Cara Kerja Radioterapi

Kenali Tentang Bagaimana Cara Kerja Radioterapi

Menjaga kesehatan ternyata bukan perkara yang mudah. Banyak orang yang mengalami kesulitan dan akhirnya tetap terserang oleh penyakit. Di dunia ini, ada jutaan penyakit yang kapan saja bisa menyerang kita. Mulai dari sekit ringan sampai sakit berat. Dari segian banyak penyakit, ada penyakit berat seperti kanker dan sejenisnya. Berbicara penyakit kanker dan menderita penyakit parah, mereka akan memperoleh perawatan dan kontrol. Misalnya radioterapi. Dalam kesempatan kali ini akan mengupas tentang radioterapi termasuk cara kerja radioterapi.

Bentuk perawatan dan kontrol tersebut ada yang diberi tindakan kemoterapi maupun radioterapi. Dalam upaya mengetahui lebih lengkap apa itu radioterapi, berikut ulasannya.

Sudah Tahu Apa Itu Radioterapi?

Radioterapi adalah sinar X yang digunakan untuk mengobati kanker. Sinar X disebut-sebut dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit kanker. Hasil beberapa penelitian menunjukan bahwa keberhasilan penyembuhan penderita kanker sebesar 60% yang dialami oleh pasien. cara kerja radioterapi adalah memberikan sinar X berenergi tinggi. Energi tinggi inilah yang akan membunuh sel kanker. Tujuan Radioterapi memiliki beberapa tujuan, yakni:

1. Tujuan Kuratif

Tujuan kuratif digunakan untuk tujuan kuratif atau sebagai langkah menyembuhkan pasien. Tidak hanya itu, ternyata tujuan kuratif digunakan sebagai terapi tunggal dalam kemoterapi, meskipun untuk kasus kombinasi juga bisa diterapkan. Secara kuratif, metode ini kadang juga digunakan untuk memperkecil sel kanker sebelum dilakukan pengobatan inti. Fungsi pengecilan kanker memudahkan mengangkat sel kanker itu sendiri.

2. Tujuan Paliatif

Tujuan paliatif yang sifatnya memperbaiki kualitas hidup. upaya radioterapi ini sebenarnya untuk mengurangi rasa nyeri dan pendarahan.

Jenis Radioterapi

Radioterapi termasuk metode pengobatan yang sering digunakan untuk proses penyembuhan beberapa kanker, seperti kanker serviks, kanker payudara, kanker nasofaring, dan kanker otak. Bahkan, kadang juga digunakan untuk pengobatan kanker laring, paru dan bronkus. Berdasarkan pemberiannya, radioterapi dibagi menjadi radiasi eksterna, stereotactic radiosurgery, radiasi internal dan masih banyak lagi yang akan dibahas di bawah.

1. Radiasi Eksterna

Jarak radiasi eksterna saat juga digunakan untuk menterapi kanker dan penyakit. Cara kerja radioterapi radiasi ini berada di luar tubuh dan memiliki jarak tertentu.

2. Stereotactic Radiosurgery

Radiasi yang digunakan untuk radioterapi pasien dengan cara memberikan dosis tinggi. tidak hanya itu, dari segi tingkat akurasi juga tinggi yang setara dengan operasi bedah.

3. Brakiterapi

Cara kerja brakiterapi dilakukan dengan cara mendekatkan di bagian pusat kanker itu berada.

4. Radiasi Interna

Cara kerja radioterapi ini dilakukan dengan mendekatkan radiasi lewat pembuluh darah.

Efek Samping Radioterapi

Radioterapi memang memiliki manfaat yang sangat besar untuk kesehatan pasien yang menderita kanker. Ternyata dibalik proses radioterapi juga memiliki dampak negatif. Setidaknya saat dilakukan radioterapi, menimbulkan dampak jangka panjang dan jangka pendek.

1. Jangka Pandek

Dampak radioterapi jangka pendek dapat menyebabkan beberapa keluhan seperti kulit merasa perih, rambut rontok, mudah lelah. Biasannya akan membaik dalam beberapa minggu setelah radioterapi selesai.

2. Jangka Panjang

Dampak radioterapi jangka panjang juga dapat menyebabkan gangguan secara permanen. Untuk kasus radioterapi yang dilakukan di area panggul dan kelamin, dapat menyebabkan gangguan kesuburan dan tidak nyaman setiap melakukan hubungan suami istri.

Itulah cara kerja radioterapi dilihat dari efek samping dari terapi ini.  Sebenarnya radioterapi yang menggunakan sinar X dapat dilakukan dengan nambahkan partikel alfa, beta. Pemberian perlakuan disesuaikan dengan jenis kanker yang diderita pasien.

