Cara Merawat Luka

3 Cara Merawat Luka Akibat Kanker Payudara Yang Menyebar ke Kulit

Kanker payudara menjadi kanker yang paling ditakuti oleh para kaum hawa, apalagi jika tidak terdeteksi dini maka bisa menyebar menjadi stadium lanjut. Pada posting yang dulu saya pernah membahas mengenai penggunaan perban yang tepat pada kanker kulit, kali ini saya ingin membahas lebih detail dari pengalaman saya menggunakan perban untuk modern dressing pada mama saya. Mama saya menderita kanker payudara yang sudah menyebar ke kulit, getah bening dan tulang. Kulit menjadi masalah karena perih dan tidak bisa kering, mau dikasih obat luka seperti betadine atau sejenisnya tetap tidak bisa kering.

Kulit Perih Tidak Bisa Kering Karena Kanker Payudara

Kanker payudara yang menyebar ke kulit biasanya terdapat tanda-tanda sebagai berikut ini:

  • Kulit mulai mengeras
  • Kulit memerah dan kaku
  • Semakin lama kulit tambah keras dan kemudian luka.
  • Luka tersebut basah terus dan tidak bisa kering.

Pengalaman saya menjaga mama saya, kulit pertama mengeras dan memerah dulu kemudian lama kelamaan tambah mengeras dan timbul borok/kulit keras. Kemudian jika borok itu lepas bukannya kering malah basah dan berdarah dan akan sangat perih. Luka-luka ini sama dengan luka bakar sehingga tidak ada kulit sama sekali langsung terlihat daging. Untuk itu perlu cara merawat luka yang benar untuk luka akibat kanker payudara ini. Saya ingin membagikan pengalaman saya merawat luka akibat kanker payudara ini semoga bagi pembaca yang mengalami hal yang sama bisa berguna juga. Ada 3 cara mudah untuk merawat luka kanker payudara ini yaitu menyiapkan obat/salep yang akan dipakai pada luka, menyiapkan perban dan terakhir plester. Mari kita bahas 1 per 1 agar lebih detail.

TeramycinGunakan Salep atau Obat Untuk Membantu Agar Luka Tidak Infeksi

Kulit akibat luka kanker payudara ini akan sangat perih karena kulit sudah rusak dan langsung daging yang terlihat jadi perlu dibersihkan setiap hari atau jika menggunakan perban khusus bisa bertahan 2-3 hari tanpa ada kuman yang berkembang disana. Cara yang pertama adalah gunakan obat atau salep khusus agar bakteri tidak bisa tumbuh karena jika ada bakteri maka bisa terjadi infeksi.

Infeksi biasanya ditandai dengan demam jadi anda perlu waspada jika terjadi demam. Saya pun diperingati oleh dokter onkologi kami yang merawat mama saya agar waspada jika terjadi demam. Untuk salep atau obat yang biasa kami pakai antara lain:

  • Teramycin, salep ini rekomendasi oleh Dr Lam Mun San (Spesialis infeksi di Singapore Mount Elizabeth)
  • Garamycin, bisa dipakai untuk keadaan darurat karena salep ini mudah didapatkan di apotek terdekat.

Ingat pemberian obat ini HANYA MENJAGA AGAR TIDAK INFEKSI, bukan untuk mengobati kanker yang menyebar ke kulit. Pengobatan kanker tetap harus berjalan agar kanker di kulit mati dan kulit bisa kering. Selain dengan salep tersebut kami menggunakan perban khusus anti bakteri (akan dibahas pada langkah kedua).

