Berapa Lama Proses Kemoterapi

Mengetahui Lebih Dalam Berapa Lama Proses Kemoterapi

Mengenal Prosedur Kemoterapi dan Jenis Pemberian Obat

Pada saat melakukan kemoterapi tertentu ada prosedur yang harus di patuhi agar kemoterapi dapat berjalan dengan lancar. Prosedur pemberian obat tidak kalah penting dalam prosedur kemoterapi. Obat kemo inilah yang akan bekerja menghancurkan sel – sel kanker dalam tubuh. Tentunya jenis obat dan jenis pemberiannya sangat beragam, menyesuaikan kondisi pasien dan jenis kanker yang diderita. Berikut ini beberapa cara pemberian obat kemoterapi pada pasien.

  1. Secara oral (dari mulut).
  2. Dengan injeksi (suntikan) ke dalam otot (intramuskular) atau vena (intravena).
  3. Dengan tabung kateter yang menuju ke kandung kemih, perut, rongga dada, otak, sumsum tulang belakang atau hati.
  4. Penerapan/aplikasi langsung di kulit .

Pada saat pasien akan melakukan kemoterapi, biasanya dokter akan menganjurkan pasien untuk minum obat – obatan seperti Steroid, obat alergi, obat anti mual, obat penenang, dan Antibiotik. Tujuanya adalah agar pada saat pasien melakukan kemoterapi kondisi tubuh pasien dalam keadaan stabil, sehingga dapat menerima obat-obatan yang dimasukan kedalam tubuhnya secara baik.

Tahukan Anda Berapa Lama Proses Kemoterapi Berlangsung?

Untuk mecapai hasil yang baik, maka kemoterapi dilakukan sesuai dengan penyakit kanker yang diderita. Berapa lama proses kemoterapi dilakukan biasanya sesuai dengan tingkat keparahan kanker yang diderita pasien, biasanya sebelum kemoterapi dilakukan dokter akan membuat jadwal kemoterapi untuk pasienya.

Kemoterapi bisa saja dilakukan hanya dalam waktu satu hari atau bahkan lebih sesuai stadium kanker yang dialami penderita. Bahkan ada juga yang melakukan kemoterapi disertai obat jalan. Bagi penderita kanker yang sudah stadium lanjut, biasanya melakukan kemoterapi lanjutan atau diberi jeda istirahat untuk memeulihkan kondisi tubuhnya sebelum dia akan melakukan kemoterapi kembali. Pasien kanker lanjut biasanya akan diberikan obat ekstra, karena untuk menjaga kondisi daya tahan tubuhnya agar tetap stabil.

Apa Saja Efek Samping Kemoterapi Berlangsung?

Meskipun kemoterapi dianggap sebagai pengobatan kanker yang dianggap manjur, tapi tetap saja kemoterapi memiliki efek samping. Obat-obatan yang digunakan pada kemoterapi tidak hanya membunuh sel – sel kanker yang sedang berkembang namun juga membunuh sel sel sehat yang sedang berkembang. Selain kita harus tahu berapa lama proses kemoterapi dilakukan, kita juga harus tahu efek samping yang ditimbulkan apabila kita melakukan kemoterapi.

Beberapa sel  yang pertumbuhanya cepat dan diserang oleh obat – obatan kemoterapi seperti sel-sel dari sum – sum tulang belakang yang memproduksi sel – sel darah, dan sel-sel folikel pada  rambut sehingga mengakibatkan pasien kemoterapi biasnaya mengalami kerontokan rambut. Selain itu, biasanya pasien yang melakukan kemoterapi akan mengalami gangguan pada penglihatan dan pendengaranya, bagi pasien yang kekebalan tubuhnya rendah kemungkinan besar tidak dapat melanjutkan kemoterapi.

Berapa Lama Efek Samping Kemoterapi Berlangsung?

Efek samping dari kemoterapi biasanya akan berlangsung selama 2-4 bulan pada masa kemoterapi. Apabila setelah itu pasien sudah mencapai kondisi normal, maka efek samping dari kemoterapi perlahan lahan akan berkurang. Beda halnya dengan pasien kemoterapi yang sudah pada stadium akhir, efek samping yang dialami akan berlangsung lebih lama dan kemungkinan kecil akan mengalami penurunan.

Bagaimana Cara Memperpendek Efek Samping Kemoterapi?

