Beda Kanker Rahim dan Kanker Serviks

Kenapa harus Tahu Beda Kanker Rahim dan Kanker Serviks?

beda-kanker-rahim-dan-kanker-serviksSeorang wanita sangat rentan menderita penyakit pada saluran reproduksinya seperti kanker rahim dan kanker serviks. Masyarakat awam menganggap bahwa kedua jenis penyakit tersebut sama karena gejala yang terjadi hampir mirip. Padahal terdapat beda kanker rahim dan kanker serviks karena memiliki gejala yang khas dan tidak sama. Pada umumnya, kanker serviks sering diderita oleh wanita yang masih dalam masa produktif, yaitu berumur 20-35 tahun. Sedangkan kanker rahim sering diderita oleh wanita yang telah mengalami menopause meskipun penyakit ini dapat juga diderita oleh wanita produktif.

Perbedaan yang paling mendasar dari kanker rahim dan kanker serviks, yaitu pada lokasinya. Bagian rahim di saluran reproduksi wanita terdiri dari saluran telur yang berjumlah 2 buah, badan rahim dan leher rahim. Lokasi kanker rahim berada di badan rahim sedangkan lokasi kanker serviks berada di leher rahim. Kanker rahim sering juga disebut dengan istilah kanker kandungan atau kanker endometrium karena menyerang sel pembentuk dinding rahim.

Perbedaan Kanker Rahim dan Kanker Serviks dari Gejalanya

Kanker rahim dan kanker serviks memiliki perbedaan meskipun sama-sama berada di saluran reproduksi. Perlu dipahami bahwa perbedaan tersebut sangat mendasar dan harus diketahui sebagai seorang wanita. Perbedaan dari kanker rahim dan kanker serviks dapat dilihat dari penyebab, gejala dan cara pengobatan.

Pada gejala awal kanker serviks belum menimbulkan gejala yang dapat diketahui secara gamblang melalui pengamatan luar. Apabila terjadi pendarahan saat berhubungan atau mengalami keputihan yang tidak wajar maka dapat dipastikan bahwa kanker serviks telah melewati dari stadium awal dan memasuki stadium lebih serius. Gejala kanker serviks di fase awal sebenarnya dapat diketahui melalui pemeriksaan pap smear yang dilakukan secara rutin.

Pada ciri-ciri kanker rahim stadium awal telah menampakkan gejala yang dapat diketahui secara pasti yaitu saat menstruasi timbul pendarahan secara berlebihan. Bahkan pendarahan dapat terjadi meskipun tidak sedang dalam masa menstruasi atau telah menopause. Meskipun pendarahan yang timbul belum tentu merupakan gejala kanker rahim tetapi sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pendarahan lebih pasti.

Perbedaan Kanker Rahim dan Kanker Serviks dari Penyebabnya

Sebenarnya kepastian tentang penyebab kanker rahim belum diketahui. Diperkirakan kanker rahim yang terjadi berhubungan dengan hormon tubuh terutama estrogen tidak seimbang. Risiko kanker rahim lebih tinggi pada wanita yang memiliki kadar hormon estrogen di atas normal. penggunaan terapi hormon, menopause yang datang terlambat dan pengunaan obat tertentu dalam jangka panjang juga dapat memicu terjadinya kanker rahim.

Beda kanker rahim dan kanker serviks terlihat mencolok jika dilihat dari penyebabnya. Kanker serviks banyak diderita oleh wanita yang memiliki aktifitas seksual tinggi. Karena leher rahim merupakan pintu masuk ke bagian rahim. Sehingga jika organ intim tidak dijaga kebersihannya maka dapat memicu timbulnya kanker serviks.

Penyebab kanker serviks yang paling utama adalah infeksi dari Human papillomavirus tipe 16 dan 18 pada organ intim. Penyebab kanker serviks lainnya, yaitu sering berganti-ganti pasangan, tertular virus dari pasangan, faktor genetik atau keturunan, penggunaan pil KB dan kurang menjaga kebersihan organ intim.

Meskipun terdapat beda kanker rahim dan kanker serviks sangat mendasar tetap banyak masyarakat awam yang kurang memahami. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi dari instansi kesehatan terkait agar wanita memahami gajala-gejala awal dari kedua penyakit yang berbahaya tersebut. Semakin dini ditemukan gejala awal kanker rahim atau kanker serviks maka pengobatan akan lebih mudah untuk dilakukan. Pengobatan yang dilakukan sejak fase awal dapat memperbesar kemungkinan penyembuhan penyakit dan dalam hal ini akan menyelamatkan jiwa.

Meskipun kanker rahim dan kanker serviks memiliki perbedaan namun ada gejala yang sama. Misalnya kurangnya nafsu makan, penurunan berat badan secara drastis, tulang terasa nyeri, panggul terasa nyeri, perut bagian bawah sering terasa sakit, pinggang atau punggung sering nyeri, paha atau kaki terjadi pembengkakan dan perubahan kebiasaan saat buang air kecil atau buang air besar.

Saluran reproduksi bagi seorang wanita sangat penting karena disinilah tempat untuk tumbuh kembang janin. Saluran reproduksi yang sehat akan membuat pertumbuhan janin lebih optimal. Untuk menjaga saluran reproduksi tetap sehat sebaiknya mengetahui penyebab dan gejala dari kanker rahim serta kanker serviks. Jika dicurigai terdapat hal yang kurang wajar pada organ intim sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar apabila terjadi gejala awal kanker serviks maupun kanker rahim dapat terdeteksi sejak dini.

Beda kanker rahim dan kanker serviks sebenarnya akan terlihat secara jelas jika dilakukan pemeriksaan secara medis. Organ intim wanita harus diperhatikan kesehatannya. Salah satunya dengan melakukan pap smear secara berkala minimal 2 tahun sekali. Pemeriksaan pap smear sangat disarankan bagi wanita yang telah menikah atau pernah berhubungan intim.

Baca artikel lain mengenai Singkong Obat Kanker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × four =