Tanda-tanda jika ada bakteri asing yang muncul yaitu dengan adanya bau pada luka jadi anda harus waspada dan teliti, karena jika ada bau berarti ada bakteri jadi perlu diberikan antibiotik yang tepat agar bakteri bisa mati sehingga luka tidak infeksi.

perban luka kanker payudaraGunakan Perban Yang Tepat dan Nyaman

Setelah memberikan obat anda bisa mulai memilih perban yang paling baik dan nyaman bagi penderita. Untuk kasus mama saya ini kami sudah berkali-kali berganti perban, saya ingin membagikan nama-nama perban yang sudah kami pakai dan efeknya sehingga anda bisa tahu dengan lebih detail. Perban yang kami pakai antara lain:

  • Kasa Steril One-Med

Kasa steril yang pertama ini yang paling sederhana dan mudah didapatkan di Indonesia. Penggunaan kasa ini bagi luka yang belum parah masih bisa tapi jika luka sudah basah dan luka-luka parah maka kasa ini tidak bisa dipakai karena akan sangat lengket pada luka.

  • Aquacel Ag (ConvaTec)

Aquacel Ag ada 2 versi kalau di Indonesia ada yang Aquacel Ag dan Aquacel Ag Extra berbeda ketebalan. Fungsi dari Aquacel Ag ini digunakan agar bakteri tidak bisa tumbuh pada luka dan anda bisa mengganti perban 2-3 hari sekali. Jadi penderita lebih nyaman karena tidak merasakan perih dibersihkan setiap hari dengan antiseptik. Jika anda sudah pakai Aquacel Ag anda tidak perlu menggunakan salep lagi.

  • Aquacel Foam (ConvaTec)

Aquacel Foam ini dipakai sebagai lapisan terluar, jadi setelah luka ditempel dengan Aquacel Ag anda harus menempelkan dengan Aquacel Foam. Karena luka-luka itu tadi akan mengeluarkan cairan jika tidak ada foam ini cairan bisa tembus ke baju.

  • SilverCel (Systagenic)

Silvercel fungsinya sama dengan Aquacel Ag hanya saja Silvercel lebih unggul karena ada lapisan Silver jadi SilverCel tidak akan lengket pada luka saat akan diganti. Fungsinya sama yaitu agar bakteri tidak tumbuh sehingga luka-luka bisa tetap terjaga dengan baik. Sayangnya SilverCel ini tidak ada di Indoensia, kami pun mendapatkan ini dari dokter di Singapore.

  • Melolin (Smith & Nephew)

Melolin tersedia 2 ukuran yaitu 5x5cm dan 10x10cm melolin ini terdiri dari kapas dan terdapat lapisan plastik jadi kapas tidak menempel pada luka. Pengalaman kami menggunakan melolin 10x10cm untuk karena luka tidak begitu parah dan tiap hari harus diganti. Sebelum memasang melolin anda harus menggunakan salep dulu agar bakteri tidak tumbuh.

  • Mepilex

Untuk mepilex fungsinya sama dengan Aquacel Foam jadi setelah dipasang Aquacel Ag atau SilverCel ditutup dengan Mepilex. Mepilex mirip dengan spon dan agak tebal jadi cairan dari luka tidak mudah tembus ke baju. Sayangnya juga di indonesia merek ini tidak ada jadi tidak bisa menemukan toko yang berjualan ini. Kami mendapatkannya juga dari dokter saat ke Singapore.

  • Siltec

Siltec memiliki fungsi sama dengan Mepilex atau Aquacel Foam untuk pelapis bagian luar agar cairan dari luka tidak tembus keluar. Siltec sudah ada di Indonesia tetapi saat ini saya hanya bisa mendapatkannya di Jakarta, saya belum tahu untuk di kota lain.

  • Allevyn (Smith & Nephew)

Allevyn ini memiliki fungsi sama dengan Siltec, Mepilex atau Aquacel Foam tetapi ukuran lebih kecil yaitu 10x10cm sedangkan ketiga merek itu mempunyai ukuran 20x20cm. Untuk perban ini mempunyai daya serap yang lebih bagus dari yang lainnya dan merek ini sudah ada di Indonesia jadi anda bisa lebih mudah untuk mencarinya.

