antaranya betakaroten, kumarin, sulfosaran, glukosinoat, fenol, indol, dan isotiosianat.

Menu Makanan Vegetarian Pencegah Kanker

Setelah mengenal beberapa jenis sayur dan buah yang bisa mencegah kanker, sebaiknya kita juga mengetahui menu vegetarian sehari-hari apa yang bisa membantu mencegah kanker. Simak uraian berikut.

1. Salad Buah

Untuk mengganti camilan yang biasanya kita konsumsi saat siang atau sore hari, ada baiknya kita menggantinya dengan buah-buahan yang dibuat menjadi salad. Menu salad buah ini merupakan salah satu menu vegetarian yang menyehatkan dan tetap membuat perut terisi. Pilihlah jenis buah-buahan yang mengandung banyak kandungan pencegah kanker. Selain segar dan memenuhi kebutuhan camilan, mengonsumsi salad buah juga jauh lebih menyehatkan dibandingkan dengan camilan yang penuh lemak.

2. Aneka Menu Sayuran Setiap Hari

Jadikan sayuran sebagai makanan utama setiap harinya. Olah berbagai jenis sayuran berbeda setiap harinya, khususnya sayuran yang baik untuk mencegah kanker. Lebih baik lagi jika mengonsumsi sayuran dalam keadaan segar (untuk sayuran yang bisa dimakan mentah) atau diproses dengan cara dikukus.

Pola Hidup Vegetarian

Selain membiasakan diri dengan menu vegetarian yang sehat, kita juga harus terbiasa dengan pola hidup dari vegetarian. Bagi kita yang baru saja memulai hidup sebagai vegetarian, berikut beberapa pola hidup vegetarian yang harus kita perhatikan.

  • Dalam satu hari, minimal mengonsumsi 3 porsi sayuran dan 2 porsi buah. Ini adalah menu umum yang biasanya dikonsumsi oleh vegetarian dan menjadi bentuk pola hidup yang ruti dilakukan.
  • Seorang vegetarian akan mengurangi konsumsi garam dan gula. Menjadi vegetarian bukan berarti harus sepenuhnya tidak mengonsumsi gula dan garam, tetapi membatasinya sehingga tidak berlebihan. Jadi, asupan garam dan gula yang masuk dalam tubuh adalah yang memang diperlukan saja, sehingga tidak ada tumpukan gula dan garam yang berlebih dalam tubuh.
  • Mengonsumsi minimal lima jenis buah dengan warna yang berbeda. Kandungan warna dalam buah memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Seorang vegetarian umumnya akan mengonsumsi minimal lima jenis buah dengan warna berbeda.
  • Selalu sarapan pagi. Menjadi seorang vegetarian bukan berarti membuat pola makan menjadi berubah drastic. Seorang vegetarian memiliki kebiasaan untuk tidak melewatkan sarapan pagi. Sarapan pagi sangat bermanfaat untuk menjaga kandungan protein dalam tubuh.
  • Minum dua liter air putih setiap hari. Seorang vegetarian umumnya akan lebih banyak minum, minimal 2 liter dalam satu hari. Asupan air yang banyak akan membantu dalam proses pencernaan makanan.

Itulah beberapa cara untuk memulai hidup sebagai seorang vegetarian. Mulai hidup sehat dari sekarang dan jauhkan diri dari bahaya kanker.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Petai untuk Kanker

Dampak Positif dan Negatif Vegetarian

Pelajari Dampak Positif dan Negatif Vegetarian

Istilah vegetarian mulai dikenal secara luas pada tahun 1847, yaitu dalam momen pertemuan pengukuhan Vegetarian Society Inggris. Meski diperkenalkan secara formal pada tahun 1847 sebenarnya pola makan yang menghindari konsumsi daging telah umum dijalani sebagian orang. Kelompok orang yang tidak mengkonsumsi daging dikenal dengan sebutan Pytagorean atau orang-orang yang mengikuti sistem pythagorean.