Seorang penderita kanker yang melakukan pengobatan dengan cara kemoterapi biasanya akan mengalami efek samping. Dibawah ini kita kan pelajari beberapa efek samping dari kemoterapi dan cara memperpendek efek samping kemoterapi yang umum dialami pasien kanker yang melakukan kemoterapi, antara lain:

1. Atasi Rambut Rontok Pasca Kemo

Hampir semua penderita kanker yang melakukan pengobatan dengan cara kemoterapi akan mengalami rambut rontok. Penyebab utama rambut rotok karena folikel rambut sangat mudah rusak sehingga membuat pasien kemoterapi akan mudah mengalami kerontokan pada rambutnya.

Untuk mengatasi rambut rontok bisa dengan menggunakan air hangat saat mandi dan menggunakan sampo bayi yang ringan di kulit. Selain itu hindari pula pemakaian minyak  rambut atau krim rambut karena itu akan mempercepat perontokan rambut.

2. Atasi Rasa Mual dan Muntah Pasca Kemo

Efek samping yang kedua dari pengobatan kemoterapi adalah mual dan muntah pada pasien saat melakukan kemoterapi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya mual dan muntah, antara lain:

  • Rasa mual biasanya muncul saat perut anda kosong. Jadi makan dengan porsi sedikit, tapi sering bisa jadi salah satu solusinya.
  • Kunyah makanan dengan perlahan saat makan agar dapat diproses dengan merata.
  • Saat anda merasa mual maka makan makanan yang memiliki suhu dingin jangan hangat karena makanan hangat akan lebih cepat membuat anda meras mual dan muntah.
  • Minum 6 – 8 gelas air putih dalam sehari.

3. Tips Ringankan Gejala Anemia dan Kelelahan Pasca Kemo

Efek samping dari kemoterapi juga dapat menyebabkan jumah sel darah merah turun. Sehingga pasien akan mengalami anemia hal ini disebabkan pada saat pasien melakukan kemoterapi, obat obatan yang masuk ke dalam tubuh juga akan menyerang sel darah merah pasien. Apabila kemoterapi dilakukan secara berkelanjutan maka pasien akan mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan gejala anemia adalah:

  • Istirahat yang cukup, rutin tidur siang meski hanya 15 menit saja.
  • Olahraga ringan, olahraga ini bisa dikonsultasikan dengan dokter apakah kondisi badn pasien mampu untuk melakukan olahraga/tidak.
  • Hindari stres berlebih, biasanya dengan melakukan hobbi dan meluangkan waktu untuk hal – hal yang menyenangkan bisa menghilangkan stres.
  • Konsumsi sayuran hijau, seperti bayam yang dapat meningkatkan sel darah merah pada pasien.

4. Atasi Sariawan pada Mulut

Pada saat anda melakukan kemoterapi maka sistem kekebalan tubuh anda akan menurun. Sehingga akan sangat muah terkena virus dan inveksi. Bagi pasien kanker, infeksi yang sering terjadi adalah infeksi mulut dengan ciri – ciri adanya sariawan pada mulut. Luka sariawan biasanya tidak hanya satu, namun ada beberapa luka ini dikarenakan virus pada luka sariawan penderita kanker akan lebih mudah menyebar, ditambah lagi denga kondisi tubuh pasien yang lemah. Itu dapat memicu pertumbuhan virus pada luka pasien.

Untuk itu, perlu kita ketahui beberapa langkah untuk mengurangsi efek samping dari kemoterapi, Di bawah ini kita akan pelajari beberapa langkah untuk mengurangi efek smping sariawan pada pasien kemoterapi, antara lain:

  • Rutin sikat gigi , paling tidak 2 kali dalam sehari.
  • Hindari mengonsumsi alkohol, makanan pedas, serta makanan asam. Oleh karena itu, akan memicu infeksi pada luka.
  • Rutin menggunakan obat kumur untuk menghilangkan bakteri yang masih tertinggal di dalam mulut.

Di atas telah kita bahas mulai dari prosedur kemoterpi, berapa lama proses kemoterapi, bahkan sampai dengan efek samping yang ditimbulkan oleh kemoterapi. Tentunya bagi para penderita kanker lebih baik menggunakan pengobatan yang dirasa lebih aman dan tidak menimbulkan efek samping.

Salah satu cara agar kita tidak terkena penyakit kanker adalah dengan cara menjaga pola hidup kita, dari menjaga pola makan sampai dengan membiasakan diri olahraga.

Baca artikel lain mengenai Jus Wortel untuk Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 11 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.