Plester untuk merawat luka kanker payudara

Pilih Plester Terbaik Agar Luka Tidak Iritasi

Langkah ketiga adalah memilih plester terbaik agar kulit tidak iritasi. Saya ada pengalaman menggunakan berbagai macam plester antara lain:

  • Plester Micropore keluaran dari 3M, plester ini untuk kulit yang tidak tahan iritasi akan sangat lengket jadi lebik baik jangan menggunakan plester yang sangat lengket.
  • Leukofix, plester ini dapat dibeli di apotik Kimia farma. Plester buatan jerman ini sangat bagus menurut saya, lengket dengan kulit tetapi tidak membuat kulit iritasi.
  • Mefix lebar 5cm, untuk Mefix sayangnya tidak ada di indonesia. Saya membelinya dari dokter di Singapore, plester ini seperti kain dan tidak begitu lengket. Mefix biasanya saya pakai untuk kombinasi dengan Aquacel Ag, Foam (bisa Aquacel foam, siltec, allevyn).
  • Hypafix lebar 10cm, plester ini anda bisa mendapatkannya di Indonesia. Sama seperti Mefix tetapi Hypafix lebih lengket dan ukuran lebarnya 10cm jadi anda harus memotong jika butuh lebar yang lebih kecil.

Kesimpulan

Itulah 3 cara mudah dari saya untuk menjaga agar luka akibat kanker payudara tidak semakin memburuk. 3 cara itu merupakan dressing modern saat ini, untuk biaya setiap perban tidak murah juga rata-rata harga antara Rp 150.000 s/d Rp 200.000,- per biji. Jadi anda lebih baik menggunakan ukuran besar sehingga bisa dipotong-potong sesuai dengan kondisi. Selama saya menggunakan perban-perban itu tadi untuk mama saya, luka-luka bisa terawat dengan baik dan nyaman. Luka tidak jadi bau karena bakteri tidak tumbuh, jika bakteri tumbuh anda harus ke dokter agar bisa diberikan antibiotik yang cocok untuk membunuh bakteri tersebut.

Semoga informasi dari saya ini bisa membantu anda semua yang sedang mencari tahu cara dressing modern yang mudah atau cara merawat luka akibat kanker payudara. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan langsung meninggalkan komentar di bawah ini saya akan dengan senang hati menjawabnya.

Baca artikel lain mengenai Life Experience 04 – Pola Makan Untuk Penderita Kanker Payudara

33 thoughts on “Cara Merawat Luka”

    1. Maaf karena terlambat reply. Bisa dipotong sesuai dengan kebutuhan dan jika anda pakai seperti AquaCell Ag atau SilverCell Ag perban bisa tahan 2-3 hari. Jika terlalu basah sebaiknya 2 hari saja terus diganti. Untuk bau tidak bisa diredam anda bisa menggunakan antibiotik yang cocok agar bau hilang.

  1. Terimakasih infonya, dimana kami bias membeli aquacel aq, aquacel foam, leukofix atau mefix? Mungkin ada nama apotik dan alamatnya…
    Terimakasih…..

    1. Silahkan kontak ke Ria (balutan Luka) di 081584077677. Bilang kenal dari Eddy banyuwangi. Saya dulu langganan sama dia untuk berbagai macam jenis perban. Kalau boleh tahu terkena penyakit apa?

  2. Terimakasih infonya. Sy memakai leukofit dan perban biasa. Sdh luka dan keliatan daging spt yg anda gambarkan. Sarannya akan sy coba. Smg anda mendapat pahala dg berbagi..

    1. Saya mengalami luka yang sama. Selama ini saya hanya tutup dengan pembalut avail yg maxi, saya potong menjadi 2 dan ditempelkan dengan plester. Saya ganti tiap 3 jam. Sekarang lukanya sudah habis dan menyisakan lubang. Dan sampai saat ini saya baik2 saja masih bekerja dan menyetir sendiri.