Pola makan vegetarian dipilih menjadi salah satu cara untuk hidup sehat dan meminimalisir penyakit kanker, hipertensi dan diabetes. Namun pola hidup vegetarian tidak hanya menimbulkan dampak positif bagi kesehatan. Jika melakukan diet tanpa aturan dan pengawasan ahli gizi bisa menimbulkan hal yang fatal bagi kesehatan.

Dampak Positif Diet Vegetarian

Penerapan diet vegetarian terbukti membawa dampak positif bagi kesehatan jika dilakukan secara sistematis. Dalam sebuah penelitian ilmiah yang membandingkan 6.000 orang vegetarian dan 5.000 orang yang mengonsumsi daging terbukti bawah vegan memiliki risiko menderita penyakit jantung siskemik 57 persen  lebih rendah daripada pemakan daging. Sementara itu, vegetarian memiliki risiko 24 persen lebih rendah menderita penyakit yang sama. Dari hasil penelitian ini menunjukkan fakta bahwa kelompok orang yang mengonsumsi daging berisiko tinggi menderita penyakit jantung siskemik, penyakit arteri koroner yang seringkali menyebabkan gagal jantung. Dibandingkan kelompok orang yang membatasi bahkan menghindari konsumsi daging risiko menderita penyakit jantung jauh lebih rendah.

Pada studi ilmiah yang berbeda yang dilakukan kelompok peneliti dari Warwick University menemukan fakta bahwa konsumsi lima porsi sayur dan buah setiap hari tidak hanya menyehatkan tubuh secara jasmani namun juga secara mental. Profesor Andrew Oswald dari Warwick University seperti dilansir harian Mirror pada 11 Juli 2016 menyatakan bahwa banyak mengonsumsi buah dan sayur bisa memperbaiki mood, membuat suasana hati jadi lebih gembira dan tentunya berpengaruh terhadap kinerja. Menurut penelitian lebih lanjut tingkat kegembiraan tersebut juga akan meningkat di setiap porsi ekstra, umumnya akan terlihat jelas setelah delapan hari. Menurus Profesor Oswald kebiasaan mengonsumsi sayur dan buah bisa membantu seseorang untuk tersugesti dan termotivasi hidup sehat dan rajin berolahraga. Secara fisik para pelaku diet vegetarian juga relatif lebih sehat dan tidak mudah menderita penyakit-penyakit ringan seperti flu dan sembelit.

Hasil studi yang berbeda diperoleh dari penelitian Dr. Redzo Mujcic dari Queensland yang telah dipublikasikan dalam American Journal of Public Health. Studi ilmiah yang diikuti lebih dari 12 ribu warga Australia yang dipilih secara acak ini bertujuan mendapatkan kesimpulan antara pola makan dan kondisi psikologis. Mereka diminta mencatat pola makan harian secara rutin dan mendapatkan pemeriksaan psikologis secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok orang yang berpola makan sehat, mengonsumsi buah dan sayur lebih banyak dan membatasi konsumsi daging mendapatkan manfaat psikologis positif. Terbukti bahwa konsumsi buah dan sayur dalam menu sehari-hari mengondisikan tubuh dalam keadaan sehat dan secara psikologis lebih tenang, tidak mudah stres.

Seorang profesor dari North Carolina State University, Raleigh mengadakan penelitian secara khusus terhadap khasiat buah Semangka. Tidak diragukan bahwa buah Semangka mengandung vitamin A, C dan B serta mengadung Potassium dalam kadar yang cukup tinggi. Tetapi yang membuat Semangka lebih istimewa adalah adanya lycopene yaitu zat antioksidan yang memiliki banyak manfaat. Lycopene seabgai zat antioksidan sangat bermanfaat bagi kesehatan pembuluh darah. Manfaatnya yang paling nyata antara lain adalah mengurangi risiko stroke dan menurunkan tekanan darah serta melindungi tubuh dari radikal bebas yang ditengarai sebagai salah satu penyebab penyakit kanker.

