Berapa Lama Efek Kemoterapi

Berapa Lama Efek Kemoterapi Terjadi? Bagaimana Cara Menghilangkannya dengan Cepat?

Pengobatan kanker yang paling ampuh dan sering dilakukan adalah kemoterapi. Oleh karena bisa menyembuhkan kanker sampai ke akar-akarnya. Hal ini terjadi karena obat yang digunakan untuk kemoterapi akan masuk ke dalam tubuh penderita kanker lewat pembuluh darah.

Meski banyak pasien kanker yang menjalani kemoterapi sembuh, tapi jika sudah terlalu parah maka tetap tidak bisa tertolong meski dengan menggunakan dosis obat kemoterapi yang tinggi.

Obat yang digunakan untuk kemoterapi terbuat dari bahan kimia sehingga bisa memberikan efek samping kepada pasien. Efek ini akan berlangsung sebentar jika hanya efek samping ringan sementara jika efek sampingnya tinggi bisa lebih lama untuk hilang.

Ketahui informasi mengenai berapa lama efek kemoterapi dengan pembahasan di bawah ini.

Efek Kemoterapi yang Mungkin Terjadi

Efek paling umum yang terjadi adalah kerontokan rambut, kelelahan, dan mual muntah. Buruknya efek ini tergantung dengan kondisi tubuh pasiennya. Jika dia memiliki ketahanan tubuh yang baik maka dapat menghalau kuatnya efek obat kemoterapi dan hanya mengalami efek samping jangka pendek.

Berbagai efek dari kemoterapi antara lain sebagai berikut.

Efek Bagi Orang Lain

Efek kemoterapi bukan hanya bisa terjadi pada pasien tapi juga orang lain seperti perawatnya atau keluarganya. Oleh karena obat kemoterapi akan berada di tubuh pasiennya dalam waktu 2 hari atau 48 jam.

Jadi berbagai cairan yang keluar dari tubuhnya seperti urine, feses, muntahan, keringat, ludah, sperma, dan lain sebagainya mengandung obat kemoterapi. Orang lain jangan sampai terkena cairan cairan tubuh tersebut walaupun sedikit.

Oleh karena mereka juga bisa ikut-ikutan terkena kanker. Jika akan merawat dan menemani pasien maka harus menggunakan benda-benda yang membuat steril seperti sarung tangan karet. Kemudian menyiapkan lap yang sekali pakai dan langsung dibuang supaya risiko terkena cairan yang masih mengandung obat kemoterapi itu tidak ada.

Anemia

Anemia bisa terjadi akibat jumlah sel darah merah berkurang, begitu juga dengan sel darah putihnya. Padahal sel darah merah tersebut memiliki tugas untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh.

Dengan kehilangan sel darah merah maka jumlah oksigen yang didapatkan berkurang. Gejala-gejala yang menunjukkan seseorang mengalami anemia setelah kemoterapi antara lain:

  • Napas pendek.
  • Kehilangan energi.
  • Kelelahan.
  • Detak jantung menjadi tidak beraturan.

Jika sudah seperti ini maka Anda butuh mendapatkan transfusi darah supaya jumlahnya menjadi normal.

Rambut Rontok

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, rambut rontok termasuk efek yang paling sering terjadi setelah kemoterapi. Jika bertanya mengenai berapa lama efek kemoterapi ini maka jawabannya adalah selama pasien kanker masih melakukan kemoterapi maka rambut rontok akan selalu terjadi.

Kerontokan rambut ini bukan hanya terjadi pada bagian kepala tapi rambut yang lain juga seperti pada kaki dan tangan.

Biasanya kerontokan rambut akan terjadi pada minggu pertama sampai ketiga sesudah melakukan kemoterapi yang pertama. Pada awalnya kerontokan mungkin akan sedikit dan tidak begitu terlihat tapi setelah minimal 1 bulan, kerontokan tersebut semakin jelas terlihat.

Tidak perlu khawatir jika mengalami hal ini karena apabila kemoterapi telah selesai rambut Anda akan tumbuh kembali. Namun untuk menunggu sampai hal itu tiba lumayan lama juga karena setiap pasien yang melakukan kemoterapi setidaknya akan melakukannya sampai 6 kali. Dari kemoterapi pertama sampai selanjutnya memiliki jangka waktu tertentu, yaitu sekitar beberapa minggu. Begitu juga dari kemoterapi kedua ke kemoterapi ketiga, begitu seterusnya.

Mual dan Muntah

Hal ini wajar terjadi karena obat kemoterapi yang sifatnya terlalu kuat sehingga mendorong keadaan di dalam tubuh menjadi kurang baik. Salah satu cara untuk mengurangi perasaan ini adalah dengan menggunakan pengobatan antiemetik yang dapat berupa.

