Buah Adas

Buah Adas, Obat Herbal Kanker yang Belum Banyak Diketahui Orang

Di kalangan masyarakat awam, terutama ibu rumah tangga, buah adas dimanfaatkan sebagai salah satu bumbu dapur. Namun, di kalangan herbalis, buah adas dimanfaatkan sebagai bahan racikan obat berbagai penyakit. Di industri obat modern, ekstrak buah adas sering diolah menjadi minyak telon karena aromanya yang khas.

Meski Indonesia terkenal kaya akan tanaman rempah, namun adas bukanlah tanaman asli negeri ini. Pada mulanya, tanaman adas banyak tumbuh di dataran Mediterania dan Eropa. Di negeri asalnya, adas termasuk tanaman penting dan bahkan menjadi komoditi ekspor yang mendatangkan keuntungan.

Secara ilmiah, tanaman adas dinamakan foeniculum vulgare miller. Sementara di berbagai daerah di Indonesia penyebutan untuk tanaman ini berbeda-beda. Contoh, adas landi (Jawa), hades (Sunda), manih (Minangkabau), das pedas (Aceh), dan sebagainya. Adas termasuk tanaman perdu tahunan yang dikenali dengan cir-ciri batang berwarna hijau kebiruan, beruas, dan berlubang. Batang adas dapat mengeluarkan wangi khas apabila dimemarkan. Daun adas berbentuk seperti jarum dengan panjang berkisar 30-50 cm, berwarna hijau cerah, dan bersusun selang-seling pada batang.

Tanaman adas memiliki bunga yang berbentuk payung majemuk dengan diameter bunga berkisar 5-15 cm. Satu bunga terdiri atas beberapa kelopak berbentuk tabung dan berwarna kuning cerah. Selain bunga, tanaman adas juga dilengkapi dengan buah berupa biji kering berbentuk lonjong. Saat buah muda, warna terlihat biru kehijauan. Tapi saat mencapai masa matang yang pas (sekitar 8 bulan setelah ditanam), buah adas berganti warna menjadi merah kecokelatan. Semakin matang, aroma yang keluar dari buah adas semakin kuat. Nah, buah adas yang rasanya pedas dan memiliki sensasi hangat inilah yang menyimpan khasiat obat.

Manfaat Buah Adas untuk Berbagai Macam Penyakit

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, tanaman adas bukan hanya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur, tapi juga sebagai obat. Bahkan sejak puluhan tahun lampau, adas telah dilibatkan dalam pengobatan herbal berbagai macam penyakit. Mulai dari penyakit ringan hingga yang taraf serius sekalipun, mempan dengan terapi buah adas ini.

Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan buah adas antara lain sebagai berikut.

  • Anemia

Anemia merupakan penyakit akibat kurangnya sel darah merah di dalam tubuh. Saat terkena anemia, tubuh akan terasa lemas, kulit pucat, sulit berkonsentrasi, pusing, mual, dan yang paling mengkhawatirkan imunitas tubuh menurun. Namun, pengobatan dengan buah adas sangat bisa diandalkan mengatasi penyakit anemia dalam waktu relatif singkat. Hal tersebut dikarenakan buah adas kaya akan zat besi dan zat histidin yang mampu meningkatkan produksi hemoglobin sebagai cikal bakal sel darah merah.

  • Sembelit

Kekurangan asupan serat adalah salah satu biang terjadinya sembelit. Saat tubuh kekurangan serat, gerakan peristaltik di dalam usus jadi terhambat. Sehingga ampas mengeras dan sulit sekali dikeluarkan.

Biji adas yang dihaluskan dapat dimanfaatkan sebagai obat pencahar alami. Sebab, biji adas mengandung serat yang sarat sekali.

  • Kolesterol

Adas juga mampu mengatur keseimbangan kadar kolesterol. Di dalam tubuh, terdapat kolesterol yang menguntungkan (HDL) dan kebalikannya (LDL). Ekstrak biji adas mampu mengatur agar kadar LDL tidak boleh melebihi HDL. Sebab, LDL merupakan kolesterol jahat yang memicu timbulnya penyakit kronis seperti stroke dan jantung.

  • Hipertensi

Di samping pola makan yang tidak sehat, kurang tidur dan stress dapat memicu ketegangan pada pembuluh darah. Semakin tegang pembuluh darah, semakin meningkat tekanan darah hingga melampaui batas normal (hipertensi)

Mengosumsi buah adas yang kaya kandungan potassium, diketahui dapat merilekskan pembuluh darah hingga tekanan darah kembali normal.