      1. Pak Eddy, lukanya bisa mengering pake brp kapsul & brp lama ?
        Ada no telp yang bisa dihubungi untuk konsultasi ?
        Terima kasih

    1. Perlu perawatan luka luar dan pengobatan kanker. Mama saya sempat bisa kering lukanya kita pakai transfer factor yang ditabur keluka nya. Tetapi pengobatan kanker nya harus menunjang juga jadi bisa cepat kering.

    1. Intinya adalah jika kankernya bisa diredam maka luka akan kering dengan sendirinya. Jadi pengoabatan apapun (kemoterapi atau herbal) asal bisa menekan sel kanker nya maka dengan sendirinya akan kering.

  3. Atas saran dokter, saya jg bersihkan luka dengan h2o2 5% yg bisa dibeli di apotik. Guyurkan saja pada luka ketika mandi. Saya tidak pernah oprasi dan tidak pernah kemo. Dan tidak ada penyebaran sel kanker. Saat ini saya sedang mencoba untuk konsumsi jus kunyit putih dan kunyit kuning setiap hari semoga bisa mengeringkan lukanya. Terimakasih atas blog ini krn sharing seperti ini sangat berguna karena banyak org yg butuh info sebanyak2nya ttg pengalaman nyata pengobatan kanker. Saya juga membaca tentang GNM (german new medicine) tentang penyebab kanker secara mental, dan menggunakan EFT (emotional freedom technique) untuk melepaskan semua stres penyebab kanker. Sampai saat ini saya sehat2 saja tidak lemas tidak sakit kecuali luka yg belum kering. Saya akan sharing lg kalo (semoga) jus kunyitnya berhasil mengeringkan 🙂

    1. Terima kasih bu Risna atas sharing-nya semoga sharing ini makin membantu yang membutuhkan. Kalau boleh tahu Bu Risna menderita kanker apa?

  4. Pak edy saya salut dgn kesabarannya merawat ibu .. Saat ini saya sama dgn ibu nya pak edy.. Luka2 saya lainnya sudah mengering tinggal yg dibawah ketiak nih agak lama keeingnya.. Btw itu perban2 dimalang ada ngga ya

  5. Ibu saya sudah sangat sepuh usia 81 tahun kena kanker payudara stadium lanjut tapi tidak ada penyebaran ke organ lainnya . Blum pernah tersentuh pisau medis. pernah pengobatan herbal, namun kambuh lagi . posisinya sekarang sudah luka terbuka dan karena faktor usia saat ini hanya perawatan luka nya di rumah sesuai anjuran dokter dengan kompres kasa yang dicelup ke betadine, salep garamynin. Untuk pembalutnya menggunakan pampers bayi dan ditutup plester micropore 2 inci. Keluhan yang berulang adalah faktor bau amis yang mnyengat. Sudah pernah memakai Cefradokcil antibiotiknya. Mohon saran untuk penangnan masalah bau yang mnyengat ini. terima kasih. Nurani.

    1. Untuk bau dulu kami ke dokter untuk memastikan penggunaan antibiotik. Dengan penggunaan antiobiotik yang tepat bau akan turun. Terakhir antibiotik yang kami pakai adalah ciprobay/ciproxin. Jika cocok dengan herbal sebaiknya dilanjutkan karena jika cocok nanti luka bisa kering begitu pula dengan medis jika kanker mulai kalah maka kulit bisa kering dengan sendirinya. Semoga cepat sembuh ya.

    2. Ibu Nuraini, bisa saya minta email ibu atau no. Hp? Ibu saya juga sudah 85 th, saya ingin berkonsultasi. Terima kasih.

  6. Saya penderita kanker stadium 3 b ada luka namun dikasih oleh rumah sakit obat tabut luka sekarang tdk bau namun nyeri yg amat sangat selalu ada dimalam hari bisa kasih saran obat untuk nyerinya

    1. Untuk obat anti nyeri kami dulu juga pakai resep dari dokter. Bu Yulia langsung minta ke dokter untuk resepnya karena untuk kanker anti nyeri-nya ada khusus karena jika beli yang biasa-biasanya tidak mempan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =