Cara Menjaga Kesehatan Rahim Sejak Dini

Cara Menjaga Kesehatan Rahim Sejak Dini untuk Anak dan Remaja

Bagi perempuan, rahim adalah salah satu harganya yang paling berharga. Karena di dalam rahimnya kelak, anak keturunan akan tumbuh berkembang sampai sembilan bulan dan lahir ke dunia untuk meneruskan keluarga. Oleh sebab itu, para perempuan akan benar-benar berusaha untuk menjaga rahim mereka supaya selalu sehat dan terhindar dari penyakit. Tak hanya mencegah penyakit berat seperti kanker serviks, namun juga penyakit-penyakit ringan lainnya.

Alangkah lebih baiknya jika menjaga kesehatan rahim sejak dini, yakni dilakukan sejak usia remaja. Hal ini dimaksudkan supaya si gadis memiliki rahim yang sehat dan sudah terjamin kesehatannya sejak usia remaja. Memiliki fisik yang sempurna dan rahim yang sehat, sudah tentu memberikan rasa tenang bagi mereka supaya bisa memiliki keturunan kelak.

Takdir memang Tuhan yang mengatur, walaupun penyakit tak bisa ditolak dan bisa datang kapapun juga melalui jalan manapun, tetapi untuk berikhtiar dan selalu berusaha untuk menjaga kesehatan yang telah Tuhan karuniakan adalah kewajiban kita sebagai manusia. Terlebih cara menjaga kesehatan rahim sejak dini tidak sulit untuk dilakukan. Jadi, kenapa tidak? Toh manfaatnya sangat banyak untuk kita.

Cara Menjaga Kesehatan Rahim Sejak Dini

Banyak yang mengira jika rahim hanya kita rawat setelah menikah, saat kita sedang berusaha untuk memiliki buah hati. Rahim tak perlu dirawat sebelum ingin memiliki anak karena dirasa kurang penting, selain karena rahim tak terlihat dari luar, banyak gadis remaja dan wanita dewasa yang bahkan tak tahu bagaimana caranya untuk menjaga kesehatan rahim itu sendiri.

Lalu, bagaimana cara menjaga kesehatan rahim sejak dini? Berikut adalah cara termudah yang bisa kita lakukan sejak usia remaja.

  • Waspada Saat Menstruasi. Jangan sepelekan kebersihan tubuh saat sedang datang tamu bulanan. Banyak remaja yang tidak terlalu peduli dengan kesehatan organ intim saat sedang menstruasi, yang dipikirkan hanya bagaimana supaya darah menstruasi tidak bocor dan tetap bisa beraktivitas dengan nyaman. Padahal kebersihan organ pribadi saat menstruasi menjadi gerbang kesehatan rahim di masa depan. Pastikan mengganti pembalut sampai empat kali sehari saat ‘lagi banyak-banyaknya’, jangan biarkan daerah kewanitaan lembap karena mengundang bakteri berkahaya, jangan menahan kencing dan basuh organ kewanitaan sampai bersih. Jauh lebih baik tak menggunakan sabun khusus organ intim, jauh lebih baik gunakan godokan sirih.
  • Hanya Berhubungan Intim dengan Satu Pasangan. Ketahuilah bahwa risiko infeksi virus HPV sangatlah besar pada perempuan yang terbiasa bergonta-ganti pasangan (berhubungan intim dengan lebih dari satu pria). Oleh sebab itu, mereka yang hanya melakukan hubungan intim dengan satu orang saja memiliki risiko yang jauh lebih kecil dari terjangkit virus yang menyerang organ reproduksi ini. Akan tetapi pastikan juga pasangan kita juga hanya setia pada satu pasangan dan tidak bergonta-ganti partner hubungan intim, sebab pria diketahui sebagai media penularan dari virus tersebut alias carrier. Untuk mengurangi risiko virus HPV dan juga menjaga kesehatan rahim, hanya melakukan hubungan intim setelah menikah dengan suami saja.
  • Jangan Merokok. Banyak sekali remaja perempuan yang sudah mengenal rokok dan tak segan untuk merokok walau di depan umum sekalipun. Walau sudah mengetahui efek buruk dari rokok, akan tetapi banyak yang tak peduli dan tetap merokok. Untuk yang ingin memiliki rahim sehat, sebaiknya berhenti merokok. Sebab kandungan kimia yang ada di dalam rokok seperti karbon monoksida, tar dan tentu saja nikotin tak ada gunanya sama sekali untuk tubuh.