Prosedur Persiapan Sebelum Radioterapi

Prosedur sebelum menjalani radioterapi bagi pasien ternyata penting diperhatikan. Tidak hanya penting untuk pasien, tetapi juga keluarga yang mendampingi selama proses pengobatan. Ada serangkaian proses prosedur radioterapi yang dilakukan oleh pasien, di antaranya adalah konsultasi, memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Pasien yang akan diradio makan sesuai anjuran dokter dan ada beberapa pantangan tidak memakan makanan tertentu.

Apa saja persiapan lain yang perlu diperhatikan oleh pasien sebelum di radioterapi? Sebagai berikut.

1. Menjaga Asupan Gizi Yang Cukup 

Tidak dapat dipungkiri menjaga performa fisik salah satu bagian dari peraturan dari dokter. Cara agar fisik tetap prima adalah mengkonsumsi makanan yang dapat memperkuat sistem imun tubuh. Sehingga saat atau setelah radioterapi, tubuh akan baik-baik saja.

2. Menjaga Kesehatan Mental

Tampaknya sepele, namun menjaga kesehatan mental itu juga perlu dilakukan. Mental keluarga dan mental pasien benar-benar harus tenang dan rileks. Selalu berfikir positif, saling menguatkan, terutama menguatkan pasien. Biasakan untuk berfikir positif karena apa yang kita terjadi bergantung pada apa yang kita pikirkan.

3. Menjaga Performa Fisik

Menjaga performa fisik selain makan makanan sehat dan disarankan oleh dokter. Pasien juga butuh istirahat yang cukup. Jangan sampai sakit menjelang radioterapi dan hindari aktivitas yang sekirannya menyebabkan kelelahan dan stress.

Perawatan Pasca Radioterapi

Cara kerja radioterapi selain akan menyebabkan efek samping, ternyata ada tindakan yang tidak kalah penting yang wajib dilakukan oleh keluarga pasien dan tenaga medis, yaitu melakukan perawatan pasca radioterapi. Perawatan dalam hal ini bisa berbentuk, sebagai berikut.

1. Kontrol Rutin

Kontrol rutin wajib dilakukan oleh pasien didampingi oleh keluarga. Fungsinya untuk mengontrol perkembangan terbaru dari radioterapi. Dari kontrol ini akan dapat dilihat apakah terjadi efek samping yang ditimbulkan. Jika ada, apakah efek samping yang ditimbulkan itu bersifat berat atau sebaliknya, hanya ringan.

Kontrol rutin dimaksudkan untuk mengontrol perkembangan pasien. Adapun maksud lain dari pihak dokter, yaitu mengikuti perkembangan risiko kambuh. Mengingat pasien penderita kanker yang diradioterapi misalnya, efek radioterapi memicu penyakit kanker itu kambuh jika terkana material radioaktif, yang menyebabkan DNA di dalam sel akhirnya melakukan mutasi. Fungsi dari kontrol rutin adalah untuk meminimalisir terjadinya hal-hal semacam ini.

2. Menjaga Hidup Sehat

Seperti yang disinggung di atas, menajga hidup sehat ternyata tidak hanya dilakukan sebelum melakukan radioterapi, tetapi juga setelah radioterapi. Jika perlu, lakukan diet yang baik dan imbang. Pastikan untuk tetap kontrol. Hindari asap rokok, hindari aktivitas yang memicu stress dan lakukan olahraga rutin.

Kemungkinan Pasca Radioterapi Sebabkan Komplikasi

Hal yang menakutkan dan ditakuti oleh pasien adalah, kemungkinan resiko dan komplikasi perawatan paska radioterapi. Kasus yang muncul, pasien yang selesai di radioterapi akan merasakan mudah lelah. Efek mudah lelah inilah yang menyebabkan pasien enggan kontrol rutin. Ketika tidak melakukan kewajiban melakukan kontrol, tubuh pun tidak terkontrol dengan baik, yang bisa saja tubuh memberikan respons negatif untuk tubuh jangka panjang, yang justru semakin memperburuk kondisi pasien. Oleh karena itu, khusus pasien yang cukup berat, biasannya dapat dokter akan mengingatkan atau rawat inap di rumah sakit.

Itulah ulasan cara kerja radioterapi yang dapat Anda jadikan referensi. Semoga ulasan ini memberikan kewaspadaan kita terhadap kesehatan kita. Semoga ulasan ini bermanfaat.

Baca artikel lain mengenai Cryosurgery Adalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + three =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.