  • Kapsul yang harus dimasukkan lewat bokong supaya bisa larut. Obat ini disebut dengan supositoria.
  • Obat injeksi.
  • Obat dalam bentuk kapsul dan tablet.

Jika sudah menggunakan obat ini biasanya efek ingin muntah dan mual bisa hilang.

Kelelahan

Hampir semua pasien akan mengalami kelelahan setelah melakukan kemoterapi. Oleh karena tubuh akan berupaya untuk menghalau kuatnya obat kemoterapi. Sel-sel di dalam tubuh dan beberapa organ akan bekerja dengan lebih keras sehingga menimbulkan kelelahan.

Namun efek samping ini bisa dihindari dengan melakukan kegiatan sehari-hari yang normal atau tetap olahraga.  Efek kelelahan ini mungkin juga hanya akan muncul sampai beberapa jam setelah kemoterapi.

Risiko Infeksi Meningkat

Imunitas tubuh dapat berkurang akibat kemoterapi. Hal ini masih berhubungan dengan turunnya jumlah sel darah merah dan sel darah putih. Dengan demikian Anda akan merasa sulit berpikir, kulit menjadi pucat, cepat lelah, merasa melayang, dan merasa kedinginan.

Kesuburan

Kesuburan termasuk efek samping jangka panjang jadi bisa berlangsung dalam waktu yang lama. Akibat kemoterapi, gairah seksual seseorang bisa menurun bahkan hilang.

Jika ditanya mengenai berapa lama efek kemoterapi ini maka jawabannya adalah hanya sampai pengobatan selesai juga.

Itulah dia beberapa efek samping kemoterapi yang mungkin bisa terjadi pada pasien. Berapa lama efek kemoterapi tersebut kebanyakan tergantung dengan berapa lamanya kemoterapi dilakukan.

Meskipun ada yang membutuhkan waktu lumayan lama juga, contohnya sampai bertahun-tahun. Contoh efek yang bisa berlangsung sangat lama, minimal berbulan-bulan adalah apabila obat kemoterapi membuat kesehatan organ reproduksi menurun seperti ginjal, paru-paru, dan jantung.

Efek samping juga bisa tertunda, tidak semuanya langsung terjadi. Contoh efek seperti ini adalah adanya kanker lanjutan. Oleh karena ada kemungkinan sel-sel kanker yang didiagnosa sudah hilang bisa muncul kembali. Contoh alasannya karena gaya hidup mantan penderita kanker kurang baik dan kurang bisa menjaga diri.

Mencegah Efek Samping Kemoterapi

Tentunya efek samping dari kemoterapi bisa dicegah dengan beberapa cara. Seperti pemberian perawatan atau pengobatan pendamping agar rasa sakit karena efek kemoterapi bisa berkurang.

Obat-obatan yang digunakan ini efeknya pada setiap orang bisa saja berbeda. Ada pasien yang meskipun sedang menjalani kemoterapi tetapi tetap bisa melakukan kegiatan normal, ada juga yang justru jadi mengalami keterbatasan aktivitas.

Untuk mengetahui apa yang harus dilakukan maka Anda bisa mengonsultasikannya kepada dokter Anda.

Sementara itu, untuk cara lainnya adalah sebagai berikut.

Mencegah Anemia

Apabila efek yang dirasakan adalah anemia maka cara untuk mencegahnya adalah mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi. Contoh makanan tersebut antara lain:

  • Kismis.
  • Aprikot.
  • Daging.
  • Kacang polong.
  • Roti yang kandungan buat besinya banyak.
  • Sayuran yang berwarna hijau gelap.

Mencegah Risiko Infeksi

Cara untuk mencegah terjadinya efek ini antara lain:

  • Kebersihan tubuh harus terjaga dengan baik, seperti mandi setiap hari. Kemudian, benda berupa kain yang sering dipakai seperti sprei, handuk, dan baju harus dicuci bersih dan rutin.
  • Sering membersihkan tangan menggunakan air panas dan sabun. Apalagi sebelum makan dan menyiapkan makanan, dan setelah dari toilet.

Mencegah Mual dan Muntah

Supaya Anda tidak merasa mual dan ingin muntah maka bisa mengonsumsi jahe. Cara untuk mengonsumsinya adalah sebagai berikut.

  • Siapkan 1 sdm jahe yang sudah dipotong lalu masukkan ke dalam air panas. Biarkan dulu 5 sampai 10 menit. Lalu tambahkan dengan perasan lemon dan madu sedikit saja agar rasanya lebih enak.
  • Hindari makanan yang mengandung minyak.

Jika langsung mengonsumsi jahe maka mual muntah bisa segera dihilangkan.

Demikianlah pembahasan mengenai berapa lama efek kemoterapi dan cara untuk menyembuhkannya. Semoga semua pembahasan ini bermanfaat!

Baca artikel lain mengenai Pengobatan Kanker Nasofaring

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + 5 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.