  • Nyeri Haid

Nyeri haid kerap dirasakan kaum perempuan pada setiap bulannya. Ini sebetulnya kondisi normal saat menstruasi, namun terasa sangat mengganggu kenyamanan. Cobalah mengonsumsi air rebusan biji buah adas. Selain nyeri perut berkurat, menstruasi pun jadi lancar.

Buah Adas Perangi Kanker Ganas

Selain penyakit-penyakit yang tercantum di atas, kabar gembira lainnya ternyata buah adas sangat efektif memerangi kanker, bahkan yang ganas sekalipun. Seperti yang kita ketahui bersama, penyakit kanker bukanlah penyakit ringan dan membutuhkan biaya besar. Ketika divonis kanker, rata-rata penderita memilih menempuh jalur medis. Salah satu alasannya, treatment medis memberikan hasil yang lebih cepat ketimbang jalur herbal. Padahal treatment medis lebih berisiko, karena obat kemoterapi bukan hanya melumpuhkan sel kanker saja, tapi juga sel-sel sehat. Begitu pula dengan radisi sinar X dalam treatment radioterapi yang memicu kerusakan organ-organ di sekitar titik koordinat kanker serta gangguan hormon. Lain hal dengan treatment herbal. Walau membutuhkan ketelatenan dan kesabaran, namun minim risiko.

Buah adas sarat akan senyawa-senyawa antioksidan yang paling ditakuti kanker. Sebut saja di antaranya seperti minyak atsiri, flavanoid, fenol, alkaloid, dan anethol. Minyak atsiri paling berguna untuk mengentikan peradangan pada benjolan kanker, mengurangi rasa sakit, mencegah infeksi, mempercepat penyembuhan luka, serta meningkatkan stamina penderita. Sedangkan flavanoid, fenol, alkaloid, anethol, dan senyawa-senyawa antioksidan lainnya bekerja sama menekan pertumbuhan sel abnormal, memblokade penyebaran, dan “membakar” sel abnormal dari dalam hingga ukuran sel tersebut menciut lalu mati.

Ramuan Buah Adas untuk Pengobatan Kanker

Penyembuhan kanker menggunakan tanaman dilakukan dengan cara meminum air godokan biji adas dan bahan-bahan tambahan lainnya. Berikut resep ramuan adas yang boleh dicoba.

Bahan yang dibutuhkan:

  • 5 gram buah adas kering
  • 100 gram akar alang-alang
  • 1-2 batang benalu teh
  • 2 gelas air putih.

Cara membuat:

  1. Cuci bersih terlebih dahulu seluruh bahan-bahan yang dibutuhkan.
  2. Tuang air ke dalam bejana untuk merebus. Hindari bejana yang terbuat dari aluminium, besi, atau stainless steel karena dapat merusak zat penting yang terkandung dalam bahan-bahan di atas. Sebaiknya, gunakan bejana dari tanah liat atau kaca tahan panas.
  3. Masukkan seluruh bahan-bahan yang diperlukan, lalu jerang hingga mendidih dan air menyusut hingga menyisakan satu gelas saja. Kemudian saring air rebusan tadi.
  4. Satu gelas dapat diminum 2x pada pagi dan sore hari. Bila dilakukan rutin, hasil awal mulai dapat terlihat dalam waktu sekitar 1-2 bulan. Selama menjalankan metode pengobatan ini, tetaplah melakukan kontrol ke dokter onkologi untuk mengetahui perkembangan massa tumor.

Efek Samping Mengonsumsi Buah Adas

Mengonsumsi buah adas memang memiliki efek samping, tetapi tidak seburuk yang ditimbulkan dari treatment medis. Beberapa efek samping yang akan terasa saat Anda mengonsumsi buah adas, antara lain:

  1. Mengonsumsi ramua buah ada melebihi dosis yang disarankan dapat menyebabkan penurunan produksi ASI. Hal ini dikarenakan buah adas mengandung senyawa anethole yang sedikit mengusi produktivitas homon estrogen.
  2. Pada orang-orang yang memiliki riwayat kulit sensitif, mengonsumsi buah adas dapat menimbulkan ruam. Namun, ruam hanya bersifat sementara. Ketika terapi buah adas dihentikan, maka kondisi kulit akan berangsur membaik.
  3. Menimbulkan risiko kejang jika buah adas dikonsumsi oleh orang yang memiliki riwayat epilepsi.

Itulah informasi seputar manfaat buah adas untuk mengobati kanker dan penyakit lainnya. Semoga artikel ini menjadi telaga informasi bagi pembaca yang haus pengetahuan.

Baca artikel lain mengenai Manfaat Lemon Untuk Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 3 =