Apalagi jika karbon monoksida terus-terusan dihirup akan mengikat hemoglobin darah di dalam tubuh kita dan akibatnya adalah oksigen dalam darah habis, akhirnya memicu tumbuhnya sel kanker dan salah satunya kanker rahim. Selain itu, asap rokok akan mengganggu imunitas tubuh dan sebabkan tubuh tak mampu melawan virus HPV yang kemudian aktivitasnya meningkat sehingga terjadi kanker rahim.

  • Ketahui Cara Aman untuk Berhubungan Intim. Pengetahuan mengenai hubungan seksual antara lelaki dan perempuan harus diajarkan sejak remaja. Tujuannya adalah supaya mereka terhindar dari hubungan intim yang tak terproteksi sehingga rawan infeksi menular kelamin atau bahkan HIV AIDS. Menggunakan kondom menjadi proteksi untuk hubungan intim yang aman, lakukan dengan satu pasangan yang sama-sama setia dan tidak melakukan hubungan sesama jenis.
  • Mengambil Papsmear. Banyak sekali perempuan yang enggan mengambil pemeriksaan ini karena takut dengan hasilnya, serta banyak juga yang tak tahu kegunaan dari melakukan pemeriksaan papsmear. Padahal pemeriksaan ini akan mendeteksi potensi sel kanker yang ada di dalam organ reproduksi perempuan, utamanya pada leher dan mulut rahim. Jika melakukan papsmear, maka seseorang bisa lebih cepat mendeteksi keberadaan sel kanker sehingga bisa diobati sebelum menjalar dan semakin parah.

Kapan papsmear dilakukan? Sebaiknya dilakukan oleh perempuan yang sudah mulai aktif aktivitas seksualnya, yakni pada usia 21 sampai 29 tahun, namun tak ada salahnya jika sejak remaja pemeriksaan ini dilakukan. Pemeriksaan dilakukan setidaknya dalam tiga tahun sekali. Sementara jika sudah menginjak usia 30 hingga 65 tahun, maka jaraknya bertambah samai 5 tahun sekali. Bisa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter yang bersangkutan.

Cara Menjaga Kesehatan Rahim dengan Vaksinasi

Cara menjaga kesehatan rahim sejak dini lainnya adalah dengan mengambil vaksinasi HPV. HPV atau Human Papillomavirus adalah virus yang nantinya akan sebabkan tumbuh kutil di tubuh seluruhnya. Memiliki 100 jenis dan sekitar 40 jenisnya menyerang kelamin dan sebabkan kanker serviks yakni HPV 16 dan HPV 18. Untuk mencegahnya maka dapatkan vaksin HPV mulai usia 10 tahun. Yang dianjurkan adalah diberikan sampai tiga kali suntikan, dalam rentang waktu tertentu.

Menurut penelitian yang lebih rinci, seseorang yang sudah mendapatkan vaksin dikatakan sudah sampai 90% terlindungi dari infeksi virus penyebab kanker tersebut. Waktu yang tepat untuk melakukan vaksin adalah sebelum perempuan aktif secara seksual, tetapi sesudah menikah pun tak apa, hanya saja kans perlindungannya tak sebesar vaksin yang diberikan sebelum aktif secara seksual.

Tetapi ada hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan vaksinasi, yakni melakukan pemeriksaan papsmear terlebih dahulu. Jika seseorang sudah melakukan pemeriksaan papsmear dan hasilnya normal, maka vaksinasi bisa dilakukan. Oleh sebab itu, lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait supaya bisa mengetahui seluk beluk papsmear dan vaksinasi lebih dalam lagi.

Selain melakukan cara untuk menjaga kesehatan rahim sejak dini seperti yang telah disebutkan di atas, maka biasakan diri untuk selalu menjalankan gaya hidup sehat. Jangan terlalu banyak mengonsumsi junk food, hindari alkohol dan selalu bergerak untuk memperlancar metabolisme tubuh. Tak perlu lakukan olahraga yang sulit, cukup dengan jogging santai atau juga bersepeda keliling kompleks sudah cukup untuk membuat tubuh menjadi bugar.

Baca artikel lain mengenai Herceptin Untuk Kanker Payudara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.