Dampak Negatif Diet Vegetarian

Pola makan dengan memperbanyak porsi sayur dan buah dan sedikit memasukkan garam serta lemak dapat dianggap sebagai cara terbaik untuk mengendalikan kolesterol dan tekanan darah sehingga terhindar dari risiko menderita penyakit jantung. Mengurangi konsumsi gula dan membatasi konsumsi susu membantu mengendalikan kadar gula dalam tubuh sehingga terhindar dari penyakit diabetes. Namun perlu diwaspadai tingkat penurunan tekanan darah dan kadar gula dalam tubuh tidak boleh terjadi terlalu drastis. Penurunan tekanan darah dan kadar gula darah hingga di bawah ambang normal akan sangat berbahaya bagi keselamatan seseorang. Agar pelaku diet vegetarian tetap aman maka perlu mematuhi nasihat medis dari dokter dan ahli gizi serta tetap memeriksakan kesehatannya secara periodik.

Apakah benar diet vegetarian memiliki dampak negatif? Pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan “ya” jika diet vegetarian diterapkan secara serampangan tanpa pengawasan ahli gizi dan sebaliknya bisa dijawab dengan “tidak” jika selalu diterapkan dengan mematuhi standar kesehatan (perhitungan kalori yang dibutuhkan tubuh, kecukupan gizi dan nutrisi serta mempertimbangkan kondisi kesehatan tubuh).

Salah satu zat yang seringkali dikhawatirkan pada pelaku diet vegetarian adalah kekurangan kalsium. Sumber Kalsium terbanyak memang terdapat pada telur, susu dan protein hewani lainnya. Kekurangan Kalsium dapat menyebabkan tulang lemah dan mudah pecah. Untuk itu pelaku diet vegetarian harus secara berkala memeriksakan kesehatannya termasuk untuk memantau kesehatan tulang. Jika dalam tubuhnya ditemukan kecenderungan kekurangan Kalsium ada baiknya pelaku diet vegetarian memilih jenis diet vegetarian yang mentolerir konsumsi susu dan atau telur. Lacto vegetarian adalah pola makan vegetarian yang mentolerir konsumsi susu dan produk olahannya. Lacto-ovo vegetarian adalah pola makan vegetarian yang mentolerir konsumsi telur dan susu beserta produk olahannya.

Dalam sebuah laporan medis terkait dengan efek diet vegan bagi kesehatan yang diterbitkan Journal Amerika of Clinical Nutrition pada Tahun 2009 mengingatkan bahwa pelaku diet Vegan seringkali tidak mendapatkan cukup vitamin B12, vitamin D, dan zat Seng. Tentunya jika mematuhi anjuran dari ahli gizi dapat ditemukan solusi yang mampu menemukan bahan-bahan nabati yang mengandung zat-zat yang biasa ditemui dengan mudah dari bahan hewani.

Kasus dampak negatif dari diet vegetarian pernah terjadi seorang personal chef dan pelari. Selama enam bulan pertama ia menjalankan pola makan vegetarian dan merasa jauh lebih sehat. Dalam dietnya ia sama sekali tidak mengonsumsi daging dan jauh hari sebelumnya ia memilih menghindari mengonsumsi kacang-kacangan, kedelai dan gluten dengan alasan gluten. Namun setelah enam bulan kemudian ia merasa lebih sering lelah, kehilangan kekuatan otot dan lemas. Ketika dilakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh diketahui bahwa ia menderia anemua. Lebih lanjut Helms mengakui bahwa dengan pembatasan menu makanan maka menjadi seorang vegan ternyata memicu kecemasan baru.

Kasus yang dialami Devon Crosby Helms ini patut diwaspadai sebab dari pola makan vegetarian yang dijalani ternyata menimbulkan keluhan di kemudian hari. Perlu disadari bahwa mengubah pola makan secara ekstrem membutuhkan penyesuaian psikologis dan psikis. Ada baiknya perubahan pola makan ini dilakukan secara bertahap karena efeknya pasti akan lebih baik bagi tubuh. Tubuh tidak dipaksa untuk tiba-tiba beradaptasi dengan kondisi atau pilihan menu makanan yang berubah drastis.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Keladi Tikus